Meimonews.com – 3 (tiga) perwakilan LPMPP (Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran) Unsrat mengikuti Rakernas (Rapat Kerja Nasional) Konsorsium Forum LSP P1 Perguruan Tinggi Indonesia dan Seminar Nasional Tahun 2026 yang diadakan di Gedung Ki Hajar Dewantoro UNS Tower Hotel, Jl. Ir. Sutami No. 36, Pucangsawit Kota Surakarta (Jawa Tengah), baru-baru,

Kegiatan yang diselenggarakan Konsorsium LSP P1 Perguruan Tinggi Indonesia bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Universitas Sebelas Maret (UNS) ini mengangkat tema Penguatan Tata Kelola LSP Perguruan Tinggi dalam Meningkatkan Sumber Daya Manusia Unggul Indonesia.

Kegiatan seminar dibuka oleh Rektor UNS Hartono sementara Keynote Speech adalah Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto.

Ketiga perwakilan tersebut adalah Kepala LPMPP Unsrat/Ketua Dewan Pengawas LSP Unsrat Max RJ Runtuwene, Ketua LSP Unsrat Ockstan Jurike Kalesaran dan Kabag Keuangan LSP Unsrat Reni Lusia Kreckhoof.

Kehadiran perwakilan dari LPMPP/LSP Unsrat ada kegiatan tersebut, jelas Runtuwene kepada Meimonews.com di Manado, Jumat (18/9/2026).tidak hanya sekadar hadir.

“Kami hadir dan memberikan kontribusi baik pemikiran maupun hal-hal yang telah dan akan diterapkan sekembali dari kegiatan tersebut,” ujarnya di dampingi Reynald J. Pakasi.

Dijelaskan, dalam konteks operasional Unsrat, LPMPP bertanggung jawab secara substantif terhadap pengawasan mutu pembelajaran, penyelarasan kurikulum berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), dan efikasi operasional unit sertifikasi profesi.

Kehadiran dalam Rakernas Konsorsium Forum LSP P1 PT Indonesia Tahun 2026 di
Universitas Sebelas Maret Surakarta menjadi langkah strategis untuk mensinkronkan kebijakan internal perguruan tinggi dengan regulasi terbaru BNSP serta arah kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Berdasarkan paparan kebijakan dan hasil ketetapan Rakernas 2026, LPMPP Unsrat merumuskan beberapa implikasi strategis yang perlu segera ditindaklanjuti. Pertama, Penyelarasan kurikulum OBE dan skema LSP. LPMPP perlu melakukan remapping terhadap seluruh kurikulum program studi di Unsrat guna memastikan unit-unit kompetensi yang diuji dalam LSP P1 terintegrasi secara langsung ke dalam Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) dan Modul Praktikum.

Kedua, Audit Internal Tata Kelola LSP P1 Unsrat. Mengacu pada standar ISO/IEC 17024 yang dipaparkan oleh BNSP, perlu dilakukan evaluasi menyeluruh (gap analysis) terhadap Sistem Penjaminan Mutu Internal LSP P1 Unsrat, khususnya pada ranah kerahasiaan perangkat uji, pemeliharaan lisensi asesor, dan independensi komite teknis.

Ketiga, Digitalisasi Operasional Asesmen. Perlunya percepatan integrasi platform e-assessment di Unsrat yang terhubung dengan database verifikasi BNSP untuk mengefisiensikan administrasi pendaftaran, pelaksanaan uji, hingga penerbitan sertifikat kompetensi. (FA)

Meimonews.com – Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Unsrat Jamaluddin Jompa menegaskan, Goes to Campoes merupakan bagian dari penguatan sinergi perguruan tinggi dan instansi pemerintah.

Penegasan tersebut disampaikan Plt. Rektor dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Wakil Rektor 4 Steenie Edward Wallah pada kegiatan DJKN Goes to Campoes yang diadakan di Lantai 12 Fakultas Hukum Unsrat, Kamis (17/9/2026).

Oleh karenanya, Plt. Rektor berharap kerjasama antara Unsrat khususnya Fakultas Hukum dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) dapat terus dikembangkan.

‘”Tidak hanya edukasi seperti DJKN Goes to Campus, tapi melalui berbagai bentuk kolaborasi yang mendukung pelaksanaan pendidikan, penelitian, peningkatan kompetensi, serta pengabdian kepada masyarakat,” ujar Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Hubungan Masyarakat ini mengutip Plt. Rektor.

