Meimonews.com – Lembaga Penjaminan Mutu dan Pemgembangan Pembelajaran (LPMPP) Unsrat menggelar Unsrat Job Fair 2026 di Auditorium Unsrat, Rabu – Kamis (30/9-1/10)2026.

Kegiatan yang dibuka pelaksanaanya oleh Wakil Gubernur Sulut Johanis Victor Mailangkay, mewakili Gubernur Sulut Mayjen TNI Purn Yulius Selvanus, Rabu (30/9/2026) ini menghadirkan 30-an perusahaan, instansi, dan perbankan.

Dalam sambutannya, Gubernur Sulut menegaskan, Pemerintah Provinsi Sulut mendukung penuh penyelenggaraan Job Fair seperti ini karena kami memahami bahwa penguatan kualitas SDM adalah kunci untuk membangun daerah yang berkelanjutan.

“Pemerintah akan terus memfasilitasi ekosistem : mulai dari penyediaan pelatihan vokasi, digital literacy hingga kebijakan yang mendukung tumbuhnya industri dan lapangan kerja.

Gubernur yakin, kerjasama ini akan memacu pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berbasis produktivitas tinggi.

Kepada seluruh mahasiswa, alumni, dan pengunjung Job Fair Unsrat 2026, Gubernur mengajak untuk menjadikan kesempatan ini sebagai pijakan awal menuju karier yang bermakna.

” Tanamkanlah visi bahwa saudara hadir di sini bukan hanya mencari pekerjaan tetapi sedang membangun masa depan. Jadilah teladan inovasi, profesionalisme, dan integritas. Berani bermimpi, berani bertindak, dan berani bersaing dengan hasil nyata,” ujar Wagub mengutip Gubernur.

Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Unsrat Jamaluddin Jompa dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Wakil Rektor 1 Unsrat Arthur Gehart Pinaria mengemukakan, Unsrat Job Fair 2026 memiliki cakupan yang lebih luas.

“Selain mempertemukan mahasiswa dan alumni dengan perusahaan, dunia usaha dan dunia industri, instansi pemerintah, serta perbankan, kegiatan ini juga membuka ruang bagi mereka untuk memgenal berbagai jalur pengabdian kepada negara melalui TNI,” sebut Plt. Rektor.

Menurut Plt. Rektor, karier dan pengabdian tidak hanya dapat ditempuh melalui sektor swasta. Ada ruang yang luas dalam pemerintahan, dunia indistri, perbankan, berbagai profesi, dan juga melalui pengandian kepada masyarakat.

Karena itu, Plt. Rektor berharap, mahasiswa dan alumni Unsrat dapat melihat kegiatan ini dengan perspektif yang lebih luas. Jangan hanya bertanya : pekerjaan apa yang bisa saya dapatkan ? Tetapi mari kita mulai bertanya : di mana kompetensi saya dapat memberikan manfaat kontribusi terbaik.

Karena itu, para mahasiswa dan alumni diajak untuk memanfaatkan kesempatan yang tersedia dalam Job Fair ini. “Kunjungi booth perusahaan dan institusi, ikuti company presentation, career talk, talent matching, proses rekruitmen, maupun sesi wawancara yang disediakan,” ujar Wakil Rektor 1 mengutip Plt. Rektor.

Kepala LPMPP Unsrat Max RJ Runtuwene dalam laporannya menjelaskan, Unsrat Job Fair 2026 merupakan penyelenggaraan yang kelima kalinya sejak tahun 2026. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya Unsrat untuk menjembatani mahasiswa tingkat akhir dan lulusan Unsrat dengan perusahaan, isntansi, perbankan, dan berbagai lembaga penyedia kesempatan kerja.

“Pada Job Fair kali ini, diikuti 30-an perusahaan, instansi, dan perbankan yang memberikan informasi peluang n kerja sekaligus kesempatan bagi mahasiswa dan alumni untuk memgikuti proses rekuitmen,” ujarnya.

Yang menarik, sambungnya, pada penyelenggaraan tahun ini, cakupan Job Fair juga semakin luas. Melalui sinergi dengan Kodam XIII/Merdeka dan Kodim 1309/Manado, mahasiswa dan alumni juga memperolrh akses informaai serta kesempatan mengukuti rekruitmen Bintara dan Perwira TNI, sesuai dengan persyaratan dan mekanisme yang berlaku.

