Meimonews.com – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun 2024 yang diadakan di Auditorium Unsrat Manado, Kamis (29/2/2024).

Tema yang diangkat dalam Raker yang dihadiri Wakil-wakil Rektor dan pimpinan unit kerja, pimpinan dan staf lembaga Unsrat dan pimpinan Fakultas se-Unsrat dan undangan lainnya ini adalah Academic Discipline and Student Services Towards The Internalization of Unsrat.

Dengan tema ini, sebut Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng IPU Asean Eng dalam sambutannya mengatakan, pihaknya berusaha mewujudkam Unsrat sebagai universitas yang berada di ekosistim internasional melalui disiplin dalam proses akademik yang berbasis pada layanan mahasiswa.

Dengan tema tersebut, ada empat yang yang diingatkan Rektor. Pertama, para dosen harus memberikan keteladanan dan pedoman serta berusaha menumbuhkan budaya akademik yang bebas berinovasi dalam pengembangan keilmuan mereka melalui peningkatan kompetensi sehingga seluruh mahasiswa dapat mewujudkan cita-cita yang tinggi dan menempa jalannya sendiri di masa depan.

Kedua, para dosen harus membantu mahasiswa untuk menjadi individu yang berpikiran mandiri, menghormati individualitas mereka sambil mendorong  agar mampu bekerjasama dengan kelompok serta memperlakukan mereka setara dengan manusia.

Ketiga, pimpinan fakultas harus dengan jelas tujuan pembelajaran, melakukan upaya terus-menerus untuk meningkatkan dan mendukung pembelajaran yang berbasis pada peningkatan kemampuan literasi mahasiswa.

Keempat, dosen harus secara terbuka memberikan kriteria penilaian akademik yang jelas kepada mahasiswa dan memberikan penilaian yang adil sesuai dengan tujuan pembelajaran serta kemampuan pembelajaran  mahasiswa.

Rektor mengemukakan, tahun 2024 ini, Unsrat akan mulai membuka kelas internasional melalui kerjasama dengan Wuhu Institute Technology dan Monash University.

“Dalam upaya untuk mewujudkan internasionalisasi Unsrat maka infrastruktur akan difokuskan pada fasilitas yang berstandar internasional dan pelayanan mahasiswa dan melakukan akreditasi internasional untuk semua program studi yang layak untuk itu,’ ujarnya.

Rektor berharap, tahun 2024 ini akan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Bersama-sama berusaha mencapai internasionalisasi Unsrat yang Unggul dan Berbudaya.

Di awal sambutannya, Rektor mengungkapkan, tahun 2023 telah kita selesaikan dengan capaian baik di bidang akademik, kemahasiswaan dalam pengelolaan administrasi umum.

Oleh karenanya,Rektor menyampaikan terima kasih kepada pimpinan unit kerja, para dosen, tenaga kependidikan dan seluruh mahasiswa yabg telah bersama-sama menunjukkan integritas dalam membangun Unsrat.

Tak lupa pula disampaikan penghargaan kepada Dewan Pengawas yang selalu melakukan evaluasi bahkan memberikan koreksi terhadap proses manajemen di Unsrat. (FA)

Meimonews.com – Itwasda Polda Sulawesi Utara menggelar Audit Kinerja Tahap I Tahun Anggaran 2024 yang diawali dengan taklimat awal di aula Tribrata Polda Sulut, Kamis (29/2/2024).

Taklimat awal dipimpin Wakapolda Sulut Irjen Pol. Jan de Fretes di dampingi Irwasda Kombes Pol Bayu dan dihadiri oleh para PJU Polda Sulut dan para Kapolres/ta jajaran.

“Kegiatan ini adalah audit atas pengelolaan keuangan negara, pelaksanaan tugas dan fungsi Polri untuk mencapai aspek kehematan, efisiensi, dan efektivitas serta dapat mengetahui sejauh mana keberhasilan pencapaian sasaran yang telah ditetapkan dengan baik dan benar,” ujar Wakapolda.

