Meimonews.com – Bank Pembangunan Daerah (BPD) di wilayah Indonesia Timur bersinergi meningkatkan tata kelola perbankan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Dewan Komisaris dan Workshop Forum Komunikasi Dewan Komisaris (FKDK) BPDSI Wilayah Timur.

Kegiatan yang mengangkat tema
Strategi Implementasi POJK Nomor 17 Tahun 2023: Penerapan Tata Kelola Bank Umum ini dilaksanakan di Ballroom Kantor Pusat Bank SulutGo, Jl. Piere Tendean No. 100 Manado.

Kedatangan para peserta yang adalah Dewan Komisaris BPD di Wilayah Timur yakni Bank SulutGo, Bank Sultra, Bank Sulteng, Bank Sulselbar, Bank Bali, Bank NTB Syariah, Bank Maluku Malut, dan Bank Papua ini dijamu dalam acara Welcome Dinner di Hotel Four Points Manado, Kamis (4/7/2024).

Kepala Dinas Perkebunan Sulut Edwin Kindangen mewakili Gubernur Sulut Prof. Dr. (Hc) Olly Dondokambey, SE membuka rangkaian kegiatan setelah sambutan dari Komisaris Utama Bank SulutGo (Edwin Silangen) selaku Koordinator FKDK BPDSI Wilayah Timur dan Kepala OJK SulutGoMalu Robert Sianipar.

Rapat Koordinasi (Rakor) dan Workshop dibuka pelaksanaannya dengan sambutan Direktur Utama Bank SulutGo Revino M. Pepah selaku tuan rumah dan sambutan Edwin Silangen selaku Koordinator FKDK BPDSI Wilayah Timur, Jumat (5/7/2024).

Workshop yang dibahas Strategi Implementasi POJK Nomor 17 Tahun 2023 Penerapan Tata Kelola Bagi Bank Umum ini menghadirkan narasumber ahli untuk membahas secara mendalam mengenai POJK Nomor 17 Tahun 2023 dan strateginya dalam penerapan tata kelola perbankan yang baik.

Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan Dewan Komisaris BPD dalam mengawasi pelaksanaan tata kelola di BPD masing-masing, sehingga BPD dapat menjadi bank yang sehat, kuat, dan berkelanjutan.

Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Dewan Komisaris BPDSI Wilayah Timur menjadi wadah bagi para Dewan Komisaris untuk bertukar informasi, pengalaman, dan solusi terkait dengan implementasi POJK Nomor 17 Tahun 2023.

Diharapkan melalui sinergi dan kolaborasi antar BPD di Wilayah Timur, tata kelola perbankan di wilayah ini dapat semakin meningkat dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Rakor dan Workshop ini menunjukkan komitmen kuat BPD di Wilayah Timur untuk meningkatkan kualitas tata kelola perbankan melalui sinergi dan kolaborasi. Diharapkan melalui kegiatan ini, BPD di Wilayah Timur dapat terus berkontribusi dalam pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di daerahnya masing-masing.

Sabtu (6/7/2024) para peserta akan mengkuti
City Tour melihat keindahan Kota Tomohon dan Tondano. (Afer)

Meimonews.com – Bank SulutGo (BSG) kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan The 1’st Best SMS Banking pada kelas regional Development Bank di ajang bergengsi 21th INFOBANK-MRI Banking Service Excellent Recognation 2024.

Penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen BSG dalam memberikan layanan perbankan yang inovatif dan berkualitas kepada para nasabahnya.

Acara penghargaan tersebut diselenggarakan di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta, Selasa (2/7)2024). Penghargaan diserahkan langsung kepada Direktur Utama Bank SulutGo Revino M. Pepah oleh Chairman Infobank Media Grup Eko B. Supriyanto dan Wakil Pemimpin Redaksi Karnoto Mohamad.

“Penghargaan ini merupakan hasil kerja keras dan dedikasi seluruh insan BSG dalam memberikan layanan terbaik kepada para nasabah. Kami berkomitmen untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan perbankan agar dapat semakin bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Revino dalam sambutannya.

BSG akan terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanannya agar dapat semakin bermanfaat bagi masyarakat.

