Meimonews.com – Puluhan mahasiswa dan profesi kedokteran Fakultas Kedokteran (Faked) Unsrat Manado ikut dalam ajang Pemilihan Putra Putri Fakultas Kedokteran (PPFK) Tahun 2024.

Ajang pemilihan ini merupakan bagian dari jenis kegiatan lomba kesenian dalam rangka Dies Natalis ke-65 Faked Unsrat Manado yang dipimpin Dekan Faked Unsrat Prof. Dr. dr. Nova Hellen Kapantow, DAN, MSc, Sp.GK.

Selain lomba kesenian, ada pula sejumlah kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka dies tahun ini yang diketuai dr. Mendy Hatibie, Sp.BP-RE (K), yang telah dibuka pelaksanaanya oleh Rektor Unsrat Manado Prof. Dr. Ir. Oktovian Bertu Alexander Sompie, M.Eng IPU Asean Eng.

Pemilihan PPFK ini, jelas Koordinator Bidang Kesenian Panitia Pelaksana Dies Natalis ke-65 Faked Unsrat Manado dr Rangga BV Rawung, Sp OT, Subsp COA (K) kepada Meimonews.com di ruang kerjanya RSUP Kandou, Selasa (7/5/2024) dilaksanakan dalam beberapa tahap.

“Pemilihan PPFK ini menerapkan beberapa tahap,” ujarnya di dampingi Sofani Rumimpunu, Sekretariat Panita seraya merincikan tahapan-tahapan tersebut.

Tahapan pertama, wawancara yang dilaksanakan Sabtu (27/4/2024) di gedung kuliah Podi Gigi, kemudian talent show PPFK Mahasiswa dan Eliminasi FGT di aula Faked Unsrat, Kleak, Selasa (7/5/2024), talent show PPFK Residen dan Eliminasi MV di aula Faked Unsrat, Kleak, Rabu (8/5/2024).

Setelah itu, saat Malam Kesenian di lapangan Basket Faked Malalayang, Jumat  (17/5/2024) diadakan penampilan perdana Faked Got Talent Kategori Supervisor bersamaan dengan Semifinal Medical Voice dan Semifinal Faked Got Talent.

Pada Malam Puncak Peringatan Dies di auditorium Unsrat, Selasa (28/5/2024) diadakan Pemilihan Putra Putri FK Unsrat Tahun 2024 bersamaan dengan Final Medical Voice, Final Faked Got Talent dan Penampilan Maskot Bagian dan Angkatan. (FA)

Meimonews.com – Fakultas Kedokteran (Faked) Unsrat Manado mengadakan acara pembukaan peringatan Dies Natalis ke-65 di halaman Fakultas, Sabtu (4/5/2024).

Acara sejumlah kegiatan yang diketuai Dr. dr. Mendy J. Hatibie Oley, SpBP-RE(KKF) yang dilaksanakan di acara pembukaan yang ditandai pelepasan balon dan burung ke udara oleh Rektor Unsrat Manado Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng Asean IPU Eng, pimpinan Faked dan beberapa undangan lainnya.

Hadir pada acara pembukaan, Ketua Dharma Wanita Persatuan Dr. Ir. Ockstan Jurike Kalesaran, MSc, Wakil-wakil Rektor, pimpinan lembaga se-Unsrat, para Dekan, Direktur RSGM Unsrat, Direksi RSUP Kandou, civitas akademika Faked Unsrat Manado dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Rektor Unsrat
berharap Fakultas Kedokteran terus berada di garis depan inovasi medis dan kesehatan masyarakat (kesmas).

Dikatakan, peringatan ini adalah momen yang sangat berharga, dimana kita merayakan lebih dari enam dekade dedikasi, pencapaian dan kontribusi Fakultas Kedokteran Unsrat dalam pengembangan ilmu kedokteran dan kesehatan di Indonesia.

“Perayaan hari ini bukan hanya tentang melihat ke belakang apa yang telah kita capai, tetapi untuk merenungkan bagaimana kita dapat terus melangkah maju menghadapi tantangan baru dengan inovasi dan kolaborasi,” ujarnya.

