Meimonews.com – Berbagai terobosan penting dan membanggakan dilakukan RSUP Prof. Dr. RD Kamdou (acap disebut RSUP Kandou RS Kandou) yang kini dipimpin Starry H. Rampengan (Direktur Utama). Dan, capaian penting ini menguatkan layanan kesehatan.

Terbaru, rumah sakit rujukan utama di Kawasan Timur Indonesia ini resmi menghadirkan layanan pemeriksaan renografi, sebuah metode diagnostik kedokteran nuklir yang mampu menilai fungsi ginjal secara akurat, cepat, dan aman.

Renografi menjadi salah satu pemeriksaan yang banyak direkomendasikan untuk mengetahui kondisi ginjal secara menyeluruh, termasuk menilai aliran darah, kerja ginjal kanan dan kiri, hingga pengeluaran urin. Teknologi ini membantu dokter melihat kondisi yang tidak dapat terdeteksi melalui metode konvensional.

Renografi memberikan gambaran komprehensif mengenai fungsi masing-masing ginjal sehingga memudahkan dokter dalam menentukan penanganan yang tepat.

“Pemeriksaan ini sangat bermanfaat untuk pasien dengan dugaan gangguan ginjal maupun pasca tindakan medis,” ujar Dokter Spesialis Kedokteran Nuklir RSUP Kandou Arlene Angelina.

Pemeriksaan ini sangat direkomendasikan dalam berbagai kondisi, di antaranya menilai keseimbangan fungsi ginjal kanan dan kiri; dugaan penyumbatan saluran kemih; pemantauan pasca transplantasi atau operasi ginjal; rvaluasi hipertensi akibat gangguan ginjal; dan kelainan saluran kemih bawaan pada anak

Penggunaan isotop dalam renografi aman dan tidak berbahaya bagi tubuh. Dosis radioaktif yang dipakai sangat kecil dan tidak menimbulkan efek samping jangka panjang, sehingga pasien dapat menjalani pemeriksaan dengan nyaman.

Kehadiran layanan ini sekaligus menempatkan RSUP Kandou sebagai rumah sakit pertama dan satu-satunya di Sulawesi yang telah menyediakan pemeriksaan renografi. Hal ini menjadi bukti komitmen RSUP Kandou dalam menghadirkan teknologi kedokteran yang inovatif dan berkualitas.

Manajemen RSUP Kandou mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan ginjal, terutama pada kelompok berisiko seperti penderita hipertensi, diabetes, kelainan saluran kemih, serta pasien pasca operasi.

“Dengan renografi, pasien tidak perlu menunda pemeriksaan karena teknologinya non-invasif, cepat, dan hasilnya sangat membantu menentukan terapi yang tepat,” jelas Arlene.

Informasi lebih lanjut mengenai layanan renografi dapat diperoleh melalui Instalasi Kedokteran Nuklir atau layanan informasi RSUP Kandou Manado.

Dengan dukungan teknologi modern dan tenaga kesehatan kompeten, RSUP Kandou terus memperkuat perannya sebagai pusat layanan kesehatan yang unggul dan terpercaya bagi masyarakat Sulawesi dan Indonesia Timur. (Fer)

Meimonews.com – Berbagai upaya pencegahan dan kesiapsiagaan bencana alam dalam rangka penanggulangan bencana alam di kota Mamado dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Manado, dalam hal ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado selama tahun 2025.

“Ada sejumlah kegiatan yang kami laksanakan sebagai bentuk upaya penanggulangan bencana alam di Kota Manado pada tahun lalu (2025),” ujar Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Manado Donald Sambuaga kepada Meimonews.com di ruang kerjanya, Senin (19/1/2026).

Kegiatan tersebut, jelasnya, ada yang dilakukan sendiri oleh BPBD Kota Manado namun ada juga yang berkolaborasi dengan pihak terkait.

Kalak BPBD Kota Manado Donald Sambuaga

Disebutkan, kegiatan-kegiatan telah dilaporkan Walikota Manado (Andrei Angouw) kepada Gubernur Sulut.

