Meimonews.com – Sejumlah acara mewarnai Peringatan 45 Tahun Imamat Pastor Johanis Mangkey MSC yang diadakan di Seminari Menengah Kakaskasen Tomohon, Sabtu (18/7/2026).

Acara tersebut adalah ziarah ke makam beberapa pastor, perayaan ekaristi (misa), syukuran dan peluncuran buku.

Saat ziarah, Pastor Yance (sapaan akrab Pastor Johanis Mangkey MSC) yang di dampingi beberapa kenalan serta Pastor Danny Surentu Pr (Rektor Seminari Menengah Kakaskasen), Pastor Ardi Watuseke MSC (Pembina/Seksi Liturgi Seminari) dan Pastor Bernadinus Palangngan MSC (Pastor Paroki Sta Ursula Watutumouw) memberikan percikan air kudus dan memasang lilin di kedua makam rekan imam seangkatannya.

Kedua rekan imam seangkatannya tersebut adalah alm. Pastor Frans Rares MSC (meninggal sekitar tahun 2020) dan alm. Pastor Aloysiis Roong MSC (meninggal sekitar tahun 1998).

Makam para imam yang berjumlah 87 makam (84 sudah permanen sementara 3 belum karena belum lama dimakamkan) termasuk makam Pastor Rares dan Pastor Roong tersebut berada di belakang kompleks seminari.

Saat perayaan ekaristi yang dipimpin Uskup Manado Mgr. Benedictus Estehanus Rolly Untu MSC di dampingi 18 pastor/imam, yang diadakan di gereja seminari, hadir sekitar 200-an undangan dan 140-an para seminaris baik yang berada di dalam maupun luar gereja (karena kapasitasnya terbatas).

Saat syukuran, diadakan peluncuran buku 45 Tahun Imamatku : Luceat lux vestra coram hominibus (Hendaknya terangmu bercahaya di depan orang) tulisan Pastor Yance, yang diawali kata pengantar oleh Frits H. Pangemanan (penulis Kapur Sirih di buku tulisan Pastor Yance).

Di momen ini, Pastor Yamce menyampaikan bahwa ia menyumbang Rp 45 juta dan uang hasil penjualan buku tersebut untuk pembangunan ruang aula/ruang rekreasi yang sementara dalam pengerjaan di seminari.

Acara syukuran berlanjut di sebuah ruangan yang berada di kompleks seminari. Selain makan bersama, terlihat para undangan berfoto bersama Pastor Yance dan meminta tanda tangannya di buku tulisan Pastor Yance yang dibeli mereka.

Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC dalam sambutannya mengatakan, apa yang sudah dibuat oleh Pastor Yance selama dalam tugas panggilannya sebagai imamat sungguh luar biasa.

Lewat motto tahbisan imamat Pastor Yance yakni ‘Ia harus semakin besar tetapi aku harus makin kecil,’ sebut Mgr. Rolly, kita melihat kebesaran yang dibuatnya dengan spiritualitas yaitu semangat yang dihidupi dan dijiwai serta dirangkum dalam rupa-rupa sudut pandang dan lain-lain, yang kemudian menjadi kesaksian bagi kita semua yang hadir pada perayaan ini.

Selain itu, apa yang dibuat Pastor Yance, menurut uskup yang juga tahbisan imamatnya sama tanggal dan bulannya tapi hanya berbeda tahun, juga sesuai dengan bacaan yakni ‘sekiranya aku hendak bermegah juga, aku bukan orang bodoh lagi, karena aku mengatakan kebenaran.’

Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC (gambar atas) dan Rektor Seminari Menengah Kakaskasen Pastor Danny Surentu Pr (gambar bawah) saat memberikan sambutan

Mantan Provinsial MSC Indonesia ini, menjelaskan, setelah menempuh perjalanan di Seminari Kakaskasen dan Seminari Pineleng, terlihat tanda-tanda kebijakan dan kecerdasan Pastor Yance (seperti yang sudah disebut Pastor.Dammy Pongoh Pr saat menyampaikan homili dan Pastor Danny Surentu).

Ada sejumlah kelebihan dari Pastor Yance (pernah menjadi Provinsial MSC Indonesia) yang diungkap Mgr. Rolly termasuk ketika Mgr. Rolly menjadi Provinsial MSC, yang menggunakan kelebihan dari Pastor Yance.

Mgr. Rolly berharap, kelebihan seperti yang ditunjukkan Pastor Yance bisa menjadi pedoman bagi para seminaris dan para imam dalam berkarya, menjalankan panggilan imamat.

