Meimonews.com.- Memperingati 50 Tahun Imamat Mgr. Petrus Canisius Mandagi MSC (Uskup Agung Merauke) digagas untuk menerbitkan buku terkait perjalanan imamat religiusnya.

Kendatipun hanya berselang singkat lewat komunikasi via WhastApp tanggal 6 November 2025 dan tatapnuka sejenak pada 8 November 2025 antara Mgr. Canis dengan Dr. Frits Herman Pangemanan, M.Sc, penulis yang sudah melahirkan 20-an buku terjadi kesepakatan untuk penerbitan buku baru lagi, karena sebelumnya telah diterbitkan pula beberapa buku tentang Mgr. Canis yang ditulis Frits.

Selang Desember dibuat pemetaan tentang buku yang akan diterbitkan dan momen pengedaran/launchingnya, yang disepakati waktunya adalah pada Peringatan 50 Tahun Imamat Mgr. Canis yang akan dilaksanakan bersama dengan tiga rekan imam yang merayakan pesta tersebut di Desa Kamangta Kecamatan Tombulu Kabupaten Minahasa yang merupakan tempat tinggal keluarga besar Mandagi-Dolang.

Uskup Agung Merauke Mgr. Petrus Canisius Mandagi MSC saat menyerahkan buku kepada Ketua DPRD Papua Selatan Herry Silubun (dan berikutnya kepada Wakil Gubernur Papua Selatan Paskalis Imadawa) saat acara launching

Dan, itu terjadi. Pada Perayaan Pesta Emas Imamat Mgr. Canis dan tiga rekan imamnya yakni Pastor Aloisius Wenselaus ‘Wens’ Maweikere Pr, Pastor Christianus ‘Christ’ Santie MSC dan Pastor Albert Hendricus ‘Andre’ Santie MSC yang diadakan Stasi Santa Perawan Maria Ratu Paroki Kristus Raja Kembes, Kabupaten Minahasa saat syukuran setelah misa yang bersamaan dengan Pesta Keluarga Kudus, buku tersebut dilaunching.

Buku dengan judul Amor Omnia Vincit (Kasih Mengalahkan Segalanya) yang diterbitkan Percetakan Pohon Cahaya ini berjunlah sekitar 300, dengan halaman utamanya 239 halaman termasuk Kepustakaan dan Tentang Penulis.

Dr. Frits Herman Pangemanan (penulis buku) menyerahkan buku kepada Uskup Manado Mgr. Benedictus Estepahus Rolly Untu MSC

Selain itu, ada Sekapur Sirih oleh Penulis, Sambutan Khusus oleh Pemimpin Provinsial MSC Indonesia Pastor Samuel Waranresy MSC.

Ada juga Ungkapan Kasih dari Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC, Uskup Amboina Mgr. Inno Ngutra Pr, Sekretaris Keuskupan Agung Merauke Pastor John Kandam Pr serta Kata Pengantar dari Margaritha Moningka, S.Pd dan Franki Maikel Paat, SE, MM, Ak, CA ( Tokoh Umat Stasi Kamangta).

Dr. Frits Herman Pangemanan, M.Sc, penulis buku Amor Omnia Vincit (Kasih Mengalahkan Segalanya)

Buku ini berisi 5 (lima) bagian.Bagian pertama : Persiapan jalan untuk Tuhan. Bagian pertama meletakkan skema etika hidup dari keluarga beaar Mandagi-Dolanh yang ditampilkan oleh ayah dari keluarga.

Kerangka keluarga ini membentuk semacam etika kehidupan yang dijalankan oleh seluruu keluarha dimotori oleh ayah yang seoranh tukang bangunan.

Skema Umat Allah ditampilkan sebagai kerangka teologis dengan menggunakam paradigma St. Ambrosius, yang diletakkan sebagai langkah memahami etika kehidupan dari keluarga yang menjadi pokok refleksi di seluruh buku ini.

Bagian kedua : Luruskan jalan bagi Allah. Bagian/bab ini tampil sebagai sebuah refleksi bersama yang diangkat dari dialog Napak Tilas Rohani yang disharingkan oleh anggota-anggota keluarga.

Kelima anggota keluarga dari satu generasi keluarga Mandagi-Dolang mengangkat pengalaman hidup bersama dengan orangtua di masa lalu, sekaligus memberi sharing imam akan ketokohan salah seorang saudara mereka yakni Mgr. Canis dalam rangka Perayaan 50 Tahun Imamatnya.

