Meimonews.com – Di tahun yang baru (2023) ini, Bapenda Sulut membuat kebijakan baru dalam sistem pembayaran pajak kendaraan bermotor (ranmor).

‘Mulai Februari 2023 sistem pelayanan pembayaran pajak ranmor berubah menjadi TIMSALUT (Sistim Informasi Mobile Samsat Sulut),” ujar Plt Ketua Bapenda Sulut June Silangen kepada Meimonews.com di ruang kerjanya, Senin (6/2/2023).

Masyarakat wajib pajak, sebut June, tinggal mengupdate lewat aplikasi playstore dan mengikuti petunjuk yang ada, dan selesai. Sudah terupdate.

Diakui, dengan adanya perubahan ini, pasti ada hal-hal yang perlu diselesaikan. Namun, dengan adanya aplikasi baru ini, wajib pajak yang akan membayar pajak ranmornya jadi lebih mudah dan cepat.

“Selain itu, dengan adanya aplikasi ini, keterlibatan calo jadi berkurang bahkan bisa hilang sama sekali,” tandas pejabat familiar dan murah senyum ini.

Sebab, saat akan membayar pajaknya, aplikasi akan meminta empat digit nomor rangka terakhir ranmor kemudian mendapat kode bayar dan tinggal membayar di teller bank.

Nomor rangka ranmor tersebut yang mengetahuinya, jelas June, adalah wajib pajak itu sendiri karena tertera di STNK yang dipegang pemilik kendaraan atau wajib pajak.

Dijelaskan, kendati sudah ada aplikasi baru, untuk saat ini, wajib pajak yang akan membayar secara manual masih bisa dilakukan. Tapi, ke depan akan menggunakan aplikasi baru, kecuali yang lima tahunan yakni saat mengganti STNK (surat tanda nomor kendaraan) tapi polanya online.

“Dengan adanya sistem baru, pelayanan lebih mudah dan gampang. Ada dua jenis pelayanan yang dipangkas sehingga lebih simple,” tandas June. (Fer)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw mengadakan road show mengunjungi beberapa lokasi banjir dan fasum (fasilitas umum) serta Pasar Tematik, Senin (6/2/2023).

Lokasi pertama yang dikunjungi Walikota adalah Kompleks Cempaka, Kelurahan Molas, Kecamatan Bunaken.  Di lokasi ini walikota si dampingi Camat Bunaken, Kapolsek Bunaken dan Lurah Molas.

Orang nomor satu di kota Manado ini melihat kondisi pemukiman warga sekitar jembatan yang terdampak bencana banjir pada 27 Januari lalu.

Walikota melanjutkan kunjungannya ke Kelurahan Tongkaina untuk melihat progres pembangunan Pasar Tematik yang sudah dalam tahap perampungan.

Walikota melihat beberapa fasilitas yang sedang dibangun di Pasar Tematik ini, di antaranya desain lokasi, beberapa bangunan, jalan sekitar lokasi, trotoar, drainase dan saluran air, kolam renang, dan lain-lain.

Di Pasar Tematik,Walikota di dampingi Kepala Disperindag Kota Manado Hendrik Warokka, S.Pd., DEA, Dirut PD Pasar Manado Lucky Senduk, Lurah Kelurahan Tongkaina dan Ketua Lingkungan.

Setelah itu, mantan Ketua DPRD Sulut ini melihat beberapa fasilitas umum, jalan paving, serta drainase dan saluran air di beberapa lingkungan di Kelurahan Tongkaina.(elka)

Meimonews.com – Rektor Unsrat Manado yang adalah juga Ketua Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI/Polri (FKPPI) Sulut Prof. Dr. Ir. Octavian Berty Alexander Sompie, M.Eng mengadakan road show meninjau sejumlah lokasi di Manado yang terdampak bencana banjir dan longsor, Senin (6/2/2023).

Selain meninjau lokasi, Prof Sompie yang di dampingi sejumlah dosen dan pengurus FKPPI Sulut memberikan bantuan sebagai wujud kepedulian sosial.

Humas Unsrat Manado Dr. Max Rembang kepada Meimonews.com menjelaskan, ada beberapa tempat yang dikunjungi Rektor sekaligus memberikan sumbangan.

Sejumlah tempat yang dikunjungi dan diberi bantuan, sebut Dr. Welly Areros (dosen dan pengurus FKPPI) dan Ferry Sutanto (Pengurus FKPPI) ketika dihubungi terpisah, adalah Kompleks Angkatan Laut Kairagi, Posko Kodim 1309 Manado di Kelurahan Mahawu, warga Mahawu dan Tuminting serta warga Perkamil.

