Meimonews.com – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Sulut dan Bank SulutGo mengadakan Perjanjian Kerjasama (PKS) yang berlangsung di Lantai 7 Bank SulutGo, Rabu (23/8/2023)

PKS yang ditandatangani Kepala BKKBN Perwakilan Sulut Ir. Diano Tino Tandaju dan Direktur Pemasaran Bank SulutGo Pius Batara ini terkait dengan upaya BKKBN untuk mewujudkan pengelolaan keuangan yang transparan.

Turut hadir pada acara ini adalah Ketua  Pokja Adpin Rosilli B. Wowoling, S.Sos, M.Si, Ketua Pokja Keuangan dan BMN Marta Tumonggor, BM dan tim lainnya dari BKKBN serta Pemimpin Divisi Pemasaran Dana Jummy Roboth dan Pemimpin Cabang Utama Monalisa Manoppo, Pemimpin Departemen dari Bank SulutGo.

Out put dari penandatangan PKS ini adalah pelaksanaan pemutahiran PK-23 telah menghasilkan data by name by address menjadi tolok ukur serta bahan intervensi program pembangunan masyarakat terutama berkaitan dengan percepatan penurunan stunting dan pesasaran percepatan penghapusan kemiskinan ekstrim.

Tandaju menjelaskan, BKKBN Sulut terus berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat dalam pengelolaan keuangan. “BKKBN terus mengupayakan peningkatan kualitas hidup masyarakat serta berkomitmen dalam mencegah terjadinya perilaku koruptif dalam pengelolaan keuangan, aman, efisien, transparan dan akuntabel,” ujarnya.

Hal itu, menurut Tandaju, agar dapat meminimalisir resiko penyalahgunaan dalam penyaluran operasional yang tidak tepat sasaran. Maka, pembayaran non tunai menjadi langkah yang tepat.

Batara mengatakan, pihak Bank akan terus berinovasi demi memberikan pelayanan terbaik bagi para nasabah. “Bank SulutGO tidak akan berhenti berinovasi secara digital demi menghadirkan pelayanan yang modern dan mudah bagi seluruh lapisan nasabah.

Komitmen Bank SulutGo ke depan, siap untuk terus menjadi supporting sistem bagi pengelolaan keuangan BKKBN agar dapat dilaksanakan dengan lebih modern, akuntabel dan up-to date. (Fer)

Oleh : Agnes Pratiwi Senduk

Meimonews.com – Beberapa hari lalu, ketika bertelepon dengan seorang jurnalis senior, saya mendapatkan pengetahuan baru dari beliau. Saya belajar bagaimana seorang jurnalis sebaiknya tidak gegabah dalam mengeluarkan berita, meskipun sudah mengantongi data-data akurat. Terkadang, moralitas mesti didahulukan dibanding kebenaran.

Beliau mengajarkan, di atas kebenaran yang diberitakan, ada resiko-resiko yang tertanggung. Beliau ceritakan salah satu contoh ketika seseorang meliput skandal perselingkuhan pejabat atau hamba-hamba Tuhan. Sebagai jurnalis, berita-berita panas seperti ini tentu sangat menggiurkan sebab sudah pasti bakal diminati banyak orang. Namun, pemberitaan tentang skandal ini punya potensi untuk menghancurkan masa depan keluarga seseorang.

“Siapa tahu kan pelaku perselingkuhan dan pasangan sahnya sudah bercerita baik-baik, sudah mau ada penyelesaian masalah dengan cara damai, ehh.. begitu berita dinaikkan akhirnya mereka berkonflik lagi lalu bercerai,” ujarnya dalam percakapan telepon singkat kami.

Saya turut merefleksikan apa yang beliau utarakan sembari mendengar pengalaman-pengalamannya yang lain. Saya setuju, kebijaksanaan inilah yang sepatutnya hadir dalam jiwa seorang penulis; kebijaksanaan untuk menyaring sampai batas mana kebenaran perlu langsung diungkap dalam tulisan dan mana yang sebaiknya berhenti pada klarifikasi lisan dengan pelaku.

Sebagai seorang penulis pemula, meskipun bukan jurnalis, saya sendiri terkadang menulis hanya dengan mempertimbangkan benar-salah dan jika kemudian menyentuh ranah personal, saya tidak begitu peduli dengan keadaan individu atau kelompok yang saya tulis (catatan: saya hanya berani menulis tentang seseorang/kelompok tertentu jika punya bukti kuat tentang keterkaitan mereka dengan suatu kasus yang relevan dengan tulisan saya).

