Meimonews.com – Uskup Agung Merauke Mgr. Petrus Canisius Mandagi MSC, dan 3 (tiga) imam/pastor merayakan bersama Pesta 50 Tahun Imamat mereka di Stasi Santa Perawan Maria Ratu Paroki Kristus Raja Kembes, Kabupaten Minahasa, Minggu (28/12/2025).

Perayaan ini diawali Misa Syukur yang dipersembahkan Mgr. Mandagi (yubilaris) di dampingi Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC, 3 yubilaris lainnya serta 20-an imam/pastor termasuk Sekretaris Keuskupan Manado Pastor Poltje Pitoy Pr Pastor Paroki Kembes Pastor Firovani ‘Ovan’ Adikila Pr, sejumlah imam/pastor dari Keuskupan Agung Merauke dan frater Diakon Michael Kewo Pr di gereja Stasi.

Ratusan umat Stasi/Paroki setempat serta sejumlah undangan lainnya termasuk tokoh-tokoh penting seperti Wakil Gubernur Papua Selatan Paskalis Imadawa, Ketua DPRD Papua Selatan Herry Silubun, Kepala Dinas Kehutanan Sulut Reiner Dondokambey, Anggota DPRD Sulut Lucky Louis Schramm, donatur Keuskupan Manado hadir pada momen penuh kebahagiaan/sukacita dan kebersamaan ini.

Pastor Johanis ‘Yong’ Ohoitimur MSC saat memberikan kotbah

Pastor Johanis ‘Yong’ Ohoitimur MSC ketika memberikan kotbah mengurai tentang makna Pesta Keluarga Kudus, yang dirayakan saat itu juga, serta makna imamat dari para yubilaris, yang jatuh pada 18 Desember lalu dan para imam/pastor lainnya,

Imamat seorang pastor/imam lebih dari sekedar imam. Imamat bukan milik pribadi seorang imam. Imamat dari seorang pastor/imam dan uskup adalah partisipasi di dalam imamat itu sendiri. “Dalam bahasa teologi, seorang imam adalah Sacerdos victima. Artinya, imam kurban,” ujarnya.

Sebagian umat dan tamu/undangan yang menghadiri misa

Mantan Rektor Unika De La Salle Manado ini mengungkapkan, imam-imam perjanjian lama, biasanya mempersembahkan kurban. Kurban-kurban itu bisa hewan. Anak domba, misalnya atau hasil panen. Imam-imam dalam perjanjian lama, juga mempersembahkan kurban tapi bukan kurban itu bukan dirinya sendiri. Kurban itu terpisah dari diri imam.

Tapi pada Yesus, imamat dan kurban adalah satu hal yang sama. Yesus mempersembahkan dirinya karena itu, Ia memberikan tubuh dan darahNya. Dan, itulah yang diwariskan oleh Yesus dalam Gereja sampai saat ini,” tandasnya.

Para yubilaris (dari kiri ke kanan) Pastor Albert Hendricus Santie MSC, Mgr. Petrus Canius Mandagi MSC, Pastor Aloisius Wenseslaus Maweikere Pr dan Pastor Christianus Santie MSC

Imam yang memimpin misa, menurut Pastor Yong adalah imam kurban. Dan kemuliaan imamat bukan dari diri pastor/uskup sendiri tapi kemuliaan salib Kristus di mana Yesus mengurbankan diriNya.

Inilah dasarnya mengapa dalam Gereja Katolik seorang imam begitu dimuliakan/dihormati. Karena imam bukan hanya ditahbiskan tetapi melalui tahbisan, ia mengambil bagian dalam kurban Kristus.

Mgr. Mandagi di dampingi Pastor Paroki Kristua Raja Kembes Pastor Firovani ‘Ovan’ Adikila Pr saat memotong kue pesta imamat

Kiranya kemuliaan kurban inilah yang dihidupi selama 50 tahun oleh Mgr. Mandagi dan 3 imam yubilaris serta imam-iman lainnya. Jadi imamat itu adalah sesuatu yang mulia tapi dianugerahkan melalui kemanusiaan seorang pastor yang rapuh bagaikan bejana tanah liat. Imam bisa gembira bersama umat tapi juga turut merasakan dukacita dan pergumulan hidup.

“Di altar, imam mengurbankan diri seperti Kristus dan dalam hidup sehari-hari imam mengurbankan diri melalui tugas pelayanan yang dipercayakan kepadanya,” ujarnya seraya mengajak melihat aspek imam-kurban dalam pengalaman Mgr. Mandagi di Ambon dan Merauke.