Sutanto mengungkapkan, di kompleks Lanal ada 45 paket yang diserahkan untuk masyarakat Kairagi Weru, di Mahawu Tuminting 50 paket, di Perkamil 5 paket.

Di Posko Kodim Manado di Mahawu, bantuan yang diserahkan berupa beras, air mineral, mie instan dan pakaian layak pakai. (Fer)

Meimonews.com – Seorang lelaki tersangka pencurian handphone yang terjadi di Perumahan Wale Manguni Kombos Timur Kecamatan Singkil, Manado berhasil ditangkap Tim Resmob On The Road (ROTR) Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polresta Manado.

Kapolresta Manado Kombes Pol Julianto Parlindungan Sirait melalui Kasat Reskrim Kompol Sugeng Wahyudi Santoso menjelaskan, pencurian itu terjadi pada Minggu (5/2/2023) sekitar pukul 18.30 wita.

Berdasarkan hasil penyelidikan, Tim ROTR Polresta Manado akhirnya mendeteksi keberadaan pelaku dan langsung menangkapnya di wilayah Kombos Timur.

”Pelaku pria berinisial DK (17) ditangkap pada Senin (6/2/2023) sekitar pukul 04.30 wita di rumahnya,” ujar Kompol Sugeng kepada wartawan dalam di Mako Polresta Manado, Senin (6/2/2023).

Dalam aksinya, pelaku mendorong korban berinisial MNR (12), kemudian merampas handphone yang dimilki Korban, dan saat itu pelaku mengetahui bahwa korban tidak dapat bersuara karena korban dalam keadaan bisu.

”Terhadap Tim ROTR Polresta Manado pelaku mengaku sudah sebanyak empat kali melakukan pencurian handphone dengan modus pura-pura meminjam handphone milik korban,” jelas Sugeng.

Selanjutnya pelaku beserta dengan barang bukti sudah diamankan di Mako Polresta Manado untuk dilakukan proses sesuai hukum yang berlaku. (AF)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw menerima kunjungan Walikota Gorontalo Dr. H. Marten Taha, SE, M.Ec. Dev di kantor Walikota Manado, Senin (6/2/2023).

Kehadiran Walikota Gorontalo bersama rombongan ini adalah dalam rangka menyerahkan bantuan kemanusiaan korban bencana banjir dan longsor di Kota Manado dari Pemerintah Kota Gorontalo untuk disalurkan kepada masyarakat yang terdampak bencana.

Walikota Manado menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Gorontalo untuk bantuan kemanusiaan yang diberikan. Bagi Walikota Manado ini merupakan wujud gotong-royong sesama manusia dan saudara sebangsa.

Mantan Ketua DPRD Sulut ini menjelaskan bahwa warga Kota Manado asal Gorontalo juga turut terdampak bencana

Walikota Gorontalo juga menyampaikan bahwa ini merupakan bentuk kepedulian, gotong-royong dan kebersamaan. Taha menegaskan, duka masyarakat Manado adalah duka masyarakat Gorontalo.

Hadir mendampingi Walikota Manado, Sekretaris Daerah Kota Manado Dr. Micler Lakat, SH., MH, Asisten I  Drs. Heri Saptono, dan pejabat lainnya.

Setelah penerimaan tersebut, Walikota Manado langsung menyerahkan bantuan tersebut ke Posko Tanggap Darurat Bemcana di Kantor Camat Tuminting untuk diteruskan kepada warga yang membutuhkan bantuan.

“Setelah diadakan pendataan, bantuan tersebut, atas petunjuk Walikota Manado langsung diserahkan kepada mereka yang membutuhkan,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado Donald Sambuaga.

Kepada Meimonews.com, Sambuaga menambahkan, ada juga bantuan yang diserahkan Walikota Gorontalo kepada warga Gorontalo yang terdampak bencana banjir. Penyerahan dilakukan di Asrama Mahasiswa Gorontalo di Kelurahan Lawangirung. (elka)

Meimonews.com – Komando Rayon Militer (Koramil) 1309-03/Wanea Sario Malalayang (akrab disebut  Koramil Karombasan) berbagi tali kasih kepada sejumlah warga Manado yang terdampak banjir, Minggu (5/2/202).

Ada sejumlah warga Molas yang terdampak banjir akibat cuaca ekstrim berupa hujan lebat disertai angin kencang yang melanda Kota Manado akhir Januari lalu yang diberikan bantuan.

