Meimonews.com – Barisan Adat Masyarakat Sulawesi Utara (Barmas) Dewan Pengurus Daerah (DPD) Sulawesi Utara menegaskan siap mengawal sampai tuntas permasalahan tanah yang dihadapi masyarakat Kelurahan Tongkaina, Manado.

Sikap tersebut diambil organisasi adat tiga etnis masyarakat di Bumi Nyiur Melambai ini setelah mendengar langsung keluhan masyarakat setempat terhadap permasalahan yang dihadapi.

Dalam rilis kepada Meimonews.com, Selasa (15/2/2022), Barmas Sulut menyebutkan, adanya pihak yang ingin menguasai lahan milik warga masyarakat Kelurahan Tongkaina membuat mereka yang mendiami lahan tersebut kian tertekan.

Mereka kini terancam akan tersingkir dari lahan garapannya dan lebih parah lagi bahkan terancam kehilangan rumah tinggalnya, yang selama ini sudah didiami selama puluhan tahun atau turun-temurun.

Pasalnya, warga terus mempertahankan lahan milik mereka sejak tahun 1990 sampai saat ini, meski buku register tanah di kantor kelurahan telah hilang dan diketahui disimpan oleh seseorang yang saat ini justru berpihak kepada pengusaha yang berupaya menguasai tanah di Kelurahan Tongkaina.

“Kami sangat merasa ditekan dengan adanya seorang pengusaha yang berusaha mengambil alih tanah kami, bahkan tanaman kelapa pun dipanen oleh orang lain yang mengklaim kepemilikan lahan yang selama ini digarap dan di tempati selama puluhan tahun,” ungkap Sarlota, warga Kelurahan Tongkaina, saat bertemu dengan Pengurus Barmas Sulut.

Melihat masyarakat Tongkaina yang terus menerus diintimidasi oleh pihak korporasi, Barisan Masyarakat Adat Sulawesi Utara (Barmas) pun mengunjungi masyarakat adat di tiga etnis budaya di Sulut, tepatnya di Kelurahan Tongkaina dan menyerap aspirasi mereka.

“Barmas diberikan informasi oleh masyarakat terkait permasalahan ini dan ternyata sudah sangat lama masyarakat diintimidasi oleh pihak pengusaha yang menjanjikan pembangunan hotel berbintang 5 dan lapangan golf di Tongkaina,” ujar Defly.

“Intinya, tanah milik masyarakat adat di tiga etnis budaya di Sulawesi Utara ini, berusaha diambil paksa oleh pihak pengusaha,” ujar Defly seraya menyebut perusahaan tersebut (PT MTMWE).

Dengan melihat, menyimak kesaksian serta keluh kesah masyarakat adat di Kelurahan Tongkana, maka Barmas Sulut akan mengawal kepentingan masyarakat ini sampai benar-benar tuntas.

“Kami menyerap aspirasi, dan sudah melihat airmata 50 warga menetes meminta bantuan, pendampingan dalam mendapatkan keadilan, dan Barmas DPD Sulut akan berdiri di depan membela kepentingan masyarakat adat ini, serta akan melawan pihak-pihak yang mencoba melakukan intimidasi, serta merampas apa yang menjadi hak masyarakat,” tandas Defly.

Sebelumnya, sebut Defly, Barmas DPD Sulut sudah berkali-kali melakukan audiensi bersama seluruh penegak hukum di Sulut, dan salah satu yang disampaikan adalah memberantas mafia tanah.

“Kami sudah memiliki komitmen dengan aparat penegak hukum untuk memberantas mafia tanah di Sulut. Jadi, jangan coba-coba membodohi tanah rakyat, sebab saya akan lawan,” ujarnya.

Sekretaris DPD Barmas Sulut Fernando FX. Melo membenarkan di mana organisasi adat Barmas Sulut telah beberapa kali melakukan tatapmuka bersama penegak hukum dan membicarakan banyak hal termasuk permasaalahan tanah di Sulut.

“Kami sudah melakukan audiensi bersama TNI dan Polri serta Kejaksaan dan membicarakan banyak hal termasuk dengan banyaknya permasalahan tanah di Sulut,” jelasnya. (*)

Meimonews.com– Menghormati jasa para pahlawan khususnya dalam perjuangan 14 Februari 1946, Ketua Dewan Penasehat GPPMP Irien Pol. (Purn) Dr. Ronny F. Sompie dan Pengurus GPPMP mengadakan ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan ( TMP) Kalibata, Senin (14/2/2022).

