Meimonews.com – Ketua Komunitas Tolak Narkoba (KTN) Lexie Kalesaran menjadi salah satu narasumber Bimtek Penggiat P4GN yang diselenggarakan BNN Sulut di Hotel Mercure Kalasey, Selasa-Rabu (21-22/11/2023).

Kalesaran menjadi narasumber di sesi terakhir di hari pertama Bimtek. Dengan dimoderatori Selfie .J. Ulaen, S.Pd, SSi, M.Kes (Dosen Poltekes), Kalesaran membawakan materi Metode Pencegahan dalam Upaya P4GN.

Di awal pemaparan materinya, Ketua KTN memberikan penjelasan seputar bahaya narkoba, jenis narkoba menurut golongan/pengelompokkannya, ciri-ciri penyalahguna, prevalensi penyalahgunaan narkoba di daerah ini, sanksi penyalahgunaannya, peranserta masyarakat dalam P4GN.

Penggiat yang merupakan bagian dari masyarakat punya peran penting dalam upaya P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba), sebagaimana diatur dalam Undang-undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Itulah sebabnya, sebut penggiat dan relawan anti narkoba Sulut ini, para penggiat perlu mengetahui metode dalam upaya P4GN.

“Dalam upaya P4GN, penggiat perlu mengetahui sasaran/target kegiatan. Sebab, masing-masing sasaran/target punya spesifikasi. Selain itu, perlu pula mengetahui situasi/kondisi mereka,” ujarnya.

Ditambahkan, untuk metode yang bisa digunakan dalam upaya P4GN, ada beberapa yang perlu diketahui dan digunakan para penggiat, di antaranya tatapmuka, sosialisasi (berkelompok), pengajaran/pelatihan/bintek, menggunakan medsos, buku/selebaran/stiker/spanduk/baliho, pendampingan, contoh/teladan.

“Semakin banyak orang yang tahu tentang bahaya narkoba maka akan semakin banyak orang yang tidak akan coba-coba pakai dan tidak akan menjadi pengedar sehingga prevalensi penyalahgunaan narkoba di daerah ini semakin menurun,” tandasnya.

Ketua Perhimpunan Putra Putri (PPP) Brimob ini menegaskan, upaya P4GN memerlukan sinergitas banyak pihak termasuk para penggiat. Makanya ia mengajak untuk bersinergi dalam upaya P4GN.

Bimtek yang diselenggarakan Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulut yang diikuti 30 peserta utusan instansi pemerintah baik provinsi, kabupaten/kota maupun kecamatan ini menampilkan beberapa narasumber selain Ketua KTN.

Narasumber lain tersebut adalah Kepala BNN Sulut Brigjen Pol. Pitra A. Ratulangi, SIK, MM yang membawakan materi Strategi P4GN, Wadir Reserse Narkoba Polda Sulut AKBP Raswin Sirait (Aspek Hukum dalam P4GN), Drs. Lengkana Nasman, S.Psi (Pengetahuan Dasar Adiksi, Konseling dan Rehabilitasi), Dosen Politeknik Negeri Manado Beldi Tombeg, ST, M.Ars (Literasi Digital dalam  P4GN).

Selain itu, Direktur Lembaga Bimbingan Psikogi Jeinner J. Rawung, S.Psi, M.Pd (Pengembangan Karakter Individu sebagai Penggiat P4GN), Balai Bahasa Sulut Irene DC Rindorindo, SS, M.Hum (Public Speacking dalam rangka penyampaian P4GN), dan Korbid P2M BNN Sulut/Penyuluh Narkoba Ahli Madya  Drs. Sam G. Repy (Rencana Aksi P4GN).

Kegiatan ini dibuka pelaksanaannya oleh Korbid P2M (Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat) BNN Sulut Sam G. Repy di dampingi Terry Tikoalu (Ketua Panitia) dan Rika Oktaviany (Staf P2M BNN Sulut). (Fer)

Meimonews.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulut menggelar Bimtek (Bimbingan Teknis) Penggiat P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) Lingkungan Pendidikan di Hotel Mercure Kalasey, Kamis-Jumat (10-11/8/2023).

Sejumlah pengajar ditampilkan pada kegiatan yang menghadirkan 30 peserta yang adalah guru dari SMA/SMK baik negeri maupun swasta di beberapa kabupaten/kota di Sulut.