Wakil Dekan 1 Faked Unsrat Dr. dr. Nurdjannah Jane Niode, Sp.DVE, Subsp.Ven, dalam sambutannya mewakili Dekan Faked Unsrat Prof. Dr. dr. Nova Hellen Kapantow, DAN, MSc., Sp.GK, yang berhalangan hadir karena gangguan penerbangan (bandara ditutup akibat debu gunung Ruang) mengungkapkan rasa bersyukur karena bisa secara bersama memperingati enam puluh lima tahun Fakultas Kedokteran, sebuah perjalanan yang cukup panjang, dipenuhi dengan dedikasi dan komitmen untuk mendidik generasi penerus di bidang medis.

Selama 65 tahun, Faked telah melahirkan ribuan alumni yang kini tersebar di seluruh Indonesia bahkan mancanegara, berkontribusi aktif dalam berbagai bidang medis dan penelitian.

Dikemukakan, dalam rangka dies natalis ini, panitia telah menyusun serangkaian acara yang diharapkan dapat memberikan inspirasi, kebersamaan, dan juga kebahagiaan bagi kita semua.

Acara diawali dengan kegiatan untuk mempromosikan kebugaran dan kesehatan serta menjalin kebersamaan. Ada juga kegiatan ilmiah yang menghadirkan para pembicara yang kompeten di bidang medis bahkan juga mengikutsertakan para mahasiswa dan pelajar sekolah menengah.

Selain itu,  kegiatan kesenian yang menampilkan bakat para mahasiswa kemudian lomba taman serta tidak ketinggalan acara bakudapa dengan para alumni yang akan mempererat tali silaturahmi di antara civitas.

“Di momen yang istimewa ini, saya mengajak seluruh civitas akademik untuk terus berinovasi dan berkolaborasi. Mari kita gunakan momentum dies natalis ini sebagai langkah untuk lebih maju, berkembang, dan berkontribusi lebih luas lagi dalam implementasi Tridharma Perguruan Tinggi di  kedokteran dan kesehatan,” ujarnya.

Semoga kegiatan dies natalis ini, tambahnya, tidak semata-mata peringatan seremoni, tetapi sebagai pemicu semangat baru bagi kita semua untuk mencapai cita-cita yang lebih tinggi.(FA)

Meimonews.com – Guna meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, pimpinan Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD Kandou atau akrab disebut RSUP Kandou melakukan koordinasi dengan beberapa instansi.

Koordinasi tersebut dilakukan Jumat (3/5/2024) di tempat-tempat berbeda. Koordinasi dengan pimpinan Kejaksaan Tinggi (Kejati) terjadi di ruang Direksi RSUP Kandou yang diterima Dirut Dr. dr. Ivonne Elisabeth Rotty, M.Kes di dampingi Dewan Direksi.

Koordinasi dengan Pimpinan PDAM Manado dilakukan Direktur Layanan Operasional, dr Wega Sukanto, Sp, BTKV, serta Manager Hukum dan Humas Ruslianto A Urendeng, SH di Kantor PDAM Manado.

“Koordinasi dengan  PDAM Manado dan PLN Area Manado terkait permasalahan pelayanan di RSUP Kandou,” sebut rilis Hukormas RSUP Kandou, usai kegiatan. (Fer)

Oleh :
Dr. drg. Paulus Januar

Meimonews.com – Tak disangkal lagi, Pemilu 2024 membawa implikasi terhadap kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Hal mendasar yang perlu ditelaah, apakah membawa perubahan yang lebih baik hingga memberi harapan akan masa depan, atau sebaliknya?

Kenyataan yang dihadapi dapat dikatakan berpotensi menumbuhkan kecemasan dalam menyongsong masa depan. Dengan demikian demi mewujudkan masa depan yang lebih baik, sebagaimana yang dicita-citakan bersama, maka perlu secara kritis dilakukan langkah bersama yang menjadi perjuangan bersama.

Dari Reformasi 1998 Hingga Pemilu 2024R

Reformasi 1998 mengusung tagline utama anti KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme) dan  perlu diwujudkan kebebasan, demokrasi, serta HAM (Hak Azasi Manusia). Pada awal Reformasi 1998 menunjukkan tekad yang bersungguh-sungguh untuk mewujudkannya. Namun kemudian cenderung sedikit demi sedikit memudar tergerus oleh waktu, serta dilanda kepentingan-kepentingan dari berbagai pihak.

