Meimonews.com – Personil Polresta Manado, prajurit Kodim 1309/Manado serta masyarakat bersinergi, bekerja bakti membersihkan pekuburan Teling, Jumat (25/11/2022).

Kapolresta Manado Kombes Pol. Julianto Parlindungan Sirait menjelaskan, kegiatan kerja bakti ini merupakan wujud nyata pengabdian TNI-Polri dalam rangka ikut serta membantu meringankan beban masyarakat untuk membersihkan lingkungan perkuburan umum.

Kegiatan kerja bakti ini, menurut Kapolresta, merupakan budaya gotong-royong dan tradisi turun-temurun yang yang positif dan harus tetap dipertahankan.

“Gotong-royong bukan hanya merupakan sebuah pekerjaan, namun lebih dari itu tercipta silaturahmi dengan sesama, serta tetap menjalin persatuan dan kesatuan,” tandasnya.

Diungkapkan, bukan hanya kegiatan pembersihan lingkungan perkuburan umum saja yang menjadi target dari kegiatan ini, namun lebih dari itu.

Harapannya sebagai bukti kedekatan dan keakraban antara TNI-Polri bersama masyarakat sehingga akan tercipta sinergitas antara TNI-Polri dan masyarakat sehingga segala permasalahan yang ada di masyarakat bisa dirembug bersama untuk mencari jalan keluar penyelesaiannya. (AF)

Meimonews.com -Sebanyak duapuluhan karyawan Freshmart Superstore di Manado terlihat bersih-bersih muara sungai Sario, Teluk Manado,  Sabtu (21/5/2022) pagi.

Di bawah koordinasi Marthen Sapangalo, karyawan-karyawan tersebut dengan gembira hati memungut, mengangkat dan memasukkan sampah-sampah tersebut dalam karung yang sudah disediakan untuk seterusnya diangkut dan dibuang di tempat pembuangan akhir.

Baca juga : Pertama kali Ikut Lomba OSN, SMA Katolik St. Ignatius Malalayang Siapkan 10 Siswa

Sekitar tiga jam, mulai dari jam 06.00 – 09.00 Wita, karyawan-karyawan pusat perbelanjaan besar di Kota Manado ini melakukan gerakan peduli lingkungan. Mereka adalah perwakilan dari Freshmart-freshmart yang ada di Manado.

“Kegiatan ini merupakan kepedulian kami (Freshmart) terhadap lingkungan karena kami melihat cukup banyak sampah-sampah baik plastik maupun sampah lainnya berserakan di tempat ini,” jelas Sapangalo kepada Meimonews.com di sela kegaitan.

Baca juga : Masyarakat Sulut Diajak Manfaatkan Momen Keringanan PKB

Kegiatan ini, tambah Manager Freshmart Manado itu, merupakan petunjuk pimpinan untuk dilaksanakan, sebelum para karyawan melaksanakan tugas masing-masing. (af)

Meimonews.com – Bintara Pembina Potensi Dirgantara (Babinpotdirga) Lanud Sam Ratulangi (Lanudsri) mengajak warga Desa Tasuka untuk membersihkan area sekitar Landasan Udara di pinggir Danau Tondano (Minahasa), Rabu (20/10/2021).

Babinpotdirga Lanudsri Serka Marsoni, seperti dikutip Kepala Penerangan Lanudsri Mayor (Sus) Michiko Moningkey kepada Meimonews.com, Rabu (20/10/2921), menginisiasi pembersihan dan pemangkasan rumput di area Landasan Udara Tasuka.

Menurut Marsoni, kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan potensi dirgantara yang gencar dilaksanakan oleh TNI dalam rangka Ketahanan Nasional.

Pada tahun 1950-an, Landasan Udara Tasuka dikhususkan bagi pendaratan pesawat-pesawat amphibi di atas permukaan air Danau Tondano.

Landasan udara ini termasuk dalam cagar budaya yang dilindungi oleh Pemerintah RI. Sebab, terdapat tiga bangunan benteng yang kokoh hingga saat ini, lengkap dengan gudang-gudang mesiu, penjara bawah tanah dan posisi tinjau di atas bukit.

Menurut sejarah TNI Angkatan Udara, Basjir Soerya Komandan Lanud Tasuka, namanya diabadikan menjadi nama ruang rapat di Komando Pemeliharaan Material TNI AU di Bandung. Tahun 1957 menjabat sebagai pimpinan Lanud Tasuka.

