Meimonews,com – Suatu prestasi membanggakan diukir Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado pimpinan Rektor Oktovian Berty Alexander Sompie.

Terbaru, Unsrat menduduki peringkat ke-31 Nasional Webometrics Ranking of Worls Universites.

Diketahui, Webometrics adalah pemeringkatan universitas dunia yang menilai visibilitas dan dampak digital perguruan tinggi, meliputi kehadiran website, keterbukaan akses publikasi ilmiah, serta kualitas dan dampak riset di tingkat global.

Pencapaian ini mencerminkan komitmen Unsrat dalam beberapa hal yakni meningkatkan keterbukaan informasi dan publikasi ilmiah, Memperkuat kehadiran digital institusi, dan Mendorong kualitas riset dan inovasi akademik

Prestasi ini adalah hasil kerja bersama seluruh sivitas akademika Unsrat.

Oleh karenanya, pimpinan Unsrat mengajak seluruh civitas akademka Unsrat untuk terus bergerak maju, berinovasi, dan mengharumkan nama Unsrat di tingkat nasional maupun global. (FA)

Meimonews,com – Ada tiga (3) bidang ilmu Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado masuk 10 besar ranking nasional SCImago.

Hal tersebut berdasarkan data yang dikeluarkan Hubungan Masyarakat (Humas) Unsrat Manado, Selasa (3/2/2026)

Ketiga bidang ilmu tersebut adalah Biochemostry, Genetics and Molecular Biology yang masuk ranking 2, Medicine (5) dan Pharmacology, Toxicology anda Pharmaceutics (9).

Bidang ilmu lain yakni Environmental Science (23), Earth and Planetary Sciences (31), Energy (46), Physics and Astronomy (52) dan Social Sciences (53).

Diketahui, SCImago adalah mitra utama bagi institusi, pemerintah daerah dan nasional, serta organisasi internasional karena menyediakan solusi inovatif untuk meningkatkan visibilitas ilmiah dan mengelola pengetahuan melalui serangkaian tindakan yang meliputi penetapan kerangka politik institusional, penguatan kapasitas manusia, pengembangan infrastruktur yang diperlukan untuk melakukan penelitian, dan strategi yang bertujuan untuk memberikan visibilitas pada hasil penelitian sebelum dan sesudah publikasi.

SCImago adalah sebuah perusahaan konsultan Spanyol (Scimago Lab) sekaligus jaringan kelompok penelitian yang bekerja di beberapa institusi akademik Spanyol dan Amerika Latin, yang melakukan penelitian khusus dalam bidang bibliometrika, penerbitan ilmiah, dan visibilitas web.

Perusahaan ini lahir sebagai spin-off dari kelompok penelitian yang berada di University of Granada dan Spanish National Research Council (CSIC), dan kini menjadi pemimpin dunia dalam pembuatan indikator dan metodologi untuk mengevaluasi aktivitas penelitian, pembuatan portal metrik populer

Selain itu, alat inovatif yang mencakup konsep-konsep (indikator SJR yang terinspirasi oleh Pagerank Google, kuartil jurnal, keunggulan dengan kepemimpinan) yang telah diadopsi oleh Elsevier Scopus dan Clarivate WoS. (Lexie)

Meimonews.com – Universitas Negeri Manado (Unima) dipercayakan untuk menggelar Sosialisasi Instrumen Akreditasi Program Studi (Prodi) Kependidikan 3.0 di Ruang Rapat EA Worang Lantai 3 Kantor Pusat Unima, Tondano, Rabu (28/1/2026).

Sosialisasi ini menghadirkan 3 narasumber/pembicara dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (Lamdik) yakni Anggota Majelis Akreditasi Lukman Nadjamudin, Sekretaris Divisi Akreditasi Asmusin, dan Asesor Wahono Widodo.

Bertindak sebagai moderator/pemandu kegiatan yang dilaksanakan secara luring dan daring (zoom) ini adalah Ketua Tim kelembagaan LLDIKTI XVI Fatra Dano Putri.

Kepala Biro Perencanaan, Kerjasama dan Hubungan Masyarakat (PKHM) Unima Vivi Winny Saroinsong menjelaskan, peserta kegiatan adalah perutusan dari 8 perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) yang ada di Sulawesi Utara.

“Total peserta yang hadir secara luring berjumlah sekitar 120 orang termasuk pimpinan Unima seperti Wakil Rektor 1 (Mister Gideon Maru) Wakil Rektor 3 (Lenny Leorina Evinita), beberapa dekan dan jajaran terkait,” ujarnya kepada Meimonews.com di sela kegiatan.