Dengan demikian, menurutnya, Job Fair tidak hanya menjadi ruang untuk mengenal berbagsi pilihan karier dan pengabdian keoada masyarakat.

Usai membuka acara, Wagub di dampingi Wakil Rektor 1 Unsrat, Wakil Rektor 4 Unsrat Steenie Erward Wallah, Kepala LPMPP Unsrat, Kepala Bapelitbangda Sulut Jani Niklas Lukas, Kadisnakertrans Sulut Deicy Paath, Kadisperindag Sulut, Hendrik Reuben Tendean, sejumlah dekan se-Unsrat, dan undangan lainnya melakukan peninjauan ke booth yang ada, (FA)

Meimonews.com – Menjadi kebanggaan bagi Sekolah Menengah (SMA) Negeri 7 Manado karena salah satu siswanya berhasil masuk tim Persatuan Tinju Amatir Nasional (Pertina) Sulut untuk Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tinju tahun 2026.

Siswa tersebut adalah Yehuda Amos Lionel Mozes. Siswa kelas 12 D ini tergabung dalam tim tinju provinsi Sulut yang berjumlah 9 orang yang akan berlaga dalam iven nasional yang akan diselenggarakan di Jakarta, 19-25/2026.

Masuknya Yehuda dalam squad tinju Sulut ini tidak terjadi begitu saja. Ada proses yang harus dilewati. Sejumlah prestasi dan keikutsertaannya di sejumlah iven dijadikan alasan terpilihannya itu.

Salah satu atlet tinju berbakat binaan sekolah yang kerap mewakili daerahnya dalam berbagai ajang kompetisi kejuaraan tinju regional ini memiliki beberapa catatan prestasi dan keterlibatannya dalam beberapa iven.

Kepala SMA Negeri 7 Manado Hanny Willem Rawung

Pada Boxing on The Street, Yehuda meriah juara 1. Pada Kejuaraan Piala Bupati Sangihe 2026, Yehuda terdaftar sebagai salah satu dari ratusan petinju berbakat se-Sulut yang ikut bertarung memperebutkan gelar dalam turnamen bergengsi tersebut.

Saat berkompetisi di tingkat pelajar, Yehuda membawa harum nama sekolahnya (SMA Negeri 7 Manado) melalui raihan podium di cabang olahraga tinju.

Yehuda akan bertanding di Kejurnas tahun ini di kategori Yunior Boys kelas 54 kilogram.

“Sebagai Kepala SMA Negeri 7 Manado, saya bangga karena Yehuda berhasil masuk dalam tim tinju Sulut untuk Kejurnas Tinju Tahun 2026,” ujar Kepala SMA Negeri 7 Manado Hanny Willem Rawung kepada Meimonews.com di ruang kerjanya, Selasa (29/9/2026).

Pimpinan, guru dan staf sekolah, sambung Rawung di dampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Andika Lontoh, sangat mendukung keikutsertaannya di iven nasional tersebut dan mendoakam agar hasil terbaik bisa diraihnya. (Fer)

Meimonews.com – Pengedaran dan penyalahgunaan obat-obat terlarang seperti Narkoba (narkotika, psikotropika dan bahan adiktif) sesungguhnya bukan sekadar masalah kebutuhan ekonomi atau kejahatan biasa.

Pengedaran Narkoba sesungguhnya berkaitan dengan cara suatu negara dalam melemahkan kekuatan negara lain. Saling melemahkan suatu negara terhadap negara lain disebabkan karena adanya persaingan pasar dan ekonomi, kekuatan militer atau karena kekayaan sumber daya alam.

Hal itu dikatakan Dekan FISIP Unsrat Ferry Markus Daud Liando ketika membawakan sambutan pembukaan pada acara Sosialisasi Bahaya Narkoba kerjasama FISIP Unsrat dan Garda Nusantara Sulawesi Utara, di Gedung Menara FISIP Unsrat, Senin (28/9/2026).

