Meimonews.com – Suatu catatan prestasi penting dan membanggakan bagi Sulawesi Utara dan Kota Tomohon terutama Kampung KB Kawangunan Kelurahan Pangolombian diukir pada momen memperingati Harganas (Hari Keluarga Nasional) ke-32.

Pada momen tersebut, Kampung KB (Keluarga Berkualitas) Kawangunan meraih juara pertams Lomba Kampung KB Tingkat Nasional Tahun 2025 Kategori Kota.

Penghargaan tersebut diserahkan Sekretaris Menteri Kemendukbangga (Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga)/BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Nasional (BKKBN) Republik Indonesia (RI) Budi Setiyono kepada Ketua TP-PKK Kota Tomohon Jeand’arc F. Senduk-Karundeng bersama Ketua Pokja Kampung Kawangunan Pangolombian Olvin Lontoh.

Ketua TP-PKK Kota Tomohon Jeand’arc F. Senduk-Karundeng bersama Ketua Pokja Kampung Kawangunan Pangolombian Olvin Lontoh menerima penghargaan dari Sekretaris Menteri Kemendukbangga/BKKBN RI Budi Setiyono atas keberhasilan KB Kawangunan juara 1 KB Nasional Kategori Kota

Penyerahan penghargaan ada acara Rapat Koordinasi Nasional Penyusunan Rencana Aksi Pembangunan Kependudukan yang diadakan di Haris Hotel & Convention Cibinong City Mall Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (22/7/2025) ini dihadiri Sekretaris Perwakilan Kemendukhangga/BKKBN Sulut Lady D. Ante (mewakili Kepala Perwakilan Jeanny Yola Winokan).

Keberhasilan ini diapresiasi Kemendukbangga/BKKBN Sulut. Atas nama Kaper Kemendukbangga/BKKBN Sulut Jeanny Yola Winokan, sebut Ante, disampaikan terima kasih dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Walikota Tomohon dan jajaran termasuk Ketua TP PKK Tomohon yang sudah sangat maksimal memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Kampung Keluarga Berkualitas.

“Hal itu dibuktikan dengan diraihnya juara 1 tingkat nasional Kampung Keluarga Berkualitas Tingkat Kota untuk Kampung KB Kawangunan Kota Tomohon,” ujar Ante kepada Meimonews.com via telefon dari Bandara menuju perjalanan pulang ke Manado, Rabu (23/7/2025).

Prestasi ini, menurutnya, menunjukkan suatu kebanggaan bukan hanya bagi masyarakat Kota Tomohon tetap juga masyarakat Provinsi Sulawesi Utara, lebih khusus membuktikan sinergi yang luar biasa, kolaborasi antara Kemendukbangga/BKKBN Sulut dengan mitra kerja yang terbaik yakni Pemerintah Kota Tomohon. “Pemerintah Kota Tomohon sudah membuktikan hal itu,” ujarnya.

Dijelaskan, Kampung Keluarga Berkualitas adalah bentuk apresiasi yang diberikan pemerintah untuk di dalamnya memuat integrasi segala program Kemendukbangga/BKKBN yakni ada lima program quick win termasuk di dalamnya percepatan penurunan stunting, mengintegrasikan semua kegiatan dalam dukungan untuk meningkatkan sumber daya manusia yang ada khususnya Kota Tomohon.

Dan untuk diketahui, sambungnya, penghargaan ini diserahkan oleh Sekretaris Menteri Kemendukbangga/BKKBN RI sebagai bentuk apresiasi dan terima kasih atas keberhasilan pemerintah baik kabupaten maupun kota dalam mendukung semua program Kemendukbangga/BKKBN.

Diharapkan prestasi yang diraih ini terus dipertahankan dan menjadikan semua kelurahan mendapatkan atau membuat seperti yang telah ada, yang telah meraih prestasi tingkat nasional.