Dekan Fakultas Hukum Unsrat Jacobus Ronald Mawuntu dalam percakapan dengan Meimonews.com di lokasi pameran menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya atas pelaksanaan DJKN Goes to Campoes dan Pameran Lelang yang dilaksanakan di Fakultas Hukum Unsrat.

“Terima kasih atas pelaksanaan kegiatan ini karena akan meningkatkan mutu akademik bagi mahasiswa dan juga dosen yang ikut dalam kegiatan ini,” ujarnya.

Di Fakultas Hukum para mahasiswa diajarkan tentang proses-proses hukum yang harus diketahui mereka. Maka dengan adanya sosialisasi ini, para mahasiswa mendapat pengetahuan tentang proses hukum seperti lelang dan prosesnya, sementara bagi parra dosen, mereka mendapat tambahan pengetahuan untuk materi mengajar.

“Ada unsur kebaikan bagi para mahasiswa dan dosen. Makanya, pihak fakultas berterima kasih dan mengapresiasi kegiatan ini,” sebut mantan Sekretaris Senat Unsrat ini.

Dekan Fakultas Hukum Unsrat Jacobus Ronald Mawuntu memantau pelaksanaan Pameran Lelang

Sebelum pemaparan materi sosialisasi oleh dua narasumber/pembicara, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) DJKN Sulawesi Utara, Tengah, Gorontalo dan Maluku Utara (Suluttengomalut) Sumarsono memberikan sambutan/kata pengantar.

Dua narasumber/pemateri sosialisasi yang mengusung tema Lelang Sebagai Instrumen Kepastian Hukum dan Penguatan Perekonomian adalah Grace Tampongangoy (Dosen Fakultas Hukum Unsrat) tentang Perspektif akademik, pernasalahan, perlindungan hukum, legalitas dan solusi, serta Jati Wiryawan (Kepala Subdirektorat Pengembangan dan Analisis Data Lelang DJKN Pusat) tentang Peran lelang dalam penegakan hukum dan penguatan fiskal nasional (Modern, terbuka dan terpercaya).

Bersamaan dengan pelaksanaan Goes to Campoes diadakan pula Pameran Lelang DJKN di Lantai Dasar Fakultas Hukum Unsrat.

Kepada Meimonews.com, Ketua Panitia Pameran Lelang Rachmadi (Kabid Penilaian DJKN Suluttenggo Malut) menjelaskan, pameran lelang melibatkan Perbankan, Balai Lelang Pejabat Lelang Kelas 1, Pejabat Lelang Kelas 2 dan UMKM. (FA)

Meimonews.com – Fakultas Pertanian (Faperta) Unsrat dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sulut menandatangani kerjasama di Aula Faperta Unsrat Manado, Selasa (15/9/2026).

Usai melakukan penandatanganan kerjasama, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian kuliah umum oleh Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Sulut Aris Yunatas.

Materi yang disampaikan Yunatas yang di dampingi tim adalah Dampak perubahan iklim terhadap pertanian dan antisipasinya.

Penandatangana kerjasama dan kuliah umum tersebut semakin menjadikan pertanian tangguh menghadapi perubahan iklim.

Perubahan iklim bukan lagi isu masa depan. Pergeseran musim, cuaca ekstrem, kekeringan, banjir, serta perubahan suhu dan curah hujan telah memengaruhi pola tanam, produktivitas, dan ketahanan pangan.

Karena itu, data iklim harus semakin terintegrasi dengan ilmu pertanian, teknologi, dan pengambilan keputusan petani.

“Terima kasih kepada Kepala Stasiun Klimatologi Sulawesi Utara Aris Yunatas bersama jajaran BMKG, atas berbagi pengetahuan dan penguatan kolaborasi dengan Fakultas Pertanian Unsrat,” ujar Dekan Faperta Unsrat Dedie Tooy.

Semoga sinergi BMKG dan Unsrat, tambahnya, terus berkembang menuju climate-smart agriculture: pertanian yang lebih adaptif, presisi, tangguh, dan berkelanjutan.