Rektor Unima Joseph Philip Kambey dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Rektor (Warek) 1 mengungkapkan rasa syukur dan berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan untuk menggelar kegiatan ini di Unima.

“Sungguh merupakan suatu kehormatan bagi Unima telah dipercaya menjadi tuan rumah pelaksana kegiatan ini,” ujar Warek 1 mengutip Rektor.

Kegiatan ini, menurut Rektor, memiliki makna sangat strategis bagi perguruan tinggi, khususnys bagi program studi kependidikan yang berada dalam cakupan Lamdik.

Dijelaskan, ditetapkannya Peraturan Lamdik Nom 5 Tahun 2025 tentang Instrumen Akresitasi Mandiri Kependidikan merupakan langkah penting dalam upaya penjaminan dan peningkatan mutu pendidikan tinggi yang selaras dengan kebijakan nasional, sebagaimana diamanatkan dalam Permendiktisantek No. 39 Tahun 2025.

Instrumen akreditasi, menurutnya, bukan semata-mata alat penilaian administratif, melainkan cerminan komitmen bersama dalam membangun budaya mutu, memperkuat tata kelola prodi, serta memastikan lulusan yang dihasilkan memiliki kompetensi.

“Oleh karena itu, sosialisasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman teknis terhadap instrumen akresitasi terbaru, tetapi juga mendorong kesiapan seluruh unsur PT baik pimpinan, dosen maupun tenaga kependidikan untuk melakukan evaluasi diri secara berkelanjutan dan berorientasi pada peningkatan kualitas,” ujar Warek Bidang Akademk mengutip Rektor. (Lexie)

Meimonews.com – Berbagai hal terkait kerjasama Universitas Negeri Manado (Unima) dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahaaa dibahas dalam rapat bersama di Kantor Bupati Minahasa, Selasa (27/1/2026).

Rapat ini dihadiri pimpinan Unima yakni Rektor Joseph Philip Kambey dan jajaran serta Pemkab seperti Bupat Robby Dondomneyi, Sekretaris Daerah Lynda Watania dan pejabat terkait.

Rapat ini dimaksudkan agar hal-hal terkait kerjasama Unima dan Pemkab Minahasa setelah adanya penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) Tridharma Perguruan Tinggi bisa berjalan baik dan lancar.

Apalagi, ada hal-hal kerjasama
yang secara apesifik seperti Unima akan bermitra dengan RSUD Tondano dan pembangunan RS Pendidikan yang memerlukan izin Pemkab Minahasa.

Unima akan bermitra dengan RSUD Tondano untuk mendukung pembukaan Program Studi (Prodi) Kedokteran. Untuk pembangunan RS Pendidikan memerlukan kerjasama untuk bisa mempermudah pengurusan perizinan.

“Selain itu, terkait dengan peningkatan sumber daya manusia (SDM) karena Unima menyiapkan RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau),” ujar Sekretaris Rektor Unima Marcia Watulingas kepada Meimonews.com di ruang kerjanya, Rabu (27/1/2026).

Setelah pembahasan tersebut, diadakan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU).

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Rektor Unima Joseph Philip Kambey dan Bupati Minahasa Robby Dondokambey. Turut mendampingi, antara lain Wakil Rektor 3 Unima Lenny Leorina Evinita dan Sekda Minahasa Lynda Watania

Rektor Unima menjelaskan, kerjasama ini menjadi langkah strategis bagi Unima dan Pemkab Minahasa terutama dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat Minahasa.

Bupati Minahasa mengatakan, kesepakatan ini sebagai momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi. (FA)

Meimonews.com – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado menggelar Workshop Persiapan Pelaksanaan Kegiatan dan Penyusunan Jadual Unit-unit Kerja di Lingkungan Unsrat sesuai Petunjuk Operasional Kegiatan (POK) Tahun 2026, Senin (26/1/2026)..

Kegiatan yang diadakan di Gedung Rektorat Unsrat ini dibuka pelaksanaannya oleh Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie dan turut dihadiri antara lain beberapa Wakil Rektor Unsrat.

Narasumber kegiatan adalah Mursyid Hensides dari Kanwil Ditjen Perbendaharaan Sulut yang juga adalah anggota Dewan Pengawas Unsrat.

