Meimo News

Meimonews.com – Guna memantau kegiatan warga terkait dengan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), personil Bhabinkamtibmas Polsek Tombulu melaksanakan kegiatan Bhayangkara Ronda Sambang (Baronang), Jumat (5/8/2022) pagi.

Kapolresta Manado Kombes Pol Julianto P. Sirait, SH, SIK menjelaskan, kegiatan Baronang ini dilakukan untuk menyampaikan imbauan dan pesan-pesan Kamtibmas kepada masyarakat.

“Dalam pelaksanaan kegiatan personil Bhabinkamtibmas juga mengajak masyarakat untuk membantu menjaga situasi kamtibmas di wilayah hukum Polsek Tombulu,” ujar Kapolresta kepada wartawan, Jumat (5/8/2022).

Selain itu, tambahnya, personil Bhabinkamtibmas (Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) mengimbau warga masyarkat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dengan berpedoman pada 5 M.

Kegiatan Baronang tersebut, jelas Kasie Humas Polresta Manado Iptu Sumardi kepada Meimones.com, Jumat (5/8/2022) terlaksana dengan situasi kondusif dan imbauan yang disampaikan personel Bhabinkamtibmas diterima dengan senang hati oleh masyarakat. (elka)

Meimonews.com – Direktur Utama RSUP Prof. Kandou Dr. dr. Jimmy Panelewen, SpB-KBD melalui Direktur Medik Penunjang dan Keperawatan dr.Jehezkiel Panjaitan, SH, MARS memastikan tindakan transplantasi ginjal segera dilakukan di RSUP Prof. Kandou.

“Tindakan perdana itu rencananya pada bulan September mendatang,” sebut dr. Jehezkiel Panjaitan kepada wartawan di kompleks rumah sakit, Kamis (4/8/2022).

Penanggung Jawab Tim Transplantasi Ginjal RSUP Prof Kandou ini menjelaskan, tim medis untuk pelayanan transplantasi ginjal tersebut sudah siap. Nantinya ada pendampingan dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta dan lainnya.

Terobosan baru ini untuk perkembangan RS agar pelayanan makin prima buat masyarakat. “Kebetulan kasus di Sulut, Gorontalo, Sulteng, Maluku bahkan Maluku Utara khan banyak, sehingga kami berupaya menjamin keberlangsungan hidup penduduk melalui tindakan transplantasi ginjal ini,” ujar dokter Jehezkiel.

Ditambahkan, proses tindakan ini tidak mudah. Selain penerima ginjal harus disiapkan juga pendonor. “Jadi, kami harus berhati-hati dalam melakukan ini baik itu regulasi atau status hukum bahkan sistem pelayanannya,” tegasnya (elka)

Meimonews.com – Kolaborasi beberapa organisasi yakni Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE KIM), Tim Penggerak PKK Sulut, Badan Narkotika Nasional, Kementerian Kominfo dan Pemprov Sulut menggelar Sosialisasi Anti Narkoba di Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulut, Kamis (4/8/2022).

Ratusan siswa, mahasiswa dan masyarakat hadir dalam kegiatan yang dibuka pelaksanaannya oleh Ketua Umum OASE KIM Tri Suswati Karnavian, yang ditandai pemukulan tetengkoren.

Laporan kegiatan disampaikan Ketua Panitia Penyelenggara dr. Kartika Devi Kandouw Tanos (Sekretaris TP PKK Sulut dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Sulut, sementara sambutan oleh Wakil Gubernur Sulut Steven OE Kandouw dan Ketua Umum  OASE KIM Tri Suswati Karnavian.

Di momen pembukaan, ada penampilan choir yang membawakan mars BNN serta fragmen peserta Ketahanan Keluarga 2022 bersama dengan BNNP Sulut (Dian Yuni Seria, S.I.Kom) dan TP PKK Prov. Sulut (Dr. Preysi Siby, M.Psi).