Kini setelah lebih seperempat abad Reformasi 1998 menunjukkan praktik KKN marak kembali, kalau tidak mau dikatakan semakin hari cenderung semakin meningkat. Kebebasan, demokrasi, dan perwujudan HAM yang masih tersisa dari Reformasi 1998 sekarang ini juga semakin terancam.

Ironisnya pada Pemilu 2024 menunjukkan maraknya KKN serta pelemahan kebebasan, demokrasi, serta HAM, berlangsung dengan menggunakan prosedur demokrasi yang namanya pemilihan umum. Kemudian terhadap fenomena ini tenyata sangat lemah resistensi yang terjadi, malah sebaliknya terlihat kecenderungan untuk beramai-ramai memperebutkan manfaat KKN, apalagi kalau mumpung kesempatan terbuka.

Pemilu 2024 dengan gamblang menunjukkan pola pilihan mayoritas rakyat pemilih. Pertimbangan rasionalitas mengenai hal-hal seperti kebebasan, demokrasi, HAM serta anti KKN kurang menjadi prioritas. Daya tarik melalui gimmick, pencitraan, malah penggiringan opini dengan kalau perlu menggunakan disinformasi menjadi kenyataan yang dominan.

Kenyataan ini mungkin yang dapat menjelaskan mengapa pada Pemilu 2024 terdapat banyak pesohor yang mendapat limpahan suara yang cukup banyak, meski sama sekali tanpa iming-iming materi maupun jabatan, apalagi paksaan. Rakyat memilih terutama hanya karena ketenaran namanya sebagai pesohor, meski tidak diketahui sikap dan pandangan politiknya, apalagi rekam jejak politiknya. Namun inilah hasil pilihan rakyat yang harus diterima semua pihak.

Pola pemilihan yang terjadi pada Pemilu 2024 sedikit banyak menggambarkan tingkat literasi politik rakyat. Patut dpertanyakan sampai sejauh mana pemahaman masyarakat perihal sistem, proses, partisipasi, dan permasalahan politik yang perlu menjadi pertimbangan dalam memilih.  Belum lagi mengenai sikap kritis terhadap kehidupan politik yang berlangsung.

Saat ini, setelah 26 tahun Reformasi 1998, disadari ataupun tidak, telah hadir lapisan generasi baru yang dibesarkan setelah reformasi, atau bahkan dilahirkan setelah reformasi. Hal yang mencengangkan, berdasarkan pengamatan yang dilakukan serta pengalaman dialog dengan mereka, menunjukkan bahwa generasi tersebut rupanya sulit bahkan tidak dapat memahami situasi yang represif di masa orde baru yang hendak dirombak dengan Reformasi 1998.

Dengan situasi yang relatif bebas, bahkan kerap kebebasan yang dipandang kebablasan, tidak mudah bagi generasi tersebut untuk merasakan represi yang diderita masyarakat di era Orde Baru. Dengan demikian nilai-nilai yang hendak dikembangkan dengan Reformasi 1998, seperti kebebasan, demokrasi, dan HAM, menjadi tidak mudah diinternalisasikan.

Meski tidak dapat digeneralisasi begitu saja, namun patut disadari kehadiran generasi tersebut sebagai anak zaman dari era reformasi. Agaknya perlu dilakukan studi secara lebih mendalam dan serius mengenai generasi tersebut, dan tidak hanya sekedar pooling yang lebih bertujuan untuk kepentingan elektoral pemilu belaka.

Berdasarkan pemahaman tentang situasi serta juga hasil dari exit pool pada Pemilu 2024, secara garis besar dapatlah ditelaah pola pemilihan yang berlangsung. Memang yang akan dikemukakan di sini masih perlu didiskusikan, malah diperdebatkan lebih lanjut.

Terdapat pemilih yang menghendaki perubahan dari status quo yang ada sekarang, meski cenderung masih dalam bentuk daftar keinginan dan belum dijabarkan secara cukup rinci. Terdapat pula keinginan penerusan pola yang selama ini terdapat.

Namun yang terbesar adalah arus pragmatisme dalam memandang kekuasaan maupun kesejahteraan, terutama berdasarkan fenomena yang selama ini terdapat. Bahkan di kalangan generasi yang lebih baru dapat dikatakan terjadi semacam keinginan untuk akselerasi pragmatisme secara instan dan melalui jalan pintas.

