Meimonews.com – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado mengadakan Ibadah Natal Yesus Kristus Tahun 2025 di Auditorium Unsrat Manado, Rabu (14/1/2026).

Ibadah yang dipimpin Wakil Ketua BPMS Sinode GMIM Pdt. Djefry Saisab sementara Doa oleh Pastor Dismas Saletia Pr ini dihadiri pimpinan baik tingkat iniversitas maupun fakultas, Pimpinan Dharma Wanita Unsrat, sivitas akademika Unsrat dan para undangan lainnya.

Kegiatan yang diketuai Billy Johnson Kepel (Dekan Fakultas Kedokteran) ini mengangkat tema Ketaatan membawa sukacita.(Yoh 15 : 10-11).

Tema ini, menurut Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie, mengingatkan kita bahwa ketaatan kepada Tuhan bukanlah beban melainkan jalan menuju sukcuta sejati. “Jikalau kamu menuruti peribtahKu, kamu akan tinggal di dalan kasihKu. Supaya sukacitaKu ada di dalan kamu dan sukacitanu menjadi penuh,” ujar Rektor mengutip kitab Yohnes.

Dalam konteks perguruan tinggi, sebut Rektor dalam sambutannya, ketaatan berarti kesetiaan kita pada visi, misi dan tanggung jawab akademik yang telah dipercayakan.

Visi Unsrat yakni Unsrat unggul dan berbudaya berstandar internasional, yang mencerninkan komitmen untuk menjadi univertas berkualitaa dunia namun tetap menjunjung nilai budaya lokal.

Dikemukakan, strategi yang dirunuskan mencakup peningkatan mutiu lulusan, penguatan kapasitas dosen dan tenaga kependudikan, pengembangan kurikulum betbasis capaian pembelajaran serta reformasi tata kelola kinerja.

“Semua iini hanya dapat terwujud melalui ketaatan yang konsiste dari sekuruh sivitas akademika,” tandasnya.

Dijelaskan, dosen yang taat pada panggilan akademik dengan mengajar, meneliti dan mengabdi secara konsisten akan menghadirkan sukacita berupa ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarajat.

Tenaga kelendidikan yang taat pada tugas pelayanan administratif dengan integritas dan profesionalisme akan menghadirkan sukacita berupa tata kelola yang transparan dan efisien.

Mahasiswa yang taat pada proses pembelajaran dengan disiplin, kreativitas dan semangat inovasi akan merasakan sukacita berupa prestasi dan kesiapan menghadapi dunia kerja.

Rektor lantas mengutip Kolose 3 : 23, segala sesuatu yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti ujtuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

Rektor menegaskan, ketaatan ini juga sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sians dan Teknologi (Kemeiktisaintek) melalui program Diksaintek Berdampak yang menekankan riset dan inovasi yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

“Unsrat berkomitmen menghadirkan karya yang berdampak baik melalui penelitian, pengabdian kepada masyrakat maupun inovasi tepat guna,” ujar Rektor.

Rektor mengajak untuk menjadikan perayaan Natal ini sebagai momentum untuk memperkuat ketaatan keoqasa Tuhan dan panggilan kebangsaan melalui pendudikan tinggi. Dengan ketaatan itu, sukacita Natal akan nyata hadir di tengah keluarga besar Unsrat dan masyarakat luas,

Gubernur Sulut Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus yang diwakili Plt. Kepala Balitbangda Sulut Novita Lumintang dalam sambutannya menegaskan, ketaatan bukanlah beban, melainkan wujud iman dan kepercayaan kepada Tuhan, yang pada akhirnya menghasilkan damai dan sukacita yang tidak bergantung pada situasi dan keadaan.

Menurut Gubernur, dalam kehidupan konteks akademik, ketaatan tercermin dalam komitmen untuk menjunjung tinggi integritas, kejujuran ilmiah, etika akademik, serta tanggung jawab moral dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. (FA)

Meimonews.com – Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Unima Aldjon Nixon Dapa menegaskan, jadual dan daftar hadir penguji Seminar Hasil Penelitian Skripsi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FIPP yang mencantumkan nama oknum dosen berinisial DM sebagai dosen penguji merupakan jadual ujian lama yang disusun sebelum status DM dinonaktifkan oleh pihak Unima.