Setelah itu, pembahasan mengenai Program Ketahanan Keluarga oleh Penyuluh Narkoba Ahli Madya Rotua Sihotang dari Direktorat Advokasi BNN RI dan diskusi panel Anti Narkoba oleh Direktur Advokasi BNN RI  Drs. Jafriedi M.M, dan Deputi Rehabilitasi BNN RI Dra. Riza Sarasvita, MHS., M.Si., Ph.D.

Diangkatnya tema sosialisasi anti narkoba dan literasi digital, menurut Tri Suswati Karnavian adalah karena narkoba saat ini sudah menjadi bencana nasional dan sudah mencapai level yang paling menguatirkan pada tingkat anak-anak muda. Bahkan juga didapati pada anak-anak di tingkat Sekolah Dasar.

“Kita juga di sini membuat literasi digital di mana ini penting karena kita juga tahu bersama bahwa teknologi informasi sudah menjadi kebutuhan kita sebagai manusia. Di mana setiap orang umumnya sudah mempunyai gadget atau alat informasi. Ini menjadi sasaran yang paling sering dicari oleh para pengedar narkoba dikarenakan mereka sangat rentan dan mudah untuk diajak menggunakan,” ujar.

Ketum OASE KIM ini mengingatkan seluruh generasi muda agar menjauhi segala bentuk penyalahgunaan narkoba. “Kepada anak-anak semua, ingat kalian harus mengetahui bahwa kalian adalah sasaran utama dari penyalahgunaan narkoba ini,” tandasnya.

Jadi, sambungnya, kalian harus betul-betul sadar dan melindungi diri kalian untuk terhindar dari penyalahgunaan narkoba ini. Mudah-mudahan dengan sosialisasi anti narkoba ini kalian lebih paham lagi bagaimana efek negatifnya.

Wakil Gubernur Sulut Steven OE Kandouw dalam sambutannya menegaskan, penyalahgunaan narkoba harus diberantas dengan penanganan holistik atau berhubungan dengan sistem keseluruhan yang mampu melibatkan semua komponen masyarakat sehingga tak parsial atau hanya menjangkau penggunaannya saja tapi mampu memberantas narkoba hingga ke bandarnya.

“Saya percaya untuk penanganan dan antisipasi terhadap narkoba ini perlu tindakan-tindakan yang holistik tidak hanya parsial, termasuk ada keterlibatan dan kerja sama seluruh komponen masyarakat,” ujarnya. (elka)

Meimonews.com – Personil Polresta Manado yang terdiri dari Tim Opsnal dan Rayon Samapta melaksanakan program unggulan Polresta Manado yakni Sibulan (sikat pemabuk jalanan), Rabu (3/8/2022) malam.

Patroli Sibulan dilaksanakan di berbagai lokasi yang diduga sebagai titik-titik berkumpul para pelaku miras (minuman keras)

Kapolresta Manado Kombes Pol Julianto P. Sirait, SH.,SIK menjelaskan, patroli Sibulan dilaksanakan untuk mencegah terjadinya gangguan kamtibmas di malam hari dan untuk mencegah adanya pesta miras oleh anak- anak muda serta warga masyarakat.

“Karena tidak lain akibat dari miras yang ditimbulkan hanyalah gangguan kamtibmas seperti berbuat onar atau tindak pidana lainnya,” ujarnya.

Saat patroli personil menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada warga masyarakat dan melakukan pemeriksaan badan terhadap anak-anak muda yang sedang berkumpul hingga larut malam dan diarahkan untuk membubarkan diri kembali ke rumah masing-masing.

“Patroli akan terus dilakukan untuk menciptakan situasi Kota Manado yang aman dan tertib dari gangguan kamtibmas,” tegas Kombes Pol. Sirait.

Seluruh kegiatan yang dilaksanakan berakhir dalam keadaan aman dan kondusif. (elka)

Meimonews.com – Memperingati Hari Ulang Tahun ke-74 Polisi Wanita (Polwan) 1 September 2022, Polwan Polresta Manado mengadakan kegiatan bakti sosial (baksos), Selasa (2/8/2022).