Dalam sambutannya, Rektor menegaskan, POK bukan sekadar dokumen anggaran, tetapi merupakan instrumen perencanaan dan pengendalian kinerja yang memastikan bahwa seluruh program dan kegiatan berjalan tepat sasaran, tepat waktu, dan sesuai regulasi.

Tahun anggaran 2026 menurut Rektor, menuntut kita semakin akuntabel, efisien dan responsif terhadap dinamika kebijakan nasional, khususnya dalam pengelolaan keuangan negara.

Diingatkan, Unsrat sebagai institusi publik dituntut tidak hanya mampu menyerap anggaran, tetapi juga menghasilkan dampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta tata kelola kelembagaan. (FA)

Meimonews.com – Sejumlah pejabat di lingkingan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado dilantik Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie di Gedung Rektorat Unsrat Manado, Senin (26/1/2026).

Dalam sambutannya, Rektor berharap mereka yang dilantik ini menjalankan peran secara objektif, junjung tinggi integritas, profesionalisme, transparansi dan akuntabilitas.

Selain itu, menghindari konflik kepentingan, patuhi peraturan perundang-undangan, dan tempatkan kepentingan institusi di atas kepentingan pribadi atau kelompok.

“Pejabat yang dilantik hari ini harus mampu bekerja cepat, tepat dan bersinergi,” ujar Rektor berharap. (FA)

Meimonews.com – Paroki St. Kristoforus Gorontalo merayakan peringatan 150 Tahun Pembaptisan di Bandhayo Lo Yiladia (Aula Rumah Dinas Walikota Gorontalo), Jalan Nani Wartabone Limba U Satu Biawao Kota Gorontalo, Rabu (21/1/2026).

Pelaksanaan peristiwa bersejarah di tempat tersebut atas izin dari Walikota Adhan Dambea. Bahkan, komsumsi dari kegiatan ini disediakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo. Peringatan ini diwarnai pula dengan tarian yang bernuansa Islam.

“Rumah ini, rumah kita semua. Rayakan di sini. Keakraban menjadi nadi utama perayaan besar ini,” ujar Wakil Walikota Indra Gobel mewakili Walikota saat memberikan sambutan pada acara syukuran yang diadakan malam hari setelah misa yang diadakan sore hari di tempat yang sama.

Dingingatkan kita semua bahwa negara Indonesia yang cintai ini adalah umat yang besar dan mengingatkan kembali keberagaman agama, suku, budaya, dan bahasa yang berbeda-beda.

Wakil Walikota mengajak seluruh umat beragama untuk terus menjaga kebersamaan terus menebarkan kasih dan damai serta mendukung program pemerintah demi kelancaran bersama.

Wakil Walikota Gorontalo Indra Gobel saat memberikan sambitan mewakili Walikota Adhan Dambea

Acara syukuran diawali dengan tarian Dana Dana dan keberagaman. Makanya pakaian adat tamu/undangan menjadi simbol persatuan dan kesatuan.

Di momen penuh keakraban, kebersamaaan dan penuh sukacita ini Pemkot Gorontalo yang kini dipimpin Walikota Adhan Dambea dan Wakil Walikota Indra Gobel mendapat penghargaan dari Paroki St. Kristoforus Gorontalo yang diserahkan Uskup Manado, yang diterima Wakil Walikota Gorontalo.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas perhatian dan komitmen Pemkot Gorontalo dalam menjaga kerukunan, toleransi serta membangun hubungan harmonis dengan umat beragama khususnya Katolik.

Sebelum syukuran, diadakan Misa yang dipimpin Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC di dampingi puluhan pastor/iman termasuk Pastor Paroki St. Kristoforus Gorontalo Pastor Cladius Berty Rumondor Pr dan Frater Diakon Michael Kewo Pr.

Saat misa, ada penerimaan umat baru (dari yang beragama lain masuk Katolik) yang di dampingi tokoh umat Talulembang Sule dan Ketua Wilayah Rohani St. Theresia Paroki St. Kristoforus Suleman.

Diketahui, pada 150 tahun lalu, tepatnya tanggal 18 Januari 1876 seorang perempuan di Gorontalo bernama Carolina dibaptis oleh Pastor Vanner SJ, yang saat itu singgah di Gorontalo sebelum kembali ke Batavia.