Mgr. Mandagi, Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC, Wakil Gubernur Papua Selatan Paskalis Imadawa, Ketua DPRD Papua Selatan Herry Silibun saat memberikan sambutan

Di kedua tempat itu, Mgr. Mandagi banyak dikritik, kekurangannya diungkit, bahkan ditolak, dibenci, dihina dan lain sebagainya tapi Mgr. Mandagi tetap diam, tidak melawan karena sebagai seorang imam ia memberi diri, bersedia mengurbankan diri, bersedia menanggung penderitaan, bersedia disalibkan bersama Kristus demi penebusan.

Dalam sambutannya, Mgr. Mandagi secara apa adanya mengurai perjalanan panjang imamatnya hingga bisa menjadi Uskup Amboina dan Uskup Agung Merauke. Banyak lika-liku perjalanan imamatnya.

Pemberian kue pesta oleh Mgr. Mandagi kepada 3 imam yubliaris dan Mgr. Rolly

Tapi ia bisa merayakan Pesta Emas Imamat bersama 3 rekan seangkatannya tidak terlepas kaitannya dengan antara lain dukungan keluarga (ada yang menjadi imam/pastor, suster, frater dan bruder).

Sikap seperti disiplin, tegas dan berintegritasnya mewarnai perjalanan panjang imamatnya. Ia memiliki sikap mau mengampuni walaupun sering dikritik/dihina/dimasalahkan padahal apa yang dibuatnya memiliki nilai penting dan berharga di mata masyarakat dan Gereja.

Penyerahan buku tentang Mgr. Mandagi yang ditulis Frits H. Pangemanan saat launching

Sikap seperti disiplin, tegas dan berintegritas serta berkontribusi penting baik bagi Gereja maupun daerah/masyarakat diakui Wakil Gubernur Papua Selatan dan Ketua DPRD Papua Selatan (saat memberikan sambutan di penghujung misa) serta Uskup Manado ketika mereka memberikan sambutan pada acara syukuran di halaman gereja, usai misa.

Atas nama umat Katolik Keuskupan Manado yang tersebar di 78 paroki dan 400 stasi (di mana Stasi Kamangta salah satunya) serta para imam/pastor, suster, frater dan bruder, Mgr. Rolly menyampaikan selamat merayakan 50 tahun imamat kepada Mgr. Mandagi dan ketiga pastor/imam yakni Pastor Wens, Pastor, Andre dan Pastor Christ.

Saat perarakan

Para yubilaris, menurut Mgr. Rolly, telah berhasil melewati berbagai tantangan dan kesulitan tetapi juga menghadapi cinta dari umat di mana-mana. Mgr. Mandagi berhasil melewati krisis/kerusahan di Ambon dengan selamat.

“Itu patut disyukuri dan telah disyukuri saat miaa tadi dan dilanjutkan acara syukuran ini setelah misa,” ujar Mgr. Rolly.

Foto bersama sejumlah undamgan

Mantan Provinsial MSC Indonesia ini mengungkap pula bagaimana Mgr. Mandagi ketika bertugas di Keuskupan Amboina termasuk saat Pak Sinyo Harry Sarundayang menjadi Plt. Gubernur Ambon, yang sungguh banyak tantangan yang dihadapi tapi Mgr. Mandagi bisa melewati itu dengan baik, dan kemudian diangkat sebagai Uskup Agung Merauke.

Pesta Emas Imamat para yubilaris jatuh pada 18 Desember 2025. Mereka, secara sendiri-sendiri telah merayakannya pada tanggal tersebut di tempat mereka bertugas.

Saat ini, Pastor Wens adalah Pastor Paroki St. Mikhael Perkamil, Pastor Andre adalah Rektor/Pastor Pelayanan RS Gunung Maria Tomohon, Pastor Christ tinggal di rumah tua MSC di Karombasan, Mgr. Mandagi Uskup Agung Merauke.

Acara syukuran setelah misa diwarnai sambutan-sambutan dari Mgr. Mandagi, Mgr. Rolly, Camat Tombulu, pemotongan kue perayaan dan penyerahan oleh Mgr. Mandagi kepada 3 yubilaris lainnya dan kepada Mgr. Rolly serta launching beberapa buku tentang Mgr. Mandagi oleh penulis Frits H. Pangemanan, beberapa atraksi dan makan bersama.

Sebelum Mgr. Mandagi dan Mgr. Rolly tiba di lokasi kegiatan tari kabasaran dan LC stasi setempat menjemput dan mengarak kedua Uskup dari dekat ujung kampung ke rumah keluarga Mandagi – Dolang (penyelenggara kegiatan) serta menuju ke gereja. (elka)

 

Meimonews com – Momen Perayaan Natal Yesus Kristus (acap disingkat Natal) dijadikan momen untuk mengadakan syukuran dari keluarga Mandagi – Dolang karena beberapa anggota keluarganya menjadi (lagi) Uskup serta Hidup Membiara 5O tahun dan 40 tahun.