Para pengajar tersebut adalah Kepala BNN Sulut Brigjen Pol. Pitra Andrias Ratulangi, SIK, MM yang membawakan materi Strategi P4GN sekaligus membuka (dan menutup kegiatan) yang di dampingi Korbid P2M Sam G. Repy dan Terry Tikoalu (Subkorbid Pemberdayaan Masyarakat P2M).

Kemudian, Dirnarkoba Sulut dengan materi Apek hukum dalam  P4GN,  Psikolog Drs. Lengkana Nasman tentang Pengetahuan dasar adiksi, konseling dan rehabilitasi, Ketua Komunitas Tolak Narkoba (KTN) tentang Metode pencegahan dalam upaya P4GN, Dosen Politeknik Negeri Manado Beldie Tombeg, ST, M.Ars tentang Literasi Digital dalam P4GN.

Direktur Lembaga Bimbingan Psikologi, Pendidikan, Prestasi dan Sumberdaya Manusia tentang Pengembangan karakter individu sebagai penggiat P4GN, Staf Balai Bahasa Sulut Irene DC Rindorindo, SS, M.Hum tentang Public speaking dalam rangka penyampaian P4GN, Sam G. Repy tentang Rencana Aksi P4GN. (lk)

Meimonews.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulut menggelar Informasi dan Edukasi melalui Talkshow/Tatapmuka dI SMA Katolik Karitas Tomohon. Sebanyak 30 siswa sekolah pimpinan Bonifacius Pantouw menjadi peserta.

Kegiatan yang diadakan di salah satu ruangan sekolah, Selasa (22/11/2022) tersebut menghadirkan narasumber Plt. Kepala BNN Sulut Kombes Pol. Devi Romelo, ST, MM dan Psikolog Klinis Elis Ratnawati, S. Psi, M.Si dengan moderator Ketua Komunitas Tolak Narkoba Lexie Kalesaran.

Kegiatan dibuka Kombes Pol. Romelo di dampingi Koord Sub Dayamas Terry Tikoalu dan Koord Sub Cegah Dian Yuni Seria.

Kombes Pol. Romelo dalam sambutannya mengungkapkan,  war on drugs merupakan slogan yang sedang digemakan BNN-RI untuk mewujudkan Indonesia Bersinar (bersih dari narkoba) dimulai dari terciptanya sekolah bersinar.

“Propaganda melawan narkoba, war on drugs terus dikumandangkan agar masyarakat Indonesia khususnya generasi muda untuk terus waspada akan ancaman narkoba yang mengintai para generasi muda,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Kombes Pol. Romelo berharap kita semua termasuk para siswa di sekolah ini dapat terus berjuang memerangi kejahatan narkoba dengan berkontribusi aktif sebagai pelajae yang berprestasi dan menolak narkoba.

Usai acara pembukaan, dengan dipandu Lexie Kalesaran, para narasumber menyampaikan materinya. Kombes Pol. Romelo membawakan materi dengan judul Strategi P4GN dalam Menciptakan Sekolah Bersinar, sementara Elis membawakan materi Komunikasi Efektif.

Di awal pemaparan materinya, Kombes Pol. Romelo menjelelaskan mengapa Indonesia menjadi pangsa narkotika. Ada delapan alasannya yakni demand tinggi, bisnis menguntungkan, entry poijt yang terbuka, kontrol peredaran masih dapat dilakukan dari dalam lapas.

Selain itu, gaya hidup, kemampuan finasial dan ekonomi yang memadai, tekanan pekerjaan yang menuntut untuk overtime, dan pandangan yang keliru tentang narkoba.

Disebutkan pula alasan remaja atau pemuda mencoba pakai narkoba. “Ada sepuluh alasannya,” ujarnya.

Sepuluh alasan tersebut adalah tekanan teman sebaya, ingin tampak dan merasa ‘dewasa,’ meniru perilaku orangtua, pengaruh media massa, pelarian dan self-medication, ingin memperoleh kepuasan instan, bosan, pemberontakan, kurang percaya diri, dan miss-informasi.

Elis dalam pemaparan materinya antara lain menjelaskan apa itu komunikasi efektif, syarat-syarat komunikasi, hukum komunikasi efektif, sifat komunikasi, faktor pendukung komunikasi yang efektif, cara komunikasi yang efektif, bentuk komunikasi yang efektif. (Fer)

Meimonews.com – Sebanyak 30 perwakilan SMA/K baik negeri maupun swasta di daerah ini mengikuti Bimbingan Teknik (Bimtek) Penggiat P4GN yang diselenggarakan BNN Sulut di Hotel Mercure Tateli, Kamis-Jumat, 24-25/8/2022).