Kebijaksanaan seorang penulis pertama-tama adalah dengan melakukan penyelidikan lanjutan terhadap informasi yang hendak dimasukkan dalam tulisan. Dalam jurnalistik, hal ini diawali dengan proses verifikasi informasi. Verifikasi adalah proses menemukan kebenaran dengan melakukan konfirmasi ke pihak terkait (agar bisa mendapat informasi dari dua sisi) serta mengumpulkan data-data penunjang yang valid.

Saya ingat dulu ajaran kakek saya yang diturunkan ke orang tua saya lalu diturunkan ke saya dan kakak: Ketika menerima informasi, kita tidak boleh terburu-buru mempercayainya, meskipun yang menyampaikan adalah orang yang dekat dengan kita. Pertanyaan pertama yang harus kita tanyakan adalah “Apa betul begitu (kejadiannya)?”

Kakek saya menggunakan nama acara gosip artis di RCTI yang dulu sangat terkenal pada masanya, yaitu Cek & Ricek, untuk menjelaskan langkah penting yang harus dilakukan sebagai penerima informasi, sebelum kita meneruskan informasi tersebut kepada orang lain.

Cek & ricek sebenarnya berasal dari bahasa Inggris check & recheck yang bermakna melakukan pengecekan berulang kali sebelum mempercayai sesuatu sebagai kebenaran. Sekelas acara gosip artis saja mengedepankan jargon seperti ini. Jadi, harusnya penulis-penulis lain pun menerapkan hal ini dalam tulisannya.

Setelah proses cek & ricek selesai, penulis akan mendapatkan tiga kemungkinan jawaban, yakni informasi tersebut (1) terbukti benar, (2) terbukti tidak benar atau (3) belum jelas kebenarannya. Jika informasi tersebut sudah terbukti tidak benar, maka apabila tetap dimasukkan ke dalam tulisan, tentu isinya akan berbentuk fitnahan. Namun, jika informasinya benar, maka hal ini bisa digunakan sebagai data dalam tulisan. Sementara itu, apabila informasi tersebut belum jelas, maka penulis dapat memilih untuk mengabaikan informasi ini dan mencari bahan tulisan baru atau melakukan investigasi yang lebih dalam lagi dengan mengubah metode yang digunakan.

Saya beberapa kali menemukan penulis  melangkahi proses cek & ricek yang penting ini, entah disengaja maupun tidak. Dalam beberapa kasus, saya bahkan menyaksikan ada jurnalis yang melempar informasi “panas” yang sama sekali belum ditelusuri kebenarannya, atau malah sudah diinvesitigasi pihak berwenang dan terbukti tidak benar, tetapi toh tetap dimuat dalam berita sehingga merugikan banyak pihak. Individu, kelompok, badan usaha, atau instansi pemerintah yang terkait dalam pemberitaan seperti ini seringkali harus diperhadapkan dengan situasi sulit.

Mulai dari perundungan secara personal, kehilangan pekerjaan, kehilangan kepercayaan publik, sampai usahanya ditutup, menjadi ancaman di depan mata yang kemudian bisa merembet ke hal-hal pribadi. Orang yang kehilangan pekerjaan misalnya, bisa-bisa bercerai dengan pasangannya atau diusir orang tuanya.

Pun resiko yang lebih besar lagi bisa terjadi apabila kemarahan publik dipantik melalui artikel yang tidak jelas, misalnya terjadi pemukulan terhadap orang yang berasal dari ras atau profesi yang sama dengan orang yang muncul dalam pemberitaan, meskipun orang yang dipukul tersebut tidak saling kenal dengan orang yang diberitakan.

Lebih sering lagi saya temukan penulis yang membelokkan makna dari keseluruhan hasil konfirmasi suatu informasi dengan hanya mengambil sepenggal ujaran/tulisan narasumber untuk menggiring opini pembaca. Padahal, sudah seharusnya penulis menghormati narasumber dengan tidak memotong pernyataannya sampai menghilangkan konteks yang sebenarnya.

Kasus seperti ini paling sering ditemukan ketika membaca berita (lokal maupun nasional). Saking banyaknya jenis berita yang demikian, saya sekarang lebih memilih mencari informasi dari Youtube yang bagi saya lebih bisa menyajikan konteks utuh wawancara atau pidato dan lain sebagainya dari orang dalam pemberitaan.

Pernah juga saya mengkritik pemberitaan media lokal yang melakukan investigasi, tapi tidak menyeluruh. Kasus yang diangkat waktu itu pungli di sebuah sekolah. “Investigasi” yang dilakukan hanya sebatas mencari keterangan dari orang tua (yang mengklaim anaknya dipaksa membayar uang sekolah oleh walikelas) serta konfirmasi keterangan kepala sekolah (yang menyatakan bahwa dia baru mendengar masalah tersebut dan akan melakukan investigasi lanjutan).

