Meimonews.com – Sejumlah acara mewarnai Peringatan 45 Tahun Imamat Pastor Johanis Mangkey MSC yang diadakan di Seminari Menengah Kakaskasen Tomohon, Sabtu (18/7/2026).

Acara tersebut adalah ziarah ke makam beberapa pastor, perayaan ekaristi (misa), syukuran dan peluncuran buku.

Saat ziarah, Pastor Yance (sapaan akrab Pastor Johanis Mangkey MSC) yang di dampingi beberapa kenalan serta Pastor Danny Surentu Pr (Rektor Seminari Menengah Kakaskasen), Pastor Ardi Watuseke MSC (Pembina/Seksi Liturgi Seminari) dan Pastor Bernadinus Palangngan MSC (Pastor Paroki Sta Ursula Watutumouw) memberikan percikan air kudus dan memasang lilin di kedua makam rekan imam seangkatannya.

Kedua rekan imam seangkatannya tersebut adalah alm. Pastor Frans Rares MSC (meninggal sekitar tahun 2020) dan alm. Pastor Aloysiis Roong MSC (meninggal sekitar tahun 1998).

Makam para imam yang berjumlah 87 makam (84 sudah permanen sementara 3 belum karena belum lama dimakamkan) termasuk makam Pastor Rares dan Pastor Roong tersebut berada di belakang kompleks seminari.

Saat perayaan ekaristi yang dipimpin Uskup Manado Mgr. Benedictus Estehanus Rolly Untu MSC di dampingi 18 pastor/imam, yang diadakan di gereja seminari, hadir sekitar 200-an undangan dan 140-an para seminaris baik yang berada di dalam maupun luar gereja (karena kapasitasnya terbatas).

Saat syukuran, diadakan peluncuran buku 45 Tahun Imamatku : Luceat lux vestra coram hominibus (Hendaknya terangmu bercahaya di depan orang) tulisan Pastor Yance, yang diawali kata pengantar oleh Frits H. Pangemanan (penulis Kapur Sirih di buku tulisan Pastor Yance).

Di momen ini, Pastor Yamce menyampaikan bahwa ia menyumbang Rp 45 juta dan uang hasil penjualan buku tersebut untuk pembangunan ruang aula/ruang rekreasi yang sementara dalam pengerjaan di seminari.

Acara syukuran berlanjut di sebuah ruangan yang berada di kompleks seminari. Selain makan bersama, terlihat para undangan berfoto bersama Pastor Yance dan meminta tanda tangannya di buku tulisan Pastor Yance yang dibeli mereka.

Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC dalam sambutannya mengatakan, apa yang sudah dibuat oleh Pastor Yance selama dalam tugas panggilannya sebagai imamat sungguh luar biasa.

Lewat motto tahbisan imamat Pastor Yance yakni ‘Ia harus semakin besar tetapi aku harus makin kecil,’ sebut Mgr. Rolly, kita melihat kebesaran yang dibuatnya dengan spiritualitas yaitu semangat yang dihidupi dan dijiwai serta dirangkum dalam rupa-rupa sudut pandang dan lain-lain, yang kemudian menjadi kesaksian bagi kita semua yang hadir pada perayaan ini.

Selain itu, apa yang dibuat Pastor Yance, menurut uskup yang juga tahbisan imamatnya sama tanggal dan bulannya tapi hanya berbeda tahun, juga sesuai dengan bacaan yakni ‘sekiranya aku hendak bermegah juga, aku bukan orang bodoh lagi, karena aku mengatakan kebenaran.’

Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC (gambar atas) dan Rektor Seminari Menengah Kakaskasen Pastor Danny Surentu Pr (gambar bawah) saat memberikan sambutan

Mantan Provinsial MSC Indonesia ini, menjelaskan, setelah menempuh perjalanan di Seminari Kakaskasen dan Seminari Pineleng, terlihat tanda-tanda kebijakan dan kecerdasan Pastor Yance (seperti yang sudah disebut Pastor.Dammy Pongoh Pr saat menyampaikan homili dan Pastor Danny Surentu).

Ada sejumlah kelebihan dari Pastor Yance (pernah menjadi Provinsial MSC Indonesia) yang diungkap Mgr. Rolly termasuk ketika Mgr. Rolly menjadi Provinsial MSC, yang menggunakan kelebihan dari Pastor Yance.

Mgr. Rolly berharap, kelebihan seperti yang ditunjukkan Pastor Yance bisa menjadi pedoman bagi para seminaris dan para imam dalam berkarya, menjalankan panggilan imamat.