“Jadual dan daftar hadir yang beredar tersebut adalah jadual ujian lama yang disusun sebelum status DM dinonaktifkan oleh pimpinan Unima,” ujarnya kepada Meimonews.com via telefon, Rabu (14/1/2026).

Unima juga telah memberikan klarifikasi terkait beredarnya di media sosial tentang dokumen jadual dan daftar hadir yang ada nama DM, yang menjadi polemik publik.

Unima pimpian Joseph Philip Kambey menegaskan komitmennya untuk menjalankan proses akademik sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta memastikan seluruh kebijakan institusi dijalankan secara transparan dan akuntabel

“Dokumen yang beredar di media sosial itu adalah jadual dan daftar hadir penguji yang masih mencantumkan nama DM berdasarkan Surat Keputusan (SK) yang diterbitkan pada 24 Desember 2025,” ujar Dapa.

Dijelaskan, berdasarkan SK tersebut, pelaksanaan ujian dibatasi hanya untuk lima mahasiswa. Ujian sejatinya dijadualkan berlangsung pada 25 Desember 2025, sehari setelah SK diterbitkan. Namun, pelaksanaannya ditunda karena bertepatan dengan libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Dengan dimulainya kembali aktivitas akademik pada awal Januari 2026, Rektor Unima mengeluarkan Surat Edaran tentang penyesuaian pelaksanaan ujian. Dari lima mahasiswa yang semula dijadualkan mengikuti ujian, hanya tiga mahasiswa yang diizinkan melanjutkan proses akademik.

“Pada hari kerja pertama, 5 Januari 2026, dilakukan revisi terhadap SK ujian. Dalam revisi tersebut, nama DM diganti dengan pimpinan Prodi PGSD karena yang bersangkutan telah dinonaktifkan sebagai dosen Unima dan tidak lagi diperkenankan terlibat dalam aktivitas akademik maupun berada di lingkungan kampus,” kata Aldjon.

Pelaksanaan ujian pada 12 Januari 2026, sebutnya, telah sepenuhnya menyesuaikan dengan SK revisi dan tidak melibatkan DM dalam bentuk apa pun.

Hal senada disampaikan salah satu mahasiswa Prodi PGSD FIPP Unima I Kadek Aryodana, yang namanya tercantum dalam SK ujian tersebut dan diketahui merupakan mahasiswa bimbingan akademik DM.

“Saya adalah mahasiswa yang tercantum dalam SK ujian itu. DM memang dosen pembimbing akademik saya, tetapi yang bersangkutan sudah dinonaktifkan dan tidak diperbolehkan hadir di lingkungan kampus,” ujar Kadek melalui pernyataan di media sosial.

Dijelaskan, proses administrasi ujian telah berjalan jauh sebelum kasus yang menjerat DM mencuat ke publik. SK ujian diproses sebelum peristiwa tersebut dan baru terbit pada Jumat (5/1/2026), sementara pelaksanaan ujian berlangsung pada Senin (12/1/2026).

“Pada saat ujian dilaksanakan, DM sudah digantikan oleh Koordinator Program Studi PGSD sebagai penguji. Karena itu, informasi yang menyebut DM masih terlibat dalam ujian tersebut tidak benar,” tegasnya.

Kadek juga mengimbau masyarakat, khususnya warganet, agar lebih bijak dalam menyebarkan informasi di media sosial. “Jangan menyebarkan informasi jika belum mengetahui kebenarannya. Mari bersikap bijak dalam bermedia sosial,” ujarnya.

Diketahui, DM adalah oknum dosen Unima yang diduga melakukan tindakan pelecehan seksual terhadap EM, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Unima (telah meninggal dunia), yang kasusnya sementara berproses hukum. (FA)

Meimonews.com – Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksamana Madya Amarullah Octavian dan Tim berkunjung ke Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Jumat (9/1/2026).

