Meimonews.com – Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Unsrat Jamaluddin Jompa mengemukakan, tema Dies Natalis ke-62 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsrat yakni FISIP Unsrat : berinovasi untuk demokrasi, berkarya untuk negeri merupakan tema yang sangat relevan dengan tantangan kehidupan bangsa Indonesia saat ini.

Hal tersebut dikemukakan Plt. Rektor saat memberikan sambutan pada Sidang Senat FISIP Unsrat dalam rangka Dies Natalis ke-62 FISIP yang diadakan di Auditoroum Unsrat Manado, Jumat (4/9/2026).

Hadir pada momen istimewa ini, pimpinan Unsrat, pimpinan dan anggota senat FISIP Unsrat, Dekan FISIP Unsrat Ferry Daud Markus Liando, para Dekan se-Unsrat, sivitas akademika dan alumni FISIP Unsrat serta undangan lainnya seperti Wakil Gubernur (Wagub) Sulut Johanis Victor Mailangkay mewakili Gubernur Sulut Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus.

“Demokrasi tidak hanya membutuhkan sistem dan institusi. Demokrasi membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kesadaran politik, literasi informasi, kemampuan berpikir kritis, serta komitmen terhadap nilai-nilai kebangaaan,” ujarnya.

Dalam konteks inilah, sambung Jompa yang adalah juga Rektor Universitas Hasanudin Makassar (Unhas), FISIP memiliki posisi yang sangat penting.

FISIP, menurut Jompa, harus terus menjadi salah satu pusat pengembangan pemikiran kritis, pusat kajian kebijakan publik, pusat pengembangan ilmu pemerintahan dan politik, pusat pengembangan komunikasi publik, serta pusat kajian terhadap berbagai perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat

“Tema Berkarya untuk negeri, juga harus dinaknai sebagai panggilan bagi seluruh sivitas akademika FISIP Unsrat untuk memberikan kontribusi nyata kepada bangsa,” ujarnya

Ditegasian, universitas tidak boleh menjadi menara gading yang jauh dari masyaraka. Perguruan tinggi harus hadir di tengah berbagai persoalan bangsa. Para akademisi harus mampu memberikan pemikiran dan solusi. Para mahasiswa harus meniliki kepekaan sosial. Dan lulusan harus membawa nilai-nilai keilmuan dan integritas ke dalam berbagai bidang pengabdian.

Tema yang diangkat pada Dies Natalis tahun ini, menurut Gubernur Sulut dalan sambutannya yang dibacakan Wagub, mengandung pesan yang sangat kuat tentang peran perguruan tinggi di tengah perubahan zaman.

Berinovasi untuk demokrasi berarti FISIP Unsrat harus terus melahirkan gagasan, pemikiran dan pendekatan baru dalam menjawab denamika sosial dan politik, sekaligus mendorong demokrasi yang semakin sehat, dewasa, inklusif dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Sementata berkarya untuk negeri, berarti setiap ilmu pengetahuan, penelitian, pendidikan dan pengabdian yang lahir dari lingkungan FISIP harus dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan bangsa.

“Ilmu sosial dan ilmu politik bukan hanya berbicara mengenai teori, pemerintahan, politik, administrasi, hubungan antarindividu maupun hubungan antarlembaga,” ujar Mailangkay mengutip sambutan gubernur.

Lebih jauh dari itu, tambahnya, ilmu-ilmu tersebut berbicara mengenai manusia, masyarakat, tata kehidupan bersama, kepemimpinan, demokrasi, keadilan, pelayanan publik, serta bagaimana kkita membangun kehidupan yang lebih baik. (FA)

Meimonews.com – PT Bank SulutGo (BSG) memperkuat komitmennya dalam memajukan sektor pendidikan tinggi di Sulawesi Utara melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan sejumlah pimpinan perguruan tinggi se-Bolaang Mongondow Raya (BMR).