Sebagai wujud kepedulian dan kebersamaan dengan mereka, Dan Ramil 1309-03 Karombasan Mayor Inf. Fransisco Dahua dan tim serta Ketua Persit Wiesje K. Dahua dan tim berbagi tali  kasih di Molas.

Tali kasih tersebut berbentuk paket sembako berisi beras, telur ayam, susu sapi, sabun cuci, supermi, kopi, gula dan teh.

Tali kasih ini, menurut Dahua, dilakukan untuk menunjukkan kebersamaan dengan apa yang  mereka rasakan karena terkena bencana banjir.

“Kami tergugah dan ingin meringankan beban serta memberi semangat untuk lebih siap dan tegar lagi ke depan,” ujarnya seraya menambahkan, hidup ini adalah anugerah sehingga kita hidup saling tolong-menolong sesama. (Fer)

Meimonews.com – Selaku Ketua Komisi Pria Kaum Bapak (PKB) Sinode Am Gereja-gereja (SAG) Sulawesi Bagian Utara dan Tengah, Bupati Minahasa Dr. Ir. Royke Octavian Roring, M.Si menghadiri dan mengikuti Ibadah Syukur Awal Tahun serta Pertemuan Raya dan Konsultasi Nasional (Konas) XVI Forum Komunikasi PKB PGI.

Kegiatan yang dilaksanakan Minggu (5/2/2023)
tersebut dirangkaikan pula dengan  pelantikan Panitia Pertemuan Raya dan Konsultasi Nasional Forum Komunikasi Pria Kaum Bapak Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (FK-PKB-PGI) serta Pentahbisan dan Peresmian Gedung Gereja KGPM Sidang Pniel Kawangkoan yang dipimpin Ketua Majelis Gembala KGPM Gbl. Fera Mamesah Lintong, M.Th

ROR dalam sambutannya menegaskan, Pemerintah Kabupaten Minahasa akan mendukung penuh kegiatan ini. “Pemkab Minahasa akan mendukung penuh suksesnya kegiatan ini,” ujarnya.

Turut hadir Gubernur Sulut selaku Ketua Umum FK PKB PGI Olly Dondokambey, SE, Wakil Gubernur Sulut Pnt. Drs. Steven O.E. Kandouw, Sekretaris Daerah Provinsi Sulut Steve H. A. Kepel, ST, M.Si, Wakil Sekretaris Umum Majelis Pekerja Harian (MPH) PGI Pdt. Krisye Roti Gosal, MTh, Ketua Umum Pucuk Pimpinan KGPM Gembala Francky Londa, S.Th, MA, jajaran Pemprov Sulut, Panitia Pertemuan Raya dan Konsultasi Nasional XVI FK PKB PGI.

Selain itu,  Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Drs. Riviva Maringka, MSi bersama jajaran Pemkab Minahasa. (Fer)

Meimonews.com – Wujud kepedulian terhadap warga Manado yang terdampak banjir, yang melanda Ibukota Provinsi Sulut itu, baru-baru, PMKRI Cabang Manado melakukan aksi sosial berupa berbagi makanan siap saji.

Ada sebanyak 176 bungkus makanan siap saji yang diserahkan kepada.warga di Bailang, Sabtu (4/2/2023).

Sumbangan ini diserahkan kepada warga dari rumah ke rumah. Pemerintah setempat ikut dalam proses pendistribusiannya.

Ada beberapa pengurus DPC (Dewan Pimpinan Cabang) yang dikoordinasi Avidian Kumarurung (Ketua Presidium) dan Laurentino G.P.  Suriman (Sekretaris Jenderal) yang ikut dalam pendistribusian makanan, yang dibuat lewat dapur umum di Sekretariat/Margasiswa PMKRI, Kampung Kakas Kelurahan Wenang Selatan Manado.

Bantuan sosial tersebut disambut dengan senang hati oleh pemerintah dan masyarakat setempat. Pihak pemerintah mengatakan uluran tangan dari PMKRI Cabang Manado ini sangatlah membantu masyarakat yang terdampak karena masih banyak warga masyarakat yang mengungsi karena dampak banjir yang terjadi di Manado beberapa hari yang lalu.

Sebelumnya, pada beberapa hari lalu, PMKRI Cabang Manado berkolaborasi dengan Orang Muda Katolik (OMK) Kevikepan Manado membuat dapur umum dan menyalurkan 303 paket makanan kepada warga terdampak bencana.