Motto tahbisan imamat Pastor Yance, menurut Mgr. Rolly, menunjukkan kerendahan hatinya, seperti yang telah ditunjukkan Yesus Kristus, yang menanggalkan kemuliaan dan kesetaraanNya dengan Allah yang turun untuk mengangkat kita agar memperoleh kebahagiaan keilahian Yesus sendiri. “Saya kira, ini menjadi dan mewarnai sepak terjang Pastor Yance,” ujar uskup kelahiran Lembean, Minahasa (sekarang masuk Kabupaten Minahasa Utara).

Pastor Johanis ‘Yance’ Mangkey MSC saat memberikan sambutan

Rektor Seminari Menengah Kakaskasen dalam sambutannya mengatakan, hari ini adalah hari yang istimewa, saat kita merayakan 45 tahun kesetiaan Tuhan dalam hidup dan pelayanan Pastor Yance. Karena itu pantaslah kita menaikkan pujian dan syukur kepada Tuhan.

“Saya senang karena Pastor Yance tidak pernah lupa akan seminari ini, almamater yang telah membesarkannya. Sikap itu mengingatkan saya pada semangat penulis Surat Pertama Rasul Yohanes :Kita mengasihi karena Allah lebih dahulu mengasishi kita. (1 Yoh 4:19),” ujar Pastor Danny.

Disebutkan, seorang alumnus sejati mengenang dan mengasihi almamaternya, karena di tempat inilah ia lebih dahulu dikasihi Tuhan : dididik, dibina dan dibentuk dalam panggilan.

Peluncuran buku karangan Pastor Johanis Mangkey MSC yang diawali kata pengantar oleh Frits H. Pangemanan (penulis Kapur Sirih) dibuku yang ditulis Pastor Yance

Pastor Yance pulang ke rumah yang dulu membentuknya, berbagi kebahagiaan dan kesaksian hidup sambil membawa serta kenangan akan dua sahabat yang telah berbahagia di Surga.

Kedua sahabat tersebut adalah almarhum Pastor Aloysius Roong MSC dan almarhum Pastor Fransiskus Rares MSC. Mereka bertiga ditahbiskan sebagai imam oleh Uskup Manado Mgr.Theodorus HAJ Moors MSC di Gereja Katedral Manado pada 29 Juni 1981.

“Hari ini, sesungguhnya, kita merayakan dua kebahagiaan sekaligus. Pertama, 45 tahun imamat, dan kedua, 60 tahun perjalanan panggilan sebagai seminaris alumnus Seminari Kakaskasen,'” ujar Pastor Danny.

Motto tahbisan yang dipilih Pastor Yance,, menurutnya, adalah komitmen yang telah menjadi nyawa pelayanannya. “Inilah rahasia seorang alumnus yang tidak pernah lupa : ia terus mengecilkan diri agar Kristus dan rahmat panggilannya semakin besar,” ujar Pastor Danny.

Hari ini, sambungnya, di hadapan kita, Pastor Yance datang bukan untuk memamerkan keberhasilan, melainkan untuk bersyukur dan membagikan berkat, seraya tetap rendah hati mengingat akar panggilannya di seminari ini.

Kepada para seminaris, Rektor mengajak melihat di hadapan kita, para pastor, yang pernah seperti mereka yakni kecil, kadang ragu, rindu rumah, haus, lapar, jenuh. Tetapi mereka (para pastor – red) bertahan karena percaya bahwa Allah yang memanggil. Allah pula.yang memelihara.

“Mereka adalah bukti nyata bahwa almamater ini bukan sekedar bangunan, melainkan rahim rahmat yang melahirkan para pelayan altar. Hari ini angkatan ke-39 pulang merayakan dan memberi kesaksian. Suatu hari nanti, kalian (para seminaris – red) – entah angkatan ke berapa- juga akan pulang untuk bersaksi.

Pastor Yance bersama Mgr. Rolly (gambar atas) dan Pastor Yance saa menyapa beberapa seminaris, usai misa

Dalam sambutannya, Pastor Yance menjelaskan perjalanan panjang mulai dari saat ia masuk Seminari Kakaskasen, setelah lulus Sekolah Rakyat Katolik Tataaran II hingga keberadaannya saat ini.

Diungkapkan, penugasan pertama dan satu-satunya di paroki adalah sebagai Pastor Rekan di Paroki Katedral Manado. Sesudahnya dan sampai sekarang ia tidak pernah mendapat tugas di paroki, tetapi hanya di lingkup Tarekat MSC. “Ini tidak berarti saya tidak melayani sebagai imam. Pelayan sebagai imam tetap berjalan,” ujarnya.

Dalam perayaan syukur imamatnya ke-45, Pastor Yance mengambil panduan refleksi teks Kitab Suci yakni ‘Hendaknya terangnu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatannu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di Surga (Matius 5 : 16).

Dikemukakan, ungkapan Yesus, yang merupakan bagian dari kotbah di Bukit tentang Sabda-sabda Bahagia tersebut menginspirasinya untuk direfleksilan secara lebih mendalam serta menemukan maknanya dalam penghayatan dan pengamalan imamatnya.