Acara penghargaan INFOBANK-MRI Banking Service Excellent Recognation 2024 juga dirangkaikan dengan acara Exclusive Lecture oleh Prof. J. Soedradjo Djiwandono, Ph.D, yang merupakan Guru Besar Indonesia di bidang Ekonomi Makro dan Moneter.

Kehadiran Prof. Soedradjo Djiwandono (Gubernur Bank Indonesia periode tahun 1993-1998) memberikan wawasan dan pengetahuan yang berharga bagi para peserta yang hadir. (Afer)

Meimonews.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara dan Gorontalo (BSG) bekerjasama untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) melalui program bertajuk Desaku Cakap Keuangan, Selasa (2/7/2024).

Kegiatan yang dihadiri para kepala desa se-Kabupaten Boltim ini bertujuan untuk membekali para pemimpin desa dengan pengetahuan dan pemahaman terkait pengelolaan keuangan di era digital, serta tips agar terhindar dari kejahatan siber.

Dalam sambutannya ketika membuka kegiatan Sekretaris Daerah Kabupaten Boltim Sonny Warokka, Ph.D menyampaikan apresiasi atas kolaborasi OJK dan BSG dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur sangat mendukung program ini, karena kami yakin bahwa literasi keuangan yang baik akan berdampak positif pada kesejahteraan masyarakat,” ujar Warokka.

Kepala OJK Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Maluku Utara (SulutGoMalut), Robert Sianipar dalam sambutannya menjelaskan, program Desaku Cakap Keuangan merupakan salah satu strategi OJK untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di daerah pedesaan.

“Masih banyak masyarakat di pedesaan yang belum memahami produk dan layanan jasa keuangan, serta belum mengetahui cara mengelola keuangan dengan baik. Oleh karena itu, program ini diharapkan dapat membantu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mereka,” ujar Sianipar.

Direktur Operasional BSG Louisa J. Parengkuan menambahkan, BSG berkomitmen untuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan.

“BSG siap memberikan edukasi dan literasi keuangan kepada masyarakat, serta menyediakan produk dan layanan keuangan yang mudah diakses dan terjangkau,” ujar Louisa .

Selain edukasi keuangan, kegiatan Desaku Cakap Keuangan ini juga dirangkaikan dengan pembukaan rekening bagi para pelajar dan merchant QRIS. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan akses keuangan masyarakat dan mendorong penggunaan transaksi non-tunai.

Dengan edukasi dan inklusi keuangan yang semakin meningkat, diharapkan masyarakat di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur dapat lebih bijak dalam mengelola keuangan dan terhindar dari risiko penipuan keuangan. (Afer)

Meimonews.com – Capaian luar biasa diperoleh Sulawesi Utara di iven nasional dalam rangka Hari Keluarga Nasional (Harganas) Tahun 2024, yang puncaknya diselenggarakan di Semarang, Jawa Tengah, baru-baru.

Ada tujuh gelar yang diraih Sulawesi Utara sehingga Bumi Nyiur Melambai ini patut dibanggakan secara nasional.

Di momen istimewa ini pula, Wakil Gubernur Sulut Drs. Steven OE Kandou, Bupati Minut Joune JE Ganda, SE, MAP, MM, M.Si, Bupati Minsel Franky D. Wongkar, SH, Ketua TP PKK Tomohon drg. Jean D’Arc Karundeng dan Ketua TP PKK Minsel ElsjeRosje Sumual mendapat penghargaan dari BKKBN-RI.

Wagub mendapat Dharma Karya Kencana sementata Bupati Minut, Bupati Minsel, Ketua TP PKK Tomohon dan Ketua TP PKK Minsel mendapat Manggala Karya Kencana.

Atas prestasi-prestasi tersebut, Kepala BKKBN Perwakilan Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, ST, M.Erg bersyukur dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusi sehingga nama Sulut di tingkat nasional.

Ucapan terima kasih dan apresiasi tersebut disampaikan Tandaju pada Apel Memperingati Harganas Tahun 2024 di halaman kantor BKKBN Sulut, jalan 17 Agustus Manado, Rabu (3/7/2024).

Menurut Tandaju, pencapaian-pencapaian luar biasa ini cukup membanggakan karena ada beberapa prestasi yang menjadikan Sulut juara nasional.