Waka BRIN dan tim diterima Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie di dampingi Wakil-wakil Rektor dan tim di Ruang Rapat Rektorat.

Dalam pertemuan ini didiskusikan soal penguatan kemitraan infrastruktur riset dan inovasi.

Rektor Unsrat dalam sambutannya mengatakan, diskusi ini sangat strategis, karena kita semua memahami bahwa daya saing perguruan tinggi dan bangsa sangat ditentukan oleh kemampuan membangun ekosistem riset mulai dari infrastruktur, talenta, kolaborasi hingga hilirisasi inovasi. (FA)

Meimonews.com – Universitas Negeri Manado (Unima) menggelar Misa Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Training Center Unima, Tondano, Kamis (8/1/2026)

Misa dipimpin Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC di dampingi Pastor Dismas Saletia Pr, Pastor Sefry Topit Pr, Pastor Fecky Singal Pr, Pastor Hanny Mentang Pr, Pastor Marcel Lintong Pr dan Frater Diakon Michael Kewo Pr.

Hadir pada kegiatan yang berlangsung dengan khidmat dan penuh penghayatan sebagai wujud syukur serta refleksi iman keluarga besar Unima dalam menyambut Natal dan memasuki tahun yang baru ini Rektor Unima Joseph Kambey, para pimpinan dan sivitas akademika Unima dan undangan lainnya.

Tena yang diangkat dalan oerayaan ini adalah Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga dengan sub tema Dan di atas semuanya itu, kenakanlah kasih sebagai pengikat yang menyempurnakan dan mempersatukan.

Tema dan sub tema tersebut menjadi benang merah dalam seluruh rangkaian perayaan, mengajak umat untuk merefleksikan kehadiran Allah yang menyertai dan menguatkan keluarga dalam setiap situasi kehidupan.

Salah satu momen yang menyentuh hati seluruh umat yang hadir terjadi ketika Mgr. Rolly (sapaan akrab Uakup yang baru merayakan 69 tahun usianya itu) secara khusus memanjatkan doa bagi almarhumah Anthoineta Evia Maria Mangolo serta doa bagi orang tua dan keluarga yang turut hadir langsung dalam misa ini.

Doa tersebut menjadi perwujudan nyata dari tema perayaan, di mana kasih dan kepedulian diwujudkan melalui doa bersama sebagai pengikat yang mempersatukan seluruh keluarga besar Unima dalam duka dan pengharapan.

Dalam homilinya, Uskup menegaskan, kehadiran Allah yang menyelamatkan keluarga terwujud melalui kasih yang nyata, saling menguatkan, dan kepedulian terhadap sesama.

Kasih, sebagaimana disebutkan dalam sub tema perayaan, menjadi fondasi yang menyempurnakan relasi, mempererat persaudaraan, serta mempersatukan komunitas dalam keberagaman dan dinamika kehidupan.

Melalui pelaksanaan Misa Natal dan Tahun Baru ini, Unima menegaskan komitmennya sebagai komunitas akademik yang tidak hanya mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan nilai-nilai spiritual, kemanusiaan, dan kasih sebagai dasar kebersamaan.

Perayaan ini menjadi pengingat bahwa Unima adalah satu keluarga yang berjalan bersama, saling menopang, dan saling menguatkan dalam terang iman dan kasih (*/FA)

Meimonews.com – Kasus pelecehan seksual terhadap mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FIPP Unima Evia Mangolo (EM) yang telah meninggal dunia telah menjadi berita/informasi viral bukan hanya di lingkungan pendidikan tapi juga lingkungan umum.

Rektor Unima Joseph Philip Kambey dan jajaran berusaha keras agar permasalahan pelecehan seksual yang diduga dilakukan dosen FIPP (Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi) Unima berinisial DM bisa segera tuntas.

Pihak seperti Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA) RI dan Polda Sulut dan jajaran sudah turun tangan.

Reaksi cepat dari pihak-pihak terkait tak terlepas dari atensi dan konsistensi dari pihak Rektorat Unima terhadap persoalan yang ada.

