Meimo News

Meimonews.com – Selang empat pelaksanaan vaksinasi Booster Ketiga, tak kurang dari empat ratusan Aparat Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Manado telah divaksin dengan jenis moderna di halaman Kantor Walikota.

Hal tersebut terungkap saat Meimonews.com berbincang dengan dokter Apriliana Maria Namsa selaku Penanggung Jawab Tim Tenaga Kesehatan (nakes) dari Puskesmas Tikala Baru di jeda istirahat makan siang, Kamis (27/1/2022).

 

“Sejak dimulainya pelaksanaa vaksinasi Booster ketiga, di mana kebetulan kami yang mendapat tugas dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Manado, Senin (24/1/2022) hiingga hari ini, sudah sekitar 400-an ASN yang divaksin booster ketiga dengan menggunakan moderna,” ujarnya.

Beberapa hari ini, akunya, nakes dari Puskesmas Tikala Baru menurunkan enam orang ditambah seorang sopir dan didukung dua personil dari Satpol PP Manado pada kegiatan vaksinasi Pemkot Manado, yang dilaksanakan Dinas Kesehatan di halaman Kantor Walikota.

Dijelaskan, pelaksanaan vaksinasi booster ketiga, Dinkes Manado mengatur penjadualan nakes- nakes yang bertugas, yang diambil dari Dinkes dan jajaran (puskesmas-puskesmas).

Ketika datanya, apakah bisa warga biasa (di luar ASN Pemkot Manado) bisa ikut vaksinasi, colter Namsa mengatakan bahw sejauh dosis vaksin cukup, Alan dilayani. Namun, bila tidak cukup, diarahkan ke Puskesmas Tikala Baru (lokasinya tak jauh dari Puskesmas Tikala Baru).

Mengenai vaksinasi booster ketiga baik yang dilakukan di halaman Pemkot Manado maupun di Puskesmas Tikala dilakukan Senin sampai Jumat.

Kadis Kominfo Manado Erwin Kountu ketika ditemui terpisah mengungkapkan, pelaksanaan vaksinasi Pemkot Manado di bawah kepemimpinan Walikota pak Andrey Angouw dan Wakil Walikota pak Richard Sualang telah dilaksanakan sejak usai pelantikan Walikota dan Wakil Walikota tahun 2021.

Pelaksanaan program vaksinasi baik bagi ASN maupun warga Manado akan terus dilakukan hingga semua terwaksinasi. “Program vaksinasi ini akan terus dilakukan sampai semua warga tervaksinasi,” ujar Kountu di ruang kerjanya.

Terkait dengan penghargaan yang diberikan Pemprov Sulut kepada Pemkot Manado karena berhasil menjadi terbaik pertama pengendalian Covid-19 dan capaian vaksinasi tingkat Sulut, baru-baru, Kountu mengutip Walikota Manado Andrey Angouw menyebutkan, akan menjadi pemacu semangat untuk terus bergiat dalam upaya pengendalian Covid-19 dan pelaksanaan vaksinasi. (lk)

Meimonews.com – BPK-RI Perwakilan Sulut menggelar Zoom Meeting, Selasa (25/1/2022), Walikota Manado Andrey Angouw dan Wakil Walikota Manado Richard Sualang di dampingi Sekretaris Pemerintah Kota Micler C.S. Lakat, Inspektorat Kota dan Kepala BKAD Manado mengikuti dari Kantor Walikota Manado, Selasa (25/1/2022) sore.

Zoom meeting Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) Perwakilan Sulut ini berkaitan dengan Entry Meeting Pemeriksaan Pendahuluan Atas LKPD Provinsi/Kabupaten Kota se-Provinsi Sulut Tahun Anggaran 2021dan Pemeriksaan Kinerja Pendahuluan atas Pengentasan Kemiskinan Dalam Rangka Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara Tahun Anggaran 2021.

Hadir juga dalam zoom meeting tersebut Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw, Sekprov Sulut, Inspektorat Sulut, Badan dan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sulut, Bupati/Walikota dan Wakil Bupati dan Wakil Walikota se Sulawesi Utara.