Motto tahbisan imamat Pastor Yance, menurut Mgr. Rolly, menunjukkan kerendahan hatinya, seperti yang telah ditunjukkan Yesus Kristus, yang menanggalkan kemuliaan dan kesetaraanNya dengan Allah yang turun untuk mengangkat kita agar memperoleh kebahagiaan keilahian Yesus sendiri. “Saya kira, ini menjadi dan mewarnai sepak terjang Pastor Yance,” ujar uskup kelahiran Lembean, Minahasa (sekarang masuk Kabupaten Minahasa Utara).

Pastor Johanis ‘Yance’ Mangkey MSC saat memberikan sambutan

Rektor Seminari Menengah Kakaskasen dalam sambutannya mengatakan, hari ini adalah hari yang istimewa, saat kita merayakan 45 tahun kesetiaan Tuhan dalam hidup dan pelayanan Pastor Yance. Karena itu pantaslah kita menaikkan pujian dan syukur kepada Tuhan.

“Saya senang karena Pastor Yance tidak pernah lupa akan seminari ini, almamater yang telah membesarkannya. Sikap itu mengingatkan saya pada semangat penulis Surat Pertama Rasul Yohanes :Kita mengasihi karena Allah lebih dahulu mengasishi kita. (1 Yoh 4:19),” ujar Pastor Danny.

Disebutkan, seorang alumnus sejati mengenang dan mengasihi almamaternya, karena di tempat inilah ia lebih dahulu dikasihi Tuhan : dididik, dibina dan dibentuk dalam panggilan.

Peluncuran buku karangan Pastor Johanis Mangkey MSC yang diawali kata pengantar oleh Frits H. Pangemanan (penulis Kapur Sirih) dibuku yang ditulis Pastor Yance

Pastor Yance pulang ke rumah yang dulu membentuknya, berbagi kebahagiaan dan kesaksian hidup sambil membawa serta kenangan akan dua sahabat yang telah berbahagia di Surga.

Kedua sahabat tersebut adalah almarhum Pastor Aloysius Roong MSC dan almarhum Pastor Fransiskus Rares MSC. Mereka bertiga ditahbiskan sebagai imam oleh Uskup Manado Mgr.Theodorus HAJ Moors MSC di Gereja Katedral Manado pada 29 Juni 1981.

“Hari ini, sesungguhnya, kita merayakan dua kebahagiaan sekaligus. Pertama, 45 tahun imamat, dan kedua, 60 tahun perjalanan panggilan sebagai seminaris alumnus Seminari Kakaskasen,'” ujar Pastor Danny.

Motto tahbisan yang dipilih Pastor Yance,, menurutnya, adalah komitmen yang telah menjadi nyawa pelayanannya. “Inilah rahasia seorang alumnus yang tidak pernah lupa : ia terus mengecilkan diri agar Kristus dan rahmat panggilannya semakin besar,” ujar Pastor Danny.

Hari ini, sambungnya, di hadapan kita, Pastor Yance datang bukan untuk memamerkan keberhasilan, melainkan untuk bersyukur dan membagikan berkat, seraya tetap rendah hati mengingat akar panggilannya di seminari ini.

Kepada para seminaris, Rektor mengajak melihat di hadapan kita, para pastor, yang pernah seperti mereka yakni kecil, kadang ragu, rindu rumah, haus, lapar, jenuh. Tetapi mereka (para pastor – red) bertahan karena percaya bahwa Allah yang memanggil. Allah pula.yang memelihara.

“Mereka adalah bukti nyata bahwa almamater ini bukan sekedar bangunan, melainkan rahim rahmat yang melahirkan para pelayan altar. Hari ini angkatan ke-39 pulang merayakan dan memberi kesaksian. Suatu hari nanti, kalian (para seminaris – red) – entah angkatan ke berapa- juga akan pulang untuk bersaksi.

Pastor Yance bersama Mgr. Rolly (gambar atas) dan Pastor Yance saa menyapa beberapa seminaris, usai misa

Dalam sambutannya, Pastor Yance menjelaskan perjalanan panjang mulai dari saat ia masuk Seminari Kakaskasen, setelah lulus Sekolah Rakyat Katolik Tataaran II hingga keberadaannya saat ini.

Diungkapkan, penugasan pertama dan satu-satunya di paroki adalah sebagai Pastor Rekan di Paroki Katedral Manado. Sesudahnya dan sampai sekarang ia tidak pernah mendapat tugas di paroki, tetapi hanya di lingkup Tarekat MSC. “Ini tidak berarti saya tidak melayani sebagai imam. Pelayan sebagai imam tetap berjalan,” ujarnya.

Dalam perayaan syukur imamatnya ke-45, Pastor Yance mengambil panduan refleksi teks Kitab Suci yakni ‘Hendaknya terangnu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatannu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di Surga (Matius 5 : 16).

