Meimo News

Meimonews.com – Puluhan generasi muda paskibra (pasukan pengibar bendera) dan purna paskibra Minahasa Utara jadi peserta Sosialisasi Bahaya Narkoba yang diselenggarakan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Minut, Kamis (2/12!/2021).

Kegiatan yang diadakan di Aula Bapelitbang Minut tersebut dibuka pelaksanaannya oleh Kadispora Minut Drs. Sinpersli Maximilian Tapada, M.Sc di dampingi Kabid Pemberdayaan Pemuda Alfons Jorry Tintingon, AP, MSi dan Kasie. Peningkatan Wawasan dan Kapasitas Pemuda. Fanda Walangita, SS.

Ketua KTN dan Ketua PPP Brimob Lexie Kalesaran, Koordinator P2M Badan Narkotika Nasional Sulut Sam Repy dan Kasat Reserse Narkoba Minut Iptu. Manuel Joli Bansaga, SH menjadi narasumber kegiatan.

Kalesaran yang adalah penggiat Anti Narkoba membawa meteri “Bahaya Narkoba (Aspek Resiko dan Protektif Generasi Muda terhadap Narkoba,” Repy membawakan materi “War on Drugs Menuju Indonesia Bersinar.”

Dalam sambutannya pada acara pembukaan Tapada berharap setelah sosialisasi, peserta menjadi duta-duta anti narkoba.

Dispora Minut, ungkap Tapada telah melakukan beberapa kali kegiatan sosialisasi bahaya narkoba untuk generqsi muda agar mereka tidak pakai atau coba-coba pakai narkoba.

“Kami juga pernah mengadakan pemilihan Duta Anti Narkoba pada tahun 2019,” ujar Kadispora tentang upaya yang Dispora lakukan terkait dengan pencegahan bahaya narkoba.

Sekdispora Minut Johan Wewengkang menjelaskan kepada Meimonews.com, kegiatan sosialisasi bahaya narkoba yang diadakan  Dispora Minut antara lain di SMK Airmadidi dan di Desa Tumalumtung. (af)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw di dampingi Sekretaris Kota Manado Micler C.S. Lakat dan Kabag Hukum Pemerintah Kota Manado Yanti Putri mengunjungi Kantor Kejaksaan Negeri Manado di jalan Pemuda Sario, Rabu (1/12/2021).

Kehadiran Walikota di Kejari dalam rangka Penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Pemerintah Kota Manado dengan Kejaksaaan Negeri Manado tentang Penanganan Masalah Hukum Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (TUN).

Kerjasama ini, jelas Kadis Infokom Manado Erwin Kountu kepada Meimonews.com di Manado, Rabu (1/12/2021), adalah dalam kaitan pelaksanaan dan pemanfaatan dana bantuan pemerintah lewat Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang diterima oleh Pemerintah Kota Manado.

Dalam sambutan singkat pada acara penandatangan itu, Walikota Manado mengungkapkan rasa berterima kasih atas pendampingan hukum yang selalu diberikan oleh Kejari Manado.

Walikota berharap agar dalam pendampingan Kejasaan Negeri Manado terhadap Program PEN ini juga supaya dapat melaksanakannya secara cepat dan tepat sesuai dengan arahan Presiden dan Pemerintah Pusat soal pelaksanaan Program PEN.

Acara yang terakhir adalah penandatangan Nota Kesepakatan yang dilakukan oleh Walikota Manado dan Kepala Kejaksaan Negeri Manado. (lk)

Meimonews.com – Satuan Reserse Narkoba Polresta Manado berhasil mengungkap 70 kasus narkoba selang Januari – November 2021.

“Sebanyak 14 kasus masuk penyelesaian tahap pertama, 41 kasus tahap kedua sementara15 kasus dalam tahap penyidikan,” ujar Kasat Reskrim Narkoba Polresta Manado AKP Sugeng Wahyudi Santoso kepada Meimonews.com di Manado, Selasa (30/11/2021).

Untuk penyelesaian kasus tahap pertama, rinci Sugeng, terdiri dari narkotika dan psikotropika masing-masing 1 kasus dan.12 kasus obat-obatan.

Untuk tahap kedua (41 kasus), 20 kasus narkotika dan 21 kasus obat-obatan sedang kasus dalam penyidikan (15 kasus) terdiri dari narkotika 5 kasus, psikotropika 2 kasus dan obat-obatan.1 kasus.