Kegiatan tersebut, antara lain, pertama, Pemkot Manado telah mengeluarkan Surat Keputusan Walikota Manado No. 426/KEP/B.06/BPBD/2025 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana di Kota Manado 28 Oktober – 28 Desember. Kedua, Sosialisasi dan Pelatihan Penguatan Kapasitas Kawasan untuk Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana Kelurahan Tangguh Bencana (4-12 September)

Ketiga, bekerjasama dengan Polresta Manado mengadakan Gladi Kesiapsigaan terhadap Bencana di Lapangan Sparta Tikala yang dipimpin Walikota Manado (21 Oktober). Keempat, mengadakan Perjanjian Kerjasama dengan BMKG Stasiun II Sam Ratulangi untuk data dan informasi peringatan dini cuaca ekstrim di wilayah kota Manado (28 Oktober).

Kelima, mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka penyusunan Kajian Resiko Bencana, Rencana Penanggulangan Bencana dan Rencana Kontigensi Daerah Kota Manado (20 November). Keenam, mengadakan FGD dalam rangka penyusunan Rencana Penanggulangan Kedaruratan Bencana Kota Manado (5 Desember).

Ketujuh, bekerjasama dengan Korem 131/Stg mengadakan Pelatihan Penanggulangan Banjir Latihan Lapangan dan Gladi Posko Komando Penanggulangan Bencana Daerah (8 Desember). Kedelapan, mengadakan Sosialisasi dan Simulasi Mitigasi di beberapa Sekolah dan Instansi.

Kesembilan, melakukan Pendataan kejadian bencana khususnya bencana alam hidrometeorologi (Januari – .November). Kesepuluh, pengadaan peralatan dan kendaraan BPBD. Kesebelas, pengadaan Posko Siaga Darurat Bencana di kantor BPBD Manado. (elka)

Meimonews.com – Pajak Daerah Sulut Tahun Anggaran (TA) 2025 mencapai 94,17 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) TA 2025.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bapenda Sulut June E. Silamgen kepada Meimonews.com di Manado, Selasa (20/1/2026).

“Tahun anggaran 2025, pajak daerah Sulut berjumlah Rp. 1.076.657.785.007 atau 94,17 persen dari target APBDP 2025 sebesar Rp. 1.143.261.370.444,” ujarnya.

Sekretaris Bapenda Sulut Filma D. Kepel

Dari tujuh item yang masuk kategori Pajak Daerah, sebut pejabat yang rajin turun lapangan ini, tiga item hasil capaiannya lebih dari 100 persen.

Ketiga item tersebut adalah Opsen Pajak Bukan Mineral Bukan Logam dan Batuan Lainnya (MBLB) yang mencapai 122,78 persen atau Rp. 6.138.922.601 dari target Rp. 5.000.000.000; Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBB-KB) 107,86 persen atau Rp. 346.751.740.523 dari target Rp. 321.490.286.524; dan Pajak Air Permukaan (PAP) 103,92 persen atau Rp. 7.500.514.528 dari target Rp. 7.217.473.607.

Untuk item lainnya, Sekretaris Bapenda Sulut Filma D. Kepel, yang dihubungi terpisah menjelaskan, untuk Pajak Rokok 94,98 persen atau Rp. 204.274.760.115 dari target Rp. 215.078.473.136.

Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) 90,44 persen atau Rp, 323.591.769.675 dari target Rp. 357.791.414.860; Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) 79,81 persen atau Rp. 187.289.871.000 dari target Rp. 234.683.722.317; dan Pajak Alat Berat 55,51 persen atau Rp. 1.110.106.566 dari target Rp. 2.000.000.000. (elka)

Meimonews.com – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Manado yang dipimpin Erwin Kontu terus melakukan upaya pemberian pelayanan prima kepada warga yang ada di kota Manado.

Selang tahun 2025, tak kurang dari 56.783 Kartu Penduduk Elektronika (KTP-El) berhasil dicetak dan langsung diterima warga tersebut tanpa melalui proses panjang dan berbelit.

Hal ini disebabkan karena ada eebanyak 9 loket pelayanan yang disediakan Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) Kota Manado ini selain yang beada di kkompleks Mall.Pelayanan Publik (berlokasi di samping kompleks Mantos Manado).

Kadis.Dukcapil Manado Erwin Kontu

“Tahun lalu (2025), Dukcapil Manado telah menerbitkan 56783 KTP-El,” ujar Sekretaris Dinas Dukcapil Manado Tenny Rorong kepada Meimonews.com di ruang kerjanya, Senin (19/1/2026).

Sekretaris Dinas Dukcapil Manado Tenny Rorong

Selain itu, Dukcapil.Manado, menurutnya, telah menerbitkan 36.756 perubahan kartu keluarga, 7.198 perekaman KTP-El, 6.539 penerbitab NIK warga negara Indonesia, 26 penerbitan NIK OA, 11.104 penerbutan KK, 19.749 kartu identitas anak, 18.788 kedatangan, dan 20.993 perpindahan.