Yang menjadi sasaran dalam audit ini adalah aspek perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian yang meliputi bidang sumber daya manusia, sarana prasarana, operasional dan anggaran di semua satker jajaran Polda Sulut.

“Kegiatan audit kinerja ini merupakan momentum yang paling tepat kita melakukan introspeksi serta evaluasi guna meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan program kegiatan dan anggaran, memperkecil penyimpangan serta meningkatkan integritas maupun sinergi antar fungsi,” tambahnya.

Disebutkan, audit kinerja juga merupakan salah satu fungsi kontrol agar mekanisme kerja yang ada di lingkungan Polri tidak keluar dari rencana yang telah ditetapkan.

Wakapolda berharap, Tim Audit Kinerja dapat memberikan masukan yang berguna dan bermanfaat bagi kemajuan dan peningkatan kinerja Polda Sulut beserta jajaran.

“Dan kepada para Kasatker tingkat Polda dan kewilayahan, saya harapkan agar sebagai audit dapat mempersiapkan satkernya sehingga kegiatan audit kinerja Itwasda ini dapat berjalan dengan lancar dan transparan sebagaimana yang diharapkan,” pesannya. (AF)

Meimonews.com – SMA Negeri 8 (Smandel) Manado menggelar Workshop Implementasi Pembelajaran Paradigma Baru sebagai tindaklanjut dari kegiatan Launching Program Unggulan Sekolah Kamberu (Kampanye Bertani Urban).

Workshop dengan peserta baik guru dan pegawai maupun siswa dilaksanakan di kompleks sekolah mulai Senin (17/2/2024) dan akan berlangsung sekitar satu minggu dengan kegiatan praktik langsung di lapangan.

Tampil sebagai narasumber adalah Dr. Marten Meruntu yang di dampingi/dipandu Kepala SMA Negeri 8 Manado Dra. Mediatrix Maryani Ngantung, M.Pd.

Narasumber Dr. Marthen Meruntu saat pemaparan materi dipandu/di dampingi Kepala SMA Negeri 8 Manado Dra. Mediatrix Maryani Ngantung, M.Pd

Yoga, seorang siswa kelas 10 sekolah ini berbagi pengalaman di kegiatan workshop ini tentang apa yang sudah diperbuat yakni Jamur Tiram, yang sudah menghasilkan uang untuknya

Berbagai hal terkait dengan bagaimana pelaksanaan salah satu program unggulan sekolah ini dipaparkan narasumber, yang merupakan orangtua siswa.

Mekanisme pelaksanaan dijelaskan secara rinci berikut contoh-contohnya lewat gambar-gambar yang dipresentasikan lewat lcd dan mempraktikkannya di halaman sekolah, usai tatapmuka di dalam ruangan.

Yoga, salah satu siswa SMA Negeri 8 Manado saat berbagi pengalaman tentang pembuatan jamur tiram

Beberapa hal terkait dengan dilaksanakannya kegiatan yang masuk dalam program P5  ini dijelaskan Mediatrix saat memandu acara.

Menurut Kepala Sekolah Penggerak kreatif ini, program Kamberu ini dimaksudkan agar para siswa maupun guru dan pegawai bisa mendapat pengetahuan yang bermanfaat baik saat ini maupun ke depan.

Dr. Marthen Meruntu (narasumber) saat mempraktikkan cara membuat media tanam berikut campurannya bersama beberapa siswa dan disaksikan guru sekolah

“Dengan adanya program ini, kami ingin ada perubahan di sekolah ini serta bagi siswa serta guru dan pegawai karena program ini bisa dipraktikan di rumah,” ujar Mediatrix.

Mantan Kepala SMA Negeri 9 Manado ini mengingatkan bahwa dalam program Kamberu, yang terpenting adalah prosesnya. Hasilnya penting tapi lebih penting prosesnya.