Bukannya menunggu hasil investigasi internal pihak sekolah atau melakukan investigasi sendiri dengan metode yang cermat, jurnalis tersebut malah langsung menjadikan keterangan dua pihak di atas sebagai berita lalu menggunakan penggalan pernyataan seorang anggota DPR (yang meminta Gubernur mencopot sang kepala sekolah) dalam judul berita yang lain sehingga timbul kesan kepala sekolah benar terlibat dalam kasus pungli.

Padahal, mungkin kasus tersebut memang benar terjadi, tapi dilakukan oknum guru tanpa sepengetahuan kepala sekolah. Bayangkan resiko pemecatan dan rasa malu yang menghantui sang kepala sekolah akibat pemberitaan yang terburu-buru seperti ini, padahal dia bisa jadi tidak terlibat melakukan pungli.

Apakah bijak seorang penulis, apalagi jurnalis yang harusnya bertanggung jawab kepada kebenaran, untuk membuat tulisan seperti itu ?

Selanjutnya, kebijaksanaan terpenting yang mesti dimiliki penulis adalah saat dia telah menemukan kebenaran dan apa yang akan dilakukan dengan kebenaran tersebut. Haruskah kebenaran tersebut segera diberitakan ? Apakah kebenaran tersebut akan lebih banyak mendatangkan kebaikan atau malah kehancuran ke depannya ?

Barangkali pertanyaan-pertanyaan ini harus didahulukan di benak setiap penulis sebab tanggung jawab besar dalam mengontrol persepsi publik ada di tangan penulis.

Mungkin ada yang masih ingat kasus Sonya Depari, seorang siswi SMA asal Medan yang bersitegang di jalan dengan polwan. Siswi ini mengklaim dirinya anak seorang jenderal dan sempat melontarkan kata-kata kasar “Kutandai kau!” ke arah sang polwan yang menegurnya karena melakukan pelanggaran lalulintas. Setelah videonya viral, muncul begitu banyak lelucon netizen menggunakan kata-kata “Kutandai kau!” atau “Si Anak Jenderal” untuk mencela perbuatan Sonya.

Kasus Sonya berlangsung cukup lama dan sangat viral di mana-mana, sehingga mungkin selamanya kata-kata “Kutandai kau!” akan terus menjadi ejekan untuk dirinya. Bersamaan dengan ejekan netizen, berbagai media turut sibuk menyematkan kata-kata ejekan “Si Anak Jenderal” atau “Kutandai kau” ke dalam pemberitaan tentang Sonya.

Setelah beberapa bulan, pemberitaan tentang Sonya berangsur-angsur hilang dari sorotan publik sehingga jumlah orang yang mengetahui kasus Sonya ini tidak akan sebanding dengan jumlah orang yang mengetahui fakta menyakitkan bahwa ayah dari Sonya meninggal di tahun yang sama karena stres dengan pemberitaan yang beredar.

Kekuatan tulisan bisa menyelamatkan banyak orang, tapi juga bisa membunuh dalam senyap. Dalam contoh kasus Sonya di atas, kata-kata “anak Jenderal” dan “Kutandai kau!” memang benar terucap dari mulutnya. Namun, kebenaran tersebut tidaklah bijak untuk terus-menerus dipublikasikan oleh media karena berpotensi mengundang publik untuk tidak berhenti menghujat Sonya. Hujatan tersebut pada akhirnya membuat orang lain terbunuh.

Ada beragam perspektif yang juga penting untuk diangkat dalam tulisan sehingga keseimbangan tulisan terjaga. Pada kasus Sonya Depari, jurnalis bisa memberitakan fakta bahwa telah terjadi cyberbullying yang luar biasa akibat viralnya kasus tersebut.

Hal-hal seperti ini penting untuk diberitakan, bukan dalam rangka membela kelakuan siswi tersebut, tetapi untuk mengontrol amukan massa yang berlebihan terutama di dunia maya sekaligus mengedukasi orang-orang tentang bahaya cyberbullying. Sayangnya, hampir tidak ada media yang mengangkat pemberitaan Sonya dari perspektif tersebut.

Penulis hendaknya bijaksana dalam menggali kebenaran informasi dan dalam menggunakan kebenaran tersebut pada tulisan-tulisannya. Penulis wajib menggunakan metode yang objektif dalam menemukan kebenaran serta tidak menyamarkan sentimen pribadi ke dalam sebuah fakta.

Apabila gagal menemukan kebenaran dalam informasi, penulis harus punya kesadaran moral untuk menarik diri dari publikasi tulisannya, agar tidak melahirkan fitnahan.

