Meimonews.com – Usai pelantikannya sebagai Rektor Unima Periode 2026-2029 bersamaan dengan sejumlah pejabat di lingkungan Kemdiktisaintek oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi di Jakarta, Selasa (4/2/2025), Dr. Joseph Philip Kambey, SE, MBA, Ak tiba di Kampus Unima, Kamis (6/2/2025).

Kedatangannya bersama beberapa rombongan, di antaranya Wakil Rektor 1 Mister Gideon Maru dan Wakil Rektor 3 Donald Ratu ini disambut meriah baik saat tiba di Bandara Sam Ratulangi Manado maupun setelah sampai di kampus Unima, yang berlokasi Kelurahan Tonsaru Kecamatan Tondano Selatan, Minahasa.

Di Kampus Unima, setelah mendapat pemasangan bunga oleh Nyong dan Noni Unima, Kambey disambut Pelaksana Harian (Plh) Rektor Unima Dr. Patricia Mardiana Silangen, S.Pd, M.Si di dampingi pimpinan Senat Unima, pimpinan lembaga dan staf/pegawai yang ada di universitas dengan visi Unggul dan Inovatif Berdasarkan Mapalus ini.

Setelah ucapan Selamat Datang oleh Ketua Senat Unima Herry Sumual, acara penyambutan dilanjutkan dengan ibadah di Lantai 1 Kantor Pusat yang dipimpin Pdt. Jefry Kalalo.

Dalam sambutannya, Kambey yang masih menjabat Plt. Rektor 3 Unima dan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unima ini berharap apa yang sudah berlalu saat proses pemilihan Rektor (pilrek) dilupakan saja dan diambil hikmahnya.

“Mari torang bakutopang bersama untuk kemajuan Unima ke depan,” ujar pemilik visi Unima Unggul, Mandiri, Kompetitif dan Enterpreneurial saat mencalonkan diri sebagai Carek Unima.

Kambey berharap (sebagai dikutip Mikha 6 ayat 8), bila dia terlihat sombong, bersikap tidak adil dan tidak menjalankan sesuai aturan, silahkan memberi teguran kepadanya.

Arahan Mendiktisaintek saat pelantikan agar tidak ada pungli (pungutan liar), Kambey siap menerapkannya di Unima empat tahun ke depan.

Penghasil 23 buah karya ilmiah dan 7 karya buku kelahiran Filipina, 6 Maret 1976 ini bertekad menyejahteraka dosen dan pegawai Unima. Sebab, dengan para dosen dan pegawai sejahteta maka tidak akan ada pungli.

Kambey juga bertekad untuk melaksanakan pelayanan akedemik dan keuangan secara transparan dan bisa diakses oleh dosen dan mahasiswa. (FA)

Meimonews.com – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado mengadakan Apel Kerja Awal Tahun 2025 di lapangan Unsrat Manado, Jumat (3/1/2025) pagi.

Apel yang diikuti civitas akademika univeritas negeri berakreditasi Unggul ini dipimpin Rektor Unsrat Manado Oktovian Berty Alexander Sompie.

Dalam sambutannya,
Rektor mengajak untuk bersama-sama berkomitmen meningkatkan kinerja yang lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Di tahun 2025 ini, Rektor mendorong kita semua untuk lebih meningkatkan disiplin kita sebagai pegawai dan disiplin akademik.

Rektor juga mengingatkan dengan integritas maka kita akan bersama-sama membawa Unsrat menjadi universitas yang Unggul dan Berbudaya menuju World Class University. (FA)

Meimonews.com -Kerohanian Kristen Universitas Negeri Manado (Unima) menggelar Ibadah awal pekan di Ruang R-2.A, Senin (25/11/2024).

Penyelenggaraan kegiatan yang kali ini, menurut Koordinator Kerohanian Kristen Unima Marcia Watulingas dikoordinasikan oleh Badan Kerjasama Luar Negeri (BKLN) Unima pimpinan Jein Tuilan dan Klinik Unima Tirza Undap ini menghadirkan Pastor Bonifasius Ola Pr sebagai pemimpin ibadah.

Puluhan warga Kristen Unima termasuk peserta lomba Nyong dan Noni Unima mengikuti ibadah ini.