“Semoga Kota Tomohon dapat menjadi inspirasi bagi kota-kota lainnya dan dapat berbenah agar di tahun-tahun mendatang berkesenpatan untuk dapat mengambil bagian berkompetisi seperti yang dilakukan Kota Tomohon di tahun ini,” tandasnya. (Afer)

Meimonews.com  – Direktur Utama RSUP Kandou Starry Rampengan dan direksi lainnya serta Ketua Dewan Pengawas Bayu Teja Muliawan dan anggota dewas lainnya, melakukan inspeksi/telusur ke sejumlah ruangan rawat inap RSUP Kandou, Selasa (22/7/2025).

Fokus utama adalah kesiapan ruangan KRIS (Kelas Rawat Inap Standar) serta evaluasi menyeluruh kondisi ruangan, termasuk perbaikan toilet, AC, dan penggantian alat kesehatan yang rusak.

Telusur tersebut juga mencakup interaksi langsung dengan dokter dan perawat di ruang operasi Cathlab, CT Scan, MRI, dan ruangan lainnya untuk memastikan fungsi alat medis. Keluhan terkait alat kesehatan (alkes) langsung ditindaklanjuti oleh Direktur Utama di hadapan Ketua Dewan Pengawas.

‎Ketua Dewan Pengawas (Dewas) menyoroti masalah infrastruktur RSUP Kandou yang didominasi bangunan tua.

Kerusakan rutin seperti kebocoran, saluran air mampet, dan kerusakan alat medis menjadi kendala utama. “Hal ini berdampak pada kenyamanan pasien dan bahkan kerusakan alat-alat medis yang mahal, terutama alat radiologi dan di ruang rehabilitasi medik,” ujar Ketua Dewas.

‎Untuk mengatasi masalah ini, lanjutnya, Dewan Pengawas dan Direksi berupaya mendapatkan tambahan anggaran dari Kementerian Kesehatan untuk mendemolis bangunan tua dan membangun gedung baru sesuai master plan yang telah disusun.

‎”Upaya ini juga mencakup pemetaan alat medis rusak, prioritas perbaikan dan penggantian, khususnya alat vital, dan pemanfaatan program pemerintah seperti program penanganan kanker,” jelasnya seraya menambahkan, sementara pemenuhan standar ruang KRIS juga menjadi tantangan tersendiri. ‎

‎”Bangunan lama yang tidak dilengkapi kamar mandi dan desain ruangan yang tidak sesuai standar menjadi kendalanya.,” katanya.

‎Keputusan untuk renovasi atau pembangunan baru, menurutnya, akan mempertimbangkan pendanaan dan akses pelayanan agar tidak merugikan pasien dan pendapatan rumah sakit.

Sementara renegosiasi kontrak KSO alat medis juga akan dilakukan untuk memastikan keuntungan bagi RSUP Kandou. Dewan Pengawas dan Direksi akan melakukan evaluasi periodik untuk perbaikan pelayanan

‎Meskipun menghadapi persaingan dari rumah sakit baru dan keterbatasan anggaran, optimisme tetap tinggi berkat dedikasi SDM RSUP Kandou. Proyek pembangunan gedung kanker baru diharapkan dapat meningkatkan pelayanan dan kapasitas rumah sakit.

Starry mengungkapkan, RSUP Kandou menghadapi tantangan besar. “Bangunan yang berusia 30 tahun sudah banyak mengalami kerusakan. Banyak alat medis perlu perawatan dan penggantian,” ujarnya.

‎Peningkatan kualitas SDM juga menjadi prioritas. “Semua upaya ini ditujukan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan demi masyarakat Sulawesi Utara,” sebutnya.

Starry menegaskan, target kita, adalah menjadikan RSUP Kandou sebagai rumah sakit terbaik di Sulawesi Utara dengan teknologi tercanggih, SDM terbaik, dan pelayanan paripurna.

‎Terkait persiapan ruangan KRIS, Starry menjelaskan, perubahan sistem kelas standar rumah sakit sesuai arahan Kemenkes akan berlaku mulai 31 Desember 2025.

Sekitar 40 persen ruangan belum memenuhi standar, sehingga dibutuhkan waktu, kerja sama tim yang solid, dukungan finansial yang memadai.