Kemudian arus besar tersebut disertai pula dengan mereka yang pernah mendapatkan manfaat dari era Orde Baru, serta kemudian karena kurangnya pemahaman terutama dari generasi baru mengenai nilai-nilai yang harus diperjuangan maka relatif tidak terjadi resistensi yang signifikan.

Berdasarkan arus besar yang digambarkan pada pola pemilihan pada Pemilu 2024, maka sulit peluangnya untuk memperjuangkan kebebasan, demokrasi, dan HAM dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Apalagi dengan adanya kecurangan pada Pemilu 2024 sebagaimana yang banyak dituduhkan.

Selanjutnya bila kecurangan Pemilu 2024 dilegalkan, maka landasan etika universal bahkan hukum sekalipun cenderung ditempatkan di bawah kepentingan kekuasaan. Hingga apabila Pemilu 2024 dilakukan secara curang, maka kebebasan, demokrasi, dan HAM akan terancam eksistensinya, dan kesewenang-wenangan akan semakin merajalela.

Dari uraian tersebut di atas, bila demikian, maka patut dipertanyakan apakah gambaran situasi tersebut akan memberikan prediksi yang cerah bagi masa depan ? Ataukah sebaliknya akan menimbulkan kecemasan akan masa depan ?

Penyadaran Masyarakat

Kemungkinan pelemahan pelaksanaan kebebasan, demokrasi, serta HAM pada gilirannya akan membuka peluang terjadinya penyelewengan terutama dalam bentuk KKN.  Dapat dikatakan terjadi kesenjangan mengenai pemahaman serta kesadaran mengenai hal ini. Apabila hal ini tidak diatasi akan memberikan gambaran yang suram mengenai masa depan Indonesia.

Penyadaran masyarakat akan nilai-nilai luhur yang harus menjadi integritas diri tampaknya kurang mendapat perhatian. Tonggak sejarah 2045 yang disebut sebagai Indonesia Emas lebih banyak menekankan pada aspek pertumbuhan sebagai raksasa ekonomi dan kemakmuran.

Tidak ditekankan bahwa Indonesia Emas juga harus diartikan pada saat tersebut rakyat Indonesia juga memiliki integritas diri yang kokoh dalam bentuk tata nilai luhur yang tertanam dalam dirinya.

Dalam hal ini diperlukan penanaman integritas yang kokoh, bukannya yang mudah goyah karena godaan kekuasaan maupun materi.

Penyadaran masyarakat tidak hanya terbatas mengenai kesadaran akan nilai-nilai luhur yang perlu diperjuangkan, namun lebih jauh lagi penyadaran untuk bersikap bila terjadi pelanggaran terhadapnya.

Penyadaran masyarakat dapat dijalankan melalui pendidikan politik baik seara formal maupun dalam kehidupan masyarakat. Selain itu, mutlak perlu disertai dengan keteladan dalam kehidupan nyata.

Diperlukan inovasi dalam penyadaran masyarakat sesuai dengan perkembangan zaman maupun sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi. Ini semua merupakan tantangan kita semua untuk penelaahan lebih lanjut dalam rangka perwujudannya demi harapan yang cerah menuju Indonesia yang dicita-citakan.  (Penulis adalah Dosen Pasca Sarjana Universitas Prof. Dr. Mortopo -Beragama dan Presidium Gerakan Penegak Kedaulatan Rakyat)

Meimonews.com – SMA Negeri 8 Manado mencatatkan sejarah membanggakan karena di momen Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2024, Kepala Sekolah (Kepsek) dan salah satu orangtua (ortu) siswa mendapat penghargaan.

Penghargaan tersebut diserahkan Gubernur Sulut Prof. Dr. (Hc) Olly Dondokambey, SE saat upacara peringatan Hardiknas yang diadakan di Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulut, Manado, Kamis (2/5/2024).

Mendampingi pada penyerahan penghargaan tersebut adalah Wakil Gubernur Sulut Drs. Steven Kandouw, Sekretaris Daerah Sulut Steve Hartke Andries Kepel, ST, M.Si dan Kepala Dinas Pendidikan Daerah Prov.Sulut Dr. Femmy Suluh, M.Si.

Penghargaan diterima langsung oleh Kepala SMA Negeri 8 Manado Dra. Mediatrix Maryani Ngantung, M.Pd dan Marthen PZ Meruntu (orangtua siswa).

