Meimonews.com – Sebanyak 677 mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) Gelombang 1 Tahun 2026 Unima (Universitas Negeri Manado) mengikuti kegiatan pembekalan sebelum diterjunkan ke masyarakat.

Pembekalan bagi para mahasiswa dari fakultas-fakultas se-Unima ini dilakukan di Auditorium Maria Walanda Maramis Unima, Tondano, Senin (16/3/2026).

Kegiatan pembekalan ini mengangkat tema Pembangunan sikap hospitality untuk pengembangan SDM yang bermakna, profesional, sopan dan bebas dari kekerasan seksual.

Pembekalan yang menjadi langkah awal dalam mempersiapkan mahasiswa sebelum terjun langsung ke masyarakat ini dibuka pelaksanaannya oleh Wakil Rektor 2 (Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum) Donal Matheos Ratu, mewakili Rektor Joseph Philip Kambey di dampingi Kepala LPPM Unima Amstrong Sompotan bersama sekretaris dan jajaran pimpinan Unima lainnya,

Dalam sambutannya, Warek 2 menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan, sikap profesional, serta nilai-nilai sosial selama pelaksanaan KKN.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Wakil Rektor 2 menyerahkan, secara simbolis pataka Unima kepada Pemerintah Kabupaten Minahasa yang diwakili oleh Kepala BKPSDM Kabupaten Minahasa Johny Tendean.

Penyerahan ini menjadi simbol pelepasan sekaligus bentuk sinergi antara Unima dan pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan KKN yang berdampak bagi masyarakat. (*/FA)

Meimonews.con – Universitas Negeri Manado (Unima) menggelar Sidang Senat Terbuka dengan agenda Pengukuhan Guru Besar (Profesor).

Sidang senat yang dipimpin Herry Sumual (Ketua) ini diadakan di Auditorium Unima, Tondano, Jumat (13/3/2026).

Hadir pada kegiaran ini, antara lain para anggota senat, Rektor Joseph Philip Kambey, para Wakil Rektor, pimpinan lembaga dan staf Unima lainnya serta para guru besar yang dikukuhkan dan keluarganya.

Para guru besar yang dikukuhkan pada momen akaremik tersebut adalah Prof. Dr. Roeth AO Najoan, M.Pd, Prof. Dr. Fredrik A. Makadada, M.Kes, AIFO, Prof. Dr. Dra. Elisabeth Z. Oroh, M.Hum, Prof. Dr. Fredrik D. Sumarauw, M.Kes, AIFO dan Prof. Dr. Sherly F. Lensun, S.Pd, M.Pd

Pengukuhan ini menjadi wujud komitmen Unima dalam memperkuat kualitas akademik, penelitian, dan kontribusi keilmuan bagi kemajuan pendidikan dan masyarakat.

Diharapkan dengan adanya pengukuhan ini akan terus menginspirasi membawa kemajuan bagi Unima dan dunia pendidikan. (*/FA)

Meimonews.com – Unima (Universitas Negeri Manado) menandatangani MoU (Memorandum of Agreement) dengan Unbraw (Univeritas Brawaijaya) di Unbraw Malang, Rabu (11/3/2026).

Penandatanganan dilakukan oleh Wakil Rektor 3 Unima Lenny Leorina Evinita dan Dekan Fakultas Kedokteran (Faked) Unbraw Wisnu Barlianto.

Turut menyaksikan penandatangan MoA ini Rektor Unima Joseph Philip Kambey dan Rektor Universitas Brawijaya Widodo.

Unima melakukan kerjasama dengan Unbraw khsususnya dengan Faked Unbraw terkait dengan pembukaan Faked Unima. Faked Unbraw akan menjadi pendamping dalam kaitannya pendidikan kedokteran.
.
Kerjasama ini menjadi langkah strategis dalam mendukung pengembangan Pendidikan Kedokteran di Unima.. (FA)

Meimonews.com – Meningkatnya anggaran program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dari tahun ke tahun sebagai bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendiktisaintek RI) dalam memperluas akan pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu diapresiasi dan disambut positif Pimpinan Universitas Negeri Manado (Unima).