“Tentunya pertolongan Tuhan yang terutama, agar RSUP Kandou tetap menjadi rumah sakit rujukan terbaik di Sulawesi Utara,” tandasnya.‎

‎Turut hadir dalam giat tersebut, Pattiselanno Roberth Johan, Anggota Dewan Pengawas, Hari Utomo, Anggota Dewan Pengawas/Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Sulut, Indriasari Sundoro, Anggota Dewan Pengawas/Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Kekayaan Negara‎ Andri H. Karundeng, Sekretaris Dewan Pengawas.

Selainniyu, ‎Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian Yune Laukati, ‎Direktur Medik dan Keperawatan dr. Wega Sukanto, Direktur Layanan Operasional Erwin Sondang serta para pejabat manajer dan Asmen. (Fer)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw menegaskan, pembahasan Ranperda (Rancangan Peraturan Daerah) merupakan bagian penting dari evaluasi pelaksanaan anggaran, termasuk memperhatikan berbagai masukan yang telah disampaikan oleh DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah).

Penegasan tersebut disampaikan Walikota Manado Andrei Angouw pada Rapat Paripurna DPRD Kota Manado yang dilaksanakan di Kantor DPRD Kota Manado, Senin (21/7/2025).

Rapat Paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Manado Aaltje Dondokamney ini dilaksanakan dalam rangka Pembicaraan Tingkat II terhadap Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Manado Tahun Anggaran 2024.

“Adanya rekomendasi-rekomendasi dari DPRD tentu akan kita kawal bersama demi mendukung pelaksanaan pembangunan di Kota Manado,” ujar Walikota.

Mantan Ketua DPRD Sulut ini berharap agar seluruh SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) dapat menindaklanjuti dan memperhatikan setiap rekomendasi yang telah disampaikan oleh DPRD.

Walikota menekankan bahwa Ranperda Pertanggungjawaban APBD merupakan wujud akuntabilitas penganggaran yang harus diketahui bersama melalui penyajian data dan angka secara transparan.

Walikota menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada DPRD Kota Manado, khususnya Badan Anggaran (Banggar) atas pembahasan Ranperda ini.

Turut hadir dalam rapat paripurna ini, pimpinan dan anggota DPRD Kota Manado, Forkopimda Kota Manado, Pj. Sekretaris Daerah Kota Manado Steaven Dandel, para asisten, kepala SKPD, serta tamu undangan lainnya. (elka)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw mengunjungi Pelabuhan Manado untuk meninjau langsung kondisi terkini pasca kebakaran KM Barcelona VA, Minggu (20/7/2025)..

Walikota hadir bersama Menteri Perhubungan Republik Indonesia Dudy Purwagandhi, serta sejumlah pejabat terkait, guna melihat langsung proses evakuasi dan penanganan para korban yang dilakukan di Pelabuhan Manado sebagai titik evakuasi.

Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum evaluasi bersama dan koordinasi lintas sektor antara Pemerintah Kota Manado dan instansi terkait untuk menyusun langkah-langkah tindak lanjut, baik dalam aspek peningkatan keselamatan pelayaran maupun upaya penanganan lanjutan bagi para korban.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Zona Tengah Bakamla RI Teguh Prasetya, Kepala PT Jasa Raharja Sulawesi Utara Dicky Syiwa Permadi, Kepala Kakansar Manado George Randang, Dandim 1309/Manado Letkol Arh. Yosip Brozti Dadi, Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid.

Selain itu Pj. Sekretaris Daerah Kota Manado Steaven Dandel, Kepala Dinas Perhubungan Kota Manado Jeffry Worang, unsur TNI dan Polri serta pejabat dan perwakilan lembaga lainnya. (elka)

Meimonews.com – Menyusul penerimaan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPKP3K), Jumat (18/7/2025) yang khusus di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut yang dipusatkan di Kantor Gubernur Sulut maka setelah itu, P3K di lingkungan Bapenda Sulut mendapat pembekalan.

Pembekalan dilakukan oleh Pimpinan Bapenda Sulut dengan cara bertahap. Tahap pertama dilakukan di ruang rapat kantor pusat Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) Sulut, usai kegiatan di kantor Gubernur Sulut.

Pembekalan tahap pertama ini diikuti P3K yang bertugas di Unit Pelaksana Teknis Daerah Pengelola Pendapatan Daerah (UPTD PPD) se-Sulut, di luar UPTD PPD Manado.