Peristiwa pembastisan pertama ini memiliki nilai historis perkembangan gereja Katolik di Keuskupan Manado khususnya di Provinsi Gorontalo, yang kini memiliki dua paroki yakni Paroki St. Kristoforus Gorontalo dan Paroki St. Theodorus Kaaruyen. (Lexie)

Meimonews.com – Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC di dampingi Ketua Panitia Pembangunan Gereja Katolik Stasi Stella Maris Marisa Paroki St. Theodorus Kaaruyan Jolly Motto bertemu Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga di ruang kerja Bupati, Rabu (21/2/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Mgr. Rolly dan Jolly sebagai perwakilan umat Katolik setempat menyampaikan permohonan kebijakan dan dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato, khususnya kepada Bupati Pohuwato, terkait rencana pembangunan tempat ibadah Gereja Katolik di Kabupaten Pohuwato.

Uskup menjelaskan, hingga kini, umat Katolik di Marisa (Ibukota Kabupaten Pohuwato) belum memiliki gedung gereja sebagai tempat ibadah. Oleh karenanya, dimohon persetujuan pemerintah daerah untuk pembangunan gedung Gereja Katolik.

“Kami umat Katolik belum memiliki rumah ibadah, khususnya di ibukota Kabupaten Pohuwato (Marisa). Olehnya itu kami memohon persetujuan pembangunan gedung gereja bagi umat Katolik di Kabupaten Pohuwato,” ujar Mgr. Rolly.

Pimpinan gereja yang wilayahnya tersebar di Provinsi Sulawesi Utara, Provinsi Gorontalo dan Provinsi Sulawesi Tengah ini menjelaskan, lahan pembangunan gereja telah tersedia, sehingga tahapan selanjutnya adalah pengurusan dan pelengkapan seluruh perizinan yang diperlukan.

Rencananya, pembangunan gedung Gereja Katolik Stasi Stella Maris Marisa ini akan berlokasi di Desa Palopo, Kecamatan Marisa di depan Puskesmas Marisa.

Lahan seluas 5.642 m2 ini adalah sumbangan keluarga Motto – Laongan yang telah dihibahkan ke Badan Amal Keuskupan Manado tahun 2017.

“Setelah seluruh perizinan, termasuk persetujuan dari pemerintah daerah, rampung, barulah pembangunan akan dilaksanakan,” ujar Mgr. Rolly.

Jolly mengungkapkan, saat ini, umat Stasi Stella Maris mengadakan ibadah/misa di Aula Hotel Marina Beach Resort Marisa.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Pohuwato menyampaikan, pembangunan tempat ibadah telah diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku. Oleh karena itu, pemerintah daerah mempersilakan umat beragama untuk membangun tempat ibadah sepanjang memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Di dampingi Staf Ahli Bupati, Mbuinga menegaskan, rencana pembangunan Gereja Katolik di Pohuwato yang hingga kini belum memiliki gedung gereja mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah demi kemaslahatan umat dalam menjalankan ibadah.

“Kabupaten Pohuwato terdiri dari berbagai suku, agama, dan kepercayaan. Pembangunan tempat ibadah sangat diperlukan untuk memudahkan umat dalam beribadah dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Olehnya itu, pemerintah daerah sangat mendukung rencana pembangunan gereja ini,” ujarnya.

Bupati berharap seluruh kebutuhan administrasi dan perizinan terkait pembangunan tempat ibadah dapat segera diurus dan dilengkapi agar proses pembangunan berjalan lancar tanpa kendala di kemudian hari.

“Kami berharap, seluruh perizinan dapat dilengkapi sehingga pembangunan Gereja Katolik ini dapat berjalan dengan baik dan tidak menemui hambatan,” ujarnya seperti dikutip Prokopim Pohuwato.

Usai pertemuan dengan Bupati, Mgr. Rolly di dampingi sejumlah pastor termasuk Pastor Paroki St. Theodorus Kaaruyan Gorontalo Pastor Koresta Lila Pr dan Panitia Pembangunan mengunjungi lahan yang akan didirikan gereja.

Dalam percakapan dengan Meimonews.com, Jolly berharap dukungan doa dari semua pihak baik pemerintah, pimpinan Katolik Keuskupan Manado, para Pastores, umat Katolik di mana saja dan terlebih kepada Tuhan Yesus dan Bunda Maria untuk proses pembangunan gereja ini. (Lexie)

Meimonews.com – Sebuah buku berjudul Mendidik Dengan Hati karya Drs. El Constantinus, BA, M.Si yang adalah mantan guru SMA Negeri 1 Manado siap diluncurkan.