Hal tersebut disampaikan Wakil Rektor 3 Unima Lenny Leorina Evinita mewakiili Rektor Unima Joseph Philip Kambey kepada Meimonews.com via WhatsApp, Rabu (25/2/2026).

“Kami (Pimpinan Unima) mengapresiasi dan menyambut positif kenaikan anggaran KIP Kuliah yang terus meningkat dari tahun ke tahun,” ujarnya.

Dengan meningkatnya anggaran ini, tambahnya  memberikan kesempatan lebih banyak bagi anak bangsa mendapatkan pendidikan di jenjang perguruan tinggi,”

Rektor Unima Joseph Philip Kambey

Humas Kemendiktisaintek, dalam siaran persnya , pekan lalu memaparkan, berdasarkan data Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) Kemdiktisaintek, tren jumlah penerima KIP Kuliah terus meningkat setiap tahun sejak 2020. Tren ini terlihat pada penerima mahasiswa baru maupun total penerima secara keseluruhan, termasuk penerima yang sedang menjalani studi (ongoing).

Pada tahun 2020, anggaran KIP Kuliah tercatat sebesar Rp. 6,5 triliun. Anggaran tersebut terus meningkat secara signifikan hingga mencapai Rp. 14,9 triliun pada tahun 2025 dengan jumlah sasaran penerima sebanyak 1.044.921 mahasiswa berdasarkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA).

Pada Tahun Anggaran 2026, alokasi anggaran KIP Kuliah berdasarkan DIPA naik menjadi Rp. 15.323.650.458.000 dengan sasaran penerima sebanyak 1.047.221 mahasiswa.

Wakil Rektor 3 Unima Lenny Leorina Evinita

Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) RI Brian Yuliarto menjelaskan, Kemdiktisaintek terus mengawal program KIP Kuliah agar anggarannya tidak berkurang dan program dapat terlaksana lebih baik lagi.

Ditegaskan, KIP Kuliah merupakan instrumen strategis untuk memastikan pemerataan kesempatan pendidikan tinggi. Oleh karena itu, Brain berkomitmen bahwa Kemdiktisaintek akan terus memperluas akses pendidikan melalui program KIP Kuliah yang merupakan “Jembatan Harapan” bagi siswa berprestasi dengan keterbatasan ekonomi untuk melanjutkan studi dan memastikan anak-anak Indonesia yang kurang mampu secara ekonomi namun berprestasi, tetap bisa menempuh dan lulus pendidikan tinggi.

Kemdiktisaintek akan terus memastikan bahwa bantuan biaya hidup dari KIP Kuliah adalah hak penuh mahasiswa dan perguruan tinggi serta semua pihak lain dilarang melakukan pungutan bagi penerima KIP Kuliah.

Terkait perbedaan distribusi jumlah penerima di perguruan tinggi tertentu, Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) Kemdiktisaintek selaku pengelola KIP Kuliah menyampaikan bahwa variasi tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Distribusi kuota KIP Kuliah pada periode 2020–2024 didasarkan pada daya tampung masing-masing program studi berdasarkan akreditasi program studi pada masing-masing perguruan tinggi.

Skema ini menempatkan kapasitas kampus dan kualitas program studi sebagai dasar pengalokasian kuota, sehingga jumlah penerima di tiap kampus mengikuti kebijakan yang relatif stabil dari tahun ke tahun sehingga persentase jumlah penerima dimasing-masing perguruan tinggi relatif tetap.

Mulai tahun 2025, PPAPT Kemdiktisaintek ditugaskan mengelola program KIP Kuliah. Untuk meningkatkan ketepatan sasaran penerima, prioritas penerima bagi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) diberikan berdasarkan jumlah pemegang Kartu Indonesia Pintar SMA/sederajat atau terdata di DTKS, atau PPKE maksimal Desil 3 yang lulus Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) di masing-masing Perguruan Tinggi Negeri dan telah terdaftar di sistem KIP Kuliah sebelum mengikuti SNBP dan SNBT.