Kepala Perwakilan BPK-RI Perwakilan Sulut Karyadi, SE mengawali kegiatan dengan memberikan sambutan, yang antara lain menyampaikan kegiatan-kegiatan awal pemeriksaan terhadap LKPD Provinsi Sulut Tahun Anggaran 2021.

Dijabarkan soal tujuan pemeriksaan dalam kaitan kinerja pendahuluan atas pengentasan kemiskinan serta apa yang akan dilakukan.

Disebutkan, kegiatan pemeriksaan ini akan berlangsung selama 40 sampai 45 hari setiap daerah dengan menyampaikan nama-nama personil tim yang akan bertugas di Kabupaten/Kota.

Mengenai teknik pengumpulan data, Karyadi menjelaskan antara lain akan diadakan wawancara, konfirmasi, FGD dan bentuk serta model pemeriksaan lainya.

Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw ketika diberikan kesempatan menanggapi penyampaian Kepala Perwakilan BPK-RI Perwakilan Sulut sangat berterima kasih ketika dapat mengikuti kegiatan ini.

Menurut Wagub, hal ini merupakan kewajiban dalam rangka meningkatkan pemerintahan yang baik dan bersih yakni Good Governance dan Clean Goverment.

Wagub berharap, kegiatan pemeriksaan ini dapat berjalan dengan baik dan siap menghadirkan setiap person baik Sekretaris Daerah, Inspektorat, BKAD dan elemen terkait lainnya untuk menyiapkan segala sesuatu dalam kaitan pemeriksaan LKPD tahun 2021 ini.

Wagub juga berharap dan mendorong setiap Kabupaten dan Kota juga mempersiapkan segala materi yang dibutuhkan agar pemeriksaan LKPD tahun anggaran 2021 dapat berjalan dengan baik.

Di akhir sesi penyampaian materi, Karyadi menambahkan bahwa OPD-OPD yang besar seperti PU, Pendidikan, Kesehatan, Setwan untuk mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan supaya waktu yang tersedia dapat dimaksimalkan.

Kegiatan terakhir adalah foto bersama peserta meeting secara virtual yang diambil dalam bentuk beberapa sreen karena pesertanya banyak. (lk)

Meimonews.com -Permasalahan komunikasi yang kerap terjadi adalah komunikasi yang kurang jelas, kurang lengkap, terlambat disampaikan, dan kesalahpahaman.

“Menurut data yang ada, sebagian besar sengketa medis bukan karena kelalaian dokter tetapi disebabkan karena permasalahan komunikasi,” ujar Dr. drg. Paulus Januar, Pengurus Besar PDGI (PB Persatuan Dokter Gigi Indonesia) pada webinar dalam rangka HUT ke-72 PDGI di Jakarta, Minggu (23/1/2022).

Dengan mediasi maka hasilnya akan memuaskan semua pihak karena keputusan berdasarkan kesepakatan bersama hingga memberikan hasil yang win-win solution serta bukannya ada yang menang dan ada yang kalah.

Diungkapkan, sengketa medis dokter yang digugat pasiennya cenderung semakin meningkat jumlahnya. Masyarakat yang kecewa terhadap pelayanan kedokteran cenderung dengan mudah menggugat dokter yang merawatnya.

Sengketa medis umumnya karena pasien tidak puas dengan pelayanan kesehatan yang diperolehnya, serta dipandang penyebabnya karena kesalahan atau kelalaian tenaga kesehatan yang merawatnya.

Dikemukakan, berdasarkan UU No. 36/2009 tentang Kesehatan, dalam hal tenaga medis diduga melakukan kelalaian dalam menjalankan profesinya harus diselesaikan terlebih dahulu melalui mediasi.

“Dalam hal ini mediasi adalah cara mengatasi sengketa melalui proses perundingan untuk memperoleh kesepakatan penyelesaian para pihak dengan dibantu oleh mediator sebagai pihak netral yang membantu menfasilitasi,” ujarnya.

Perundingan melalui mediasi, menurut Januar, merupakan alternatif penyelesaian sengketa medis secara adil yang lebih efektif dan memuaskan dibanding berperkara di pengadilan.