“Dari ilmu, membaca iklim. Dari inovasi, menjaga pangan. Dari kolaborasi, memberi dampak bagi negeri,” tambahnya. (FA)

Meimonews.com – Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD Kandou (RSUP Kandou) dan Fakultas Kedokteran (Faked) Unsrat menandatangani Pakta Integritas PPDS dan Perjanjian Penyelenggaraan Pembelajaran Klinik di Aula Kantor Pusat RSUP Kandou, Selasa (15/9/2026).

Penandatanganan ini dilaksanakan bersamaan dengan penutupan kegiatan Orientasi, Pendidikan dan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD), Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP), Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS), Pelayanan Prima serta Ketahanan Mental bagi peserta PPDS.

Dengan adanya kegiatan tersebut dan setelah menjalani rangkaian orientasi dan pelatihan dasar pelayanan rumah sakit, peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di RSUP Kandou Manado kini siap memasuki tahapan pendidikan klinis.

Para peserta PPDS selanjutnya menjalani proses pendidikan klinis di RSUP Kandou dengan bekal pengetahuan mengenai keselamatan pasien, mutu pelayanan, pencegahan infeksi, keselamatan kerja, pelayanan prima serta ketahanan mental

Dekan Faked Unsrat Billy Johnson Kepel menjelaskan, penandatanganan Pakta Integritas menjadi simbol kesanggupan semua pihak untuk menjalankan proses pendidikan secara bertanggung jawab.

Peserta PPDS, sebut Dekan, nantinya tidak hanya menghadapi persoalan akademik dan klinis, tetapi juga berbagai aspek nonakademis ketika berada di lingkungan pelayanan rumah sakit.

“Tidak semua profesi ada pakta integritas. Ini penting karena aspek klinis maupun nonklinis harus diantisipasi saat saudara terjun dalam pelayanan sebagai residen PPDS,” ujarnya.

Diingatkan, proses pendidikan yang akan dijalani selama kurang lebih empat tahun harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan tetap berpegang pada Pakta Integritas yang telah ditandatangani.

Dekan menyampaikan terima kasih kepada Direktur Utama RSUP Kandou beserta jajaran yang telah menerima para peserta PPDS untuk menjalani proses pembelajaran klinik. “Terima kasih Pak Dirut dan jajaran. Terimalah mereka untuk belajar di RS Kandou,” ujarnya.

Direktur Utama RSUP Kandou Starry Homenta Rampengan mengatakan, berakhirnya orientasi dan pelatihan menjadi tanda bahwa peserta didik telah siap memasuki pendidikan klinis. “Hari ini penutupan pelatihan. Itu tandanya peserta didik siap mulai dengan pendidikan klinis,” ujarnya.

Memasuki lingkungan klinis, Dirut meminta peserta PPDS menjaga sikap dan menghindari segala bentuk perundungan selama menjalani pendidikan.

Secara khusus, Dirut menitipkan tiga hal kepada para peserta didik, yakni belajar sungguh-sungguh, melayani dengan hati, dan memperlakukan semua orang dengan rasa hormat.

“Jangan membeda-bedakan. Apakah tenaga kesehatan ini atau itu, cleaning service, tenaga kesehatan lainnya, maupun bagian administrasi. Semua harus kita perlakukan dengan rasa hormat,” tegasnya.

Lingkungan pendidikan dan pelayanan rumah sakit, menurutnya, merupakan tempat untuk membentuk kemampuan sekaligus karakter seorang dokter. Karena itu, peserta PPDS dituntut mampu menunjukkan sikap profesional, menghargai sesama dan mengutamakan kepentingan pasien.

“RS Kandou dan Faked Unsrat memiliki tanggung jawab terhadap pendidikan dokter. Jadilah dokter yang berdedikasi,” pesannya.

Dirut juga mengingatkan, pendidikan kedokteran tidak hanya berorientasi pada kemampuan klinis. Pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian penting yang harus dijalankan secara seimbang.

Usai memberikan sambutan, Dirut di dampingi Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian RSUP Kandou Yune Laukati menutup kegiatan orientasi, pendidikan dan pelatihan peserta PPDS.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Dekan 1 Faked Unsrat Nurdjanah Jane Niode. (FA)

Meimonews.com – LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) Unsrat pimpinan Jefrey Ignatius Kindangen mengadakan Pembekalan KKT (Kuliah Kerja Terpadu) Angkatan 149 Semester Ganjil Tahun Ajaran 2026/2027).