Penulis juga harus jeli melihat resiko yang mengikuti ketika tulisannya dibaca banyak orang; tidak semua masalah harus selalu diberitakan secara luas.

Masalah-masalah tertentu, meskipun mungkin memiliki unsur kebenaran, ada kalanya lebih baik jika diselesaikan secara internal saja dan tidak perlu menjadi konsumsi publik.

Meimonews.com – Gubernur Sulawesi Utara Profesor Olly Dondokambey, SE tampil membawakan orasi ilmiah pada Rapat Terbuka Senat Fakultas Hukum Unsrat Manado yang dipimpin Dr. Donald Mawuntu (Ketua Senat) di dampingi Dekan Dr. Emma VT Senewe, SH, MH dan Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng..Asean IPU dalam rangka Dies Natalis ke-65 yang dilaksanakan di halaman fakultas, Selasa (22/8/2023).

Hadir pada acara ini di antaranya Wakil Rektor 1 Prof. Dr. Ir. Grevo Soleman Gerung, M.Sc, Wakil Rektor 2 Dr. Ronny Maramis, SH, MH, Wakil Rektor 4 Prof. Dr. Ir. Sangkertadi, M.Sc, pimpinan lembaga tingkat Unsrat, para Dekan se-Unsrat, Forkopimda, Bupati Minsel Frangky Wongkar, SH (alumni Fakultas Hukum Unsrat), undangan lainnya serta dosen, staf, mahasiswa dan alumni civitas akademika Fakultas Hukum Unsrat dan panitia yang diketuai Toar Palilingan, SH, MH.

Dalam orasinya, Gubernur mengangkat tema Sinergi Kebijakan dan Strategi Pembangunan Provinsi Sulawesi Utara. Materi tersebut mengacu pada visi dan misi Pemerintah Provinsi Sulut.

Visi tersebut adalah Menjadikan Sulut Maju dan Sejahtera Sebagai Pintu Gerbang Indonesia Ke Asia Pasifik.

Misinya adalah pertama, Meningkatan kualitas manusia Sulut; kedua, Penguatan ekonomi yang bertumpu pada industri pertanian, perikanan, pariwisata dan jasa; ketiga, pembangunan infrastruktur dan perluasan konektivitas; keempat, pembangunan daerah yang berkelanjutan; dan kelima, Pemerintahan yang baik dan bersih didukung oleh sinergitas daerah.

Apa-apa yang sudah dibuat Pemerintah Provinsi Sulut serta bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota di bumi Nyiur Melambai ini dipapar Profesor Olly Dondokambey disertai data/contoh yang ada.

Sejumlah keberhasilan yang dilakukan Pemprov Sulut termasuk kerjasama dengan, antara lain negara Cina, menurut Gubernur, tak terlepas dari perhatian salah satu Universitas di sana sehingga memberinya gelar profesor.

Saat memberikan sambutan pada acara puncak dies ini, Rektor Unsrat menyebut Gubernur Sulut dengan sebutan Profesor Olly Dondokambey.

Di bagian awal orasinya, Gubernur memapar keadaan geografis Indonesia yang berada di Bibir Pasific, yang sudah tentu, memiliki potensi yang cukup strategis.

Potensi itu, termasuk juga potensi strategis yang dimiliki daerah kita harus dikembangkan sehingga membuat Sulawesi Utara menjadi maju. Apalagi, menurutnya, potensi yang dimiliki daerah kita ini sungguh besar.  “Daerah kita ini memiliki letak geografis dan geostrategis,” ujarnya.

Sulawesi Utara memiliki potensi ekonomi yang bertumpuh pada sektor perikanan, kelautan, pertanian, perkebunan dan pertambangan. Itu berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat di daerah ini ke depan.

Dalam mendukung hal-hal tersebut, Pemprov Sulut membuat kebijakan-kebijakan seperti pembuatan Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Gubernur (Pergub). Telah ada beberapa Perda dan Pergub yang dibuat Pemprov Sulut.

Adanya Perda dan Pergub tersebut, menurut Gubernur, akan membuat investor akan nyaman berinvestasi di daerah ini. Dengan demikian, dengan semakin banyaknya investor masuk ke daerah ini  maka akan mendorong kemajuan pembangunan di daerah ini.

Pemprov Sulut telah membuat program peningkatan kualitas sumber daya manusia. Telah banyak beasiswa diberikan kepada mereka yang berstudi di luar negeri.

Perhatian Pemprov terhadap kaum disabilitas, fakir miskin dan anak terlantar, menurut Gubernur, juga cukup besar, yang dapat dilihat pada kebijakan yang dibuat Pemprov seperti terlihat pada Perda yang telah ada atau  Ranperda.yang sementara disusun.