Disebutkan, dengan mediasi maka hasilnya akan memuaskan semua pihak karena keputusan berdasarkan kesepakatan bersama hingga memberikan hasil yang win-win solution serta bukannya ada yang menang dan ada yang kalah.

Dengan keputusan mediasi yang dapat memuaskan para pihak maka akan menjaga hubungan yang tetap baik. “Hal ini juga sangat sesuai dengan kearifan otentik bangsa Indonesia yang mengedepankan musyawarah mufakat dan hubungan kekeluargaan,” sebutnya.

Dijelaskan, sebagai mediator adalah hakim atau mediator bersertifikat berdasarkan pendidikan mediator yang diselenggarakan oleh lembaga yang terakreditasi oleh Mahkamah Agung.

Dalam kaitan dengan mediasi sengketa medis diharapkan terdapatnya mediator yang memahami permasalahan medis.

Sengketa medis umumnya, ungkap Januar, bersifat spesifik mengenai pelayanan kesehatan dan memerlukan kemampuan khusus bagi mediator.

Januar mengungkapkan, saat ini terdapat tenaga kesehatan seperti dokter, dokter gigi, dan perawat yang telah menempuh pendidikan mediator bersertifikat hingga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan tersebut.

Masyarakat umumnya berpandangan sengketa medis lebih baik diselesaikan di pengadilan. Permasalahannya, penyelesaian melalui pengadilan relatif lama, biaya tidak sedikit, serta pembuktian di pengadilan tidak mudah.

Mediasi merupakan upaya untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap keadilan.

Dibandingkan penyelesaian melalui peradilan pidana atau perdata, maka mediasi merupakan cara penyelesaian sengketa yang lebih efektif dan efisien baik dari segi waktu, biaya, maupun beban psikologis serta dampak sosial.

Kemudian berbeda dengan pengadilan yang sifatnya terbuka, proses mediasi berlangsung secara tertutup. Dengan mediasi yang pada hakikatnya tidak terbuka untuk masyarakat umum maka rahasia kedokteran akan tetap terjaga.

“Terungkapnya rahasia kedokteran dapat menimbulkan dampak yang merugikan, terutama bagi pasien,” tandasnya.

Diuraikan, mediasi merupakan perwujudan keadilan restoratif (restorative justice) yaitu penyelesaian perkara dengan melibatkan pelaku, korban, dan pihak lain yang terkait untuk bersama-sama mencari penyelesaian yang adil dengan menekankan pemulihan.

Saat ini, dalam penegakan hukum berlangsung pergeseran paradigma dari keadilan retributif menjadi keadilan restoratif. Keadilan retributif yang cenderung menghukum sebagai pembalasan menjadi keadilan restoratif yang menekankan pemulihan.

Selama ini, sebut Januar, pada penyelesaian sengketa medis melalui pengadilan kerap terjadi terabaikannya kepentingan pasien sebagai korban. Berdasarkan keadilan restoratif dilakukan pemulihan kondisi semua pihak dan perbaikan bagi yang dirugikan.

Menurutnya, keadilan restoratif pada hakikatnya menempatkan fungsi penjatuhan hukuman sebagai ultimum remidium, yaitu solusi akhir apabila upaya hukum lainnya sudah tidak bisa digunakan lagi untuk mengatasi.

Dikemukakan, mediasi terhadap sengketa medis sebagai perwujudan keadilan restoratif sama sekali bukan upaya impunitas, melainkan justru dengan dilakukannya pemulihan dan perbaikan para pihak yang bersengketa akan semakin meningkatkan profesionalisme pelayanan kesehatan.

Pada hakikatnya, sebut Januar, kalangan profesi kedokteran dan kedokteran gigi senantiasa hendak menegakkan keluhuran profesi, dan tidak menghendaki terjadinya penyimpangan yang merugikan keluhuran profesi.

Pada webinar yang diikuti para anggota PDGI dari seluruh cabang di Indonesia tersebut juga disampaikan mengenai etika dan disiplin kedokteran dalam rangka meningkatkan profesionalisme dokter gigi serta juga mengenai pembelaan dan pembinaan anggota.