Kegiatan pembekalan ini diadakan selama 3 hari yakni Selasa – Kamis (15-17/9/2026) di Auditorium Unsrat Manado.

Tujuan diadakannya KKT adalah menghasilkan sarjana yang memiliki kepedulian dan mampu menanggulangi permasalahan di masyarakat secara nyata dan interdisipliner; Menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang diperoleh di ruang kelas untuk membantu pembangunan masyarakat; serta Memenuhi pilar ketiga dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat.

Ada sejumlah materi yang diberikan kepada para mahasiswa peserta KKT tersebut. “Ada beberapa materi yang diberikan kepada para mahasiswa KKT TA 2026/2027,” ujar Kepala Pusat Pengelolaan dan Pengembangan KKT LPPM Unsrat Rignolda Djamaluddin kepada Meimonews.com, usai kegiatan hari pertama.

Materi-materi pembekalan, jelas Rignolda, mencakup aspek strategis pelaksanaan KKT yang harus dipahami oleh mahasiswa, yakni Arah kebijakan KKT unsrat; Struktur organisasi pelaksana dan tata-laksana tugas dan koordinasi; Kelengkapan dan tata-kelola posko.

Selain itu, Penyusunan program kerja utama/tematik dan tambahan; Pemerintahan desa/kelurahan; Pelaporan dan yudisium; Simulasi pembentukan posko dan penyusunan program.

Ke- 7 hal tersebut diselesaikan di dalam kelas besar. Selanjutnya pembekalan tingkat dosen pembimbing dan pengawas untuk memastikan kesiapan pemberangkatan. Mahasiswa yang ke lapangan harus berhasil mengikuti pembekalan.

“Untuk mahasiswa dengan program tematik akan diberi pembekalan khusus berkaitan dengan tema yang akan dikerjakan mahasiswa atau berdasarkan kerjasama dengan institusi tertentu,” tambahnya. (FA)

Meimonews.com – Dekan FISIP (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) Unsrat Ferry Markus Daud Liando menegaskan, terjadinya kegaduhan politik di berbagai negara lebih disebabkan oleh karena tingkat kemakmuran suatu negara berada pada level rendah.

Jika angka kemiskinan tinggi, pelayanan publik buruk, biaya pendidikan tinggi dan pelayanan kesehatan tidak bagus maka kecenderuungan yang terjadi di negara itu adalah kekacauan, ketidakpastian serta terjadi instabilitas politik.

Penegasan tersebut disampaikan Liando ketika memberikan sambutan pembukaan Seminar Nasional Peran Mahasiswa sebagai Jembatan Solusi di Tengah Gejolak Sosial Politik dan Ekonomi yang diadakan di Lantai 2 FISIP Unsrat, Selasa (15/9/2026).

Seminar nasional yang meghadirkan Dosen Magister Ilmu Pemerintahan Universitas Muhamadiyah Indonesia Aos Kuswandi sebagai pembicara utama ini dihadiri Wakil Dekan 1 Alfon Kimbal MSI, Wakil Dekan 2 Shirley Goni, para pimpinan jurusan dan dosen serta ratusan mahasiswa FISIP Unsrat.

Liando mengungkapkan, sejumlah negara yang dinamikamia politiknya sangat stabil seperti Denmark, Swedia, Finlandia dan Norwegia. “Negara-negara itu politiknya sangat stabil. Penyebabnya karena masyarakatnya makmur,” ujarnya.

Di negara- negara tereebut dari biaya sekolah, biaya kesehatan, biaya perumahan, rumah pemukiman serta jaminan lapangan pekerjaan bagi rakyatnya sepenuhnya menjadi tanggungjawab pemerintah. Rakyat percaya dengan pemimpinnya, sehingga tidak pernah terdengar adanya kegaduhan di negara itu.

Jika negara Indonesia bisa di kelola dengan baik, maka kemakumaran rakyat dapat tercapai. “Kita sesungguhnya negara kaya. Sumber daya alam kita cukup tersedia untuk mensejahterakan masyarakat. Tinggal komitemen dan motivasi pemerintah dalam mengelola negara secara professional,” sebutnya. (FA)

Meimonews.com – Sebanyak 8 (delapan) suster Konggregasi Suster-suster JMJ (Jesus Maria Joseph) akan memperingati Hidup Membiara pada Rabu (16/9/2026).