Acara penting ini dilangsungkan dalam rangkaian kegiatan Kuliah Umum dan Wisuda Bersama Perguruan Tinggi di Kota Kotamobagu di Ballroom Hotel Sutan Raja Kotamobagu, Jumat (4/9/2026).

Rangkaian kegiatan ini diawali dengan jalan sehat di Ilongkow (lahan kampus STMIK Multicom) pada pukul 06.00 WITA, kemudian dilanjutkan dengan prosesi akademik serta penandatanganan kerjasama strategis bersama Bank SulutGo.

Penandatanganan MoU dan PKS ini dilakukan oleh Direktur Utama PT Bank SulutGo nRevino Maydi Pepah, bersama pimpinan dari berbagai perguruan tinggi di wilayah BMR.

Perguruan tinggi yang melakukan MoU dan PKS dengan Bank SulutGo adalah STMIK Multicom Bolaang Mongondow di mana MoU ditandatangani oleh Supit Mamuaya sementara PKS oleh Novyan Joiner Deno Mamuaya.

Institut Agama Islam Kotamobagu, MoU oleh Muliadi Mokodompit sementara PKS oleh Zainul A. Lantong. Institut Kesehatan dan Teknologi Jainudin, MoU oleh Eko Susilo sementara PKS oleh Jainudin Damopolii

Institut Kesehatan dan Teknologi Graha Medika, MoU dan PKS ditandatangani oleh Ns. Echa Efendy Siswanto Amir. Institut Agama Islam Muhammadiyah, MoU dan PKS ditandatangani oleh Feiby Ismail.

Kehadiran Asisten 1 Setdaprov Sulut Denny Mangala (mewakili Pemerintah Provinsi), bersama Wakil Walikota Kotamobagu Rendy Virgiawan Mangkat, serta para pejabat tinggi lainnya semakin memberikan legitimasi pentingnya kolaborasi lintas sektor ini.

Gubernur Sulut Mayor Jenderal TNI Purn.Yulius Selvanus yang diwakili Asisten 1, dalam orasi ilmiah dan kuliah umum mengupas tuntas berbagai potensi besar serta kemajuan pembangunan yang sedang dicapai oleh Provinsi Sulawesi Utara.

Gubernur juga menekankan pentingnya peran strategis serta peluang terbuka bagi para wisudawan baru untuk turut serta berkontribusi nyata demi kemajuan dan kesejahteraan Provinsi Sulawesi Utara ke depan.

Melalui kolaborasi strategis ini, Bank SulutGo berharap dapat terus memberikan layanan perbankan terbaik serta mendukung ekosistem pendidikan tinggi yang lebih maju dan mandiri di wilayah Bolaang Mongondow Raya, sejalan dengan semangat “Torang Pe Bank.” (elka)

Meimonews.com – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Manado menggelar pelatihan dan pengolahan tanaman obat untuk membantu pengobatan diabetes di Kelurahan Malalayang Dua, Kota Manado, baru-baru.

Tim Pengabmas yang terdiri dari Selfie PJ Ulaen (Ketua Tim) dengan anggota Sri Handayani Gurning, dan Juliet Tangka, serta 3 mahasiswa tersebut menggelar kegiatan di rumah salah satu warga yang dihadiri Kepala Seksi PMK (Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan) Roswita Kendek (mewakili Lurah), Ketua Lingkungan VII Enrico Mamoto, dan sejumlah warga setempat.

Pengabmas yang merupakan perwujudan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi seperti ini rutin dilakukan Poltekkes Kemenkes Manado Jurusan Farmasi.

Kegiatan dibuka Kepala Seksi PMK (mewakili Lurah). Dalam sambutannya, Roswita mengatakan, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat apalagi berkaitan dengan kesehatan.

Lewat kegiatan ini, sebutnya, menjadi bekal bagi warga yang hadir pada kegiatan, dan bisa disampaikan juga kepada warga lain, serta juga sangat baik karena dapat dijadikan potensi usaha untuk dikembangkan.

Ia berharap, kegiatan ini bisa dilaksanakan berkelanjutan karena sangat bermanfaat dalam hal pengolahan obat tradisional.