Perwakilan yang hadir ada yang berstatus kepala sekolah, wakil kepala sekolah atau staf pengajar/guru.

Kepala BNN Sulut Brigjen Pol. VJ Lasut di dampingi Sam G. Repy dan Terry Tikoalu (Bidang P2M BNN Sulut) serta Dian Yuni Seria (Panitia) membuka kegiatan tersebut. Sementara moderator adalah Michel Singkoh (penggiat P4GN).

Sejumlah narasumber dihadirkan yakni Brigjen Pol. Lasut, Kabid P2M Repy, Wadir Reserse Narkoba Polda Sulut Raswin B. Sirait, Ketua KTN Lexie Kalesaran, Dosen Politeknik Negeri Manado Beldi Tombeg, Psikolog Lengkana Nasman, Direktur Lembaga Bimbingan Psikologi, Pendidikan,  Prestasi dan SDM  Jeanner J. Rawung, serta Balai Bahasa Sulut  Dya Erta  Damayanti.

Brigjen Lasut dalam sambutannya menjelaskan tentang upaya-upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran narkoba (P4GN) yang dilakukan institusi yang dipimpinnya.

Sejumlah program telah dilakukan baik dalam konteks pencegahan dan pemberdayaan, pemberantasan maupun rehabilitasi.

Khusus di lingkungan pendidikan, pihaknya berusaha agar lingkungan ini bersih dari narkoba (bersinar). Oleh karena itu, peranserta pimpinan dan staf termasuk guru-guru sekolah diharapkan berperan untuk upaya P4GN.

“Banyak upaya yang bisa dilakukan dalam P4GN agar sekolah menjadi bersinar (,bersih dari narkoba,” ujar Brigjen Pol. Lasut seraya menyebutkan, untuk itu, BNN Sulut melaksanakan Bimtek ini. (af)

Meimonews.com – Kepala BNN (Badan Narkotika Nasional) Sulawesi Utara membuka kegiatan Bimtek (Bimbingan Teknik) Penggiat P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) Instansi Pemerintah yang diadakan di Hotel Mercuri Tateli, Minahasa, Selasa – Rabu (23-24/8/2022).

Dalam sambutannya, Brigjen Pol. Lasut menjelaskan tentang pentingnya upaya pencegahan dan pemberdayaan masyarakat dalam kaitannya dengan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di samping pemberantasan yang dilakukan BNN dan Kepolisian.

Dijelaskan tentang pentingnya hal tersebut karena peredaran dan penyalahgunaan narkoba sudah sangat memprihatinkan. Ada peningkatan yang cukup signifikan penyalahgunaan / peredarannya baik secara nasional maupun di daerah termasuk di Sulut.

Di Sulut, ungkap Lasut yang di dampingi Kordbid P2M Sam G. Repy dan Subkorbid Berdaya Terry Tikoalu, ada peningkatan kasus penyalahgunaannya. “Berbagai upaya kami lakukan. Ada sejumlah kasus berhasil kami ungkapkan, diproses,” tandas Lasut.

Itulah sebabnya, sambung mantan Direktur Reserse Umum Polda Sulut ini, perlu adanya kerjasama dari berbagai pihak termasuk instansi Pemerintah baik dalam upaya pencegahan maupun pemberdayaan masyarakat. Maka dalam rangka pemberdayaan masyarakat, BNN Sulut melakukan Bintek bagi Penggiat P4GN.

Kegiatan Bimtek yang digelar BNN Sulut dua hari tersebut diikuti 30 peserta utusan instansi- instansi pemerintah baik provinsi, kabupaten/kota di daerah ini.

Sejumlah narasumber ditampilkan yakni Kepala BNN Sulut yang membawakan materi Strategi Pencegahan dalam P4GN, Koorbid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) tentang Action Plan,  Wadir Reserse Narkoba Polda Sulut AKBP Raswin Bachtiar Sirait tentang Aspek Hukum dalam P4GN, Kerua KTN Lexie Kalesaran tentang Strategi Pemberdayaan Masyarakat dalam P4GN.