Kegiatan dihadiri Wakil Dekan Bidang Akademik Alfon Kimbal dan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Donal Monintja serta sekitar 300 mahasiswa baik dari FISIP Insrat maupun dari fakultas lain.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Panitia yang diketuai Jessica Sendouw ini menampilkan narasumber Ketua Dewan Pembina Garda Nusantara Sulut Standius Bara Prima (mewakili BNN Sulut).

Diungkapkan, Indonesia merupakan salah satu negara yang kerap menjadi incaran negara asing dikarenakan Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat melimpah. Sejak dahulu, Indonesia dijajah oleh negara-negara Eropa dan Asia, karena hanya ingin menguasai kekayaan alam Indonesia.

Namun, karena semangat persatuan dan kesatuan, Indonesia tidak bias jatuh meski adanya perang secara militer. Namun demikian pihak asing tidak pernah menyerah untuk mengendalikan negara ini, selalu saja ada upaya untuk melemahkan bangsa ini.

“Salah satu cara yang dilakukan adalah pengedaran Narkoba bagi kalangan anak muda. Mereka tahu bahwa Narkoba dapat merusak kemampuan koginitif, melemahkan produktifitas dan melemahkan mental pengguna,” ujarnya.

Menurutnya, ketika makin banyak yang terlibat kecanduan, maka masa depan bangsa bisa rusak dan peluang bangsa lain akan menguasai kita termasuk kekayaan sumber daya alam.

Menurut Ketua Garda Nusantara Mirel Sengkey menjelaskan, kegiatan ini sebagai bentuk tindakan pencegahan agar mahasiswa tidak terpengaruh oleh tawaran-tawaran penggunaan narkoba yang kelak mengancam masa depan generasi muda. (FA)

Meimonews.com – Dunia kerja saat ini menuntut lebih dari sekadar ijasah akademik. Persaingan global dan dinamika industri yang begitu cepat mengharuskan lulusan perguruan tinggi (PT) memiliki proof of competence (bukti nyata kompetensi) yang diakui secara nasional.

Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Unsrat Jamaluddin Jompa dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Wakil Rektor (Warek) 1 Unsrat Arthur Gehart Pinaria pada pembukaan kegiatan Witness BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) Penyaksian Uji Kompetensi LSP P1 Unsrat.

Kegiatan ini diselenggarakan di Hotel Gran Puri Manado, Sabtu (26/9/2026) yang diikuti puluhan mahasiswa Unsrat, para asesor termasuk Dekan FEB Unsrat Victor PK Lengkong dan 4 Wakil Dekan serta pimpinan/staf LPMPP (Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran) Unsrat.

“Pelaksanaan witness oleh BNSP hari ini merupakan tonggak sejarah (milestone)
yang sangat penting sekaligus emosional bagi Unsrat,” ujar Warek 1 mengutip sambutan Plt. Rektor.

Ditegaskan, perjalanan mendirikan LSP (Lembaga Sertifkasi Profesi) ini bukanlah proses yang instan; butuh waktu kurang lebih dua tahun penuh dengan dedikasi, ketekunan, serta koordinasi intensif dari jajaran LPMPP dan tim terkait.

Kehadiran LSP di lingkungan Unsrat ini memberikan keuntungan yang luar biasa strategis bagi institusi Unsrat, terutama dalam memastikan penguatan kompetensi
mahasiswa secara terstandar.

Dengan memiliki LSP sendiri, Unsrat dapat
secara mandiri menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan industri. Terlebih lagi, saat ini kita telah memiliki 11 skema sertifikasi yang siap untuk melaksanakan uji kompetensi, yang mencakup berbagai bidang keahlian mahasiswa kita.

Hal ini tentu akan mendongkrak daya saing lulusan Unsrat di pasar kerja nasional maupun global. “Sertifikasi profesi bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan paspor utama bagi lulusan Unsrat untuk menembus dunia industri dengan penuh rasa percaya diri,” tandasnya.

Atas nama sivitas akademika Unsrat, Plt Rektor Unsrat menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada pihak Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), khususnya kepada kedua asesor yang hadir yakni Fauziah dan Hasnawati.

“Kehadiran bapak/ibu sekalian adalah kehormatan sekaligus wujud nyata dukungan BNSP dalam memastikan standar kompetensi terbaik bagi lulusan kami,” sebutnya.