 

Tim penyelenggara ibadah kali ini yakni dari BKLN dan Kilinik Unima

Pastor Boni (sapaan akrab Bonifasius) dalam renungannya membahas soal seorang janda miskin yang memberikan semua kepunyaannya, seperti yang tertulis dalam Injil Lukas 21:1-4 tersebut.

Dikemukakan, kadang kita bahwa kita akan memberi kalau sudah berkecukupan dalam hidip. Tetapi kerasnya perjuangan hidup sering tidak membuat kita mudah sampai pada berkecukupan.mewujudkannya Kita pun sibuk untuk terus berusaha mewujudkannya.

Para peserta lomba Nyong dan Noni Unima

Niat memberi, sambungnya, kadang sirna seiring lelah dan letihnya berjuang mewujudkan kecukupan dalam hidup.

Disebutkan, ketika melihat seorang janda miskin memasukkan persembahannya, Yesus memberi para murid sebuah pemaknaan yang sangat mendalam.

“Sekalipun bicara tentang sang janda, Yesus pada saat yang sama juga sedang memperlihatkan kepada kita tindakan Allah. Tindakan Allah yang telah memberiksn persembahan dari seluruh diriNya dalam Yesus sebagai kurban penebusan manusia,” ujarnya.

Ditegaskan, janda miskin itu begitu mencintai Tuhan sehingga memberi suruh rejekinya, sebaliknya Allah pun mencintai kita sampai memberi seluruh cintanya, Yesus.

Bagaimana dengan kita ? Mengutip Helvy Tiana Rosa, Pastor Boni mengatakan, cinta dan memberi adalah dua kata sejati dalam kamus nurani. “Semoga nurani kita juga punya kata-kata ini. Amin,” sebutnya mengandung makna ajakan/harapan. (FA)

Meimonews.com – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) RI Nadiem Anwar Makarim mengajak semua pihak terkait untuk meneruskan gerakan Merdeka Belajar secara berkelanjutan.

Ajakan tersebut disampaikan Mendikbudristek ketika memberikan sambutan pada Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di halaman Kantor Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Jakarta, Kamis (2/5/2024).

“Semua yang sudah kita upayakan harus dilanjutkan sebagai perjalanan ke arah perwujudan sekolah yang kita cita-citakan,” ujarnya pada peringatan yang mengangkat tema Bergerak Bersama, Lanjutkan Merdeka Belajar.

Diungkapkan,  lima tahun bukan waktu yang sebentar untuk menjalankan tugas memimpin Gerakan Merdeka Belajar. Namun, lima tahun juga bukan waktu yang lama untuk membuat perubahan yang menyeluruh.

Saat ini, menurutnya, dunia pendidikan sudah berada di jalur yang benar, tetapi tugas seluruh elemen pendidikan untuk terus mengawalnya masih belum selesai.

Bagi Nadiem, menjadi pemimpin dari gerakan Merdeka Belajar telah menyadarkannya tentang tantangan sekaligus kesempatan yang bisa diraih Indonesia dalam memajukan dunia pendidikan.

Diakui, bukan hal yang mudah untuk mentransformasi sebuah sistem yang sangat besar. Bukan pula sebuah tugas yang sederhana untuk mengubah perspektif tentang proses pembelajaran.

“Pada awal perjalanan, semua orang menyadari bahwa perubahan membutuhkan perjuangan. Wajar jika ada rasa tidak nyaman menyertai setiap langkah menuju perbaikan dan kemajuan,” sebutnya.

Kemudian, ketika langkah semua orang mulai serempak, Indonesia dihadapkan dengan tantangan yang tidak pernah terbayangkan yakni pandemi Covid-19.

Dampak yang ditimbulkan dari pandemi mengubah proses belajar mengajar dan cara hidup manusia secara drastis. Akan tetapi, pada saat yang sama, pandemi memberi kesempatan untuk mengakselerasi perubahan. Dengan bergotong royong, perjuangan untuk pulih dan bangkit kembali menjadi jauh lebih kuat.

Kini, tambahnya, masyarakat mulai merasakan perubahan yang terjadi berkat gerakan Merdeka Belajar. Perubahan yang terjadi dalam ekosistem pendidikan dan kebudayaan berlangsung serempak dan serentak. Wajah baru pendidikan dan kebudayaan Indonesia muncul berangkat dari gerakan Merdeka Belajar.