Roswita, atas nama Pemerintah Kelurahan, menyampaikan apresiasi dan ucapan banyak terima kasih kepada Tim Pengabmas Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Manado yang telah melaksanakan kegiatan pengabmas ini di Kelurahan mereka.

Kegiatan pengabmas dimulai dengan pemberian materi oleh Selfie PJ Ulaen dan dilanjutkan dengan praktek pembuatan infus water dan rebusan tanaman.

Dalam kegiatan ini dilakukan juga skrining kesehatan berupa pemeriksaan darah (Glukosa, Asam Urat dan Kolesterol).

Masyarakat terlihat sangat antusias dengan kegiatan ini apalagi dilibatkan secara langsung dalam setiap proses.

Msyarakat peserta kegiatan mengapresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini. Mereka sangat senang mengikuti kegiatan ini karena menambah pengetahuan dan keterampilan dalam hal obat tradisional.

Harapan peserta, kegiatan ini dapat dilaksanakan kembali secara berkesinambungan untuk memperkaya pemahaman tentang tanaman obat tradisional bagi masyarakat. (lex)

Meimonews,com – Fakultas Teknik (Fatek) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado mengadakan pembukaan Dies Natalis ke-62 fakultas di kompleks fakultas, Kamis (27/8/2026).

Hadir pada kegiatan ini Wakil Rektor 4 Steenie Edward Wallah mewakili Pelalsana Tugas (Plt) Rektor Unsrat Jamaluddin Jompa, para Dekan fakultas se-Unsrat serta pimpinann dan civitas akademika Fatek Unsrat.

Plt. Rektor yang diwakili Wakil Rektor 4 (Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Hubungan Masyarakat)  dalam sambutannya mengatakan, Dies Natalis adalah kesempatan untuk melihat kembali perjalanan yang telah ditempuh dan mengevaluasi capaian hari ini, sekaligus menentukan arah di masa depan.

Rektor berharap, Fatek Unsrat semakin mengambil peran dalam menghasilkan infrastruktur yang tangguh terhadap bencana, bangunan dan kawasan yang ramah lingkungan, sistem transportasi yang efisien, teknologi energi yang berkelanjutan, transformasi digital, pengelolaan sumber daya dan digital.

Selain itu, pengelolaan sumber daya air dan lingkungan, serta berbagai inovasi teknologi yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan daerah kepulauan.

Dekan Fatek Unsrat Liany A. Hendratta dalam sambutannya menjelaskan tema dies yakni Sustainable and Human-Centered Engineering for Livable, Transformation, and Ecologically Resilient Environments, menegaskan komitmen bahwa ilmu teknik tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik atau kemajuan industri semata tapi lebih dari itu, rekayasa modern harus berpusat pada manusia dan keberlanjutan lingkungan.

Dekan Fatek Unsrat mengajak civitas akademika Fatek Unsrat untuk terus menjadi pelopor inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat luas di Indonesia. (FA)

Meimonews.com – Puluhan warga Kelurahan Malendeng Kota Manado mendapat edukasi tentang bahaya pengawet dan pewarna yang dilarang ditambahkan dalam makanan serta dilatih deteksi kandungan pengawet dan pewarna.

Kegiatan yang diadakan di rumah salah satu warga di lingkungan 1, baru – baru tersebut diselenggarakan Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Masyarakat (Poltekkes) Kemenkes Manado yang diketuai Evelina M. Nahor dengan anggota Yos Banne dan Elvie R. Rindengan serta beberapa mahasiswa.

Hadir dalam kegiatan pengabmas yang merupakan perwujudan dari tri dharma perguruan tinggi ini adalah Lurah Malendeng Sidik Moha, Ketua PKK Malendeng Meidy Katili serta ibu-ibu TP PKK dan masyarakat setempat.

Penggunaan pengawet dan pewarna makanan yang tidak sesuai dengan ketentuan, terutama bahan yang dilarang ditambahkan dalam pangan, dapat menimbulkan risiko terhadap kesehatan.

“Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat dan dukungan terhadap keamanan pangan, maka tim dosen dan mahasiswa Jurusan Farmasi Poltekkes Manado melakukan kegiatan pengabmas ini,” ujar Nahor kepada Meimonews.com.

Lurah Melendeng dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan dukungan serta terimakasih kepada Tim Pengabmas Jurusan Farmasi Poltekkes Manado yang telah memberikan kesempatan yang sangat berharga bagi masyarakat Kelurahan Malendeng untuk mendapatkan pengetahuan dan pelatihan.

Kegiatan ini, menurut Lurah, sangat bermanfaat dalam meningkatkan wawasan masyarakat, khususnya terkait keamanan pangan, sehingga masyarakat lebih selektif dan bijaksana dalam memilih makanan yang aman dengan bahan tambahan yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kegiatan pengabmas diawali dengan pemberian edukasi kepada ibu – ibu TP PKK dan masyarakat tentang bahaya pengawet dan pewarna yang dilarang ditambahkan dalam makanan yang dapat mengganggu kesehatan manusia, sehingga masyarakat bisa menggunakan pengawet ataupun pewarna alami yang lebih aman untuk dikonsumsi.

Selanjutnya ibu – ibu TP PKK dan masyarakat dilatih dan didampingi bagaimana cara deteksi sederhana pengawet yang dilarang yaitu formalin pada sampel mie dan tahu, dan pewarna yang dilarang yaitu phodamin B pada ikan cakalang dan methanyl yellow pada kerupuk.

Dengan adanya edukasi ini masyarakat memahami pengawet dan pewarna pangan yang tidak sesuai dengan peraturan pemerintah, dan bisa memanfaatkan pengawet alami seperti garam, gula dan lemon, dan pewarna alami seperti kunyit, pandan, kulit jeruk, wortel, kulit buah naga dan ubi jalar ungu, yang lebih aman bagi kesehatan dan mudah didapat dari alam sekitar. (lex)

Meimonews.com – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, pekan lalu menggelar wisuda gelombang pertama tahun akademik 2026/2027 di Auditorium Unsrat Manado.

Salah satu yang diwisuda adalah Daniela Vanessa Wowor wisudawan Fakultas Hukum yang berpredikat Cum Laude.

Tata, demikian panggilan sehari-hari, selain meraih peringkat 1 terbaik lulusan fakultas Hukum Unsrat dengan IPK 4.00 adalah Presiden ALSA ( Asian Law Students Asociation), sebuah wadah internasional perkumpulan mahasiswa hukum se-Asia.

Menurut sang ayah, Patrick Wowor (alumni Fekon Unsrat) di dampingi istrinya Penatua Grace J. Waleleng (Kajur Ilmu Komunikasi FISIP Unsrat dan Sekretaris Jemaat GMIM Bukit Sion Taas Manado), Tata sejak kecil telah menunjukkan multitalenta dan rasa keinginantahuan yang tinggi.

Saat SD, juara lomba vokal grup Piala Gubernur, di SMP Kristen Eben Haeser Manado raih medali perak pada Festival Choir di Singapura. Bakat tampil publik muncul saat meraih posisi Ketua OSIS SMA Kristen Eben Haeser Manado.

Saat mahasiswa Fakultas Hukum Juara 1 Lomba Debat Hukum Piala Mahkamah Agung RI, beberapa kali ikut lomba Debat Hukum mewakili Fakultas Hukum Unsrat di beberapa kota pulau Jawa dan di luar negeri selalu meraih juara 1. Tahun 2024 – 2025, Tata tercatat sebagai mahasiswa berprestasi Fakultas Hukum Unsrat.

Tahun 2025, Tata melalui pemilihan ketat, dipercaya didaulat sebagai Presiden ALSA dan sekarang selesai wisuda, akan ke Korea Selatan menghadiri serahterima jabatan Presiden, wadah internasional perkumpulan mahasiswa hukum se-Asia tersebut.