Kepada para asesor, Plt Rektor berharap agar seluruh proses dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, objektif, transparan, dan sesuai dengan standar sertifikasi yang berlaku. “Laksanakan tugas dengan profesional, tetapi tetaplah memberikan suasana asesmen yang edukatif dan konstruktif bagi mahasiswa,” pintanya.

Kepada mahasiswa peserta witness, diharap memanfaatkan kesempatan emas ini dengan sebaik-baiknya. “Tunjukkan bahwa mahasiswa Unsrat tidak hanya cerdas secara teori, tetapi juga benar-benar kompeten, terampil, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja melalui skema-skema yang telah disiapkan,” pinta Plt. Rektor.

Usai acara pembukaan, diadakan turun lapangan/asesmen ke tempat uji kompetensi (TUK), mengisi berkas-berkas kompetensi, penyerahan berkas dan acara penutupan oleh Kepala LPMPP Unsrat Max RJ Runtuwene.

Dalam sambutannya ketika menutup kegiatan, Kepala LPMPP Unsrat menyampaikan terima kasih kepada dua asesor dari BNSP yang sudah datang dan memberikan asesmen sehingga kegaitan ini bisa berjalan dengan baik.

Kepada para asesor, Runtuwene berterima kasih atas kehadiran dalam kegiatan ini serta dukungan yang telah diberikan selama ini termasuk ketika BNSP menerbitkan lisensi bagi LSP.Unsrat dengan 11 skema.

Runtuwene menyampaikan juga terima kasih kepada sejumlah pihak yang telah menberikan dukungan seperti mantan Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie sehingga LSP P1 Unsrat mendapat lisensi tersebut.

Ditegaskan, tugas kita belum selesai. Baru mulai untuk menghasilkan mahasiswa yang kompeten. Dan, saat ini, bukan cuma Unsrat tapi juga seperti ITB dan UGM, perlu menghasilkan lisensi banyak skema.

“Hal ini, seperti kata Plt Rektor Unsrat (saat memberikan sambutan pada acara pembukaan), ijasah itu cuma pengantar. Tapi, kompetensi itu yang membawa mereka (para mahasiswa – Red) bisa sukses,” tandas pejabat inovatif, kreatif dan familiar ini.

Ditegaskan pula, kesuksesan bisa dicapai karena adanya kebersamaan. Ada kerja tim. Keberhasilan yang diraih LPMPP termasuk LSP Unsrat tidak terlepas kaitannya dengan dukungan dan kerjasama tim seperti asesor, kaprodi serta pimpinan dan staf LPMPP Unsrat.

Secara terbuka, Runtuwene mengungkapkan rencana LPMPP Unsrat ke depan baik untuk tahun berjalan ini (2026) maupun tahun depan (2027) seperti asesor untuk mahasiswa, penambahan ruang lingkup, dan pelatihan asesor kompetensi.

Ketua LSP P1 Unsrat Ockstan Jurike Kalesaran kepada Meimonews.com menjelaskan, tujuan kegiatan ini adalah BNSP datang untuk menyaksikan uji kompetensi pertama yang dilakukan LSP P1 LPMPP Unsrat.

“Hal ini merupakan kelanjutan dari diterbitkannya lisensi LSP P1 Unsrat oleh BNSP untuk 11 lisensi,” ujarnya di dampingi Kepala Pusat Pelatihan Kompetensi Reni Lusia Kreckhoff, Manajer Sertifikasi Wisard Kalengkongan, Manajer Teknis Eric Alfonsius dan Bendahara Reynald J. Pakasi.

Saat ini, sebutnya, sudah ada 23 mahasiswa yang berkompeten. Dan, setelah melalui proses sesuai mekanisme yang ada, mereka akan mendapat sertifikat dari BNSP yang berlaku secara nasional dan internasional. (FA)

Meimonews.com – Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Jamaluddin Jompa memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pimpinan di lingkungan universitas, Jumat (25/9/2026).

Rakor yang dilaksanakan di ruang rapat Rektorat ini dihadiri kajaran pimpinan universitas yakni para Wakil Rektor, Direktur Pascasarjana, para Dekan Fakultas, Kepala-kepala Lembaga, hingga Kepala Biro di lingkungan universitas.

Dalam arahannya, Plt. Rektor menekankan pentingnya penguatan sinergi, konsolidasi program kerja, serta optimalisasi tata kelola perguruan tinggi (PT).