“Kehadiran saya sebagai salah satu wakil Ketua Dewan Penasehat GPPMP bersama-sama pimpinan rombongan Bapak Benny Rhamdani (Kepala BP2MI) yang juga Ketua GPPMP dan beberapa pimpinan GPPMP lainnya untuk memberikan penghormatan kepada arwah para pahlawan khususnya dalam perjuangan 14 Februari 1946 di TMP Kalibata,” ujar Sompie.

Kepada Meimonews.com via WhasApp, usai ziarah, Sompie menjelaskan, setiap tahun melaksanakan ziarah dan tabur bunga di TMP Kalibata ini untuk memberikan penghormatan dan meneruskan semangat juang merah putih bagi generasi penerus yang bisa meneladani para pahlawan yang berjuang mempertahankan kemerdekaan di tahun 1946 yang lalu.

Kedatangan mereka di TMP Kalibata tidak memandang latar belakang etnis agama, suku dan sebagainya karena kita Satu yaitu Indonesia.

Pihaknya juga melaksanakan kegiatan ini di seluruh provinsi termasuk di Sulawesi Utara. Kita menunjukkan bagaimana upaya untuk terus membangun persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.

Sompie berharap agar seluruh pengurus dan juga anggota GPPMP tentunya terus menyuarakan suara tentang bagaimana kita merawat Bhinneka Tunggal Ika secara mengejawantahkan dan membumi di masyarakat.

“Agar kita terus membangun bangsa ini menjadi sebuah bangsa yang kuat perekonomiannya, kesejahteraannya yang kuat rasa persatuan dan kesatuannya, tidak terpengaruh atau tidak tergoyahkan oleh upaya-upaya memecah belah,” ujar mantan Dirjen Imigrasi ini. (lk)

Meimonews.com -Momen rapat koordinasi (Rakor) keamanan dan ketertiban (kamtibmas) digunakan Wakikota untuk mengingatkan (warning) Lurah dan Ketua Lingkungan terkait dengan kamtibmas di mana mereka punya peran penting.

Di awal sambutannya, Walikota menyinggung soal bagaimana meningkatkan ekonomi masyarakat serta soal berbagai investasi yang harus dikembangkan di Kota Manado. “Ini bisa terlaksana jika kamtibmas dapat dijaga dengan baik,” kata Walikota sambil memaparkan data kamtibmas di Kota Manado saat ini.

Walikota meminta agar masalah ini dilakukan pendataan oleh Lurah dan Ketua-Ketua Lingkungan. “Bagi lurah dan ketua lingkungan harus menguasai wilayahnya dan harus mengetahui apa yang terjadi di wilayahnya seperti situasi dan kondisi dalam kaitan dengan kamtibmas,” warning Walikota.

Mantan Ketua DPRD Sulut ini meminta agar lurah dan ketua lingkungan bisa berkoordinasi dengan Babinsa dan Babinkamtibmas. Para lurah juga harus menfasilitasi agar supaya permasalahan kamtibmas dan perselisihan yang ada dimasyarakat bisa selesai secara kekeluargaan di wilayahnya.

“Jadi hal-hal yang remeh temeh bisa diselesaikan baik tingkat lingkungan atau kelurahan,” harap Walikota.

Walikota juga meminta bantuan tokoh-tokoh agama agar terlibat dalam hal penyelesaian perselisihan yang terjadi atau dalam rangka meredam munculnya kamtibmas.

Perselisihan harus diredam dengan bagaimana menciptakan komunikasi yang baik ditengah masyarakat. Menurut Walikota komunikasi yang baik harus dijadikan jembatan didalam meredam perselisihan dan masalah kamtibmas.

Walikota juga menyampaikan soal identifikasi bagi pemabuk termasuk soal warga yang terlibat narkoba. Hal yang akan dikembangkan juga adalah identifikasi lokasi-lokasi rawan kecelakaan untuk mengetahui penyebabnya.

Hal-hal lain yang disampaikan Walikota adalah Kasie Trantib di kelurahan harus diberdayakan dan Pos Kamling dibuat di rumah ketua-ketua lingkungan masing-masing.

Semua hal yang disampaikan diharapkan oleh Walikota untuk diseriusi camat, lurah dan ketua lingkungan, sebab merupakan ujung tombak dalam menangani masalah-masalah ini.

Selesai sambutan dan arahan Walikota, acara dilanjutkan dengan pemaparan baik yang mewakili Dandim maupun pemaparan dari Kapolres sehubungan dengan permasalahan Kamtibmas di Kota Manado.