Saat pertemuan/konsultasi Rektor Unima di dampingi Wakil Rektor 2 Donal Matheos Ratu bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) RI Brian Yuliarto dan Menteri Pemberdayaan Perlindungan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI Arifah Fauzi di Jakarta, Senin (5/1/2026) terlihat jelas komitmen pihak terkait untuk menuntaskan permasalahan ini secepatnya dan berharap tidak terulang lagi bukan hanya di lingkungan pendidikan tinggi.

Kemdiktisaibtek mengungkapkan rasa turut berdukacita sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. “Karena terjadinya pelanggaran itu, maka saat ini kami sangat berduka,” ujar Mendiksaintek kepada wartawan.

Kemdiktisaintek dan Kementerian PPPA serta Unima, menurutnya, telah melakukan koordinasi dan telah melakukan kunjungan kepada keluarga korban.

“Saat kami bersama, maka kami memiliki konsen dan dukungan yang sama agar penanganan kasus ini bisa berjalan segera dan cepat, setelah memenuhi ketentuan dan hukum-hukum yang ada,” jelasnya.

Mendiktisaintek mengapresiasi, langkah cepat dari pihak Unima dalam menonaktifkan dosen yang diduga kuat melakukan pelanggaran. “Rektor Unima bersama jajaran telah melakukan langkah dan gerakan cepat, sehingga telah menonaktifkan dosen yang diduga kuat melakukan pelanggaran tersebut,” sebutnya.

Mendiktisaintek berjanji akan memproses dengan cepat hal-hal yang dilanggar, dan nantinya akan dikeluarkan hukuman sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kami berharap ini menjadi gerakan bersama. Ini disampaikan juga kepada seluruh civitas akademika, dosen dan mahasiswa untuk tidak ragu-ragu, tidak malu-malu untuk melaporkan hal-hal yang tidak sesuai. Dan kami memastikan melindungi seluruh laporan-laporan yang masuk,” ujarnya.

Untuk itu, diminta kepada seluruh perguruan tinggi, kampus menjadikan ini sebagai bahan peringatan bersama bahwa kita harus terus menerus menjaga kondusifitas akademika. “Saya juga mengingatkan dan memberikan perlindungan kepada sivitas akademika, korban-korban terhadap hal-hal yang tidak diinginkan ini,” tandasnya.

Menteri PPPA menegaskan, pihaknya menguatkan kolaborasi antara Kemdiktisaintek dan KPPA soal bagaimana regulasi yang bisa berjalan dan berlaku nantinya.

“Kami turut berduka cita. Diharapkan ada penguatan sosialisasi secara massif. Makanya kolaborasi lebih lanjut, supaya ke depan bisa lebih cepat,” ujar Arifah.

Menteri PPPA berharap adanya upaya kolaboratif penguatan pencegahan dini melalui sosialisasi agar bila terjadi sesuati bisa bergersk cepat (FA)

Meimonews,com – Awal tahun 2026 Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) membuat langkah strategis yakni melakukan penandatanganan Kontrak Kinerja Perguruan Tinggi (PT) Berdampak Tahun 2026.

Penandatangan kontrak dilakukan Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie di Graha Kemeiktisaintek (Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi) RI, Jakarta, Senin (5/1/2025).

Penandatanganan ini merupakan komitmen nyata Unsrat dalam mendukung transformasi pendidikan tinggi yang tidak hanya mengejar keunggulan akademik, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri jajaran pimpinan Kemdiktisaintek serta sejumlah pimpinan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terbaik se-Indonesia. (FA)

Meimonews.com – Kasus pelecehan seksual terhadap EM, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Unima yang diduga dilakukan oleh oknum dosen Unima berinisial DM menjadi perhatian penting di lingkungan Unima.

Dalam Apel Awal Tahun 2026 yang dilaksanakan di halaman kantor pusat Unima, Tondano, Senin (5/1/2025) pimpinan Unima menegaskan keprihatinan sekaligus sikap untuk menolak pelecehan dan kekerasan dalam lingkungan kampus.
.
Hal tersebut disampaikan Wakil Rektor 1 (Bidang Akademik) Mister Gideon Maru ketika membacakan sambutan Rektor Unima Joseph Philip Kambey ketika memimpin Apel yang dihadiri pimpinan, staf dan pegawai Unima.