Gubernur menyebut pula perhatian terhadap petani cukup besar. Diberikan contoh, bila saja ada gagal panen maka petani (bukan penggarap) akan diberikan kompensasi.

Diinformasikan pula bahwa Pemprov sedang menggarap Perda Kebudayaan Daerah karena hal ini sangat penting.

Kehadiran dua bendungan baik Bendungan Kuwil di Minahasa Utara maupun Bendungan Lolak di Bolmong, sebutnya akan memberikan dampak positif bagi sejumlah daerah. Selain adanya pengendalian banjir tapi sekaligus bermanfaat dari segi pertanian.

Ada sejumlah hal lain yang telah dibuat terkait misi Pemprov Sulut yang disampaikan pada orasi ilmiah, yang diharapkan akan bermanfaat bagi civitas akademika Fakultas Hukum Unsrat. (FA)

Meimonews.com – Fakultas Hukum Unsrat mengadakan Puncak Peringatan Dies Natalisnya ke-65 yang mengangkat tema Maju bersama dalam melaksanakan tri dharma perguruan tinggi dalam Rapat Terbuka Senat Fakultas yang dipimpin Ketua Senat Dr. Donald  Mawuntu di halaman fakultas, Selasa (22/8/2023).

Hadir pada acara tersebut di antaranya Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng Asean IPU,  Wakil Rektor 1 Prof. Dr. Ir. Grevo Soleman Gerung, M.Sc, Wakil Rektor 2 Dr. Ronny Maramis, SH, MH, Wakil Rektor 4 Prof. Dr. Ir. Sangkertadi, M.Sc, pimpinan lembaga tingkat Unsrat, para Dekan se-Unsrat, Forkopimda, Bupati Minsel Frangky Wongkar, SH (alumni Fakultas Hukum Unsrat), undangan lainnya serta dosen, staf, mahasiswa dan alumni civitas akademika Fakultas Hukum Unsrat.

Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng Asean IPU saat memberikan sambutan

Di penghujung rapat yang sekaligus merupakan salah satu acara utama, Gubernur Sulut diberikan kesempatan untuk menyampaikan orasi ilmiah. Gubernur yang di salah satu Universitas di Cina memberikan gelar profesor (yang dalam sambutan Rektor menyebut pak Gubernur dengan sebutan Profesor Olly Dondokambey) membawakan orasi ilmiah dengan judul Sinergi Kebijakan dan Strategi Pembangunan Provinsi Sulawesi Utara.

Di awal sambutannya,  Rektor menyampaikan banyak selamat kepada fakultas hukum karena boleh memasuki usia yang ke-65 (Fakultas Hukum hadir pada 1 Agustus 1958 – Red).

Usia yang ke 65, sebut Rektor adalah usia yang matang bagi dunia pendidikan sehingga ia berharap fakultas hukum dalam program ke depan dapat berkompetisi baik secara internal maupun eksternal dalam pencapaian akreditasi program studi  yang Unggul.

Dekan Fakultas Hukum Unsrat Dr. Emma VT Senewe, SH, MH saat memberikan laporan

“Pencapaian indikator utama maksimal. Akreditasi internasional sehingga dapat menjadi salah satu tumpuan tugas menuju institusi Unsrat Unggul dan Berbudaya,” ujarnya mengandung harapan.

Rektor memuji panitia yang bisa menghadirkan Gubernur Sulut Prof. Olly Dondokambey untuk menyampaikan orasi ilmiah terkait dengan keberhasilan otonomi daerah  termasuk aspek hukum yang menjadi social enginering dalam pembangunan Sulawesi Utara.

Kepada gubernur, Rektor menyampaikan terima kasih atas perhatian yang cukup besar bagi Unsrat.

Dekan Fakultas Hukum Unsrat Dr. Emma VT Senewe, SH, MH dalam laporannya mengungkapkan keberadaan fakultas yang dipimpinnya baik jumlah mahasiswa, tenaga dosen maupun program-program yang telah dilakukan dan akan dilakukan dalan kepemimpinan empat tahun ini.

Sejumlah keberhasilan yang dicapai di tahun 2022-2023 oleh mahasiswa, dosen dan institusi dipaparkan Senewe disertai data-data yang ada. Beberapa kerjasama dengan pihak ketiga termasuk dalam lembaga/institusi pendidikan tinggi disebutkannya.

Ketua Panitia Dies Toar Palilingan, SH, MH dalam laporannya menjelaskan kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan panitia sejak dicanangkan (pada acara pembukaan yang dibuka pelaksanaannya oleh Rektor, beberapa waktu lalu).