Hal tersebut dimaksudkan untuk mendorong peningkatan kinerja akademik dan pelayanan publik secara berkelanjutan.

Rakot menyepakati sejumlah langkah taktis serta komitmen bersama seluruh elemen pimpinan untuk mempercepat pencapaian program-program prioritas Unsrat ke depan. (FA

Meimonews.com – Dua Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri di daerah Sulut mencatat prestasi membanggakan sebagai perangkat daerah kinerja terbaik pelaporan inovasi daerah tahun 2026 bidang pendidikan.

Kedua lembaga pendidikan tersebut adalah SMA Negeri 8 (Smandel) Manado dan SMA Negeri 7 (Smantu) Manado

Prestasi membanggakan tersebut diumumkan pada Rapat Paripurna DPRD Sulut memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulut di Gedung DPRD Sulut, Selasa (22/9/2026).

Smandel Manado pimpinan Mediatrix Maryani Ngantung mencatatkan prestasi terkait dengan inivasi Kamberu (Kampanye Bertani Urban) sementara Smantu Manado pimpinan Hanny William Rawung terkait dengan pemanfaatan Sisa MBG Menjadi Pupuk.

Program Kamberu yang telah diterapkan di Smandel beberapa tahun lalu itu adalah rencana aksi wirausaha pertanian yang berkelanjutan sebagai salah satu proyek pembelajaran di SMAN 8 Manado sebagai Program Sekolah Penggerak.

Program Kamberu ini melibatkan semua warga sekolah termasuk di dalamnya seluruh siswa-siswi dan orangtua siswa yang memberi dukungan penuh terhadap pelaksanaan proyek pembelajaran seperti ini.

Di Smantu Manado, pemanfaatan sisa MBG dijadikan ECO Enzim dan bahan turunannya seperti sabun padat, sabun cair, lilin, shampoo dan lain-lain yang berdampak positif untuk menjaga lingkungan tetap asri, sehat, bermanfaat dan berkelanjutan. (Fer)

Meimonews,com – Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Unsrat Jamaluddin Jompa menegaskan, 62 tahun Fakultas Teknik (Fatek) Unsrat merupakan perjalanan panjang yang telah menghasilkan banyak karya dan kontribusi.

“Pada usia ke-62, Fatek telah memiliki fondasi yang kuat. Sekarang, saatnya menggunakan fondasi tersebut untuk melakukan lompatan kemajuan berikutnya,” ujar Plt. Rektor Unsrat Jamaluddin Jompa dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Rektor 4 Unsrat Steenie Edward Wallah pada Sidang Terbuka Senat Fatek Unsrat dalam rangka Dies Natalis ke-62 Fatek Unsrat di Auditorium Unsrat, Kamis (24/9/2026).

Karena itu, sebutnya, dies natalis bukan hanya saat untuk merayakan perjalanan tersebut, tetapi juga momentum untuk melakukan refleksi: di mana kita berada saat ini, tantangan apa yang kita hadapi, dan ke mana Fatek akan dibawa ke depan.

“Mari kita jadikan dies natalis ini sebagai momentum untuk bergerak dari bertumbuh menjadi semakin bermutu, dari menghasilkan karya menjadi menghasilkan dampak, dan dari sekadar mengikuti perubahan menjadi ikut menentukan arah perubahan,” ujar Wakil Rektor 4 mengutip sambutan Plt. Rektor.

Dikemukakan, semangat SHELTER (Sustainable and Human-centered Engineering for Livable, Transformative, and Ecologically Resilient Environments – Red) yang menjadi tema dies, kiranya menjadi bagian dari perjalanan tersebut yakni menghadirkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi keteknikan yang berkelanjutan, tangguh, transformatif, serta berorientasi pada kesejahteraan manusia.

Di momen tersebut, Plt Rektor Unsrat mengungkapkan tiga hal.penting. Pertama, tema Dies Natalis ke-62 sangat relevan dengan tantangan keteknikan saat ini. Kedua, pertumbuhan Fatek harus diikuti dengan peningkatan kualitas. Ketiga, mengenai arah pengembangan Fatek ke depan.