Disebutkan, 26 kasus narkotika, sebanyak 2 kasus terjadi di bulan Januari, 2 kasus Februari, Maret 1 kasus, April 2 kasus , Mei dan Juni masing-masing 5 kasus, Juli 3 kasus Agustus 2 kasus, September tidak ada sedang Okrober dan November masing-masing 2 kasus.

“Untuk psikotropika (3 kasus) hanya ada di bulan Juli, September dan Oktober yakni masing-masing 1 kasus, ” sebut Sugeng.

Untuk obat-obatan (41 kasus), perinciannya adalah Januari 3 kasus, Maret 6 kasus, April 2 kasus, Mei 1 kasus,.Juni 3 kasus, Juli 9 kasus, Agustus 4 kasus, September 10, Oktober 1 kasus dan November 2 kasus.

Sat Reskrim Narkoba yang dipimpinnya, jelas Sugeng, akan terus memburu baik pengguna maupun yang mengedarrkan secara gelap narkoba termasuk bandarnya. (lk)

(Oleh : Dr. Paulus Januar, drg, MS)

Meimonews.com – Hingga saat ini AIDS (acquired immunodeficiency syndrome) tetap merupakan penyakit yang menjadi permasalahan besar. AIDS sempat membuat geger dunia pada era 1980-an hingga 1990-an. Meski mungkin sudah tidak banyak menyita perhatian, tapi sebenarnya tetap merupakan permasalahan serius di bidang kesehatan dan kehidupan masyarakat.

Selama ini mereka yang terjangkit HIV/AIDS telah menurun drastis, sedangkan orang yang yang mendapatkan perawatan terutama kaum miskin meningkat jumlahnya. Demikian pula pencegahan juga semakin intensif dilakukan.

Namun, di lain pihak, dalam era kemajuan upaya mengatasinya, ternyata banyak orang yang sebenarnya berisiko terkena AIDS namun tidak mendapatkan akses untuk pencegahan, pengobatan, dan perawatan.

Terjadi kesenjangan dalam penanganan mengatasi HIV/AIDS. Kesenjangan tersebut terjadi disebabkan faktor ekonomi, sosial, dan kultural, maupun karena stigma dan diskriminasi terhadap pengidap HIV/AIDS sebagai mereka yang dianggap pembawa aib di masyarakat. Hal ini merupakan tantangan kita bersama.

Penyakit AIDS
AIDS merupakan kumpulan gejala penyakit yang terjadi karena menurunnya fungsi imunitas tubuh. AIDS penyebabnya adalah virus HIV (Human Immunodeficiency Virus).
Penularan HIV terjadi melalui sperma, darah, cairan vagina, dan dari ibu pada janin yang dikandungnya.

Dengan demikian risiko tertular HIV sebagian besar dapat terjadi pada hubungan seks dengan pengidap HIV, serta penggunaan jarum suntik dan alat kesehatan secara bergantian.

Pencegahan HIV/AIDS dilakukan dengan menghindari penularannya. Hal yang dapat dilakukan antara lain dengan perilaku seksual yang baik, menggunakan kondom bila melakukan hubungan seks yang berisiko, serta penggunaan alat kesehatan dan jarum suntik yang steril.

Hingga saat ini belum terdapat obat untuk menyembuhkan HIV-AIDS. Di masa lalu penderita AIDS akan berakhir dengan kematian. Namun sejak 1995 telah ditemukan pengobatan HAART (High Active Anti- Retroviral Therapy) dengan menggunakan obat seperti Abacavir, lamivudine, serta zidovudine, dan masih banyak lagi temuan baru lainnya.

Pengobatan HAART tidak menyembuhkan, namun hanya menghambat perkembangan virus HIV.

Dengan pengobatan HAART pada pengidap HIV dapat menjadikan virus HIV tidak terdeteksi. Kemudian pengindap HIV yang mengkonsumsi HAART efektif tidak menularkan ke orang lain.

Tidak terdeteksi bukan berarti tidak ada sama sekali, melainkan jumlahnya sangat sedikit hingga tidak terdeteksi dengan tes viral load. Akan tetapi bila pengobatan HAART terhenti maka virus HIV terdeteksi kembali, hingga pengobatan harus dilakukan terus seumur hidup.