Melihat kondisi landasan sekarang ini, dapatlah dibayangkan seperti apa keadaannya di tahun 1950-an. Belanda di awal abad 19 telah membangun benteng pertahanan di Tasuka, daerah di kaki bukit tepat di bibir Danau Tondano. Tempat take off dan landingnya pesawat Amphibi. Di tempat ini juga terdapat helipad yang kadang tenggelam kala air danau pasang.

Masih terdapat pula, beberapa rumah dinas AURI yang kondisinya ditempati oleh putra-putri pensiunan TNI AU.

Dari Landasan Tasuka dapat terlihat bekas runway Landasan Kalawiran yang saat ini sudah tertutup permukaannya menjadi hamparan pematang sawah.

Kegiatan bersih-bersih ini didukung sepenuhnya oleh Perwakilan Lanudsri Letda Sus Andri Shawaludin dan Komandan Regu Paskhas Pos Kalawiran Serka Muhadi bersama Regu Satuan Tugas Pengamanan Aset TNI Angkatan Udara. Satuan tugas ini melaksanakan perintah BKO (Di bawah Komando Operasi) Panglima Koopsau. (lk)

Meimonews.com – Tak menunggu lama setelah terbentuk, Badan Pengurus Kaum Bapak Katolik (BP KBK) Paroki St. Christoforus Gorontalo melaksanakan aksi nyata berupa bersih-bersih dan menanam pohon di kompleks Pekuburan Katolik Kelurahan Donggala Kecamatan Hulontalangi Kota Gorontalo.

Aksi nyata yang digelar, Sabtu (31/7/2021) tersebut dipimpin Ketua BP KBK St. Andreas Paroki Gorontalo Alexander Josep Maramis dan diikuti sebagian anggota dan pengurus KBK dengan memperhatikan anjuran pemerintah untuk melaksanakan Protokol Kesehatan Covid-19.

Kegiatan ini merupakan langkah inisiatif untuk menghimpun potensi KBK untuk didagunakan semaksimal mungkin bagi kemajuan gereja dan umat di Paroki di Gorontalo ini

Maramis yang akrab dipanggil Engku Aleks menjelaskan, kegiatan KBK St Andreas Gorontalo ini merupakan langkah awal dan penanda kebangkitan semangat KBK untuk bergiat di tengah umat.

“Kegiatan ini berangkat dari kepedulian KBK untuk merawat pekuburan Katolik agar terlihat bersih dan rindang,” ujarnya kepada Meimonews.com, Sabtu (31/7/2021), usai kegiatan.

Selain itu tambahnya, kegiatan ini menjadi tanda dimulainya pelaksanaan beberapa kegiatan dan aksi KBK St Andreas Paroki St Christoforus Gorontalo sebagaimana tertuang pada rumusan visi misi dan program strategis pengurus KBK St Andreas Kota Gorontalo.

Tentu saja visi dan misi tersebut telah disesuaikan dengan Renstra paroki terkait dengan keberadaan kelompok kategorial KBK.

Engku Aleks menjelaskan, filosofi dasar pengembangan organisasi KBK di Paroki St Chrostoforus Kota Gorontalo berangkat dari pemikiran bahwa KBK harus menjadi aktor utama dan pertama kemajuan Gereja dan Umat Katolik di Gorontalo.

Strateginya yaitu pertama, KBK harus berperan memperkuat ketahanan rumah tangga untuk mewujudkan keluarga Katolik yang harmonis, rukun dan damai; kedua, KBK terpanggil untuk memperkuat ketahanan iman keluarga .

Ketiga, KBK ikut memikirkan upaya-upaya memperkuat ketahanan ekonomi keluarga; keempat, KBK mendorong keterlibatan anggota secara maksimal dalam hidup menggereja ; kelina, KBK membuka diri untuk ikut berpartisipasi dalam kehidupan sosial kemasyarakatan antara lain dengan ikut menumbuh-kembangkan moderasi beragama.

“Keenam, KBK harus mampu mendorong semakin kuatnya solidaritas sosial khususnya bagi anggotanya yang berkekurangan, sakit dan membutuhkan pendampingan,” ujarnya.

Ditegaskan, KBK itu tulang punggung paroki. “Bapak keluarga yang peduli akan menjadi pertanda baik bagi kegairahan hidup menggereja di paroki,” sebut ‘Pelakor’ (pelatih koor) dan aktivis kegiatan liturgi ini.

