Meimo News

Meimonews.com – Di Indonesia ada 109 bahasa daerah belum termasuk Papua dan sebagian besar terancam kepunahan. Menurut data UNESCO, setiap tahun ada sepuluh bahasa di dunia ini yang punah.

Pada abad ke-21 ini, diperkirakan laju kepunahan bahasa akan lebih cepat lagi. Di antara 6.000 lebih bahasa yang ada di dunia pada abad ke-20, hanya tinggal 600-3.000 bahasa saja yang masih dapat bertahan menjelang abad ke-21 ini.

Dari 6.000 bahasa di dunia itu, sekitar separuh adalah bahasa yang dengan jumlah penutur tidak sampai 10.000 orang, dan seperempatnya lagi kurang dari 1.000 penutur. Padahal, salah satu syarat lestarinya sebuah bahasa adalah jika penuturnya mencapai 100.000 orang, Salah satu bahasa daerah yang terancam punah adalah bahasa kampung saya, bahasa Tondano.

Bahasa Tondano buat tukang bridge adalah bahasa ibu karena merupakan
bahasa pertama yang dipelajari sejak lahir melalui interaksi dengan keluarga dan lingkungan sekitar, yang juga berfungsi sebagai alat komunikasi alami dan dasar identitas budaya.

Bahasa ini memungkinkan ekspresi pikiran, perasaan, dan ide secara lebih jelas dan mendalam, serta menjadi warisan yang menghubungkan anak dengan budaya dan tradisi nenek moyan.

Menguasai bahasa ibu di Indonesia penting untuk melestarikan identitas dan warisan budaya daerah, memperkuat hubungan keluarga dan komunitas, serta menjadi fondasi penting bagi perkembangan kognitif dan kemampuan belajar bahasa asing anak.

Dengan menguasai bahasa ibu, generasi muda dapat terhubung dengan akar budayanya dan menghargai kearifan lokal yang diwariskan dari leluhur.

Pentingnya Bahasa Ibu untuk Identitas dan Budaya
Pertama, fondasi Identitas dan Warisan Budaya :.Bahasa ibu adalah bagian dari jati diri dan warisan budaya yang tak ternilai. Melestarikan bahasa daerah berarti juga melestarikan budaya dan peradaban masyarakatnya.

Kedua, memperkuat Identitas Nasional : Mempertahankan bahasa daerah memperkuat keberagaman linguistik dan budaya Indonesia, yang merupakan bagian dari identitas nasional.
Manfaat untuk Perkembangan Anak.

Ketiga, Perkembangan Kognitif : Menguasai bahasa ibu sejak dini membantu anak lebih mudah memahami konsep, tata krama, dan norma yang berlaku di masyarakat sekitar.

Keempat, Kemampuan Berpikir Kritis dan Logis :
Penggunaan bahasa yang tepat akan mengasah kemampuan anak dalam berpikir kritis dan logis, serta membangun kerangka berpikir yang kuat.

Kelima, Fondasi Belajar Bahasa Lain : Penguasaan bahasa ibu yang baik menjadi fondasi bagi anak untuk mempelajari bahasa asing atau internasional.

Keenam, Meningkatkan Kepercayaan Diri : Anak yang merasa dianggap sebagai bagian dari sebuah kebudayaan akan merasa lebih percaya diri dalam berinteraksi dan memiliki rasa bangga terhadap asal usulnya.

Koneksi dengan Keluarga dan Komunitas
Pertama, Memperkuat Hubungan Keluarga :
Bahasa ibu menjadi cara untuk mempererat hubungan dengan anggota keluarga, terutama dengan generasi yang lebih tua seperti kakek dan nenek.

Kedua, Memperkaya Wawasan : Melalui bahasa ibu, anak dapat mempelajari literatur daerah, musik, dan cerita rakyat yang memperkaya wawasan dan tumbuh kembang emosionalnya.

Pentingnya dalam Era Globalisasi
Menyeimbangkan Globalisasi : Mengejar globalisasi bukan berarti meninggalkan identitas bangsa. Penting untuk mengajarkan anak bahasa asing sekaligus menanamkan pentingnya mengutamakan dan melestarikan bahasa ibu dan Bahasa Indonesia.

Semoga dengan pemahaman ini, semua stake holder yang terkait mau bahu membahu mempertahankan bahasa ibu terutama yang mulai terancam punah seperti bahasa ibu tukang bridge bahasa Tondano.