Ketiga hal penting tersebut lantas diuraikan Plt Rektor pada kegiatan yang dihadiri sivitas akademika Fatek Unsrat, mantan-mantan Dekan Fatek Unsrat, Dekan Fakultas se-Unsrat dan undangan lainnya.

Dekan Fatek Unsrat Liany Amelia Hendratta dalam sambutannya mengatakan, dies natalis ke – 62 ini, kita tidak hanya mengenang perjalanan masa lalu, tapi juga perlu bertanya di mana posisi Fatek saat ini, apa yang telah kita capai, apa yang harus diperbaiki, dan Fatek seperti apa yang kita hadirkan untuk masa depan ?

Tema dies tahun ini, menurutnya, merupakan refleksi tentang arah Fatek dalam menjawab tantangan masa depan.

Dekan Fatek mengajak untuk menjadikan dies natalis ini bukan hanya sebagai perayaan, tetapi sebagai titik refleksi, titik evaluasi dan titik kebangkitan melangkah lebih jauh.

Ketua Panitia Pelaksana Dies Natalis ke-62 Fatek Unsrat Tritiya AR Arungpadang dalam laporannya menyebutkan bahwa kegiatan dalam rangka dies tahun ini dimulai sejak Juli hingga mencapai puncak pada Kamis (24/9/2026).

Tema yang diangkat pada peringatan ini mencerminkan komitmen Fatek untuk mendukung rekayasa berkelanjutan dan berpusat pada manusia untuk menghasilkan sistem dan lingkungan yang layak huni, transformatif, dan berketahanan ekologis dalam seluruh bidang tridarma perguruan tinggi.

Rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-62 diawali dengan Acara Pembukaan pada 27 Agustus 2026 dan dibuka secara resmi oleh Plt. Rektor Unsrat Jamaluddin Jompa yang diwakili Wakil Rektor 4 Stennie Edward Wallah.

Kegiatan – kegiatan yang diadakan adalah Fatek Expo 2026, Kejuaraan Bridge antar Siswa SMP/SMA, Kejuaraan Catur internal Fakultas Teknik, Lomba Euro Robotics Competition, Lomba Bola Basket dan Lomba Futsal, Lomba Putra Putri Fakultas Teknik dan Sura Cup.

Selain itu, Seminar Nasional Sains dan
Teknologi 2026, Pengabdian kepada Masyarakat bertempat di SMA Taruna Nusantara kampus Langowan, Ziarah ke makam para mantan Dekan Fatek,

“Seluruh rangkaian kegiatan tersebut berpuncak pada pelaksanaan Sidang Senat Terbuka Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi yang dilaksanakan pada hari ini, 24 September 2026,” ujarnya seraya menambahkan bahwa pada acara puncak ini ada orasi ilmiah (secara zoom) oleh Kepala BMKG RI Teuku Faisal Fathani. (FA)

Meimonews.com – Guna memastikan kesiapan pelaksanaan Uji Kompetensi asesor 11 skema yang telah terlisensi, Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Unsrat melakukan Pra Witness Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) P1 Unsrat.

Kegiatan yang diadakan di ruang rapat LPMPP Unsrat Manado, Rabu (23/9/2026) ini melibatkan asesor LSP P1 Unsrat, asesi pada masing-masing skema, tim LSP, serta unsur LPMPP.
.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pembukaan dan doa, dilanjutkan dengan laporan kegiatan oleh Kepala Pusat Pelatihan Kompetensi Reni Lusia Kreckhoff, serta sambutan dan arahan dari pimpinan LPMPP/Dewan Pengarah LSP P1 Unsrat Max RJ Runtuwene di dampingi Sekretaris Esry Laoh.

Selanjutnya, Samuel P. Siagian sebagai asesor lisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) memberikan penjelasan mengenai kesiapan dokumen witness dan standar operasional.prosedur (SOP) mekanisme Witness sebagai pedoman bagi asesor dan tim LSP dalam mempersiapkan proses penyaksian uji kompetensi.

Tahapan berikutnya difokuskan pada simulasi dan observasi kesiapan asesor serta proses asesmen yang disampaikan Solichatun selaku master Asesor BNSP.

Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada asesor, asesi, dan tim LSP untuk memastikan bahwa tahapan asesmen, perangkat asesmen, administrasi, serta pelaksanaan di TUK telah dipersiapkan sesuai dengan prosedur yang dipersyaratkan.