Mediatrix mendapat penghargaan karena dinilai sebagai Kepala Sekolah Inovatif sementara Marthen mendapat penghargaan karena dinilai Orangtua Siswa Inovatif.

Diketahui, di sekolah yang terletak di Kelurahan Kairagi Dua Kecamatan Mapanget ini memiliki program Kampanye Bertani Urban (Kamberu) yang digagas Kepala Sekolah dan salah seorang siswa sekolah tersebut serta mendapat dukungan penuh dari pimpinan, guru, pegawai, komite, siswa dan orangtua siswa.

Program ini telah dan sedang berjalan bahkan diharapkan terus berjalan serta diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lainnya.

Program Kamberu menggerakkan seluruh elemen sekolah dalam wirausaha pertanian sebagai proyek pembelajaran yang terinspirasi dari tarian maengket yang disebut Maowey Makamberu.

Melalui sistem budidaya bertanam di perkotaan mencetuskan ide implementasi pembelajaran paradigma baru dengan program Kamberu, melatih para peserta didik dan guru di SMA Negeri 8 Manado.

Momen peringatan Hardiknas kali ini Pemerintah Provinsi Sulut/Dinas Pendidikan memberi ruang dan kesempatan bagi seluruh pelaku pendidikan untuk maju bersama dengan terus berinovasi dalam dunia pendidikan. (Fer)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw menegaskan, tidak ada cara lain untuk sejahtera selain memperbaiki kualitas pendidikan.

Penegasan tersebut disampaikan Walikota ketika memberikan arahan pada upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Aula Serbaguna Kantor Walikota Manado, Kamis (2/5/2024).

“Tidak cara lain untuk sejahtera selain dengan pendidikan. Jadi, negara tidak akan sejahtera jika kualitas pendidikan rendah. Esensi ini yang harus dikembalikan,” ujar Walikota.

Itu sebabnya, Walikota mengingatkan agar program Merdeka Belajar yang harus semakin digiatkan. “Kita harus fokus meningkatkan kualitas pendidikan agar dapat memastikan daya saing bangsa kita,” tandas orang nomor satu di Ibukota Provinsi Sulut ini.

Sebelum arahan tersebut, Walikota membacakan pidato Mendikbudristek RI Nadiem Anwar Makarim.

Pada upacara peringatan Hardiknas tersebut turut dilaksanakan penyerahan penghargaan dan tanda jasa serta Surat Keputusan Pensiun, serta Pencanangan Bulan Merdeka Belajar yang ditandai dengan pemukulan tetengkoren.

Hadir pada kegiatan ini, Ketua TP PKK Kota Manado yang juga Bunda PAUD Kota Manado Ny. Irene Angouw-Pinontoan, Kepala-kepala SKPD, Anggota DPRD Kota Manado, Forkopimda Kota Manado, para Camat, perwakilan guru dan siswa serta undangan lainnya. (lk)

Meimonews.com – Rektor Unsrat Manado Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng Asean IPU Eng menegaskan, tema yang diangkat pada peringatan ke-64 Dies.Natalis menunjukkan kontribusi Fakultas Pertanian (Faperta) Unsrat Manado.

Penegasan tersebut disampaikan Rektor Unsrat saat memberikan sambutan pada acara pembukaan Dies Natalis ke-64 Faperta Unsrat yang dilaksanakan di halaman Faperta Unsrat Manado, Jumat (3/5/2024).

“Tema ini menunjukkan bagaimana Fakultas Pertanian berkontribusi dalam pengembangan pertanian sebagai sektor unggulan di provinsi Sulawesi Utara,” ujar Rektor.

Kepala Dinas Perkebunan Sulut Drs. Edwin Kindangen, M.Si saat membacakan sambutan Gubernur Sulut Prof. Dr. (Hc) Olly Dondokambey, SE

Dikemukakan, konsep agribisnis dan urban farming yang diangkat dalam tema  diharapkan dapat berkontribusi untuk akselerasi pertanian maju dan berkelanjutan dalam upaya ketahanan pangan dan meningkatkan perekonomian daerah.

“Sebagai fakultas yang menyiapkan sumber daya manusia pertanian, telah diejawantahkan oleh civitas akademika Faperta Unsrat melalui berbagai pencapaian dan prestasi di bidang akademik dan non akademik,” sebutnya.