Sasaran kegiatan baksos berupa penyerahan bantuan berupa paket sembako adalah anak-anak sekolah di Kecamatan Bunaken, Manado.

Tema peringatan tahun ini adalah Polri yang Presisi, Polwan Siap Mendukung Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural Mewujudkan Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh.

Kapolresta Manado Kombes Pol Julianto P. Sirait, SH, SIK menjelaskan, kegiatan bakti sosial ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia dalam rangka HUT ke-74 Polwan.

Kegiatan bakti sosial HUT ke-74 ini, sebut Kapolresta, adalah bentuk kepedulian Polwan Polresta Manado terhadap masyarakat yang kurang mampu.

“Kami berharap kegiatan sosial seperti ini bisa terus berlanjut, baik oleh lembaga Polri maupun lembaga lainnya guna membantu masyarakat yang hidupnya masih kekurangan, sehingga uluran tangan kita dapat meringankan saudara kita yang sangat membutuhkan,” ujar Kapolresta.

Turut hadir dalam kegiatan bakti sosial Perwira Kordinator Polwan AKBP Noni Sengkey beserta rombongan, Kabag SDM Polresta Manado Kompol Agnes Timbuleng bersama anggota polwan Polresta Manado, Kapolsek Bunaken Iptu Erwin Mantiri, SH., Anggota Polsek Bunaken, Camat Bunaken dan masyarakat kecanatan Bunaken. (elka)

Meimonews.com – Langkah antisipasi rutin dilakukan Polsek Wori, Polresta Manado terhadap gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) termasuk yang dilakukan pemabuk jalanan.

Hal tersebut terlihat Minggu (31/7/2022) di mana personil Polsek Wori melakukan patroli dalam kaitannya dengan program unggulan Polresta Manado, Sibulan (Sikat Pemabuk Jalanan). Operasi dilakukan di ruas jalan raya Manado-Likupang.

Kapolresta Manado Kombes Pol Julianto P. Sirait S.H.,S.IK menjelaskan, Sibulan dilaksanakan Polresta Manado dan jajarannya untuk mencegah terjadinya gangguan kamtibmas di malam hari.

“Selain itu, untuk mencegah adanya pesta miras oleh anak- anak muda serta warga masyarakat karena tidak lain akibat dari miras yang ditimbulkan hanyalah gangguan Kamtibmas seperti berbuat onar atau tindak pidana lainnya,” ujar Kapolresta seperti dikutip Kasie Humas Iptu Sumardi kepada Meimonews.com.

Dalam patroli, sambungnya,  personil menyampaikan pesan- pesan kamtibmas dan mengimbau para masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan serta mengajak untuk bekerjasama dengan polisi dalam menjaga situasi Kamtibmas.

“Patroli seperti ini akan terus dilakukan untuk menciptakan situasi Kota Manado yang aman dan tertib dari gangguan kamtibmas tanpa adanya miras,” tandasnya. (af)

Meimonews.com – Sementara pandemi Covid-19 belum ju^a usai, kini dunia dicemaskan dengan merebaknya penyakit cacar monyet (monkey pox). Perihal penyakit cacar monyet patut untuk diwaspadai agar dapat dilakukan antisipasi secara tepat.

Hingga kini, di Indonesia belum ada kasus cacar monyet yang ditemukan. Namun, sampai minggu terakhir Juli 2022, di seluruh dunia cacar monyet sudah ditemukan di 75 negara dengan kasus lebih dari 18 ribu penderita.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 23 Juli 2022 menetapkan cacar monyet sebagai kedaruratan kesehatan internasional (Public Health Emergency of International Concern/PHEIC). Penetapan sebagai darurat kesehatan internasional mengandung makna bahwa WHO menyerukan untuk memobliisasi upaya dalam rangka menghentikan penyebaran cacar monyet.