“Saya ingin agar terang itu bercahaya melalui pelayanan dan perbuatan baik agar Bapa di Surga yang dimuliakan,” ujar penulis sejumlah buku ini.

Pastor Yance juga menjelaskan alasan ia mau bersyukur di Seminari Menengah Kakaskasen. Pertama, perayaan syukur 5 tahun lalu dibatalkan karena situasi Covid-19. Kedua, ia memulaikan secara resmi pendidikan sebagai calon imam pada Juli 1966 (60 tahun lalu) di seminari ini.

Ketiga, ia ditahbiskan menjadi imam pada 45 tahun lalu bersama dengan dua rekan seangkatannya, yang sudah kembali ke seminari ini, yang kini dimakamkan di kompleks seminari ini. Keempat, sampai sekarang, seminari ini menjadi sumber panggilan imam-imam dan khususnya anggota-anggota baru Tarekat MSC.

Kepada para seminaris, Pastor Yance memberi saran agar mengingatkan kata-kata bermakna yakni Pastores dabo vobis iucta cor meum (Yeremia 3 : 15). ‘Belajar baik-baik, berdisiplin,manfaatkan baik-baik waktu yang ada di seminari ini untuk menempa diri dalam iman, pengetahuan dan karakter,’ ujarnya. (LAF)

Meimonews.com – Suasana penuh keakraban dan kekerabatan mewarnai Halal Bi Halal dan Silaturahmi Tahun 2026 Keluarga Besar Rajawali Baru (Rukun Tetangga 04 dan 05 RW 11 Rajawali Baru Halim Perdanakusuma) yang diadakan di Lapangan Futzal Jalan Rajawali Baru, Jakarta, Minggu (19/4/2026).

Masyarakat di kedua lingkungan tersebut berkumpul bersama-sama secara guyub dan kekeluargaan.

Kegiatan masyarakat di kedua lingkungan yang berkumpul bersama-sama secara guyub dan kekeluargaan ini terlaksana berkat partisipasi seluruh warga Rajawali Baru (Rabar).

Tampak hadir pula, sesepuh warga kehormatan Rajawali Baru Marsda TNI Purn. Anastasius Sumadi (terakhir menjabat sebagai Aspers Kasau merupakan alumnus AAU 1984) serta Marsma TNI Antariksa Anondo.

Dalam sambutannya, Anondo mengungkapkan kebanggaannya tentang kehidupan kebersamaan warga rajawali baru. “Saya merasa bangga melihat kebersamaan warga kompleks Rajawali Baru yang terus terjaga dengan baik,” ujarnya.

Di tengah-tengah kesibukan kedinasan masing-masing, sambung Pati yang dituakan di kompleks Rajawali Baru tersebut, kita masih dapat meluangkan waktu untuk berkumpul bersama dan memperkuat rasa persaudaraan.

“Ini merupakan modal utama dalam membangun lingkungan yang harmonis, aman dan penuh kekeluargaan,” tambahnya.

Marsma Anondo mengingatkan bahwa hidup bertetangga itu bukan hanya soal tinggal berdampingan, tetapi tentang bagaimana antarsesama saling peduli, saling membantu dan saling menjaga. Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul, itulah karakter yang harus dihidupkan dan dikembangkan.

Kegiatan Halal Bihalal ini diawali dengan doa bersama, foto bersama, halal bihalal, jalan sehat keliling kompleks rajawali, ramah-tamah, sambutan, sesi perkenalan warga baru, terakhir diskusi.

Dalam.diskusi dibahas informasi dan tantangan yang dihadapi warga Rajawali Baru khususnya tentang kebersihan lingkungan. Diskusi ini dipimpin Ketua RT 04/RW 11 Kolonel Kum Ade Rustian di dampingi Ketua RT 05/RW 11Letkol Tek Abdul Haris Purba.

Melalui pelaksanaan Halal Bi Halal ini diharapkan seluruh warga Rajawali Baru dapat memulai awal yang baru, selesai Lebaran 2026 dengan semangat paguyuban dan komitmen yang lebih kuat.

Hal ini, sebut Patipen Letkol Sus Michiko Monengkey, dalam keterangannya kepada Meimonews.com, secara tidak langsung, mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI Angkatan Udara, khususnya di bidang pembinaan teritorial TNI AU. (AF)

Meimonews.com – Beberapa kegiatan sosial dan olahraga mewarnai peringatan Pesta Pelindung Paroki Ratu Rosari Suci (RRS) Tuminting Manado yang jatuh pada 7 Oktober 2025.

Beberapa kegiatan yang dilaksanakan Sabtu (11/10/2025) tersebut adalah Fun Walk 5K, Zumba Bersama, Pengobatan Gratis dan Donor Darah.

