Meimonews.com – Ikan sapu-sapu (Pleco) memiliki manfaat ganda yakni sebagai pembersih akuarium alami dari alga dan sumber protein tinggi, serta bahan pupuk organik.

Ikan ini kaya protein, kalsium, dan fosfor yang baik untuk pertumbuhan otot, kesehatan tulang, serta energi, asalkan berasal dari perairan yang bersih dan diolah dengan tepat.

Kendati demikian, ada dampak negatif dari adanya ikan, yang saat ini banyak terdapat di Danau Tondano.

Oleh karenanya, empat stakeholders (pemangku kepentingan) di daerah ini yakni Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Unsrat, Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Sullut, Dinas Keluatan dan Perikanan (KP) Minahasa dan Penyuluh Perikanan KKP Minahasa bertemu untuk membahas penanganan/penanggulangannya.

Hadir pada pertemuan sinergitas yang diadakan di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Minahasa, Tondano, Minahasa, Rabu (13//5/2026) ini antara lain Dekan FPIK Unsrat Ockstan Jurike Kalesaran dan staf seperti Rene Charles Kepel, Kepala Bapelitbang Sulut Jani Lukas, Kepala Dinas KP Minahasa Lendy Aruperes dan Koordinator PP KKP Minahasa Alis Bonde.

Sejumlah hal penting dibahas dalam pertemuan yang berlangsung serius tapi santai serta memiliki makna sinergitas yang tinggi.

Ada beberapa kegiatan yang sudah dilakukan seperti riset awal uji proksimat untuk daging ikan sapusapu oleh FPIK Unsrat dan sosialisasi ke masyarakat tentang kelestarian Danau Tondano melalui penanggulangan ikan sapu-sapu dan eceng gondok oleh Dinas KP Minahasa diungkapkan dalam pertemuan tersebut.

“Ada beberapa kesepakatan yang dihasilkan dan akan ditindaklanjuti sesuai tupoksi dan kesepakatan bersama sebagai bentuk sinergitas untuk kemajuan daerah ini,” ujar Ockstan kepada Meimonews.com, usai pertemuan.

Disepakati untuk dibuat roadmap penanggulangan ikan sapu-sapu serta rencana aksi daerah serta policy brief (ringkasan kepentingan).

“Adapun langkah-langkah selanjutnya akan tertuang dalam dokumen sesuai kesepakatan bersama dan akan ada pengembangan inovasi,” tambah Charles. (Fer)

Meimonews.com – Kehadiran SMA Taruna Nusantara di Langowan, Sulawesi Utara diapresiasi oleh Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie dan Unsrat sangat terbuka untuk bersinergi.

Hal tersebut terungkap saat Kepala SMA Nusantara Kampus Langowan Brigjen TNI Rhino Charles Tuwo bertemu dengan Rektor Unsrat di Kantor Pusat Unsrat Manado, Rabu (11/3/2026).

Pertemuan ini menjadi momen penting dalam memperkuat jejaring pendidikan di Sulawesi Utara, mengingat SMA Taruna Nusantara kini telah hadir di Langowan untuk mencetak kader pemimpin bangsa di wilayah Timur Indonesia.

Oleh karenanya, Rektor menekankan pentingnya kolaborasi antara pendidikan menengah berkualitas tinggi dengan perguruan tinggi sebagai satu kesatuan ekosistem pendidikan.

Kehadiran SMA Taruna Nusantara di Langowan adalah sebuah langkah besar bagi daerah ini. “Kami di Unsrat sangat terbuka untuk bersinergi, terutama dalam hal pengembangan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berkarakter,” ujar Rektor. (FA)

Meimonews.com – Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) VIII Laksamana Muda TNI Dery Tresananto Suhendi melaksanakan kunjungan kehormatan dan silaturahmi ke Unsrat Manado, Senin (15/12/2025).

Kunjungan tersebut disambut hangat dan diterima oleh Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie di ruang kerjanya.

Kunjungan Dankodaeral VIII ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi serta meningkatkan sinergi antara Kodaeral VIII, sebagai garda terdepan penjaga kedaulatan maritim, dengan institusi pendidikan tinggi.

Pembicaraan yang berlangsung dalam suasana akrab dan konstruktif ini berfokus pada potensi kolaborasi di berbagai bidang.

Kedua pimpinan institusi tersebut sepakat bahwa sinergi antara TNI Angkatan Laut dan dunia akademik sangat krusial dalam mencetak generasi muda yang sadar akan pentingnya menjaga wilayah maritim Indonesia.

Kunjungan ini menutup catatan penting mengenai komitmen bersama Kodaeral VIII dan Unsrat untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah dan penguatan pertahanan negara. (FA)

Meimonews.com – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulut menargetkan jumlah anak stunting yang mendapat bantuan lewat program Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) terus bertambah.

“Kalau pada tahun 2023 dan tahun 2024 sekitar 1900-an orang yang sudah mendapat bantuan maka pada tahun 2025 ditargetkan akan mencapai 2000-an orang,” ujar Kepala BKKBN Sulut Diano Tino Tandaju kepada Meimonews.com di ruang kerjanya, Jumat (10/1/2025).

Program BAAS ini, sebutnya, akan disinergitaskan/digabung dengan program nasional BKKBN RI yakni Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting).

Karena Genting merupakan program nasional yang telah dicanangkan sehingga perlu dilaksanakan di daerah ini. “Maka kami akan melaksanakan program Genting bersinergi/digabung dengan program BAAS yang sudeh lama kami laksanakan,” tandasnya.

BKKBN Sulut, sebutnya, berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulut, Pemerintah Kabupaten/Kota se-Sulut dan pihak lain termasuk Bank SulutGo di bawah kepemimpinan Revino A. Pepah (Direktur Utama) yang telah membantu/bekerjasama dalam program BAAS di daerah ini.