Dua ratusan P3K ini mendapat pembekalan oleh Sekretaris Bapenda Sulut Filma D. Kepel di dampingi Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Evaluasi Johanes Tamuntuan, Kabid Pajak Harold Runtuwene dan Kabid Retribusi Johny Siby.

Tahap kedua kedua dilaksanakan di tempat yang sama dan diikuti 30-an P3K dari UPTD PPD Manado. Pembekalan dilakukan Kepala Bapenda Sulut June E. Silangen di dampingi Sekretaris Filma D. Kepel, Kabid Dalev, Kabid Pajak dan Kepala UPTD PPD Manado Michael Langelo.

Dalam pembekalsn, June dan Filma menekankan tentang pentingnya membangun loyalitas, integritas, satu komando dalam menjalankan tugas sebagai pegawai pemerintah di bawah kepemimpinan Gubernur Sulut Mayjen Purn. Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Johanes Victor Mailangkay.

Pemprov Sulut, menurut June, sangat konsern dengan keberadaan calon P3K sehinggs berusaha mempercepat pengangkatannya sehingga pada Jumat (18/7/2025), SKnya sudah bisa diterima.

Pimpinan Bapenda mengingatkan untuk membangun komunikasi dan informasi dalam tugas pelayanan sebagai aparat sipil negara (ASN) dengan perjanjian kerja serta dalam upaya menjalankan visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur untuk masyarakat maju, sejahtera dan berkelanjutan.

“Pelayanan harus jadi bagus. Jangan bekerja sendiri dan tak lupa pula saling berkomunikasi,” ujar June.

June mengingatkan pula untuk memantapkan jiwa/rasa korsa, kekompakan dan mendengarkan arahan pimpinan.

“Sebagai P3K harus berkinerja baik, loyal, profesional dan berintegritas dalam menjalankan tugas dan pelayanan,” tandas pejabat kreatif dan sangat giat turun lapangan dalam upaya meningkatkan pendapan daerah ini.

Dalam pembekalan tersebut dipaparkan pula filosofi PBB (Peraturan Baris Berbaris). Ada beberapa poin yang bisa dipakai dari filosofi PBB yakni satu komando, keselarasan, kekompakan dan disiplin

Filosofi PBB yang bisa diambil untuk dijadikan pegangan dalam menjalankan tugas P3K, menurut Filma, bukan cuma soal belajar baris-berbaris tapi empat poin itu yang harus dipedomani. (elka)

Meimonews.com – Suasana mencekam menyelimuti Pelabuhan Manado menyusul peristiwa kebakaran Kapal Barcelona 5 yang tengah berlayar dari Talaud menuju Manado, Minggu (20/7/2025).

Insiden yang terjadi minggu siang tersebut mengakibatkan seluruh penumpang melompat ke laut.

Menanggapi situasi darurat ini, Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD. Kandou Manado Starry Rampengan langsung turun ke lapangan bersama tim medis untuk melakuakan pertolongan bagi korban.

Ruang perawatan darurat rumah sakit yang akrab disebut RSUP Kandou ini selalu siap untuk mengantisipas para korban jika dirujuk dan memastikan ketersediaan tempat tidur, obat-obatan, dan peralatan medis yang memadai.

Dirut menyampaikan imbauan kepada seluruh personil RSUP Kandou agar tetap siaga. “Saya telah menginstruksikan seluruh tim medis dan administrasi RSUP Kandou untuk bersiaga penuh. Prioritas utama kita adalah menyelamatkan nyawa dan memberikan perawatan terbaik bagi para korban,” ujarnya.

Dirut menyampaikan apresiasi kepada tim medis dan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan korban terbakarnya kapal laut Barselona 5. (Fer)

Meimonews.com – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Republik Indonesia (Mendukbangga)/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI Wihaji bersama Lazismu, mengunjungi rumah tidak layak huni di Desa Patengan, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung.

Rumah yang dikunjungi mantan Bupati Batang kelahiran Sragen, 22 Agustus 1976 tersebut direncanakan menjadi sasaran program bantuan bedah rumah dalam rangka penanggulangan stunting.