“Saya kira pencapaian tahun ini agak banyak. Kita (Provinsi Sullut) menyabet tujuh gelar. Dan, ini cukup membanggakan, karena ada juga beberapa povinsi bahkan tidak mendapat apa-apa,” ujarnya.

Intinya, sebut Kaper, kerja keras. Itu berbuah hasil. Untuk itu, selalu tekankan banyak bekerja, serius dan fokus. Ketika bekerja serius dan fokus semua yang dikerjakan itu adalah hasil dari kerja keras. Tidak mungkin kalau kita berleha-leha kita mampu merebut gelar prestasi itu.

Tandaju bersyukur di masa politik yang memasuki masa transisi ini, jajarannya dan pihak terkait masih tetap fokus dalam pekerjaan, tidak terpengaruh dengan situasi dan kondisi yang ada sehingga hasil yang diraih sungguh luar biasa”.

“Saya selaku Kepala Perwakilan merasa bahagia, senang. Bupati/Walikota serta juga Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Tomohon, Minsel, Minut, dan juga Bapak Wakil Gubernur, semua merasa senang dengan hasil yang kami capai,” ujar Tandaju.

Tandaju berharap ke depannya, prestasi ini bisa dipertahankan karena merupakan kebanggaan bagi kita yang menandakan bahwa Sulawesi Utara ternyata adalah orang-orang kerja, walaupun kita tahu bagaimana Jatim, Jabar, Jateng sangat luar biasa, namun kita bisa menembus di jajaran-jajaran seperti itu. “Dan di luar Jawa, Sulawesi Utara adalah salah satu yang diperhitungkan,” tandasnya,

Tandaju mengajak jajarannya untuk bekerja mencapai target. Selain fokus juga harus berinovasi, karena saingan kita di seluruh Indonesia tidak main-main. (FA)

Jajarannya untuk Tetap Fokus dan Inovatif
Meimonews.com – Capaian luar biasa diperoleh Sulawesi Utara di iven nasional dalam rangka Hari Keluarga Nasional (Harganas) Tahun 2024, yang puncaknya diselenggarakan di Semarang, Jawa Tengah, baru-baru.

Ada tujuh gelar yang diraih Sulawesi Utara sehingga Bumi Nyiur Melambai ini patut dibanggakan secara nasional.

Di momen istimewa ini pula, Wakil Gubernur Sulut Drs. Steven OE Kandou, Bupati Minut Joune JE Ganda, SE, MAP, MM, M.Si, Bupati Minsel Franky D. Wongkar, SH, Ketua TP PKK Tomohon drg. Jean D’Arc Karundeng dan Ketua TP PKK Minsel ElsjeRosje Sumual mendapat penghargaan dari BKKBN-RI.

Wagub mendapat Dharma Karya Kencana sementata Bupati Minut, Bupati Minsel, Ketua TP PKK Tomohon dan Ketua TP PKK Minsel mendapat Manggala Karya Kencana.

Atas prestasi-prestasi tersebut, Kepala BKKBN Perwakilan Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, ST, M.Erg bersyukur dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusi sehingga nama Sulut di tingkat nasional.

Ucapan terima kasih dan apresiasi tersebut disampaikan Tandaju pada Apel Memperingati Harganas Tahun 2024 di halaman kantor BKKBN Sulut, jalan 17 Agustus Manado, Rabu (3/7/2024).

Menurut Tandaju, pencapaian-pencapaian luar biasa ini cukup membanggakan karena ada beberapa prestasi yang menjadikan Sulut juara nasional.

“Saya kira pencapaian tahun ini agak banyak. Kita (Provinsi Sullut) menyabet tujuh gelar. Dan, ini cukup membanggakan, karena ada juga beberapa povinsi bahkan tidak mendapat apa-apa,” ujarnya.

Intinya, sebut Kaper, kerja keras. Itu berbuah hasil. Untuk itu, selalu tekankan banyak bekerja, serius dan fokus. Ketika bekerja serius dan fokus semua yang dikerjakan itu adalah hasil dari kerja keras. Tidak mungkin kalau kita berleha-leha kita mampu merebut gelar prestasi itu.