Rangkaian kegiatan tersebut dibuka pelaksanaannya oleh Pastor Paroki RRS Tuminting.Pastor Josep Pontoan MSC dengan melepas sekaligus mengikuti Fun Walk 5K, yang start dan finishnya di halaman paroki.

 

Setelah finish kegiatan fun walk yang digerakkan oleh Orang Muda Katolik (OMK) Paroki, acara dilanjutkan dengan zumba bersama di halaman paroki, yang setelah itu pengobatan kesehatan gratis dan donor darah di aula paroki.

Kesemarakkan kegiatan yang diselenggarakan Dewan Pastoral Paroki RRS Tuminting tersebut berkat kerjasama Badan Pelayanan Keuskupan Pembaruan Karismatik Katolik Manado (BPK PKK) Manado serta didukung Dinas Kesehatan (Dinkes) Manado, Dinkes Sulut, dokter/tenaga medis dari RSUP Prof. Dr. RD. Kandow, RS Siloam, Perdhaki, FDKKM, Centra Medika, MCO, Puskesmas Singkil, serta Apotik Setia I, Apotik Anda, dan Apotik Kezia.

Kolaborasi multipihak ini, sebut tokoh umat paroki, diharapkan dapat terus berlanjut di masa mendatang, demi mewujudkan Paroki RRS Tuminting yang semakin misioner, solider, dan peduli terhadap kesehatan serta kesejahteraan masyarakat.

Ratusan umat antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang penuh keakraban dan kepedulian sosial tersebut. Bahkan, masyarakat sekitar terlihat dan menyambut positif untuk kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung kepada mereka.


.
Salah seorang peserta pengobatan gratis, Fransiska menyampaikan apresiasinya.
“Saya sangat bersyukur dan senang sekali dengan adanya pemeriksaan kesehatan gratis ini,” ujarnya.

Baginya, pelayanan ini sangat baik dan ia merasa sangat terbantu, apalagi dengan kondisi sekarang ini, tidak semua orang bisa langsung ke dokter.

Ia sangat berharap kegiatan seperti ini dapat berlanjut secara bertahap dan kedepannya tetap terus berjalan, karena ini sangat bermanfaat bagi umat dan seluruh masyarakat sekitar gereja.

Pastor Paroki RRS Tuminting menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin.
“Kegiatan ini tentu dibuat dalam rangka konteks persaudaraan untuk yang tadi pagi (olahraga) dan yang ini adalah soal diakonia, pelayanan bagi masyarakat karena itu sifatnya gratis, bagi umat dan masyarakat,” ujarnya.

Ukuran manusiakan sejahtera, menurutnya, bukan hanya sejahtera batin tapi juga sejahtera badani, supaya sehat, umur panjang.

Disebutkan, kegiatan ini adalah bagian dari kesaksian juga kepada masyarakat bahwa kita peduli dengan lingkungan sekitar.

Dalam percakapan dengan Meimonews.com, Pastor Paroki RRS Tuminting mengungkapkan, kegiatan dalam rangka Pesta Pelindung Paroki telah dimulai pada Selasa (7/10/2025) yang ditandai misa syukur dan beberapa kegiatan lain serta nanti berakhir pada Sabtu (18/10/2025) berupa kegiatan Ziarah Porta Sancta.

Pastor Josep berterima kasih kepada pimpinan DPP Bidang 4 (penanggung jawab kegiatan), OMK Paroki, pimpinan dan umat paroki yang telah terlibat dalam kegiatan yang bekerjasama dengan BPK PPK Manado dan dukungan dari pihak-pihak terkait. (lex)

Meimonews.com – Penyelenggara Pembinaan Masyarakat Katolik (Bimaskat) Kementerian Agama (Kemenag) Kota Manado pimpinan Salvatore ‘Fongky’ Ponomban mengadakan Paskah Bersama 2025, Kamis (15/5/2025).

Paskah Bersama ini diisi dengan Ziarah Pengharapan di tiga lokasi dan Berbagi Kasih serta Doa Bersama di Pekuburan para Pastor dan Doa di Taman Santo Yosep.

Ziarah Pengharapan dimulai dari Porta Sancta Gereja Hati Tersuci Maria (HTM) Katedral Manado dan berkat pengutusan oleh Pastor Poltje Pitoy MSC, selanjutnya ke Porta Sancta Maria Bunda Penolong Abadi di Wisma Lorenzo Lotta dan ke Porta. Sancta Paroki Hati Kudus Yesus Tomohon.

Setelah Ziarah Pengharapan, rombongan Bimaskat Manado menuju ke Panti Asuhan (PA) Malania Langowan untuk berbagi kasih dengan ke 60 anak panti.