Syukuran yang dimaksud adalah pelantikan Uskup Agung Merauke Mgr. PC Mandagi (7 Agustus 2022), 50 Tahun Hidup Membiara Sr. Beatrix Mandagi DSY (4 Oktober 2022), 50 Tahun Hidup Membiara Freter Lukas Mandagi CMM (29 Juni 2022), dan 40 Tahun Hidup Membiara Pastor Fransiskus Mandagi MSC.

Misa yang dipersembahkan Mgr. Petrus Canisius Mandagi MSC (Uskup Keuskupan Agung Merauke) sebagai selebran utama,  di dampingi Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC, Pastor Pastor Fransiskus Mandagi, Pastor Paroki Kristus Raja Kembes Didi Poluan Pr dan puluhan pastor lainnya lainnya serta Frater Diakon Deddy Pati Pr mengawali acara syukuran.

Misa yang dilaksanakan di Gereja Stasi Sta. Perawan Maria Ratu Kamangta Paroki Kristus Raja Kembes Selasa (27/12/2022) dihadiri sejumlah biarawan/biarawati di antaranya dari Tarekat MSC, CMM, DSY, JMJ, PKarm, CSE, imam diosesan serta sejumlah undangan seperti Karo Umum Setdaprov Sulut Reiner Dondokambey, Camat Tombulu, Hukum Tua Desa Kamangta, keluarga Korompis – Mewengkang (pemilik Yayasan/Persekolahan Lokon) dan umat stas/parokii setempat.

Setelah misa, acara dilanjutkan syukuran di rumah keluarga. Dengan diantar tari Kabasaran, yubilaris (uskup, pastor, suster dan frater yang merayakan syukurannya) di dampingi Mgr. Rolly (sapaan Uskup Manado), dan rombongan berarak dari gereja menuju rumah keluarga.

Saat syukuran di rumah, setelah sambutan Wakil Bupati Minahasa Robby Dondokambey diadakan pemasangan lilin serta pemotongan dan penyerahan kue kepada beberapa pastor dan tamu/undangan. Acara ini dipamdu Kadis Kominfo Minahasa Maya Kainde.

Mgr. Mandagi baik dalam kotbah maupun sambutannya di gereja mengurai sejarah perjalanan anggota keluarga yang bisa melahirkan rohaniwan/rohaniwati dari keluarga Mandagi – Dolang, asal Kamangta.

Keberhasilannya menjadi Uskup Agung Merauke (yang sebelumnya Uskup Amboina), Suster Beatrix, Frater Lukas dan Pastor Fransiskus, bahkan Frater Herman Mandagi CMM dimulai dari keluarga. Selain itu adanya doa dari kedua orangtua mereka.

Kedua hal tersebut, ungkap uskup yang suka bicara apa adanya, yang membuat sehingga mereka (dia serta kakak (Suster Beatrix dan adik-adiknya Frater (dua orang) dan pastor bisa seperti sekarang ini. “Ada yang menjadi uskup (beliau – red), suster, frater dan pastor,” tandasnya.

Mgr. Rolly (sapaan Uskup Manado) di awal sambutannya menyampaikan selamat/proficiat kepada Mgr. Mandagi yang sudah emeritus (Uskup Amboina) namun kemudian dilantik sebagai Uskup Agung merauke (dengan lima wilayah Keuskupan), Suster Beatrix, Frater Lukas dan Pastor Fransiskus yang masing-masing hidup membiara 50 tahun (suster Beatrix dan Frater Lukas) dan Pastor Fransiskus 40 Tahun Hidup Membiara, serta juga Frater Herman Manadagi CMM yang tahun lalu (2021) merayakan 45 Hidup Membiara.

Suatu kebanggaan yang dimulai dari keluarga, seperti diceritakan Mgr. Mandagi (dalam kotbah dan sambutan) kemudian pendidikan di sekolah dasar yang ada di samping gereja Stasi ini, yang dulu gurunya cuma dua orang tapi hasilnya cemerlang, ungkap Mgr. Rolly, sungguh luar biasa, dan kita bersama keluarga Mandagi – Dolang mensyukuri itu.

Produk yang dihasilkan pada waktu lalu (seperti adanya keluarga yang anggotanya menjadi uskup, pastor, suster dan frater – red), sebut Mgr. Rolly, kiranya menjadi tantangan termasuk kepada Pemerintah.

Fasilitas yang ada, hendaknya lebih baik. Segala fasilitas ketenagaan pendidikan dari Pemerintah dan dukungan dari umat termasuk dari YPK diperlukan untuk kemajuan dunia pendidikan termasuk di Sulut.