Dalam hal ini kedaruratan internasional (PHEIC) belum tentu akan berkembang menjadi pandemi yang menyebar secara cepat ke seluruh dunia. Beberapa penyakit lain seperti zika, polio, dan ebola yang pernah dinyatakan sebagai kedaruratan internasional ternyata tidak berkembang menjadi pandemi.

Meski demikian, cacar monyet tetap perlu diwaspadai penularan maupun penyebarannya. Kewaspadaan perlu dilakukan terutama melalui pencegahan dan deteksi dini serta pelaporan. Selain itu juga perlu dilakukan karantina untuk memantau di pintu masuk Indonesia.

Cacar Monyet
Penyakit ini disebut cacar monyet karena pertama kali ditemukan di tahun 1958 pada monyet yang dipelihara untuk tujuan penelitian. Awalnya penyakit ini hanya terdapat pada binatang monyet, tupai, dan tikus tapi kemudian pada 1970 mulai ditemukan pada manusia.

Selama ini, cacar monyet merupakan penyakit endemis yang tingkatnya konstan rendah di beberapa negara Afrika.  Namun sejak Mei 2022 dilaporkan terjadi pada beberapa negara non-endemis di Eropa, Amerika, dan Pasifik Barat. Berdasarkan kenyataan tersebut maka WHO selanjutnya menetapkan cacar monyet menjadi penyakit yang patut menjadi perhatian masyarakat global.

Penyebab penyakit ini adalah virus cacar monyet (monkeypox virus) yang merupakan virus genus Orthopoxvirus yang termasuk dalam famili Poxviridae. Cacar monyet semula merupakan penyakit zoonosis, yakni penyakit yang penularannya ke manusia berasal dari hewan. Namun karena virusnya mengalami mutasi genetik maka kini penularannya bukan hanya terjadi dari hewan ke manusia namun juga dari manusia ke manusia.

Cacar Monyet merupakan penyakit infeksi yang menular melalui kontak langsung dengan penderita, ataupun binatang yang terinfeksi, serta dapat pula melalui benda yang terkontaminasi. Penularan melalui kontak langsung dengan penderita dapat terjadi lewat darah, cairan tubuh, lesi pada kulit, termasuk kontak seksual.

Sebenarnya, cacar monyet tidak mudah menular secara cepat dan meluas, karena penularannya memerlukan kontak erat. Namun pencegahan dan kewaspadaan tetap perlu dilakukan agar tidak semakin merebak.

Masa inkubasi yaitu jangka waktu antara terinfeksi virus hingga mulai timbulnya gejala cacar monyet umumnya antara 6 hingga 13 hari. Penderita cacar monyet menunjukkan gejala yang mirip dengan penyakit cacar (small pox) namun jauh lebih ringan.

Penderita cacar monyet umumnya mengalami gejala awal demam tinggi >38,5 derajat Celcius, sakit kepala hebat, pembengkakan getah bening (limfadenopati) di leher, ketiak, ataupun selangkangan, mengalami nyeri otot (myalgia), sakit punggung, dan badan lemas (astenia). Pembengkakan kelenjar getah bening merupakan gejala yang khas pada cacar monyet dan tidak terdapat pada jenis cacar lainnya.

Setelah gejala awal tersebut pada penderita cacar monyet akan muncul ruam (bintil bintil kemerahan). Ruam terutama terdapat pada wajah, telapak tangan dan kaki, mukosa, alat kelamin, dan selaput lendir mata. Seiring waktu, ruam akan berubah menjadi koreng lalu akhirnya rontok.

Penyakit cacar monyet umumnya bersifat ringan yang berlangsung 2 – 4 minggu lalu sembuh. Namun pada beberapa kasus dapat menyebabkan komplikasi medis, yang bila tidak bisa diatasi dapat menimbulkan dampak serius. Komplikasi dari cacar monyet antara lain infeksi kulit sekunder, radang paru dan saluran pernapasan, gangguan kesadaran, dan masalah pengelihatan.