Tandaju bersyukur di masa politik yang memasuki masa transisi ini, jajarannya dan pihak terkait masih tetap fokus dalam pekerjaan, tidak terpengaruh dengan situasi dan kondisi yang ada sehingga hasil yang diraih sungguh luar biasa”.

“Saya selaku Kepala Perwakilan merasa bahagia, senang. Bupati/Walikota serta juga Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Tomohon, Minsel, Minut, dan juga Bapak Wakil Gubernur, semua merasa senang dengan hasil yang kami capai,” ujar Tandaju.

Tandaju berharap ke depannya, prestasi ini bisa dipertahankan karena merupakan kebanggaan bagi kita yang menandakan bahwa Sulawesi Utara ternyata adalah orang-orang kerja, walaupun kita tahu bagaimana Jatim, Jabar, Jateng sangat luar biasa, namun kita bisa menembus di jajaran-jajaran seperti itu. “Dan di luar Jawa, Sulawesi Utara adalah salah satu yang diperhitungkan,” tandasnya,

Tandaju mengajak jajarannya untuk bekerja mencapai target. Selain fokus juga harus berinovasi, karena saingan kita di seluruh Indonesia tidak main-main. (FA)

Meimonews.com – Dalam rangka meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan Penyuluh KB/PLKB, BKKBN Sulut mengadakan Temu Kerja Penyuluh KB se-provinsi Sulut di Tateli Resort & Convention, Kamis-Jumat (4-5/7/2024).

Penyuluh KB dan PLKB PNS dan PPPK T.A 2021/2022 yang mengikuti secara luring sebanyak 130 orang, PPPK Penyuluh KB TA. 2023 mengikuti secara daring sebanyak 83 orang, para Kepala OPD-KB Kabupaten/Kota sebanyak 15 orang dan Tim Kerja Perwakilan BKKBN Sulut sebanyak 25 orang.

Kegiatan ini dibuka pelaksanaannya oleh
Deputi Bidang Advokasi, Penggerakan dan Infomasi (Aspin) BKKBN-RI Drs. Sukaryo Teguh Santoso, M.Pd, yang sekaligus memberikan materi bersama Penyuluh KB Ahli Utama Ir. Siti Fatonah, MPH.

Kepala BKKBN Sulut Ir. Diano TinonTandaju. M. Erg saat memberikan laporan

Kepala Perwakilan BKKBN Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg melaporkan, pelaksanaan Temu Kerja Penyuluh KB ini untuk menjelaskan peran penyuluh KB/PLKB dalam mendukung tercapainya target program percepatan penurunan stunting, mempraktikkan pemanfaatan data keluarga berisiko stunting

Selain itu, menjelaskan mekanisme Kerja Tim Pendamping Keluarga dan penggunaan aplikasi Elsimil, pemanfaatan anggaran BOKB, mekanisme lemantauan kinerja penyuluh KB/PLKB dan penguatan strategi pencapaian Pro PN.

Peserta Temu Kerja

Apresiasi yang tinggi disampaikan oleh Deputi Adpin atas terlaksananya Temu Kerja Penyuluh KB yang diharapkan dengan pelaksanaan kegiatan ini dapat membangun komitmen penyuluh KB sebagai ujung tombak di tngkat lapangan serta meningkatkan sinergitas dari para pemangku kepentingan, sehingga dapat dilanjuti secara operasional dan kolaboratif.

Disampaikan pula angka TFR Sulawesi Utara sudah berada pada Replacement Level yaitu sebesar 2,1 berdasarkan hasil pemutahiran PK 23 dan di bawah TFR nasional 2,18.

Angka kelahiran perlu dikendalikan dengan bijak, karena berimplikasi terhadap kualitas kesehatan ibu dan anak, kesejahteraan keluarga, dinamika penduduk dan berbagai aspek kehidupan lainnya.

Di sela acara pembukaan dilaksanakan pengukuhan Dewan Perwakilan Derah IPeKB Sulut yang dikketua Laura Lolowand, Sekretaris Kristanto Gultom, Bendahara Marharetha Silangen. (FA)

Meimonews.com – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulawesi Utara June E. Silangen menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dilakukan DPRD Sulut di ruang rapat dewan, Senin (1/7/2024).