Diketahui, pada Rabu (7/2/2024), SMA Negeri 8 Manado melakukan Launching program unggulan sekolah Kamberu di kompleks sekolah. Launching dilakukan Kepala Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulut Dr. Femmy Sulut, M.Si bersamaan dengan penutupan pelatihan Google for Education yang diadakan Senin-Rabu (5-7/2/2024).

Launching Kamberu ini, seperti diberitakan Meimonews.com 11 Februari 2024 (baca : SMA Negeri 8 Manado Launcing Program Unggulan Sekolah Kamberu) merupakan kelanjutan dari program sekolah penggerak (PSP) Smandel yang digagas untuk membuat branding baru SMA Negeri 8 PSP Kamberu. (Fer)

Meimonews.com – Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pembelajaran (LP3) Unsrat Manado menggelar Workshop Penyusunan Buku Ajar/Buku Referensi  di aula lembaga tersebut, Kamis (1/2/2024).

Puluhan dosen dari fakultas-fakultas yang ada di lingkungan Unsrat mengikuti kegiatan yang dibuka pelaksanaannya oleh Rektor Unsrat Manado Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng Asean IPU Eng tersebut.

Rektor Unsrat Manado Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng Asean IPU Eng (kanan) saat memberikan sambutan

Dalam sambutannya, Rektor yang di dampingi Kepala LP3 Unsrat Manado Dr. Max J. Runtuwene menegaskan, tujuan diselenggarakannya workshop ini adalah untuk meningkatkan kompetensi dosen di dalam menyiapkan, menyusun, sampai menerbitkan buku ajar/buku referensi pada penerbit yang berkualitas.

Oleh karenanya, Rektor berharap, kontribusi para dosen untuk meningkatkan mutu pembelajaran Unsrat benar-benar terwujud dan menghasilkan lulusan yang berkualitas, unggul, serta berbudaya dapat diwujudkan bersama. (FA)

Meimonews com – Berkolaborasi dengan Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia (Kemenaker RI), Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulut menggelar Talkshow di Bitung, Jumat (26/1/2024).

Hal- hal terkait kesejahteraan pekerja dibahas dalam kegiatan dialog dan edukasi yang mengusung tema Pekerja produktif, pekerja bahagia dengan fasilitas kesejahteraan pekerja ini.

Lima narasumber/panelis ditampilkan pada kegiatan yang dibuka pelaksanaannya oleh Wakil Walikota Bitung Hengky Honandar, SE ini.

Kelima narasumber/panelis itu adalah Direktur Bina Keluarga Balita dan Anak BKKBN RI Dr. Irma Ardiana, MAPS (secara daring) dengan materi Peningkatan kualitas keluarga melalui pembinaan ketahanan dan kesejahteraan bagi tenaga kerja, Direktur Bina Akses Pelayanan KB BKKBN RI Dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid tentang Pedoman pelaksanaan pelayanan.

Selain itu, Direktur Hubungan Kerja dan Pengupahan Kemenaker Ir. Dinar Titus Jogaswitani, MBA, National Project Officer HIV/AIDSand  Care Economy Ilo Jakarta Early Dewi Nuriana serta Sekretariat Komite Tapera.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg dalam laporannya menjelaskan, pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk   memberi pembinaan dan pemahaman informasi kepada stakeholder serta  mendorong penyediaan fasilitas kesejahteraan pekerja di perusahaan.

Penyediaan fasilitas kesejahteraan, khususnya fasilitas yang dapat meringankan beban pengasuhan (care works) program ketahanan keluarga, pelayanan KB di perusahaan serta program Tabungan Perumahan Rakyat.

Kepala BKKBN Perwakilan Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg saat menyerahkan bantuan kepada salah satu anak stunting

Hal ini sebagaimana  tertuang dalam  Perjanjian Kerja Sama antara Kedeputian Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN dengan Ditjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemnaker tentang Peningkatan Kualitas Keluarga  melalui pembinaan ketahanan dan kesejahteraan tenaga kerja.