Sebagaimana penyakit virus pada umumnya, cacar monyet merupakan penyakit yang bersifat self-limited yaitu pada tahap tertentu virus penyebabnya akan terhenti sendiri perkembangannya dan penderita akan sembuh. Meskipun demikian terhadap penderita yang menunjukkan gejala perlu segera mendapatkan pelayanan medis terutama untuk mengatasi komplikasi yang mungkin ditimbulkannya.

Pengobatan terhadap cacar monyet bersifat menghilangkan gejala dan suportif. Tingkat kematian karena cacar monyet relatif rendah (3-6 %), dan kematian terutama karena fasilitas kesehatan yang kurang memadai.

Orang yang pernah mendapatkan vaksinasi cacar (smallpox) menunjukkan imunitas terhadap infeksi cacar monyet. Namun bila pernah terkena cacar air (chiken pox) ternyata tidak memberikan perlindungan terhadap cacar monyet. Hal ini karena cacar air disebabkan virus varicella yang berbeda dengan virus cacar monyet.

Vaksinasi cacar dapat memberikan efektivitas proteksi sebesar 85% dalam mencegah infeksi cacar monyet. Namun persoalannya, cukup banyak orang mungkin belum mendapat vaksinasi cacar, karena vaksinasi tersebut dihentikan setelah penyakit cacar pada 1980 berhasil dieradikasi (dimusnahkan total) di seluruh dunia.

Cacar Monyet di Indonesia
Meski di Indonesia belum terdapat kasus cacar monyet, namun Kementerian Kesehatan RI telah melakukan serangkaian langkah mitigasi untuk mencegahnya serta juga persiapan untuk menghadapinya. Dalam rangka mencegah penyebaran cacar monyet dilakukan pemantauan dan segera melaporkan bila ditemukan kasus cacar monyet. Selain itu telah disediakan alat dan bahan untuk deteksi dini bagi kasus terduga terkena cacar monyet. Lebih jauh lagi telah pula disiapkan obat, sarana serta tenaga kesehatan bila terdapat penderita cacar monyet.

Di kalangan masyarakat luas dilakukan dengan menyebarluaskan informasi mengenai cacar monyet serta upaya pencegahan maupun mengatasinya. Hal penting yang perlu dijalankan adalah melakukan pencegahan penularan dengan menghindari kontak langsung dengan penderita cacar monyet. Di samping itu perlu pula secara teratur membersihkan dan melakukan disinfeksi terhadap permukaan benda-benda yang sering disentuh yang bisa saja terkontaminasi.

Kalau mengalami kontak langsung dengan penderita cacar monyet sebaiknya dilakukan observasi dan isolasi mandiri. Sedangkan bila timbul gejala cacar monyet, segera menghubungi fasilitas pelayanan kesehatan.

Memang menghadapi cacar monyet perlu kewaspadaan agar dapat dilakukan langkah yang tepat untuk mengantisipasinya, karena kita tidak boleh kecolongan apalagi sampai kebobolan. (Dr. drg. Paulus Januar/Pakar Kesehatan Masyarakat)

Meimonews.com – Ketua KWI Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo di dampingi Moderator ISKA Pusat Romo Antonius Widyarsono SJ dan Dosen Teologi Dogmatik Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara Romo Andreas B. Atawolo OFM memimpin Misa Pengukuhan PP ISKA Masa Bakti Tahun 2022-2027 di Hotel Santika Premiere, Slipi, Minggu (31/7/2022).

Dalam homilinya, Kardinal Suharyo menekankan pentingnya membangun watak peduli dan mengajak ISKA untuk terus mengembangkan watak bangsa Indonesia.

Mengucapkan kata peduli, sebut Mgr. Suharyo, tentu gampang. Tetapi kita juga boleh yakin bahwa peduli dan mengembangkan watak peduli membutuhkan kajian sosial dan budaya.

“Bahwa akhirnya, saya berani mengatakan, untuk membangun masyarakat yang peduli satu sama lain membutuhkan keputusan politik. Itulah yang bapak dan ibu hadapi dalam tugas pelayanan dalam ISKA,” ujar Uskup Agung Jakarta itu.