Wihaji menjelaskan, kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan keluarga berisiko stunting dapat tinggal di lingkungan yang sehat dan layak huni.

Mendukbangga/Kepala BKKBN RI Wahaji

Program ini menjadi bagian dari strategi BKKBN dalam menurunkan angka stunting di Jawa Barat, yang memiliki pengaruh besar terhadap prevalensi stunting nasional.

“Kenaikan prevalensi stunting di Jawa Barat sangat menentukan angka stunting nasional. Melalui kolaborasi ini, BKKBN telah melakukan asesmen dan memilih dua rumah sebagai sampel intervensi, yang juga disertai bantuan pemenuhan gizi keluarga,” ujar Wihaji, baru-baru.

Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Lazismu Pusat Ardi Luthfi Kautsar menambahkan, kondisi hunian yang tidak layak sangat berkontribusi terhadap tingginya angka stunting. Karena itu, Lazismu berperan aktif dalam memberikan solusi melalui program bedah rumah.

“Peran Lazismu adalah memberikan nilai manfaat kepada keluarga yang membutuhkan melalui pembangunan ulang rumah-rumah tersebut,” kata Ardi.

Lazismu mengalokasikan dana sebesar Rp 25 juta untuk masing-masing rumah, yang disalurkan dari dana zakat. Bantuan tersebut mencakup proses perobohan dan pembangunan kembali rumah, bekerja sama dengan pemangku kepentingan lokal, khususnya di Kabupaten Bandung.

Program ini diharapkan menjadi model kolaborasi multisektor dalam pencegahan stunting. Selain memperkuat intervensi gizi, upaya ini juga menekankan pentingnya faktor lingkungan dan kualitas hunian sebagai bagian integral dari pembangunan keluarga yang sehat. (Afer)

Meimonews.com – Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD Kandou Manado menggelar ibadah pengutusan direksi baru di Gereja Oikumene Lukas, Kompleks rumah sakit yang akrab disebut RSUP Kandou, Jumat (18/7/2025.

Acara yang dihadiri seluruh civitas hospitalia ini menandai berakhirnya masa jabatan sebagian direksi dan sekaligus menjadi momen perpisahan dan penyambutan bagi kepemimpinan baru.

Turut hadir pada acara ini, sejumlah mantan direksi, di antaranya Maxy Rondonuwu, Jimmy Panelewen dan Ivonne Elisabeth Rotty. Kehadiran mereka semakin memperkuat makna peralihan kepemimpinan yang penuh hikmat dan harapan bagi masa depan RSUP Kandou.

Ibadah dipimpin Pdt. Martin L. Rindengan, dan dimeriahkan puji-pujian dari berbagai unsur RSUP Kandou, termasuk Direktur Utama, Dewan Direksi, Satuan Pengawas Internal (SPI), Direksi periode sebelumnya, serta seluruh direktorat yakni Direktorat Medik & Keperawatan, Direktorat SDM & Diklit, Direktorat Layanan Operasional, Direktorat Perencanaan & Keuangan, dan Tim Aesculap.

Rondonuwu, mewakiki mantan Direktur Utama dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas kesehatan dan kesempatan untuk bersama-sama dalam ibadah tersebut. Ia menyampaikan terima kasih atas penyelenggaraan ibadah pengutusan dan undangan yang diberikan.

Rondonuwu juga memberikan pesan kepada direksi baru untuk memantapkan kepercayaan diri dalam memimpin civitas hospitalia RSUP Kandou. Ia dan para mantan direksi menyatakan komitmen penuh untuk mendukung kepemimpinan Starry Rampengan, memberikan masukan dan dukungan berdasarkan pengalaman mereka.

Sebagai penutup, disampaikan ucapan selamat dan doa restu bagi Rampengan dan dewan direksi yang baru.

Dirut RSUP Kandou Starry Rampengan menyampaikan rasa syukur atas rahmat Tuhan. Dijelaskan bahwa penunjukannya sebagai Direktur Utama merupakan amanah dari Presiden Republik Indonesia untuk meningkatkan sektor kesehatan di Sulawesi Utara, yang kemudian diresmikan melalui pelantikan oleh Menteri Kesehatan.