Acara Berbagi Kasih diawali Doa Rosario bersama para guru, pengawas, penyuluh serta pengurus dan anak panti asuhan, kemudian penyerahan bantuan yang diterima Kepala PA Melania Sr. Joanita Moningka SJMJ, dan diakhiri nyanyi bersama anak-anak panti.

Menutup rangkaian kegiatan, diadakan Doa Bersama di Pekuburan para Pastor dan Doa di Taman Santo Yosep Kakaskasen yang dipimpin Ketua KKG Manado Yosep Rarun. (elka)

Meimonews.com – Jalan sehat, lomba membuat kue cucur, beberapa lomba mewarnai pembukaan Dies Natalis ke-60 Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unsrat Manado, Jumat (7/2/2025).

Jalan sehat mengitari ruas jalan di kompleks Unsrat yang dilepas oleh Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie, yang sekaligus ikut juga berjalan, mengawali kegiatan.

Setelah finish, acara dilanjutkan dengan beberapa kegiatan seperti senam bersama, lomba zumba, lomba membuat kue cucur. Khusus lomba membuat kue diikuti, antara lain Rektor, Wakil-wakil Rektor, Kepala-kepala Biro.

Dalam sambutannya, Rektor menegaskan, Fakultas Ilmu Budaya telah menunjukkan komitmennya dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Dies Natalis ke-60 ini, Rektor mendorong dan mendukung setiap langkah yang inovatif, untuk terus berkembang dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Dekan FIB Maya Pingkan Warouw dalam sambutannya mengatakan, 60 tahun Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sam Ratulangi mendunia dengan membangun jembatan pengetahuan antara tradisi dan globalisasi sesuai tema Fakultas Ilmu Budaya, sudah pada usia yang dapat dikatakan cukup matang 60 tahun untuk membuktikan perannya di tengah-tengah masyarakat. (FA)

Meimonews.com – Uskup Emeritus Petrus Turang Pr merayakan 50 tahun imamat, yang diwarnai Misa Syukur yang diadakan di Emmanuel Amphiteater Catholic Youth Center Lotta, Minahasa, Rabu (18/12/2024).

Ada 12 Uskup yang berasal dari keuskupan-keuskupan di Indonesia termasuk Mgr. Turang yang memimpin misa di dampingi ratusan pastor/imam Keuskupan Manado dan beberapa pastor/imam dari Keuskupan Agung Kupang (keuskupan tempat pelayanan terakhir Mgr. Turang).

11 uskup lainnya adalah Uskup Manado Mgr. Rolly Untu, Uskup Agung Merauke Mgr. Petrus Canisius Mandagi, Ketua KWI (Konferensi Waligereja Indonesia)/Uskup Bandung Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, Uskup Manokwari Sorong Mgr. Larion Datus Lega, Uskup Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus.

Selain itu, Uskup Amboina Mgr. Seno Inno Ngutra, Uskup Agung Makassar Mgr. Fransiskus Nipa, Uskup Agung Kupang Mgr. Hironimis Pakenoni, Uskup Emeritus Ednun Woya (Keuskupan Wetebula) dan Uskup Emeritus Petrus Bodeng Timang (Keuskupan Banjarmasin).

Sekitar 1000 orang (uskip, pastor/imam, frater, bruder, suster dan umat) mengikuti misa dan perayaan syukur yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban, kekeluaegaan dan kegembiraan tersebut.

Setelah misa, sebelum makan siang bersama, diadakan peniupan lilin ulang tahun oleh Mgr. Turang di dampingi 11 uskup, penyerahan cenderamata kepada antara lain Mgr. Turang dan Mgr. Rolly serta foto bersama.

Tiga uskup berkesempatan memberikan sambutan yakni Mgr. Rolly, Mgr. Lega dan Mgr. Bunjamin.

Mgr. Turang dalam kotbahnya sekaligus refleksinya mengurai secara singkat perjalanan panggilannya mulai dari saat masuk seminari dan sebagai imam/pastor yang lebih banyak di luar keuskupan Manado.

Di Keuskupan Manado, yang menjadi wilayah awal pelayanannya, Mgr. Turang hanya bertugas selama lima tahun dari tahun 1979-1984 (termasuk menjadi Komisi PSE KM – Red).

“Banyak keterbatasan tapi banyak surprise dan kekuatan yang membuka hati sebagai manusia untuk berpaut dengan Roh Kudus,” ujar uskup kelahiran Tataaran (Minahasa) pada 23 Februari 1947 itu.

Dari surprise sejarah perjalanan sederhana panggilannya, Mgr. Turang melihat kebaikan Tuhan, melalui lingkungan yang ada, tantangan yang ada untuk memberikan suatu jawaban yang ada.