Usai misa, Ketua baru PP (Pengurus Pusat) Ikatan Sarjana Katolik (SKA) Luky A. Yusgiantoro. menyampaikan sambutan di mana ia menggarisbawahi empat poin penting yakni sikap menjunjung martabat manusia dan kesetaraan, organisasi yang terbuka untuk dialog dan dinamika kehidupan berbangsa, prinsip melayani, dan senantiasa menjadi inspirasi dan harapan bagi negara dan Gereja.

“Kami menunjukkan sebagai sebuah organisasi inklusif di lingkungan internal Katolik dan menjadi organisasi yang semakin berjejaring dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kader ISKA harus mampu menjadi agent of change dan mampu dalam menunjukkan sikap-sikap menjunjung martabat manusia dan kesetaraan dalam keseharian di lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Terkait tahun politik 2024, ia berharap ISKA harus tetap berdiri sebagai organisasi intelektual yang bebas dari kepentingan politik praktis.

Setiap kader ISKA diundang untuk selalu berdiri sama tinggi dalam hal proses tersebut dan tetap menjunjung proses politik yang bermartabat. “Kader ISKA yang menduduki posisi atau jabatan di badan eksekutif, legislatif dan yudikatif, akan mengedepankan prinsip melayani (servant leadership) dan mengedepankan,” ujarnya.

Ia berharap, ISKA yang sudah berusia 64 tahun dan memiliki lebih dari 150 Dewan Pengurus Cabang (DPC) di seluruh Indonesia, dapat bekerja sama dengan baik untuk mewujudkan tujuan dan cita-cita bangsa.

ISKA, menurutnya, siap berkordinasi, berkolaborasi dan komunikasi dengan semua lapisan, golongan dan seluruh elemen masyarakat agar dapat mewujudkan tujuan dan cita-cita bangsa.

“Semoga ke depan kita dapat sama-sama saling mendukung satu sama lain agar ISKA menjadi salah satu pelopor dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara,” harapnya.

Ketua PP ISKA periode 2017-2022 Vincentius Hargo Mandirahardjo, dalam sambutannya mengatakan, ISKA sebagai rumah bersama bagi sarjana dan cendekiawan Katolik Indonesia, memegang teguh rasa kebangsaan dan ke-Indonesia-an serta spirit intelektual dan iman Katolik menjadi perutusan ISKA dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dengan terus membangun solidaritas tanpa sekat, merawat komitmen kebangsaan dan menjunjung martabat kemanusiaan dan kesetaraan.

“Keterpanggilan kita dalam organisasi sebenarnya adalah keterpanggilan kita untuk melayani Gereja dan negara dengan berbagai potensi intelektual dan profesi yang kita miliki masing-masing,. Kita semua sebagai warga bangsa patut menjaga dan merawat kebhinekaan yang merupakan wujud bangsa Indonesia. Keberagaman ini harus dirawat dan dijaga di tengah-tengah menguatnya,” ujar Hargo.

Dalam rangkaian acara pengukuhan, diadakan orasi ilmiah yang dibawakan Menkopolhukam Mahfud MD.

Dalam orasi kebangsaannya, ia menekankan peran penting PP ISKA dalam menggerakkan kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kita semua berharap para sarjana yang telah mengenyam pendidikan tinggi, khususnya yang tergabung dalam ISKA yang baru saja dilantik, bisa (dan) mampu menjadi lokomotif yang menggerakkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang menjunjung tinggi martabat kemanusiaan dan kesetaraan,” ujarnya.

Menurutnya, perjuangan untuk mewujudkan kesejahteraan tidak pernah usai. Untuk itu, seluruh komponen bangsa memiliki tugas untuk membangun kesejahteraan.

