Meimonews.com – Tindak lanjut Keputusan Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes No. HK.02/F/6014/2025 tentang Tim Pembina Tata Kelola Rumah Sakit Milik Kemenkes dan Rumah Sakit Milik Daerah (RSMD), RSUP Kandou ditetapkan sebagai salah satu rumah sakit pembina mengadakan Pembinaan Tata Kelola Keuangan RSMD di Sulut.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Kantor Pusat RSUP Kandou ini dilaksanakan Senin – Jumat (2-6/2/2026).

Peserta kegiatan adalah perwakilan dari RSUD Bolaang Mongondow Utara, RSUD Bolaang Mongondow Selatan, RSUD Bolaang Mongondow Timur, serta RSUD dr. Hasri Ainun Habibie Gorontalo.

Seluruh peserta merupakan pejabat atau staf yang bertugas dan bertanggung jawab di bidang keuangan dan akuntansi rumah sakit.

Selama lima hari pelaksanaan, peserta akan mendapatkan materi, bimbingan teknis, serta pendampingan intensif terkait penyusunan laporan monitoring kinerja keuangan dan operasional rumah sakit.

Kegiatan berupa Penyusunan Laporan Monitoring Kinerja Keuangan dan Operasional Rumah Sakit ini dibuka pelaksanaannya oleh Direktur Perencanaan dan Keuangan RSUP Kandou Ekwanto, mewakili Dirut Starry Homenta Rampengan,

Dalam sambutannya, Ekwanto menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari peran RSUP Kandou sebagai rumah sakit pembina tata kelola bagi rumah sakit milik pemerintah daerah.

“Melalui kegiatan ini diharapkan rumah sakit milik daerah mampu menyusun laporan monitoring kinerja keuangan dan operasional rumah sakit secara baik, benar, akuntabel, serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” ujarnya.

Kegiatan ini dipimpin Manager Akuntansi dan BMN RSUP Kandou Christy Nansi Gagundali bersama tim kerja Akuntansi dan BMN.

Melalui pembinaan ini, RSUP Kandou berharap terjadi peningkatan kapasitas SDM pengelola keuangan rumah sakit daerah sehingga tata kelola keuangan rumah sakit semakin transparan, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat. (Fer)

Meimonews.com – RSUP Kandou Manado kini resmi memiliki dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dengan kompetensi konsultan pencitraan kardiovaskular yang telah mengantongi sertifikasi level III Cardiovascular Magnetic Resonance (CMR), yang merupakan level kompetensi tertinggi dalam pemeriksaan MRI jantung.

Dokter tersebut adalah Janeline RS Tengor, yang saat ini mengemban amanah sebagai Ketua Unit Fungsional Pendidikan (UFP) RSUP Kandou Manado.

Keberadaan dokter dengan sertifikasi Level III CMR memiliki nilai yang sangat tinggi, mengingat hingga kini jumlah dokter dengan kompetensi tersebut masih sangat terbatas secara nasional.

Sertifikasi Level III CMR menandakan kemampuan tertinggi dalam interpretasi, pengembangan protokol, hingga perencanaan klinis MRI jantung dan pembuluh darah

Kompetensi ini diperoleh melalui Program Fellowship Dokter Spesialis di Luar Negeri di Royal Brompton Hospital, London, salah satu pusat rujukan kardiovaskular terkemuka dunia yang dikenal sebagai pusat unggulan pengembangan teknologi dan riset kardiologi berbasis imaging.

Program fellowship tersebut didukung melalui pendanaan Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan RI bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI, sebagai bagian dari kebijakan pemerintah dalam memperkuat kapasitas dan pemerataan sumber daya manusia kesehatan nasional.

Dengan bertambahnya tenaga ahli di bidang pencitraan kardiovaskular tingkat lanjut ini, RSUP Kandou Manado semakin siap mengembangkan layanan kardiologi berbasis cardiovascular imaging berstandar internasional, sekaligus memperkuat peran rumah sakit sebagai pusat pelayanan rujukan nasional, pendidikan kedokteran, serta perencanaan layanan kardiovaskular yang komprehensif.