Mewakili Dandim, Dahua menyampaikan pengalaman di lapangan ketika terlibat bersama masyarakat dalam mengantisipasi gejala-gejalah rawan kamtibmas. Kapolres memaparkan data berbagai kasus kamtibmas di Kota Manado selama memasuki tahun 2022 ini di setiap kecamatan yang ada di Kota Manado.

Selesai pemaparan, acara diakhiri dengan tanya-jawab peserta rapat koordinasi.

Rakor ini digelar dalam rangka meningkatkan sinergitas antara Pemerintah Kota Manado bersama TNI/Polri dalam melaksanakan tugas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Hadir dalam Rakor adalah Walikota Andrei Angouw dan Wakil Walikota dr. Richard Sualang, Sekretaris Kota Manado Micler C.S Lakat, Kapolres Manado, Kasi Ops Kodim 1309 Manado Mayor Frans Dahua (mewakili Dandim 1309 Manado), Asisten I, Kasat Pol PP Manado, seluruh camat dan seluruh Lurah se Kota Manado, seluruh Danramil dan Kapolsek se Kota Manado serta Ketua BKSUA dan FKUB Kota Manado.

Kegiatan yang dilaksanakan di ruang serbaguna Kantor Walikota Manado, Senin (14/2/2022) ini diawali dengan laporan pelaksanaan kegiatan dari Asisten I Heri Saptono, selanjutnya sambutan dan arahan Walikota Manado. (lk)

Meimonews.com – Naik – turun kasus Covid-19 termasuk adanya varian baru yang dikenal dengan nama Omicron tak membuat pimpinan dan staf SMA Negeri 1 Manado melonggarkan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19.

Hal itu terlihat ketika baik komunitas / warga sekolah (guru, staf, siswa) maupun orangtua / wali, pengunjung / tamu datang ke lembaga pendidikan yang terletak di jalan Pramuka Kelurahan Sario Kotabaru tersebut tetap mengikuti prokes yang ada.

“Kami tetap disiplin menerapkan prokes dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 sebagaimana diatur dalam ketentuan / peraturan Pemerintah baik Pusat maupun daerah termasuk dari Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulut,” ujar Plt. Kepala SMA Negeri 1 Manado Noufi Karamaoy.

Dalam percakapan dengan Meimonews.com di ruang kerjanya, Kamis (10/2/2022), Karamoy lantas membeberkan langkah-langkah / upaya-upaya yang dilakukan pihak sekolah dalam kaitannya dengan pencegahan penyebaran Covid-19.

Dijelaskan, ketika orang masuk ke area sekolah, prokes tersebut wajib diikuti. Ada disediakan alat pengukur suhu tubuh, tempat cuci tangan, sabun dan lain-lain serta harus menggunakan masker.

“Kami berusaha untuk tidak lengah dengan kesadaran yang ada. Apalagi siswa-siswa sudah mulai belajar dengan cara tatapmuka, walau masih terbatas,” tegasnya.

Diungkapkan,.ketika orang datang ke sekolahnya, ada piket di muka yang melayani sekaligus mengingatkan prokes Covid-19.

Demikianpun, saat warga sekolah berada di kompleks sekolah, ada Wakil Kepala Sekolah dan guru yang melakukan kontrol agar warga sekolah tetap displin menerapkan prokes Covid-19.

“Kalau ada siswa atau warga sekolah lainnya tidak menggunakan masker, pasti petugas akan menegurnya,” tandas Karamoy. (lk)

Meimonews.com – Seorang wajib pajak kendaraan bermotor (ranmor) bernama John Pandeiroth mengakui pelayanan pengurusan pajak progresif ranmor baik roda dua maupun roda empat atau lebih dinilai tidak terlalu sulit tapi lebih cepat dan ramah.

“Pengurusan pajak progresif di sini (Bapenda Sulut) berlangsung cepat. Pelayannya (petugasnya) sangat ramah,” ujar Pandeiroth kapadia Meimonews.com, usai pengurusan pajak progresifnya di Kantor Bapenda Sulut pimpinan Olvie Atteng (Kepala), Senin (7/2/2022).

Disebutkan, hanya beberapa menit saja semua hal terkait dengan pengurusan administrasi pajak progresif kendaraan bermotornya langsung tuntas.

“Langsung. Langsung. Tuntas. Tapi musti iko antrian, katu,” ujar Pandeiroth seraya menyebutkan bahwa kedatangannya ke Bapenda Sulut karena disuruh dealer.

Seorang warga lainnya yang terpantau Meimonews.com baik saat mengantri maupun saat berhadapan dengan petugas, terlihat senang dengan pelayanan petugas di Bapenda Sulut.