Hadir pada pengukuhan PP ISKA ini PP ISKA selama empat dekade terakhir dan sejumlah pemimpin organisasi massa Katolik serta beberapa cendekiawan dari agama Islam, Protestan dan Hindu, para profesional, akademisi, pelaku bisnis dan pejabat lembaga negara terkait.

Ketua Panitia Pengukuhan Prasetyo Nurhardjanto menjelaskan, para anggota Dewan Pakar, Dewan Penasihat dan Dewan Kehormatan turut mendampingi pengukuhan PP ISKA 2022-2026 ini sekaligus meresmikan hasil Musyawarah Nasional ISKA 2022 yang diselenggarakan di Denpasar Bali, Mei 2022.

PP ISKA yang baru terdiri dari Dewan Kehormatan yakni Mgr. Ignatius Suharyo Harjoatmodjo, Mgr. V. Sensi Potokota, Johnny G. Plate, Purnomo Yusgiantoro, Ignasius Jonan, Michael Utama, Titus Sarijanto, Gories Merebdan Djoko Wiyono; Dewan Pakar dengan Ketua Hendrik H. Sitompul dan beberapa anggota; Dewan Penasehat yang diketuai V. Hargo Mandirahardjo dengan beberapa anggota di antaranya Muliawan Margadana, Hermawi Taslim dan Paulus Januar; Moderator Pastor Antonius Widyarsono, S.J.

Ketua Presidium Luky A. Yusgiantoro, Presidium Politik dan Hubungan Antar Lembaga Joanes Joko., Presidium Dialog Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan M.M. Restu Hapsari, Presidium Pendidikan dan Budaya Ririt Yuniar, Presidium Kebijakan Publik dan Pemerintahan Daniel Tonapa Masiku, Presidium Komunikasi Publik dan Media Asni Ovier Dengen Paluin, Presidium Hukum dan Hak Asasi Manusia Sandra Nangoy.

Presidium Perekonomian dan Pariwisata Nugroho Agung Wijoyo, Presidium Hubungan Luar Negeri Hermien Y. Kleden, Presidium Teknologi Informasi, Inovasi dan SDM Prasetyo Nurhardjanto, Presidium Kemaritiman, Energi dan Infrastruktur Protasius Lamsa Hasudungan Siboro, Presidium Riset dan Pengabdian Masyarakat Stefanus Rengkuan, Presidium Lingkungan Hidup dan Kesehatan Masyarakat Silverius Oscar Unggul, Presidium Sosial Kemasyarakatan dan Pertahanan Keamanan Yohanes Herry.

Sekretaris Jenderal CH. Arie Sulistiono, Wakil Sekretaris Jenderal Ferlansius Pangalila, Wakil Sekretaris Jenderal Fredi Tulis, Wakil Sekretaris Jenderal Pinkan Serfien, Wakil Sekteraris Jenderal: Fernando Situmorang

Bendahara Umum Gomas Harun, Wakil Bendahara Yohanes Ardian, Wakil Bendahara Ardy Susanto, Wakil Bendahara Michelle Wondal

Kepengurusan ini dilengkapi departemen-departemen yakni Politik dan Hubungan Antar Lembaga; Dialog Hubungan Antar Agama dan Lembaga; Pendidikan dan Budaya; Kebijakan Publik dan Pemerintahan; Komunikasi Publik dan Media; Hukum dan Hak Asasi Manusia; Perekonomian dan Pariwisata. (elka)

Meimonews.com – Memperingati Haril Ulang Tahun (HUT) ke-77 Kemerdekaan RI dan HUT ke-58 Provinsi Sulawesi Utara , Pemerintah Provinsi Sulut di bawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw (ODSK) mengeluarkan kebijakan keringan pajak kendaraan bermotor (ranmor).

Kebijakan keringanan dimaksud adalah pengurangan pokok, bebas denda pajak kendaraan hingga bea balik nama kendaraan. “Keringanan berlaku sejak 1 Agustus hingga 30 September 2022,”  ujar Kepala Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) Sulut Olvie Atteng saat Launching Keringanan Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor, Jumat (29/7/2022).