Dikemukakan, ungkapan Yesus, yang merupakan bagian dari kotbah di Bukit tentang Sabda-sabda Bahagia tersebut menginspirasinya untuk direfleksilan secara lebih mendalam serta menemukan maknanya dalam penghayatan dan pengamalan imamatnya.

“Saya ingin agar terang itu bercahaya melalui pelayanan dan perbuatan baik agar Bapa di Surga yang dimuliakan,” ujar penulis sejumlah buku ini.

Pastor Yance juga menjelaskan alasan ia mau bersyukur di Seminari Menengah Kakaskasen. Pertama, perayaan syukur 5 tahun lalu dibatalkan karena situasi Covid-19. Kedua, ia memulaikan secara resmi pendidikan sebagai calon imam pada Juli 1966 (60 tahun lalu) di seminari ini.

Ketiga, ia ditahbiskan menjadi imam pada 45 tahun lalu bersama dengan dua rekan seangkatannya, yang sudah kembali ke seminari ini, yang kini dimakamkan di kompleks seminari ini. Keempat, sampai sekarang, seminari ini menjadi sumber panggilan imam-imam dan khususnya anggota-anggota baru Tarekat MSC.

Kepada para seminaris, Pastor Yance memberi saran agar mengingatkan kata-kata bermakna yakni Pastores dabo vobis iucta cor meum (Yeremia 3 : 15). ‘Belajar baik-baik, berdisiplin,manfaatkan baik-baik waktu yang ada di seminari ini untuk menempa diri dalam iman, pengetahuan dan karakter,’ ujarnya. (LAF)

Meimonews.com – SMP Katolik St. Fransiskus Xaverius Pineleng melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah SMP Tahun Ajaran 2026/2027 di kompleks sekolah pimpinan Erry Ratag, Senin – Jumat (13-17/7/2026).

Pelaksanaan MPLS Ramah SMP yang secara umum mengusung tema Murid Baru SMP Berkarakter dan Siap Belajar ini setiap harinya ada tema yang diangkat, yang setiap harinya berbeda dan merupakan penjabaran dari tema umum.

Beberapa materi diberikan pada MPLS Ramah SMP yang dilaksanakan Panitia yang diketuai Yanti Rosanti Tatu tersebut, di antaranya adalah Pengenalan profil dan visi misi sekolah; Pengenalan tata tertib dan budaya sekolah; Ice breaking dan permainan kerja sama.

Pembiasaan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat; Tur lingkungan sekolah; Pengenalan sarana dan prasarana sekolah; Pengenalan organisasi dan ekstrakurikuler; Games edukasi dan refleksi.

Sekolah ramah anak dan anti perundungan; Pendidikan karakter dan budaya 5 S; Hidup bersih dan sehat di sekolah; Simulasi tanggap darurat keselamatan sekolah; Refleksi dan jurnal harian MPLS.

Sopan santun bermedia sosial; Pencegahan hoaks dan keamanan digital; Motivasi belajar dan meraih pestasi; Mengenal kurikulum dan pembelajaran SMP; Presentasi kelompok dan refleksi.

Review materi MPLS, Pentas kreasi dan unjuk bakat; Penyusunan komitmen murid SMP; Pengisian refleksi dan evaluasi MPLS; Bahaya penyalahgunaan Narkoba/Napza.

Pembawa materi di hari terakhir yang membawakan materi Bahaya penyalahgunaan Narkoba/Napza adalah Ketua Perhimpunan Putra Putri (PPP) Brimob Lexie Kalesaran.

Materi dibawakan secara interaktif agar para puluhan siswa yang mengikuti edukasi ini bisa mudah memahami/mengerti materi yang disampaikan, apalagi ditampilkan pula dengan LCD.

Dalam pemaparan materinya, Kalesaran menjelaskan apa itu Napza/Narkoba, jenis-jenis dan pengelompokkannya serta bahaya yang ditimbulkan bila menyalahgunakannya, kondisi penyalahgunaan yang telah menyeret para siswa dan mahasiswa dengan jumlah yang cukup memprihatinkan.

Dijelaskan pula aspek resiko bila telah menyalahgunakan, beberapa kepribadian remaja yang rentan terhadap penyalahgunaan Narkoba/Napza, penyebab penyalahgunaannya, serta seharusnya siswa berbuat apa ?

Penyalahgunaan dan peresaran gelap Narkoba ungkap Kalesaran, sudah menjadi permasalahan yang sangat memprihatinkan di seluruh dunia termasuk Indonesia dan Sulawesi Utara.