Salah satu anak bangsa yang pernah satu semester mengenyam kuliah di Durham University Inggris ini semasa mudanya lebih banyak berkiprah aktif di forum forum internasional.

Dari percakapan dengan Patrick Wowor terungkap, semangat tidak pandang menyerah dari Tata ternyata diturunkan dari sang Opa, Ben Wowor, penulis sejarah dan salah satu pejuang Peristiwa Heroik Merah Putih 14 Februari 46 di Sulawesi Utara. Bakat seni Tata yang suka main gitar, piano, keyboard, dan biola itu diturunkan dari gen mamanya. (FA)

Meimonews.com – Tim Pengabdian Masyarakat (Pengabmas) Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Manado yang diketuai Yos Banne (Ketua Jurusan Farmasi) dengan anggota Evelina Maria Nahor, Jovie Mien Dumanauw dan sejumlah mahasiswa menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat (pengabmas) di Lingkungan 1 Kelurahan Malendeng, Manado, Rabu (19/8/2026).

Kegiatan yang dilakukan di rumah salah satu anggota Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) setempat ini dihadiri Lurah Malendeng Sidik Moha, Ketua TP PKK Kelurahan Malendeng Meidy Moha Katili, pengurus dan anggota TP PKK serta warga setempat.

Kegiatan pengabmas tersebut adalah Edukasi Pemanfaatan Tanaman Obat dan Pelatihan Pengolahan dan Pembuatan Teh Herbal Untuk Membantu Pengobatan Penyakit Hipertensi.

Hipertensi atau tekanan darah tinggi masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian.

Kondisi ini sering disebut sebagai silent killer karena banyak orang tidak menyadari bahwa dirinya mengalami tekanan darah tinggi.

Jika tidak dikendalikan, hipertensi dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung, stroke, serta gangguan ginjal.

Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi hipertensi berdasarkan diagnosis dokter di Sulawesi Utara tercatat sebesar 12,1% dan menempati peringkat ke-3 tertinggi secara nasional.

Pemanfaatan kekayaan bahan alam sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan terus dikembangkan oleh Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Manado.

Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (pengabmas) sebagai salah satu unsur Tridharma Perguruan Tinggi, tim dosen memperkenalkan pemanfaatan sejumlah bahan alam yang diolah menjadi sediaan teh herbal sebagai salah satu bentuk edukasi dan upaya mendukung pengelolaan hipertensi.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai hipertensi serta upaya pencegahan dan pengendaliannya.

Dalam sambutannya ketika membuka kegiatan, Lurah Malendeng menyampaikan terima kasih dan apresiasi karena kegiatan dilaksanakan di daerah yang dipimpinnya serta menilai kegiatan ini memberikan dampak positif pada masyarakat karena dapat meningkatkan pengetahuan warga dalam mengelola tekanan darah tinggi secara mandiri menggunakan bahan alami di lingkungan sekitar.

Lurah berharap agar kegiatan seperti ini dapat berlanjut di masa yang akan datang karena dampak nyata dirasakan secara langsung oleh masyarakat yaitu peningkatan keterampilan dalam memanfaatkan bahan alam menjadi produk herbal yang lebih praktis dan memiliki nilai tambah.

Yos Banne dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan pengabmas merupakan salah satu unsur Tridharma Perguruan Tinggi yang wajib dilaksanakan oleh dosen.

Materi yang dibawakan dalam kegiatan pengabmas merupakan hasil penelitian kesehatan yang dapat diterapkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat.

Kegiatan yang dilakukan mencakup penyuluhan seputar hipertensi, pengukuran tekanan darah peserta, dan pelatihan pengolahan dan pembuatan teh herbal dari bahan alam untuk membantu mengobati hipertensi.

Dalam kegiatan ini, peserta diperkenalkan pada berbagai bahan alam yang dapat dimanfaatkan dalam pengembangan teh herbal, yaitu daun pegagan, bunga telang, jahe merah, sereh, daun sirsak, bunga rosella, dan kayu manis.