Penyerahan cenderamata kepada Mgr. Turang (kiri) dan Mgr. Rolly

Selama penghayatan imamatnya, Mgr. Turang berusaha untuk keluar dari kelekatan diri sendiri. “Selama kelekatan diri sendiri, kita akan mengalami kekecewaan,” tandas mantan Sekretaris Komisi PSE (Pengembangan Sosial Ekonomi) KWI ini.

Diungkapkan, kita tidak akang melihat sukacita hidup iman dalam perjalanan penggilan. Karena itu, surprise dalam perjalanan imamat tidak boleh membuat kita, para uskup, para imam, para pemimpin umat untuk menjadi paling hebat di dunia ini.

“Saya selalu berusaha meminta kepada Tuhan supaya dalam keterbatasan, kekurangan dan kedosaan, saya selalu mendapat sokongan, terutama dari umat sekalian,” tandasnya.

Dalam sambutannya,Mgr. Rolly mengungkapkan beberapa hal terkait dengan bagaimana hingga Mgr. Turang bisa menjadi seorang imam, karena rahmat Tuhan, seperti dikatakan Mgr. Turang, lewat Pastor van Slobbe serta jawaban ya dari Mgr. Turang sehingga bisa menjadi imam.

Mgr. Petrus Turang Pr

“Mewakili umat di Keuskupan Manado yang terdiri dari 76 paroki dan 415 stasi serta kehadiran imam mewakili umat, diakon, biarawan/biarawati dan pimpinan umat, kami menyampaikan terima kasih untuk pelayanannya, yang seperti dikatakan Mgr. Turang tadi banyak di luar keuskupan Manado karena Tuhan menghendaki Mgr. Turang berkarya di banyak tempat,” ujar Mgr! Rolly. (lk)

Meimonews.com – Senda gurau mewarnai pertemuan Kapolda Sulut Irjen Pol. Roycky Harry Langie, SIK, MH saat bertemu dengan Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC di Wisma Keuskupan Manado, Jalan Sam Ratulangi Manado, Kamis (24/10/2024).

Suasana tersebut tercipta karena pada pertemuan tersebut ada teman seangkatan Kapolda semasa di persekolahan Katolik Manado yakni Pastor Paroki Sta. Maria Ulu Siau Pastor Adrianus Jefri Bogia MSC (teman SMP) dan Hengky Carolus (teman SMA).

Turut hadir pada pertemuan tersebut
Kabid TIK Polda Sulut Kombes Pol. Winardi Prabowo, Karo Ops Polda Sulut Kombes Pol. Dr. Set Stephanus Lumowa, Dan Intelrem 131/Stg Mayor Inf. Heru Selfanus Pata, dan Penyelenggara Bimas Katolik Kemenag Bitung Drs. Plato Rawung, M.Si.

Di awal pertemuan, Kapolda menjelaskan maksud kunjungannya ke Keuskupan Manado untuk bertemu dengan Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC dan beberapa harapan terkait dukungan Keuskupan Manado terhadap tugas dan fungsi Polri khususnya di Polda Sulut yang kini dipimpinnya.

Mgr. Rolly menyambut positif kehadiran Kapolda yang di dampingi Kabid TIK dan Karo Ops dan memohon maaf karena tidak bisa hadir pada acara pisah-sambut Kapolda Sulut beberapa waktu lalu karena berada di luar daerah (sudah terjadual lebih dahulu).

Mgr. Rolly juga mengungkapkan kesiapan dukungan Keuskupan Manado terkait dengan program Polda Sulut untuk kemajuan daerah ini.

Pertemuan sekitar 30 menit tersebut di akhiri penyerahan plakat dari Kapolda Sulut kepada Uskup Manado serta foto bersama. (AF)

Meimonews.com – Sejumlah atraksi kesenian, talkshow serta spirit and mission mewarnai hari pertama Perayaan Syukur 40 tahun Seminari Tahun Orientasi Rohani (TOR) Pondok Emaus (Poem) Tateli, Minahasa, Sabtu (1/6/2024).

Atraksi tersebut adalah koor dari Frater-frater Seminari Pineleng, Koor Frater-frater Seminari TOR Poem, Koor Mahasiswa STFS Pineleng, Vokal Group Mahasiswa Asrama Benedicta serta Tari Kabasaran (Minahasa) dan Tari Myama Tawahuk (Tanimbar) yang dibawakan Frater-frater Seminari TOR Poem.

Selain itu, talkshow yang menampilkan pembicara Uskup Amboina Mgr.Inno Ngutra Pr dengan pemandu Rektor Seminari TOR Poem Pastor Bonefasius Boro Bin Ola Pr serta spirit and mission dari Ketua Pukat (Profesional Usahawan Katolik) Keuskupan Manado Jimmy Asiku dan Ketua Catholic Family Ministry Raldi Laluyan.

Acara digelar Panitia yang diketuai Jonas Adam ini dimulai di gereja dan diawali Angelus serta berlanjut di aula tempat pembinaan calon-calon imam Diosesan Keuskupan Manado.