Halmana, antara lain karena penggunanya sudah merembes sanpai kepada para siswa dan mahasiswa yang adalah generasi penerus bangsa.

Kondisi narkoba dewasa ini telah menjadi kejahatan bersifat lintas negara (transnational crime), kejahatan terorganisasi (organized crime) dan kejahatan serius (extra ordinary crime).

“Karena semakin besarnya pengguna dan luasnya peredaran narkoba dan lain-lain permasalahannya maka Indoesia telah menetapkan Darurat Narkoba,” ujarnya.

Oleh karenanya, para siswa diedukasi agar tidak coba-coba pakai karena dampak yang ditimbulkannya bukan hanya untuk para pengguna tapi juga bagi keluarga, masyarakat dan negara, apalagi jadi pengedar karena ada sanksi hukumnya.

Para siswa diajak untuk fokus belajar untuk menahan diri, belajar arti kehidupan, belajar untuk masa depan. Belajar yang baik selama menempuh pendidikan di sekolah, dan di luar sekolah.

Diajak untuk meraih cita-cita dengan berprestasi baik dalam hal pendidikan, pramuka, olahraga, kesenian, aktif dalam kegiatan keagamaan, dan lain-lain. “Jadilah anak muda yang dibanggakan keluarga, sekolah, masyarakat, lembaga keagamaan,” harap penggiat dan relawan anti narkoba yang sudah lama bergerak di bidang ini termasuk menjadi pemateri dan pelaksana kegiatan. (*)

Meimonews.com – Ada sebanyak 1.318 kuota disiapkan Unsrat untuk penerimaan mahasiswa baru (maba) program Strata 1 (S1) Jalur Mandiri Tumou Tou (T2) Tahun Akademik 2026/2027. Kuota tersebut tersebar di beberapa program studi di 8 (delapan) fakultas.

Disiapkannya kuota tambahan tersebut dikarenakan saat penerimaan Maba Jalur T2 gelombang pertama belum tercukupi jumlah kuota yang disediakan.

Penerimaan Maba Jalur Mandiri T2 Gelombang II ini berdasarkan pengumuman resmi yang dikeluarkan pimpinan Unsrat Nomor : 6760/UN12.1/PD/2026.

“Oleh karenanya, Unsrat membuka seleksi penerimaan Maba Jalur T2 Gelombang II,” ujar Humas Unsrat Max Rembang kepada.wartawan, Jumat (16/7/2026).

Informasi lengkap mengenai syarat pendaftaran, jadual seleksi, tata cara pengisian form online sebutnya, dapat diakses langsung melalui laman resmi Universitas Sam Ratulangi di https://www.unsrat.ac.id.

Kedelapan fakultas tersebut adalah Fakultas Teknik adalah S1 Perencanaan Wilayah dan Kota 23 kuota; Fakultas Pertanian terdiri dari ​S1 Teknik Pertanian 26 quota, S1 Teknologi Pangan 39 kuota, ​S1 Agribisnis 62 kuota, ​S1 Agroteknologi 40 kuota,​S1 Ilmu Kehutanan 36 kuota, ​S1 Ilmu Tanah 47 kuota, ​S1 Proteksi Tanaman 41 kuota, ​S1 Agronomi 45 kuota.

​Fakultas Peternakan adalah ​S1 Peternakan 99 kuota; ​Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan terdiri dari ​S1 Ilmu Kelautan 105 kuota, ​S1 Manajemen Sumberdaya Perairan 47 kuota, ​S1 Budidaya Perairan 41 kuota, ​S1 Teknologi Hasil Perikanan 42 kuota, ​S1 Agrobisnis Perikanan 53 kuota, dan ​S1 Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan 25 kuota.

​Fakultas Ekonomi dan Bisnis adalah ​S1 Ekonomi Pembangunan 65 kuota; Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik terdiri dari S1 Ilmu Politik 26 kuota, S1 Sosiologi 39 kuota, ​S1 Ilmu Perpustakaan 47 kuota, ​S1 Antropologi Sosial 38 kuota.

​Fakultas Ilmu Budaya terdiri dari ​S1 Sastra Indonesia 42 kuota ​S1 Sastra Jerman 30 kuota,​S1 Ilmu Sejarah 38 kuota; ​Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam terdiri dari ​S1 Matematika 68 kuota, ​S1 Fisika 62 kuota, ​S1 Biologi 36 kuota, dan ​S1 Kimia 56 kuota. (FA)

Meimonews.com – Rektor Unsrat Manado Oktovian Berty Alexander Sompie menerima kunjungan pimpinan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung, Kamis (16/7/2026)

Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka benchmarking (studi banding) terkait penguatan tata kelola kelembagaan serta peningkatan kualitas layanan Perguruan Tinggi Badan Layanan Umum (PTN-BLU).