Dengan pengobatan HAART secara terus menerus maka pengidap HIV dapat mencapai usia harapan hidup yang relatif sama seperti orang normal lainnya. Dengan ditemukannya pengobatan HAART maka AIDS tidak lagi merupakan penyakit yang mematikan, melainkan menjadi penyakit yang dapat dikendalikan.

Saat ini, belum berhasil ditemukan vaksin untuk mencegah AIDS, meski penelitiannya telah berlangsung selama lebih dari 3 dekade. Namun pada 1996 diketahui obat HAART seperti Truvada and Descovy dapat digunakan untuk post-exposure prophylaxis (PEP) maupun kemudian untuk pre-exposure prophylaxis (PrEP) yakni untuk mencegah penularan HIV pada hubungan seks yang berisiko, korban perkosaan, atau bila terpapar darah maupun produknya.

Menurut Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) Amerika Serikat, PrEP dapat mencegah penularan HIV karena hubungan seks hingga 99%, sedangkan pada penggunaan jarum suntik yang tercemar dapat mencegah penularan HIV sekitar 74%.

Namun, PrEP hanya mencegah penularan HIV dan tidak terhadap penyakit menular seksual lainnya, hingga tindakan pencegahan sesuai pedoman safer sex tetap perlu dilakukan.

Merebaknya, Covid-19 menyebabkan terhambatnya pelayanan kesehatan. Dengan adanya Covid-19 menyebabkan pelayanan kesehatan untuk HIV/AIDS juga mengalami hambatan, bahkan di beberapa negara berkembang berkurang sampai sebesar 75 %.

Padahal HIV/AIDS akan memperparah keadaan bila terkena COvid-19. Penelitian di Inggeris dan Afrika Selatan menunjukkan bahwa pada pengindap HIV risiko meninggal bila terkena Covid-19 meningkat dua kali lipat.

Dengan demikian, penting bagi pengindap HIV/AIDS untuk intensif melakukan pencegahan Covid-19 serta dilakukan vaksinasi. Sedang bila penderita HIV/AIDS terkena Covid-19 perlu mendapatkan akses perawatan serta diberikan perhatian khusus. Namun sayangnya di beberapa negara masih terjadi diskriminasi dimana pengidap HIV ditolak untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Epidemi HIV/AIDS
Sejak pertama kali muncul di tahun 1981 hingga kini AIDS tetap merupakan ancaman terhadap kehidupan masyarakat.

Meski dapat dicegah, namun saat ini di dunia terdapat sekitar 38 juta orang pengindap HIV dan 12,6 juta di antaranya tidak mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai. Setiap tahun terdapat 1,7 juga orang tertular HIV, dan diperkirakan 690.000 orang meninggal karena AIDS.

Di Indonesia, data Kementerian Kesehatan RI, sejak pertama kali ditemukan di tahun 1987 hingga maret 2021, jumlah kumulatif kasus HIV/AIDS di Indonesia sebanyak 558.618 orang yang terdiri atas 427.201 orang pengidap HIV dan 131.417 orang penderita AIDS. Kasus HIV/AIDS tersebut dilaporkan terdapat di 498 kabupaten dan kota dari 514 kabupaten dan kota di Indonesia.

HIV/AIDS tidak hanya berdampak terhadap kondisi kesehatan maupun biaya kesehatan, namun juga mempengaruhi kehidupan sosial kemasyarakatan seperti meningkatnya kemiskinan, menurunnya produktivitas, dan keresahan sosial.

Bahkan, penderita HIV/AIDS dapat mengalami stigmatisasi dan diskrinimasi dalam kehidupan sosial seperti dijauhi oleh lingkungannya, dikeluarkan dari sekolah, sulit medapatkan pekerjaan dan sebagainya.

Hari AIDS Sedunia
Tanggal 1 Desember setiap tahun sejak 1988 diperingati sebagai Hari AIDS Sedunia (World AIDS Day). Peringatan tersebut dilakukan untuk memperteguh komitmen, meningkatkan perhatian dan upaya mengatasi AIDS.

Tahun 2021 ini tema yang dipilih adalah: Mengakhiri Kesenjangan – Mengakhiri AIDS (End Inequality – End AIDS).

Tema ini ditetapkan dengan pertimbangan bahwa kesenjangan merupakan permasalahan utama yang menghalangi penanganan HIV-AIDS. Kesenjangan menimbulkan implikasi yang serius terhadap kesehatan termasuk pada penanganan HIV/AIDS.