Ada yang menerima langsung di dapur umum yang ada di Sekretariat/Margasiswa tapi ada juga yang diantar Pengurus/Anggota PMKRI Cabang Manado dan OMK Kevikepan Manado kepada warga di sejumlah tempat.

Perinciannya, 40 bungkus ke Tanjung Batu, 10 bungkus ke keluarga Teresa Kawalo, 30 bungkus ke Sumompo, 20 bungkus ke Pasar Segar, 50 bungkus ke Kelurahan Ternate Tanjung, 25 bungkus ke Perkamil  dan 128 bungkus ke Sumompo , Mahawu , Bailang.

DPC PMKRI  Cabang Manado melalui Ketua Presidium Avidian Kumarurung menyampaikan, ini merupakan salah satu kontribusi PMKRI Cabang Manado kepada masyarakat dan juga upaya PMKRI untuk mengaktualisasikan visi serta misi PMKRI. (Fer)

Meimonews.com – Kasus-kasus yang viral di masyarakat terkait dengan tindakan penarikan kendaraan bermotor (ranmor) kredit yang macet pembayarannya oleh finance atau pihak ketiga diharapkan Kapolresta Manado Kombes Pol. Julianto Parlindungan Sirait perlu ada solusinya.

Solusi yang diharapkan Kapolresta adalah adanya edukasi dari pihak finance kepada masyarakat agar masyarakat (penunggak kredit ranmor) memahaminya.

Hal tersebut disampaikan Kapolresta Manado kepada wartawan usai kegiatan Jumat Bacirita yang diselenggarakan Polresta Manado di Warong Bakobong, Jln. Pumorouw, Jumat (3/2/2023).

Dalam kerangka mencari solusi bersama tersebut, jelas Kapolresta, pihaknya mengundang beberapa stake-holder, badan finansial dan pihak-pihak ketiga yang digunakan mereka, yang selama ini terjadi pergesekan-pergesekan dengan masyarakat .

“Ada cukup banyak informasi yang kami dapat di sini (Pertemuan Jumat Bacirita) yang bisa kami ambil kesimpulan sementara bahwa apapun ceritanya, masyarakat perlu diberikan edukasi,” ujar Kombes Pol. Sirait.

Disebutkan, segala sesuatu itu tidak sertamerta diselesaikan dengan kekerasan. Tetapi kalau mengikuti SOP-SOP yang ada, mulai dari pemberian kredit hingga eksekusi, ternyata banyak aturan yang harus dilaksanakan.

Di sini diperlukan memberikan edukasi kepada masyarakat  bahwa ketika dalam melakukan suatu perikatan, kemudian menjadi kreditur atau orang yang berhutang harus mengikuti aturan yang sudah ditandatangani pada saat melakukan kontrak.

Pada saat, misalnya kreditur tidak mampu membayar, banyak solusi yang bisa diberikan kepada mereka yang tidak mampu membayar ini. Misalnya, serahkan barangnya, melakukan negosiasi ulang dengan pihak pemberi biaya sampai dengan dilakukannya lelang.

Dalam lelang, ada juga sisa hasil lelang yang didapatkan karena adanya pembayaran-pembayaran yang pernah dibayarkan sebelumnya.

Bah ini, pelajaran yang terakhir ini adalah bagaimana kita tidak terikat pidana. Kalau barang itu tidak diperkenankan dipindahtangankan dalam keadaan apapun itu, jangan lakukan itu.

Hal inilah yang disampaikan kepada managemen sale. Dan diharapkan mereka juga memberikan informasi kepada masyarakat hingga masyarakat itu diberikan pemahaman . “Ke depan, kita harapkan hal-hal yang viral di masyarakat Kota Manado bisa kita tekan semaksimal mungkin,” ujar Kapolresta.

Saat Jumat Bacirita yang diselenggarakan Polresta Manado di Warong Kobong jalan Pumorouw, penarikan paksa kendaraan bermotor oleh finance atau pihak ketiga menjadi bahasan.

Selain Kapolresta, Wakapolresta AKBP Faisol, Kasat Reskrimum Kompol Sugeng Wahyudi Santoso dan Kasat Samapta Kompol Bartholomeus memberikan penjelasan setelah perwakilan finance, pihak ketiga dan wartawan mengajukan pendapat atau masukkan (Baca :  Penarikan Paksa Ranmor Kredit jadi Bahasan Jumat Bacirita). (AF)

Meimonews.com – Penarikan paksa kendaraan bermotor (ranmor) oleh finance dengan menggunakan jasa pihak ketiga yang dinilai masyarakat kreditur menggunakan cara-cara atau tindakan paksa jadi pembahasan hangat pada forum Jumat Bacirita Polresta Manado di Warong Kobong Pumorouw, Jumat (3/2/2023)

Sejumlah perwakilan finance, pihak ketiga, tokoh masyarakat dan wartawan hadir pada pertemuan yang bersifat sersan (serius tapi santai) sambil menikmati minuman (kopi, teh, es) dan snack yang disediakan Polresta Manado.