Dalam sambutannya, Honandar mengungkapkan apresiasi yang setinggi-tingginya atas pelaksanaan kegiatan kolaborasi ini.

Wakil Walikota Bitung Hengky Honandar, SE saat menyerahkan bantuan bagi salah satu anak stunting

Selaku pemerintah daerah, pihaknya tetap mendukung dan bekerjasama yang baik dengan pihak perusahaan.

Usai pembukaan kegiatan dilanjutkan  dengan penyerahan bantuan bagi lima anak sunting dari kota Bitung.

Dari data yang ada untuk Sulut, industri besar dan menengah sebanyak 107 perusahaan dengan jumlah tenaga kerja  sebanyak 11.979 orang sementara industri mikro dan kecil sebanyak 53.303  perusahaan dengan  jumlah tenaga kerja sebanyak 101.746 orang.

Khusus Kota Bitung terdapat 41 perusahaan IBS dengan tenaga kerja  sebanyak 5.286 orang dan IMK  sebanyak 4.327 perusahaan  dengan  9.818 orang.

Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) perusahaan  yang terintegrasi di BKKBN untuk Sulut sebanyak tiga Klinik Pratama yang berlokasi di Kota  Bitung yaitu PT Salim Ivomas (7172008), PT Indofood  (7172026) dan PT Multi Nabati Sulawesi  (7172028).

Dengan kegiatan ini diharapkan Kabupaten/Kota dapat meningkatkan komitmen stakeholder dan mitra kerja di tingkat kabupaten/kota dalam mendukung program percepatan penurunan stunting dan  meningkatnya peran fasilitas pelayanan KB perusahaan dalam memberikan pelayanan keluarga berencana di perusahaan. (Fer)

Meimonews.com – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulut menggelar Optimalisasi Peran Bunda Pendamping dalam rangka Percepatan Penurunan Stunting (PPS) di Sulut dengan tema Menuju  Keluarga Bebas Stunting  untuk  Indonesia Maju.

Kegiatan yang dilaksanakan di Peninsula Hotel Manado, Jumat (19/1/2024) dan diikuti 100-an peserta baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota se-Sulut termasuk mitra kerja dan Tim  Kerja BKKBN Perwakilan Sulut ini dibuka pelaksanaannya oleh Kepala BKKBN RI Dr. (Hc) dr. Hasto Wardoyo, Sp. OG (K) melalui daring.

Hadir pada acara pembukaan secara virtual adalah Inspektur Wilayah 1 BKKBN RI Cinggih Widanarto, SE, M.Si, Wakil Gubernur Sulut  Drs. Steven O. Kandou, Asisten 1 Setdaprov Sulut Dr. Denny Mangala, M.Si, Ketua TP PKK Sulut Ir. Rita Maya Dondokambey Tamuntuan dan sejumlah undangan lainnya.

Kepala BKKBN RI Dr. (Hc) dr. Hasto Wardoyo, Sp. OG (K) saat memberikan sambutan lewat daring

Dalam pelaksanaan kegiatan ini diberikan penghargaan bagi Kabupaten/Kota atas capaian penyerapan  anggaran  BOKB Tahun 2023 yakni terbaik I Kabupaten Bolmong Selatan  yang capaiannya 97,93 persen, terbaik II Kota Bitung (95,08 persen) dan terbaik III Kota Tomohon (94,37 persen) serta penyerahan bantuan Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS) bagi 12 keluarga beresiko stunting  di Kota Manado.

Pada kegiatan ini, Bunda-bunda Pendamping Keluarga Kabupaten/Kota Se-Sulut tampil menjadi panelis seorang demi seorang. Masing-masing panel menampilkan lima pembicara dari 5 Kabupaten/Kota se-Sulut.

