Meimonews.com – Di sela kegiatannya di Desa Tambala Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa, Selasa (23/8/2022), Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC mengambil waktu untuk mengunjungi beberapa umat di Stasi St. Rafael Paroki Hati Kudus Yesus (HKY,) Tanawangko.

Dengan berjalan kaki, setelah mengikuti Pelatihan Eco Enzym yang diselenggarakan CU Kamberu Tanawangko di rumah salah satu anggota, Keluarga Dareda Sumelang untuk menuju ke Kantor Desa Tambala dalam rangka menyerahkan bantuan paket sembako, Mgr. Rolly (sapaan akrab uskup), mendatangi rumah untuk memberikan berkat kepada beberapa umat yang menderita stroke dan lansia.

Dua umat yang mendapat kesempatan langka tersebut, jelas Jonas Adam (Sekretaris CU Kamberu Tanawangko) adalah Martje Makahekung dan Yance Wowor. Selain itu, diberkati pula seorang lansia bernama Bertin Kaligis (73 tahun).

Martje mengalami stroke sudah sekitar dua tahun sementara Yance tiga tahun. Bahkan ada yang sudah beberapa bulan tidak bisa ke gereja karena kesulitan berjalan.

Dengan kunjungan/kehadiran dan berkat dari Mgr. Rolly yang adalah juga Delegatus Karya Kesehatan KWI (Konferensi Waligereja Indonesia), beberapa umat tersebut merasa terharu, senang, bersyukur dan berterima kasih karena mendapat kunjungan kegembalaan dari Mgr. Rolly, yang tahun ini memasuki lima tahun kepemimpinannya di Keuskupan Manado.

“Saya sangat bersyukur karena bisa diberkati Bapa Uskup karena sudah beberapa bulan tidak ke gereja karena kesulitan berjalan,” ujar Yance.

Jarak rumah Yance ke gereja Stasi St. Rafael hampir 1 kilometer. Di rumahnya, bapak berusia 62 tahun tinggal bersama istri dan cucunya.

“Saya merasa terharu karena Bapa Uskup boleh mampir di rumah dan memberkati saya yang lagi stroke. Sungguh Roh Kudus hadir dan menyapa serta menguatkan saya,” ujar Martje.

Ibu berusia 62 tahun ini tinggal di rumah bersama suami dan seorang anak yang menjaganya. (af)

Meimonews.com – Setelah terhenti karena pandemi Covid-19 maka di situasi yang kondusif ini, kembali PPP (Perhimpunan Putra Putri) Brimob mengadakan sosialisasi Tiblantas (Ketertiban Berlalulintas) dan Keselamatan Berlalulintas (Kamsel) bagi anak usia dini.

Kali ini, yang mendapat sosialisasi.adalah siswa SD Katolik 21 Gunung Tabor Pakowa Manado. Kegiatan yang dilaksanakan, Jumat (19/8/2022) di kompleks sekolah diikuti 70-an siswa kelas 1, kelas 2 dan kelas 3, yang di dampingi sejumlah guru.

Kegiatan yang menampilkan narasumber/pemateri Lexie Kalesaran (Ketua PPP Brimob) dan Ipda Noviandy Hiola ini diawali pengantar kata oleh Kepala SD Katolik 21 Gunung Tabor Pakowa Linda Lelet.

Lelet menyambut positif kegiatan ini yang bertujuan memberi informasi dini dan bermanfaat jangka panjang kepada para siswa di sekolahnya, walau baru untuk kelas 1 sampai kelas 3.

“Terima kasih kepada PPP Brimob yang berkenan mengadakan sosialisasi Tiblantas dan Kamsel di sekolah kami. Terima kasih pula untuk para pembicara,” ujar Lelet.

Kegiatan ini, penting bukan hanya saat ini tapi juga untuk ke depannya. Pemberian informasi secara dini ini, menurutnya, sangat penting baik untuk bekal masa depan tapi sekaligus juga bisa langsung dirasakan saat ini, untuk keselamatan siswa itu sendiri karena sedari dini mereka sudah mengetahuinya dan bisa langsung diterapkan sepulang sekolah.

Pemaparan materi tidak hanya secara lisan tapi diikuti pula dengan pemaparan alat-alat peraga rambu-rambu lalulintas dan praktik berlalulintas diberikan pembawa materi kepada para siswa yang terlihat senang.