Selain webinar, pada HUT PDGI kali ini juga diselenggarakan penyuluhan kesehatan dan pemeriksaan gigi serta vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat yang diselenggarakan dengan protokol kesehatan secara ketat. (lk)

Meimonews.com – Setelah beberapa waktu lalu melakukan rolling sejumlah jabatan, lagi Pemerintah Kota (Pemkot) Manado melakukan rolling jabatan.

Kali ini, rolling jabatan berdasarkan SK Walikota Manado tersebut, ada 9 jabatan definitif dan empat jabatan pelaksana tugas (plt) yang diangkat.

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan yang dipimpin Wakil Walikota Manado Richard Sualang mewakili Walikota Manado Andrey Angouw dilakukan di Aula Pemkot Manado, Selasa (25/1/2022).

Pejabat pratama yang dilantik untuk jabatan definif adalah Atto Bulo sebagai Asisten II, Peter Assa,.Kepala BKAD, Harke Tulenan Asisten III, Steven Rende Kepala Bapenda, Deysi Lumowa Kadis Dikbud, Lenda Pelealu Kepala DP3A.

Selain itu, Ester Mamangkey Kadis Pariwisata, Donald Supit Kepala BKPSDM, dan Daglan Walangitan, Staf Ahli Walikota.

Untuk Pelaksana Tugas (Plt) terdiri dari Donald Supit sebagai Plt Kepala Disnaker,
Paul Sualang Kepala Inspektorat, Conny Lantu Kepala Kesbangpol dan Peter Eman Kadis Perkim.

Atas nama Walikota Andrey Angouw, Wakil Walikota Manado Richard Sulang menyampaikan banyak selamat dan sukses pada ASN yang dilantik.

Pejabat tinggi ini yang dilantik, sebut Sualang ketika memberikan sambutan, adalah senior. Sudah tentu ASN yang mengemban jabatan ini adalah ASN yang mempunyai kemampuan yang tinggi, dan tentu dituntut juga sikap dan kemampuan sebagai seorang pemimpin.

“Pada beberapa waktu yang lalu sudah mengikuti seleksi uji kopetensi dan tentunya ini untuk mencari formula yang pas bagi kita semua ke depan,” ujar Sualang.

Wawali berharap, ASN yang dilantik saat ini dapat bekerja dengan baik serta dapat mengunakan kepercayaan yang diberikan. Tentunya yang utama demi kemajuan Kota Manado dan masyarakat.

“Bekerjalah dengan professional sesuai dengan tupoksi, mempunyai minsed yang terbuka supaya kita semua bisa berproses maju ke depan, budaya kerja yang baik di lingkungan kita masing masing, menciptakan suasana yang aman dan nyaman dan menggayomi para pegawai bawahan kita,” pinta Wawali. (lk)

Meimonews.com – Walikota Manado kembali melakukan kegiatan turun ke lapangan untuk mengecek keadaan sebenarnya yang ada di lapangan. Dan turlap kali ini, Walikota melakukan dengan berjalan kaki dari kantor.

Kunjungan awal pada Selasa (25/1/2022) ketika keluar dari ruang kerjanya, Walikota berjalan kaki menuju lapangan Sparta Tikala. Di sini, Walikota melihat perbaikan lintasan lari serta beberapa fasilitas yang ada. Di sekitar sini, Walikota juga melihat drainase dan suluran-saluran air.

Usai dari Lapangan Sparta Tikala, Walikota menuju jalan Garuda Mahakeret untuk melihat pembongkaran dan perbaikan drainase.

Walikota menyusuri beberapa lokasi hanya untuk memastikan apakah parit-parit berfungsi dengan baik atau tidak. Jika tidak berfungsi langsung dibongkar untuk perbaikan.

Selesai dari jalan Garuda, Walikota dan tim menuju jalan DI Panjaitan Kelurahan Pinaesaan dan Kelurahan Istiqlal. Hal yang sama juga yang dilihat yakni aliran air di dirainase dan parit-parit.