Hanya hitungan menit, urusannya langsung tuntas dan langsung pulang dengan wajah senang karena mendapat pelayanan yang cepat dan ramah.

Yessy, petugas Bapenda Sulut saat ditemui usai memberikan pelayanan kapada beberapa wajib pajak mengungkapkan, telah menjadi tugas dan tanggung jawab mereka untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi wajib pajak yang datang atau berurusan di kantor pelayanan termasuk di Bapenda Sulut.

“Semua urusan terkait dengan pelayanan pajak termasuk pajak progresif di sini akan dilayani dengan cepat dan segera tuntas asal persyaratannya langkap,” ujar Yessy.

Pelayanan demikian sesuai dengan visi Bapenda Sulut yakni “Terdepan dalam pengelolaan pendapatan daerah dan pelayanan prima” dan sejalan dengan motto “Modern, mudah, cepat dan transparan.”

Yessy mengimbau kepada pemilik kendaraan bermotor yang kendaraannya sudah dijual agar melaporkan pengalihan kepemilikannya agar terbebas dari pajak progresif bila ada kendaraan lainnya, sedang kepada pembeli agar segera mengurus baik nama kendaraan bermotornya. (lk)

Meimonews.com – Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Persatuan Squash Indonesia (PSI) Sylviana Murni melantik Pengprov (Pengurus Provinsi) PSI Jawa Timur di Surabaya, Sabtu (5/2/2022).

Sylviana berharap, pelantikan Pengprov PSI Jatim periode 2022 – 2026 ini bakal membawa harapan baru bagi olahraga Squash khususnya di Jatim.

“Ketua Pengurus Provinsi baru ini bukan wajah baru di dunia olahraga Squash. Beliau bahkan sudah mulai bergerak melakukan MoU dengan beberapa sekolah dan kampus untuk memasyarakatkan olahraga ini,” ujar Sylviana ketika memberikan sambutan.

Ketua DPD-RI La Nyala yang turut menjadi tamu kehormatan berharap agar Pengprov PSI Jawa Timur memiliki komitmen tinggi untuk lebih bisa memasyarakatkan olahraga Squash.

“Kenalkan ke masyarakat, bahwa olahraga ini adalah olahraga yang mudah dan murah. Pembinaan yang berjenjang dan intensif hingga melahirkan bibit atlit yang bagus dan berprestasi,” pinta La Nyala.

Ketua KONI Jawa Timur M. Nabil menegaskan, olahraga ini merupakan salah satu cabang olahraga yang diandalkan oleh Jawa Timur sejak sepuluh tahun terakhir.

“Dari tujuh nomor tahun 2012 misalnya sudah ada dua emas yang kami bawa pulang. Harapannya, dengan pengurus yang baru, punya rencana terkonsep salah satunya memperbanyak fasilitas sarana dan prasarana olahraga ini,” ujar Nabil.

Ketua PSI Jawa Timur Syaiful Ma’arif menyatakan siap mengembangkan olahraga Squash tidak hanya untuk Jawa Timur, melainkan untuk Indonesia di kancah internasional.

“Kami buat program berjenjang dari tingkat sekolah sampai perguruan tinggi. Prestasi olahraga ini bisa tumbuh dan berkembang. Sarana prasarana juga tengah kami siapkan. Event-event untuk mengenalkan olahraga ini juga tengah kita godok agar masyarakat bisa merasakan manfaat olahraga ini,” ujar Syaiful.

Syaiful juga memastikan jika Jawa Timur akan optimis mendapat kembali emas pada PON yang akan datang di cabor Squash.

“Atlet Jawa Timur masih yang terbaik. Kami optimis dengan pola pengembangan berjenjang nantinya akan terus tumbuh atlit-atlit terbaik,” tandasnya. (lk)

Meimonews.com – Suatu peringatan disampaikan Wakil Walikota Manado Richard Sualang saat acara pengambilan sumpah / janji dan pelantikan sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Manado, Jumat (4/2/2022).

“Loyalitas saudara-saudara dituntut dan diharuskan. Jabatan ini titipan dari Tuhan. Dia titipkan pada Bapak Walikota dan dimandatkan pada saudara-saudara,” ujar Sualang.

Camat dan Lurah, sebutnya, adalah perpanjangan tangan dari Walikota di wilayah masing-masing. Tegakkan aturan, laksanakan perintah.

“Tugas kita adalah public servant. Melayani masyarakat, kekuasaan jabatan untuk melayani bukan menindas,” tegasnya.