Di dampingi Wakil Rektor 2 Roike Iwan Montolalu dan Wakil Rektor 4 Steenie Edward Wallah dan tim, Rektor Unsrat menyambut kedatangan rombongan pimpinan UIN Sunan Gunung Djati di ruang utama rektorat.

Pertemuan berlangsung hangat dan penuh dengan semangat kolaborasi antar-perguruan tinggi.

Dalam sambutannya, Rektor Unsrat menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dipilihnya Unsrat, sebagai tempat benchmarking.

Rektor menegaskan, tatakelola yang transparan, akuntabel, dan adaptif adalah kunci utama bagi perguruan tinggi berstatus BLU untuk memberikan layanan prima.

“Kami sangat menyambut baik kehadiran pimpinan UIN Sunan Gunung Djati. Momentum ini bukan hanya sekadar berbagi pengalaman mengenai pengelolaan finansial dan akademis BLU, tetapi juga menjadi jembatan untuk mempererat sinergi demi kemajuan mutu pendidikan tinggi di Indonesia,” ujar Rektor.

Pimpinan UIN Sunan Gunung Djati mengungkapkan bahwa rekam jejak Unsrat dalam mengelola fleksibilitas BLU dan mempertahankan kualitas mutu pelayanan publik menjadi alasan utama kunjungan ini.

Melalui diskusi intensif ini, diharapkan kedua belah pihak dapat saling mengadopsi praktik-praktik terbaik (best practices) dalam efisiensi birokrasi, optimalisasi aset, dan digitalisasi layanan kampus.

Pertemuan tersebut kemudian dilanjutkan dengan sesi pemaparan teknis dari kedua universitas serta penyerahan cendera mata sebagai simbol komitmen kemitraan yang berkelanjutan. (FA)

Meimonews.com – Puluhan siswa SMP Katolik St. Dominiko Savio Bumi Beringin Manado pimpinan.Betrisiana Lemgkong (Kepala Sekolah) diberikan edukasi tentang Napza (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif)/Narkoba (Narkotika Psikotropika dan Bahan Berbahaya) oleh Ketua KTN Lexie Kalesaran di salah satu ruang kelas sekolah, Rabu (15/7/2026).

Pemberian materi tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) Tahun Ajaran 2026/2027 yang dilaksanakan Panitia yang diketuai Monika Korompis di lembaga pendidikan yang berlokasi di Jalan Ch. Taulu Kelurahan Bumi Beringin Manado ini,

Materi-materi yang diberikan selama MPLS, Senin – Jumat (13-17/7/2026) tersebut, di antaranya Pengenalan Diri oleh Panitia; Wawasan Wiyata Mandala oleh Kepala Sekolah; Aku dan Sekolahku oleh Frini Wuisan; Aku dan Sekitarku oleh Monika Manoppo; Aku Anak Indonesia Hebat, Karakterku Kuat oleh Prisilia Pangemanan; Refleksi dan Doa Penutup oleh Monika Korompis.

Kemudian, Pertemuan Pagi Ceria, Cek Denyut Jantung dan Tes Fleksibilitas oleh Prisilia Pangemanan; Ruang Perjumpaan Murid Baru oleh Frini Wuisan; Siaga Bencana oleh Billi Muskitta; Refleksi dan Doa Penutup oleh Monika Manoppo; Identifikasi Awal Kondisi Sosial-Emosional dan Konsentrqsi Belajar Muris, Asesmen Literasi Numerasi dan Identifikasi Bakat dan Minat oleh Panitia; Literasi Digital oleh Frini Wuisan; Pencegahan Isu Napza oleh Ketua Komunitas Tolak Narkoba (KTN) Lexie Kalesaran; Refleksi dan Doa Penutup oleh Monika Manoppo;.

Ada juga tentang Sahabat Hebat : Dengar Peduli dan Hargai oleh Josua Somba; ASRI : Aku, Kamu dan Lingkungan Kita Bersama oleh OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) dan semua guru; Pengenalan Kurikulum melalui Penumbuhan Motivasi, Semangat, dan Cara Belajar yang Efektif oleh Kepala Sekolah; Budaya Sekolah Berbasis Kekhasan Sekolah oleh Susan Kapoh, Refleksi dan Doa Penutup oleh Susan Kapoh; Pertemuan Pagi Ceria oleh OSIS; Unjuk Karya oleh Billi Muskita.

Pemaparan materi oleh Ketua KTN dibawakan secara interaktif agar para siswa lebih mudah mencerna/memahami pemaparan materi, yang juga ditampilkan lewat LCD.