Direktur Utama RSUP Kandou Manado Starry Homenta Rampengan menyambut baik serta memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian tersebut.

Rampengan menegaskan, manajemen RSUP Kandou secara konsisten mendorong dan memfasilitasi pengembangan kapasitas SDM melalui pendidikan dan pelatihan berjenjang, baik di dalam maupun luar negeri.

“Investasi terbesar rumah sakit adalah pada sumber daya manusianya. Kami berkomitmen penuh mendukung dokter-dokter Kandou untuk meraih kompetensi terbaik, agar masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang berkualitas, aman, dan berbasis teknologi kedokteran terkini,” ujarnya

Janeline menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Kesehatan RI, serta kepada Direktur Utama RSUP Kandou Manado, (Starry Homenta Rampengan) bersama seluruh jajaran Dewan Direksi, yang dinilainya konsisten memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan dan peningkatan kompetensi SDM rumah sakit.

“Dukungan pimpinan RSUP Kandou sangat besar dalam mendorong penguatan SDM Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah berbasis Cardiovascular Imaging, guna menjawab kebutuhan layanan kesehatan masyarakat serta mewujudkan RSUP Kandou yang semakin maju dan berdaya saing,” ujarnya.

Keberadaan konsultan pencitraan kardiovaskular dengan kompetensi tertinggi ini diharapkan menjadi aset penting RSUP Kandou, khususnya dalam menghadirkan layanan diagnostik jantung yang lebih akurat, modern, dan sejajar dengan standar layanan kardiovaskular internasional. (Fer)

Meimonews.com – Berbagai hal terkait kerjasama Universitas Negeri Manado (Unima) dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahaaa dibahas dalam rapat bersama di Kantor Bupati Minahasa, Selasa (27/1/2026).

Rapat ini dihadiri pimpinan Unima yakni Rektor Joseph Philip Kambey dan jajaran serta Pemkab seperti Bupat Robby Dondomneyi, Sekretaris Daerah Lynda Watania dan pejabat terkait.

Rapat ini dimaksudkan agar hal-hal terkait kerjasama Unima dan Pemkab Minahasa setelah adanya penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) Tridharma Perguruan Tinggi bisa berjalan baik dan lancar.

Apalagi, ada hal-hal kerjasama
yang secara apesifik seperti Unima akan bermitra dengan RSUD Tondano dan pembangunan RS Pendidikan yang memerlukan izin Pemkab Minahasa.

Unima akan bermitra dengan RSUD Tondano untuk mendukung pembukaan Program Studi (Prodi) Kedokteran. Untuk pembangunan RS Pendidikan memerlukan kerjasama untuk bisa mempermudah pengurusan perizinan.

“Selain itu, terkait dengan peningkatan sumber daya manusia (SDM) karena Unima menyiapkan RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau),” ujar Sekretaris Rektor Unima Marcia Watulingas kepada Meimonews.com di ruang kerjanya, Rabu (27/1/2026).

Setelah pembahasan tersebut, diadakan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU).

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Rektor Unima Joseph Philip Kambey dan Bupati Minahasa Robby Dondokambey. Turut mendampingi, antara lain Wakil Rektor 3 Unima Lenny Leorina Evinita dan Sekda Minahasa Lynda Watania

Rektor Unima menjelaskan, kerjasama ini menjadi langkah strategis bagi Unima dan Pemkab Minahasa terutama dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat Minahasa.

Bupati Minahasa mengatakan, kesepakatan ini sebagai momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi. (FA)

Meimonews.com – Dirut RSUP Kandou Starry Homenta Rampengan dan Dewan Direksi melakukan telusur lapangan di Instalasi Gawat Darurat (IGD), Selasa (27/1/2026).

Direksi yang bersama Dirut melakukan kegiatan telusur adalah Direktur Layanan Operasional Erwin Sondang Siagian, Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian Yune Laukati, dan Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang Wega Sukanto, Sp.B.TKV (K).