Dosen Politeknik Negeri Manado Beldie Tombeg tentang Group Dynamic, Psikolog Lengkana Nasman tentang Pengetahuan Dasar Adiksi Dasar Konseling dan Rehabilitasi, Direktur Lembaga Bimbingan Psikologi, Pendidikan,  Prestasi dan SDM  Jeanner J. Rawung tentang Pengembangan Karakter Individu sebagai Penggiat P4GN, serta Balai Bahasa Sulut  Dya Erta  Damayanti tentang Public Speacking dalam  rangka Penyampaian P4GN. (af)

Meimonews.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulut menggelar Rapat Kerja (Raker) Pemberdayaan Masyarakat (Dayamas) Anti Narkoba Lingkungan Pendidikan di Hotel Mercure Tateli, Rabu (20/7/2022).

Sebanyak 30 peserta perwakilan SMA baik negeri maupun swasta hadir pada kegiatan sehari yang dibuka pelaksanaannya oleh Kepala BNN Sulut Brigjen Pol. Victor J. Lasut, SH, MH di dampingi Repy dan Kasubbid Dayamas Terry Tikoalu.

Narasunber yang dihadirkan pada Raker yang dipandu Michel Singkoh (Penggiat Anti Narkoba Sukut) tersebut adalah Ketua Komunitas Tolak Narkoba (KTN) Lexie Kalesaran yang membawakan materi Strategi Pemberdayaan Masyarakat dalam P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba).

Di samping itu,  Kepala Dinas Pendidikan Daerah Sulut dr. Lisje GL Punuh, M.Kes yang membawakan materi Peran Instansi Pendidikan dalam P4GN, dan Korbid P2M BNN Sulut Sam G. Repy dengan materi Pemetaan Calon Penggiat Anti Narkoba yang akan Memperoleh Pengembangan Kapasitas dan Pengisian Tabel Pemetaan.

Brigjen Lasut dalam sambutannya menjelaskan pentingnya pemberdayaan masyarakat dalam upaya P4GN, mengingat betapa bahayanya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. “Narkoba merusak masa depan. Bicara narkoba, masa depan suram,” ujarnya.

Mantan Direktur Reserse Narkobs Polda Sulut dan Polda Papua ini berharap instansi atau lembaga pendidikan ini bersama-sama mengupayakan P4GN di lingkungan/instansi masing-masing.

Dengan adanya Inpres 2 tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional (RAN), ungkapnua maka semua instansi diwajibkan untuk ikut dalam upaya P4GN.

Dalam kaitannya dengan ketahanan negara, Lasut menegaskan bahwa hal tersebut berkaitan pula dengan ketahanan keluarga. Maka, hendaknya ketahanan keluarga itu juga terkait dengan tidak ada yang memakai narkoba karena berkaitan dengan kesehatan keluarga. (af)

Meimonews.com – BNN (Badan Narkotika Nasional) Sulawesi Utara menggelar Raker (Rapat Kerja) Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba Lingkungan di Hotel Mercuri Tateli (Minahasa), Selasa (19/7/2022).

Tiga narasumber ditampilkan pada kegiatan sehari yang diikuti 30 peserta perutusan instansi Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten/Kota (termasuk beberapa Hukum Tua/Lurah).

Ketiga narasumber tersebut adalah Ketua Komunitas Tolak Narkoba Lexie Kalesaran yang membawakan materi berjudul Strategi Pemberdayaan Masyarakat dalam P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba).

Narasunber lain adalah Koordinator P2M (Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat) BNN Sulut Sam G. Repy yang membawakan materi Pemetaan Calon Penggiat Anti Narkoba yang akan Memperoleh Pengembangan Kapasitas dan Pengisian Tabel Pemetaan  serta Kepala Badan Kesbangpol Sulut Fery Sangian dengan materi Peran Instansi.Pemerintah dalam.P4GN.

Raker yang dimoderatori Michel Singkoh (Penggiat Anti Narkoba Sulut) itu dibuka pelaksanaannya oleh Kepala BNN Sulut Brigjen Pol. Victor Jefry Lasut di dampingi Koordinator Bidang P2M Sam G. Repy dan Terry Tikoalu (Seksi Pemberdayaan Bid. P2M).

Dalam sambutannya, Brigjen Pol. Lasut menegaskan tentang pentingnya pemerintah baik pusat maupun daerah-daerah dalam upaya P4GN bahkan sampai ke bawah, sampai ke keluarga.