Mendampingi June pada RDP yang berkaitan dengan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sulawesi Utara adalah Sekretaris Bapenda Sulut Filma Kepel dan tim.

Beberapa hal terkait dengan realisasi penerimaan pajak dan permasalahan yang ada dijelaskan Kepala Bapenda. Sulut.

Hal-hal tersebut di antaranya realisasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB), Pajak Air Permukaan (PAP), Pajak Bahan Bakar Kendaraan Berat (PBBKB) dan Pajak Alat Berat (PAB).

 

Selain itu, Kelangkaan BBM terkait PBBKB; Strategi untuk penagihan terhadap tunggakan PKB secara door to door; Target dan realisasi IMTA/PTKA yang belum sinkron dengan BKAD; serta Data PTKA di Provinsi Sulut yang menjadi kewenangan provinsi. (elka)

Meimonews.com – Wakil Walikota Manado dr. Richard Sualang menjemput kedatangan jemaah haji kota Manado di Bandara Sam Ratulangi (Samrat) Manado, Selasa (2/7/2024).

“Kami Pemerintah Kota Manado pada hari ini, berkesempatan menjemput langsung kepulangan 343 para jemaah haji kota Manado di Bandara Internasional Sam Ratulangi, yang tergabung di kloter 4 dan 5,’ ujar Wawali.

Tentu sebagaimana keluarga dari jemaah, Wawalipun atas nama Pemkot Manado turut bersyukur karena kepulangan para jemaah sesuai jadual dan tidak kekurangan suatu apapun. Meski ada yang mengalami gangguan kesehatan tapi bisa tiba kembali di Manado.

“Kita semua berharap setelah menjalankan ibadah haji ini, bisa menjadi berkat bagi masyarakat Kota Manado serta membawa kebahagiaan bagi keluarga dan warga sekitar yang sudah menanti kepulangan para haji dan hajjah,” ujar mantan Wakil Ketua DPRD Manado ini, (Afer)

Meimonews.com – Hari Keluarga Nasional (Harganas) tahun 2024 menjadi momen bersejarah bagi tiga pejabat Pemerintah Daerah dan dua Ketua TP PKK di Sulawesi Utara. Betapa tidak, di hajatan nasional yang diselenggarakan BKKBN-RI yang berpuncak di Semarang, 3 pejabat Pemda dan 2 Ketua TP PKK tersebut menerima penghargaan membanggakan.

Tiga (3) pejabat Pemda dimaksud adalah Wakil Gubernur Sulut Drs. Steven OE Kandou, Bupati Minahasa Utara Joune JE Ganda, SE, MAP, MM, M.Si dan Bupati Minahasa Selatan Franky D. Wongkar, SH sementara 2 Ketua TP PKK dimaksud adalah Ketua TP PKK Tomohon drg. Jean D’Arc Karundeng dan Ketua TP PKK Minsel Elsje Rosje Sumual.

Wakil Gubernur Sulut Drs. Steven OE Kandouw saat menerima penghargaan dari Kepala BKKBN-RI Dr. (Hc) dr! Hasto Wardoyo, Sp.OG(K)

Penyerahan piagam penghargaan dilakukan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Republik Indonesia (BKKBN-RI) Dr. (Hc). dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K) kepada tiga pejabat dan dua Ketua TP PKK tersebut di Gala Dinner acara Puncak Harganas di Semarang, Jumat (28/6/2024).

Wagub Sulut selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Sulut menerima penghargaan Dharma Karya Kencana (DKK). Bupati Minut dan Bupati Minsel serta Ketua TP PKK Tomohon dan Minsel mendapat penghargaan Manggala Karya Kencana.

Penghargaan tersebut diberikan kepada mereka karena dinilai mempunyai dedikasi tinggi terhadap program pengendalian penduduk, Keluarga Berencana (KB) dan Pembangunan Keluarga, serta percepatan penurunan stunting dan keluarga berkualitas menuju Indonesia emas.

Kepala BKKBN Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg mengapresiasi kerja yang dibuat tiga pejabat dan dua Ketua TP PKK (Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) Kota/Kabupaten tersebut sehingga mereka mendapat penghargaan dari BKKBN-RI.