Sedangkan bagi Perguruan Tinggi Swasta (PTS), kuota didistribusikan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) berdasarkan berdasarkan daya tampung masing-masing program studi berdasarkan akreditasi program studi pada PTS di wilayah kerja LLDikti.

Dengan kebijakan ini, prioritas penerima KIP Kuliah melekat pada siswa dari keluarga miskin dan rentan miskin yang lulus seleksi masuk PTN melalui SNBP atau SNBT sehingga secara otomatis akan ditetapkan sebagai penerima KIP Kuliah setelah diverifikasi dan divalidasi oleh perguruan tinggi.

Ini artinya, pemerintah semakin memprioritaskan bagi siswa-siswi calon mahasiswa yang memiliki potensi akademik baik dan memiliki keterbatasan ekonomi untuk mendapatkan KIP Kuliah.

Selain itu, pemerintah memberi prioritas lebih besar agar mahasiswa dari keluarga miskin dan rentan miskin bisa kuliah di program studi unggulan, baik di PTN maupun PTS di seluruh Indonesia.

Setiap kebijakan baru tentu memiliki implikasi dalam implementasinya. Dengan kebijakan baru di tahun 2025, jumlah kuota secara nasional minimal tetap 200 ribu mahasiswa baru. Namun, PTN tidak langsung mendapatkan kuota bagi penerima KIP Kuliah seperti tahun 2020 – 2024.

Jumlah penerima ditentukan oleh berapa banyak siswa pemegang Kartu Indonesia Pintar SMA/sederajat, atau terdata di DTKS, atau PPKE maksimal Desil 3 yang lulus SNBP atau SNBT.

Oleh karena itu, Kepala PPAPT Kemdiktisaintek, menyampaikan, jika di suatu perguruan tinggi jumlahnya menurun, hal itu bisa terjadi karena banyak siswa pemegang Kartu Indonesia Pintar SMA/sederajat atau yang terdata di DTKS atau PPKE maksimum desil 3 yang tidak lulus SNBP atau SNBT, sehingga tidak dapat masuk di kampus tersebut, atau karena proporsi pendaftar dari pemegang Kartu Indonesia Pintar SMA/sederajat, DTKS dan PPKE memang tidak banyak.

Dengan demikian, penurunan pada satu perguruan tinggi tidak mencerminkan pengurangan kuota secara nasional, tidak pula mencerminkan pengurangan anggaran KIP Kuliah. Hal ini merupakan konsekuensi dari distribusi berbasis data dan hasil seleksi tahun berjalan.

Sebagai contoh nyata, perubahan jumlah penerima pada kampus Universitas Negeri Medan yang pada tahun 2024 hanya menerima sekitar 1.000 mahasiswa baru penerima KIP Kuliah. Namun pada tahun 2025, jumlah siswa pemegang Kartu Indonesia Pintar SMA/sederajat, atau terdata di DTKS, atau PPKE maksimal Desil 3 yang lulus SNBP dan SNBT lebih dari 3.000 sehingga mendapatkan peningkatan yang sangat besar.

Sebaliknya pada kampus lain seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), pada tahun 2024 menerima kuota sekitar 1.900 mahasiswa baru penerima KIP Kuliah. Namun, pada tahun 2025, siswa pemegang Kartu Indonesia Pintar SMA/sederajat, atau terdata di DTKS, atau PPKE maksimal Desil 3 yang lulus SNBP dan SNBT di UGM hanya sekitar 708 mahasiswa sehingga terjadi penurunan yang cukup besar.

Penyebab lain hal ini terjadi karena siswa pemegang Kartu Indonesia Pintar SMA/sederajat, atau terdata di DTKS, atau PPKE maksimal Desil 3 yang mendaftar ke UGM memang tidak banyak.