Penduduk Kota Manado tahun 2025 berjumlah 461.670 orang dengan perincian laki-laki 232.034 orang dan peerempuan 229.596 orang. (elka)

Meimonews com – Lagi, Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Dr. RD Kandou Manado yang kini dipimpin Starry H. Rampengan membuat sejarah dalam dunia medik. Kali ini, RSUP Kandou membuat sejarah baru dalam dunia bedah urologi Indonesia.

Untuk pertama kalinya, rumah sakit ini berhasil melakukan tindakan phalloplasty atau rekonstruksi penis pada dua pasien laki-laki yang sebelumnya menjalani pengangkatan total penis akibat tumor. Prosedur dilakukan di Instalasi Bedah Sentral (IBS), Nunat (9/1/026)

Tindakan bedah prosedur uretroplasty dan URS RGP bilateral ini pada pasien berinisial KT (50) dan SM (52). Operasi dipimpin oleh Eko Arianto dari Divisi Urologi RSUP Kandou, dan dilakukan secara kolaboratif bersama tim urologi RS Hasan Sadikin Bandung yaitu Rahmad Mustafa dan Vicky Ferdian, serta tim dokter RSUP Kandou lainnya.

Phalloplasty merupakan prosedur bedah rekonstruktif untuk membentuk penis baru setelah kehilangan organ genital akibat trauma, kanker, atau kondisi kongenital. Teknik ini tidak hanya mengejar fungsi berkemih, tetapi juga fungsi seksual dan aspek psikologis pasien.

Menurut Eko Arianto, kedua pasien memiliki riwayat tumor penis dan telah menjalani penektomi total sebelumnya. “Secara onkologis, pasien sudah sehat. Namun secara psikologis, seorang laki-laki kehilangan alat kelamin tentu sangat terpengaruh,” ujarnya.

Tim urologi memastikan kondisi onkologis pasien telah bebas tumor (tumor-free) melalui pemeriksaan berkala selama dua tahun sebelum dilakukan rekonstruksi.

Prosedur phalloplasty dilakukan melalui beberapa tahap yakni Pembuatan batang penis (phallus), Menggunakan flap jaringan dari dinding perut untuk membentuk struktur penis baru.

Setelah itu, rekonstruksi uretra (uretroplasty) Dilakukan enam bulan kemudian, untuk memastikan penis dapat berfungsi dalam sistem berkemih.

Tahap selanjutnya pemasangan implan penis (penile implant) untuk mendukung fungsi ereksi, teknik ini menggunakan material titanium.

“Setelah semua tahap selesai, diharapkan dua fungsi utama penis terpenuhi yaitu fungsi berkemih dan fungsi seksual. Secara teoritis, ejakulasi dan reproduksi masih memungkinkan,” jelas Eko.

Selain fungsi, aspek estetika juga menjadi perhatian. “Kami juga melakukan rekonstruksi kepala penis (glansplasty) menggunakan mukosa rongga mulut agar tampilan mendekati penis anatomis,” tambahnya.

Diaebutkan bahwa teknik teknik yang sudah disampaikan tadi sebetulnya sudah pernah dilakukan secara terpisah. Namun teknik rekonstruksi yang diterapkan merupakan kombinasi modifikasi.:

Fondasi batang penis merupakan tindakan pertama kali di Indonesia, dan modifikasi teknik pada satu pasien adalah yang pertama dilakukan di Indonesia Timur.

Atas keberhasilan ini, pimpinan RSUP Kandou menyampaikan apresiasi.

Turut hadir dalam persiapan tindakan Wega Sukanto, selaku Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan, dan Penunjang serta jajaran pejabat dan tenaga medis terkait. (Fer)

Meimonews.com – Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut untuk memberikan kemudahan/keringanan pembayaran pajak tapi pendapatan/penerimaan daerah tidak sampai berkurang signifikan karena dana dari pendapatan/penerimaan tersebut menjadi sumber pembiayaan pembangunan daerah.

Di awal tahun ini (2026), Pemprov Sulut di bawah kepemimpinan Gubernur Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Johanis Victor Mailangkay mengeluarkan kebijakan keringanan pajak kendaraan bernotor (PKB).

