Meimonews.com – Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD Kandou (akrab disebut RSUP Kandou) dan Fakultas Kedokteran (Faked) Unsrat berkolaborasi menggelar Sulawesi-Singapore Critical Care Meeting (SSCCM).

Kegiatan dalam semangat kolaborasi internasional dan penguatan kompetensi di bidang perawatan intensif ini dilaksanakan di Aula Lantai 2 RSUP Kandou, Jumat – Sabtu (17-18/5/2025).

SSCCM yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan memperingati Dies Natalis ke-20 Faked Unsrat ini menghadirkan narasumber (narsum) internasional dan nasional di bidang anestesi dan perawatan intensif, termasuk See Kay Choong bersama tim dari Singapura yang hadir sebagai Guest Lecturer serta Faizal Mukhtar selaku founder Perintis SSCCM.

Pembukaan acara dilakukan Pelaksana Harian (Plh) Direktur Utama RSUP Kandou sekaligus Direktur Medik dan Keperawatan Yeheskiel Panjaitan di dampingi Dekan Faked Unsrat Billy Johnson Kepel.

Turut hadir dan memberikan kontribusi penting dalam kegiatan ini adalah Ketua Kelompok Staf Medik (KSM) Anestesi dan Terapi Intensif RSUP Kandou Eka Yidha Lantang, Kepala Instalasi ICU RSUP Kandou sekaligus Ketua Panitia SSCCM Mordekhai Laihad dan Ketua Panitia Dies Natalis ke-20 Faked Unsrat Rizki Najoan.

SSCCM menjadi platform strategis bagi tenaga medis dan akademisi untuk bertukar ilmu, membahas tantangan dalam penanganan pasien kritis, serta mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan di wilayah timur Indonesia.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang ilmiah, namun juga momentum penting untuk mempererat jaringan kerja sama antara institusi kesehatan di Indonesia dan Singapura.

Yeheskiel menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi antara RSUP Kandou dan Fakultas Kedokteran Unsrat dalam menghadirkan forum ilmiah berskala internasional ini.

“Kami sangat mengapresiasi terselenggaranya Sulawesi-Singapore Critical Care Meeting ini. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kapasitas tenaga medis kita, khususnya dalam bidang anestesi dan perawatan intensif. Kolaborasi dengan pakar dari Singapura serta para ahli nasional tentu menjadi nilai tambah yang luar biasa,” ujarnya.

Kegiatan ini, tambahnya, sejalan dengan komitmen RSUP Kandou sebagai rumah sakit rujukan nasional untuk terus mendorong pengembangan kompetensi sumber daya manusia, sekaligus membangun jejaring kerja sama internasional.

“RSUP Kandou sangat terbuka terhadap berbagai bentuk kerja sama internasional yang berdampak pada peningkatan layanan. Perawatan pasien kritis adalah salah satu bidang yang sangat dinamis, sehingga pembaruan ilmu dan teknologi menjadi hal yang mutlak,” jelasnya.

Menurut Yeheskiel, sinergi antara dunia akademik dan dunia layanan dalam SSCCM adalah model ideal yang perlu terus dikembangkan. (Fer)

Meimonews.com – Rektor Unsrat Manado membuka pelaksanaan Seminar Internasional yang mengangkat topik International conference of social and political science and humanities : Social, political and cultural issues in the 21st century.

Seminar yang diadakan di Luwansa Manado, Rabu-Kamis (9-10/10/2024) ini menghadirikan 5 pembicara dari luar negeri dan 2 pembicara nasional (dalam negeri).

Kelima pembicara dari luar negeri tersebut, jelas Ketua Jurusan Administrasi/Ketua Panitia Joanne Mangindaan, adalah Douglas Kammen dan Erica Larson dari National University of Singapore. Anita Laleano dari University of Westminser. Sambe Nozomi dari Japan International Cooperation Agency (JICA) dan Natasja Ilonka Roels dari Wageningen University.

Sementara 2 pembicara nasional (dalam negeri) adalah Joannes Tandjung dari Kementerian Luar Negeri dan Abdul Gaffar Karim dari FISIP UGM.

Dekan FISIP Unsrat Markus Daud ‘Ferry’ Liando mengatakan, kegitan ini di support penuh oleh Rektor Unsrat Manado (Oktovian Berty Alexander Sompie) dan didampingi Reiny Tumbol selaku Kepala UPT Layanan Internasional Unsrat.