“Banyak selamat untuk mereka yang mendapat penghargaan tersebut, ujar Tandaju. (FA)

Meimonews.com – Setiap tanggal 29 Juni, bangsa Indonesia memperingati hari khusus bagi keluarga. Tiga puluh satu tahun lalu tanggal tersebut, oleh pemerintah, ditetapkan sebagai Hari Keluarga Nasional (Harganas).

Mengambil salah satunya momentum kembalinya para pejuang dari medan laga melawan kolonial penjajah ke dalam pelukan keluarga, menandai penetapan hari itu, untuk selanjutnya dikenang dalam sebuah peringatan Harganas.

Makna terdalam dari peringatan ini tak lain untuk mengingatkan seluruh anak bangsa, bahwa keluarga merupakan wahana utama dan pertama dalam konteks pembangunan bangsa. Kuat keluarga, kuat pula bangsa. Demikian sebaliknya.

Delapan Fungsi Keluarga mendasari upaya BKKBN dalam menjalankan program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana). Termasuk Percepatan Penurunan Stunting (PPS). Kedelapan Fungsi Keluarga dimaksud adalah fungsi Agama, Sosial Budaya, Cinta Kasih, Perlindungan, Reproduksi, Sosialisasi dan Pendidikan, Ekonomi dan Pembinaan Lingkungan.

Sejalan dengan kebutuhan pembangunan keluarga, Percepatan Penurunan Stunting menjadi program yang mengemuka di BKKBN sejak Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting diterbitkan. Presiden mengamanatkan Kepala BKKBN sebagai Ketua Pelaksana PPS, di bawah supervisi atau arahan Wakil Presiden Maruf Amin sebagai Ketua Pengarah PPS.

Hasil capaiannya memang masih berproses dalam penghitungan lebih lanjut. Yang pasti, tren penurunan stunting terus bergulir di sejumlah daerah. Bahkan secara nasional, lompatan penurunannya cukup menarik. Setidaknya dalam periode 2021 2023. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) yang dirilis Kementerian Kesehatan, tercatat prevalensi stunting di Indonesia telah turun sebesar 2,9 persen, dari 24,4 persen di 2021 menjadi 21,5 persen di 2023. (Survei Kesehatan Indonesia-SKI).

Data SKI ini seolah menggambarkan potret yang dinilai belum sesuai dengan kondisi di lapangan. Alhasil capaian itu justru memacu elemen bangsa untuk bergegas kembali mengatasi persoalan pendataan stunting. Sebuah upaya tengah dilakukan yaitu Pencatatan dan Pelaporan dari tingkat posyandu yang dilakukan Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan para Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB/PKB) digeber.

Gerakan berbasis masyarakat ini menjadi harapan untuk memperjelas data dan kondisi real yang ada di lapangan. Laporan mereka akan diinput ke dalam ePPGBM (eleketronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat). Bila SKI diibaratkan quick count, ePPGBM diartikan sebagai data real count. Hasil ePPGBM akan diketahui awal Juli ini, untuk kemudian di sepadankan dengan hasil SKI.

Persoalan stunting memang krusial karena sangat mengganggu upaya peningkatan kualitas SDM Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. Selain akan berdampak pada tumbuh kembang, kecerdasan dan kesehatan, orang dengan stunting di masa bayi berpotensi memiliki penghasilan 22 persen lebih rendah dari mereka yang tidak stunting. Kondisi ini dapat menurunkan kemampuan ekonomi di kehidupannya kelak.

Bukan sebatas itu saja. Stunting juga menjadi masalah bangsa Indonesia ke depan. Pada gilirannya dapat berpengaruh pada tingkat kesejahteraan dan pendapatan per kapita daerah. Terutama dalam menghadapi bonus demografi yang sedang berlangsung di beberapa wilayah Indonesia saat ini. Kendati sesungguhnya, secara nasional, puncak bonus tersebut sudah terjadi pada 2020 lalu.