Lebih menarik, saat praktik menyeberang jalan melewati zebra cross yang dipandu Ipda Hiola di dampingi Kalesaran dan Lelet, terlihat para siswa merasa gembira/senang, bahkan ingin mengulangi lagi, namun karena keterbatasan waktu maka hanya diberikan sekali saja tapi diikuti semua siswa.

Orangtua/wali siswa, karena merasa senang, terlihat mengambil gambar dan membuat video ketika para siswa praktik menyeberang jalan yang dipandu pemateri.

Kasat lantas Polresta Manado AKP Noldy Undap  memberikan respons positif terhadap kegiatan ini dan menugaskan personilnya yakni Ipda Noviandy Hiola untuk hadir dan memberikan materi pada kegiatan sosialisasi tersebut. (elka)

Meimonews.com – Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia pelbagai cara dan upaya dilakukan baik pemerintah, swasta, organisasi/lembaga atau kelompok dan masyarakat lewat berbagai kegiatan untuk memperingati momen penting dan istimewa tersebut.

Memperingati HUT Kemerdekaan Tahun ini, Viri Gregoriani Musica Sacra dan dan Pueri Cantores Musica Sacra Keuskupan Manado pimpinan Junior Melo menggelar Vesper (Ibadat Sabda) Mulia di Gereja Hati Tersuci Maria Katedral Manado, Selasa (16/8/2022).

Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC di dampingi Direktur Musica Sacra Pastor Harry Singkoh MSC dan Frater Diakon Dedianus Pati Pr memimpin kegiatan yang dihadiri terbatas oleh sejumlah umat tersebut.

Dalam kotbahnya, Mgr. Rolly (sapaan uskup) menegaskan, Tuhan telah memberikan Indonesia kekayaan berupa susu dan madu yang melambangkan kesejahteraan. Makanya diajak merayakan peringatan HUT Kemerdekaan ini, sambil mengenang apa yang telah dibuat para perintis, pejuang, pahlawan sehingga kita boleh menikmati kesejahteraan yang Tuhan kehendaki.

“Para pahlawan telah berjuang bukan untuk kompoknya atau kaumnya sendiri tetapi kesejahteraan dan kemerdekaan bangsa kita. Mereka (para pahlawan – Red) tidak saja hanya melihat jauh ke depan tapi juga tindakan nyata yang kita tahu bahkan sampai mengorbankan diri, nyawa mereka demi, semata-semata, untuk kesejahteraan dan kemerdekaan Indonesia,” paparnya.

Mantan Provinsial MSC Indonesia kelahiran Lembean ini mengingatkan agar kita bersyukur karena pemberian anugerah Tuhan, yang torang jaman ini terima dengan cuma-cuma. Dan, dengan tantangan jaman sekarang ini, untuk mengambil bagian di dalam mengisi kemereekaan ini  agar bangsa kita menjadi lebih sejahtera, menikmati kemerdekaan yang sudah diperjuangkan oleh perintis dan para pahlawan kita .

Kita mensyukuri apa yang sudah kita terima secara cuma-cuma itu dan tergerak seperti para perintis, para pahlawan memberikan kepada orang lain. Kita mengambil bagian, bersama- sama meneruskan apa yang menjadi tujuan, yang sudah diperjuangkan dari awal oleh  para perintis, para pahlawan. Kita  mengisinya dan mengembangkannya terus-menerus lewat kebersamaan, baik bersama pemerintah, masyarakat maupun LSM-LSM yang ada di dalam bangsa ini.

“Agar kita mengambil bagian dalam memperjuangkan dan mengisi kemerdekaan ini supaya bangsa kita semakin cerdas, bukan hanya cerdas otaknya tapi juga cetdas hati dan rohaninya. Kita menjadi cerdas dan peka terhadap apa yang menjadi kebutuhan mereka yang ada di sekitar kita.

Kita bersama- bersama dari kekurangan dan dari kekayaan, sebut Mgr Rolly,  kita  memberi perhatian terhadap kebutuhan orang-orang yang ada di sekitar;  orang-orang yang miskin, yang tidak saja miskin harta, miskin pikiran, miskin kehidupan bersama, miskin penghayatan rohani, itu yang menjadi visi kita untuk mengisi kemerdekaan ini.

Dalam kata penutupnya, Direktur Musica Sacra Keuskupan Manado Pastor Harry Singkoh MSC mengungkapkan harapan agar kegiatan vesper mulia ini menjadi agenda tetap Keuskupan Manado. “Tahun lalu kita sudah buat, mudah-mudahan kegiatan ini menjadi agenda tetap di tahun- tahun mendatang,” ujarnya.