Rampengan memohon doa restu dari para mantan direksi dan seluruh hadirin untuk memimpin RSUP Kandou menuju kemajuan yang lebih baik.

Ditegaskan bahwa prinsip kerjanya akan selalu berpedoman pada “bekerja untuk Tuhan, bukan untuk manusia”. Ia juga meminta dukungan dari para senior dan hamba Tuhan untuk mewujudkan visi tersebut. (Fer)

Meimonews.com – Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr, RD Kandou (akrab disebut RSUP Kandou) meluncurkan Sapaan “Salam Sehat,” flyer pemberitahusn program sebagai ipaya meningkatkan pelayanan dan menciptakan suasana ramah.

Peluncuran program ini dilakukan pada saat apel di halaman kantor pusat rumwh sakit, baru-baru.

Program ini berupa penerapan sapaan “Salam Sehat” yang wajib dilakukan oleh seluruh civitas hospitalia, termasuk pegawai, pengunjung, dan pasien.

Sapaan “Salam Sehat” dilakukan dengan cara menaruh tangan kanan di dada kiri, disertai ucapan “Salam Sehat” dan senyuman. Hal ini diharapkan dapat menciptakan interaksi yang lebih hangat dan humanis antara petugas medis dan pasien, serta di antara pengunjung rumah sakit.

Inisiatif ini merupakan bagian dari program BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan.

Program ini menekankan pentingnya pelayanan publik yang berorientasi pada kepuasan pasien dan menciptakan lingkungan kerja yang harmonis.

Penerapan sapaan “Salam Sehat” ini diharapkan dapat meningkatkan citra positif RSUP Kandou Manado sebagai rumah sakit yang ramah dan peduli terhadap pasien. Selain itu, sapaan ini juga diharapkan dapat memperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas di antara seluruh civitas hospitalia.

Pihak RSUP Kandou berharap program ini dapat berjalan efektif dan memberikan dampak positif bagi seluruh stakeholders. Sosialisasi dan pelatihan telah dilakukan untuk memastikan seluruh civitas hospitalia memahami dan menerapkan sapaan “Salam Sehat” dengan baik (Fer).

Meimonews.com – Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD Kandou (akrab disebut RSUP Kandou) Manado menggelar bimbingan teknis (bimtek) peningkatan kompetensi dan pemahaman sistem grouping baru Indonesia Diagnosis Related Groups (iDRG), Kamis (17/7/2025).

Kegiatan yang diadakan di aula lantai 2 kantor administrasi rumah sakit ini dibuka pelakssnaannya oleh Dirut RSUP Kandou Manado Starry Rampengan.

Dalam sambutannya, Dirut menekankan pentingnya penguasaan sistem iDRG bagi seluruh tim terkait di RSUP Kandou.

Sistem ini, yang merupakan bagian penting reformasi pembiayaan kesehatan, harus memerlukan pemahaman yang komprehensif dari aspek klinis hingga administrasi, termasuk coding medis dan klaim pembayaran. “Kegagalan menguasai sistem ini akan merugikan rumah sakit,” ujarnya.

Sistem iDRG membutuhkan perpaduan yang solid antara dokter, dokter spesialis, residen, dan tim administrasi. “Kerjasama tim yang kuat sangat krusial untuk memastikan implementasi yang tepat agar kita dapat memperoleh hak-hak yang seharusnya diterima,” sebut Dirut.

Sebagai rumah sakit rujukan utama Indonesia Timur, Dirut berharap bimtek ini tidak hanya meningkatkan mutu pelayanan dan sumber daya manusia (SDM), tetapi juga akuntabilitas pendapatan rumah sakit.

Diharapkan pula, seluruh peserta mampu memahami dan mengimplementasikan sistem iDRG dalam pekerjaan sehari-hari. Komunikasi yang baik antar tim dan manajemen menjadi kunci keberhasilan implementasi ini.

Dirut mengpresiasi untuk terselenggaranya bimtek ini. “Ini merupakan langkah konkrit RSUP Kandou untuk meningkatkan kualitas SDM dan memastikan setiap pelayanan terdokumentasi dengan baik. Semoga seluruh peserta dapat mengikuti bimtek ini dengan sungguh-sungguh.” ujarnya. (Fer)