Kesenjangan bukan saja dalam bentuk kesenjangan kondisi kesehatan namun juga terhadap faktor-faktor sosial yang mempengaruhi kesehatan yakni kesenjangan dalam pendidikan, ekonomi, kultural, dan tingkat sosial.

Kesenjangan menghalangi asesibilitas untuk mendapatkan pencegahan, pemeriksaan, dan perawatan AIDS hingga mengakibatkan pengindap HIV/AIDS terlambat penanganannya.

Hingga saat ini, permasalahan utama dalam mengatasi HIV/AIDS bukan karena karena kurangnya pengetahuan dan sarana, namun terutama karena masih terjadinya kesenjangan sosial yang menghambat asesibiltas penanganan HIV/AIDS.

Kesenjangan sosial yang umumnya bersifat struktural ini mengatasinya tidak dapat hanya dilakukan oleh sektor kesehatan saja, melainkan harus dilakukan oleh seluruh komponen masyarakat beserta pemerintah.

Diperlukan upaya-upaya untuk mengatasi kesenjangan sosial yang selama ini menjadi penghalang untuk mendapatkan akses yang sama dalam pencegahan, pemeriksaan, dan perawatan HIV/AIDS. Bahkan tindakan afirmasi perlu pula dilakukan untuk mereka yang tersisihkan, terutama mereka yang berisiko tertular HIV.

Lebih jauh lagi, kesenjangan sosial dapat menimbulkan implikasi yang berpengaruh pada meningkatnya HIV/AIDS di masyarakat, antara lain : pertama, Kesenjangan sosial dalam bentuk kemiskinan bukan saja dapat mengakibatkan rendahnya kondisi kesehatan. Kemiskinan dapat mengakibatkan terjerumusnya kaum perempuan menjadi pekerja seks komersial yang mengakibatkan meningkatnya risiko penularan HIV.

Kedua, Ketidaksetaraan jender dapat mengakibatkan istri tidak berdaya menghadapi suaminya yang sering bermain dengan pekerja seks komersial, bahkan tidak dapat memaksakan suaminya untuk melakukan hubungan seks yang aman dengan dirinya.

Ketiga, Tingkat pendidikan yang rendah menyebabkan sulitnya untuk dapat memahami bahaya HIV/AIDS dan tindakan pencegahannya. Keempat, Ketiadaan lapangan kerja, kondisi lingkungan perumahan yang buruk, serta keresahan sosial dapat mendorong untuk menggunakan narkoba yang dapat berisiko mengalami penularan HIV.

Berdasarkan kenyataan tersebut maka penanganan HIV/AIDS tidak melulu merupakan kegiatan di bidang kesehatan saja, tapi secara simultan perlu dibarengi dengan program mengatasi kesenjangan sosial. Semoga upaya kita bersama dapat secara tuntas mengatasi permasalahan HIV/AIDS. (Penulis adalah Pakar Kesehatan Masyarakat)

Meimonews.com – Ketua Pengurus Daerah (PD) Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri TNI / Polri (GM FKPPI) Sulut Johanis Victor Mailangkay menghadiri Musda V KBPP Polri Sulut.

Musyawarah Daerah (Musda) Keluarga Besar Putra Putri (KBPP) Polri Sulut tersebut diadakan di Catur Prasetya Polda Sulut, Senin (29/11/2021) sore.

Mailangkay menyampaikan selamat bermusda kapadia para peserta dan berharap lewat Musda ini terpilih Ketua dan jajaran PD KPPP Polri Sulut Periode 2021 – 2026 yang amanah dan aspiratif.

Selain itu, sebut Mailangkay kepada Meimonews.com, usai acara pembukaan, Senin (29/11/2021) malam, diharapkan terus terbangun suasana kekeluargaan antara GM FKPPI Sulut dan KBPP Polri Sulut.

Pembukaan Musda V yang panitianya diketuai Didi Aliks (Bendahara PD KBPP.Polri Sulut periode 2016 – 2021) tersebut turut dihadiri Kapolda Sulut Irjen Pol. Mulyatno sekaligus membuka acara Musda dan Ketua Umum PP KBPP Pllri Evita Nursanty. (lk)

Meimonews.com – Varian baru virus corona B.1.1.529 terdeteksi di Afrika Selatan. Hal ini berdasarkan release dari Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO pada Jumat (26/11/2021), dan ditetapkan sebagai variant of concern (VOC) bernama Omicron.