Wakil Gubernur Sulut Drs. Steven O. Kandou saat memberikan sambutan mewakili Gubernur Sulut Prof. (Hc), Dr. (Hc) Olly Dondokambey, SE

Kepala BKKBN Perwakilan Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg dalam laporannya mengungkapkan, kegiatan ini diawali dengan rapat Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penurunan Stunting (PPS)  bersama mitra kerja sekaligus sosialisasi DAK BOKB tahun 2024 pada Kamis (18/2/2024).

Tandaju berterima kepada Gubernur Sulut, Wakil Gubernur Sulut, Ketua TP PKK Sulut Bunda Pendamping Keluarga Sulut, Bupati dan Walikota se-Sulut, Ketua TP PKK se-Sulut selaku Bunda Pendamping Keluarga Kabupaten/Kota se-Sulut dan kepada seluruh mitra kerja terkait Program Bangga Kencana  serta Program PPS.

Tandaju mengajak semua pihak yang hadir pada kegiatan ini untuk menyegarkan kembali komitmen bersama dalam Program Bangga Kencana dan PPS di Sulut.

Ketua TP PKK Sulut sekaligus Bunda Pendamping Keluarga Sulut Ir. Rita Maya Dondokambey Tamuntuan saat memberikan sambutan

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Sulut Ir. Rita Maya Dondokambey Tamuntuan dalam sambutannya mengapresiasi BKKBN Sulut yang telah menginisiasi dan memprakarsai kegiatan ini serta kepada Bunda Pendamping Keluarga Kabupaten/Kota yang hadir dalam kegiatan ini.

Apresiasi kepada Bunda Pendamping Keluarga Kabupaten/Kota karena tekad dan komitmen yang masih terjaga, untuk terus menjalankan peran dengan baik, terus bersinergi dan memberikan dukungan terhadap upaya penurunan stunting di daerah ini melalui optimalisasi pencegahan di tingkat hulu dan pendamping terhadap keluarga yang berisiko stunting.

Kepala BKKBN Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg saat memberikan laporan

Ditegaskan, keluarga memegang peran penting dalan upaya pencegahan stunting pada setiap fase kehidupan. Mulai dari janin dalan kandungan, bayi, balita, remaja, menikah, hamil dan seterusnya.

“Sehingga setiap keluarga harus memiliki pengetahuan dan pemahaman yang baik,” ujar Rita yang adalah juga Bunda Pendamping Keluarga Sulut ini seraya merincikan pengtahuan yang dimaksud.

Pengetahuan yang dimaksud terkait dengan bagaimana mendapatkan dan memberikan nutrisi pada anak; bagaimana pemenuhan gizi; bagaimana upaya-upaya mitigasi dini untuk melindungi anak dari jangka panjang dampak stunting.

Selain itu, bagaimana mempersiapkan anak agar tumbuh optimal; dan bagaimana mempersiapkan remaja (sebagai calon keluarga baru, sebagai calon orangtua) mempunyai perencanaan sebelum kehidupan berkeluarga sehingga tercipta keluarga yang berkualitas, yang dapat memberi sumbangsih dalam pencegahan dan penurunan stunting .

Dalam sambutannya, Kepala BKKBN RI memberikan apresiasi kepada  Kaper BKKBN Sulut yang sudah  menyelenggarakan kegiatan  ini, juga kepada Bunda Pendamping Keluarga Provinsi Sulut Ir. Rita Maya Dondokambey Tamuntuan serta Bunda Pendamping Keluarga Kab/Kota yang sudah bekerja keras dalan penanganan dan percepatan penurunan stunting di Sulut. (Fer)

Meimonews.com – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulawesi Utara menggelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakorev) tentang Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor Pajak Daerah dan Penandatangan Pakta Integritas di ruang rapat kantor pusat Bapenda, Senin (8/1/2024).

(Rakorev) dan Penandatanganan Pakta Integritas di ruang rapat kantor pusat Bapenda, Senin (8/1/2024).