Turut mendampingi, para manajer, asisten manajer, tim akreditasi, dan tim teknis RSUP Kandou Manado.

Telusur difokuskan pada lantai 1 hingga lantai 4 IGD, dengan meninjau kondisi gedung, termasuk kebocoran akibat rembesan air, kondisi pintu pintu ruangan, toilet, AC, serta pemantauan ruangan yang akan difungsikan sesuai kebutuhan pelayanan.

Dalam kegiatan tersebut, kebersihan ruangan menjadi perhatian khusus Dirut. Selain itu, instalasi listrik turut diperiksa guna mengantisipasi potensi gangguan yang dapat menimbulkan risiko kebakaran. Dirut menginstruksikan bagian terkait untuk memastikan sistem kelistrikan dalam kondisi aman.

Dirut dan Direksi juga meninjau fungsi alat-alat medis, kerapian ruangan, serta penataan area pelayanan agar lebih tertib dan efektif. Pemeriksaan turut dilakukan di ruang operasi guna memastikan kesiapan sarana dan prasarana penunjang pelayanan medis. (Fer)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw menegaskan, pengelolaan manajemen pemerintahan yang baik akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Walikota Manado ketika memberkan arahan pada Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Manado Tahun 2027 di Aula Serbaguna Kantor Walikota Manado, Selasa (27/1/2026).

Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Manado Steaven Dandel, para Asisten, Kepala SKPD, Camat se-Kota Manado, tokoh masyarakat, akademisi, serta undangan lainnya.

“Pemerintah harus mampu mengelola manajemen pemerintahan dengan baik. Jika hal tersebut terpenuhi, maka pelayanan kepada masyarakat juga akan berjalan secara maksimal,” ujar Walikota.

Orang nomor satu di Ibukota Provinsi Sulut ini mengapresiasi pelaksanaan kegiatan konsultasi publik yang diselenggarakan oleh Bapperida Kota Manado ini.

Walikota berharap kegiatan tersebut dapat memberikan dampak positif bagi perencanaan pembangunan daerah ke depan.

Mantan Ketua DPRD Sulut ini juga menekankan, seluruh masukan yang disampaikan harus selaras dengan kebijakan pemerintah pusat serta visi dan misi kepemimpinan Walikota dan Wakil Walikota Manado.

Ditegaskan pula, kesejahteraan masyarakat merupakan prioritas utama dalam perencanaan pembangunan.

“Tugas kami adalah mensejahterakan masyarakat secara menyeluruh. Fokus utama kami adalah bagaimana pendapatan masyarakat dapat meningkat, sementara pengeluaran dapat dikendalikan. Jangan sampai terbalik,” ujarnya. (elka)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw menyampaikan apresiasi atas rampungnya pembangunan gedung baru Kantor Kecamatan Mapanget Kota Manado.

Keberadaan gedung baru ini, sebut Walikota, tidak hanya sebagai penambahan fasilitas fisik, tetapi harus menjadi sarana penunjang peningkatan kinerja aparatur pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami berharap dengan adanya fasilitas yang baru ini, pelayanan Pemerintah Kota Manado, khususnya di Kecamatan Mapanget, dapat semakin meningkat,” ujarnya ketika meresmikan gedung baru Kantor Kecamatan Mapanget, Senin.(26/1/2026).

Mantan Ketua DPRD Sulut ini menegaskan, Kantor Kecamatan harus menjadi tempat pelayanan yang nyaman, tertib, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Walikota juga menekankan pentingnya pemanfaatan sarana dan prasarana secara optimal. Menurutnya, gedung yang representatif harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia serta komitmen aparatur untuk memberikan pelayanan yang cepat, mudah, dan transparan.

“Pelayanan yang baik akan menciptakan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. Oleh karena itu, saya mendorong seluruh jajaran di Kecamatan Mapanget untuk terus meningkatkan disiplin, etos kerja, dan integritas dalam menjalankan tugas,” ujarnya.

Peresmian Kantor Camat Mapanget ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh Walikota Manado, yang dilanjutkan dengan peninjauan sejumlah ruangan serta fasilitas penunjang di gedung baru tersebut.