Tak lupa pula, Tandaju berterima kasih kepada staf dan jajarannya yang telah membantu dalam pelaksanaan program ini.

Tandaju berharap kerjasama seperti ini terus berlangsung di tahun ini dan tahun-tahun mendatang. (elka)

Meimonews.com – Kepala BKKBN Perwakilan Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, ST, M.Erg menegaskan, Pemerintah Daerah (Pemda), Tim Percepatan Penurunan Stunting (PPS) dan mitra kerja harus bersinergis dan berkomitmen dalam upaya capaian target penurunan stunting.

Penegasan tersebut disampaikan Tandaju ketika memberikan sambutan pada acara Orientasi Pengelolaan Kampung Keluarga Berkualitas dalam Rangka Percepatan Penurunan Stunting Kabupatwn Bolmong Timur di Balai Penyuluh Tutuyan, Rabu (28/8/2024).

Kegiatan ini dibuka pelaksanaannya oleh Tandaju di dampingi Kepala Dinas PP KB Kabupaten Boltim Fera Maria Sewow, S.Sos, Sekretaris BKKBN SulutLady D Ante, S.Pd, MAP, Ketua Tim Kerja Dalduk Ignasius P. Worung, SE.M.Si.

Peserta kegiatan diri Sangadi Tutuyan 2 dan Tutuyan 3, para Sekretaris Desa, Ketua dan Pengurus Pokja Kampung Keluarga Berkualitas, PLKB dan P3K dan unsur Dinas PPKB Boltim.

Tandaju menjelasksn, mengoptimalkan kinerja percepatan penurunan stunting di tahun 2024, ada sepuluh langkah strategis dengan outline rencana yang terdiri dari tiga periode yakni persiapan, pengukuran dan pelaporan.

“Jika hal ini dilaksanakan dengan maksimal maka prevalensi stunting khususnya kegiatan pencegahan akan semakin optimal,” tandas Tandaju.

Tandaju berharap, Kepala Dinas PPKB Kabuoaten Boltim dan jajaran agar memperluas jerjasama dengan mitra kerja untuk mendorong dan meningkatkan kehadiran sasaran dalam kegiatan Posyandu, peran aktif TPPS Kecamatan, Desa/Kelurahan.

Dalam sambutan, Sewow memberikan apresiasi kepada Kaper BKKBN Sulut yang sudah memberikan pemahaman tentang percepatan penurunan stunting.

Sewow berharap,dengan adanya kegiatan ini akan meningkatkan pemahaman dan kompetensi para pengelola KB dan sebagai acuan dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Bolmong Timur. (FA)

Meimonews.com – Personil Polresta Manado, prajurit Kodim 1309/Manado serta masyarakat bersinergi, bekerja bakti membersihkan pekuburan Teling, Jumat (25/11/2022).

Kapolresta Manado Kombes Pol. Julianto Parlindungan Sirait menjelaskan, kegiatan kerja bakti ini merupakan wujud nyata pengabdian TNI-Polri dalam rangka ikut serta membantu meringankan beban masyarakat untuk membersihkan lingkungan perkuburan umum.

Kegiatan kerja bakti ini, menurut Kapolresta, merupakan budaya gotong-royong dan tradisi turun-temurun yang yang positif dan harus tetap dipertahankan.

“Gotong-royong bukan hanya merupakan sebuah pekerjaan, namun lebih dari itu tercipta silaturahmi dengan sesama, serta tetap menjalin persatuan dan kesatuan,” tandasnya.

Diungkapkan, bukan hanya kegiatan pembersihan lingkungan perkuburan umum saja yang menjadi target dari kegiatan ini, namun lebih dari itu.

Harapannya sebagai bukti kedekatan dan keakraban antara TNI-Polri bersama masyarakat sehingga akan tercipta sinergitas antara TNI-Polri dan masyarakat sehingga segala permasalahan yang ada di masyarakat bisa dirembug bersama untuk mencari jalan keluar penyelesaiannya. (AF)

Meimonews.com  – Aktivitas/kegiatan Pemerintah Kecanatan Wenang dan jajaran bersinergi dengan instansi terkait seperti BPBD, TNI dan Polri waktu banjir dan longsor, Januari lalu adalah membantu warga yang terkena danpak.
“Kegiatan yang dilakukan adalah bersih-bersih lingkungan, mengangkat sampah-sampah dan lumpur serta memberikan bantuan berupa makanan,” ujar Camat Wenang Yunita Kumaat kepada Meimonews.com di ruang kerjanya, Kamis (11/2/2021)
Selain itu, ada juga bantuan berupa kasur dan lain-lain untuk warga yang terkena dampak banjir dan longsor,Januari lalu.
“Aktivitas atau kegiatan tersebut kami lakukan bersinergi dengan pihak-pihak terkait termasuk TNI dan Polri,” jelasnya
Pasca banjir dan longsor memang ada sisa-sisa sampah dan lumpur tapi di kecamatan Wenang tidak sebanyak di kecamatan-kecamatan lain.
Diungkaapkan, pihaknya mendapat pula bantuan dari Provinsi berupa truk untuk pengakutan sisa-sisa sampah akibat banjir dan longsor karena kita ketahui volume sampah sudah sangat tinggi menghiasi bukan hanya di Kecamatan Wenang tapi juga di beberapa kecamatan lain.
Warga yang terkena dampak di Kecamatan Wenang berada di Kelurahan Komo Luar, Istiqal, dan Tiikala Kumaraka. Merka tedampak genangan air. Untuk longsor, Kelurahan Wenang Utara, Wenang Selatan, Mahakeret Barat dan Mahakeret Timur. (af)