Bagian ketiga : Kemuliaan Tuhan akan Dinyatakan. Bagian/bab ini melengkapi sharing keluarga dalam dialog Napak Tilas Rohani dengan mengangkat kesaksian ketiga rekan imam yang juga merayakan 50 Tahun Imamat pada waktu bersama.

Ketiga imam ini (Pastir Wens, Pastor Andre dan Pastor Christ) adalah teman sekelas sejak awal pendidikan mereka di Seminari Menengah St. Fransiskus Xaverius Kakaskasen (Tomohon/Sulut). Dari ketiganya diangkat kesaksian berupa kisah-kisah masa lalu dari Mgr. Canis.

Bagian keempat : Semua Umat Manusia Melihatnya Bersama-sama. Bagian/bab ini menampilkan refleksi langsung dari Mgr. Canis tentang penghayatan imamnya sebagai imam dan uskup di dua keuskupan yakni Keuskupan Amboina dan Keuskupan Agung Merauke.

Bagian kelima :Sungguh Tuhan Sendiri Telah MengatakanNya. Bagian ini merupakan pokok-pokok penting yang digarisbawahi dari dialog-dialog Napak Tilas dan sharing-sharing kesaksian lainnya.

“Buku ini merupakan refreksi dan retrospeksi tentang panggilan imamat religius MSC Mgr. Canis,” ujar Frits dalam percakapan dengan Meimonews.com di Manado, pekan lalu.

Narasi refleksi menurut Mgr. Canis, jelas pria kelahiran Manado, 19 Oktober 1956 ini, lebih sebuah proses evaluasi verbatim dan peninjauan kembali pengalaman penggilan sedari awal yang penuh jatuh-bangun. Tujuannya untuk memperoleh kekuatan baru dalam hidup imamat yang tak mengenal turning point (titik balik).

Pembaharuan melahirkan strategi rohani terus-menerus dalam keterbukaan hati untuk memcapai tujuan akhir panggilan sebagai pengantin Kristus.

Narasi retrospeksi menghadirian lagi putusan-putusan menentukan hidup religius dan panggilan imamat masa lalu dalan “kedalaman” dan keluasan hati.

Hakikat retrospeksi menciptabarukan motivasi rohani yang dulu ada untuk menjadi perspektif baru yan kontektual ‘membumi” sesuai zaman.

“Refleksi dan restrospeksi dalam perjalanan imamat yang diwarnai semangat Hati Kudus Yesus Mgr. Canis merupakan hal-hal yang diangkat dalam buku ini,” ujar tokoh awam yang banyak mendapat rekomendasi untuk menjadi Dubes Filipina ini. (Lexie Kalesaran)

Meimonews.com – Uskup Agung Merauke Mgr. Petrus Canisius Mandagi MSC, dan 3 (tiga) imam/pastor merayakan bersama Pesta 50 Tahun Imamat mereka di Stasi Santa Perawan Maria Ratu Paroki Kristus Raja Kembes, Kabupaten Minahasa, Minggu (28/12/2025).

Perayaan ini diawali Misa Syukur yang dipersembahkan Mgr. Mandagi (yubilaris) di dampingi Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC, 3 yubilaris lainnya serta 20-an imam/pastor termasuk Sekretaris Keuskupan Manado Pastor Poltje Pitoy Pr Pastor Paroki Kembes Pastor Firovani ‘Ovan’ Adikila Pr, sejumlah imam/pastor dari Keuskupan Agung Merauke dan frater Diakon Michael Kewo Pr di gereja Stasi.

Ratusan umat Stasi/Paroki setempat serta sejumlah undangan lainnya termasuk tokoh-tokoh penting seperti Wakil Gubernur Papua Selatan Paskalis Imadawa, Ketua DPRD Papua Selatan Herry Silubun, Kepala Dinas Kehutanan Sulut Reiner Dondokambey, Anggota DPRD Sulut Lucky Louis Schramm, donatur Keuskupan Manado hadir pada momen penuh kebahagiaan/sukacita dan kebersamaan ini.

Pastor Johanis ‘Yong’ Ohoitimur MSC saat memberikan kotbah

Pastor Johanis ‘Yong’ Ohoitimur MSC ketika memberikan kotbah mengurai tentang makna Pesta Keluarga Kudus, yang dirayakan saat itu juga, serta makna imamat dari para yubilaris, yang jatuh pada 18 Desember lalu dan para imam/pastor lainnya,

Imamat seorang pastor/imam lebih dari sekedar imam. Imamat bukan milik pribadi seorang imam. Imamat dari seorang pastor/imam dan uskup adalah partisipasi di dalam imamat itu sendiri. “Dalam bahasa teologi, seorang imam adalah Sacerdos victima. Artinya, imam kurban,” ujarnya.