Vesper dimulai dengan perarakan dari sakristi menuju altar. Ketika hendak berarak, uskup dan para petugas membungkuk ke arah salib sakristi . Musik organ mengiringi prosesi masuk.

Salib dan pembawa lilin berarak paling depan, diikuti para penyanyi, pastor Harry dan frater Dedianus, kemudian uskup yang didampingi caeremoniarius, yang di belakangnya petugas pembawa mitra dan tongkat uskup.

Lagu/madah pujian dan syukur serta doa untuk kemajuan negara dan bangsa Indonesia yang kini berusia 77 tahun mewarnai vesper mulia ini. Saat mengheningkan cipta, Mgr. Rolly mengajak kita mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Diajak pula untuk mengenangkan sosok mereka yang telah meninggal dan berjasa bagi kita. “Semoga kemurahan Tuhan terbuka atas mereka,” ujar Mgr. Rolly.

Dalam doa penutup, uskup mengajak mendoakan bersama di antaranya agar Tuhan Allah yang Mahaesa melindungi tanah air Indonesia agar tetap merdeka dan aman sentosa.

“Anugerahkanlah kepada bangsa Indonesia kemerdekaan sejati agar di seluruh wilayahnya berkuasalah keadilan dan damai, kesejahteraan dan kesehatan, peri kemanusiaan, kerukunan dan cinta kasih,” pinta uskup dalam doanya.

Setelah berkat episkopal dan sebelum perarakan keluar, dinyanyikam secara bersama lagu kebangsaan Indonesia Raya. (elka)

Meimonews.com – Menindaklanjuti beberapa laporan terkait adanya bugs pada Aplikasi Dapodik versi 2023 yang dapat mengganggu kelancaran Satuan Pendidikan dalam melakukan pemutakhiran data semester 1 Tahun Ajaran 2022/2023, Kemendikbudristek, dalam hal ini Dirjen AUD Dikdasmen melakukan pemutahiran aplikasi Dapodiknya.

“Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen Pauddikdasmen) Kemendikbudristek telah melakukan pemutakhiran Aplikasi Dapodik versi 2023.b yang telah dilakukan perbaikan,” sebut rilis Perbaikan Aplikasi Dapodik Versi 2023.b yang diposting, Selasa (16/8/2022).

Informasi perbaikan tersebut ditujukan
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Kepala BBPMP dan BPMP, Kepala Satuan Pendidikan di seluruh Indonesia

Untuk memperbarui aplikasi dapodik 2023.a ke versi 2023.b, dapat mengikuti beberapa langkah berikut yakni unduh file patch dapodik 2023.b di sini; Install patch dapodik 2023.b; Refresh browser (ctrl+F5); Login Aplikasi Dapodik. Pastikan tampilan aplikasi sudah versi 2022.b;
Selesai.

Satuan Pendidikan dapat juga melakukan pembaruan Aplikasi Dapodik versi 2023.b secara otomatis dengan langkah yakni pastikan sudah terpasang aplikasi Dapodik versi 2023.a;
Pilih menu pengaturan pada aplikasi dapodik versi 2023.a; Pilih tombol cek pembaruan; Pastikan semua proses pembaruan “Berhasil”;
Refresh browser (ctrl+F5); Login aplikasi dapodik; Pastikan tampilan aplikasi sudah menggunakan versi 2023.b; Lakukan proses Tarik data; Selesai.

Berikut adalah daftar perubahan pada Aplikasi Dapodik versi 2023.b : Perbaikan bugs validasi pada kelas tingkat 3,6,9,12 bagi sekolah bukan penyelenggara IKM; Perbaikan bugs validasi JJM maksimal per rombel bagi kurikulum merdeka pada jenjang SD;

Perbaikan bugs saat pemilihan kurikulum merdeka bagi jenjang SMALB dan sekolah dibawah naungan Kemenag; Perbaikan saat menyimpan C2 dan C3 bagi kurikulum 2013 pada jenjang SMK; Perbaikan bugs saat memetakan peserta didik pada rombongan belajar mata pelajaran pilihan.