Orang nomor satu di Ibukota Provinsi Sulut ini juga berdialog singkat dengan aparatur kecamatan terkait pemanfaatan ruang kerja dan alur pelayanan kepada masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan ini Sekretaris Daerah Kota Manado Steaven Dandel, sejumlah Anggota DPRD Kota Manado dan Kepala SKPD, Camat Mapanget Deysie Kalalo, unsur TNI dan Polri setempat, seluruh lurah dan ketua lingkungan se-Kecamatan Mapanget, serta undangan lainnya. (elka)

Meimonews.com -.Dirut RSUP Kandou Starry Homenta Rampengan membuka pelaksanaan Orientasi Pendidikan dan Pelatihan (Diklar) bagi mahasiswa Program Pendidikan Profesi Dokter dan Dokter Gigi, Senin (26/01/2025).

Kegiatan yang diadakan di Aula Lantai 2 Kantor Pusat RSUP Kandou ini meliputi Bantuan Hidup Dasar (BHD), Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP), Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit (K3RS), serta penerapan Pelayanan Prima bagi peserta didik yang akan melaksanakan praktik di RSUP Kandou.

Dalam sambutannya, Rampengan menegaskan, RSUP Kandou Manado sebagai institusi pelayanan publik memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan layanan kesehatan (yankes) yang bermutu dan aman bagi pasien.

Menurut Anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia (PERKI) ini, orientasi dan pelatihan tersebut wajib diikuti oleh seluruh peserta didik sebelum menjalani praktik klinik.

Melalui pelatihan ini, peserta akan memperoleh berbagai pengetahuan penting yang dapat diterapkan dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Intinya, kita harus melayani pasien dengan penuh kasih sayang, memiliki rasa empati, serta tulus dalam memberikan pelayanan,” ujarnya di dampingi Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian RSUP Kandou Yune Laukati.

Selain itu, Rampengan menekankan pentingnya komunikasi efektif dalam pelayanan kesehatan. Diingatkan seluruh peserta didik untuk senantiasa menerapkan budaya 5 S, yaitu Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun dalam setiap interaksi pelayanan.

“Wajah rumah sakit, di mana pun kalian bekerja nanti, terletak pada sikap dan perilaku adik-adik sekalian,” ujar dokter spesialis jantung dan pembulu darah ini.

Dirut berharap seluruh peserta didik dapat disiplin dan serius mengikuti seluruh rangkaian orientasi dan diklat, sebagai bekal dalam memberikan pelayanan kesehatan yang profesional, aman, dan berorientasi pada keselamatan pasien. (Fer)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw dan Wakil Walikota Manado Richard Sualang (AARS) menghadiri kegiatan Penandatanganan Perjanjian Kinerja dan Pakta Integritas serta Penyerahan Penghargaan Pelayanan Publik di Lingkungan Pemerintah Kota Manado Tahun 2026, di Aula Serbaguna Kantor Walikota Manado, Rabu (21/1/2026).

Penandatanganan Perjanjian Kinerja diawali Sekretaris Daerah Kota Manado Steaven Dandel, kemudian diikuti para Asisten, Kepala Perangkat Daerah, serta para Camat.

Kegiatan dilanjutkan dengan Penyerahan Penghargaan Pelayanan Publik di Lingkungan Pemerintah Kota Manado untuk kategori Puskesmas, Kecamatan, serta Dinas/Badan.

Dalam sambutannya, Walikota Manado mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut dan menegaskan bahwa seluruh proses penilaian dan penghargaan harus berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Tugas utama kita adalah pelayanan publik. Oleh karena itu, parameter pelayanan harus jelas dan tidak semata-mata terjebak pada penghargaan administratif atau formalitas. Jangan sampai administrasi justru menjadi penghambat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Mantan Ketua DPRD Sulut ini juga menekankan pentingnya pemahaman terhadap target dan capaian setiap program yang telah direncanakan, dan berharap perjanjian kinerja dan pakta integritas yang ditandatangani dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik ke depan. “Kita semua hadir dan bekerja untuk melayani masyarakat,” sebutnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Asisten Deputi Pengembangan Praktik Terbaik Pelayanan Publik Kementerian PANRB Muhammad Yusuf Kurniawan, serta Kepala Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sulut Meilany Limpar. (elka)