Peringatan istimewa yang diwarnai misa syukur tersebut akan diadakan di Komunitas Sta. Anna Lembean, Minahasa Utara.

Sejumlah imam/pastor termasuk Pastor Paroki St. Paulus Lembean Pastor Aloysius Wilar Pr akan memimpin misa syukur yang mengangkat tema Dalam segala hal tidak binasa karena Engkau menguduskan kami.

Kedelapan suster tersebut adalah Sr. Rafael Keni SJMJ dan Sr. Johanetta Langitan SJMJ yang akan memperingati 70 tahun hidup membiara, Sr. Vinsensia Siunta SJMJ, Sr. Elsabeth Ray SJMJ dan Sr. Caroline Tan SJMJ memperingati 40 tahun hidup membiara serta Sr. Kristina Karonggora SJMJ, Sr. Anastasya Sambine SJMJ, dan Sr. Bernadetha Nurut SJMJ memperingati 25 tahun hidup membiara. (lex)

Meimonews.com – Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Unsrat Jamaluddin Jompa menegaskan, Peraturan Akademik merupakan landasan penting dalam penyelenggaraan pendidikan di Universitas Sam Ratulangi.

Karena itu, implementasinya dalam kurikulum harus dipahami secara bersama dan diterjemahkan secara nyata dalam proses pembelajaran.

Penegasan tersebut dikemukakan Plt. Rektor dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Wakil Rektor 1 (Bidang Akademik) Unsrat Gehart Arthur Pinaria pada Workshop Implementasi Peraturan Akademik Unsrat Nomor 3 Tahun 2026 dalam Kurikulum di Hotel Tateli, Jumat (11/9/2026).

Kegiatan yang antara lain dihadiri Wakil Rektor, Dekan dan Wakil Dekan, Direktur Pascasarjana, Ketua Program Studi, para pimpinan lembaga dan unit kerja, lingkungan Unsrat ini dilaksanakan hingga Sqbtu (12/9/2026).

“Kurikulum bukan sekadar dokumen akademik, tetapi merupakan instrumen utama untuk memastikan mahasiswa memperoleh kompetensi yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, kebutuhan masyarakat, dunia kerja, serta tantangan masa depan,” ujarnya.

Melalui workshop ini, Plt. Rektor berharap dapat memastikan keselarasan antara Peraturan Akademik, kurikulum, proses pembelajaran, asesmen, dan capaian pembelajaran lulusan.

Perlu juga menjadikan momentum ini untuk memperkuat penerapan Outcome-Based Education (OBE), pembelajaran yang adaptif, pemanfaatan teknologi dan Artificial Intelligence, serta penguatan karakter dan kompetensi lulusan.

Plt. Rektor meminta kepada seluruh fakultas dan program studi agar hasil workshop ini ditindaklanjuti dengan melakukan pemetaan terhadap kurikulum masing-masing dan melakukan penyesuaian sesuai dengan ketentuan Peraturan Akademik Nomor 3 Tahun 2026.

“Mari kita jadikan perubahan regulasi ini bukan sebagai beban administratif, tetapi sebagai momentum untuk meningkatkan mutu akademik dan menghasilkan lulusan Unsrat yang unggul, adaptif, berintegritas, dan relevan dengan kebutuhan masa depan,” ujarnya berharap. (lexie)

Meimonews.com – Dekan FISIP (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) Unsrat Ferry Markus Daud Liando mengungkapkan, salah satu tantangan terberat yang dialami para sarjana saat ini adalah makin ketatnya persaingan dalam memperoleh lapangan pekerjaan.

“Ada banyak sarjana yang hingga kini masih sulit mendapatkan pekerjaan. Konskuensinya adalah pengangguran, beban keluarga dan penyakit sosial,” ujarnya ketika memberikan sambutan pada kegiatan Bina Rohani Mahasiswa Kristen FISIP Unsrat di Sekolah Alkitab Langowan, Sabtu (12/9/2026).

Menurutnya, ada empat penyebab sulitnya mendapatkan pekerjaan saat ini. Pertama, makin terbatasanya institusi baik pemerintah maupun swasta yang membutuhkan tenaga kerja. Kedua, adanya kecanggihan teknologi yang telah banyak menggantikan tenaga manusia.