Sebagai upaya mengurangi beban ekonomi masyarakat Sulut akibat penyesuaian kebijakan PKB. Pemprov Sulut lewat Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulut menyampaikan kabar baik tersebut.

“Mulai tanggal 8 hingga 31 Desember 2026 pak Gubernur telah memgeluarkan kebijakan berupa keringanan pajak kendaraan bermotor, (PKB),” ujar Kepala Bapenda Sulut June E. Silangen kepada Meimonews.com, Rabu (7/1/2026).

Di dampingi Kepala Unit Pelaksana Teknis Pengelola Pendapatan Daerah (UPTPPD) Manado Michael Langelo, June lantas mengurai kebijakan keringanan PKB tersebut.

Kebijakan yang ditetapkan adalah pertama, pemberian keringanan pokok Pajak Kendaraan Bermotor sebesar 25 persen sehingga mulai diberlakukan kebijakan ini, tidak terjadi kenaikan PKB pada Tahun 2026.

Kedua, pembebasan pajak progresif kendaraan bermotor, sehingga masyarakat yang memiliki lebih dari satu kendaraan tidak lagi dikenakan tambahan pajak progresif.

Ketiga, pembebasan pokok PKB bagi kendaraan luar daerah yang melakukan mutasi masuk ke Sulut.

Sehubungan dengan itu, Pemprov Sulut mengimbau kepada pemilik kendaraan bermotor luar daerah yang beroperasi di wilayah Sulut untuk segera melakukan pengurusan mutasi dan pemindahan administrasi kendaraan di Samsat yang ada di daerah ini.

“Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan keringanan bagi masyarakat serta mendorong tertib administrasi kendaraan bermotor di wilayah Sulut,” ujar June, pejabat yang rajin turun ke lapangan. (elka)

Meimonews.com – Direktur Utama RSUP Prof. Dr. RD Kandou Manado H. Starry Rampengan menyambangi langsung empat pasien korban bencana banjir yang dirujuk dari Kabupaten Kepulauan Sitaro, Selasa (6/1/2026).‎

‎Keempat korban banjir tersebut, saat ini, tengah mendapatkan penanganan medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUP Kandou Manado.

Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan para pasien memperoleh pelayanan kesehatan secara optimal dan cepat, mengingat kondisi darurat yang mereka alami akibat bencana alam.

Di sela-sela kunjungannya, Dirut menegaskan, seluruh korban bencana alam wajib memperoleh pelayanan kesehatan prioritas tanpa terkendala persoalan administrasi, termasuk apabila dokumen identitas pasien hilang akibat bencana.

Namun demikian, pelayanan prioritas tersebut tetap dilaksanakan tanpa mengesampingkan hak dan pelayanan pasien lainnya yang sedang dirawat di RSUP Kandou.

“Keselamatan dan pemulihan kesehatan pasien menjadi fokus utama kami. Penanganan korban bencana dilakukan secara prioritas, namun tetap menjaga mutu pelayanan bagi seluruh pasien yang ada,” tegasnya.

Dirut menginstruksikan jajaran tenaga kesehatan di IGD untuk memberikan perhatian khusus serta pelayanan humanis kepada para korban bencana, sebagai bentuk kehadiran negara melalui rumah sakit rujukan nasional di Sulawesi Utara.

Menurut Humas RSUP Kandou, RSUP Kandou terus berkomitmen memberikan layanan kesehatan yang responsif dan berkeadilan, khususnya bagi masyarakat yang terdampak bencana, sejalan dengan tugas dan fungsi rumah sakit sebagai pusat rujukan dan pelayanan kegawatdaruratan regional untuk Kandou yang lebih baik. (Fer)

Meimonews.com – Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. dr. RD Kandou Manado Starry H. Rampengan, memimpin apel perdana civitas hospitalia rumah sakit yang akrab disebut dengan nama RSUP Kandou atau RS Kandou di awal tahun 2026, yang dilaksanaksn di halaman kantor pusat rumah sakit, Senin (5/1/2026).

Apel yang menjadi momen konsolidasi sekaligus pemberian motivasi kepada seluruh jajaran dalam menghadapi tantangan dan target kerja ke depan ini turut dihadiri Direktur Medik dan Keperawatan Wega Sukanto, Direktur SDM, Pendidikan dan Diklat Yune Laukati, serta Direktur Layanan Operasional Erwin Sondang Siagian.

Dalam amanatnya, Dirut menyampaikan rasa syukur karena seluruh civitas RSUP Kandou dapat melewati tahun 2025 dengan baik dan kembali berkumpul dalam keadaan sehat serta diberkati.