Sebagian umat dan tamu/undangan yang menghadiri misa

Mantan Rektor Unika De La Salle Manado ini mengungkapkan, imam-imam perjanjian lama, biasanya mempersembahkan kurban. Kurban-kurban itu bisa hewan. Anak domba, misalnya atau hasil panen. Imam-imam dalam perjanjian lama, juga mempersembahkan kurban tapi bukan kurban itu bukan dirinya sendiri. Kurban itu terpisah dari diri imam.

Tapi pada Yesus, imamat dan kurban adalah satu hal yang sama. Yesus mempersembahkan dirinya karena itu, Ia memberikan tubuh dan darahNya. Dan, itulah yang diwariskan oleh Yesus dalam Gereja sampai saat ini,” tandasnya.

Para yubilaris (dari kiri ke kanan) Pastor Albert Hendricus Santie MSC, Mgr. Petrus Canius Mandagi MSC, Pastor Aloisius Wenseslaus Maweikere Pr dan Pastor Christianus Santie MSC

Imam yang memimpin misa, menurut Pastor Yong adalah imam kurban. Dan kemuliaan imamat bukan dari diri pastor/uskup sendiri tapi kemuliaan salib Kristus di mana Yesus mengurbankan diriNya.

Inilah dasarnya mengapa dalam Gereja Katolik seorang imam begitu dimuliakan/dihormati. Karena imam bukan hanya ditahbiskan tetapi melalui tahbisan, ia mengambil bagian dalam kurban Kristus.

Mgr. Mandagi di dampingi Pastor Paroki Kristua Raja Kembes Pastor Firovani ‘Ovan’ Adikila Pr saat memotong kue pesta imamat

Kiranya kemuliaan kurban inilah yang dihidupi selama 50 tahun oleh Mgr. Mandagi dan 3 imam yubilaris serta imam-iman lainnya. Jadi imamat itu adalah sesuatu yang mulia tapi dianugerahkan melalui kemanusiaan seorang pastor yang rapuh bagaikan bejana tanah liat. Imam bisa gembira bersama umat tapi juga turut merasakan dukacita dan pergumulan hidup.

“Di altar, imam mengurbankan diri seperti Kristus dan dalam hidup sehari-hari imam mengurbankan diri melalui tugas pelayanan yang dipercayakan kepadanya,” ujarnya seraya mengajak melihat aspek imam-kurban dalam pengalaman Mgr. Mandagi di Ambon dan Merauke.

Mgr. Mandagi, Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC, Wakil Gubernur Papua Selatan Paskalis Imadawa, Ketua DPRD Papua Selatan Herry Silibun saat memberikan sambutan

Di kedua tempat itu, Mgr. Mandagi banyak dikritik, kekurangannya diungkit, bahkan ditolak, dibenci, dihina dan lain sebagainya tapi Mgr. Mandagi tetap diam, tidak melawan karena sebagai seorang imam ia memberi diri, bersedia mengurbankan diri, bersedia menanggung penderitaan, bersedia disalibkan bersama Kristus demi penebusan.

Dalam sambutannya, Mgr. Mandagi secara apa adanya mengurai perjalanan panjang imamatnya hingga bisa menjadi Uskup Amboina dan Uskup Agung Merauke. Banyak lika-liku perjalanan imamatnya.

Pemberian kue pesta oleh Mgr. Mandagi kepada 3 imam yubliaris dan Mgr. Rolly

Tapi ia bisa merayakan Pesta Emas Imamat bersama 3 rekan seangkatannya tidak terlepas kaitannya dengan antara lain dukungan keluarga (ada yang menjadi imam/pastor, suster, frater dan bruder).

Sikap seperti disiplin, tegas dan berintegritasnya mewarnai perjalanan panjang imamatnya. Ia memiliki sikap mau mengampuni walaupun sering dikritik/dihina/dimasalahkan padahal apa yang dibuatnya memiliki nilai penting dan berharga di mata masyarakat dan Gereja.

