Meimonews.com – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Sulawesi Utara (Sulut) menggelar Gebyar Mini Lokakarya di 8 Kecamatan di 2 Kabupaten, Kamis (20/6/2024).
Dua Kabupaten itu adalah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) dan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).
Untuk Bolsel dilaksanakan di Kecamatan Bolaang Uki, Kecamatan Pinolosian, Kecamatan Helumo dan Kecamatan Tomini. Untuk Boltim di Kecamatan Kotabunan, Kecamatan Tutuyan, Kecamatan Matongkad dan Kecamatan Nuangan.
Di setiap kecamatan, kegiatan ini dihadiri para Camat, Kepala Puskesmas, Tenaga Gizi, Dokter Bidan dan Tim Penggerak PKK Kecamatan,.Penyuluh KB, PLKB, ASN dan non ASN.
Pelaksanaan kegiatan ini dipantau Direktorat Lini Lapangan BKKBN RI melalui daring.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam upaya percepatan penurunan stunting berupa pertemuan di kecamatan yang diinisiasi dan dipimpin oleh camat dalam rangka mengawal dan mengevaluasi pelaksanaan pendampingan keluarga dan hasil pendampingan keluarga di tingkat kecamatan agar terwujud tiga standar.
Ketiga standar tersebut adalah adanya TPK yang terlatih, tersedianya alat ukur/aplikasi pengukuran sasaran stunting, dan tersedia dan terlaksananya prosedural operasional Percepatan Penurunan Stunting dan terwujudnya empat PASTI.
Kepala BKKBN Perwakilan Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg yang diwakili Ketua Tim Kerja Hubungan Antar Lembaga, Kemitraan dan BOKB Maurend J. Lesar, S.Sos berharap pelaksanaan Mini Lokakarya ini dapat menjadi forum strategis bagi setiap pemangku kepentingan di kecamatan untuk memastikan semua sasaran keluarga berisiko stunting (catin, bumil, pasca salin, baduta dan balita) terdata.
Selain itu, memastikan semua sasaran memperoleh pelayanan, memastikan semua sasaran memanfaatkan intervensi dari pelayanan serta memastikan semua pelaksanaan dan pendampingan tercatat dan terlaporkan baik di EPPGBM, Elsimil dan SIMKAH. (FA)