Hadir pada kesempatan itu, antara lain Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC, Uskup Sorong Monokwari Mgr. Datus Lega, Wakil Rektor Seminari TOR Poem Pastor Marson Pungis Pr, Ketua UNIO Pastor Melky Malingkas Pr, Rektor Baru TOR Poem Pastor Danny Surentu Pr, Rektor Seminari Pineleng Pastor Ambrosius Wuritimur Pr, Rektor Seminari Kakaskasen Pastor Berthi Imbar Pr, Rektor Agustinianum Pastor Jivon Motikas Pr.

Sejumlah undangan lainnya juga hadir di antaranya perwakilan Kongregasi Suster-suster DSY Sr. Geralda Untu, perwakilan Frater-frater CMM Frater Herman Mandagi dan tokoh umat Keuskupan Manado Welly Pesoth dan istri serta tokoh umat Stasi Tateli Paroki Mokupa (lokasi seminari ini berada) seperti Bismark Lumentut.

Saat talkshow, Mgr. Inno memaparkan pengalamannya saat pembinaan di seminari ini sewaktu masih berstatus frater. Banyak hal-hal yang dialaminya serta menjadi pendorong semangat sehingga ia bisa ditahbiskan menjadi imam dan bahkan menjadi uskup.

Pengalaman-pengalaman tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi para frater yang sementara menjalani pembinaan di seminari yang berlokasi di Stasi Tateli Paroki Mokupa ini. (lk)

Meimonews.com – Orasi ilmiah dari dua dokter akan mewarnai puncak peringatan Dies Natalis ke-65 Fakultas Kedokteran (FK) Unsrat Manado yang akan diadakan di Auditorium FK Unsrat, Selasa (28/5/2024).

Kedua dokter tersebut adalah dr. Linda Maya Tompodung, M.Pd, Ked. Sp Rad dan dr. Stephanus J. Ch. Tangel, SpB(K). Dokter Linda akan membawakan orasi ilmiah dengan judul Peran magnetik resonance imaging pada penentuan benign dan malignan massa ginekologi (karakterisasi leiomyoma. Uteri tipikal, atipikal dan leiomyosarcoma sementara dokter Stephanus tentang Pengaruh hipoalbumin terhadap kejadian disfungsi kateter hemodialisis tunel pada pasien anak dengan penyakit ginjal tahap akhir.

Demikian disampaikan Koordinator Seksi Acara Dies Natalis ke-65 Fakultas Kedokteran Unsrat Manado Dr. Victor Joseph, Sp.JPK kepada Meimonews.com via telefon, Senin (27/5/2024).

Ditambahkan, acara puncak dies ini dilaksanakan dalam Rapat Senat Terbuka  yang akan dipimpin Ketua Prof. dr. Linda WA Rotty, Sp.PD. KHOM di dampingi Sekretaris Ns. Sefti SJ Rompas, S.Kep, M.Kes.

Sebelum sambutan Rektor Unsrat Manado Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng Asean IPU Eng dan Gubernur Sulut Prof. Dr. (Hc) Olly Dondokambey, SE akan ada laporan Ketua Panitia Pelaksana Dr. dr. Mendy J. Hatibie Oley, Sp.BP(K)RE dan Dekan FK Unsrat Manado Prof. Dr. dr. Nova Hellen Kapantouw, DAN, M.Sc, Sp.GK.

Di acara puncak ini, akan pula diumumkan pemenang Putra Putri FK Unsrat Tahun 2024 dan Medical Voice, yang telah berproses sejak beberapa waktu lalu. (FA)

Meimonews.com – Hari Pangan Sedunia (HPS) Tahun 2023 Keuskupan Manado digelar di Paroki Stella Maris Bitung, Sabtu – Minggu (14-15/10/2023).

Sejumlah kegiatan termasuk lomba dilaksanakan pada peringatan yang mengusung tema Pertanian, Penyedia Pangan Bagi Semua.

Kegiatan dan lomba tersebut adalah pameran, stand education eco enzym, lomba cipta menu, talkshow/podcast agriculture sustainability, konser agriculture sustainability  short video competition, dan misa puncak HPS 2023.

Ketua Panitia Pelaksana HPS 2023 Keuskupan Manado Wandi Wewengkang

Khusus kegiatan yang dilaksanakan Paroki Stella Maris Bitung adalah Lomba Defile yang diikuti wilayah-wilayah rohani yang ada di paroki ini.

Puncak peringatan berupa misa yang dilaksanakan di gereja paroki, dipersembahkan Sekretaris Keuskupan Manado Pastor John Montolalu Pr, di dampingi Ketua Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Keuskupan Manado Pastor I Wayan Putra Yasa Pr dan Pastor Paroki Fidelis Donald Liuw Pr.