“Kegiatan ini kami persembahkan untuk masyarakat Nyiur Melambai terutama keluaga besar Unsrat agar mendapatkan pengetahuan baru bagi dinamika dan fenomena politik, sosial dan demokrasi di dunia internasional saat ini,” ujarnya.

Rektor Unsrat dalam sambutannya mengapresiasi pelaksanaan seminar internasional ini karena bermanfaat bagi kemajuan Unsrat. (FA)

Meimonews.com – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulut di bawah kepemimpinan June E. Silangen dan Filma D. Kepel (Kepala dan Sekretaris) melaksanakan Rapat Pendapatan Daerah (Patda) serta Penguatan Komitmen Perkuasan Digitalisasi Daerah Sulut di Hotel Aston Manado, Kamis (26/9/2024).

Peserta kegiatan yang dibuka pelaksanaannya oleh Kepala Bapenda June E. Silangen terdiri dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, akademisi, Bank Indonesia, Bank SulutGo, dan Pemerintah Kabupaten/Kota serta pejabat Bapenda Sulut dan Kepala UPTD PPD se-Sulut.

Empat narasumber ditampilkan pada kegiatam sehari ini, yalni Kepala Bapenda.Sulut, Irham dari Bank Indonesia, Linda Moniaga dari Bank SulutGo (BSG) dan Tenaga Ahli/Akademisi Vecky Masinambouw. (elka)

Meimonews.com – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 Sekolah Tinggi Filsafat Semainari Pineleng (STFSP) dan Seminari Tinggi Hati Kudus Yesus Pineleng, panitia HUT menggelar Seminar Internasional di Aula STFSP, Sabtu (9/8/2024).

Seminar yang mengangkat tema Rooted in Culture, Committed to Mission (Beraksr dalam Budaya Berkomitmen dalam Misi) menghadirkan 2 pakar dari luar negeri dan seorang dari Jogyakarya.

Peserta seminar yang dibuka pelaksanaannya oleh Ketua STFSP Pastor Barnabas ‘Berty’ Ohoiwutun MSC ini berjumlah hampir 300 orang. Peserta mengikuti kegiatan secara daring dan luring.

Pembicara/narasumber pada seminar yang dipandu Dr. Ignasius Welerubun (STFSP) tersebut adalah Dr, Rico Casta Jacoba, Ph.D dan Dr. Jeramie N. Molino, Ph.D dari Saint Louis University USA dan Dr. Johanes Haryatmoko, Ph.D dari Unika Sanata Dharma Jogyakarta.

Doktor Rico membawakan meteri Renewing the mission : The Role of Catholic School in Contemporary Education (Memperbarui Misi : Peran Sekolah Katolik dalam Pendidikan Kontemporer). Doktor Jeramie membawakan materi Rote in CultureCulture, Driven by Education : Advancing Feminism for a Just FutureFuture. Doktor Johanes membawakan materi Membangun Landasan Kebudayaan yang Tangguh untuk Misi Inovatif dan Profetis.

Doktor Johanes, yang tampil sebagai pemateri pertama mengemukakan, dengan membangun kebudayaan yang tangguh, kita disiapkan menjawab secara kreatif beragam tantangan di setiap zaman agar mampu menjalankan misi yang perlu inovasi

Kebudayaan, menurutnya, ada tiga lapis yakni karya, etos masyarakat, dan wujud ideal/misi. Karya semua yang diciptakan/dikembangkan (ilmu pengetahuan dan teknologi) untuk meningkatkan kualitas habitat manusia. Untuk etos masyarakat, prinsip–prinsip, nilai-nilai yang dipraktikkan atau bentuk moral yang dibatinkan meskipun tidak mengemukan dalam kesadaran namun operasional memgatur perilaku sehari-hari. Untuk wujud ideal/misi, pemahaman diri masyarakat, cara masyarakat menafsirkan dirinya, sejarahnya dan tujuan-tujuannya.

Doktor Johanes memberiksn sumbangan betpkkir komputasional. “Berpikir komoutasoonal mengajarkan cara memecahkan masalah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil (dekompesisi), mengidentifikasi polapola, membuat abstaksi, dan merancang algoritmealgoritme,” ujarnya.