“Berdasarkan bukti yang disajikan, yang menunjukkan perubahan merugikan dalam epidemiologi Covid-19, TAG-VE menyarankan WHO bahwa varian ini harus ditetapkan sebagai VOC,” rilis WHO, akhir pekan lalu.

WHO mengungkapkan, varian Omricon telah terdeteksi pada tingkat penularan yang lebih cepat dari lonjakan infeksi sebelumnya di Afrika Selatan. “Menunjukkan, varian ini mungkin memiliki keunggulan pertumbuhan,” sebut WHO.

Sementara itu, Pemerintah Pusat kembali mengubah durasi karantina bagi WNA dan WNI dari luar negeri. Aturan itu imbas dari varian Omicron.

“Pemerintah juga akan meningkatkan waktu karantina bagi WNA dan WNI yang dari luar negeri di luar negara-negara yang masuk daftar pada poin A menjadi 7 hari dari sebelumnya 3 hari,” ujar Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dalam jumpa pers, Minggu (28/11/2021).

Menindak lanjuti hal itu, Pemerintah Kota Manado lewat Walikota Andrei Angouw menegaskan, seluruh warga Manado agar lebih waspada dengan varian baru virus tersebut.

Walikota meminta agar protokol kesehatan (prokes) selalu diterapkan dalam kegiatan. Karena waktu gelombang kedua serangan C19 pertengahan tahun ini, kota Manado mengalami peningkatan jumlah korban yang tertular Virus Delta C19.

” Jangan terjadi lagi serangan gelombang ketiga virus Omricon di Kota Manado, ” ujar walikota, seperti dikutip Kadis Indokom Manado Erwin Kountu kepada Meimonews.com, Senin (29/11/2021).

Pemimpin yang rajin turun ke bawah (turba) ini pun meminta agar seluruh warga Manado untuk ikut program Vaksinasi. “Yang belum vaksin, segera di vaksin. Yang baru pertama divaksin, segera tuntaskan vaksinasi sampai kedua kali,”.pintanya.

Karena bila sudah tuntas divaksin, jelas mantan Ketua DPRD Sulut ini, sistem imun kita segera terbentuk sempurna dan kita akan kebal dari serangan virus C19. (lk)

Meimonews.com – Walikota dan Wakil Walikota (Wawali) Manado Andrei Angouw dan Richard Sualang menghadiri Ibadah  Pra Natal Yesus Kristus Pemerintah Kota Manado bersama BKSUA dan FKUB Kota Manado di Aula Serbaguna Kantor Walikota Manado, Senin (29/11/2021).

Ibadah menyanbut Natal Yesus Kristus ini dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Manado, BKSUA Kota Manado, FKUB Kota Manado dan Pimpinan Golongan Agama se Kota Manado.

Hadir dalam ibadah ini, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Manado yang juga merupakan istri Walikota Manado Irene Angouw Pinontoan, Forkopimda Manado, Pimpinan BKSUA Kota Manado, Pimpinan FKUB Kota Manado, pimpinan golongan Agama se Kota Manado, pejabat eselon serta ASN Pemerintah Kota yang dibatasi.

Acara diawali laporan sekaligus ucapan selamat datang Ketua BKSUA Kota Manado Pdt. Yudi Tunari sekaligus menyampaikan Program BKSUA Kota Manado yang sudah dan sedang dilakukan seperti program vaksinasi, Doa Bersama Lintas Agama, Rapat Koordinasi dengan Sinode GMIM, program kebersihan lingkungan bekerjasama dengan pihak kelurahan dan lain-lain.

Acara selanjutnya adalah Ibadah Natal Yesus Kritus dipimpin Pdt. Dr. Adolf Wenas, M.Th yang disertai pemasangan Lilin Natal oleh Walikota, Wakil Walikota dan Ketua Tim Penggerak PKK Manado, Forkopimda beserta pejabat lainnya.

Dalam khotbahnya, Pendeta Wenas menyentil soal kepemimpinan Andrei Angouw dan Richard Sualang sebelum menjadi Walikota dan Wakil Walikota Manado.

“Secara pribadi saya tidak kenal Andrei Angouw tapi lewat kerja Andrei Angouw sebagai Ketua DPRD Provinsi waktu lalu saya sangat mengenal dan mengetahui lewat kerja-kerja beliau yang sangat luar biasa untuk kepentingan masyarakat. Demikian juga Richard Sualang yang juga sebagai Anggota DPRD telah memperlihatkan kerja demi rakyat yang sangat baik,” ujarnya.