Kemdiktisaintek selanjutnya telah mendistribusikan kuota tambahan bagi perguruan tinggi seperti UGM yang mengalami penurunan jumlah penerima cukup besar walaupun secara total tidak sama dengan tahun 2024 atau sebelumnya.

Seiring dengan keluarnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), pemerintah memberlakukan sistem basis data terintegrasi untuk meningkatkan akurasi sasaran bantuan sosial dan pemberdayaan masyarakat termasuk program KIP Kuliah yang masuk dalam kelompok bantuan sosial dalam bidang pendidikan.

Oleh karena itu, mulai tahun 2026, prioritas penerima KIP Kuliah diberikan kepada lulusan SMA/SMK penerima PIP SMA/sederajat dan/atau yang terdata dalam DTSEN yang berada pada desil 1 sampai dengan desil 4. Untuk PTN, prioritas penerima diberikan kepada siswa yang lolos melalui jalur SNBP dan SNBT.

Penajaman ini dilakukan untuk memastikan bantuan benar-benar menjangkau calon mahasiswa dari keluarga miskin dan rentan miskin yang memiliki potensi akademik baik. Sedangkan untuk PTS, kuota tetap didistribusikan oleh LLDikti didasarkan oleh daya tampung masing-masing program studi berdasarkan akreditasi program studi pada PTS di wilayah kerja LLDikti.

Kemdiktisaintek memastikan bahwa penyaluran KIP Kuliah dilakukan secara akuntabel, tepat sasaran, dan berbasis data. Evaluasi rutin dilakukan agar bantuan pendidikan benar-benar diterima oleh mahasiswa yang memenuhi kriteria dan membutuhkan dukungan pembiayaan.

Penambahan kuota penerima KIP Kuliah sebagai bagian dari optimalisasi distribusi anggaran terjadi di beberapa perguruan tinggi. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah terus melakukan penyesuaian untuk memastikan program berjalan efektif dan adaptif terhadap kebutuhan.

Sejak pertama kali diluncurkan, KIP Kuliah telah menjadi salah satu pilar penting dalam penguatan sumber daya manusia Indonesia. Melalui dukungan pembiayaan pendidikan, mahasiswa dapat lebih fokus pada studi dan pengembangan diri tanpa terbebani kendala ekonomi.

Dengan peningkatan anggaran, perluasan sasaran, dan penyempurnaan kebijakan, KIP Kuliah terus menjadi bagian penting dalam strategi pembangunan pendidikan tinggi yang inklusif dan berkeadilan. Pemerintah memastikan akses terhadap pendidikan tinggi tetap terbuka dan semakin luas bagi generasi muda Indonesia di seluruh daerah.

“Kami dari Kemdiktisaintek, mengajak seluruh anak-anak Indonesia yang berasal dari keluarga kurang mampu, terutama lulusan SMA/SMK, untuk jangan khawatir meneruskan ke jenjang kuliah, KIP Kuliah akan menjadi sarana untuk anak bangsa meraih masa depan yang lebih baik,” sebut Brian.

Untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas program ini, Kemdiktisaintek membuka secara aktif kanal pengaduan melalu i: Laman: lapor.go.id, Pusat Panggilan Unit Layanan Terpadu (ULT) Kemdiktisaintek: 126, Email ULT Kemdiktisaintek: [email protected] Whatsapp ULT Kemdiktisaintek: +62851-8606-9126. (FA)

Meimonews.com – Universitas Negeri Manado (Unima) pimpinan Rektor Joseph Philip Kambey melalui Panitia Penerimaan Mahasiswa (PMB) Tahun 2026 bagikan jadual penting Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) jalur UTBK (UjiannTertulis Berbasis Komputer)-SNBT (Seleksi Nasional Berbasis Tes).