Unduh Aplikasi Dapodik Versi 2023.b pada tautan : https://cdn-dapodik.kemdikbud.go.id/rilis/Patch_Dapodik_2023.b.exe. http://ringkas.kemdikbud.go.id/dapodik2023b, https://bit.ly/dapodik2023b,  https://s.id/dapodik2023b,
https://cutt.ly/dapodik2023b. (elka)

Meimonews.com – Simon Fraser University (SFU) Canada Unesco Chair on Bio-Cultural Diversity and Education Prof David Zandvliet mendatangi Unsrat dan bertemu dengan Rektor Prof. Dr. Ir. Joan Ellen Kumaat, M.Sc, DEA, Selasa (9/8/2022).

Kunjungan ini  merupakan tindak lanjut dari kerjasama SFU dengan Unsrat yang sudah berlangsung sejak tahun 1980-an. Kerjasama SFU, juga dilakukan dengan Pasca Sarjana dan Fakultas Pertanian.

Baca juga : Peringati HUT Kemerdekaan dan Provinsi, ODSK Keluarkan Kebijakann Keringanan Pajak Ranmor

Pada pertemuan ini dibicarakan pula implementasi Memorandum of Understanding (MoU) antara Unsrat dan SFU Canada periode 2018-2023, yang mencakup, antara lain Unsrat menjadi co-chair Unesco Biocultural Diversity and Education.

Dr. Wiske Rotinsulu bersama Prof. David Zandvliet dipercaya sebagai Chair 2020-2024. Proses aplikasi Unesco chair sangat disuport Rektor Unsrar Prof. Dr. Ir. Ellen Kumaat,M.Sc DEA.

Baca juga : Menjadi Saudara dengan Alam Ciptaan Tuhan Lewat Penanaman Pohon, Warnai Peringatam 2 Abad SJMJ

“Unsrat sangat mendukung kerjasama dengan SFU yang tentunya membawa kontribusi positif bagi kemajuan akademik mahasiswa,” ujar Prof. Kumaat.

Sejumlah poin penting yang menjadi kesepakatan adalah virtual field school SFU-Unsrat 2021 yang melibatkan pengajar dari Unsrat serta rencana implementasi field school Tropical Environment Studies Program for International Students (TESPIS).

Baca juga : Peringati HUT Kemerdekaan RI, UTD RSUP Prof. Kandou Gelar Donor Darah di Beberapa Lokasi

Canada Asean Scholarship and Educational Exchange menjadi program yang diunggulkan, di mana mahasiswa S2 Gladys Runtukahu mendapatkan beasiswa, melalui kerjasama SFU dan Unsrat. (elka)

Meimonews.com – Pelaksanaan Puncak Perayaan Yubelium 200 Tahun Kongregasi Suster-suster Jesus Maria Joseph (SJMJ) yang dipusatkan dilaksanakan, Jumat (29/7/2022) berlangsung meriah dan penuh makna.

Sejumlah acara yang disiapkan Panitia Pelaksana yang diketuai Sr. Monika Kalangi dengan Panitia Lokal Sr. Monica Suparlan pada acara puncak dua abad kongregasi mendapat respons dan apresiasi yang luar biasa baik yang berada di lokasi puncak maupun yang berada di sekitarnya.

Kemeriahannya terlihat saat kedatangan rombongan Uskup baik yang dari Keuskupan Manado (2 uskup) maupun dari keuskupan lain (6 uskup) yang dijemput di bundaran Patung Tololiu (pertigaan jalan : ada yang ke arah Tondano dan ke arah Sonder, dan ke arah Manado).

Ratusan suster Kongregasi SJMJ termasuk Dewan Pimpinanan Umum  Dunia (Sr. Theresia Supriyati, Sr. Francinetti Manua, Sr. Jeannette Runtu dan Sr. Monika Kalangi), Dewan Pimpinan Provinsi termasuk Sr. Justien Tiwow (Pemimpin Manado) menjemput para uskup untuk seterusnya di antar ke lokasi acara puncak, yang dipandu Sr. Rita Manuel.

Drumband persekolahan di bawah naungan Yayasan Joseph Yeemye (milik Kongregasi SJMJ) dan tari cakele (gabungan guru persekolahan Yayasan Joseph Yeemye) mengawali prosesi/perarakan, yang membuat suasana jadi meriah dan penuh makna.

Lebih meriah dan penuh makna lagi dengan adanya sapaan para uskup termasuk Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC (yang memang suka menyapa umat dan masyarakat) dengan melambaikan tangan disertai sapaan kata dan senyuman kepada masyarakat dan umat yang dilewati prosesi/perarakan.