Mewakili Direksi, Starry memberikan apresiasi atas kerja keras dan dedikasi seluruh pegawai RS Kandou sepanjang tahun 2025.

“Di tahun 2026 ini kita akan menghadapi banyak tugas besar, salah satunya akreditasi rumah sakit. Saya tegaskan, mutu dan keselamatan pasien tidak bisa ditawar lagi, itu sudah harga mati. Ini adalah prioritas pertama dan utama,” ujar Starry.

Dirut menekankan pentingnya penguatan budaya patient safety, pelaksanaan audit internal mutu yang konsisten, serta kesiapan seluruh unit dalam memenuhi standar dan indikator akreditasi. Menurutnya, seluruh aspek pelayanan harus berjalan selaras dengan komitmen peningkatan mutu berkelanjutan.

Dirut mengajak seluruh ASN RSUP Kandou untuk terus meningkatkan profesionalisme kerja.

Para gawai didorong agar memperdalam ilmu pengetahuan, meningkatkan kualitas diri melalui berbagai pelatihan, serta siap beradaptasi dengan perkembangan sistem digital menuju smart hospital.

Dirut berharap setiap direktorat mampu membuktikan bahwa RSUP Kandou telah melakukan berbagai perbaikan signifikan di tahun 2026.

Untuk itu, Dirut memberikan tantangan kepada seluruh direktorat agar kembali menciptakan sebanyak-banyaknya prestasi di tingkat nasional.

“Tantangan ini saya berikan sebagai motivasi dan penyemangat, agar di tahun 2026 kita semua tetap solid, bersemangat, dan membawa RS Kandou menjadi rumah sakit yang semakin maju dan lebih baik,” ujernya. (Fer)

Meimonews.com – 6 (enam) bulan dipercayakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI sebagai Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD. Kandou (akrab disebut RSUP Kandou atau RS Kandou) Manado, Starry H. Rampengan telah menorehkan berbagai capaian positif dan perubahan signifikan di hampir seluruh aspek layanan dan tata kelola rumah sakit.

Menurut idata yang ada di RSuP Kandou, sejak dipercaya memimpin rumah sakit rujukan terbesar di Sulawesi Utara ini, Starry langsung mendorong berbagai inovasi strategis, baik di bidang pelayanan kesehatan, manajemen, hingga infrastruktur.

Beragam terobosan tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan mutu layanan, tetapi juga mengantarkan RSUP Kandou meraih sejumlah penghargaan, termasuk penghargaan nasional di bidang kesehatan serta pengelolaan keuangan.

Tak hanya fokus pada internal, Direktur Utama juga aktif membangun koordinasi dan sinergi lintas lembaga, guna mendukung peningkatan mutu layanan kesehatan serta tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel.

Di sisi lain, Starry menunjukkan komitmen kuat dalam menyerap dan menindaklanjuti keluhan masyarakat, khususnya yang berkaitan langsung dengan kenyamanan pengunjung dan pasien.

Salah satu langkah konkret yang mendapat apresiasi luas adalah penambahan lahan parkir rumah sakit. Menyikapi keluhan masyarakat terkait tarif parkir yang dinilai terlalu mahal, dengan berbagai pertimbangan sosial dan pelayanan, Dirut mengambil kebijakan menurunkan biaya parkir demi meringankan beban pengunjung rumah sakit.

Di bidang pelayanan medis, RSUP Kandou terus melakukan pengembangan layanan unggulan. Pelayanan Poliklinik Kedokteran Nuklir kini telah berjalan dan melayani pasien, sekaligus memperkuat peran RSUP Kandou sebagai pusat layanan rujukan berbasis teknologi medis. Selain itu, Dirit juga menambah sejumlah poliklinik baru untuk menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat.

Sebagai upaya meningkatkan kenyamanan dan efisiensi pelayanan, RSUP Kandou juga menambah loket pelayanan farmasi guna mengurangi waktu tunggu pengambilan obat, sehingga pelayanan farmasi menjadi lebih cepat, tertib, dan ramah bagi pasien.

Dari aspek tata kelola dan struktur organisasi, RSUP Kandou turut mengalami pembenahan yang signifikan. Di bawah kepemimpinan Starry bersama jajaran direksi, sistem kerja dan koordinasi internal terus diperkuat agar lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada pelayanan prima.