Meimonews.com – Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC di dampingi Ketua Panitia Pembangunan Gereja Katolik Stasi Stella Maris Marisa Paroki St. Theodorus Kaaruyan Jolly Motto bertemu Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga di ruang kerja Bupati, Rabu (21/2/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Mgr. Rolly dan Jolly sebagai perwakilan umat Katolik setempat menyampaikan permohonan kebijakan dan dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato, khususnya kepada Bupati Pohuwato, terkait rencana pembangunan tempat ibadah Gereja Katolik di Kabupaten Pohuwato.

Uskup menjelaskan, hingga kini, umat Katolik di Marisa (Ibukota Kabupaten Pohuwato) belum memiliki gedung gereja sebagai tempat ibadah. Oleh karenanya, dimohon persetujuan pemerintah daerah untuk pembangunan gedung Gereja Katolik.

“Kami umat Katolik belum memiliki rumah ibadah, khususnya di ibukota Kabupaten Pohuwato (Marisa). Olehnya itu kami memohon persetujuan pembangunan gedung gereja bagi umat Katolik di Kabupaten Pohuwato,” ujar Mgr. Rolly.

Pimpinan gereja yang wilayahnya tersebar di Provinsi Sulawesi Utara, Provinsi Gorontalo dan Provinsi Sulawesi Tengah ini menjelaskan, lahan pembangunan gereja telah tersedia, sehingga tahapan selanjutnya adalah pengurusan dan pelengkapan seluruh perizinan yang diperlukan.

Rencananya, pembangunan gedung Gereja Katolik Stasi Stella Maris Marisa ini akan berlokasi di Desa Palopo, Kecamatan Marisa di depan Puskesmas Marisa.

Lahan seluas 5.642 m2 ini adalah sumbangan keluarga Motto – Laongan yang telah dihibahkan ke Badan Amal Keuskupan Manado tahun 2017.

“Setelah seluruh perizinan, termasuk persetujuan dari pemerintah daerah, rampung, barulah pembangunan akan dilaksanakan,” ujar Mgr. Rolly.

Jolly mengungkapkan, saat ini, umat Stasi Stella Maris mengadakan ibadah/misa di Aula Hotel Marina Beach Resort Marisa.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Pohuwato menyampaikan, pembangunan tempat ibadah telah diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku. Oleh karena itu, pemerintah daerah mempersilakan umat beragama untuk membangun tempat ibadah sepanjang memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Di dampingi Staf Ahli Bupati, Mbuinga menegaskan, rencana pembangunan Gereja Katolik di Pohuwato yang hingga kini belum memiliki gedung gereja mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah demi kemaslahatan umat dalam menjalankan ibadah.

“Kabupaten Pohuwato terdiri dari berbagai suku, agama, dan kepercayaan. Pembangunan tempat ibadah sangat diperlukan untuk memudahkan umat dalam beribadah dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Olehnya itu, pemerintah daerah sangat mendukung rencana pembangunan gereja ini,” ujarnya.

Bupati berharap seluruh kebutuhan administrasi dan perizinan terkait pembangunan tempat ibadah dapat segera diurus dan dilengkapi agar proses pembangunan berjalan lancar tanpa kendala di kemudian hari.

“Kami berharap, seluruh perizinan dapat dilengkapi sehingga pembangunan Gereja Katolik ini dapat berjalan dengan baik dan tidak menemui hambatan,” ujarnya seperti dikutip Prokopim Pohuwato.

Usai pertemuan dengan Bupati, Mgr. Rolly di dampingi sejumlah pastor termasuk Pastor Paroki St. Theodorus Kaaruyan Gorontalo Pastor Koresta Lila Pr dan Panitia Pembangunan mengunjungi lahan yang akan didirikan gereja.