Keempat bagian itu, menurutnya, membantu dalam pengembangan pemikiran kritis dan keterampilan pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari dan pengambilan keputusan.

Doktor Jeramie dalam pemaparan materinya mengurai tentang apa feminisme, berakar pada budaya, mengapa feninisme harus menjadi bagian dari pendidikan, fornasi budaya baru dan pendidikan, berkomitmen dalan misi, dan contoh perempuan yang mewujudkan feminisme.

Doktor Jeramie memberikan kesimpulan, feminisme adalah perjalanan yang berakar pada konteks budaya dan didorong oleh pendidikan menuju kesetaraan dan keadilankeadilan; Sebagai pendidik dan orang awam, kita memiliki kekuatan untuk mendorong misi ini ke depan.

Ada dua ajakan untuk misi. Pertama, berakar pada budaya kita sambil bersikap kritis jika perlu. Kedua, berkomitmen untuk mengadvikasi dunia di mana setiap orang dapat berkembang tanpa diskriminasi berbasis gender.

Doktor Jacoba dalam pemaparan materinya mengawali dengan memberikan penjelasan tentang pentingnya pembaharuan, kritik Jaques Derrida dan mengatasi masalah utama; konteks sejarah dan teologis; prrslektif filosofis dan paedagogis.

Selain itu, arah utama untuk evaluasi ulang dan revitalisasi; peran sekolah Katolik dalam masyarakat modern; karakteriktik yang menentukan sekolah Katolik dan tema pendidikan Katolik.

Di akhir pemaparannya, doktor Jacoba memberikan kesimpulan. Tentang ringkasan gagasan utama, dikatakan, sekolah Katolik ditentukan oleh komitmen mereka terhadap injil, pendidikan holistik, pandangan dunia Katolik, guru yang berdedikasi, pembangunan komunitas, dan kemampuan beradaptasi.

Terkait pendidikan Katolik, disebutkan, ini membentuk hati dan pikiran generasi mendatang, mempersiapkan mereka untuk kehidupan yang bermakna dan memuaskan.

Sementara yang berhubungan dengan ajakan bertindak, disebutkan, renungkan bagaimana mendukung sekolah Katolik dan memastikan mereka terus berkembang. (lk)

Meimonews.com – Pemilu Serentak 2024 telah selesai diselenggarakan, namun sejumlah permasalahan yang berkaitan dengan pesta demokrasi bangsa Indonesia tersebut masih menjadi pekerjaan rumah yang sulit untuk diselesaikan.

Evaluasi penyelenggaraan Pemilu dan upaya perbaikan sistem tahapan Pemilu yang adil bagi pemilih menjadi sangat penting untuk dilakukan.

Untuk maksud tersebut FISIP Unsrat akan menggelar seminar nasional (Semnas) tentang Tata Kelola Pemilu Ramah HAM di Aula FISIP Unsrat, Selasa (30/7/2024).

Hal tersebut disampaikan Dekan FISIP Unsrat Manado Dr. Daud Markus “Ferry” Liando, SIP, M.Sie kepada Meimonews.com di ruang kerjanya, Senin (29/7/2024).

Evaluasi ini, sebutnya, bertujuan untuk mengidentifikasi masalah dan faktor penyebab masalah kepemiluan yang terjadi pada penyelenggaraan Pemilu Serentak 2024.

‘Evaluasi ini diperlukan untuk mengidentifikasi kelemahan dalam sistem tahapan Pemilu yang ada. Melalui evaluasi ini, diharapkan lahir suatu rekomendasi perbaikan yang dapat diimplementasikan untuk memperbaiki sistem tahapan Pemilu dan memastikan Pemilu yang adil dan ramah HAM bagi setiap pemilihan,” jelasnya.

Ketua Panitia Jovano Alva Palenewen menambahkan, semnas ini merupakan kerjasama dengan Komnas HAM dan akan menghadikan narasumber Wakil Ketua Komnas HAM Pramono Ubaid TantowiTantowi dan Rektor Unsrat Manado Prof, Dr! Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng IPU Asean Eng.