Komitmen kerja nyata Direksi juga terlihat dalam pengawalan pembangunan Gedung Kanker RSUP Kandou hingga puncak penyelesaian konstruksi bangunan, dan fiadiri Wakil Menteri Kesehatan, RI Benyamin Paulus Oktavianus, dalam acara Topping Off.

Proyek strategis tersebut dikawal secara intensif sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan onkologi bagi masyarakat Sulawesi Utara dan kawasan Indonesia Timur.

Berbagai perubahan positif yang terjadi dalam enam bulan terakhir menjadi bukti nyata kepemimpinan Dirut dan jajaran direksi RSUP Kandou.

Berbagai perubahan positif yang terjadi dalam enam bulan terakhir menjadi bukti nyata kepemimpinan Dirut bersama jajaran Direksi RSUP Kandou. Transformasi yang dilakukan tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga budaya kerja, mutu pelayanan, tata kelola keuangan, serta peningkatan kepercayaan publik terhadap rumah sakit.

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kepemimpinan kolektif yang solid. Dirut ditunjang oleh empat Direksi, yakni Direktur Medik dan Keperawatan, Wega Sukanto, Direktur SDM Pendidikan dan Diklit Yune Laukati, Direktur Layanan Operasional Erwin Sondang Siagian, Direktur Perencanaan dan Keuangan, Ekwanto.

Kompisisi ini dinilai sangat berkompeten di bidangnya masing-masing, sehingga mampu bekerja secara sinergis dalam membawa RSUP Kandou ke arah yang lebih baik, profesional, dan berdaya saing.

Tak hanya fokus pada pembenahan sistem dan layanan, kepemimpinan Starry juga menonjolkan sisi humanis. Dalam momen-momen hari raya keagamaan, Dirut turun langsung menyambangi pasien yang sedang dirawat di berbagai ruangan, memberikan motivasi, doa, serta menyerahkan bingkisan sebagai bentuk perhatian dan empati manajemen rumah sakit kepada pasien dan keluarga.

Langkah ini dinilai sebagai sebuah sejarah di RSUP Kandou, karena untuk pertama kalinya seorang Dirur hadir langsung di ruang-ruang perawatan pada hari besar keagamaan, memperkuat ikatan emosional antara manajemen rumah sakit, tenaga kesehatan, dan pasien. (Fer)

Meimonews,com – Hari Kelahiran Yesus Kristus (acap disebut Natal) menjadi momen kebahagiaan bagi Aparat Sipil Negara/Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja/Tenaga Harian Lepas (ASN/P3K/THL) Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulut.

Sebagai bentuk kebahagiaan dan semakin memperat silaturahmi di momen kerohanian/spititual tersebut, Bapenda Sulut mengadakan Ibadah Natal dan Berbagi Kasih, Selasa (30/12/2025).

Ibadah Natal yang dipimpin Pdt. Stenly Emor diadakan di Ruang Rapat Kantor Pusat Bapenda Sulut, Jln. 17 Agustus Manado sementara berbagi kasih diadakan di Panti Asuhan Bakti Mulia Karombasan dan Panti Jompo Karombasan.

Ketua Darma Wanita Bapenda Sulut Ine Silangen -Pelealu saat menyerahkan bantuan

Kegiatan berbagi kasih ini dipimpin Ketua Darma Wanita Bapenda Sulut Ine Silangen-Pelealu dan Sekretaris Bapenda Sulut Filma D. Kepel.

Kepala Bapenda Sulut, June E. Silangen mengapresiasi semangat kebersamaan pegawai dan menegaskan komitmen Bapenda untuk terus berkontribusi bagi kemajuan daerah sambil memperhatikan nilai-nilai kemanusiaan.

Usai ibadah, rombongan Bapenda melakukan anjangsana ke Panti Asuhan Bakti Mulia Karombasan. Mereka membagikan bingkisan Natal, makanan, dan kebutuhan sehari-hari seperti popok dan lainnya kepada anak-anak yatim piatu.

Kegiatan dilanjutkan ke Panti Jompo Karombasan di mana para lansia disambut dengan senyuman lebar setelah menerima santunan dan hiburan doa bersama.

Kegiatan ini tidak hanya memperkuat solidaritas internal Bapenda, tapi juga menjadi teladan bagi instansi pemerintah lainnya dalam merayakan Natal secara bermakna.

“Kami berharap semangat Natal ini terus terjaga sepanjang tahun untuk mendukung target pendapatan daerah Sulut,” ujar June. (elka)