Atteng menjelaskan, kebijakan tersebut tertuang dalam Keputusan Kepala Bapenda Provinsi Sulut Nomor 43 Tahun 2022, di mana untuk kelancaran pelaksanaannya telah ditetapkan sistem dan prosedur. Pemberlakuan kebijakan ini untuk kendaraan bermotor tahun pembuatan 2020 dan seterusnya ke bawah.

Untuk pemotongan keringanan pajak kendaraan bermotor dihitung menurut umur dan lamanya. Lewat kebijakan ini untuk wajib pajak yang akan membayar khususnya tahun berjalan tetap membayar seluruhnya.

Untuk tahun kedua diberikan keringanan dan pengurangan sebesar 50 persen dari pokok pajak. Untuk tahun ketiga dapat keringanan 60 persen dari pokok pajak.

Selanjutnya, keringanan 70 persen untuk tahun keempat. Sedangkan tahun kelima dan keenam diberikan masing-masing 80 persen dan 100 persen dari pokok pajak.

Kebijakan ini juga berlaku untuk denda keterlambatan kendaraan bermotor milik pribadi, yang lewat jatuh tempo dan belum bayar pajak akan diberikan pembebasan 100 persen.

“Denda keterlambatan untuk kendaraan bermotor milik pribadi yang telah jatuh tempo dan belum membayar pajak diberikan pembebasan 100 persen,” ujarnya.

Atteng mengharapkan wajib pajak memanfaatkan kebijakan tersebut. Dengan membayar pajak kendaraan itu berarti ikut mendukung pemerintah dalam hal pembangunan. (elka)

Meimonews.com – Doktor Ir. Jeanette Etty M. Soputan, M.Si memimpin Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Bahu setelah terpilih sebagai Ketua pada pemilihan yang dilaksanakan di aula kelurahan, Kamis (28/7/2022).

Dalam proses pemilihan yang berlangsung demokratis lewat  musyawarah mufakat, Etty, sapaan akrabnya, dinilai mampu mengemban tugas sebagai Ketua untuk periode empat tahun ke depan.

Itulah sebabnya, perwakilan lingkungan-lingkungan (9 lingkungan) dan tokoh-tokoh masyarakat memberikan kepercayaan kepadanya untuk menjadi pimpinan LPM Bahu periode tahun 2022-2026.

Selain Etty sebagai Ketua, terpilih pula Elias Eman, S.Sos., MAP sebagai Sekretaris dan Ventje Lempoy, SE.sebagai Bendahara.

Doktor Etty mengungkapkan, langkah dan program yang akan dilaksanakan dalam masa kepengurusan empat tahun ke depan.

Doktor Etty fan teman-teman pengurus lainnya akan melanjutkan apa sudah dikerjakan pengurus lama, melaksanakan program pengurus lama yang belum sempat dikerjakan, serta membuat dan melaksanakan program-program baru untuk kemajuan kelurahan.

“Itu yang akan menjadi program kami ke depan, tapi intinya untuk kesejahteraan masyarakat Kelurahan Bahu jadi prioritas utama tentunya,” ujarnya

Secepatnya, ia, Sekretaris dan Bendahara akan melengkapi komposisi kepengurusan, dengan catatan, perwakilan setiap lingkungan akan diakomodir, karena tidak mungkin mereka berjalan sendiri.

“Karena kepala-kepala lingkungan itu mitra LPM maka masukkan dari mereka, nanti kita akomodir dalam membantu tugas-tugas kita,” sebutnya.

Lurah Bahu Edgar Tambun berharap dengan terpilihnya Ketua LPM yang baru akan bisa bersinergi dengan pemerintah dan bisa menjadikan Kelurahan Bahu sejahtera bersih dan aman.

LPM adalah lembaga, organisasi atau wadah yang dibentuk atas prakarsa masyarakat sebagai mitra pemerintah kelurahan dalam menampung dan mewujudkan aspirasi dan kebutuhan masyarakat di bidang pembangunan. (af)