Rektor lantas memberikan beberapa contoh prestasi membanggakan tersebut. Di antaranya, PPK Ormawa juara 1 poster terfavorit, kelompok P2MW  juara harapan 1 kategori jasa dan perdagangan serta meraih gold medal untuk PKM berkolaborasi mahasiswa Faperta sebagai anggota tim Fakultas MIPA.

Rektor Unsrat Manado Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng Asean IPU Eng

Faperta Unsrat juga terus menunjukkan komitmennya untuk mensuport Unsrat dalam membangun kolaborasi dan meningkatkan daya baik di tingkat nasional maupun internasional, antara lain melalui publikasi riset dan pelaksanaan seminar internasional uang berkontribusi pada jumlah artikel terindeks scopus.

Oleh karena itu, Rektor mengapresiasi prestasi yang telah diraih tersebut dan berharap ke depan akan banyak lagi prestasi yabg bisa dicapai. Selain itu, ” semakin banyak kontribusi fakultas untuk pertanian maju dan berkelanjutan sehingga Fakultas Pertanian dan Unsrat pada umumnya akan maju bersama, semakin unggul, berbudaya menuju world class university,” ujarnya.

Gubernur Sulut Prof. Dr. (Hc) Olly Dondokambey, SE dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Dinas Perkebunan Drs. Edwin Kindangen, M.Si mengungkapkan, tema Dies Natalis ke-64 Faperta Unsrat sangat relevan dengan tantangan dan peluang yang dihadapi sektor pertanian di zaman modern ini.

“Sebagai daerah yang kaya akan sumber daya alam dan keanekaragaman hayati, Sulawesi Utara memiliki potensi besar untuk memimpin inovasi dalam bidang agribisnis dan pertanian perkotaan,” sebut Gubernur.

Menurut Gubernur, kita semua tahu betapa pentingnya pertanian dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat serta dalam mendukung perekonomian dan pertanian berkelanjutan.

Namun, dengan populasi yang terus berkembang dan urbanisasi yang terus meningkat, ada tantangan besar yang harus dihadapi dalam memastikan ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan.

“Di sinilah pentingnya konsep agribisnis dan pertanian perkotaan. Agribisnis membuka peluang bagi para petani untuk mengelola usahanya secara efisien dan berkelanjutan, sementara pertanian pertanian perkotaan memberikan solusi untuk memenuhi kebutuhan pangan di lingkungan perkotaan yang pada penduduk,” tandasnya.

Ketua Umum Panitia Ir. Jein Sumilat dalam laporannya menyebutkan, ada sejumlah kegiatan yang dilaksanakan dalam memperingati dies tahun ini, yang berkolaborasi dengan pemerintah provinsi Sulut serta kota Manado dan kabupaten Minahasa Utara untuk pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat.

Selain itu, akan ada kegiatan ziarah dan anjangsana ke mantan pimpinan dan keluarga. “Agenda acara puncak dan temu alumni akan dilaksanakan pa bulan Mei ini sebagai bulan Dies Natalis Fakultas Pertanian.

Ditambahkan pula bahwa untuk meningkatkan sumber daya mahasiswa, berbagai kegiatan bersama BEM Fakultas akan dirancang sekaligus sebagai aktivitas sosialisasi fakultas, di samping kegiatan pengembangan sumber daya dosen dengan melaksanakan seminar nasional dan internasional.

Acara pembukaan diwarnai antara lain pelepasan burung ke udara. Setelah itu, pelaksanaan sejumlah lomba serta door price.

Rektor Unsrat Manado Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng Asean IPU Eng saat didaulat utk menyanyi

Ketua IKA Faperta Unsrat Manado Ir. Rita Maya Dondokambey Tamuntuan berharap lewat dies natalis uni silaturahmi civitas akademika semakin kuat dan berkembang serta menjadi momen untuk terus berkontribusi bagi perkembangan pertanian di daerah ini.

“Apalagi sekarang (yang mengangkat tema terkait terkait dengan) agribisnis dan urban farming. Diharapkan, kita kita semakin hijau yang bermanfaat untuk kesehatan dan pangan masyarakat,” ujarnya kepada Meimonews.com, usai kegiatan.