Ada sejumlah kegiatan sosial yang dilakukan seperti anjangsana ke panti-panti asuhan sekaligus memberikan sumbangan, ziarah ke makam-makam mantan Dekan, pertandingan olahraga dan kuliah umum dari Ketua KPK-RI Komjen Pol. Purn. Firly dan di momen acara puncak ada orasi ilmiah dari Gubernur Sulut Olly Dondokambey.

Palilingan berterima kasih karena ketika ia dan Dekan bertemu dengan Gubernur, beliau langsung menyatakan kesediaannya untuk hadir dan memberikan orasi ilmiah.

Ketua Panitia Dies Natalis ke-65 Fakultas Hukum Unsrat Toar Palilingan, SH, MH saat memberikan laporan

Di awal orasinya, Gubernur menyampaikan terima kasihnya atas kontribusi Fakultas Hukum Unsrat baik untuk daerah Sulut maupun Indonesia. Itulah sebabnya, Gubernur berharap dukungan dari civitas akademika termasuk alumni untuk berperan dalam mendorong kemajuan pembangunan di daerah ini.

Acara puncak diakhiri pemasangan dan peniupan lilin oleh Gubernur di dampingi Dekan, Ketua Panitia dan pimpinan senat. (FA)

Meimonews.com – Gubernur Sulut Olly Dondokambey membuka kegiatan Pameran Pelayanan Publik dan Legal Expo Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Sulawesi Utara di Lapangan Basket Megamas Manado, Selasa (22/8/2023).

Pembukaan kegiatan ditandai penempelan tangan oleh Gubernur bersama Kapolda Sulut  Irjen Pol. Listyo Sigit, Kakanwil Kemenkumham Sulut Ronald Lumbuun, Walikota Manado Andrei Angouw dan Bupati Minsel Frangky Wongkar di layar kegiatan.

Kakanwil Kemenkumham Sulut Ronald Lumbuun menjelaskan, Pameran Pelayanan Publik dan Legal Expo Kanwil Kemenkumham Sulut ini merupakan puncak dari rangkaian peringatan Hari Kemenkumham RI, yang jatuh pada 19 Agustus 2023.

Kegiatan yang diselenggarakan 22 – 24 Agustus 2023 ini mengangkat tema Kemenkumham Semakin Berkualitas untuk Indonesia Maju.

Ada sejumlah produk UMKM dari masing-masing kabupaten yang ditampilkan dalam pameran, selain produk dari warga binaan lapas-lapas di Sulut  serta pelayanan pembuatan paspor.

Di acara pembukaan yang dihadiri Forkopimda Sulut, Kepala BNN Sulut Brigjen Pol. Pitra A. Ratulangi, Bupati Minsel, Walikota Manado, serta peserta pameran ini, Kakanwil memberikan sertifikat bagi merk dagang UMKM kepada Pemkab Kepulauan Sangihe berupa Sertifikat kerajinan kain tenun kerawang dan miniatur musik bambu.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey dalam sambutannya mengatakan, pameran ini menggarisbawahi betapa pentingnya inovasi dan kerjasama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Inovasi merupakan kunci dalam menghadapi tantangan zaman yang terus berkembang.

Atas nama Pemerintah Provinsi dan masyarakat Sulawesi Utara, gubernur menyampaikan selamat HUT kepada pimpinan Kemenkumham terutama Kemenkumham Sulut yang sudah melaksanakan kegiatan-kegiatan termasuk memberikan hak cipta kepada UMKM-UMKM yang ada di Sulut.

“Ini, tentu membanggakan bagi kita karena generasi-generasi kita mendapat perlindungan secara langsung dari inovasi-inovasi yang mereka berikan buat bangsa dan negara,” ujar Gubernur.

Gubernur berharap dengan bertambahnya usia ini, pelayanan Kemenkumham semakin meningkat untuk kemajuan bangsa dan negara. (Fer)

Meimonews.com – Presiden Direktur PT Forever Ocean Indonesia Dr. Thor Sutan Assin yang adalah cucu Pahlawan Nasional Dr. GSSJ Ratulangi bertemu dengan Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng Asean IPU.

Pertemuan berlangsung di ruang kerja Rektor, Senin (21/8/2023).

Kunjungan ini dalam rangka  mendiskusikan peluang kerjasama di bidang Tri Dharma Pendidikan, khususnya yang terkait dengan Program Kemendikbudristek yakni Merdeka Belajar, Kampus Merdeka bagi mahasiswa UNSRAT yang berkeinginan untuk magang maupun penelitian terkait dengan keberadaan instalasi pembenihan ikan laut di Likupang Timur.