Secara umum,.pembongkaran drainase ini dalam rangka membersihkan parit-parit yang sudah dipenuhi sampah serta terjadi pendangkalan akibat sedimen lumpur dan tanah serta matrial lainnya.

Pembongkaran drainase ini untuk perbaikan agar drainase atau parit-parit dapat menampung air ketika hujan lebat sehingga airnya tidak meluap kejalan-jalan atau bahkan pekarangan rumah dan tempat pemukiman warga lainnya. (lk)

Meimonews.com – Sejumlah jabatan di lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI) terjadi rotasi, menyusul adanya Surat Keputusan Panglima TNI No. 66/1/2022 tertanggal 24 Januari 2022.

Setidaknya ada 328 perwira TNI yang dimutasi, termasuk 10 perwira tinggi bintang 3 TNI.

Di dalamnya juga terdapat delapan perwira tinggi (pati) Putra Kawanua yang mendapat jabatan penting.

Kedelapan pejabat putra Kawanua tersebut adalah Marsma Hesly Paat yang dipercayakan dalam jabatan barunya sebagai Wadan Kodiklat TNI, Brigjen Denny R.I. Masengi sebagai Irdam XIII/Merdeka, Brigjen Julius Jolly Suawa Wadan Pussenarmed Kodiklat AD, Brigjen Prince Meyer Putong IR. Pussenkav Kodiklat AD,

Marsma Jorry S. Koloay KAS KOOPSSUD I, Marsma Donald Kasenda KAS KOOPSUD III, Marsma Dirk Poltje Lengkey PATI MABES TNI AU, dan Marsma Aldrin P. Mongan Danlanud Eltari Kupang, NTT.

Kepercayaan kepada Putra Kawanua tersebut diapresiasi Barisan Adat Masyarakat Sulawesi Utara (Barmas) Sulut.

“Kami mengapresiasi kepercayaan yang diberikan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa kepada delapan putra Kawanua untuk jabatan baru tersebut,” ujar Ketua DPD Barmas Sulut Defly Brando Lengkey

Khusus kepada mereka yang dipercayakan dalam jabatan baru tersebut, sebut Lengkey seperti dikutip Fernando FX Mello kepada Meimonews.com di Manado, Senin (24/1/2022) disampaikan selamat menjalankan tugas dan tanggung jawab.

“Harapan dan doa selalu kami panjatkan untuk menjadi yang terbaik,” ujarnya seraya berharap agar mereka bisa membuat prestasi untuk kemajuan NKRI (Negera Kesatuan Republik Indonesia) pada umumnya dan institusi TNI pada khususnya. (lk)

Meimonews.com – Dalam upaya melawan Covid-19 di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Barmas sebagai organisasi adat yang mengusung tiga etnis budaya di Sulawesi Utara berharap seluruh masyarakat adat untuk bersatu, bergandengan tangan memutus matarantai penularan Covid-19.

“Sebagai Panglima Besar DPP Barmas, saya mengajak seluruh masyarakat adat untuk mendukung upaya pencegahan Covid-19 dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Jangan pernah lengah,” ujar Tonaas Jen Kawilarang ketika berbincang dengan Meimonews.com di Manado, Sabtu, (22/1/2022).

Permintaan tersebut disampaikan Panglima Besar DPP Barmas (Barisan Adat Masyarakat Sulawesi Utara) terkait dengan bencana non alam Covid-19 yang masih terus melanda berbagai negara di belahan dunia termasuk Indonesia.

Dikemukakan, gencarnya vaksinasi sebagai langkah meningkatkan kekebalan tubuh terhadap serangan Covid-19 untuk mencegah penularan yang lebih besar terus dilakukan oleh pemerintah dan semua pihak yang berkompeten di bidangnya.

Masyarakat adat juga, sebutnya, harus berada di garis depan dalam memerangi Covid-19 dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan tubuh serta menerapkan protokol kesehatan secara teratur.