Secara pribadi tukang bridge telah mulai pada tanggal 19 November 2008 dengan memberanikan diri membuat Group Lestarikan Bahasa Tondano di Facebook yang saat itu mulai mewabah di Indonesia.

Kenapa saya pilih Facebook karena menurut pengalaman saya, keengganan anak-anak Tondano menggunakan bahasa daerah karena mereka malu. Ber bahasa Tondano terkesan kampungan.

Jadi, dengan adanya bahasa Tondano di Facebook mudah-mudahan generasi muda yang akrab dengan internet akan tertarik dan merasa bangga menggunakan bahasa Tondano.

Melihat hanya dalam tempo kurang dari setahun, anggota group Lestarikan Bahasa Tondano telah mencapai sekitar 3100 orang maka rasanya misi saya cukup berhasil. (Bert Toar Polii)

Meimonews.com – Fakultas Teknik (Fatek) Unsrat Manado menggelar Seminar Nasional di Aula Dekanat Fatek Unsrat, Kamis – Sabtu (9-11/10/2025).

Seminar yang dibuka pelaksanaannya oleh Rektor Unsrat Manado Oktovian Berty Alexander Sompie ini menghadirkan beberapa pembicara kunci (keynote speakers).

Pembicara kunci tersebut adalah Dean of Research Instituti for Sustainable Sociaty Telkom Univercity Aloysius Adya Pramudita, Dekan Fatek Unsrat Fabian J. Manoppo, CEO Dex Sustainable Solution/Ketua Dewan Pakar GBCI, Advisor EPD South East Asia Iwan Priyanto.

Selain itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, Kerjasama dan Dakwah Islamiah Universitas Islam Riau Deddy Purnomo, dan Direktur Niaga dan Pemasaran PT PLN Icon Plus Joice Lanny Wantania.

Tema yang diusung adalah Engineering Transformation In the AI Era : Innovation, Adaptive and Sustainable.

Tema ini, menurut Rektor Unsrat Manado ketika memberikan sambutan pada acara pembukaan, menjadi panggilan kita untuk membahas bagaimana bidang teknik (engineering) dapat bertransformasi menghadapi perkembangan Artificial Intelligence (AI) yang cepat dan disruptif.

Selain itu, bagaimana kita dapat menciptakan solusi yang inovatif, adaptif dan berkelanjutan.

Oleh karena itu, Rektor berharap, seminar ini dapat menjadi wadah penting untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan ide-ide inovatif yang akan memperkaya wawasan kita semua dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang di era AI. (FA)

Meimonews.com – Selang waktu pelaksanaan Program Keringanan Pajak Merah Putih dari 8 Agustus hingga 30 September 2025, berhasil dikumpulkan sebanyak Rp 36.458.219.000 dari 20.329 unit kendaraan bermotor (ranmor).

Perinciannya, ranmor jenis Blindvan 38 unit Rp. 73,703 juta lebih, Bus 2 unit Rp. 15,368 juta, Jeep 700 unit Rp. 3,349 miliar lebih, Light truck 675 unit Rp. 3,313 miliar lebih, Microbus 12 unit Rp. 42,980 juta lebih, Minibus 8.514 unit Rp. 21,004 miliar lebih, Pick up 2.218 unit Rp. 4,452 miliar lebih, Sedan 156 unit Rp. 531.551 juta, Sepeda motor roda dua 8.294 unit Rp. 2,989 miliar lebih, Sepeda motor roda tiga 3 unit Rp. 982.200 juta.dan truck 77 unit Rp. 583,719 juta lebih.

“Ya, kami berhasil mengumpulkan dana sebesar tersebut (Rp. 36.458.219.000) dari wajib pajak kendaraan bermotor yang menyetornya lewat UPTD PPD yang ada di wilayah Sulut dan Kantor Pusat Bapenda Sulut,” ujar Kabid Pajak Bapenda Sulut Harold Lumempouw kepada Meimonews.com di Manado, Jumat (10/10/2025).

Oleh karenanya, atas nama Kepala Bapenda Sulut June E. Silangen dan staf/jajaran kantor pusat dan UPTD PPD (Unit Pelaksana Teknis Daerah Pengelola Pendapatan Daerah), disampaikan terima kasih kepada wajib pajak yang telah memanfaatkan program ini.