Pemerintah sangat peduli dengan persoalan itu telah mengingatkan, bahwa Stunting masih menjadi masalah besar yang harus segera diselesaikan di tanah air. Apalagi stunting dapat memengaruhi kualitas sumber daya manusia. Bukan hanya berdampak kepada kondisi fisik anak, melainkan juga kesehatan hingga kemampuan berpikir anak. (Rakernas Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting 2023, di kantor BKKBN, Jakarta; 25 Januari 2023)

Memang, kerja belum tuntas. Seluruh potensi anak bangsa harus terus berkolaborasi dan berkonvergensi membuat program terobosan pencegahan, penanganan dan penurunan stunting sesegera mungkin. Untuk itu, Wakil Presiden Maruf Amin telah memberikan arahan agar BKKBN bersama K/L terkait, termasuk jajaran TNI dan Kepolisian, pemerintah daerah serta mitra kerja dan warga masyarakat, segera menuntaskan persoalan stunting.

Lebih khusus lagi, kekinian, oleh Wakil Presiden, komponen-komponen tersebut diarahkan untuk bergerak di bawah payung besar gerakan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting. Dalam gerakan yang digelar sepenuhnya di bulan Juni ini, penimbangan dan pengukuran tinggi bayi di seluruh posyandu yang tersebar di Indonesia, gegap gempita dilakukan. Hasilnya, diinput ke dalam ePPGBM.

Pesan Wakil Presiden, Semua pemangku kepentingan untuk lebih bersungguh-sungguh dan berinovasi, sekaligus meningkatkan kolaborasi dan koordinasi dalam upaya mempercepat penurunan stunting. Dan harus fokus pada intervensi yang mempunyai daya ungkit besar bagi penurunan stunting. Demikian arahan Wakil Presiden di depan peserta Rapat Pembahasan Implementasi Program Percepatan Penurunan Stunting, di Istana Wakil Presiden, 19 Maret 2024 lalu.

Setidaknya ada tiga pendekatan utama dalam pencegahan stunting untuk menghindari lahirnya bayi-bayi stunting baru. Pertama, asupan gizi bagi calon pengantin, ibu hamil dan bayi. Kedua, pola asuh orangtua kepada bayi. Ketiga, sanitasi (air bersih dan jambanisasi khususnya). Ada juga beberapa pendekatan untuk mengenyahkan stunting dari bumi Nusantara menuju terwujudnya keluarga berkualitas di negeri tercinta ini. Di antaranya merencanakan usia pernikahan (21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki), merencanakan kelahiran, mengatur jarak kelahiran, merawat bayi dengan memberikan ASI eksklusif selama dua tahun.

Bila kita mengulik hingga pun membedah upaya pencegahan stunting sebagaimana pendekatan di atas, maka sesungguhnya keseluruhan dari upaya pencegahan itu termaktub di dalam program Bangga Kencana besutan BKKBN. Program ini termuat di dalam UU Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

Adalah benar apa yang dikemukakan oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunadi, bahwa melalui kerja sama yang erat dan didukung partisipasi masyarakat, maka setiap keluarga Indonesia akan menyadari pentingnya menciptakan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.

Menajamkan Program Bangga Kencana
Meski menuai hasil cemerlang di periode lalu, progam Bangga Kencana kembali mendapatkan penajaman oleh pemerintah, dalam hal ini BKKBN, demi terwujudnya keluarga bahagia, sejahtera dan memiliki ketahanan. Untuk itu, BKKBN diantaranya tetap membumikan atau menajamkan program pelayanan KB kepada masyarakat.

Menghidupkan kelompok-kelompok kegiatan Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), dan Bina Keluarga Lansia (BKL). Pun pula mendorong perkembangan usaha mikro keluarga melalui UPPKA (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor) hingga menginisiasi adanya Indeks Pembangunan Keluarga (iBangga).

Tak ketinggalan program kependudukan ikut dikedepankan. Tentunya melalui berbagai program terobosan. Di antaranya ada Kampung KB, Sekolah Siaga Kependudukan, Sekolah Lansia, Siperindu (Sistem Peringatan Dini Kependudukan) hingga pentingnya setiap daerah memiliki Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK).

Kesemua program itu telah menorehkan hasil baik. Ditandainya dengan diraihnya penghargaan bergengsi dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Berupa United Nation Population Award (UNPA) untuk kedua kalinya bagi Indonesia.