Srkretaris BP KBK St. Andreas Paroki St. Christoforus Gorontalo Andreas Lomalo selaku menjelaskan, Pengurus KBK St Andreas Kota Gorontalo akan segera berkoordinasi dengan Pengurus KBK Keuskupan Manado dalam rangka pengukuhan pengurus yang sudah dilantik oleh Pastor Roni Singal Pr selaku Pastor Paroki dengan harapan agar kepengurusan yang ada boleh ikut melibatkan diri dalam mendukung terlaksananya berbagai program dan kegiatan KBK Keuskupan Manado.

“Pengurus KBK St Andreas Paroki St. Christoforus Gorontalo akan terus berbenah, melaksanakan program-program realistis yang diharapkan dapat menjawab kebutuhan gereja, umat, masyarakat dan anggota KBK itu sendiri. Dengan demikian, KBK sedikitnya dapat menjadi organisasi yang dibanggakan gereja dan umat,” ujar Andreas. (lk)

Meimonews.com – Dalam rangka ikut penanganan sampah Kota Manado, Bapenda Sulut melaksanakan Kerja Bakti yang berlokasi di Wawonasa Kecamatan Singkil, Sabtu (6/2/2021).

Kerja bakti yang dipimpin Olvie Atteng (Kepala Bapwnda Sulut) dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19 ini merupakan bagian dari kerja bakti Pemprov Sulut untuk bersih-bersih sampath yang ada di Kota Manado, yang dihadiri Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Wakil Gubernur Steven OE Kandouw, Sekprov Edwin Silangen bersama jajaran Forkopimda Sulut .

Para ASN dan THL dari seluruh Perangkat Daerah (PD) di lingkungan Pemprov Sulut terlibat dalam pembersihan sampah di 17 titik yang ada di Manado.

Terkait keikutsertaan seluruh ASN dan THL Pemprov Sulut dalam pembersihan sampah di Manado, gubernur menjelaskan, hal ini sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam terus menjaga Manado sebagai ibukota provinsi menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Sulut.

“Kita libatkan semua, serentak, karena Manado kan pusat ekonomi kita,. Kalau Manado kotor bagaimana orang mau datang ke Sulut!,” ujarnya.

Diharapkan agar sinergitas dengan pemerintah kabupaten dan kota di Sulut dapat terus dibangun sehingga permasalahan darurat yang dialami oleh suatu daerah dapat cepat terselesaikan.

“Sinergitas pemerintahan itu harus ada, supaya kita menangani persoalan-persoalan darurat yang tidak bisa kita tangani sendiri. (lk)

Meimonews.com – Kodim 1309 Manado di bawah pimpinan (Dandim) Kol. Inf. YR Raja Sulung Purba menggelar kerja bakti bersih-bersih kompleks Stadion Klabat Manado, Kamis (5/11/2020).

Sebanyak 50 personil yang terdiri dari 30 orang TNI termasuk Babinsa dan 20 warga mitra TNI/Kodim 1309 Manado ambil bagian dalam program rutin setiap triwulan sekali itu.

Kegiatan yang dipimpin Kepala Seksi Teritorial Kodin 1309 Manado Mayor. Inf. Vencensius Mamoradia itu dimaksudkan unruk membersihkan kompleks olahraga tersebut dan memotong rumput-rumput yang sudah meninggi.

“Kodim 1309 Manado memang memiliki program kerja bakti bersih-bersih tempat atau fasilitas umum termasuk kompleks tempat-tempat olahraga,” ujar Mamoradia kepada Meimonews.com di sela kegiatan.

Kalau sebelumnya, pernah diadakan di Pantai Malalayang dan GOR (Gelanggang Olahraga) Wolter Monginsidi Sario), sebut Mamoradia, maka kali (saat) ini diadakan di Stasion Klabat.

Kegiatan simpatik ini diwali apel yang dipimpin Mamoradia, kemudian dilanjutkan dengan membersihkan tempat-tempat duduk penonton dan VIP serta bagian-bagian yang ada di kompleks stadion sementara yang lain memangkas/memotong rumput-rumput yang terlihat sudah meninggi.

Semua sampah-sampah yang ada kemudian diangkut oleh mobil sampah untuk seterusnya dibawa ke tempat pembuangan akhir. (lk)