Kemeriahan berlanjut saat misa syukur yang diadakan di gereja paroki Hati Kudus Yesus (HKY) Tomohon.

Delapan uskup yakni Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu, Uskup Agung Merauke Mgr. Petrus Canisius Mandagi, Uskup Agung Samarinda Mgr. Yustinus Harjosusanto, Uskup Samarinda Mgr. Petrus Boddeng Timang, Uskup Padang Vitus Rubianto Solichin, Uskup Amboina Mgr. Seno Ngutra, Uskup Purwokerto Mgr. Christophorus Tri Harsono, dan Uskup Emeritus Manado Mgr. Josephus ‘Yos’ Suwatan memimpin misa.

Mgr. Rolly menjadi selebran utama sementara 7 uskup lainnya sebagai selebran.Turut mendampingi Frater Diakon Dedianus Pati Pr. Mgr. Mandqgi membawakan kotbah.

Sekitar 70 pastor termasuk Pastor Paroki HKY Tomohon Vecky Singal serta Vikjen Keuskupan Agung Makassar Pastor Joni Payuk, Vikjen Keuskupan Larantuka Pastor Gabriel Unto Dasilva, dan Vikjen Keuskupan Jayapura Pastor Barnabas Daryana mengikuti misa mulia ini.

Ratusan suster Kongregasi SJMJ dari Provinsi-provinsi dan suster dari tarekat lain,  serta undangan lain dalam jumlah terbatas mengikuti misa secara langsung. Ada pula umat yang mengikuti misa secara live streeming.

Ketika membawakan kotbah, Mgr. Mandagi mengurai makna perjalanan panjang suster-suster yang tergabung dalam Kongregasi SJMJ di dunia. Ada banyak suka-duka yang dialami. Ada banyak tantangan yang dilalui. Tapi, semua itu bisa dilalui hingga kongregasi ini bisa merayakan 200 tahun berdirinya di dunia.

Menurut Mgr. Mandagi, karya kerasulan Kongregasi SJMJ seperti di bidang pendidikan telah membuahkan hasil. Banyak buah-buah karya suster-suster JMJ telah dirasakan. “Banyak hasil-hasil karya suster-suster JMJ bisa kita lihat ada di mana-mana, dan dirasakan,” ujarnya.

Bacaan injil dalam misa yang diambil dari Lukas 4 : 16-21, yang antara lain menyebutkan  Roh Tuhan ada padaKu, sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin, dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan bahwa tahun rahnat Tuhan telah datang, sebut Mgr. Mandagi, adalah panggilan Tuhan, panggilan dan perutusan Gereja.

“Dan, sekaligus panggilan suster-suster JMJ. Luar biasa, panggilan dan perutusan Yesus yang diteruskan suster-suster JMJ, ” ujar Mgr. Mandagi seraya mengungkapkan bahwa ia termasuk salah satu yang merasakannya karena orangtuanya pernah merasakan pembinaan dari suster-suster JMJ, dulu.

Suster-suster JMJ juga, sebut mantan Uskup Amboina ini, telah mewujudkan harapan dari Pendiri Kongregasi SJMJ  Pater Mathias Wolff SJ dan sejalan dengan pesan Paus Fransiskus tentang hal yang sama, yakni belas kasih.

Para suster Kongregasi  SJMJ, ungkapnya, telah melaksanakan belas kasih itu bukan hanya dengan kata-kata saja, hanya banyak bicara tanpa hasil, tetapi para suster telah melaksanakan itu secara nyata baik lewat pendidikan, kesehatan maupun karya sosial lainnya.

Dikemukakan, para suster mewujudkan karya-karya pendidikan, karya-karya sosial, kesehatan dan karya-karya pastoral lainnya seperti apa yang dikatakan dan dilaksanakan Yesus Kristus. “Kita boleh bangga karena ada orang seperti para suster ini yang siap sedia melaksanakan panggilan dan perutusan Tuhan itu di dunia ini, ” tandasnya.

Kemeriahan dan sarat makna positif berlanjut lagi saat ramah tamah di samping gereja, usai misa, yang diwarnai pementasan teatrikal Sejarah Perjalanan Kongregasi SJMJ di Dunia (yang ditulis Sr. Monika Kalangi, Ketua Panitia Pelaksana Yubelium 200 Tahun Konggregasi SJMJ), penandatangan prasasti antara lain oleh para uskup, Kadis Perindag Sulut Edwin Kindangen (mewakili Guberur Sulut), Walikota Tomohon Carol Senduk, Wawali Tomohon Wenny Lumentut dan Pimpinan Kongregas.