Turut hadir, Ketua animator Laudato Si Keuskupan Manado Fongky Ponomban, Pengurus Eco Enzym Keuskupan Manado dan sejumlah suster dari beberapa Tarekat.

Acara penutupan yang diadakan di Kompleks Persekolahan Paroki, belakang gereja, usai misa dilakukan Pastor John di dampingi Pastor Wayan dan Pastor Liuw.

Pada acara penutupan yang diwarnai penyerahan hadiah bagi para pemenang lomba, Ketua Panitia Pelaksana HPS 2023 Keuskupan Manado Wandi Wewengkang menjelaskan mengapa sampai panitia mengadakan beberapa lomba  di samping kegiatan-kegiatan lain termasuk misa sebagai puncak peringatan kali ini.

Diadakannya lomba stand pameran, sebut Wandi, agar pengunjung, orang dan umat  yang datang ke lokasi ini bahwa paroki-paroki yang ada di Kevikepan Tonsea (Paroki Stella Maris masuk Kevikepan Tonsea – red) memiliki potensi-potensi pertanian yang tidak takut lapar, hasil pertanian masih ada yang ditampilkan di pameran. “Ini pesan pertama yang ingin disampaikan lewat lomba stand pameran,” ujarnya.

Pastor Paroki Stella Maris Bitung Pastor Fidelis Donald Liuw Pr saat menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba defile

Lomba cipta menu, ungkapnya, dimaksudkan untuk menyampaikan kepada umat, pengunjung dan kepada siapa saja yang tahu ada lomba cipta menu.

Lomba cipta menu dimaksudkan agar bila ada hasil pertanian maka olahlah hasil pertanian yang ada di lahan kita masing-masing menjadi makanan yang sehat. “Maka, syarat mengikuti lomba cipta menu tanpa 5 P yakni pengawet, pengenyal, perasa, pemanis dan plastik. Makanan tanpa 5 P,” tandasnya tentang pesan yang ingin disampaikan lewat lomba cipta menu.

Dikemukakan, bahan sudah ada maka jangan pakai perasa. Pakai bumbu, gunakan bumbu yang banyak supaya makanan jadi sehat dan sadap.

Terkait dengan konser, dijelaskan, kenapa ada hubungan konser, video pendek dan kegiatan hari pangan ? Itu berkaitan dengan adanya anak-anak muda sudah tidak mau ke kebun. Sudah sangat sedikit orang-orang muda mau jadi sarjana pertanian.

Foto bersama peserta pameran bersama sejumlah pastor dan panitia HPS 2023 Keuskupan Manado di acara penutupan yang dilakukan Sekretaris Keuskupan Manado Pastor John Montolalu Pr

“Ini sudah terlihat ketika ada lomba ini terlihat ada banyak anak-anak muda di kebun. Tapi setidaknya mereka datang di ladang pertanian, mereka bertemu dengan petani, berdiskusi dengan petani, yang terlihat dalam video, maka mereka semakin dekat dengan pertanian. Mereka semakin tahu bahwa pertanian itu merupakan hal penting dalam kehidupan,” ujarnya.

Ditegaskan, konser ini memang diadakan khusus untuk anak muda. Kalau tidak ada konser, mereka tidak akan datang di lokasi ini. Mereka tidak akan datang melihat orang-orang tua so siapkan di lokasi pameran.

Dengan adanya lomba konser, dan orang-orang muda datang ke lokasi kegiatan/pameran mereka semakin dekat dengan pertanian. Dan, ini memang terlihat saat pameran di hari Sabtu (14/10/2023).

Saat menutup kegiatan, Pastor John mengingatkan untuk mencintai dan menjaga alam ciptaan Tuhan

Ada cara untuk hal tersebut yakni dengan menaklukkan bumi tapi dengan cara yang mendatangkan kebaikan, kesejahteraan dan keuntungan untuk semua.

Sebelum seluruh rangkaian kegiatan dalam rangka HPS 2023 Keuskupan Manado ditutup, diumumkan nama-nama pemenang lomba dan penyerahan hadiah.

Untuk lomba stan pameran pemenangnya (1 – 3)  adalah Paroki St. Yohanes Penginjil Laikit, Paroki St. Paulus Lembean dan Paroki St. Fransiskus de Sales Kokoleh.

Lomba cipta menu pemenangnya adalah Paroki Stella Maris Bitung, Paroki St. Antonius de Padua Airmadidi, Paroki St. Fransiskus Xaverius Kema.

Lomba video pemenangnya adalah Paroki GPI, Creative Corner, Paroki St. Yohanes Penginjil Laikit, STP A dan Paroki Stella Maris Bitung.

Untuk lomba defile, pemenangnya adalah WR Sta. Ursula, St. Stefanus, Sta. Monica dan St. Bernadus. (lk)