Rapat yang membahas pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak dan penandatanganan pakta integritas tersebut dipimpin Sekretaris Bapenda Filma Kepel di dampingi Kepala Bidang Pengendalian dan Evaluasi (Kabid Dalev) Johanis Tamuntuan.

Kepala Bapenda Sulut June E. Silangen yang diapit Sekretaris Filma Kepel dan Kabid Dalev Johanis Tamuntuan

Sebanyak 70-an peserta yang terdiri dari pejabat eselon 3 dan 4 Bapenda Sulut, Kepala UPTD PPD se-Sulut dan staf kantor pusat dan jajaran hadir dalam kegiatan ini.

Sejumlah hal dibahas dalam rapat awal tahun 2023 yang berlangsung secara serius tapi santai dan penuh keakraban. Beberapa strategi dalam upaya meningkatkan pendapatan daerah dibahas. Masukkan/usulan dari UPTD PPD langsung direspon.

Peserta kegiatan

Dalam kata pengantarnya, Filma memaparkan hasil-hasil capaian tahun 2023 dan sejumlah harapan untuk tahun 2024.

Disampaikan pula hal-hal terkait dengan kepatuhan dan upaya-upaya agar pencapaian tahun berjalan ini (2024) bisa berjalan dengan baik bahkan ada peningkatan.

Kepala Bapenda Sulut June E. Silangen di awal arahannya, mengapresiasi kinerja para pejabat baik di lingkungan kantor pusat maupun UPTD PPD dan staf/pejabat yang telah ditunjukkan selang tahun 2023.

Kasubag Umum Richard Sumarauw saat menandatangani pakta integritas disaksikan June, Filma dan peserta kegiatan

Untuk tahun berjalan ini, June berharap kinerja demikian terus ditunjukkan bahkan ditingkatkan. Diperlukan kerja keras dalam menjalankan tugas agar target tahun 2024 bisa dicapai bahkan melebihi.

Kaban berharap agar kolaborasi jajarannya dengan lembaga/pihak terkait terus dimantapkan bahkan ditingkatkan. “Kolaborasi dengan kepolisian, Bank Sulutgo dan pihak/lembaga terkait terus dimantapkan bahkan ditingkatkan,” ujar pejabat kreatif dan dekat dengan wartawan ini.

Di penghujung Rakorev diadakan Penandatanganan Pakta Integritas dan pembacaan surat keputusan (SK) pengangkatan Plh Kepala UPTD PPD Manado yang dijabat Johanis Tamuntuan, menggantikan Christian Mingkid yang telah memasuki masa pensiun. (elka)

Meimonews.com – BKKBN Perwakilan Sulut menggelar Executive Meeting Tahap II Tahun 2023 di Best Western Manado, Senin (11/12/2023).

Kegiatan yang diinisiasi Kepala Perwakilan BKKBN Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M. Erg ini bertujuan untuk meningkatkan koordinasi stakeholder TPPS Provinsi Sulut khususnya BKKBN, Bappeda dan Dinas Kesehatan.

Ada beberapa poin penting yang dibahas pada kegiatan ini. Pertama, draft Annual Work Plan (AWP) TPPS Sulut 2024. Kedua, komitmen untuk mendukung satu data stunting dalam kegiatan PPS Sulut.

Ketiga, teridentifikasinya kondisi capaian data stunting berdasarkan capaian e-ppgbm periode Agustus  2021, Agustus 2022 dan Oktober 2023 serta melakukan identifikasi secara umum permasalahan dan tindak lanjut perbaikannya,

Keempat, reviu singkat terhadap Surat Edaran Gubernur Sulut nomor 050/23.1356/sekr.bappeda tentang Optimalisasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting di Provinsi Sulawesi Utara tahun 2023-2024.

Kegiatan ini juga melibatkan perwakilan Satgas PPS Kab/Kota yaitu Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Selatan, Kota Manado dan Kota Tomohon. (Fer)

Meimonews.com – Kelompok Kerja (Pokja) Kependudukan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Sulut menggelar kegiatan fasilitasi penetapan data parameter kependudukan untuk rencana evaluasi (renev) pembangunan daerah (bangda).