Peserta juga diajarkan mengenai tahapan pengolahan bahan alam hingga menjadi sediaan teh herbal. Tahapan tersebut meliputi pemilihan bahan, pembersihan, pengeringan, peracikan, pengemasan, hingga penyajian.

Produk teh herbal yang dibuat dikemas dalam bentuk sachet sehingga praktis untuk disimpan dan disajikan.

Peserta juga diberi pemahaman bahwa pengelolaan hipertensi membutuhkan pendekatan yang komprehensif yang meliputi pemeriksaan kesehatan secara rutin dan mengikuti anjuran dokter, pengobatan yang tepat dan teratur, diet dengan gizi seimbang, mengupayakan aktivitas fisik yang aman, serta hindari asap rokok, alkohol, dan zat berbahaya lainnya.

Pemanfaatan teh herbal dalam kegiatan pengabmas ini diposisikan sebagai bagian dari edukasi dan pendamping pola hidup sehat, bukan sebagai pengganti pengobatan medis.

Masyarakat peserta kegiatan menyampaikan bahwa mereka sangat senang mengikuti kegiatan ini karena menambah pengetahuan tentang hipertensi dan keterampilan dalam hal membuat teh herbal dari bahan alam.

Peserta yang mencoba teh herbal menyukai rasanya karena tidak pahit dan sepat seperti teh yang beredar di pasaran. Peserta mengharapkan keberlanjutan kegiatan ini agar dapat meningkatkan pemahaman tentang tanaman obat tradisional.

Pada kegiatan ini, tim pengabdi menyerahkan alat pengukur tekanan darah serta alat- alat dan bahan yang dapat digunakan dalam pengolahan dan pembuatan teh herbal sehingga masyarakat dapat membuat secara mandiri dan berkelanjutan.

Selain itu, juga dilakukan penandatangan perjanjian kerjasama antara Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Manado dengan pemerintah Kelurahan Malendeng terkait kegiatan pengabmas. (lex)

Meimonews.com – Tahun 2026, Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) Keuskupan Agung Merauke KAM) berusia ke-52 tahun.

Memperingati momen penting dan bersejarah tersebut, pengurus YPPK Keuskupan Merauke menggelar puncak peringatan yang diwarnai Misa Syukur di Gereja St. Fransiskus Xaverius Katedral Merauke, Sabtu (22/8/2026).

Hadir pada misa syukur yang dipimpin Uskup Agung Merauke Mgr. Petrus Canisius Mandagi MSC di dampingi Ketua YPPK KAM Pastor Alowisius Kelbulan Pr, antara lain pimpinan/pengelola yayasan serta guru dan sejumlah murid persekolahan yang berada di bawah yayasan ini dan umat setempat.

Dalam khotbahnya, Mgr. Mandagi mendorong agar peristiwa ulang tahun YPPK ini menjadi momentum refleksi bagi para pelaku pendidikan, mulai dari jenjang pendidikan dasar dan menengah hingga pendidikan tinggi di Papua, untuk lebih meningkatkan kualitas pendidikan di Papua

Komitmen peningkatan kualitas pendidikan tersebut juga ditegaskan Ketua YPPK KAM ketika memberikan sambutan pada acara syukuran yang dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, baik dari Provinsi Papua Selatan maupun Kabupaten Merauke.

“Komitmen kami untuk peningkatan itu berjalan sesuai visi YPPK Merauke, yakni mewujudkan komunitas pendidikan Kristiani yang cerdas, unggul, profesional dan penuh kepedulian, serta siap menghidupi budaya setempat,” ujar Pastor Kelbulan.

Itu juga sambungnya, sesuai dengan moto YPPK kami, yakni Kasih yang Mencerdaskan.

Momen historis HUT ke-52 YPPK juga diisi dengan penganugerahan penghargaan kepada para guru yang berprestasi dalam menulis “naskah refleksi pribadi” maupun “naskah kelompok” yang direncanakan akan dipublikasikan dalam jurnal YPPK.