“Dulu, dengan fasilitas masih terbatas tapi telah menghasilkan hal yang luar biasa,” ujar Mgr. Rolly yang menguraikan bagaimana dari sekolah yang sederhana di Desa Kamangta ini telah menghasilkan hal yang dibanggakan bukan hanya untuk keluarga (Mandagi – Dolang), Desa Kamangta, umat Katolik tapi juga daerah ini.

Mgr. Rolly menyampaikan terima kasih atas pemberian diri dari Mgr. Mandagi, Suster Beatrix Frater Lukas, Pastor Fransiskus, dan juga Frater Herman. (Fer)

Meimonews.com – Di tengah kesibukannya sebagai Wakil Bupati Minahasa, Robby Dondokambey menyempatkan hadir pada acara syukuran pelantikan Uskup, hidup membiara Pastor, Suster dan Frater dari Keluarga Mandagi – Dolang.

Acara syukuran diawali misa syukur yang dipersembahkan Mgr. Petrus Canisius Mandagi MSC (Uskup Keuskupan Agung Merauke) sebagai selebran utama,  di dampingi Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC, Pastor Pastor Fransiskus Mandagi, Pastor Paroki Kristus Raja Kembes Didi Poluan Pr dan puluhan pastor lainnya lainnya serta Frater Diakon Deddy Pati Pr.

Misa yang dilaksanakan di Gereja Stasi Sta. Perawan Maria Ratu Kamangta Paroki Kristus Raja Kembes Selasa (27/12/2022) dihadiri sejumlah biarawan/biarawati di antaranya dari Tarekat MSC, CMM, DSY, PKarm, CSE JMJ, imam diosesan serta sejumlah undangan seperti Karo Umum Setdaprov Sulut Reiner Dondokambey, Camat Tombulu, Hukum Tua Desa Kamangta, keluarga Korompis – Mewengkang dan umat stas/parokii setempat.

Syukuran yang dilaksanakan keluarga Mandagi – Dolang di momen Natal ini adalah peresmian Uskup Agung Merauke Mgr. PC Mandagi (7 Agustus 2022), 50 Tahun Hidup Membiara Sr. Beatrix Mandagi DSY (4 Oktober 2022), 50 Tahun Hidup Membiara Frater Lukas Mandagi CMM (29 Juni 2022), dan 40 Tahun Hidup Membiara Pastor Fransiskus Mandagi MSC.

Usai misa syukur dilanjutkan acara syukuran di rumah keluarga, yang berjarak beberapa ratus meter dari gereja.

Dengan diantar tari Kabasaran, yubilaris (uskup, pastor, suster dan frater yang merayakan syukurannya) di dampingi Mgr. Rolly (sapaan Uskup Manado), rombongan berarak dari gereja menuju rumah keluarga.

Wabup dalam sambutannya menyampaikan ucapan syukur Pemerintah Kabupaten Minahasa karena Mgr. Mandagi, Suster Beatrix, Frater Lukas dan Pastor Fransiskus bisa merayakan syukuran pelantikan Uskup dan hidup membiara mereka di momen Natal Yesus Kristus tahun ini.

Wabup juga mengungkapkan rasa syukurnya karena ada keluarga bapaknya yang fam Mandagi, serta bersyukur karena mereka (keluarga Mandagi – Dolang) bisa merayakan syukur atas pelayanan mereka, yang tidak saja di Sulut tapi juga di luar daerah ini.

“Ini suatu hal yang luar biasa, dipakai Tuhan untuk tugas pelayanan. Atas nama Pemerintah Kabupaten Minahasa, kami (Bapak Bupati Roy Roring saya Robby Dondokambey sebagai Wakil Bupati) menyampaikan selamat dan bersyukur bersama keluarga Mandagi – Dolang serta dengan kesaksian dari pihak keluarga saat ini.

Wabup menyampaikan pula titipan ucapan selamat dari Gubernur Sulur Olly Dondokambey yang saat bersamaan ada acara penting dan bersiap ke Jakarta kepada keluarga yang bersyukur (atas pelantikan Uskup dan hidup membiara Suster, Frater dan Pastor dari keluarga Mandagi Dolang).

Saat misa, kotbah dan sambutan mewakili yubilaris dibawakan Mgr. Mandagi serta sambutan oleh Uskup Manado. Wabup Minahasa Robby Dondokambey membawakan sambutan saat syukuran di rumah keluarga.

Kadis Kominfo Minahasa Maya Kainde yang hadir di acara itu didaulat untuk memamdu acara pemasangan lilin dan pemotongan kue syukuran. (Fer)