Buku setebal 184 halaman ini rencanananya dicetak sebanyak 700 buku, yang hasil jualnya akan didediiasikan ke mantan guru-guru SMA Negeri 1 Manado.

“Buku ini akan diluncurkan pertama pada acara Natal Alumando di Jakarta, Sabtu (24/1/2026) dan kedua pada acara Paskah Rukun Keluarga Guru dan Mantan Tata Usaha (RKGTU) SMA Negeri 1 Manado pada April 2026” ujar El kepada Meimonews.com via telefon, Minggu (18/1/2026).

Buku ini berisikan refleksi atas pengalaman-pengalaman inspiratif bersama siswa dan alumni SMA Negeri 1 Manado.

Ada tujuh bab yang ditulis pria kelahiran Semawi, Kei Kecil pada 15 Mei 1953. Ketujuh bab tersebut adalah pertama, Menjadi guru di SMA Negeri 1 Manado. Kedua, Wakil Kepala Sekolah Urusan Humas 2007 – 2013. Ketiga, Kunjungan ke universitas, wisata pendidikan dan pentas seni.

Keempat, Sambutan hangat alumni. Kelima, Menjadi guru inspiratif. Keenam, Rukun Keluarga Mantan Guru dan Tata Usaha SMA Negeri 1 Manado. Ketujuh, Apa kata mereka! Kedelapan, Testimoni.

Dalam Kata Pengantarnya, penulis mengungkapkan, panggilan untuk mendidik di lembaga pendidikan ternama, SMA Negeri 1 Manado yang terletak di Jl. Pramuka 102, Manado, 42 tahun lalu merupakan suatu kesempatan emas baginya untuk mengaktualiasi kompetensi, kapabilitas dan kapasitas dalam mendidik para siswa yang dipercayakan kepadanya.

Panggilan tersebut memuat keluhuran karena menyangkut tugas mulia mempersiapkan generasi muda menyusun dan mewujudkan visi masa depan.

Sebagaimana hakekat dari pendidikan yakni “membawa atau mengantar” para anak didik keluar dari ketidaktahuan atau membantu mereka agar sedapat mungkin
mengembangkan semua potensi diri mereka sampai ke tingkat tertinggi maka panggilan
sebagai pendidik menjadi jauh lebih berat dari profesi lain mana pun.

Berbicara tentang pendidikan berarti kita tidak hanya berurusan dengan peningkatan kemampuan kognitif para anak didik tetapi terutama pembentukan karakter, penanaman nilai-nilai dan pengembangan
kepribadian anak didik dalam etika dan tata krama.

Yang menarik ialah sebagai pendidik,
penulis berhadapan dengan manusia, sosok-sosok yang saling berbeda dalam hal bakat, minat, talenta, potensi dan karakternya.

Dalam mengelola keberagaman para siswa penulis berpendapat bahwa kiat yang
paling efektif ialah mendidik dengan hati, mendekati mereka sebagai person, individu dengan keunikannya, mendengarkan suka duka mereka dan turut merasakan pergumulan-pergumulan mereka.

Dalam rentang waktu 30 tahun mendidik para siswa di SMA Negeri 1 Manado, ia berusaha memahami kepribadian setiap siswa kendati jumlah siswa di SMA Negeri 1 sepanjang sekitar 30 tahun penulis mengajar seringkali “over capacity”, minimal 40 siswa setiap kelas.

Dalam kondisi sekolah dengan jumlah siswa per satu tahun ajaran minimal 1500 siswa maka penulis harus bisa mendedikasikan diri seoptimal mungkin dalam meningkatkan mutu pendidikan dan pengajaran.

Termotivasi pula oleh akumulasi pengalaman berinteraksi dengan ribuan subyek didik, bergaul akrab dengan rekan-rekan guru, berkomunikasi dengan para pemangku kepentingan dan secara khusus terinspirasi oleh para alumni yang bukan hanya sukses mewujudkan mimpi mereka tetapi sungguh mencerminkan kehidupan yang bermakna dan kontributif kepadakalian masyarakat maka penulis bertekad untuk menulis “memoir” ini dengan harapan bisa menjadi sumber inspirasi bagi para pendidik muda di SMA Negeri 1 Manado dan pihak-pihak lain yang dapat mengambil manfaatnya.

“Memoir” ini ditulisnya dengan mengacu pada pengalaman sebagai pendidik selama
sekitar 30 tahun di SMA Negeri 1 Manado.