Bahkan, membuka peluang bagi dosen yang berkeinginan memanfaatkan instalasi pembenihan untuk penelitian yang terkait.

Selain itu, mendiskusikan pemanfaatan Gedung Wale ne Sam Ratulangi yang dibangun oleh Unsrat dalam kawasan Kampus Unsrat.

Rektor berterima kasih dengan kunjungan ini dan merespons positif tawaran kerjasama tersebut. (FA)

Meimonews.com – BKKBN Perwakilan Sulut bersama Tim Percepatan Penurunan Stunting (PPS) Sulut menggelar Safari Stunting di Bolaang Mongondouw Selatan (Bolsel), Senin (21/8/2023).

Kegiatan yang diadakan di Lapangan Futsal Panango ini dihadiri Kepala BKKBN Perwakilan Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Eng, Ketua TP PKK Sulut Ir. Rita Maya Dondokambey Tamuntuan, Kepala Dinas Dukcapil Sulut Christhodarma Sondakh, dan Tim PPS Sulut.

Turut hadir Ketua TP PKK Kabupaten Bolsel Itja Selpian Kamaru Manoppo dan Kadis PP-KB-PA Kabupaten Bolsel Dra Suhartini Damo ME, Pengurus dan anggota TP PKK Kabupaten Bolsel, jajaran Pemkab Bolsel dan TPK Kabupaten Bolsel.

Kegiatan safari ini sejalan dengan arahan Presiden RI untuk mengeliminasi permasalahan stunting di Indonesia yang tertuang dalam Perpres Nomor 72 Tahun 2021 dan ditindaklanjuti oleh BKKBN lewat Perka BKKBN Nomor 12 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting (RAN PASTI).

Perwakilan BKKBN Sulut melaksanakan berbagai kegiatan sebagai upaya Percepatan Penurunan Stunting (PPS) khususnya di Sulut. Salah satu kegiatan intervensi yang dilakukan adalah melaksanakan Safari Stunting dan evaluasi penguatan PPS di Kabupaten Bolsel.

Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 tercatat angka prevelensi stunting di Sulut pada angka 20,5 persen dan capaian Presentase Prevalensi Stunting pada RPJMD Kabupaten Bolmong Selatan diukur 100 persen.

Kegiatan Percepatan Penurunan Stunting Non-APBD dilaksanakan melalui Kerjasama dengan perusahaan dan pelaksanaan program Berkah Tuntaskan Stunting (BAAS), dimana telah dilaksanakan beberapa inovasi oleh perangkat daerah dan inovasi Sistem Informasi Penanganan Stunting Terintegrasi di Kabupaten Bolsel (SI PINTER BOLSEL).

SI PINTER Bolsel adalah sistem informasi berbasis Web, Geographyc Information System (GIS) dan Android, guna untuk menjadi media pelaporan masyarakat, terkait pelaksanaan intervensi Stunting.

Ketua Tim Penggerak PKK Sulut Rita Tamuntuan yang juga selaku Bunda Pendamping Keluarga berharap agar Tim Pendamping Keluarga (TPK) harus jeli memantau anak berpotensi stunting.

“Tim Pendamping Keluarga di kabupaten dan kota harus melihat desa yang mempunyai keluarga dan anak beresiko stunting,” ujar Rita seraya berharap pada tahun 2024 tidak ada lagi stunting.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bolsel Mazanzius Arvan Ohy, SSTP, MAP menjelaskan, pemerintah daerah akan terus berinovasi dan melaksanakan kegiatan kolaborasi, yang bertujuan menekan angka stunting di Bolsel. “Tentunya kami akan kerja maksimal demi tercapainya tujuan turunnya prevalensi stunting Bolmong Selatan,” ujarnya.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Eng berharap melalui inovasi Safari Stunting, dapat menurunkan angka stunting secara cepat.

“Penurunan angka stunting di Kabupaten Bolsel sangat signifikan sehingga Ketua TP PKK Sulut ikut hadir dalam pelaksanaan safari stunting kali ini,” ujar Tandaju mengapresiasi kinerja seluruh stakeholder di Bolsel.

Usai pelaksanaan Safari Stunting, Ketua TP-PKK Sulut  di dampingi Kaper BKKBN Sulut, Sekdakab Bolsel, Ketua TP-PKK Kabupaten Bolsel, Kadis PP KB PP Kabupaten Bolsel melaksanakan kunjungan sekaligus penyerahan bantuan bagi anak beresiko dan anak stunting.

Mereka yang mendapat bantuan adalahHanna Pranaya Higa, Safira Bangalo, Azzaki  Z  Mangantjo, Nakaya Masambe, dan Marwah A Sahrly. (Fer)

Meimonews.com -:Menteri Hukum dan Hak.Asasi Manusia (Menkumham) RI memberikan hak paten kepada Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie M.Eng. IPU Asean Eng untuk invensi dengan judul Alat uji konsolidasi cepat.