Penyerahan buku tentang Mgr. Mandagi yang ditulis Frits H. Pangemanan saat launching

Sikap seperti disiplin, tegas dan berintegritas serta berkontribusi penting baik bagi Gereja maupun daerah/masyarakat diakui Wakil Gubernur Papua Selatan dan Ketua DPRD Papua Selatan (saat memberikan sambutan di penghujung misa) serta Uskup Manado ketika mereka memberikan sambutan pada acara syukuran di halaman gereja, usai misa.

Atas nama umat Katolik Keuskupan Manado yang tersebar di 78 paroki dan 400 stasi (di mana Stasi Kamangta salah satunya) serta para imam/pastor, suster, frater dan bruder, Mgr. Rolly menyampaikan selamat merayakan 50 tahun imamat kepada Mgr. Mandagi dan ketiga pastor/imam yakni Pastor Wens, Pastor, Andre dan Pastor Christ.

Saat perarakan

Para yubilaris, menurut Mgr. Rolly, telah berhasil melewati berbagai tantangan dan kesulitan tetapi juga menghadapi cinta dari umat di mana-mana. Mgr. Mandagi berhasil melewati krisis/kerusahan di Ambon dengan selamat.

“Itu patut disyukuri dan telah disyukuri saat miaa tadi dan dilanjutkan acara syukuran ini setelah misa,” ujar Mgr. Rolly.

Foto bersama sejumlah undamgan

Mantan Provinsial MSC Indonesia ini mengungkap pula bagaimana Mgr. Mandagi ketika bertugas di Keuskupan Amboina termasuk saat Pak Sinyo Harry Sarundayang menjadi Plt. Gubernur Ambon, yang sungguh banyak tantangan yang dihadapi tapi Mgr. Mandagi bisa melewati itu dengan baik, dan kemudian diangkat sebagai Uskup Agung Merauke.

Pesta Emas Imamat para yubilaris jatuh pada 18 Desember 2025. Mereka, secara sendiri-sendiri telah merayakannya pada tanggal tersebut di tempat mereka bertugas.

Saat ini, Pastor Wens adalah Pastor Paroki St. Mikhael Perkamil, Pastor Andre adalah Rektor/Pastor Pelayanan RS Gunung Maria Tomohon, Pastor Christ tinggal di rumah tua MSC di Karombasan, Mgr. Mandagi Uskup Agung Merauke.

Acara syukuran setelah misa diwarnai sambutan-sambutan dari Mgr. Mandagi, Mgr. Rolly, Camat Tombulu, pemotongan kue perayaan dan penyerahan oleh Mgr. Mandagi kepada 3 yubilaris lainnya dan kepada Mgr. Rolly serta launching beberapa buku tentang Mgr. Mandagi oleh penulis Frits H. Pangemanan, beberapa atraksi dan makan bersama.

Sebelum Mgr. Mandagi dan Mgr. Rolly tiba di lokasi kegiatan tari kabasaran dan LC stasi setempat menjemput dan mengarak kedua Uskup dari dekat ujung kampung ke rumah keluarga Mandagi – Dolang (penyelenggara kegiatan) serta menuju ke gereja. (elka)

 

Meimonews.com – Secara umum situasi dan kondisi kamtibmas di Sulawesi Utara saat perayaan Natal tahun 2025 berjalan aman dan kondusif, tidak ada hal-hal menonjol yang terjadi.

“Perayaan Hari Natal di Sulawesi Utara berjalan aman dan kondusif, tidak ada hal-hal menonjol yang mengganggu kamtibmas di Sulawesi Utara,” ujar Kabid Humas Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan, mengutip pernyataan Kapolda Sulut Irjen Pol. Riycke Harry Langie, Jumat (26/12/2025).

Meski demikian, tambahnya, personil Polri yang terlibat dalam Operasi Lilin Samrat 2025, pengamanan Nataru di Sulawesi Utara masih melaksanakan tugasnya hingga 2 Januari 2026.

“Personei Polda Sulut dan jajaran yang terlibat dalam Operasi Lilin Samrat 2025 masih melaksanakan tugas pengamanan. Sebanyak 1.025 orang personil yang teribat, dibagi dalam sejumlah Satuan Tugas (Satgas), yaitu Satgas Preemtif, Preventif, Kamseltibcarlantas, Gakkum, Tindak, Humas dan Satgas Banops,” sebutnya.

Di samping pesonei yang terlibat dalam Ops Lilin tersebut, Polda Sulut dan jajaran juga mengerahkan personil Polri lainnya untuk melakukan penjagaan di gereja-gereja yang melaksanakan ibadah Natal.