 

Ketua KTN menjelaskan apa itu Napza/Narkoba, jenis-jenis dan pengelompokannya serta bahaya yang ditimbulkan bila menyalahgunakannya. Dijelaskan pula kondisi penyalahgunaan yang telah menyeret para siswa dan mahasiswa dengan jumlah yang cukup memprihatinkan.

Para siswa yang merupakan generasi penerus bangsa, sebutnya, menjadi sasaran empuk bagi pengedar karena cukup rentan. Beberapa kepribadian remaja yang rentan terhadap penyalahgunaan Narkoba/Napza dirincikan.

Penyebab penyalahgunaan Narkoba/Napza disebutkan agar menjadi perhatian. Ada faktor internal yakni keluarga, ekonomi dan kepribadian serta faktor eksternal yakni pergaulan dan sosial masyarakat.

Oleh karenanya, diingatkan kepada para siswa untuk katakan tidak, tolak dan jangan sekal-kali mencoba Narkoba/Napza. Seharusnya para siswa belajar menahan diri, belajar arti kehidupan dan belajar untuk masa depan.

Disarankan untuk meraih cita-cita dengan berprestasi baik di bidang pendidikan, Pramuka, olahraga, kesenian, aktif dalam kegiatan keagamaan,dan lain-lain.

“Jadilah anak muda yang dibanggakan, baik keluarga, sekolah, masyarakat atau lembaga keagamaan,” ujarnya mengajak. (*)

Meimonews.com. – Perkuat wilayah perbatasan serta menunjukkan komitmen menjaga dan membangun wilayah beranda utara Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terlihat ketika Kodam XIII/Merdeka membentuk Satuan Tugas (Satgas) Karya Bakti Skala Besar Tahun Anggaran 2026.

Program strategis TNI Angkatan Darat ini difokuskan di dua wilayah kepulauan paling utara Indonesia, yakni Kabupaten Kepulauan Talaud dan Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Aksi nyata pembangunan daerah perbatasan kali ini melibatkan kolaborasi lintas sektor yang kuat, salah satunya dengan menggandeng civitas akademika dari Universitas Sam Ratulangi (Unsrat).

Sejumlah mahasiswa dari Unsrat dilibatkan dalam program ini sebagai Satgas. Meteka yang sudah berangkat beradal dari FPIK, FPMIPA, FH, FEB, FISIP dan Fatek. Keterlibatan mahasiswa Unsrat dalam satgas ini disambut positif sebagai bentuk implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Para mahasiswa yang ikut bertolak dari Pelabuhan Bitung nantinya akan membaur bersama prajurit TNI untuk melaksanakan berbagai program.

Melalui sinergi Kodam XIII/Merdeka dan Unsrat pimpinan Rektor Oktavian Berty Alexamder Sompie ini, diharapkan akselerasi pembangunan di Kepulauan Sangihe dan Talaud dapat berjalan lebih masif, sekaligus memperkokoh sabuk pengaman di utara Nusantara.

Upacara Pemberangkatan Sathas Karya Bakti Skala Besar Tahun Anggaran 2026 ini dipusatkan di Pelabuhan Samudera Bitung, Sulut, Sabtu (11/7/2026).

Upacara pelepasan dipimpin Pangdam XIII/Merdeka dan turut dihadiri antara lain Wakil Rektor 1 Unsrat Arthur Gehart Pinaria (mewakili Rektor Unsrat), Dekan FH, Dekan FEB, Dekan FPMIPA, Dekan FISIP dan Dekan Fatek. Beberapa Dekan juga terlibat sebagai panitia.

Dalam amanatnya, Pangdam menegaskan, Karya Bakti Skala Besar ini bukan sekadar program rutin, melainkan wujud kehadiran negara dalam mempercepat pembangunan infrastruktur.

“Kolaborasi kemanunggalan TNI dengan rakyat dan akademisi akan menjadi motor penggerak pembangunan di Sangihe dan Talaud,” ujar Pangdam. (FA)

Meimonews.com – Kabar menggembirakan mencuat dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Unsrat Manado. Hal ini dikarenakan 2 (dua) mahasiswa dari fakultas yang dipimpin Dekan Ockstan Jurike Kalesaran itu dikabarkan telah berangkat menuju Bologna (Italia).

“Benar, ada dua mahasiswa kami telah berangkat menuju Bologna, Italia. Saat ini (Sabtu, 11 Juli 2026) mereka telah di Bandara Soekarno Hatta Jakarta untuk .melanjutkan perjalanan ke Bologna, Italia,” ujar Ockstan kepada Meimonews.com via telefon, Sabtu (11/7/2026) sore.