Diketahui, program Keringanan Pajak Merah Putih ini adalah program Pemerintah Provinsi Sulut di bawah kepemimpinan Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Johanis Victor Mailangkay, yang dilaksanakan Bapenda Sulut dalam rangka HUT Kemerdekaan Republik Indonesia dan HUT Provinsi Sulut Tahun 2025. (elka)

Meimonews.com – Kerjasama Univeritas Pembangunan Nasional Veteran (UPNV) Jakarta dan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado terus berlanjut.

Hal itu ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding/MoU (Nota Kesepahaman) antara UPNV Jakarta dan Unsrat Manado di ruang rapat Rektorat Unsrat Manado, Jumat (10/10/2025).

Penandatanganan dilakukan oleh Rektor UPNV Jakarta Anter Venus dan Rektor Unsrat Manado Oktovian Berty Alexander Sompie disaksikan Wakil-wakil Rektor, beberapa Dekan, Kepala Biro dan Ketua Dharma Wanita Persatuan dari kedua perguruan tinggi tersebut.

Rektor Unsrat Manado dalam sambutannya mengatakan, kerjasama dengan UPNV Jakarta ini merupakan perpanjangan dari MoU yang pernah ditandatangani tahun 2021, yang sudah berakhir November 2024.

“Merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan tersendiri Unsrat dapat melanjutkan kerjasama dengan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta,” ujar Sompie.

Apalagi, sambungnya, ada salah satu dosen Fakultas Kedokteran Unsrat (Taufik Pasiak) dipercayakan menjadi Dekan Faked UPNV Jakarta.

Nota kesapahaman ini, menurut Sompie, dimaksudkan sebagai pedoman bagi para pihak dalam rangka penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi dan bertujuan untuk mewujudkan kerjasama, koordinasi dan efektivitas penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi dalam rangka pengembangan kelembagaan untuk meningkatkan SDM para pihak.

Adapun ruang lingkup nota kesepahaman terdiri dari pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, implementasi program Kampus Berdampak, serta bentuk kolaborasi lainnya sesuai nota kesepahaman para pihak.

“Harapan kami setelah MoU ini akan dilanjutkan dengan perjanjian kekerjasama dengan fakultas/unit kerja lainnya dan kegiatan implementasi dengan intensitas yang cukup aktif,” ujar Sompie.

Rektor UPNV Jakarta dalam sambutannya mengungkapkan bahwa rombongan yang dibawa lengkap karena pihaknya memandang di wilayah Sulawesi Utara, kerjasama dengan Unsrat adalah kerjasama yang pertama dan penting untuk jejaring UPNV Jakarta.

“Unsrat bagi kami sangat penting. Dan sejauh ini kerjasama kita berjalan dengan bagus dan baik,” ujar pimpinan perguruan tinggi yang dulunya swasta tapi sekarang menjadi negeri tersebut. (FA)

Oleh : Dr. drg. Paulus Januar

Meimonews.com – Indra penglihatan sangat vital bagi kesejahteraan hidup. Namun, kenyataan menunjukkan, semakin banyak orang yang menderita gangguan penglihatan, terutama dengan meningkatnya penggunaan layar monitor.

Gangguan penglihatan merupakan masalah kesehatan masyarakat yang sering diabaikan. Gangguan penglihatan dapat mengenai siapa saja, dari usia muda hingga tua, baik laki maupun perempuan.

Gangguan penglihatan berpengaruh buruk bukan saja terhadap kesehatan tubuh, rasa percaya diri, serta kualitas hidup. Namun gangguan penglihatan juga mengurangi produktivitas, kesempatan menempuh pendidikan, serta lebih lanjut dapat meningkatkan kesenjangan sosial.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan di seluruh dunia gangguan penglihatan diderita lebih dari 2,2 miliar orang. Dari mereka yang mengalami gangguan penglihatan sekitar 1 miliar orang sebenarnya dapat dicegah.

Sayangnya, saat ini pencegahan gangguan penglihatan belum dijalankan secara meluas. Selain itu, masih kurangnya sarana perawatan kesehatan mata yang berkualitas dan terjangkau.

Kelainan refraksi, katarak, retinopati diabetika, glaukoma, dan degenerasi makula merupakan gangguan penglihatan yang paling banyak terjadi, dan bila tidak dirawat dapat menimbulkan kebutaan.

Secara global, kebutaan dialami sekitar 40 hingga 45 juta orang. Sebenarnya, hingga 80 % kasus kebutaan tersebut tidak perlu terjadi, bila dilakukan upaya pencegahan dan perawatan gangguan penglihatan.