Natal hari kedua ini, personil Polri masih bersiaga melakukan penjagaan di sejumlah gereja yang melaksanakan ibadah Natal.

Selain penjagaan di rumah ibadah, personil Polri juga siaga di sejumlah lokasi wisata yang menjadi destinasi warga saat liburan Natal dan Tahun Baru. “Antisipasi kunjungan ke lokasi wisata saat liburan Natal, Polisi juga melakukan pengawasan dan pengamanan,” katanya.

Kombes Pol Hasibuan menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang sudah berpartisipasi menjaga kamtibmas.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah terlibat dalam mengamankan perayaan Natal, antara lain TNI, Polri, Pemerintah Daerah, stakeholder terkait, Ormas dan seluruh lapisan masyarakat, sehingga berjalan dengan aman dan damai,” ujarnya. (AF)

 

 

Meimonews.com – Tantangan pendidikan tinggi (dikti) ke depan semakin kompleks. Dibutuhkan kebersamaan, integritas dan kebersamaan dalam setiap pengambilan keputusan.

Hal tersebut disampaikan Rektor Unsrat Oktovian Bery Alexader Sompie pada acara pelantikan Angota Senat Fakultaa Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unsrat di Gedung Rektorat Unsrat Manado, Rabu (24/12/2025).

Mendampingi Rektor pada acara pelantikan tersebut adalah Wakil Rektor 1 Arthur Pinaria dan Wakil Rektor 2 Royke I Montolalu.

“Untuk itu, saya mengajak seluruh anggota senat agar menjalankan tugas dengan penuh tqnggung jawab, menjunjung tinggi etika akademik serta mengedepankan kepentingan institusi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

 

Rektor menjelaskwn, pelantikan ini bukan hanya pengukuhan jabatan, tetapi peneguhan tugas dan tanggung jawab akademik.

Itulah sebabnya, Rektor berharap Senat FEB Unsrat dapat menjadi mitra yang konstruktif bagi pimpinan fakultas dalam merumuskan kebijakan akademik yang berkualitas.

Kepada seluruh angota senat FEB yang baru dilantik diucapkan selamat bertuhas. “Semoga saudara-saudara dapat mengemban dengan sebaik-baiknya demi kemajuan Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Universitas Sam Ratulangi,” harap Rektor. (FA)

Meimonews.com – Sebanyak 735 wisudawan/wisudawati Program Pascasarjana, Magiater dan Doktor Universitas Negeri Manado (Unima) Tahap II Semester Ganjil Tahun Akademik (TA) 2025/2026 dikukuhkan Rektor Unima Joseph Philep Kambey.

Pengukuhan ini dilakukan dalam Sidang Terbuka Unima yang dipimpin Herry Sumual (Ketua Senat) di Auditorium Maria Walanda Maramis Kampus Unima, Tondano. Kamis (18/12/2025).

Pengukuhan ini merupakan agenda akademik resmi universitas sebagai bentuk pengukuhan lulusan dari berbagai jenjang pendidikan.

Dalam sambutannya, Rektor Unima menjelaskan, wisuda menjadi penanda selesainya proses akademik sekaligus awal pengabdian lulusan kepada masyarakat.

Rektor menegaskan pentingnya peran lulusan Unima sebagai insan intelektual yang berintegritas, adaptif, dan mampu menjawab tantangan pembangunan di berbagai sektor.

Rektor juga menegaskan komitmen Unima dalam melakukan transformasi kelembagaan dan peningkatan mutu pendidikan tinggi.

Upaya tersebut diwujudkan melalui penguatan tata kelola, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan program studi strategis yang relevan dengan kebutuhan nasional dan daerah.

Melalui pelaksanaan Wisuda Tahap II Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 ini, Unima menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkomitmen menghasilkan lulusan berkualitas, berkarakter, dan siap berkontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia.

Di momen penting ini, Rektor menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus atas dukungan nyata terhadap pengembangan Unima. (*/FA)

Meimonews.com – Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) VIII Laksamana Muda TNI Dery Tresananto Suhendi melaksanakan kunjungan kehormatan dan silaturahmi ke Unsrat Manado, Senin (15/12/2025).

Kunjungan tersebut disambut hangat dan diterima oleh Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie di ruang kerjanya.

Kunjungan Dankodaeral VIII ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi serta meningkatkan sinergi antara Kodaeral VIII, sebagai garda terdepan penjaga kedaulatan maritim, dengan institusi pendidikan tinggi.