Kedua mahasiswa tersebut adalah Farah Aliyyah Haryono Putrì dan Jessica Elenvania Werot.

Mereka berangkat ke Bologna, jelas Dekan, terkait kerjasama Univercity (Universitas) Bologna Italia dengan Unsrat Manado dalam hal pertukaran akademik.

Proyek ini berfokus pada studi komparatif dan restorasi habitat pesisir antara terumbu biogenik tropis dan beriklim sedang (temperate).

Mereka akan tinggal selama satu (satu) bulan di Ravenna Campoes yang adalah Cabang dari Universitas Bologna, yang terkenal dengan keunggulan dalam bidang warisan budaya, teknik pesisir dan hukum lingkungan. Ada sejumlah agenda kegiatan selama mereka magang di sana. (lexie)

Meimonews.com – Memperingati Pesta Pelindung, umat Stasi Santo (St) Benedictus Kakaskasen Tiga Paroki St. Fransiskus Xaverius Kakaskasen, Tomohon menggelar misa dan syukuran di lantai dasar gereja stasi, Sabtu (11/7/2026).

Tak kurang dari 200-an umat Stasi pimpinan Maria Sengkey.serta pimpinan organisasi gerejani Stasi seperti Ketua WKRI Ranting Sta. Threresia Steify Sepang, dan pimpinan Wilayah Rohani hadir pada misa yang dipimpin Pastor Paroki Noldy Gedefridus Karamoy Pr ini.

Turut hasir pula pada kegiatan kerohanian dan penuh kekeluargaan/kebersamaan ini dua pimpinan inti Dewan Pastoral Paroki (DPP) St. Fransiskus Xaverius Kakaskasen yakni Koordinator Bidang (Korbid) Organisasi dan Kaderisasi Viany Lolong dan Korbid Kerohanian Fidelia Engelien Pontoh.

Di momen istimewa ini, dua anak kembar bernama Charina dan Karmel (anak keluarga Mentu – Ruru) mendapat sakramen pembaptisan oleh pastor Noldiy.

Pembaptisan ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi keluarga dan umat stasi.

Dalam kotbahnya, Pastor Noldy menjelaskan siapa itu Santo Benedictus, yang menjadi pelindung dari stasi ini. Selain itu, hal-hal yang patut ditiru dari spiritualitas Santo kelahiran Nursia (Italia Tengah) tersebut diharap menjadi pegangan/pedoman bagi umat.

Peringatan St. Benedictus, menurut Pastor Noldy, mengajarkan kepada kita untuk mencari Allah dalam doa, kerja dan disiplin dalam hidup, yang sejalan dengan motto Ora et Labora (bekerja dan berdoa).

Mantan Pastor Paroki St. Petrus Langowan ini mengajak umat Stasi Benedictus Kakaskasen untuk menjadi pewarta dan tidak takut mewartakan kabar baik. Hal itu sejalan dengan yang ada dalam Kitab Suci : “inilah aku utuslah aku.’

Saat syukuran yang diwarnai dengan makan bersama, Ketua Panitia Pembangunan Gedung Gereja Stasi James Wewengkang memberikan laporan progres pembangunan gedung yang peletakan batu pertama dilakukan tahun 2020 dan dan dimulai pengerjaannya pada tahun 2021 ini.

Dalam percakapan dengan Meimonews.com usai misa dan syukuran, Maria di dampingi Fedelia berharap pembangunan gedung gereja stasi bisa cepat selesai karena sangat penting dan menjadi tempat ibadah/misa umat stasi.

Kondisi saat ini masih terbilang sederhana tapi sudah difungsikan bagian bawahnya untuk dijadikan tempat ibadah/misa umat stasi. (lex)

Meimonews.com – Setidaknya, peneliti dari tiga negara serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sudah menyatakan kesiapan mereka untuk mengadakan oenelitian tentang spesimen Ikan Purba Jenis Raja Laut

“Sudah ada peneliti dari tiga negara dan BRIN serta beberapa peneliti lainnya telah meminta izin untuk melakukan penelitian Ikan Purba Jenis Raja Laut (Latimeria menadoensis) yang kini disimpan di Laboratorium Terpadu Unsrat,” ujar Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Unsrat Ockstan Jurike Kalesaran.

Ketiga negara tersebut adalah Cina, Prancis dan Jepang sementara dari Indonesia, antara lain adalah BRIN (sebuah lembaga pemerintah nonkementerian yang bertugas menyelenggarakan penelitian, pengembangan, dan inovasi nasional).

Dalam percakapan dengan Meimonews,com di ruang kerjanya, Kamis (9/7/2026), Ockstan merincikan para peneliti tersebut, yang telah mengajukan permohonan izin untuk melakukan penelitian ikan yang sudah dianggap punah karena hidup di zaman Dinosaurus itu.