Selain itu, ada acara pemasangan lilin oleh DPU Kongregasi SJMJ dan pemotongan kue peringatan, laporan panitia pelaksana dan sambutan dari Pemimpin Umum Sr. Theresia Supriyati, Uskup Manado, Gubernur Sulut yang diwakili Kadis Perindag Sulut dan Walikota Tomohon, serta diakhiri makan malam bersama.

Ketika memberikan sambutan, Pemimpin Umum Kongregasi SJMJ Dunia Sr. Theresia Supriyati mengawalinya dengan menjelaskan makna di balik penjemputan para uskup di bundaran Patung Tololiu serta pengalaman singkat kehadiran kongregasi serta harapan sesudah 200 tahun perjalanan kongregasi yang didirikan Pater Mathias Wolff pada 29 Juli 1823 di Belanda ini.

Dikemukakan dari seluruh perjalanan ini (kongregasi), hari ini, mereka boleh mengatakan dengan rendah hati bahwa kongregasi yang kini dipimpinnya tidak berjalan sendirian tapi ada Tuhan yang telah menuntun, mendampingi, menguatkan sehingga mereka masih ada sampai hari ini. ” Tuhan tidak pernah mengingkari janjiNya bagi siapa saja yang setia kepadaNya,” ujar Suster Theresia.

Mgr. Rolly dalam sambutannya mengawali dengan satu kata yang mengandung makna ucapan selamat dan dukungan atas perjalanan suster-suster yang tergabung dalam Kongregasi SJMJ, yang telah berusia 200 tahun kehadirannya di dunia termasuk di wilayah Keuskupan Manado.

Ada lima hal/makna terkait ucapan proficiat dari Uskup Manado tersebut. Pertama, proficiat untuk penghayatan akan spiritualitas dan pastoral inkarnatoris : ‘Firman itu telah menjadi manusia dan tinggal di antara kita.’ SJMJ hadir di dunia untuk ambil bagian dalam spiritualitas dan pastoral inkarnatoris itu. “Proficiat karena sudah berkembang dengan sedemikian subur sehingga telah membentuk 3 provinsi di Indonesia,” ujar Mgr. Rolly.

Kedua, proficiat sudah menjadi ibu bagi banyak anak di sekolah-sekolah. Para suster telah menjadi ‘ibu guru’ berbudi pekerti yang luhur untuk menghasilkan lulusan yang berkarakter. SJMJ telah berkontribusi sangat signifikan dalam mencerdaskan anak-anak bangsa.

Ketiga, proficiat telah menjadi injil kehidupan bagi begitu banyak pasien di rumah sakit, di klinik bahkan di mana- mana. Keempat, proficiat sudah menjadi saudara kami dalam karya misi gereja.

Kelima, proficiat untuk perayaan 200 tahun ini. “Kita percaya bahwa usia 200 tahun SJMJ adalah usia masih muda karena kita percaya akan perjalanan panjang SJMJ ke depan yang masih jauh lebih panjang dari 200 tahun yang telah kita lewati ini,” ujar uskup yang salah satu adiknya suster dari suatu tarekat religius.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kadis Perindag Sulut Edwin Kindangen menyampaikan proficiat atas perayaan 200 tahun berdirinya Kongregasi SJMJ, sekaligus mengharapkan kiranya momentum ini akan mampu memperkokoh komitmen umat Katolik, khususnya para Pekerja Gereja untuk tetap konsisten dalam peran serta terus meningkatkan kesaksian dan pelayanan dalam kehidupan bergereja, dalam keseharian kehidupan sebagai warga masyarakat.

Ungkapan syukur, jelas Gubernur, merupakan bentuk aktualisasi nyata dari rasa terima kasih atas segala berkat dan anugerah yang senantiasa dilimpahkan Tuhan kepada setiap pribadi manusia.

“Hendaknya perayaan ini dapat dimaknai, untuk bagaimana ke depan bisa mampu dalam menjalankan peran masing-masing, dan menjadikan semua umat senantiasa bertumbuh dewasa di dalam iman,” pinta Gubernur.