Pembicaraan yang berlangsung dalam suasana akrab dan konstruktif ini berfokus pada potensi kolaborasi di berbagai bidang.

Kedua pimpinan institusi tersebut sepakat bahwa sinergi antara TNI Angkatan Laut dan dunia akademik sangat krusial dalam mencetak generasi muda yang sadar akan pentingnya menjaga wilayah maritim Indonesia.

Kunjungan ini menutup catatan penting mengenai komitmen bersama Kodaeral VIII dan Unsrat untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah dan penguatan pertahanan negara. (FA)

Meimonews.com – Uskup Manado Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC di dampingi belasan imam/pastor memimpin misa Yubeliun Orang Muda Keuskupan Manado di Emmanuel Amphiteater Lotta Kabupaten Minahasa, Sabtu (13/12/2025).

Sekitar 1.000 orang muda Katolik (OMK) perwakilan paroki-paroki di Keuskupan Manado (yang tersebar di provinsi Sulawesi Utara, provinsi Gorontalo dan provinsi Sulawesi Tengah) mengikuti misa tersebut.

Sebelum memberikan berkat pengutusan di akhir misa, Mgr. Rolly menyemangati para OMK yang adalah masa depan gereja.

Kehadiran OMK-OMK dari daerah-daerah yang cukup jauh seperti dari Stasi Beteleme (Sulawesi Tengah) yang jaraknya 170 kilometer dari Manado ini, menurut Mgr. Rolly, hendaknya menjadi penyemangat bagi OMK-OMK lainnya.

Mereka mulai melangkah dengan langkah-langkah kecil (tapi memiliki danpak besar untuk kemajuan). Mereka bercermin dari Sta. Theresa dari Kanak-kanak Yesus.

Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC saat menerima Salib Suci yang diarak dari Taman Bunga Warembungan ke Emmanuel Amphiteater Lotta

Mgr juga memotivasi para OMK untuk bersemangat dalam berkarya untuk masa depan. Diberikan contoh bagaimana orang-orang tua (bapak-bapak dan ibu-ibu) tetap berkarya di usia mereka, walau sudah tua. Bahkan ada yang sudah lansia tapi tetap bersemangat, seperti syair lagu ‘sapa bilang lansia tidak berguna.’

Para OMK terus merespon kalimat-kalimat motivasi Uskup dengan bertepuk tangan yang cukup panjang sebagai bentuk apresiasi.

Uskup berharap dengan peziarahan pengharapan di tahun Yubileum ini para OMK termotivasi untuk melangkah, menatap masa depan dengan penuh semangat.

Dalam percakapan dengan Meimonews.com usai memimpin misa, Mgr. Rolly menjelasksn, OMK Keuskupan Manado memgadakan Jubilee of Youth (JOY) Tahun 2025 yang mengangkat tema Bersukacitalah dalam Pengharapan ingin agar peziarahan harapan dalam perjalanan sebagai orang beriman bahwa Tuhan pasti menyertai kita.

Disebutkan, Dia (Tuhan) sudah menyertai kita sebelumnya, Dia (Tuhan) setia dalam mendampingi kita. Oleh karena itu, ditanamkan dalam pengharapan kita bahwa Tuhan senantiasa menyertai kita khususnya orang muda katolik sgar memberikan mereka pengharapan bahwa Tuhan tidak membiarkan.

Sebelum prosesi Salib Suci Yubileum di Taman Bunga Warembungan yang dipimpin Modertor OMK Kevikepan Tombulu/Koordinator Penasehat LC KM Pastor Windy Tangkuman Pr. belasan pengurus OMK Paroki mendapat pembekalan semangat dari Ketua PUKAT Keuskupan Manado /sponsor kegiatan Jimmy Asiku.

Jimmy ‘membakar’ semangat para OMK untuk menatap masa depan yang cerah lewat persiapan-persiapan diri, mengasah kemampuan dan kreatif dalam menghadapi perkembangan zaman.

Menurut pengusaha sukses yang aktif dalam kegiatan kerohanian ini, ada banyak hal yang bisa dibuat para OMK. Harus berusaha dengan penuh semangat. Harus pantang menyerah.