Ketiga, makin menjamurnya tenaga kerja asing yang mendominasi pangan pekerjaan. Keempat, lemahnya daya saing ketika berkompetisi mendapatkan lapangan pekerjaan.

Namun demikian, sebutnya, di tengah tantangan tersebut, para mahasiswa harus harus berjuang untuk mendapatkan pekerjaan setelah lulus. “Sebab tidak mungkin para mahasiswa hanya terus bergantung pada bantuan orang tua,” tandasnya.

Wakil Dekan 3 FISIP Unsrat Donald M. Monintja saat memberikan sambutan pada acara pembukaan Bina Rohani Mahasiswa Kristen FISIP Unsrat

Dikemukakan, kelak setiap mahasisswa kelak akan membentuk keluarga baru, membesarkan dan akan menyekolahkan anak-anak dan semuanya itu tidak mungkin hanya bergantung pada orang tua.

“Para mahasiswa yang akan menjadi sarjana harus berusaha untuk bekerja karena ini juga sebagai bentuk kesaksian dan tanggungjawab. Tidak elok jika sudah sarjana tapi masih disebut pengagguran,” ujarnya.

Dujelaskan, salah satu pemicu kakacauan, kerusuhan dan kejahatan dipicu oleh pemuda-pemuda produktif yang tidak memiliki pekerjaan tetap.

Ditambahkan, meski makin ketatnya persaingan dalam mendapatkan pekerjaan, namun bukan berarti akan menutup peluang dan kesempatan. Jika mahasiswa kristen mampu mewujudkan kualitas diri yang unggul, maka akan sangat mudah untuk mendapatkan pekerjaan yang diibutuhkan.

Dekan lantas membagi beberapa tips sebagai strategi bersaing untuk mendapatkan pekerjaan serta strategi dalam pengembangan karier dalam dunia pekerjaan kelak.

Pertama, kejar kecerdasan mulai dari keseriusan belajar. Intelektul dan kepinteran sangat mendukung peluang mendapatkan pekerjaan. Kedua, perlu memiliki karakter dan track record yang baik. Karakter menjadi salah sastu penentu utama keberhasilan seseorang. Meski pinter tapi jika tidak jujur, tidak sopan, angkuh dan selalu negatif thinking terhadap orang lain, maka kepinteran itu tidak akan menjadi berguna.

Ketiga, harus memiliki skill atau keterampilan baik penguasaan teknologi, kemampuan berbahasa asing, pengembangan talenta seni atau keterampilan lain yang bisa saja menjadi persoaln branding yang diakui orang lain.

Keempat, perluas jejaring sosial. Jika poin 1, 2 dan 3 telah kita miliki maka secara otmatis memudahkan kita membangun jejaring sosial. Kadang kesempatan pekerjaan itu datang dari orang yang mengenal kita dan mengetahui diri kita memiliki kepinteran, karakter dan keterampilan yang baik.

“Keempat cara ini, bukan hanya memudahkan kita dalam mendaptkan pekerjaan, namun menjadi bekal kita dalam pengembangan karier jika kita sudah bekerja,” tegasnya.

Bina Rohani Mahasiswa Kristen FISIP Unsrat yang mengangkat tema Be Empowered ini berlangsung dua hari, yang dimulai Jumat (11/9/2026).

Sejumlah materi diberikan kepada para peserta kegiatan yang dibuka pelaksanaannya oleh Wakil Dekan 3 Donald M. Monintja. (FA)

Meimonews.com – Fakultas Pertanian (Faperta) Unsrat Manado memfasilitasi Ujian Kompetensi PATPI (Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia).

Pelaksanaan ujian secara nasional ini dilaksanakan di ruang kuliah Faperta Unarat Manado, Sabtu (5/9/2026).

Ada sebanyak 10 mahasiswa Prodi (program studi) Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Unsrat yang ikut dalam kegiatan tim PATPI yang terdiri dari Eko Hari Purnomo, Yoakhim Oessoe, dan Dyta Anggraeni ini.

Kegiatan ini, menurut Dekan Faperta Unsrat Dedie Tooy, menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan kompetensi, profesionalisme, dan kesiapan mahasiswa/calon profesional di bidang teknologi pangan sesuai standar kompetensi yang berlaku secara nasional.

Ditegaskan, Faperta Unsrat terus mendorong peningkatan mutu, kompetensi, dan daya saing lulusan. (FA)