“Kita juga harus saling mengingatkan kepada saudara-saudara kita, agar tetap menggunakan masker, dan menjaga imun tubuh, sekalipun bagi yang sudah ikut vaksinasi Covid-19,” ujarnya di dampingi Sekretaris Umum DPD Barmas Sulut Fernando FX Melo.

Tak hanya itu, kepada seluruh masyarakat adat diimbau pula untuk terus menjaga budaya kebersihan lingkungan dan alam sekitar yang asri yang juga sangat berperan penting dalam menentukan kesehatan manusia.

“Jangan lupa pertahankan budaya kelestarian alam dan menjaga kebersihan lingkungan, agar tetap terhindar dari serangan penyakit. Jika alam kita lestari dan lingkungan kita bersih, maka hati dan jiwa kita juga akan bersih dari pikiran-pikiran negatif,” tandasnya. (lk)

Meimonews.com -Suatu prestasi penting dibuat Pemerintah Kota (Pemkot) Manado terkait dengan pengendalian Covid-19 dan capaian vaksinasi tingkat Provinsi Sulut yakni terbaik pertama. Oleh karenanya, Pemkot Manado di bawah kepemimpinan Andrei Angouw (Walikota) dan Richard Sualang (Wakil Walikota).

Penghargaan diserahkan Gubernur Sulut Olly Dondokambey kepada Walikota Manado Andrei Angouw di sela-sela Rapat Koordinasi Gubernur Sulut bersama Bupati, Walikota dan Forkopimda se Provinsi Sulut di Ruang Mapalus Kantor Gubernur Sulut, Rabu (19/1/2022).

Gubernur memberikan apresiasi kepada Walikota Manado dengan memberikan dana hibah kepada Pemkot Manado Rp 10 miliar karena telah menjadi terbaik pertama dalam capaian vaksinasi.

Bahkan, memberikan kesempatan kepada Walikota Manado untuk memberikan testimoni agar bisa diikuti daerah lain.

“Intinya capaian vaksinasi ini soal kemauan. Karena semua daerah memiliki konsep untuk pengendalian Covid-19 dan capaian vaksinasi. Kalau kita bersama-sama maka herd imunity akan terbentuk di Provinsi Sulut,” jelas Gubernur.

Bahkan, Gubernur Sulut mendorong kabupaten/kota mencapai 90 persen vaksinasi pertama pada bulan Maret, supaya bisa mendapatkan dana hibah 10 miliar.

“Kalau vaksinasi capai 90 persen, maka ekonomi Sulut bisa berjalan dengan baik. Masyarakat bisa beraktivitas tanpa ada ketakutan,” jelas Gubernur.

Walikota Manado menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Sulut Olly Dondokambey yang telah memberikan penghargaan.

Menurut Walokota capaian vaksinasi baik di Kota Manado dikarenakan pihaknya memegang data. “Jadi ketua-ketua lingkungan memegang data. Siapa yang belum vaksin pertama dan belum vaksin kedua, sehingga lebih afektif untuk melakukan sosialisasi,” ujar Walikota.

Selain itu, sambung mantan Ketua DPRD Sukut ini, waktu Natal dan Tahun Baru memberlakukan pemasangan aplikasi peduli lindungi di setiap pusat perbelanjaan.

“Jadi kalau masuk mall harus tunjukan aplikasi peduli lindungi. Kalau belum divaksin, disitu langsung disiapkan tempat untuk vaksinasi,” ujarnya.

Penghargaan yang diberikan Pemerintah Provinsi Sulut, menurut Walikota, akan memicu Pemerintah Kota Manado untuk terus meningkatkan target vaksinasi. “Maret kita targetkan 90 persen sudah divaksin warga Kota Manado,” tandas Walikota. (lk)

Meimonews.com – Beberapa agenda di beberapa lokasi menjadi target turun lapangan (turlap) Walikota Manado Andrei Angouw pada Selasa (18/1/2022).

Lokasi pertama dikunjungi adalah di Tuminting di mana Walikota mengecek pekerjaan normalisasi anak sungai dan parit-parit yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Manado lewat Dinas PUPR Kota Manado.