“P4GN harus sampai ke bawah, ke lingkungan keluarga karena keterkatannya juga dengan kesehatan masyarakat,” ujar Lasut

Mantan Direktur Reserse Narkoba Polda Sulut dan Polda Papua ini mengingatkan tentang perlunya langkah pencegahan agar keluarga kita tidak terkena imbas dari peredaran narkoba.

Keterlibatan instansi pemerintah sangat penting dalam P4GN. “Keterlibatan pemerintah itu sampai ke desa dan kelurahan,” tandas mantan Direktur Reserse Umum Polda Sulut ini. (af)

Meimonews.com -Sebanyak 20 orang mengikuti Bimbingan Teknik (Bimtek) Pendamping dalam Rencana Aksi Pemberdayaan Alternatif pada Kawasan Rawan Narkoba yang diadakan Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulut di Desa Warembungan, Minahasa, Selasa (21/6/2022).

Keduapuluh orang tersebut  adalah tokoh masyarakat, tokoh agama, BPMD, perangkat desa,  Babinkamtibmas dan Babinsa setempat serta perwakilan Polsek Pineleng.

Sejumlah narasumber ditampilkan pada kegiatan yang dibuka pelaksanaannya oleh Kepala BNN Sulut Brigjen Pol. VJ Lasut di dampingi Korbid P2M Sam G. Reppy serta Terry Tikoalu (Staf Pemberdayaan) dan Dian Yuni Seria (Staf Pencegahan). Bertindak sebagai moderator/pemandu adalah Terry Tikoalu dan Andi Aprilia Wulandari (staf BNN Sulut).

Narasumber tersebut adalah Koordinator Bidang P2M BNN Sulut Sam G. Reppy yang membawakan materi Pendamping Masyarakat Binaan, Ketua KTN Lexie Kalesaran yang membawakan materi P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Peredaran Gelap Narkoba), Kaban Kesbangpol Minahasa Jani Moniung tentang Peran Pemerintah dalam mewujudkan Desa Bersinar dan Camat Pineleng Jonly Wua tentang Optimalisasi Pendamping Masyarakat Binaan.

Ketika memberikan sambutan pada acara pembukaan, Kepala BNN Sulut Brigjen Pol. VJ Lasut memaparkan bagaimana proses sehingga Warembungan dicanangkan sebagai Desa Bersinar (bersih dari narkoba).

Ada sejumlah tahapan yang dilalui dan dilakukan tindakan/upaya sehingga prosesnya pencanangan bisa terjadi beberapa waktu lalu.

“Ada sejumlah penilaian yang dilakukan dan rangkaian kegiatan yang kemudian Desa Warembungan ditetapkan dan dicanangkan sebagai Desa Bersinar,” ujar Lasut.

Pendamping, menurut Brigjen Pol. Lasut, memiliki peran dan fungsi penting dalam menjamin keberlanjutan program dan kegiatan kewirausahaan sehingga perlu dilakukan pembinaan bagi Pendamping.

“Hal ini juga dalam rangka menciptakan Desa Warembungan Bersih Narkoba menuju Indonesia Bersih Narkoba (Bersinar,” ujar Lasut.

Ketua Komunitas Tolak Narkoba (KTN) Lexie Kalesaran dalam pemaparan materinya menjelaskan hal-hal seputar bahaya narkoba dan dampaknya serta soal pemberdayaan masyarakat termasuk tujuan pemberdayaan masyarakat (dayamas), konsep dayamas, prinsip dayamas, strategi dayamas, sasaran program, tahapan dayamas.

Disebutkan, dalam upaya P4GN,  sangat diperlukan sinergitas dan keterlibatan atau peranserta masyarakat. “Tidak boleh ada lagi pikiran bahwa P4GN hanya urusan BNN atau Kepolisian. Semua pihak harus memiliki semangat dan sinergi yang sama untuk kemajuan bersama,” ujarnya.

Dalam kaitannya dengan pemberdayaan masyarakat maka perlu ada lembaga/organisasi  termasuk satuan tugas (satgas), adanya penggiat/relawan, pelatihan, kegiatan/program, dukungan/sinergitas, komitmen serta pengembangan potensi masyarakat di kawasan yang rawan/rentan terhadap penyalahgunaan narkoba.

Komitmen, sangat diperlukan. “Untuk upaya pemberdayaan/pelaksanaan kegiatan diperlukan adanya komitmen. Komitmen merupakan modal dasar dan penting untuk setiap gerak atau usaha. Beri dori menjadi acuan,” tandas Kalesaran yang adalah juga Ketua Perhimpunan Putra Putri (PPP) Brimob. (af)

Meimonews.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulawesi Utara mengelar. kegiatan Informasi dan Edukasi melalui Talkshow / Tatapmuka kepada Siswa-siswi SMK Negeri 2 Manado di kompleks persekolahan yang terletak di Jl. Pumorow Manado, Kamis (7/10/2021).