Selain faktor biomedis, terdapat pula faktor sosial yang mempengaruhi permasalahan gangguan penglihatan. Faktor sosial yang mempengaruhi permasalahan gangguan penglihatan terutama meliputi kesenjangan sosial, kurangnya prioritas mengenai kesehatan mata, lemahnya jaminan sosial, serta juga dampak dari komersialisasi sektor kesehatan.

Sayangi Mata Anda
Secara internasional, setiap tahun, sejak 1998 pada setiap Kamis minggu ke dua di bulan Oktober oleh WHO ditetapkan sebagai Hari Penglihatan Sedunia (World Sight Day).

Tahun ini, peringatan tersebut berlangsung pada 9 Oktober 2025. Secara berkesinambungan, sejak beberapa tahun lalu, tema yang dipilih adalah Sayangi Mata Anda (love your eyes).

Dengan Hari Penglihatan Sedunia, hendak menggugah untuk lebih peduli akan kesehatan mata dalam rangka mencegah gangguan penglihatan maupun menghindari risiko kebutaan. Dengan demikian, masyarakat dapat menikmati kualitas hidup yang baik dengan memiliki penglihatan yang optimal.

Di Indonesia, Kementerian Kesehatan secara nasional menyelenggarakan peringatan Hari Penglihatan Sedunia 2025. Selain itu, dari kalangan profesi kesehatan mata, maupun dari kalangan masyarakat juga menyelenggarakan berbagai kegiatan seperti seminar, webinar, penyuluhan, perlombaan, serta aksi sosial kesehatan mata.

Dalam rangka Hari Penglihatan Sedunia 2025 patut dikemukakan mengenai kegiatan operasi katarak gratis bagi masyarakat yang membutuhkan di Paiton Jawa Timur.

Kegiatan tersebut memiliki arti penting mengingat, Jawa Timur merupakan salah satu propinsi dengan tingkat kebutaan tertinggi di Indonesia.

Peta Jalan Upaya Kesehatan Penglihatan
Menurut data mengenai kesehatan mata di Indonesia, pada tahun 2020 terdapat sekitar 8 juta orang menderita gangguan penglihatan, di antaranya 1,6 juta orang mengalami kebutaan.

Kemudian, Survei Kesehaytan Indonesia (SKI) tahun 2023 yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan menunjukkan, disabilitas penglihatan dialami 0,4 % penduduk, dan alat bantu penglihatan (kacamata, lensa kontak, lensa tanam) digunakan oleh 11,9 % penduduk Indonesia.

Dalam rangka mengatasi permasalahan jesehatan mata di Indonesia, sejak tahun lalu Kementerian Kesehatan telah menetapkan Peta Jalan Upaya Kesehatan Penglihatan Tahun 2025 – 2030. Peta jalan ini merupakan pengembangan dari Peta Jalan yang sebelumnya pernah ada.

Pengembangan dilakukan sehubungan dengan perubahan target indikator global WHO, transformasi kesehatan di Indonesia, serta perkembangan pelayanan kesehatan mata di Indonesia.

Peta Jalan Upaya Kesehatan Penglihatan Tahun 2025 – 2030 ditetapkan untuk menghadirkan pelayanan kesehatan mata bagi Masyarakat. Selain itu, cakupan diperluas, terutama pada retinopati diabetika (RD) sebagai masalah prioritas karena prevalensi diabetes yang meningkat dan telah berdampak pada kesehatan mata.

Peta jalan dilaksanakan berdasarkan skrining dan deteksi dini gangguan penglihatan yang dipadukan dengan pelayanan kesehatan primer di tingkat komunitas. (Penulis adalah Staf Pengajar Akademi Refraksi Optisi Kartika Indra Persada Jakarta)

Meimonews.com – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsrat siap menggelar seminar nasional membahas pemisahan pemilihan umum di aula dekanat lantai 3, Jumat (10/10/2025).

Seminar dengan topik Prospek demokrasi pascaputusan Mahkamah Konstitusi : pemisahan pemilu nasional dan pemilu lokal ini akan menampilkan Ketua Umum Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) Pusat Alfitra Salamm sebagai narasumber,

Alfitra dikenal publik sebagai mantan peneliti politik LIPI/BRIN dan jabatan terakhir adalah anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.

Seminar ini, menurut Dekan FISIP Unsrat Ferry Markus Daud Liando kepada Meimonews.com di Manado, Rabu (8/10/2025) dimaksudkan sebagai upaya pimpinan fakultas untuk terus memfasilitasi dosen dan mahasiswa agar memperoleh pengetehuan-pengetahuan baru terkait dengan perkembangsn politik, demokrasi dan pemilu di Indonesia.