Selesai ibadah dilakukan penyerahan secara simbolis Dana Hibah kepada pimpinan agama se Kota Manado.

Penyerahan secara simbolis ini dilakukan oleh Walikota Manado di dampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kota Manado, Wakil Walikota Manado dan Ketua BKSUA Kota Manado.

Dana hibah ini disalurkan lewat Bank SulutGo Cabang Calaca Kota Manado.

Walikota dalam pesan natalnya mengajak kita semua untuk mengambil makna tentang kelahiran Yesus Kristus yang menjadi terang untuk dunia ini, menjadi terang bagi orang lain.

“Kita harus bermanfaat bagi orang lain, bukan sebaliknya. Yesus lahir dengan kesederhaan sehingga kita menyambut natal dan bersyukur bukan dalam rangka berpesta pora,” kata Walikota.

Walikota ikut menyinggung soal kehidupan di era masih merebaknya Virus Corona terutama antisipasi varian baru yang akan muncul.

“Kuncinya adalah vaksinasi dan marilah kita menjadi terang bagai orang lain lewat dorongan atau bujukan kepada masyarakat untuk melakukan vaksinasi,” saran walikota.

Walikota juga menyampaikan sitiasi dan kondisi cuaca yang ekstrim saat ini yang dapat mengakibatkan banjir. Makanya, walikota menyampaikan kepada tokoh masyarakat agar dapat melihat di lapangan dan mengimbau masyarakat untuk tidak membangun di bantaran sungai serta tidak membuang sampah sembarangan.

Masalah kriminal termasuk mabuk dan minuman keras juga ikut diingatkan walikota agar peran tokoh agama ikut serta meminimalisir masalah ini ditengah masyarakat.

Mengingat situasi dan kondisi saat ini masih terkait dengan wabah Covid-19, sehingga Ibadah ini dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan guna pencegahan penyebaran Covid-19.

Bagi pejabat atau tokoh agama yang tidak hadir secara fisik, mengikuti rapat ini secara online/virtual yang dilakukan dengan menggunakan teknokogi Video Conference melalui Aplikasi Zoom Cloud Meeting yang diakses pada handphone/laptop dari tempat masing-masing. (lk)

Meimonews.com – PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (PT SMI)menyetujui usulan Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Daerah Pemerintah Kota Manado senilai Rp 205 miliar dalam rangka mewujudkan percepatan pemulihan ekonomi di Kota Manado.

Penandatanganan perjanjian pinjaman PEN Daerah dilakukan Direktur Pembiayaan dan Investasi PT SMI Sylvi J. Gani dan Walikota Manado Andrei Angouw secara langsung di Kantor PT SMI, Kamis (25/11/2021).

Usulan pinjaman PEN Daerah Pemkot Manado kepada PT SMI ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur daerah akibat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Manado yang harus di realokasi akibat pandemi.

Realokasi APBD dilakukan agar dapat terus mendukung pembangunan infrastruktur prioritas Pemkot Manado, seperti jalan, jembatan, drainase, serta infrastruktur kesehatan dan perdagangan.

Sebelumnya, PT SMI bersama Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia telah melakukan evaluasi bersama, serta mempertimbangkan beberapa faktor risiko atas proposal permohonan yang diajukan oleh Pemkot Manado.

Pinjaman yang telah disetujui kemudian disalurkan kepada Pemkot oleh PT SMI sebagai Special Mission Vehicle (SMV) Kemenkeu dengan menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Direktur Pembiayaan dan Investasi PT SMI, Sylvi J. Gani, dalam sambutannya menyatakan, penandatanganan perjanjian pinjaman PEN ini merupakan salah satu bentuk langkah responsif dan dukungan Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Keuangan atas dampak dari pandemi Covid-19 yang sangat mempengaruhi perekonomian di daerah.

“Dalam pelaksanaannya, PT SMI senantiasa berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan atas penyaluran dana pinjaman PEN ini agar tujuan yang dinyatakan di dalam dokumen teknis dapat tercapai seoptimal mungkin, serta mampu mendorong pemulihan ekonomi dan meningkatkan kualitas infrastruktur dasar di Kota Manado,” ujarnya.