Selesai dari Tuminting, mantan Ketua DPRD Sulut ini dan rombongan menuju Karangria, tepatnya di kompleks KPLP. Lokasi-lokasi yang dikunjungi ini sedang dilakukan perbaikan dan pengerukan anak sungai dan parit-parit.

Pekerjaan normalisasi ini dimaksudkan agar anak sungai dan parit diperlebar dan diperdalam agar dapat menampung debet air lebih banyak saat hujan lebat. Ini semua dilakukan supaya tidak ada lagi air menggenangi jakan dan pemukiman warga.

Walikota melanjutnya kunjungan ke Singkil Satu Kecamatan Singkil. Di kelurahan ini, Walikota menghadiri kegiatan Musrembang Kelurahan.

Dalam Musrembang ini, Walikota berharap agar usulan-usulan pembangunan adalah usulan yang berbobot dan masuk akal. “Fokus pada hal-hal yang berguna bagi masyarakat, misalnya Penerangan lampu-lampu jalan,” ujar Walikota.

Soal Pos Kamling harus dievaluasi lagi sebab selama ini Pos Kamling dipergunakan bukan pada tempatnya apalagi digunakan sebagai tempat minum-minum dan lain-lain.

Disebutkan, pos kamling dalam banyak hal dibuat di pinggiran jalan yang membuat jalan menyempit atau dibuat di atas trotoar, di atas parit yang justru membuat parit maupun drainase jadi tempat membuang sampah.

Walikota menyarankan agar perbaikan talud, jalan setapak atau lampu jalan akan direspon untuk diperjuangkan masuk dalam program pembangunan.

Selesai dari Singkil Satu, Walikota menuju kompleks Mantos III untuk melihat progres Pembangunan Kantor Pelayanan Terpadu Satu Atap. (lk)

Meimonews.com – Kendatipun pandemi Covid-19 belum berakhir namun Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) Sulut dan jajarannya terus berupaya agar pendapatan daerah (Patda) Sulut bisa mendekati target.

Buah kerja keras tersebut menghasilkan capaian realisasi Patda Sulut tahun.2021 sebesar Rp 3,863 triliun lebih atau 94,29 persen dari target sebesar Rp 4,097 triliun lebih. Bila dibandingkan dengan tahun 2020, memang ada pengurangan sebesar 1,98 persen yang berjumlah Rp 3,690 triliun lebih (96 27 persen) dari target Rp 3, 834 triliun lebih.

“Tahun 2021 capaian realisasi Patda Sulut berjumlah Rp 3,863 triliun lebih atau 94,29 persen dari target Rp 4,097 triliun lebih,” ujar Kepala Bapenda Sulut Olvie Atteng kepada Meimonews.com di ruang kerjanya, Rabu (19/1/2022).

Atteng pun memaparkan data-data Patda baik tahun 2021 dan tahun 2020 baik menyangkut target maupun realisasi termasuk prosentasinya.

Untuk Patda Sulut terdiri dari PAD (Pendapatan Asli Daerah) sebesar Rp 1,314 triliun lebih (88,73 persen) pada tahun 2021 sedang pada tahun 2020 sebesar Rp 1,125 triliun lebih (94,04 persen). PAD meliputi Pajak Daerah Rp 1,079 triliun lebih (93,49 persen), Retribusi Daerah Rp 114, 136 miliar lebih (58,16 persen).

Selain itu, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan Rp 51,195 miliar lebih (100,70 persen) dan Lain-lain PAD yang sah Rp 70,378 miliar lebih (87,40 persen).

Patda Sulut lainnya adalah Dana Transfer Rp 2,527 triliun lebih (97,39 persen) tahun 2021 sedang untuk tahun 2020 Rp 2,519 triliun lebih serta Lain-lain Pendapatan yang sah Rp 20,931 miliar lebih (104,66 persen) tahun 2021 sedang tahun 2020 Rp 46,670 miliar (93,02 persen).

Atteng berharap Patda Sulut tahun berjalan (2022) ini akang bertambah. Itulah sebabnya, Bapenda Sulut dan jajaran akan terus bekerja keras dan berinovasi agar realisasi Patda sesuai yang diharapkan. (lk)