Ketua PUKAT Keuskupan Manado Jimmy Asiku saat ‘membakar’ semangat belasan OMK Paroki Keuskupan Manado di kompleks Taman Bunga Warembungan

Sebelum pelaksanaan misa, sekitar 600 OMK perwakilan paroki-paroki melakukan prosesi Salib Suci Yubelium dari Taman Bunga Warembungan menuju Amphiteater. Mereka, yang diantar petugas Legio Christi Keuskupan Manado (LC KM) berjalan kaki jalan di sebagian jalan Desa Warembungan dan Desa Pineleng menuju lokasi pelaksanaan misa.

Prosesi dan misa OMK Keuskupan Manado ini merupakan kegiatan Jubileum of Youth (JOY) Keuskupan Manado Tahun 2025 yang diselenggarakan Komisi Kateketik Keuskupan Manado dengan mengusung tema Bersukacitalah dalam Pengharapan.

Hadir pada pembukaan prosesi Salib Suci Yubileum yang dipimpin Pastor Windy adalah Jimmy Asiku, Sekretaris Camat Pineleng Aldi RJ Pungus, serta Vencentius Mamarodia, Jefifani Mawei dan Budiharto Prawira (Koordinator Umum, Wakil Koordinator Umum dan Bendahara Umum LC KM).

Dalam kata pengantarnya, Windy mengatakan, dengan perayaan yang meriah dan mulia ini, kita mengawali Perayaan Ekaristi Kudus dengan pemghormatan Salib Suci Tuhan kita Yesus Kristus dan akan diarak dengan meriah di perayaan ini.

“Perarakan meriah ini hendaknya mengingatkan akan Tuhan yang senatiasa hadir, menjaga, menolong dan melimpahkan berkat dan rahmatNya selama kita hidup,” ujarnya.

Kita juga, sambung Pastor Paroki Warembungan ini, diajak untuk mengingat bahwa Ia (Allah) adalah Raja atas semesta alam. Ia merajai hati kita dan seluruh hidup kita.

Kehadiran di tempat ini, yang menandai Tahun Yubelium dengan kemeriahan dalam doa-doa dan puji-pujian kepada Allah yang sejak awal menuntun umat manusia hingga bangsa Israel padang gurun dan akhirnya masuk Tanah Terjanji dengan tuntunan tiang api bernyala dan kini kita berjalan bersama dengan dituntun oleh Dia sendiri melalui puteraNya, Yesus Kristus yang telah mengorbankan diriNya di atas kayu salib demi keselamatan setiap orang yang percaya kepadaNya dan seluruh alam ciptaanNya.

“Kita juga kelak akan dituntunNya masuk ke dalam rumahNya yang penuh sukacita abadi dalam kemuliaan Allah Bapa sebab Dia adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup,” ujarnya. (elka)

Meimonews.com – Sekitar 70 Anggota Legio Christi Keuskupan Manado (LC KM) terlibat dalam kegiatan Jubilee of Youth Keuskupan Manado, Sabtu (13/12/2025).

Mereka yang terlibat dalam kegiatan yang mengusung tema.Bersukacitalah dalam Pengharapan ini berasal dari Paroki St, Petrus Warembungan, Paroki St. Johanes dan Cierbelius Lotta, Paroki St. Antonius Padus Kali, Paroki St. Fransiskus Xaverius Pineleng, dan Paroki Maria Ratu Damai Timohon.

Tim LC ini dipimpin langsung oleh Koordinator Umum LC KM Vencentius Mamoradia, Bendahara Umum Budiharto Prawira, Wakil Koordinator Umum Jefifani Mawei dan Koordinator LC Kevikepan Tombulu Christ Tinangon (Koordinator Lapangan) serta Koordinator Penasehat LC KM Pastor Windy Tangkuman Pr.

Pengamanan dilakukan mulai dari Taman Bukit Doa Warembungan (saat kegiatan pembukaan) dan lokasi perarakan peserta sepanjang jalan seputaran Pineleng hingga lokasi terakhir (tempat puncak acara di Kompleks Amphiteater Lotta).

Satu unit kendaraan bermotor (ranmor) roda 4 yqng dikemudikan Budiharto di dampingi Mamarodia memantu/mengawal perarakan dari depan.

Untuk kemudahan pengamaman, selain mengatur arus lalulintas di jalan desa dan jalan Manado – Tomohon, yang didukung Polsek Pineleng, petugas menggunakan sarana komunikasi seperti handy Talky (HT).

Pengamanan dan komunikasi dilakukan juga di lokasi acara pembukaan dan penutupan. Mereka memgatur agar acara berjalan aman, tertib dan lancar.