Rektor Unima, sebut Maru, kembali mengungkapkan turut berdukacita atas meninggalnya Evia Mangolo. Tuhan kiranya memguatkan dan memberi ketabahan kepada keluarganya.

Peristiwa ini, sebutnya, menjadi momentum di mana Unima dengan tegas menolak pelecehan dan kekerasan khususnya dalam kehidupan kampus dan memberi sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku.

Rektor mengajak seluruh civitas untuk menciptakan suasana yang kondusif, bekerja dengan susngguh-sungguh sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing

“Jadikan kampus sebagai tempat tumbuhnya karakter, kebangsaan, toleransi dan gotong-royong sebagaimana ciri khas bangsa ini. Jaga nama baik Unima yg adalah rumah kita, hingga Unima samkin maju dan berdampak,” ujar Maru mengutip pesan Rektor. (FA)

Meimonews.com – Capaian kerja yang diraih Unsrat sepanjang tahun 2025 merupakan hasil sinergi bersama antara tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, serta seluruh unsur di lingkungan Unsrat.

Dan, memasuki tahun 2025 kita menghadapi lingkungan kerja yang semakin dinamis dan tuntutan kinerja yang semakin tinggi.

“Karena itu, tahun ini saya mengajak kita semua untuk menjadikan Tahun 2026 sebagai tahun penguatan integritas, etos kerja dan kinerja ASN serta unsur lainnya di lingkungan Unsrat,” ujar Wakil Rektor 1 Unsrat Arthur Gehart Pinaria ketika membacakan sambutan Rektor ketika memimpin Apel Awal Tahun 2025.

Apel yang dilaksanakan di Auditorium Unsrat, Senin (5/1/2025) ini diikuti para Wakil Rektor, Dekan-dekan Fakultas, Direktur Program Pascasarjana, Kepala Lembaga/Biro/UPA, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di lingkungan Unsrat.

Dikemukakan, sebagai ASN di pergurian tinggi, kita bukan hanya melaksanakan tugas administratif dan akademik, tetapi memegang amanah membangun kualitas pelayanan pendidikan, menjaga martabat institusi dan menjadi teladan bagi mahasiswa dan masyarakat.

Ada empat poin ajakan Rektor kepada para ASN dan unsur lainnya di lingkungan Unsrat. Pertama, bekerja lebih disiplin, profesional dan produktif. Kinerja kita harus terukur, berdampak dan berorientasi pada hasil.

Kedua, memperkuat budaya kerja kolaboratif. Keberhasilan universitas lahir dari kebersamaan, bukan kerja individu. Ketiga, menjaga integritas dan etika jabatan. Tidak ada ruang bagi penyimpangan maupun sikap abai terhadap tugas dan tanggung jawab.

Keempat, memberikan ppelayanan yang cepat, transparan dan bertanggung jawab. Karena kualitas layanan mencerninkan kualitas institusi. (FA)

Meimonews.com – Sejumlah mahasiswa Universitas Negeri Manado (Unima) dan kelompok masyarakat yang tergabung dalam organisasi Kelompok Cipayung menggelar Aksi Solidaritas Melawam Pelecehan Seksual di halaman kantor Pusat Unima, Tondano, Senin (5/1/2026).

Aksi ini diadakan terkait dengan meninggalnya Evia (mahasiswa Unina Jurusan PGSD) yang diduga mengalami pelecehan seksual oleh dosen Unima berinisial DM.

Aksi ini adalah bentuk protes terhadap segala bentuk pelecehan yang terjadi di lingkungan kampus yang seharusnya, menurut mereka, kampus menjadi ruang aman untuk belajar.

Kepala Bagian Fasilitasi Tindak Lanjut Pelaporan Itjen Kemdiktisaintek RI Julians Andarsa diminta untuk memberikan penjelasan

“Kami Solidaritas Melawan Pelecehan Seksual mengecam.keras segala bentuk kekerasan sekaual,” ujar salah satu orator saat membancakan tuntutan mereka.