Kegiatan yang diadakan di The Senta Hotel Manado, Kamis (3/10/2023) ini dihadiri Kaper BKKBN Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg, Kepala Bappeda Sulut Elvira Katuuk, SE,ME, dosen dan peneliti kependudukan Universitas Airlangga Surabaya Dr. Lutfi Agus Salim, SKM, M.Si, Ketua IPADI Sulut Dr. Tri Oldi Rotinsulu, Ketua Koalisi Kependudukan Indonesia (KKI) Sulut Drs. Jefry Paat, M.Si.

Selain itu, Bappeda Kabupaten/Kota, Kepala Bidang Dalduk OPD KB Kabupaten/Kota, Bappeda Sulut, Dinas Dukcapil dan KB Provinsi Sulut, IPADI Sulut dan Koalisi Kependudukan Indonesia (KKI) Sulut.

Kegiatan ini bertujuan pertama, mengembangkan dan merencanakan pembangunan kependudukan yang berkelanjutan melalui GDPK sesuai dengan amanat Perpres Nomor 153 Tahun 2014; kedua, meningkatkan kapasitas dan kapabilitas pemerintah daerah dalam menyusun dan memanfaatkan GDPK sebagai rujukan dalam pengembangan perencanaan serta kebijakan pembangunan kependudukan di daerah.

Ketiga, mengintegrasikan Program Bangga Kencana ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah jangka panjang, jangka menengah, serta rencana kerja tahunan; keempat, meningkatkan sinkronisasi indikator, target, dan data perencanaan program Bangga Kencana antara nasional, provinsi, dan kabupaten/kota.

Kelima, meningkatkan kapasitas dan kapabilitas pengelola program Bangga Kencana serta pihak-pihak terkait dalam perencanaan program Bangga Kencana pada pemerintah daerah.

Ada tiga hasil yang diharapkan dalam kegiatan ini. Pertama, tersedianya data dan indikator Program Bangga Kencana tingkat provinsi dan kabupaten/kota yang akan diintegrasikan kedalam dokumen kebijakan perencanaan Pembangunan daerah.

Kedua, tersedianya hasil telaah data, indikator, dan Need Assesment Program Bangga Kencana pada dokumen perencanaan daerah; dan ketiga, termanfaatkannya dokumen GDPK melalui Dokumen Legalitas (Peraturan Bupati/Walikota), Roadmap, Rencana Kerja Pemerintah, dan Rencana Aksi Daerah.

Dalam sambutannya, Tandaju mengatakan, sebagai bagian dari pelaksanaan pembangunan kependudukan di daerah, maka dilakukan penguatan program Bangga Kencana yang meliputi empat poin.

Poin pertama, penguatan implementasi Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) oleh Pemerintah Daerah sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 153 tahun 2014 tentang GDPK. GDPK merupakan salah satu dokumen perencanaan Pembangunan 25 tahunan yang seharusnya dapat digunakan sebagai acuan dalam perencanaan program dan anggaran secara terpadu.

Untuk itu, diperlukan peningkatan kerjasama dengan perguruan tinggi untuk mendukung penyusunan kebijakan kependudukan dan penanganan masalah kependudukan.

“Sampai dengan bulan Oktober 2023, 14 Kabupaten/Kota telah Menyusun GDPK, dimana 7 Kabupaten/Kota telah 5 pilar,” ujarnya.

Poin.kedua, penanganan masalah kependudukan dan peningkatan kualitas keluarga berbasis desa/kelurahan dalam rangka pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2022 tentang Optimalisasi Penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas.

Kampung keluarga berkualitas merupakan salah satu inovasi strategis untuk dapat mengimplementasikan kegiatan prioritas program Bangga Kencana.

Pembentukan kampung KB bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat Desa/Kelurahan melalui program Bangga Kencana serta pembangunan sektor lain dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas.