Disebutkan, banyaknya cerita positif dari anak-anak Indonesia atas situasi pembelajaran di kelas. Tak hanya itu, guru-guru kini berani untuk mencoba berbagai hal baru karena mereka mendapatkan kepercayaan untuk mengenal dan menilai murid-muridnya.

Para mahasiswa lebih siap untuk berkarya dan berkontribusi karena ruang untuk belajar tidak lagi terbatas di dalam kampus. Belum lagi, para seniman dan pelaku budaya yang makin semarak menggelar karya-karya kreatif nan ekspresif.

Dalam balutan busana adat Jawa yang dikenakannya, Nadiem menyampaikan pesan mendalam. Menurutnya, waktu yang bergulir selama lima tahun, pada akhirnya membawa pada ujung pengabdian sebagai Mendikbudristek, Nadiem mengatakan, itu bukanlah titik akhir dari gerakan Merdeka Belajar.

“Dengan penuh ketulusan, saya ucapkan terima kasih banyak atas perjuangan yang Ibu dan Bapak lakukan. Saya titipkan Merdeka Belajar kepada Anda semua, para penggerak perubahan yang tidak mengenal kata menyerah untuk membawa Indonesia melompat ke masa depan,” ujarnya seraya mengajak terus bergotong royong menyemarakkan dan melanjutkan gerakan Merdeka Belajar. (Fer)

Meimonews.com – Polda Sulawesi Utara melalui Direktorat Lalu Lintas mencanangkan Aksi Keselamatan Jalan Tahun 2024. Kegiatan pencanangan aksi ini dilakukan bersamaan dengan Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Samrat 2024, di Lapangan Presisi Polda Sulut, Jumat (1/3/2024).

Pencanangan Aksi Keselamatan Jalan Tahun 2024 ini dipimpin Irwasda Polda Sulut Kombes Pol Bayu yang diikuti personil Polri, TNI, Dishub, Pol PP, Jasa Raharja, Bapenda, komunitas masyarakat dan anggota Pramuka Saka Bhayangkara.

Dalam pencanangan tersebut, seluruh peserta apel yang hadir mengucapkan Deklarasi Aksi Keselamatan Jalan 2024.

Adapun isi dari Deklarasi Aksi Keselamatan Jalan 2024, yaitu Kami duta pelopor keselamatan berikrar dan berjanji, pertama, setia kepada Pancasila, UUD 1945 dan siap menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia;. kedua, bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia ikut menjaga ketertiban lalu lintas jalan;

Ketiga, saling menghargai dan menghormati hak pengguna jalan sesuai amanat UU Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009; keempat, siap menjadi garda terdepan terjun ke masyarakat untuk memberikan sosialisasi, edukasi dan partisipasi dalam mewujudkan lalu lintas yang aman dan berkeselamatan.

Dirlantas Polda Sulut Kombes Pol. Rachmad Iswan Nusi berpesan kepada seluruh masyarakat agar menjadi pelopor keselamatan dalam berlalulintas.

Kepala Bapenda Sulut June E. Silangen (berbaju coklat, paling kanan) ikut hadir pada kegiatan ini

“Kita mengajak seluruh unsur masyarakat, seluruh kelompok masyarakat, seperti Pramuka, komunitas ojek dan komunitas masyarakat lainnya, bersama menggaungkan tertib keselamatan di jalan,” kata Kombes Pol Rachmad. (AF)

Meimonews.com  – Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Pengurus Wilayah Sulawesi Utara mengadakan Perayaan Natal Yesus Kristus di Four Point by Sheraton Manado, Jumat (2/2/2024).

Rektor Unsrat Manado Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng Asean IPU Eng yang hadir pada acara tersebut, dalam sambutannya menegaskan, PII sebagai organisasi profesi insinyur terbesar di Indonesia, memiliki peran dan tanggung jawab yang besar dalam menghasilkan pengetahuan, teknologi, seni dan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Oleh karenanya, Prof. Sompie mengajak PII  bersama-sama melangkah maju dengan harapan baru dan tekad yang lebih kuat untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Selain itu,  tetap menjaga semangat Natal dengan menghidupkan nilai-nilai cinta, kasih dan toleransi dalam setiap tindakan sebagai pencerminan profesionalisme seorang insinyur. (FA)