Disebutkan, momentum yubelium 200 tahun ini sebagai suatu bukti kepercayaan dari Tuhan untuk menyelesaikan misi dalam mempersiapkan jalan keselamatan bagi segenap umat. (elka)

Meimonews.com – Vesper Agung menjadi acara awal Perayaan Puncak Yubelium 200 Tahun Kongregasi Suster-suster Jesus Maria Joseph (SJMJ) Dunia.

Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC di dampingi Frater Diakon Dedianus Pati Pr memimpin Vester Agung yang diadakan di Gereja Paroki Hati Kudus Yesus Tomohon, Kamis (28/7/2022).

Ketua Panitia Lokal Sr. Monica Suparlan menjelaskan, Vesper Agung itu merupakan tradisi Gereja Katolik sebelum perayaan puncak diadakan.

“Perayaan ini dilaksanakan di Tomohon karena sebagai rumah pertama kami, di mana kongregasi SJMJ masuk ke Indonesia bermula dari sini,” ujarnya.

Momentum 200 tahun ini diharapkan akan mengembangkan kerasulan yang lebih religius. “Kami berharap akan semakin banyak lagi generasi muda yang terpanggil untuk mengabdikan hidup religius seperti SJMJ, karena Gereja Katolik masih membutuhkan pelayan-pelayan,” ujar Suster Monica.

Seusai Vesper Agung, Uskup Manado dan seluruh peserta melanjutkan acara ramah tamah di Biara Santo Walterus, biara pertama SJMJ di Keuskupan Manado.

Di lokasi ini, ada pajangan foto-foto sejarah perjalanan kongregasi serta sejumlah peralatan zaman dulu yang digunakan oleh para suster, mulai dari alat dapur dan peralatan kantor lainnya.

“Di dalam biara ini pula ada satu ruangan yang telah dijadikan museum karena menjadi kamar suster waktu masa-masa sulit dulu,” ujar Pemimpin Umum Kongregasi SJMJ Sr. Theresia Supriyati dalam percakapan dengan Meimonews.com di saat mengelilingi Biara Walterusi, Rabu (27/7/2022).(af)

Meimonews.com -Dewan Pimpinan Unit (DPU) Legio Christi (LC) Paroki Bunda Hati Kudus (BHK) Kairagi masa bakti 2022-2025 dilantik Bendahara Pengurus Harian DPP LC Keuskupan Manado dan diutus Pastor Paroki BHK Kairagi Pastor Troy Kalengkongan Pr dalam perayaan ekaristi di gereja paroki, Minggu (24/7/2022).

Pelantikan dilakukan Prawira atas nama.Pengurus Harian Dewan Pimpinan Provinsial (DPP) LC Keuskupan Manado, yang di dampingi Johan Wewengkang (Divisi Pengorganisasian dan Kaderisasi) dan beberapa Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LC Kevikepan Manado di antaranya Jeane Neni Ratu (yang membacakan SK Pengangkatan dari LC Provinsial yang ditandatangani Koordinator Umum Vincentius Mamarodia dan Sekretaris Venny Kompo) serta dihadiri beberapa LC (perempuan) Paroki Ignatius Manado.

DPU LC Paroki BHK Kairagi terdiri dari Penasehat Rohani/Moderator Pastor Paroki. Penasehat Awam terdiri dari Budiharto Prawira, Marcel Merung Johny Porayouw dan Renny Krikhoff.

Koordinator Sonny Anlo, Wakil Koordinator Sutrisno CS dan Inge Rusmama. Sekretaris Jufry Palit, Wakil Sekretaris  Marselino Kalengkongan, Bendahara Alfrets Tukang.

Pengurus harian ini dilengkapi dengan pengurus pleno yakni Bagian Sekretariat dan Umum, Bagian Logistik, Bagian Pelatihan, Bagian PSE, dan Bagian Kerohanian. (af)

Meimonews.com -Sejumlah kesan dan pesan disampaikan para lanjut usia (lansia) Paroki Bunda Hati Kudus (BHK) Kairagi yang mengikuti Temu Lansia di samping pastoran, usai Misa Lansia Sedunia di gereja paroki, Minggu (24/7/2022).

Kesan dan pesan disampaikan setelah sesi perkenalan dan berbagi pengalaman di masing-masing kelompok. Ada beberapa kelompok yang dibentuk pemandu diskusi yakni Pastor Paroki Troy Kalengkongan Pr, di mana di setiap kelompok ada beberapa Orang Muda Katolik (OMK) yang mendampingi.