Walikota Manado Andrei Angouw menyambut baik dukungan yang diberikan oleh PT SMI. “Kami mengucapkan terima kasih kepada PT SMI atas kepercayaannya dalam memberikan pinjaman PEN Daerah ini,” ujar walikota.

Dana ini, menurut walikota, adalah pinjaman PEN yang tujuannya sudah jelas untuk membangun penyerapan tenaga kerja dan juga menggerakkan perekonomian daerah. “Tentu kami akan memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya, dan akan kami kawal bersama-sama.,” tegas walikota yang di dampingi Plt Kaban BKAD Bart Assa.

PT SMI yang didirikan pada 26 Februari 2009 adalah Badan Usaha Milik Negera di bawah koordinasi Kementerian Keuangan yang berbentuk Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB). PT SMI berperan dan memiliki mandat sebagai katalis percepatan pembangunan nasional.

PT SMI memiliki berbagai fungsi dan produk/fitur unik untuk mendukung percepatan pembangunan infrasruktur yang tidak hanya berfungsi sebagai pembiayaan infrastruktur tetapi juga sebagai enabler melalui pelaksanaan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) yang mengikutsertakan berbagai institusi keuangan baik swasta maupun multilateral. PT SMI aktif mendukung pelaksanaan KPBU dan mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di daerah melalui produk pinjaman daerah.

PT SMI memiliki tiga pilar bisnis. Pertama, Pembiayaan dan Investasi, yaitu pembiayaan terhadap proyekproyek infrastruktur, kedua,  Jasa Konsultasi yaitu solusi atas kebutuhan tenaga professional dan ahli di bidang infrastruktur serta ketiga, Pengembangan Proyek yaitu membantu Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK) untuk menyiapkan proyek infrastruktur. (lk)

Meimonews.com – Acara Konser Virtual Tou Minahasa yang digelar DPP KKK  di Gran Melia Hotel Jakarta dan disiarkan lewat YouTube Channel, Sabtu (27/11/2021) malam memberikan kontribusi sangat nyata bagi penghormatan terhadap musik kolintang, karena konser tersebut telah menjadikan musik kolintang sebagai musik utama sepanjan acara.

Kolaborasi musik kolintang dengan musik modern untuk mengiringi para artis asal Minahasa dalam menyanyikan lagu-lagu khas Minahasa dan lagu pop nasional menunjukkan bahwa musik kolintang bisa membawakan lagu apa saja.

“Sudah saatnya menjadikan musik kolintang sebagai musik utama untuk kegiatan apa saja di Tanah Minahasa,” ujar Ketua Umum Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) Indonesia Ronny F. Sompie kepada Meimonews.com lewat telefon, Minggu (28/11/2021).

Demikian juga, sambungnya, penggunaan musik kolintang bersama musik khas Indonesia lainnya di seluruh Tanah Air Indonesia, bisa mendorong musik Kolintang untuk diterima oleh Unesco sebagai musik khas Indonesia sebagaimana musik gamelan, musik angklung dan musik khas Indonesia lainnya.

Ketua Panitia Konser Nova Rumondor dalam sambutannya pembukaan konser memberikan gambaran yang lengkap kepada para Tou Minahasa dan semua penonton yang bauni (nonton) di Youtube Channel dan hadir di acara Konser Virtual Tou Minahasa.

Pendeta Audy Wuisang yang ikut berbicara pada acara tersebut telah memberikan penjelasan tentang bagaimana Konser Virtual tersebut digagas dan diselenggarakan. “Sangat melengkapi wawasan para penonton,” ujar Sompie menanggapi penjelasan Wuisang.

Apalagi, yambahnya, Walikota Bitung Maurits Mantiri dan Bupati Minut Joune Ganda yang ikut manyanyi berduet san memberikan sambutan penguatan terhadap musik, lagu, tarian dan budaya khas Minahasa berkaitan dengan KEK Likupang sebagai salah satu Destinasi Super Prioritas Nasional di Sulut.

Yang jelas, Konser Virtual Tou Kawanua tadi malam yang merupakan koser kedua di masa Pandemi Covid-19 dilakukan untuk memberikan perhatian kepada para artis dan musisi asal Minahasa yang berada di Jakarta, juga untuk mendukung penguatan dan pembangunan perekonomian rakyat Minahasa melalui pariwisata.

Bagi Sompie seluruh panitia telah bekerja dengan sangat baik dan menjadi trade mark bersama tentang kontribusi nyata DPP KKK bagi pelestarian budaya khas Minahasa melalui sebuah kkonser yang sangat menarik.