Diketahui, belum lama ini Mahkamah Konstitusi (MK) mengeluarkan putusan nomor 135 Tahun 2024 yang mengatur pemisahan pemilu nasional dan pemilu lokal.

Pemilu nasional terdiri dari pemilihan presiden/wakil presiden, pemilihan DPR RI dan Pemilihan DPD RI sedangkan pemilu lokal terdiri dari pemilihan Kepala Gubernur, Pemilihan Walikota/Wakil Walikota, Pemilihan DPRD Provinsi dan Pemilihan DPRD Kabupaten Kota.

Putusan itu juga mengatur keserentakan pemilihan dari masing-masing pemilihan. Kemudian mengatur jarak waktu antara pemilu nasional dengan pemilu lokal yakni 2 tahun 6 bulan.

Menurut Koordinator Program Studi Politik FISIP Unsrat Jusuf Wowor, putusan tersebut tentu akan berdampak secara teknis maupun substantive. Secara subtantif diharapkan kualitas pemilu dan pilkada akan makain lebih baik dan demokratis.

“Untuk membahas itu, Dekan telah mengundang Ketua Umum AIPI Dr Alfitra Salamm untuk berbagi pengetahun tentang masa depan demokrasi pasca putusan tersebut,” jelas Wowor.

Kegiatan tersebut akan dibuka oleh Dekan FISIP. “Selain akan dihadiri oleh mahasiswa S1 dan mahasiswa S2, kami juga mengundang anggota KPUD dan Bawaslu untuk menghadiri kegiatan tersebut,” tambah mantan Ketua KPU Manado ini. (FA)

Meimonews.com – Nawawi Pomolango ketambahan gelar doktor menyusul keberhasilannya mempertahankan disertasinya dalam sidang terbuka promosi doktor yang diadakan di Aula Pascasarjana Universitas Pasundan (Unpas) Lantai 5, Jalan Sumatera No. 41 Babakan Ciamis, Bandung (Jawa Barat), Selasa (7/10/2025).

Dalam sidang tersebut, Bam (panggilan akrab Nawawi) berhasil menyakinkan para penguji dan meraih predikat Sangat Memuaskan dengan IPK 3,92 untuk ilmu hukum.

Disertasi promovendus mantan Ketua Sementata KPK RI (Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia) ini adalah Penanganan bersama tindak pidana korupsi antar penegak hukum (Polri – Kejaksaan – KPK) ditinjau dari teori hukum interagatif.

Dengan kelulusan tersebut, pria kelahiran Manado pada 28 Februari 1962, alumni SMA Negeri 1 Manado dan alumni Fakultas Hukum Unsrat Manado tersebut, kini memiliki gelar doktor (Dr.), Sarjana Hukum (SH) dan Magister Hukum (MH).

Bam, yang kini memegang jabatan Ketua Pengadilan Tinggi Banjarmasin adalah lulusan ke-135 di lingkungan doktor ilmu hukum. (FA)

Meimonews.com – Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga Kementerian Agama Republik Indonesia pimpinan Zaiyuddin (Rektor) berkunjung ke Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Selasa (7/10/2025).

Kunjungan ini merupakan salah satu bagian dari rangkaian kegiatan tim UIN Salatiga (tujuh orang) selama berada di Manado, Senin-Kamis (6-9/10/2025).

Agenda di Unsrat, tim mengadakan Benchmarking tentang Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) pada Aspek pembiayaan dan akademik.

Tim diterima Wakil Rektor 1 Unsrat Arthur Gehart Pinaria (mewakili Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie) dan Kepala Lembaga Penjaminan Mutu serta Pengembangan Pembelajaran (LPMP2) Unsrat Max RJ Runtuwene, Sekretaris Esry Laoh dan staf di kantor LPMP2.

Warek 1 (Bidang Akademik) menjelaskan, Unsrat merupakan lembaga (universitas) yang unggul sehingga UIN bisa datang benchmarking. “Ini kedatangan yang kedua,” ujarnya.

Tentunya, kedatangan kedua kali membuktikan ada yang baik dari Unsrat yang akan ditiru /dipelajari. Dalam hal ini tentang kelas RPL yang sudah dilakukan oleh Unsrat di Prodi Program Profesi Insinyur.

Ketua Tim (Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan UIN Salatiga Muh. Saerozi) kepada wartawan mengungkapkan rasa terima kasih kepada civitas.akademika Unsrat yang telah menerika mereka. Ini adalah penghargaan yang tinggi karena telah menerima mereka dengan sepenuh hati.