Secara keseluruhan, kegiatan Pra-Witness menjadi sarana untuk menyamakan pemahaman, mengevaluasi kesiapan asesor dan asesi, memeriksa kesiapan TUK dan dokumen asesmen, serta mengidentifikasi hal-hal yang masih perlu diperbaiki sebelum pelaksanaan Witness yang sesungguhnya.

“Dengan kegiatan ini diharapkan seluruh skema yang akan mengikuti Witness dapat memenuhi persyaratan dan menjalankan proses sertifikasi kompetensi secara tertib, konsisten, dan sesuai prosedur LSP/BNSP,,” ujar Kepala.LPMPP Unsrat kepada Meimonews.com, usai kegiatan.

Pra-Witness, tambahnya di dampingi Reynald J. Pakasi (staf LPMPP Unsrat), merupakan tahapan penting untuk memastikan kesiapan SDM TUK, perangkat asesmen, dokumen administrasi, dan proses asesmen sehingga pelaksanaan Witness LSP P1 Unsrat dapat berlangsung dengan baik dan mendukung tahapan penguatan operasional LSP P1 Unsrat.

Diketahui, LSP Unsrat pimpinan Ockstan Kalesaran, belum lama ini telah mendapat lisensi dengan 11 skema oleh BSNP. (Baca : LSP Unsrat Dapat Lisensi 11 Skema dari BNSP).

Kegiatan Pra-Witness ini merupakan kelanjutan dari terbitnya lisensi tersebut. (FA)

Meimonews.com – Sejumlah mahasiswa Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Manado memgikuti Orientasi Pendidikan dan Pelatihan BHD, PMKP, PPI, K3RS dan Pelayanan Prima di Aula Lantai Dasar Kantor Administrasi RSUP Kandou Manado..

Kegiatan yang berlangsung lima hari (22-25/9/2026) ini dibuka pelaksanaannya oleh Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Kandou Starry Homenta Rampengan, Selasa (22/9/2026).

Ada sekitar sepuluh pemateri yang akan tampil dalam kegiatan ini. Pemateri tersebut berasal dari intern RSUP Kandou termasuk Dirut.

Hadir pada acara pembukaan, Asisten Manajer Pendidikan RSUP Kandou Sekplin Sekeon, serta Asisten Manajer Pelatihan Ns. Jimmy Kamagi.

Dirut RSUP Kandou menegaskan, keselamatan pasien menjadi perhatian utama rumah sakit yang dipimpinnya dalam penyelenggaraan pendidikan klinis bagi mahasiswa kesehatan.

“Sebagai rumah sakit rujukan sekaligus institusi pendidikan, RS Kandou membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan dasar sebelum mereka terjun langsung dalam lingkungan pelayanan kesehatan,” ujar Dirut yang sekaligus memberikan materi,

Mahasiswa yang akan mengikuti pendidikan klinis, menurut dokter subspesialis Kardiologi Intervensi kelahiran Manado, 7 Septemner 1973 ini, perlu memahami berbagai aspek keselamatan dan mutu pelayanan.

Ditegaskan, pembekalan dinilai penting karena mahasiswa nantinya akan berada di lingkungan rumah sakit dan berinteraksi langsung dengan pasien. “RS Kandou merupakan institusi pelayanan publik yang memiliki tanggung jawab besar terkait keselamatan pasien. Karena itu, kami akan membekali mahasiswa dengan pelatihan sebelum masuk dalam pendidikan klinis,” ujar Dirut.

Ditambahkan, keselamatan pasien menjadi hal yang tidak dapat ditawar dalam setiap proses pelayanan kesehatan. “Bagi kami, keselamatan pasien di atas segala-galanya. Kematian seseorang hanya satu kali, tidak pakai ulang. Karena itu, sebagai rumah sakit pendidikan dan rumah sakit rujukan, kami sangat bertanggung jawab terhadap hal tersebut,” ujarnya,

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah ini lantas menjelaskan secara rinci lima materi pembekalan, yakni Bantuan Hidup Dasar (BHD), Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP), Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS), serta Pelayanan Prima.