Sebuah kegiatan konser kedua yang dapat menjadikan penyelenggaraan pada konser ketiga dengan lebih hebat lagi di tahun depannya.

“Sekali lagi, makase banya deng (terima kasih banyak dan – red) apresiasi buat kawan-kawan samua yang sudah berlelah menyelenggarakan konser virtual Tou Minahasa tadi malam,” ujar mantan Dirjen Imigrasi tersebut. (lk)

Meimonews.com – Tren kenaikan kasus Covid-19 dilaporkan mulai melonjak di beberapa negara. Ini menjadi sinyal bagi dunia termasuk Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan di pintu masuk negara baik darat, laut maupun udara terutama menjelang Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru).

Pemerintah mempelajari kenaikan kasus naik signifikan pasca libur panjang. Sebab, saat moment tersebut terjadi mobilitas dan interaksi yang tinggi antar masyarakat.

“Guna menekan penularan kasus yang kian meluas, mulai 24 Desember 2021 sampai dengan 2 Januari 2022, pemerintah mulai memberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di seluruh Indonesia,” rilis Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan (RI), Sabtu 27/11/2021).

Semua kejadian kasus di negara-negara luar negeri ini, sambung rilis tersebut, dipelajari dan diawasi dengan ketat dan kita laporkan ke Presiden.

Kemenkes uga mengamati situasi pandemi di seluruh kabupaten/kota di Indonesia. “Semuanya masih baik jadi kita tidak perlu kuawatir tetapi kita memonitor yang memiliki potensi kenaikan,” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada Konferensi Pers Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.

Dari hasil pengamatan, dilaporkan total 19 kabupaten/kota mengalami kenaikan kasus dengan lama waktu yang berbeda-beda.

Dua daerah yakni Fak-Fak dan Purbalingga dalam kurun waktu 4 minggu berturut-turut ada kenaikan kasus terkonfirmasi. Selanjutnya, ada Lampung Utara yang sudah naik 3 minggu berturut-turut, dan 16 kota yang dua minggu naik. Kendati presentasenya kecil, monitoring terus dilakukan agar tidak terjadi ledakan kasus.

”Walaupun jumlahnya masih kecil, positivity rate dan BOR rumah sakit masih rendah, tapi kita mengikuti daerah-daerah ini agar jangan sampai kita terlambat kalau ada kenaikan,” jelasnya.

Kenaikan ini, menurut Menkes, salah satunya dipicu menurunnya kemampuan testing dan tracing terhadap kontak erat kasus terkonfirmasi serta berkurangnya kesadaran masyarakat menerapkan prokes 5M.

”Kita juga memperhatikan mengenai kota-kota tersebut apa yang harus diperbaiki, yaitu tracing dan testingnya. Testing harus dilakukan terhadap orang-orang kontak erat hasil dari tracing. Kami melihat kota-kota yang ada kenaikan, disiplin untuk tracing dan testingnya sangat rendah,” sebut Menkes.

Merespon hal ini, Menkes meminta kepala daerah agar memperkuat 3T (Testing, Tracing dan Treatment), menegakkan protokol kesehatan 5M dan menggenjot cakupan vaksinasi terutama pada kelompok-kelompok yang rentan terpapar Covid-19.

Terkait dengan vaksinasi, per 26 November 2021 pemerintah telah menyuntikkan 231,8 juta dosis vaksin Covid-19 dengan rincian 137,5 juta orang menerima dosis pertama, 93,1 juta orang telah mendapatkan dosis kedua dan 1,2 juta tenaga kesehatan sudah menerima vaksin dosis ketiga (booster).

Dalam tiga minggu terakhir, laju vaksinasi mengalami penurunan. Hal ini salah satunya disebabkan adanya ketakutan masyarakat menggunakan vaksin yang tersedia terutama vaksin dengan platform mRNA.

Menkes meminta masyarakat untuk segera vaksinasi Covid-19. Tidak perlu ragu dengan vaksin yang ada. Tidak perlu memilih merk vaksin, gunakan vaksin yang tersedia terlebih dulu saat ini. Pemerintah menjamin vaksin yang diberikan kepada masyarakat aman, bermutu, dan berkhasiat.

”Tidak usah kuawatir vaksin ini terbukti aman. Jangan sampai apa yang terjadi di Eropa terjadi di Indonesia,” tegas Menkes. (lk)