Dalam percakapan dengan Meimonews.com, Jolly berharap dukungan doa dari semua pihak baik pemerintah, pimpinan Katolik Keuskupan Manado, para Pastores, umat Katolik di mana saja dan terlebih kepada Tuhan Yesus dan Bunda Maria untuk proses pembangunan gereja ini. (Lexie)

Meimonews.com – Dirut RSUP Kandou Starry H. Rampengan menegaskan, tantangan tata kelola tarif tidak hanya pada peningkatan volume layanan.

Penegasan tersebut disampaikan Rampengan pada acara pembukaan Workshop Tata Kelola Tarif dan Optimalisasi Layanan Rumah Sakit, di Aula Lantai Dua Kantor Pusat RSUP Kandou, Senin (19/1/2026).

“Tetapi kemampuan rumah sakit mengelola pendapatan secara efektif, menyusun tarif yang rasional dan akuntabel, serta memastikan layanan tetap mengutamakan mutu dan keselamatan pasien,” ujarnya pada kegiatan yang turut dihadiri Direktur SDM Pendidikan dan Diklit Yune Laukati, Direktur Layanan Operasional Erwin Sondang Siagian serta Direktur Perencanaan dan Keuangan Ekwanto.

Workshop ini, sebutnya, merupakan bagian dari langkah RSUP Kandou dalam memperkuat tata kelola tarif yang berkeadilan dan berkelanjutan berbasis mutu, sekaligus mendorong optimalisasi layanan rumah sakit yang berintegritas di berbagai aspek, mulai dari medis-perawatan, SDM, pendidikan hingga keuangan.

Ditambahkan, workshop ini sekaligus bentuk keseriusan RSUP Kandou dalam menghadapi tantangan finansial rumah sakit, dengan tujuan akhir mencapai remunerasi yang lebih baik, adil, dan bermartabat berbasis kinerja.

“Dengan workshop ini, besar harapan kami akan terjadi peningkatan pemasukan, perbaikan remunerasi, dan peningkatan kesejahteraan bagi seluruh insan RSUP Kandou. Rumah sakit yang sehat secara finansial akan menghasilkan mutu layanan yang lebih baik,” ujarnya.

Dikemukakan, keberhasilan RSHS Bandung yang dalam beberapa tahun terakhir berhasil meningkatkan pendapatan rumah sakit secara signifikan (dari sekitar Rp. 850 miliar menjadi Rp1,3 triliun) yang turut berdampak pada peningkatan remunerasi pegawai di RS tersebut.

Keberhasilan tersebut, menurut Rampengan, menjadi contoh nyata bahwa tata kelola yang tepat dapat membawa perubahan positif bagi keuangan rumah sakit, teknologi pelayanan, hingga kesejahteraan pegawai.

Kegiatan dua hari ini (Senin-Selasa, 19-20/1/2026) yang dimoderatori Asisten Manajer Diklat Sekplin Sekeon ini berjalan interaktif dengan paparan materi dan diskusi bersama narasumber yang telah berpengalaman dalam tata kelola tarif dan optimalisasi layanan rumah sakit di tingkat nasional.

Para narasumber tersebut berasal dari Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung yang menjadi mitra pelaksanaan kegiatan workshop. Mereka adalah Dirut H. Rachim Dinata Marsidi, Direktur Medik dan Penunjang Iwan Abdul Rachman, Asisten Tim Kerja Akuntansi Suryandrizal, serta Wakil Kepala Instalasi SIRS Bagus Yudha Gartono Putranto.

Asisten Manajer Diklit RSUP Kandou Neni Ekseardhani eelaku Ketua Panitia dalam laporannya menjelaskan struktur kegiatan, target peserta, serta narasumber yang terlibat.

Workshop ini sebutnya, diikuti oleh-oleh unsur direksi, pejabat struktural, komite medik, para manajer dan kepala instalasi, unit pelayanan, serta tim keuangan, akuntansi, dan SDM. Total peserta mencapai puluhan orang dengan komposisi internal RSUP Kandou dan pendamping materi dari RSHS Bandung. (Fer)