Penyerahan hak paten tersebut dilakukan perwakilan Menkumham kepada Rektor di ruang rektorat,  Senin (21/8/2023). Turut hadir di antaranya Wakil Rektor 4 Prof. Dr. Ir. Sangkertadi dan pimpinan LPPM Unsrat.

Dalam sambutannya, Rektor mengungkapkan, Lembaga Penelitian Pada Masyarakat (LPPM)  Unsrat telah banyak meraih prestasi khususnya peringkat 10 besar capaian paten perguruan tinggi di Indonesia.

Rektor mengharapkan Unsrat mendapatkan peringkat Unggul dan tetap maju dalam meraih permohonan paten peringkat di Indonesia.

Kedepannya, hilirisasi produk dari invensi di lingkungan Unsrat dapat digunakan oleh industri di Indonesia, sehingga dapat meningkatkan income bagi Unsrat. (FA)

Meimonews.com – Fakultas Teknis (Fatek) Unsrat pimpinan Prof. Dr. Ir. Fabian J. Manoppo, M.Agr menggelar pembukaan kegiatan dalam rangka Dies Natalis ke-59 di halaman fakultas, Senin (21/8/2023). Pembukaannya dilakukan Rektor Unsrat  Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie M.Eng. IPU. Asean Eng.

Menariknya, beberapa kegiatan berteknologi dan tradisional mewarnai pembukaan kegiatan yang antara lain dihadiri Wakil-wakil Rektor, pimpinan lembaga Unsrat dan Dekan-dekan se-Unsrat serta civitas.akademika Fatek Unsrat.

Kegiatan berteknologi di antaranya pelepasan drown ke udara, demo proses belajar-mengajar digital, pidato robotik, sementara yang tradisional di antaranya lomba makan krupuk.

Selain itu, ada juga kegiatan zumba, olahraga gembira, pertandingan tenis meja, catur dan lain-lain.

Dalam sambutannya pada pembukaan dies yang mengusung tema Fatek Meets Al (Artificial Intelegent itu, Rektor mengungkapkan, Fakultas Teknik dengan sumberdaya manusia dan fasikitas yang ada harus mampu menjawab, apakah AI dibutuhkan atau tidak dalam proses pendidikan khususnya program sarjana.

Rektor berharap, Fakultas Teknik mampu mengimplementasikan Artificial Intelegent pada posisi yang benar dalam Tridharma perguruan tinggi.

Dengan sub tema Kolaborasi untuk Solusi Lingkungan Berkelanjutan maka Fatek juga, menurut Rektor, harus mampu memanfaatkan AI bagi kepentingan keberlanjutan lingkungan baik Green Campus sehingga peringkat nasional Green Metric Unsrat meningkat. (FA)

Meimonews.com – Siswa SMA Negeri 7 Manado menorehkan prestasi internasional yakni saat ikut Lomba Matematika di Macao (China), Senin – Kamis (15-17/8/2023).

Lomba yang diikuti siswa-siswa dari beberapa negara ini, siswa sekolah pimpinan Willem Hanny Rawung, SS, M.Hum ini meraih prestasi berupa perak beregu dan perunggu perorangan.

Ketika kembali ke Manado, para siswa yang telah mengharumkan nama bumi Nyiur Melambai bahkan Indonesia ini dijemput Kepala Sekolah, Wakil-wakil Kepala Sekolah, Pengawas Bina Dra. Francien Takakobi, M.Pd dan sejumlah guru serta orangtua siswa di Bandara Sam Ratulangi Manado, Jumat (18/8/2023).

Para siswa merasa senang dan bangga karena bisa mewakili sekolah, daerah, bahkan negara Indonesia dengan prestasi yang diperoleh mereka di ajang bergengsi tersebut.

Persaingan dalam lomba cukup ketat, apalagi menggunakan bahasa Inggris. Tetapi itu semua bisa mereka lalui karena telah ditempah saat persiapan di sekolah, sebelum lomba.

Para siswa tersebut adalah Faradilah Rizki Syahputri, Juwita Uno, Zahra Auliasari, Mark Joel Lengkong, Riedel Londah, Brightly Panmohoetomo. Mereka didampingi Drs. Julisi Risat Supit.

“Prestasi yang diraih adalah perak untuk tim sementara perunggu diraih Brightly,” ujar Wakil Kepala.Sekolah Bagian Kesiswaan Lisye Manumpil, S.Th, M.Si, M.Pd. (Fer)