Ada beberapa tuntutan yang paling utama (yang ditujukan.kepada) Kementerian (Kemendiktisaintek RI) dan pihak kampus Unima.

Pertama, pecat Danny Masinambouw, oknum dosen selaku pelaku kekerasan seksual. Kedua, mendesak Unima untuk mengusut kembali seluruh laporan/aduan terhadap kasus pelecehan seksual yang terjadi di lilingkungan kampus.

Ketiga,mendesak Polda Sulut untuk menindaklanjuti serta menyelesaikan kasus EM dengan sifat transparansi kepada publik. Keempat, pecat seluruh Tim Satgas PPKPT Unlma.

Kelima, copot pejabat terkait yang terbukti lalai dan membiarkan laporan. Keenam, stop intimidasi kepada jurnalis. Ketujuh, bubarkan BEM Unima dan BEM FIPP.

Ada juga tuntutan lain yang disampaikan yakni Evaluasi sistem penilaian dosen terhadap mahasiswa; Hapuskan kebiasaan pungli dan gratifikasi di lingkungan Unima; Pembatasan segala bentuk pelayanan dan administrasi, hanya di lingkungan kampus.

Transparansi anggaran kemahasiswaan; Upgrade fasilitas kampus; Peningkatan kesejahteraan pegawai kampus (Satpam dan ceanning service).

Setelah memberikan kesempatan kepada pemgunjuk rasa untuk berorasi dan menyampaikan tuntuan mereka, Pimpinan Unima langsung memberikan respons/tanggapan.

Rektor Unima Joseph Philip Kambey, menurut Wakil Rektor 3 Lenny Leorina Evinita telah mengeluarkan surat keputusan pemberhentian sementara kepada dosen tersebut sambil menunggu proses lanjutannya yang sedang berlangsung.

Pihaknya jelas Lenny (yang newakili Rektor menerima pengunjuk rasa) tidak berhak untuk menonaktifkan atau memecat. Kami hanya bisa memberikan rekomendasi. Berikan waktu kepada pimpinan Unima.

Saat ini, jelas Lenny, di Unima sedang berlangsung proses penanganan lanjut kasus tersebut yang mekibatkan sejumlah pihak terkait yakni Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak (DP3A) Sulut, Polda Sulut, Irjen Kemdiktisaintek RI dan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT).

“Berikan kami waktu untuk menyelesaikan sesuai dengan aturan. Kami berjanji akan menyelesaikan maslah ini sesuai aturan yang berlaku,” tandasnya yang di danoingi antara lain Wakil Rektor 1 Mister Gideon Maru, pimpinan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP), Satgas PPKPT, Humas Unima Titof Tulaka,

Kalaupun ada suara-suara lain di luar sana, sebutnya mari perpikir secara positif bahwa universitas/institusi akan menyelesaikan. Tidak ada pembiaran. Unima menolak aksi yang telah dilakukan dosen teraebut. Pihak universitas akan berusaha menyelesaikannya.

Pimpinan Unima, sebut Lenny, turut berdukacita atas meninggalnya salah satu mahasiswanya.

Setelah ada pernyataan dari BEM Unima dan BEM FIPP, aksi solidaritas melawan pelecehan seksual berakhir dengan aman dan damai.

Di penghujung kegiatan, Kepala Bagian Fasilitas Tindak Lanjut Pelaporan Itjen  Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisantek RI) Julians Andarsa sempat menyanpaikan beberapa hal terkait keterlibatan Kemdiktisaintek RI dalam penanganan permasalahan ini. (FA)

Meimonews.com – Minggu (4/1/2025) menjadi hari yang menggembirakan bukan hanya bagi Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC, keluarga besar Untu – Lasut, Kuria dan staf/karyawan Keuskupan Manado tetapi juga bagi pastor, suster, frater dan bruder dan umat Keuskupan Manado yang tersebar di provinsi Sulaweai Utara, Gorontalo dan Sulawesi Tengah.