Acara pengambilan sumpah / janji dan pelantikan yang diadakan di Ruang Serbaguna Kantor Walikota Manado dipimpin Wakil Walikota Richard Sualang mewakili Walikota Andrey Anggouw.

Turut hadir Sekretaris Kota, lAsisten 1, Asisten 2, sejumlah pejabat eselon 2 serta para tamu undangan.

Ada 44 pejabat termasuk 5 Camat, 34 Lurah dan 1 Kepala Puskesmas yang dilantik. (lk)

Meimonews.com – Barmas (Barisan Adat Masyarakat Sulawesi Utara terus menunjukkan eksistensinya sebagai organisasi adat yang berperan untuk kemajuan NKRI temasuk Sulut.

Di momen pemilihan Sangadi di Bolaang Mongondouw (Bolmong), ormas adat yang mengusung tiga etnis budaya Sulut ini mengambil peran dalam pengamanan dan mengawal jalannya pemilihan orang nomor satu di desa di Bolmong.

Ketua Barmas DPD Sulut Defly Brando Lengkey melalui Sekretaris DPD Sulut Fernando FX Melo menjelaskan, pengawalan setiap kegiatan kemasyarakatan sudah menjadi kewajiban bagi Barmas.

“Barmas hadir dan bekerjasama dengan aparat TNI-Polri dalam setiap momen pesta rakyat untuk mengawal prosesnya agar bisa berjalan dengan aman dan tertib,” ujar Lengkey seperti dikutip Melo kapada Meimonews.com di Manado, Kamis (3/2/2022).

Disebutkan, Bamas juga akan terus berkarya melalui program dan kegiatannya dalam mengawal seluruh kegiatan sosial kemasyarakatan sehingga masyarakat adat di tiga etnis terus mampu mengembangkan serta melestarikan budayanya.

“Kami Barmas khususnya DPD Sulut, sesuai dengan petunjuk dan arahan dari Tonaas Wangko Dicky Maengkom melalui Ketua DPD Sulut Defly Brando Lengkey akan terus berupaya untuk mempersatukan masyarakat adat di tiga etnis budaya ini, untuk bersama-sama menjaga kebhinekaan dalam bingkai NKRI,” ujar Melo. (lk)

Meimonews.com – Setelah dipersiapkan cukup lama, yang digagas Robert Hendra Sulu akhirnya organisasi alumni dan eks guru SMA Negeri 1 Manado yang diberi nama Mapalus Alumni Smansa Manado resmi terbentuk.

Pembentukan organisasi ditandai deklarasi yang diisi dengan pembacaan dan penandatangan pendirian yang dilakukan sejunlah alumni pada acara yang dipandu Puspaningrum (Wakil Ketua Tim Kerja) di salah satu ruangan SMA Negeri 1 Manado, Rabu (2/2/2022).

Sebelum pembacaan naskah deklarasi oleh Joyce Lapian (Ketua Tim Kerja), Franky Mokodokpis (Sekretaris Tim Kerja) memaparkan latar belakang pembentukan organisasi ini.

Sejumlah alumni menandatangani naskah deklarasi tersebut yakni Joyce Lapian, Donald Rumokoy, Joudi Lintjewas, Franky Mokodompis, Puspaningrum, Sherly Kalangi, Wenny Pantouw, Ritha Pangkerego, Rouna Rakian, Wida Menayang, Jeanet Lesly Lomban dan Lexie Kalesaran.

Turut bertandatangan, mantan guru Smansa Manado Nurhaya Karinda dan Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Manado Noufi Karamoy.

Kehadiran organisasi ini merupakan bentuk kepedulian untuk kemajuan pendidikan di SMA Negeri 1 Manado (almanater), yang terletak di Jalan Pramuka Sario Kotabaru Manado.

Ada lima hal yang menjadi pertimbangan sehingga organisasi ini dibentuk seperti tertuang dalam narkah deklarasi.

Salah satu hal yang menjadi pertimbangan adalah adanya Pergub Sulut No. 20 tahun 2021 tentang Peranserta Masyarakat dalam Pembiayaan Pendidikan pada Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan dan Sekolah Luar Biasa di Provinsi Sulawesi Utara.

Pergub ini memberi ruang bagi Alumni Alumni SMA Negeri 1 Manado untuk terlibat aktif dalam pembenahan kebutuhan sumber daya pendidikan yang memadai sebagai investasi strategis pada penyampaian mutu pendidikan berstandar nasional.

Paduan suara siswa SMA Negeri 1 Manado mewarnai acara yang dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan Pandemi Covid-19. (lk)