Ketua Umum Panitia Dies Natalis ke-64 Faperta Unsrat Manado Ir. Jein Sumilat (kiri) bersama Dekan Faperta Unsrat Manado Ir. Dedie Tooy, M.Si, PhD dan staf

Dekan Faperta Unsrat Manado Ir. Dedie Tooy, M.Si, Ph.D menjelaskan diangkatnya tema ini karena merupakan implementasi kontribusi Faperta Unsrat dalam hal pengembangan pertanian sebagai sektor unggulan di daerah ini dan agar daerah kita ini semakin maju dan berkelanjutan dalam upaya ketahanan pangan.

“Selain itu, sebagai bentuk kontribusi bagi perekonomian di daerah tercinta ini,” ujar Tooy ketika ditemui terpisah, usai kegiatan yang diwarnai dengan kegembiraan dan kebersamaan di antara civitas akademika. (FA)

Meimonews.com – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) RI Nadiem Anwar Makarim mengajak semua pihak terkait untuk meneruskan gerakan Merdeka Belajar secara berkelanjutan.

Ajakan tersebut disampaikan Mendikbudristek ketika memberikan sambutan pada Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di halaman Kantor Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Jakarta, Kamis (2/5/2024).

“Semua yang sudah kita upayakan harus dilanjutkan sebagai perjalanan ke arah perwujudan sekolah yang kita cita-citakan,” ujarnya pada peringatan yang mengangkat tema Bergerak Bersama, Lanjutkan Merdeka Belajar.

Diungkapkan,  lima tahun bukan waktu yang sebentar untuk menjalankan tugas memimpin Gerakan Merdeka Belajar. Namun, lima tahun juga bukan waktu yang lama untuk membuat perubahan yang menyeluruh.

Saat ini, menurutnya, dunia pendidikan sudah berada di jalur yang benar, tetapi tugas seluruh elemen pendidikan untuk terus mengawalnya masih belum selesai.

Bagi Nadiem, menjadi pemimpin dari gerakan Merdeka Belajar telah menyadarkannya tentang tantangan sekaligus kesempatan yang bisa diraih Indonesia dalam memajukan dunia pendidikan.

Diakui, bukan hal yang mudah untuk mentransformasi sebuah sistem yang sangat besar. Bukan pula sebuah tugas yang sederhana untuk mengubah perspektif tentang proses pembelajaran.

“Pada awal perjalanan, semua orang menyadari bahwa perubahan membutuhkan perjuangan. Wajar jika ada rasa tidak nyaman menyertai setiap langkah menuju perbaikan dan kemajuan,” sebutnya.

Kemudian, ketika langkah semua orang mulai serempak, Indonesia dihadapkan dengan tantangan yang tidak pernah terbayangkan yakni pandemi Covid-19.

Dampak yang ditimbulkan dari pandemi mengubah proses belajar mengajar dan cara hidup manusia secara drastis. Akan tetapi, pada saat yang sama, pandemi memberi kesempatan untuk mengakselerasi perubahan. Dengan bergotong royong, perjuangan untuk pulih dan bangkit kembali menjadi jauh lebih kuat.

Kini, tambahnya, masyarakat mulai merasakan perubahan yang terjadi berkat gerakan Merdeka Belajar. Perubahan yang terjadi dalam ekosistem pendidikan dan kebudayaan berlangsung serempak dan serentak. Wajah baru pendidikan dan kebudayaan Indonesia muncul berangkat dari gerakan Merdeka Belajar.

Disebutkan, banyaknya cerita positif dari anak-anak Indonesia atas situasi pembelajaran di kelas. Tak hanya itu, guru-guru kini berani untuk mencoba berbagai hal baru karena mereka mendapatkan kepercayaan untuk mengenal dan menilai murid-muridnya.

Para mahasiswa lebih siap untuk berkarya dan berkontribusi karena ruang untuk belajar tidak lagi terbatas di dalam kampus. Belum lagi, para seniman dan pelaku budaya yang makin semarak menggelar karya-karya kreatif nan ekspresif.

Dalam balutan busana adat Jawa yang dikenakannya, Nadiem menyampaikan pesan mendalam. Menurutnya, waktu yang bergulir selama lima tahun, pada akhirnya membawa pada ujung pengabdian sebagai Mendikbudristek, Nadiem mengatakan, itu bukanlah titik akhir dari gerakan Merdeka Belajar.