Betapa tidak, di momen Hari Raya Penampakan Tuhan, Hari Anak Misioner Sedunia ke-183 dan Penutupan Tahun Yubileum ini, Mgr. Rolly (sapaan Uskup Manado) berusia 69 tahun (lahir di Lembean Kabupaten Minahasa Utara pada 4 Januari 1957)

Memperingati hari penting tersebut, Kuria Keuskupan Manado mengadakan perayaan syukur Mgr. Rolly yang dimulai di Wisma Keuskupan Manado secara terbatas pada dini hari. Kemudian, misa syukur bersamaan dengan tiga momen di Gereja Paroki Hati Tersuci Maria Katedral Manado jam 08.30 wita – selesai.

Ratusan umat, suster, frater dan bruder serta undangan lainnya mengikuti misa yang dipimpin Mgr. Rolly di dampingi beberapa imam/pastor dan Frater Diakon Michael Kewo Pr.

Setelah itu, acara syukuran dilanjutkan di Wisma Keuskupan, Jln. Sam Ratulangi No. 66 Kecamatan Wenang Kota Manado siang hingga sore dan setelah istirahat sejenak, dilanjutkan pada malam harinya.

Sejumlah pastor, suster, frater, bruder, tokoh-tokoh umat, perwakilan umat dari sejumlah paroki dan pejabat seperti Walikota Bitung Henky Honandar dan Uskup Emeritus Mgr. Yos Suwatan MSC berdatangan dan memberikan ucapan selamat Hari Jadi kepada putra kedua dari 9 bersaudara pasangan Gerardus Damianus Untu (papa) dan Gertruida Konda Lasut (mama) ini.

Sehari penuh suasana kegembiraan dan kebersamaan serta momen bakudapa pimpinan gereja, umat dan undangan lainnya mewarnai hari istimewa ini baik di gereja maupun di Wisma Keuskupan.

Tanpa mengenal lelah serta diiringi canda dan tawa dari Mgr. Rolly terus terlihat ketika menyapa mereka yang memberi ucapan orang-orang dan kelompok.

Uskup yang memiliki motto In lumine tuo, videnus lumen (Dalam terangMu, kami melihat cahaya) yang dikutip dari Mazmur 36 : 10 ini melayani umat/undangan baik secara perseorangan, keluarga dan berkelompok untuk minta foto bersama baik saat masih di gereja maupun ketika sudah berada di Wisma Keuskupan.

Dalam percakapan dengan Meimonews.com di sela acara syukuran, biarawan yang ditahbiskan sebagai imam di Manado pada 29 Juni 1983 dan ditahbiskam sebagai Uskup di Tondano pada Juli 2017 berterima kasih kepada Tuhan dan mengungkap rasa gembira/sukacita karena diberikan kesempatan bertambah satu tahun.

“Umur panjang, so (sudah) berusia ke-69. Kiranya tahun depan (bisa bertambah usia) dan masih diberi kesempatan untuk berbuat sesuatu yang baik demi umat dan orang di sekitar demi kemuliaan nama Tuhan,” ujar uskup yang memilki gelar akademik Bachelor of Arts (BA) dan Master of Arts (MA) ini.

Mgr. Rolly bersama Uskup Emeritus Yos Suwatan MSC dan Walikota Bitung Henky Honandar

Mantan Superior Provinsial MSC Indonesia yang menerima kaul pertama di Karanganyar pada 6 Desember 1978 dan kaul kekal di Pineleng pada 16 Januari 1983 ini mengungkapkan pula rasa gembiranya karena bisa merayakan penutupan Pocta Sancta Gereja Universal (Tahun Yubileum).

Mgr. Rolly mengungkapkan pula rasa senangnya karena di tahun ini bisa mengakhiri suatu kehidupan bersama umat, kemudian memulai kehidupan baru bersamaan dengan Hari Anak Misioner.

Mgr. Rolly mendapat kue ulang tahun dari cucu salah satu adiknya

Momen ini (Hari Anak Misioner Sedunia) mengingatkan bahwa kita semua masih punya care, rasa tanggung jawab bersama bagaimana membagi kekayaan/harta rohani kepada generasi muda. (elka)