Ada pula pengamanan yang dilakukan petugas LC untuk lokasi sekitar tempat pengakuan dosa. Lokasi diamankan agar tidak sembarang orang masuk karena yang bisa masuk adalah mereka yang mau melakukan pengakuan dosa baik OMK maupun orang dewasa.

Dalam percakapan dengan Meimonews.com di kompleks Lotta, Uskup menyampaikan apresiasi atas keterlibatan LC Keuskupan Manado dalam kegiatan JOY KM 2025.

“Luar biasa. Mereka menjalankan misinya. Mereka membantu, bagian dari pengabdian bagi gereja. Mereka mengawal orang-orang muda Katolik, yang merupakan masa depan gereja,” ujar Mgr. Rolly, sapaan Uskup. (elka)

Meimonews.com – Universitas Negeri Manado (Unima) melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut terkait dengan Tridharma Perguruan Tinggi.

Penandatanganan dilakukan Rektor Unima Joseph Philip Kambey dengan Gubernur Sulut Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus di Wisma Negara Bumi Beringin Manado, Jumat (12/12/2025).

Hadir mendampingi Rektor, antara lain Wakil Rektor 1 Mister Gideon Maru, Wakil Rektor 2 Donal Matheos Ratu dan Wakil Rektor 3 Lenny Leorina Evinita.

Dari Pemprov Sulut yang mendampingi Gubernur adalah Sekprov Tahlis Gallang, Kadis Pendidikan Femmy Suluh, Plt Kadis Kesehatan Rima Lolong, Plt. Kadis Sosial Andra Mawuntu dan Plh Kadis Kominfo Denny Mangala.

 

Di momen tersebut terungkap proses pembentukan dua program studi (Prodi) baru di Unima yakni Prodi Kedokteran dan Prodi Pertanian.

Kepada wartawan, baik Rektor maupun Gubernur mengungkap bagaimana proses pembentukan dua prodi baru tersebut terutama perhatian dari Presiden Prabowo Subianto.

Gubernur mengatakan, Presiden cepat menanggapi rencana pembentukan prodi baru di Unima. Beberapa waktu lalu sudah ada tim dari keprisidenan untuk mengecek kesiapan pembentukan prodi baru tersebut.

“Karena Unima memiliki lahan yang luas dan kita juga sangat membutuhkan dokter di daerah Sulut dan juga kepentingan di Indonesia,” ujar Gubernur.

Oleh karena itu, Gubernur bersurat kepada Presiden, dan Presiden langsing meresponsnya dengan cepat. Tim Kementerian Kesehatan dan Kemendiktisaintek sudah datang ke sini beberapa waktu yang lalu.

“Tentunya, atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara kami berterima kepada Presiden Republik Indonesia yang begitu cepat menanggapi harapan-harapan kami di Sulawesi Utara,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Rektor Unima. Gubernur Sulut, menurutnya, langsung memberikan rekomendasi ke Presiden tentang pembukaan dua prodi tersebut.

“Ini merupakan wujud nyata kepedulian pak gubernur yang ingin Sulawesi Utara begitu cepat maju dan kami (Unima) langsung merespons keinginan pak gubernur terutama untuk kepentingan kesehatan masyarakat Sulut, yang langsung direspons pak Presiden dan Menteri,” ujar Rektor.

Unima, sambung Rektor, langsung dihubungi untuk mempersiapkan segala sesuatu sehingga nanti pada tahun depan, kira-kira Mei 2026 izin operasionalnya bisa keluar dan Unima bisa melakukan penerimaan calon mahasiswa khususnya prodi kedokteran.

“Dan ini semua merupakan cita-cita kami semua yang sudah diwujudkan bapak Gubernur,” ujar mantan Wakil Rektor 2 Unima dan mantan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unima ini. (Lexie)

Meimonews.com – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) mengadakan Forcus Group Discussipn (FGD) di salah satu hotel Manado, Kamis (11/12/2025).

Hadir dalam FGD ini perwakilan dari Unit-unit Kerja di lingkungan Unsrat serta Tim Zona Integritas.

Dalam sambutannya, Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie menegaskan, pembangunan Zona Integritas bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif, tetapi merupakan komitmen konkret institusi dalam mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang bersih, transparan, akuntabel, serta berorientasi pada pelayanan prima.

Oleh karenanya, Rektor mengajak seluruh pimpinan unit kerja dan Tim Zona Integritas untuk menjadikan momentum FGD sebagai titik percepatan, bukan sekadar rutinitas. (FA)