“Dengan penuh ketulusan, saya ucapkan terima kasih banyak atas perjuangan yang Ibu dan Bapak lakukan. Saya titipkan Merdeka Belajar kepada Anda semua, para penggerak perubahan yang tidak mengenal kata menyerah untuk membawa Indonesia melompat ke masa depan,” ujarnya seraya mengajak terus bergotong royong menyemarakkan dan melanjutkan gerakan Merdeka Belajar. (Fer)

Meimonews.com – Rapat Koordinasi (Rakor) Fasilitasi, Pembimbingan, Pengembangan dan Penguatan Penyiapan Pengasuhan 1000 HP yang diadakan di Ruang FJ Tumbelaka Kantor Gubernur Sulut, Kamis (2/5/2024).

Rakor yang diikuti perwakilan Dinas Dukcapil dan KB Sulut, Perwakilan BKKBN Provinsi Sulut/Satgas PPS Sulut, TP PKK Sulut (Pokja IV) dan Dinas PPKB Kabupaten/Kota dan dibuka pelaksanaannya oleh Kepala Dinas Dukcapil dan KB Sulut Christodharna SM Putra Sondakh, SH ini membahas beberapa hal.

Pertama, perlu ada kerja keras dan komitmen bersama untuk mencapai target penurunan stunting tahun 2024. Kedua, mendorong kabupaten/kota untuk merealisasikan anggaran. Ketiga, terfasilitasinya pelayanan intervensi sensitif dan spesifik kepada sasaran khususnya pada anak usia 0 – 24 bulan, ibu hamil dan ibu nifas.

Keempat, penyampaian terkait sasaran yang termasuk dalam EPPGBM & KRS, perlu ada pendampingan dan intervensi dari semua pihak terkait. Kelima, memprioritaskan program stunting dalam program anggaran daerah.

Keenam, mendorong peningkatan pengukuran balita di posyandu untuk mencapai minimal 95.persen di setiap kabupaten/kota sehingga intervensi dapat dilakukan tepat sasaran. Ketujuh, inovasi dari desa untuk memaksimalkan penurunan stunting melalui TP-PKK.

Kedelapan, pendampingan keluarga oleh TPK dimaksimalkan (BKKBN dan TP PKK). Kesembilan, perlu melibatkan organisasi untuk menjangkau remaja, keterlibatan genre kabupaten/kota dalam mencegah terjadinya peningkatan kasus pernikahan dini.

Di rakor ini ada pemaparan materi oleh Ketua Program Manager Satgas  Percepatan Penurunan Stunting Sulut
Danny Lalamentik mewakili Kepala.BKKBN Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg dan Ketua Pokja IV TP PKk Sulut dr. Inggrith Giroth, M.Kes.(Fer)

Meimonews.com – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia, tak terkecuali di dunia pendidikan tinggi di Sulawesi Utara.

Di Unsrat Manado, peringatan tahun ini ditandai upacara bendera yang dilaksanakan di lapangan Unsrat, Kamis (2/5/2024).

Bertindak sebagai inspektur upacara (irup) pada apel yang diikuti Wakil-wakil Rektor, pimpinan lembaga dan staf serta pegawai di lingkungan Unsrat Manado adalah Rektor Unsrat Manado  Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie M.Eng. IPU Asean Eng.

Sambutan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendilbusristek) Nadiem Makarim dibacakan Rektor Unsrat Manado.

Dalam sambutannya, mengungkapkan, lima tahun ini adalah waktu yang sangat mengesankan dalam perjalanan di Kemendikbudristek.

Bukan hal yang mudah mentransformasi sebuah sistem yang sangat besar dan bukan tugas sederhana mengubah perspektif tentang proses pembelajaran.

“Dengan bergotong royong, kita berjuang untuk pulih dan bangkit kembali menjadi lebih kuat,” ujar Rektor membacakan sambutan Mendikbudristek.

Disebutkan, kita sudah berjuang berjalan menuju arah yang benar tetapi tugas kita belum selesai, semua harus diteruskan sebagai gerakan yang berkelanjutan.

Oleh sebab itu, Mendikbudristek mengajak kita terus bergotong royong menyemarakkan dan melanjutkan gerakan Merdeka Belajar. (FA)