Sejunlah naraumber / pembicara ditampilkan pada kegiatan yang dimoderatori Ketua Komunitas Tolak Narkoba (KTN) Lexie Kalesaran dan diikuti 55 siswa dengan mengikuti protokol kesehatan pandemi Covid-19 tersebut.

Narasumber / pembicara tersebut adalah Kepala BNN Sulut Brigjen Pol. Victor J. Lasut yang sekaligus membuka acara, Koordinator Bidang P2M BNN Sulut Sam G. Repy yang membawakan materi Upaya P4GN dalam rangka War on Drugs, Sekdispora Sulut Ronny F. Siwu tentang Peran Pemuda dalam Memerangi Narkoba.

Selain itu, Irene DC Rindorindo tentang Teknik Komunikasi Langsung dan Pemanfaatan Media Komunikasi untuk War on Drugs serta Plt Sub Koordinator Pencegahan Bidang P2M BNN Sulut Dian Yuni Seria tentang Penjelasan dan Pengisian Dectari.

Lasut dalam pemaparan materinya menjelaskan tentang apa itu narkoba jenis-jenis narkoba, bahaya narkoba, Indonesia Darurat Narkoba, Prevalensi penyalahgunaan Narkoba di Indonesia da khususnya di Sulut, upaya P4GN dan peran pemuda dalam P4GN.

Diungkapkan, saat menjabat Direktur Reserse Narkoba Polda Sulut, ia pernah menangkap pengedar Narkoba di depan Kompleks sekolah, yang dulunya masih belum seramai saat ini dan di beberapa sekolah lainnya di daerah ini.

Lasut berharap, setelah kegiatan informasi dan edukasi ini, siswa-siswa di sekolah ini bisa menyampaikan tentang bahaya narkoba ke teman-teman lainnya baik yang bersekolah di SMK Negeri 2 Manado maupun teman-teman sekolah lain dan keluarga.

“Dengan demikian, adik-adik telah berperan dalam P4GN (pencegahan dan Pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba,” ujar mantan Direktur Reserse Umum Polda Sulut ini.

Kegiatan di SMK Negeri 2 Manado pimpinan Julius R. Koloay ini dilaksanalan oleh panitia yang diketuai Sub Koordinator Pemberdayaan Bidang P2M (Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat) BNN Sulut Terry Tikoalu. (lk)

Meimonews.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulut menggelar dua kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penggiat Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peresaean Gelap Narkoba.(P4GN) di tempat yang sama tapi peserta dan waktunya berbeda.

Bimtek pertama dilakukan bagi lingkungan pemerintahan pada Selasa – Rabu (14-15/9/2021) yang diikuti puluhan peserta sedang bimtek kedua dilakukan bagi Lingkungan Pendidikan pada Kamis-Jumat (16-17/9/2021) yang diikuti puluhan peserta.

Tampil sebagai pengajar pada dua kegiatan tersebut adalah Kepala BNN Sulut Brigjen Pol. Victor Jefry Lasut yang membawakan materi Strategi Pencegahan dalam P4GN, Ditreserse Narkoba Polda Sulut Kompol Elia Maramis (Aspek Hukum dalam P4GN, Psikolog Lengkana Nasman (Pengerahuan Dasar Adiksi, Konsoling dan Rehabilitasi).

Dosen Politeknik Manado Beldi Tombeg (Dinamika Kelompok). Ketua Komunitas Anti Narkoba (KTN) Lexie Kalesaran (Strategi Pemberdayaan Masyarakat dalam P4GN), Direktur LBPPPSDM Jeinner J. Rawung (Pengembangan Karakter Individu sebagai Penggiat P4GN), Staf Balai Bahasa Irene DC Rindorindo (Public Speacking dalam Penyampaian P4GN), dan Kabid P2M BNN Sulut Sam G. Repy (Action Plan).

Pembukaan kedua Bimtek tersebut dilakukan Kepala BNN Sulut Brigjen Pol. Victor Jefry Lasut di dampingi Kabid P2M Sam G. Repy dan Kasie Pemberdayaan Bid. P2M Terry Tikoalu. (af)