Walau demikian, sambungnya menegaskan, pihaknya masih menunggu legalitas/izin dari Kementerian Kelauatan dan Perikanan RI.

“Bila sudah ada legalitas dari KKP RI maka kami segera menindaklanjutinya sehingga para peneliti bisa melakukan penelitian terhadap ikan purba yang kini dititipkan/disimpan di Laboratorium Terpadu Unsrat,” sebutnya.

Dengan banyaknya antusiasme peneliti baik dari dalam maupun luar negeri yang tertarik melakukan penelitian terhadap ikan purba ini, sambungnya, maka setidaknya nama daerah Sulut pada umumnya serta Universitas Sam Ratulangi dan FPIK Unsrat pada khususnya terangkat/diharumkan.

Hal senada disampaikan Kepala Laboratorium Terpadu Unsrat Stenly Wullur. Dihubungi terpisah, Stenly mengakui bahwa menyusul tersebarnya informasi adanya penemuan ikan purba ienis Latimeria menadoensis (Raja Laut) pada beberapa waktu lalu, sudah beberapa pihak yang menghubungi FPIK Unsrat dan pihaknya.

“Sudah ada sejumlah pihak (para peneliti) yang menghuhungi FPIK Unsrat dan kami untuk melakukan penelitian. Kelanjutannya tinggal menunggu keputusan dari FPIK Unsrat dan legalitas dari KKP,” ujarnya kepada Meimonews.com di ruang kerjanya, Kamis (9/7/2026).

Dijelaskan, keputusan ada di FPIK Unsrat. Laboratorium Terpadu Unsrat hanya tempat titipan, tempat penyimpanan.

Wullur optimis, dengan terobosan dari Dekan baru FPIK Unsrat (Ockstan Jurike Kalesaran) legalitas dari KKP segera keluar sehingga penelitian terhadap ikan purba ini bisa dilaksanakan.

Dan, ini, sebutnya akan menjadi kebanggan bagi daerah Sulut serta Unsrat dan FPIK Unsrat.

Diketahui (Baca Meimonews.com : Ikan Purba Bahkan Dianggap Sudah Punah Ditemukan di Perairan Pulau Siladen, Kini Tersimpan di Laboratorium Terpadu Unsrat), Ikan Purba Jenis Latimeria menadoensis (Raja Laut) ditemukan di perairan Pulau Siladen depan Resort Celebes Diver oleh nelayan lokal bernama Soni Pontoh sekitar pukul 09.50 Wita, saat melaut mencari ikan.

Jenis ikan langka/purba tersebut, saat ini, telah disimpan di suatu lemari dengan pendingin suhu tertentu di Laboratorium Terpadu Unsrat.

Spesimen itu sangat penting terutama dunia sains karena species ini sebenarnya sudah tidak ada. Dia hidup di zaman Dinosaurus yang sudah tidak ada tapi ternyata masih ada. (FA)

Meimonews.com – Fakultas Peternakan Unsrat Manado resmi memiliki dekan definitif menyusul pelantikan Stanly Oktavianus Bryneer Lombogia sebagai Dekan oleh Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie.

Pelantikan Lombogia sebagai orang nomor satu di Fakultas Peterbakan Unsrat periode 2026-2030 ini dilakukan bersamaan dengan pelantikan Sekretaris Senat Unsrat John Socrates Kekenusa, serta beberapa anggota Senat Unsrat dan Fakultas Peternakan Unsrat di Gedung Rektorat Unsrat Manado, Selasa (7/7/2026).

Hadir pada acara pelantikan tersebut di antaranya para Wakil Rektor, Ketua Senat Unsrat, pimpinan lembaga Unsrat, Kepala-kepala Biro dan Dekan-dekan Fakultas di lingkungan Unsrat.

Kekenusa dilantik sebagai Sekretaris Senat Unsrat menggantikan Jacobus Ronald Mawuntu yang telah dilantik menjadi Dekan Fakultas Hukum Unsrat, Rabu (24/6/2026).

Lombogia dilantik menjadi Dekan menyusul keterpilihannya pada proses pemilihan Dekan untuk masa jabatan 4 tahun yang diikuti 3 calon, Jumat (3/7/2026).

Lombogia meraih suara mayoritas yakni 25 suara atau 71 persen mengalahkan Jein Rinny Leke yang meraih 8 suara (23 persen) dan Tiltje A. Ransalele yang hanya memperoleh 1 suara (3 persen).

Dalam sambutannya, Rektor menyanpaikan selamat kepada mereka yang dilantik dan selamat menjalankan tugas. (FA)