Peserta semnas terdiri dari aktivis penyelenggara Pemilu, aktivis perempuan, komunitas disabilitas, aktivis lingkungan, kelompok rentan, media, ormas, dosen dan mahasiswa. “Kegiatan dimulai pukul 12.00 wita yang diawali makan siang,” ujarnya. (FA)

Meimonews.com – Dalam rangka meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan Penyuluh KB/PLKB, BKKBN Sulut mengadakan Temu Kerja Penyuluh KB se-provinsi Sulut di Tateli Resort & Convention, Kamis-Jumat (4-5/7/2024).

Penyuluh KB dan PLKB PNS dan PPPK T.A 2021/2022 yang mengikuti secara luring sebanyak 130 orang, PPPK Penyuluh KB TA. 2023 mengikuti secara daring sebanyak 83 orang, para Kepala OPD-KB Kabupaten/Kota sebanyak 15 orang dan Tim Kerja Perwakilan BKKBN Sulut sebanyak 25 orang.

Kegiatan ini dibuka pelaksanaannya oleh
Deputi Bidang Advokasi, Penggerakan dan Infomasi (Aspin) BKKBN-RI Drs. Sukaryo Teguh Santoso, M.Pd, yang sekaligus memberikan materi bersama Penyuluh KB Ahli Utama Ir. Siti Fatonah, MPH.

Kepala BKKBN Sulut Ir. Diano TinonTandaju. M. Erg saat memberikan laporan

Kepala Perwakilan BKKBN Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg melaporkan, pelaksanaan Temu Kerja Penyuluh KB ini untuk menjelaskan peran penyuluh KB/PLKB dalam mendukung tercapainya target program percepatan penurunan stunting, mempraktikkan pemanfaatan data keluarga berisiko stunting

Selain itu, menjelaskan mekanisme Kerja Tim Pendamping Keluarga dan penggunaan aplikasi Elsimil, pemanfaatan anggaran BOKB, mekanisme lemantauan kinerja penyuluh KB/PLKB dan penguatan strategi pencapaian Pro PN.

Peserta Temu Kerja

Apresiasi yang tinggi disampaikan oleh Deputi Adpin atas terlaksananya Temu Kerja Penyuluh KB yang diharapkan dengan pelaksanaan kegiatan ini dapat membangun komitmen penyuluh KB sebagai ujung tombak di tngkat lapangan serta meningkatkan sinergitas dari para pemangku kepentingan, sehingga dapat dilanjuti secara operasional dan kolaboratif.

Disampaikan pula angka TFR Sulawesi Utara sudah berada pada Replacement Level yaitu sebesar 2,1 berdasarkan hasil pemutahiran PK 23 dan di bawah TFR nasional 2,18.

Angka kelahiran perlu dikendalikan dengan bijak, karena berimplikasi terhadap kualitas kesehatan ibu dan anak, kesejahteraan keluarga, dinamika penduduk dan berbagai aspek kehidupan lainnya.

Di sela acara pembukaan dilaksanakan pengukuhan Dewan Perwakilan Derah IPeKB Sulut yang dikketua Laura Lolowand, Sekretaris Kristanto Gultom, Bendahara Marharetha Silangen. (FA)

Meimonews.com – Polda Sulut akan menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1445 H dan Istighosah di halaman Presisi Polda Sulut, Jumat (8/3/2024) pukul 18.30 Wita.

Spesialnya, peringatan Isra Mi’raj di Mapolda Sulut ini menghadirkan salah satu ustad kondang yaitu Das’ad Latif.

“Ustad Das’ad Latif dijadualkan akan mengisi ceramah pada peringatan Isra Mi’raj di Polda Sulut pada hari Jumat, 8 Maret 2024 pukul 18.30 Wita. Segala persiapan telah dilakukan panitia pelaksana,” ujar Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol. Michael Irwan Thamsil kepada wartawan di Mapolda Sulut,  Kamis (7/3/2024).

Dijelaskan, kegiatan ini terbuka untuk umum bagi masyarakat Sulawesi Utara. “Silahkan datang, khususnya bagi kaum muslimin dan muslimat di Sulawesi Utara,” katanya. (AF)

Meimonews.com – Rapat Satuan Tugas Percepatan Penurunan Stunting (Satgas PPS) dan mitra kerja BKKBN Sulut sekaligus sosialisasi DAK BOKB tahun 2024 menghadirkan dua pembicara/panelis.