Sekitar dua puluhan lansia termasuk kakek dan nenek nampak gembira karena bisa bertemumuka satu dengan yang lain, apalagi saat pandemi pertemuan tatapmuka dibatasi karena protokol kesehatan.

Banyak cerita diungkap lansia yang satu ke lansia yang lain, baik yang sudah saling kenal (tapi jarang bertemu) maupun yang baru kenal.

Saling berkenal secara akrab dan berbagi cerita lebih seru disampaikan pada saat Pastor Troy membagi para lansia dalam beberapa kelompok.

Saat Pastor Troy memberikan kesempatan kepada lansia untuk menulis pesan dan kesannya terutama untuk orang muda Katolik, banyak kesan dan pesan menarik yang ditulis kemudian dibacakan satu-satu perkelompok.

Beberapa di antaranya adalah pesan Jangan lupa berdoa; Semoga anak-anak muda sekarang dengar- dengaran pada orangtua dan sesama manusia; Jadilah orang muda yang peduli terhadap perkembangan gereja karena peran orang muda menentukan masa depan gereja.

Ada juga.pesan dari seorang lansia kelahiran 5 Desember 1947 bernama David yang.menulis dengan kata/kalimat singkat. “Jang bagate,” tulis Opa David di secarik kertas tentang pesan dan kesannya, yang ditujukan kepada OMK. (af)

Meimonews com – Peringatan Dies Natalis bagj Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Ellen Kumaat, M.Sc merupakan momen untuk introspeksi diri. Melihat apa yang sudah ada dan bagaimana ke depannya.

“Biasanya di Hari Ulang Tahun (HUT) atau disebut Dies Natalis adalah momen introspeksi diri. Kalu so (kalau sudah-Red) 64 (tahun-Red), berarti so musti introspeksi diri,” tandas Rektor saat membuka rangkaian kegiatan memperingati Dies Natalis ke-64 Fakultas Hukum Unsrat di halaman fakultas, Sabtu (23/7/2022) pagi.

Pembukaan rangkaian kegiatan Dies Natalis ditandai dengan pelepasan balon ke udara oleh Rektor di dampingi Wakil-wakil Rektor seperti Grevo Gerung (Warek 1), Ronny Maramis (Warek 2), Ronny Gosal (Warek 3), Dekan Fakuktas Hukum Emma Valentina Theresa Senewe, sejumlah Dekan se-Unsrat seperti Fabian Manoppo dan perwakilan alumni.

Selain itu, pelepasan jalan sehat oleh Rektor, yang diikuti Rektor, Wakil-wakil Rektor, para Dekan, pimpinan, staf dan sejumlah mahasiswa serta alumni Fakultas Hukum Unsrat dan undangan lainnya.

Introspeksi yang dimaksud Rektor adalah dalam banyak hal. Pembenaham perlu dilakukan. Salah satunya adalah soal akreditasi. Kalau sebelumnya, Fakultas Hukum baru masuk kategori kategori akreditasi B, ke depannya diminta Rektor untuk ditingkatkan menjadi A bahkan akreditasi unggul.

Dalam kaitannya dengan hal tersebut (peningkatan akreditasi), kehadiran para alumni dari berbagai angkatan, diharapkan Rektor bisa mendukung peningkatan akreditasi dimaksud.

“Sangat susah dibayangkan bila so 64 tahun tapi masih berkutat di akreditasi B. Makanya perlu ditingkatkan,” sebut Rektor mengandung tantangan ketika memberikan sambutan.

Rektor berterima kasih dengan kehadiran para alumni Fakultas Hukum Unsrat. Kehadiran ini, mengandung spirit. “Bukan tidak mungkin, tahun ke depan peningkatan dimaksud dapat terwujud,” ujar Rektor.

Menanggapi sambutan Rektor terkait dengan harapan adanya peningkatan akreditasi, Dekan Fakultas Hukum Unsrat Emma Valentina Theresa Senewe bertekad untuk mewujudkan hal tersebut.

Tentunya, dengan melakukan beberapa hal agar peningkatan akreditasi tersebut dapat terwujud. “Mudah-mudahan, tahun depan hal tersebut bisa terwujud lewat kerja keras yang akan dilakukan,” ujar Senewe.

Kalau belum akreditasi unggul atau A plus, sambung Senewe yang baru beberapa bulan menjadi Dekan, minimal A.(af)