Dari Polresta Manado nampak hadir antara lain Kapolresta Kombes Pol. Julianto Parlindungan Sirait, Wakapolresta AKBP Faisol, Kasat Reskrimum Sugeng Wahyudi Santoso, Kasat Samapta Kompol Batholomeus Dambe dan Kasat Binmas AKP Muris.

Sejumlah perwakilan finance, pihak ketiga serta juga wartawan diberikan kesempatan untuk mengajukan pendapat dan bertanya. Unek-unek dikeluarkan serta kejadian-kejadian di lapangan saat terjadi penarikan ranmor kredit oleh pihak ketiga terungkap termasuk pembelaan atau argumentasi dasar penarikan ramnor kredit.

Secara arif dam bijaksana masukkan yang diungkap/disampaikan didengar oleh Kapolresta, Wakapolresta dan jajaran tapi ada pula penegasan-penegasan yang disampaikan agar finance dan pihak ketiga mengikuti prosedur/aturan yang ada/berlaku serta ditawarkan solusinya.

Merespon pernyataan dari perwakilan finance dan pihak ketiga, Kasat Reskrimum Kompol Sugeng Wahyudi Santoso menjelaskan, semua laporan yang masuk akan diproses sesuai ketentuan perundang-undangan yang ada. Namun, bila ada yang bisa dilakukan mediasi maka hal itu disarankan.

Para pihak disarankan duduk bersama membicarakannya. “Bila tidak ada kata sepakat, proses hukum jalan keluarnya,” ujar Sugeng.

Kasat Samapta Kompol Bartholomeus Dambea menjelaskan, dalam menghadapi persoalan yang ada, Polisi bersikap netral.  “Dengan posisi netral ini tidak gampang dengan segala aturan yang ada,” ujarnya.

Dengan adanya kegiatan ini (Jumat Bacirita), sebut Bartholomeus, dicari solusinya bagaimana menghadapi persoalan ini di lapangan.

Di lapangan, menurutnya, semua finance menggunakan caranya sendiri, tidak baku satu SOP (standar operasional prosedur).  Padahal aturan dari atas sama tapi pelaksanaan di lapangan berbeda-beda.

Diakui, sosialisasi dari finance kurang sehingga masyarakat banyak belum paham. Maka diharapkan agar aturan baku, sesuai SOP itu disosialisasikan kepada masyarakat agar ada kesepahaman bersama (sehingga tidak terjadi jadi benturan di lapangan).

Kapolresta Manado menegaskan, masyarakat perlu diedukasi agar mereka paham tentang aturan yang telah disepakati bersama.

“Lakukan edukasi kepada masyarakat, saat melakukan perjanjian. Dijelaskan apa yang kewajiban dan hak masing-masing. Dengan adanya hak dan kewajiban, ada konsekuensinya,” ujar Kapolresta.

Apa konsekuensi ? Kalau tidak melaksanakan kewajibannya akan diberikan SP (surat peringatan) 1, SP2, SP3. Bila setelah diberikannya SP-SP tersebut maka akan ada yang namanya eksekusi. “Eksekusinya apa ? Anda (kreditur) harus menyerahkan barangnya,” tandas Kapolresta.

Saat melakukan eksekusi, Kapolresta minta pihak ketiga melengkapi persyaratan/surat-suratnya. “Jangan main todong. Jangan gaya preman,” saran Kapolresta.

Menurut Kapolresta, kalau dijelaskan dengan baik-baik maka masyarakat (kreditur) bisa memahaminya. Bila mau diadakan negosiasi lagi, silahkan datang ke kantor. Akan ada opsi-opsi penyelesaian masalahnya.  Bila akan dilelang kendaraannya, mereka bisa mendapat dana bila ada kelebihan dari hasil lelang.

“Ini khan bagian dari edukasi. Saya yakin, bila langkah ini dilakukan, masyarakat pasti memahaminya. Bila hal ini sudah dilakukan namun tidak ada penyelesainnya maka diproses hukum/pidana. Bila sudah masuk rana pidana, polisi bisa melakukan penyitaan,” ujarnya. (AF)