Untuk diketahui, lahirnya lembaga pendidikan Katolik di Papua berawal dari komitmen Gereja untuk memajukan pendidikan di Tanah Papua. Pada tahun 1974, Gereja Katolik di wilayah Papua mendirikan apa yang kemudian dikenal sebagai YPPK dengan akta notaris nomor 64 Tahun 1974 dan berkedudukan di Jayapura.

Langkah awal karya YPPK adalah mengembangkan pendidikan melalui pendirian sekolah-sekolah di tingkat provinsi hingga daerah-daerah kabupaten, distrik, dan kampung-kampung di pelosok Papua dalam lingkup Gereja di wilayah keuskupan-keuskupan.

Luasnya pengembangan pendidikan tersebut membutuhkan kerjasama dengan pemerintah dan masyarakat setempat. Menurut Pastor Kelbulan, hal itu dilakukan karena pendidikan merupakan bagian penting dalam membangun kehidupan masyarakat.

Seiring dengan adanya otonomi daerah dan pemekaran wilayah-wilayah kabupaten, para uskup se-Papua dalam rapat akhir tahun 2001 mencapai kesepakatan untuk melakukan pemekaran YPPK menurut keuskupan-keuskupan yang ada.

Keuskupan Agung Merauke disepakati untuk mencakup Keuskupan Agats dalam urusan YPPK, lanjut Pastor asal Kepulauan Tanimbar tersebut.

Pada tahun 2001, lahir UU Yayasan yang baru dengan Nomor 16 Tahun 2001 yang mendorong berdirinya YPPK wilayah Merauke. Atas mandat tersebut, didirikanlah YPPK Merauke terhitung 23 Mei 2002 dengan Akta Notaris Nomor 09 Tahun 2002.

Munculnya pemekaran YPPK ini, menurut Pastor Kelbulan, dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan Gereja kepada masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan.

Dengan pendirian tersebut, pemerintah daerah memberikan wewenang kepada YPPK Merauke untuk mengelola dan menyelenggarakan pendidikan di wilayah Kabupaten Merauke dalam yurisdiksi Provinsi Papua Selatan.

Pengelolaan pendidikan tersebut didukung oleh pemerintah dan masyarakat, mengingat pendidikan adalah kunci peradaban manusia dan kemajuan bangsa, terutama kemajuan masyarakat Papua Selatan.

YPPK Merauke kemudian menyelenggarakan pendidikan dengan mengikuti skema sederhana yang diperkenalkan UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization), yakni mendampingi subjek didik dalam proses belajar.

Pendampingan tersebut mencakup pembelajaran moral dan intelektual, seperti mengetahui dan memahami (learning to know), belajar melakukan sesuatu (learning to do), belajar menjadi diri sendiri (learning to be oneself), dan terutama belajar menjalani kehidupan bersama (learning to live together).

“Dalam proses belajar yang bergradasi, anak-anak bertumbuh menjadi individu dan anggota masyarakat yang sehat dan cerdas, religius, berkesadaran moral dan hukum, serta berkomitmen hidup bermasyarakat dengan sejahtera,” jelasnya.

YPPK Merauke sebagai lembaga swasta yang bertanggung jawab atas pengembangan generasi muda meneruskan warisan yang telah ada sebelumnya. (LAF)

Meimonews.com – Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Unsrat menggelar pembukaan kegiatan memperingati Dies Natalis ke-61 yang dipusatkan di halaman fakultas, Jumat (21/8/2026).

Pelepasan balon ke udara oleh, antara lain Wakil Rektor 4 Unsrat Steenie Edward Wallah (mewakili Plt. Rektor Unsrat Jamaluddin Jompa), Dekan FPIK Unsrat Ockstan Jurike Kalesaran serta beberapa Dekan Fakultas di lingkungan Unsrat menandai pembukaan kegiatan.