Pembicara/panelis yang ditampilkan pada kegiatan yang diadakan di Peninsula Hotel Manado, Kamis (18/1/2024) tersebut adalah Inspektorat Wilayah 1 BKKBN RI Cinggih Widanarto, SE, M.Si dan Inspektur Pembantu Wilayah 1 Sulut Sherly D. Tendean, S. Pd, M. Si.

Kepala BKKBN Perwakilan Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg saat memberikan sambutan

Widanarto membawakan materi Pendampingan pelaksanaan angkatan DAK di Provinsi Sulut sementara Tendean membawakan materi Peran Inspektorat dalam pengawasan pelaksanaan dana transfer (DAK Sub Bid KB).

Sebanyak 90 peserta yakni Kadis OPD-KB Kabupaten/Kota, TA Satgas Kabupaten/Kota, Tim Kerja BKKBN Perwakilan Sulut mengikuti kegiatan yang dibuka pelaksanaannya oleh Kepala BKKBN Perwakilan Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg ini.

Penandatanganan pakta integritas

Setelah pemaparan materi oleh dua pembicara/panelis, dilakukan diskusi kelompok/FGD) dan penyampaian hasil diskusi serta pembacaan rumusan dan rekomendasi.

Dalam rapat ini diadakan pula penandatanganan kontrak kinerja Satuan Tugas (Satgas) PPS tahun 2024. (Fer)

Meimonews.com – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Sulut menggelar Workshop dan Diseminasi Kasus dan Pembelajaran Baik Stunting Tingkat Provinsi Sulut di Roger’s Hotel Manado, Senin (13/11/2023).

Tujuan kegiatan yang dibuka pelaksanaannya oleh Kepala Perwakilan BKKBN Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg ini adalah untuk menyosialisasi hasil studi kasus dan pembelajaran baik tentang stunting di Provinsi Sulut.

Yang diharapkan lewat kegiatan sehari ini adalah hasil studi kasus stunting yang dilaksanakan di empat lokus dapat dijadikan rekomendasi dalam penentuan kebijakan dan pengambilan keputusan serta pembelajaran baik dan direplikasi di lokus yang lain.

Kegiatan ini menghadirkan 4 narasumber dan 5 penanggap.

Narasumber terdiri dari Drs. Meildy Pasqual, M.Kes (Politeknik Kesehatan Manado) yang menyampaikan materi Studi Kasus Stunting Bolaang Mongondow Timur; Hendra Herlambang, SKM, M.Kes (Universitas Muhammadiyah Manado) yang membawakan materi Studi Kasus Stunting Bolaang Mongondow Selatan.

Ada juga Dr. Nancy Malonda, MPH (FKM Universitas Sam Ratulangi) yang membawakan materi Studi Kasus Stunting Kota Bitung; dan Ns. Angelia Tendean, S.Kep., M.Kep (Universitas Klabat) yang membawakan materi Studi Kasus Stunting Minahasa Utara

Lima penanggap terdiri dari Valentino Lumowa, S.Si, MA, Ph.D; Frederik G. Worang, SE, BSBA, M.Com, PhD; Dr. Muksin Pasambuna, M.Si;  Prof. DR. Dr. John Wantania, Sp.OG (K); dan Dr. Bobby Pambudi, Sp.A (K).

Pejabat yang hadir  adalah Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Dr. Bonivasius Prasetya Ichtiarto, S.Si., M.Eng (daring – zoom), Ketua IPADI Sulut  Dr. Tri Oldi Rotinsulu, dan Ketua Koalisi Kependudukan Indonesia (KKI) Sulut Drs. Jefry Paat, M.Si

Peserta kegiatan terdiri dari perutusan Bappeda Sulut, Dinas Dukcapil dan KB Sulut, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta, IPADI Sulut, Koalisi Kependudukan Indonesia (KKI) Sulut.

Selain itu, para Ketua Pokja di Perwakilan BKKBN Sulut, Kepala OPD KB Kabupaten/Kota dan jajaran (daring – zoom), Satgas Stunting Kabupaten/Kota (daring – zoom) dan PKB/PLKB (daring – zoom)

Dalam sambutannya, Tandaju mengatakan, dalam upaya terbaik percepatan penurunan stunting diperlukan komitmen yang mencakup penempatan penurunan stunting sebagai salah satu prioritas utama pembangunan.