“Sampai dengan bulan Oktober 2023, telah terbentuk 1.083 atau 58,89 persen dari 1.839 desa/kelurahan di Sulawesi Utara,” papar Tandayu.

Poin ketiga, peningkatan literasi kependudukan bagi Pemerintah Daerah dalam rangka menghidupkan data kependudukan untuk perencanaan kependudukan di daerah terutama di tingkat Desa/Kelurahan melalui pembentukan Rumah Data Kependudukan dan Informasi Keluarga.

” Sampai dengan bulan Oktober 2023, sudah terbentuk 441 RDK (40,72 persen dari Kampung KB),” sebutnya.

Poin keempat, pada kesempatan ini juga akan disosialisasikan hasil proyeksi target Indikator Bangga Kencana dalam perencanaan daerah untuk provinsi dan kabupaten/kota di Sulawesi Utara. Hasil proyeksi tersebut kiranya dapat diintegrasikan dalam dokumen RPJMD periode tahun 2025-2029.

Diharapkan indikator Bangga Kencana dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah dapat lebih baik dan mendorong peningkatan kualitas pelaksanaan pembangunan bidang pengendalian penduduk dan keluarga berencana di daerah. (Fer)

Meimonews.com – Kelompok Kerja (Pokja) Kependudukan BKKBN Sulut menggelar seminar dengan tema Menuju Indonesia Emas 2045.

Seminar yang dilaksanakan Rabu (31/10/2023) ini dilakukan secara tatapmuka di Sintesa Peninsula Hotel Manado dan secara zoom meeting.

Peserta seminar terdiri dari Kepala Dinas/Badan Daerah Provinsi Sulut, Rektor/Direktur/Ketua Lembaga Pendidikan Tinggi Negeri dan Swasta, Mitra Kerja/Organisasi Kepemudaan/Organisasi Profesi, Mahasiswa/i, Pegawai Perwakilan BKKBN Provinsi Sulut, PKB/PLKB se Provinsi Sulawesi Utara (zoom), Pengelola Program Kependudukan OPD-KB se Provinsi Sulut (zoom).

Seminar yang bertujuan meningkatnya peran dan partisipasi lintas sektor dalam pengelolaan program kependudukan ini menghadirkan Kepala Perwakilan BKKBN Sulut Ir. Tino Tandaju, M.Erg melalui zoom, Sekretaris BKKBN, Ketua Pokja Kependudukan Turro S. Wongkaren, Ph.D sebagai narasumber dan Dr. Tri Oldi Rotinsulu sebagai moderator.

Pada kesempatan itu, Tandaju mengungkapkan beberapa hal penting sekaligus harapan dalam konteks kependudukan menuju Indonesia Emas tahun 2045.

Ditegaskan, membangun mental masyarakat adalah kunci meningkatkan kualitas kependudukan. Orang tua wajib mewaspadai perubahan perilaku pada remaja yang menjadi tanda-tanda awal terjadinya masalah mental.

Masalah gangguan mental dan emosi pada remaja, sebutnya, berpengaruh pada maraknya kejadian narkotika atau napza hingga pada kehamilan pada usia remaja.

Dikemukakan, saat ini, terdapat isu penting dalam pengelolaan Program Bangga Kencana yang memerlukan akselerasi, partisipasi dan peran serta seluruh mitra kerja, yaitu TFR yang perlu dipertahankan, ASFR 15-19 Tahun yang perlu diturunkan, dan risiko stunting yang lebih tinggi pada kehamilan dan kelahiran di usia remaja.

Wongkaren dalam pemaparan materinya, antara lain mengingatkan, Sulawesi Utara masih dalam periode bonus demografi. Namun, untuk bisa memanfaatkan bonus tersebut diperlukan beberapa upaya yang berkaitan dengan kesehatan dasar, pendidikan, ketatalaksanaan dan ketenagakerjaan. (Fer)