Di momen pembukaan kegiatan yang mengusung tema FPIK berdampak : berinovasi, berkolaborasi membangun negeri tersebut diadakan jalan sehat, line dance pertandingan/lomba tenis meja, tarik tambang dan FPIK Idol.

Tema yang diangkat ini, menurut Wakil Rektor 4 Unsrat, diharapkan menunjukkan komitmen FPIK untuk berkontribusi memberi dampak lewat kegiatan-kegiatan tridharma perguruan tinggi (PT) dan menunjang salah satu visi Kemdiktisaintek berdampak.

Dijelaskan, berinovasi merupakan salah satu ciri pendidikan tinggi di antaranya melalui riset2-riset yang dlakukan. Berkolaborasi sudah dilakukan oleh FPIK dengan berbagai institusi baik dalam maupun luar negeri dan perlu terus dikembangkan ke depannya.

Mengembangkan dan memaksimalkan pemanfaatan Marine Fied Station di Likupang merupakan salah satu tantangan ke depan lewat berbagai kolaborasi termasuk melalui konsorsium kelautan Indonesia Timur

“Dengan momentum Dies Natalis ke-61 FPIK, civitas akademika diajak untuk membangun kebersamaan dan komitmen untuk melaksanakan berbagai kegiatan tridharma perguruan tinggi dalam mewujudkan FPIK berdampak, berinovasi dan berkolaborasi untuk kemajuan FPIK maupun Unstat ke depannya,” ujarnya ketika memberikan sambutan. (FA)

Meimonews.com – Prestasi membanggakan ditorehkan beberapa siswa SMA YPPK Yoanes XXIII Merauke pimpinan Pastor Aloysius Badmyanik (kepala sekolah) di dua ajang penting, yang belum lama ini digelar.

Kedua ajang tersebut adalah Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 se-Kabupaten Merauke dan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Kabupaten Merauke.

Enam.jenis juara bahkan juara umum diraih pada OSN yakni bidang astronomi, biologi, ekonomi, matematika dan geografi (dua siswa), kebumian (dua siswa).

Bidang Astronomi diraih Agustina Livia Renggo, Bidang Biologi Grace Natalia Pricylia Apitulay, Bidang Ekonomi Levaneyckha Guevara Leftew, Bidang Matematika Gusti Hermawan, Bidang Geografi Anggun Brillian Maria Toyang dan Dominikus Deo Trianggoro, serta Bidang Kebumian Jessie Maria Ruru dan Joseph CG Pailama.

“Dari delapan pemenabg juara OSN tingkat Kabupaten Merauke tersebut, dua di antaranya menjadi juara OSN tingkat Papua Selatan,” ujar Pengampu Bidang Studi Bahasa Inggris dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kehumasan Yonas Bato’ Rinding.

Kedua siswa tersebut, rincinya, adalah Levaneyckha Guevara Leftew Juara Bidang Ekonomi dan Grace Natalia Pricylia Apitulay juara Biidang Biologi.

Dengan hasil yang diperoleh, kedua siswa berhak mewakili SMA YPPK Yoanes XXIII maupun persekolahan-persekolahan SMA di Papua Selatan untuk mengikuti kejuaraan OSN tingkat nasional tahun 2026.

Prestasi yang ditorehkan tersebut diapresiasi pimpinan sekolah dengan memeriahkannya pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-63 sekolah dan peringatan HUT ke-40 Pastor Badmyanik, baru-baru.

Perayaan syukur ini turut dihadiri Wakil Gubernur Papua Selatan Paskalis Imawadawa, Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) Riky Jawerisa dan Ketua DPRD KKT Laurens Anggito, para pastor dan suster dari wilayah KKT.

SMA YPPK Yoanes XXIII Merauke berdiri pada 1 Agistus 1963 di era Uskup Agung Merauke Mgr! Herman Tilemans MSC. Sekolah ini telah dipimpin oleh 12 kepala sekolah, di mana awalnya dipimpin Carek Arjon dan yang saat ini Pastor Aloysius Badmyanik. (LAF)