Selain itu, mobilisasi sumber daya; serta menguatkan koordinasi, pemantauan, dan evaluasi untuk memastikan program berjalan dengan baik.


“BKKBN bersama-sama dengan perguruan tinggi serta organisasi profesi dan kemasyarakatan perlu mengawal konvergensi program dan kegiatan percepatan penurunan stunting,” ujarnya.

Selain itu, turut memastikan intervensi dan sumber daya yang diperlukan tersedia dan menjangkau kelompok sasaran yaitu remaja, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita.

Lumowa dalam.tanggapannya mengatakan, salah satu contoh pembelajaran baik penanganan stunting adalah hanya Bolsel yang memiliki Peraturan Bupati yang mengatur bahwa pengukuran setiap bulan harus 100 persen yang hasilnya dapat dicek melalui ePPBGM”

Wantania dalam tanggapannya menegaskan, sangat jarang stunting hanya disebabkan satu faktor. Biasanya saling berhubungan antar faktor langsung, intermediate, dan tidak langsung. Sehingga perlu dilakukan penelitian pengaruh antar faktor di masyarakat.

Pambudi dalam tanggapannya menegaskan, status gizi tidak melihat dari stunting dan tidak stunting.

Disebutkan, status gizi menurut Permenkes Nomor 2 Tahun 2020 tentang Antropometri Anak adalah gizi baik, gizi buruk, gizi kurang, gizi lebih, obesitas dan lain lain. Sehingga penanganan stunting harus menyelesaikan masalah gizi sebagai prioritas.

Worang dalam tanggapannya menegaskan, perlunya tindak lanjut pertemuan ini. Ada tiga saran yang disampaikan.

Pertama, pengawasan pengambilan data (apakah ada keberpihakan, kemudahan akses data, dan lain-lain. Kedua, melakukan penelitian kualitatif selain kuantitatif. Ketiga, penyebarluasan ide pemikiran hasil diskusi ke pemerintah daerah dan masyarakat luas salah satunya melalui media cetak. (Fer)

Meimonews.com – Fakultas Hukum Unsrat menggelar seminar nasional Pemilu dalam Sistem Ketatanegaraan dan Konstitusi di Indonesia, Jumat (16/9/2022).

Seminar yang diikuti yakni Bawaslu Sulut, KPU Kabupaten/Kota, dan para akademisi, serta undangan lainnya yang berjumlah 300-an peserta secara langsung dan puluhan peserta secara daring.

Seminar yang dilaksanakan di Law Tower Fakultas Hukum Unsrat tersebut menghadirkan Ketua KPU RI Dr. Hasyim Asy’ari sebagai pembicara utama dan dosen kepemiluan Fisip Unsrat Dr. Ferry Daud Liando sebagai pembicara. Bertindak sebagai moderator Dr. Dani Pinasang.

Seminar resmi dibuka Wakil Dekan III Fakultas Hukum Toar Palilingan, SH, MH mewakili Dr. Dekan Emma VT Senewe, SH, MH. Mendampingi Hasyim, Ketua KPU Sulut Ardiles Mewoh.

Toar mengungkapkan, Indonesian pertama kalinya menggelar pemilu serentak. “Dan, momen ini sangat tepat untuk membahas kepemiluan,” ujarnya seraya menyebutkan, Tahun 2024 akan dilaksanakan Pemilu untuk memilih Presiden dan wakil presiden, memilih DPR, DPRD serta DPD RI.

Selain itu, akan dilaksanakan pula Pemilihan Kepala Daerah secara serentak di 34 provinsi untuk memilih gubernur, bupati dan walikota.

Seminar ini, sebut Toar, diharapkan menjadi momentum yang tepat mencari tahu bagaimana persiapannya, apa saja potensi masalah pemilu 2024 yang bisa saja terjadi, serta apa efek buruk jika potensi masalah itu tidak dicegah, mengingat Konstitusi dan UU kerap menjadi akar permasalahan.

“Hal ini penting untuk dipecahkan di awal tahapan pemilu,” tandas akademisi yang acapkali menjadi pembicara narasumber di sejumlah seminar atau kegiatan lainnya itu. (Fer)