Mereka bisa belajar tentang RPL untuk sebanyak-banyaknya mendapat masukkan dari lembaga pendidikan yang bukan hanya yang ada di Jakarta tapi juga di Manado karena Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) ini PTKIM itu belum sepenuhnya dan belum seluruhnya menerapkan.

“Kami ingin menerapkan ini dengan berbagai pertimbangan, dan pertimbangan itu didapat dari matang pengalaman. Salah satu yang saya anggap matang untuk membuat RPL ini di Universitas Sam Ratulangi,” ujarnya.

Di kesempatan terpisah, Runtuwene menjelaskan, Unsrat, dalam hal ini, LPMP2 Unsrat mendapat kunjungan dari UIN Salatiga dalam rangka mau belajar dan berdiskusi dengan kami tentang RPL dari sisi akademik dan pembiayaan.

“Kami di sini (Unsrat – Red), ada program studi yang menyelenggarakan RPL yaitu Program Profesi Insinyur. Dan, kami sudah menjelaskan mulai dari segi pendaftaran, pelaksanaan pendidikannya, wisuda hingga pembiayaannya,” ujarnya.

Runtuwene mengungkapkan, Unsrat menerapkan RPL untuk Program Profesi Insinyur sejak 2018. Untuk program studi lain, sedang dipersiapkan tahapan pendaftaran atau untuk mendapatkan izin dari Kementerian (Kemendiktisaintek – Red).

“Sedang dalam tahapan mendapat izin pelaksanaan atau operasional dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi,” ujarnya di dampingi Reynal (Staf LPMP2 Unsrat). (FA)

Meimonews.com – Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Oktovian Berty Alexander Sompie menegaskan, Fatek Expo bukan sekadar pameran. Ini adalah manifestasi dari semangat inovasi, kreativitas dan ketangguhan yang menjadi ciri khas Fakultas Teknik Unsrat.

Hal tersebut ditegaskan Rektor Unsrat ketika membuka Fatek Expo yang diselenggarakan Fakuktas Teknik (Fatek) Unsrat di Manado Town Square, Senin (6/10/2025).

Oleh karena itu, Rektor mengajak untuk menjadikan Fatek Expo sebagai momentum berkolaborasi dengan mitra industri, menjalin sinergi untuk mengimplementasikan inovasi, bahwa kemajuan teknologi melayani kemaslahatan umat manusia dan kelestarian alam.

Fatek Expo ini, sebut Dekan Fatek Unsrat Fabian J. Manoppo kepada Meimonews.com, dilaksanakan selama dua hari, sampai Selasa (7/10/2025).

Ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan selama Fatek Expo ini. Kegiatan tersebut adalah bincang santai / talk show bertema Fatek kemarin, hari ini dan esok, yang menampilkan tiga pembicara yakni Dekan Fatek Unsrat (Fabian J. Manoppo), Kadis Perkim Mitra/alumni) dan Ezra Talibonso (alumni), serta Talk show jurusan (sipil, arsitek, mesin, dan elektro).

Ada juga Talent Show dan.Grand final Nyong – Noni Fatek, Live painting, Sketsa mahasiswa prodi Arsitek, Talen show jurusan (elektro : Robot performance dan Arsitek Band), Talent show BEM, HIMA, UKMUKM, pertandingan meja, serta atraksi/hiburan.

Di momen tersebut, Rektor berkesempatan menyumbangkan lagu bersama Cross Fatek Band dan bermain tenis meja. (FA)

Meimonews.com – Football Club Bank Sulutgo (BSG) berlaga dalam Piala Gala Karya Nasional Tahun 2025 yang digelar di Jakarta, Senin-Minggu (6-12/2025).

Tim yang dimanajeri Nicky Laoh dan pelatih Felix Lasut ini siap selain berpartisipasi dalam iven ini tapi sekaligus juga memberikan hasil yang maksimal.

Sebelum berangkat ke Jakarta, tim dilepas Direktur Kepatuhan BSG Machmud Tutuis.

Sesuai jadual (drawing), Senin (6/10/2025) pagi, tim akan memulai pertandingan pertama berhadapan dengan Teluk Wondama (tim dari Papua Barat.

Untuk pertandingan kedua, Selasa (7/10/2025), Tim BSG akan berhadapan dengan Bakeuda Sambas (Tim dari Kalimantan Barat). (Afer)