BHD membekali peserta dengan kemampuan memberikan pertolongan awal pada kondisi kegawatdaruratan, termasuk mengenali kondisi henti jantung dan henti napas. PMKP memberikan pemahaman mengenai pentingnya mutu pelayanan dan keselamatan pasien dalam setiap proses pelayanan.

Sementara PPI diarahkan untuk meningkatkan pemahaman mengenai pencegahan serta pengendalian infeksi di lingkungan rumah sakit. K3RS membekali peserta agar mampu mengenali dan mencegah berbagai risiko keselamatan dan kesehatan selama berada di lingkungan kerja.

Adapun Pelayanan Prima menekankan kemampuan berkomunikasi dan memberikan pelayanan yang baik kepada pasien serta masyarakat.

“Lima pelatihan ini bukan hanya mengenai kemampuan klinis. Mahasiswa juga harus memahami keselamatan pasien, pencegahan infeksi, keselamatan kerja dan bagaimana berinteraksi dengan pasien,” ujar Dirut.

Dirut mengingatkan keoada para mahasiswa agar menerapkan budaya 5S dan Sabar dalam setiap interaksi dengan pasien maupun masyarakat, yakni Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun dan Sabar. “Ketika berhadapan dengan pasien dan masyarakat, harus senyum, sapa, salam, sopan, santun dan sabar,” tegasnya.

Wakil Direktur Bidang Akademik Poltekkes Kemenkes Manado Semuel Tambuwun menyampaikan apresiasi kepada RSUP Kandou yang telah menerima mahasiswa untuk menjalani praktik pendidikan klinis.

Tambuwun mengatakan, pihak kampus siap melakukan evaluasi apabila terdapat mahasiswa yang tidak memenuhi ketentuan atau standar yang ditetapkan RSUP Kandou selama mengikuti praktik.

“Kalau ada mahasiswa yang tidak memenuhi spek RS Kandou, kami siap mengembalikan ke kampus. Terima kasih sudah menerima kami untuk berpraktik di Rumah Sakit Kandou,” ujarnya.

Ia berharap kerjasama antara Poltekkes Kemenkes Manado dan RSUP Kandou dapat terus berjalan dengan baik, khususnya dalam mendukung proses pendidikan mahasiswa bidang kesehatan. (Fer)

Meimonews.com – Kabar menggembirakan diterima Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Unsrat pada khususnya dan Unsrat pada umumnya.

Kabar menggembirakan tersebut adalah diberikannya Lisensi kepada Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Unsrat pimpinan Ockstan Jurike Kalesaran oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) lewat surat keputusan nomor 3150/BNSP/VIII/2026.

Lisensi tersebut diberikan menyusul pelaksanaan Full Assesment (asesmen penuh) yang dilaksanakan di Ruang Rapat LPMPP Unsrat Mando, Sabtu (18/7/2026) yang dibuka pelaksanaannya oleh Wakil Rektor 4 Unsrat Steenie Edward Wallah (mewakili Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie).

Kepala LPMPP Unsrat Max RJ Runtuwene dan Ketua LSP Unsrat Ockstan Kalesaran

“Ada 11 skema lisensi yang diberikan, sesuai Surat Keputusan BNSP tersebut,” ujar Kepala LPMPP Unsrat Max RJ Runtuwene kepada Meimonews.com di Manado, Jumat (18/9/2026).

Di dampingi Reynald.J. Palasi (staf LPMPP) Unsrat, Runtuwene lantas merincikan kesebelas skema tersebut.

Pertama, skema klaster pelaksanaan pembesaran ikan kerapu di Keramba Jaring Apung (KJA). Kedua, skema klaster pemroduksian konten Kehumasan. Ketiga, skema peenerjemah teks bahasa.

Keempat, skema kualifikasi 3 bidang analisis kimia. Kelima, skema pelaksanaan pemeriksaan laboratorium biologi molekuler. Keenam, skema pemrogram muda (Associate Programmer). Ketujuh, skema pelaksanaan pengawasan keamanan pangan segar di peredaran.

Kedelapan, skema pemroduksian benih secara kultur jaringan. Kesembilan, skema supervisor garm unggas pedaging. Kesepuluh, skema jenjang 3 bidang kewirausahaan industri. Kesebelas, skema fasilitator organik tanaman. (FA)