Tulisan ini tidak sekedar menyajikan fakta dan beberapa momen penting tetapi juga memaparkan suasana batiniah, relasi akrab, komunikasi dan interaksi yang intense dengan para siswa maupun rekan guru.

Dan, tentu saja, peran penulis sebagai pendidik yang secara konsisten berupaya memotivasi dan menginspirasi para siswa agar kelak bisa menjadi alumni yang mampu memaknai dan memberi makna atas masa menerima pendidikan di SMA Negeri 1 Manado dan mampu berkontribusi secara signifikan kepada masyarakat sehingga pada gilirannya mengharumkan nama Alma Mater.

“Memoir” ini tidak akan berwujud buku dan menjadi kenyataan kalau tidak mendapat
dukungan riil dari para alumni yang telah bersedia memberikan testimoninya yang begitu indah, menyentuh dan menginspirasi (cf. BAB VIII Testimoni para alumni).

Tidak kalah menarik dan mengesankan ialah kesan dan pesan dari beberapa mitra, para orang tua dan rekan guru yang menulis dengan tulus pesan dan kesan indah mereka (cf. BAB VII Apa kata mereka).

Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih yang tulus dan apresiasi yang tinggi
kepada para kontributor/alumni yang telah memberikan testimoninya. Mantan yuri Lomba Debat Bahasa Inggris tahunan antar SMA se-Indonesia dari 2002-2008 ini lantas menyebut nama-nama mereka.

Penulis juga mengapresiasi dengan kasih dan rasa hormat kepada para mitra, para orang tua dan rekan guru yang telah menyampaikan kesan dan pesan mereka sebagai afirmasi dan peneguhan bagi penulis dalam mendidik dengan hati. Ia pun menyebutkan nama-nama mereka.

“Last but not the least”, buku ini penulis dedikasikan kepada keluarga kecil penulis, istri terkasih Greety Lembong, putri tercinta Angel bersama menantu Azaryo dan kedua cucu tercinta Chantal dan Charlene. Terima kasih untuk kasih sayang dan pengorbanan kalian.

El menjelaskan, memoir ini merupakan refleksi atas akumulasi pengalaman-pengalaman inspiratif penulis dalam proses mendidik dengan hati yang diperkaya oleh perjumpaan yang menyentuh dan bermakna dengan para siswa, alumni SMA Negeri 1 Manado dan para pemangku kepentingan.

“Banyak sekali momen, kesempatan, peristiwa dalam komunikasi dan interaksi baik di ruang kelas, maupun di luar ruang kelas yang memperkaya wawasan dan pengalaman penulis yang dapat direkam dalam memoir ini walaupun tidak semua,” ujar El yang adalah juga mantan pengajar Bahasa Inggris di SMA Katolik Rex Mundi Manado 2001-2007 dan 2013-2019,

Penulis berharap “memoir” ini dapat menjadi salah satu acuan inspiratif dan edukatif bagi rekan-rekan guru yunior, para siswa SMA Negeri 1 Manado terutama “gen Z” dalam menapaki masa depannya.

Harapan yang sama juga ditujukan kepada para alumni, kiranya memoir ini dapat menjadi cermin kebanggaan terhadap Alma Mater. (Lexie)

Meimonews.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan taklimat kepada para rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Indonesia sebagai bagian dari penguatan arah kebijakan dan transformasi pendidikan nasional.

Kegiatan yang dilaksanakan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/1/2026) ini menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi serta memperkuat peran perguruan tinggi dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Unima turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut melalui kehadiran Rektor Joseph Kambey di dampingi Dekan Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Grace Sherly Luntungan dan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum. (FISH) Theodorus Pangalila

Dalam taklimat tersebut, Presiden RI menyampaikan arahan strategis terkait peningkatan mutu pendidikan tinggi, penguatan tata kelola perguruan tinggi, serta pentingnya integritas dan akuntabilitas dalam pengelolaan institusi pendidikan.

Arahan ini menegaskan posisi perguruan tinggi sebagai garda terdepan dalam mencetak generasi unggul dan berdaya saing.

Arahan Presiden RI menjadi penguatan bagi Unima untuk terus berkomitmen mendorong kemajuan pendidikan di Minahasa dan Sulawesi Utara.

Unima diarahkan secara langsung oleh Presiden Prabowo untuk semakin adaptif terhadap dinamika pembangunan, memperkuat kualitas akademik, riset, dan pengabdian kepada masyarakat, serta memastikan bahwa setiap program institusi memberikan dampak nyata bagi masyarakat khususnya di Minahasa. (*/FA)