Data berikutnya menunjukkan hasil yang juga cukup baik. Tercatat, kekinian, Laju Pertumbuhan Penduduk Indonesia berada di level 1,3 persen. Total Fertility Rate di angka 2,1. Age Spesific Fertility Rate (ASFR) 15-19 tahun tercatat 26,64 per 1.000 Wanita Usia Subur (WUS).

Semua hasil yang dicapai oleh BKKBN tak lepas dari dukungan banyak pihak. Bahkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), I Gusti Ayu Bintang Darmawati, berharap kemitraan KemenPPPA dan BKKBN perlu diperkuat demi mendukung perkembangan optimal anak.

Hal senada dikemukakan juga oleh Duta Besar Kanada untuk Indonesia, Jess Dutton. Kanada bangga dapat bekerja sama dengan BKKBN. Hal yang juga dikemukakan Duta Besar Rumania Untuk Indonesia, Dan Adrian Balanescu. Indonesia-Rumania terbuka peluang kolaborasi di program pemberdayaan lansia.

Mengambil momentum peringatan Hari Keluarga Nasional tahun ini, sangat diharapkan akan semakin banyak keluarga Indonesia yang memahami peran penting keluarga sebagai pondasi bangsa. Sehingga fungsi keluarga dapat berjalan sebagaimana mestinya, dan kualitas keluarga akan semakin meningkat. Keluarga yang tenteram, mandiri dan bahagia.

Selamat memperingati Hari Keluarga Nasional ke-31 Tahun 2024. Sebuah hari di mana bangsa ini berkomitmen untuk mengubah Indonesia cemas menjadi Indonesia Emas di 2045, saat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) genap berusia 100 tahun. (dr. Hasto Wardoyo/Kepala BKKBN-RI)

Meimonews.com – Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2024 menjadi momen membahagiakan bagi BKKBN Perwakilan Sulut dan mitra kerjanya terkait dengan program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting (PPS).

Berdasarkan hasil penilaian, Provinsi Sulut berhasil menyabet berbagai penghargaan dan prestasi pada lomba Bangga Kencana dan PPS di momen Harganas ke-31 yang diumumkan pada acara Harganas yang diselenggarakan BKKBN RI di Semarang (Jawa Tengah), Rabu (26/6/2024).

Penghargaan dan prestasi yang diperoleh provinsi Nyiur Melambai itu adalah pertama, Juara 1  Pelayanan KB Pasca Persalinan Tingkat Nasional Kategori Regional  Provinsi. Apresiasi Pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor Tahun 2024 diterima oleh Kaper BKKBN Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg, yang diserahkan Deputi Bidang KB-KR BKKBN RI.

Kedua, Juara 1 Kampung KB  Terbaik Tingkat Nasional Tahun 2024  Kategori Regional 2 yang diraih Desa Munte Kabupaten Minahasa Selatan. Penghargaan diserahkan Deputi Dalduk BKKN RI kepada Hukum Tua Desa Munte.

Ketiga, Juara 2  Nasional  Kategori Provinsi Pelayanan KB MKJP. Keempat, Juara 3 Nasional Kategori  Kabupaten/Kota Pelayanan KB MKJP Tingkat Nasional  yang diraih Kabupaten Kepulauan Talaud. Penghargaan diserahkan Kepala BKKBN RI dan di terima oleh Kepala BKKBN Perwakilan Sulut.

Kelima,  Juara 2  Nasional  Pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor. Keenam, Juara 1 Apresiasi ASN BKKBN Keren dan Berakhlak Ratnenda Siwu. Ketujuh, Juara 3  Pemilihan Role Mode TPMB Tingkat Nasional Regional II Kategori Wilayah Non DTPK tahun 2024 diterima oleh Bidan Yully.

Kepala BKKBN Sulut berterima kasih kepada setiap pihak yang telah memberikan dukungan dan kerjasama yang baik di tahun ini.

“Semoga prestasi ini dapat dijadikan motivasi bagi semua pihak untuk terus berjuang menurunkan angka prevalensi stunting dan menyukseskan program Bangga Kencana di Bumi Nyiur Melambai,” ujar Tandaju. (FA)