Dalam percakapan dengan Meimonews.com, di ruang kerjanya, Senin (23/2/2026), Ketua Panitia PMB Tahun 2026 Unima Hendro M. Sumual (Dekan Fakultas Teknik/Fatek) menjelaskan, ada enam jadual penting Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) tahun 2026.

Pertama, Registrasi akun SNPMB siswa; kedua, Pendaftaran UTBK-SNBT; ketiga, Pembayaran biaya UTBK; keempat, Pelaksanaan UTBK; kelima, Pengumuman hasil UTBK; dan keenam, Masa unduh sertifikat UTBK.

Dihubungi terpisah, Sekretatis Panitia PMB Tahun 2026 Unima Vivi Winny Saroinsong menguraikan, untuk jadual penting pertama, berlaku 12 Januari – 7 April. Kedua, 25 Maret – 7 April. Ketiga, 25 Maret – 8 April. Keempat, 21 – 30 April. Kelima, 25 Mei. Keenam, 2 Juni – 31 Juli 2026.

Ketua Panitia PMB Unima Tahun 2026 Hendro M. Sumual dan Sekretaris PMB Unima Tahun 2026 Vivi Winny Saroinsong

“Ada 68 prodi (program studi) yang tersedia untuk penerimaan Maba Unima yang ada di 7 fakultas, dan 1 pascasarjana,” ujar Karo Vivi, sapaan akrab Kepala Biro (Karo) Perencanaan, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat (PKSHM) Unima ini.

FIPP (Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi) 7 prodi yakni S1 Pendidilan Guru Sekolah Dasar (S,Pd), S1 Pendidikan Psikologi (S.Psi), S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (S.Pd), S1 Pendidikan Luar Sekolah (S.Pd), S1 Pendidikan Khusus (S,Pd), S1 Bimbingan Komseling, dan S2 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (M,Pd)

FIKKM (Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Masyarakat) 7 prodi yakni S1 Ilmu Keolahragaan (S.Or), S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga (S.Pd) S1 Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (S.Pd), serta S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat (SKM)

FEB (Fakultas Ekonomi dan Bisnis) 4 prodi yakni S1 Manajemen (SE) S1 Ilmu Ekonomi (SE), S1 Pendidikan Ekonomi (S,Pd), S1 Akuntansi (S.Ak), dan D3 Manajemen Pemasaran (A.Md).

FBS (Fakultas Bahasa dan Seni) 8 prodi yakni S1 Bahasa dan Sastra Inggris (SS), S1 Pendidikan Bahasa Inggris (S.Pd), S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S.Pd), S1 Pendidikan Bahasa Jepang (S.Pd), S1 Pendidikan Bahasa Prancis (S.Pd) S1 Pendidikan Bahasa Jerman (S.Pd), S1 Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (S.Pd), serta S1 Pendidikan Seni Rupa (S.Pd).

Fatek (Fakultas Teknik) 9 prodi yakni S1 Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (S.Pd), S1 Pendidikan Teknik Elektro (S.Pd), S1 Pendidikan Teknik Mesin (S.Pd), S1 Teknik Bangunan (S.Pd), S1 Pendidikan Teknologi, Informatika dan Komunikasi (S.Pd), Teknik Sipil (ST), S1 Teknik Mesin (ST), S1 Teknik Informatika (S.Kom), serta S1 Teknik Arsitektur (ST).

FMIPAK (Fakultas Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam dan Kebumian) 14 prodi yakni S1 Pendidikan Kimia (S.Pd), S1 Kimia (S.Si), S1 Pendidikan Biologi (S.Pd), S1 Biologi (S.Si), S1 Pendidikan Fisika (S.Pd), S1 Fisika (S.Si), S1 Pendidikan Matematika (S.Pd), S1 Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (S.Pd), S1 Ilmu Lingkungan (S.L), S1 Geofisika (S.Gf), S2 Ilmu Kimia (M.Si), S2 Biologi (M.Si), S3 Biologi (Dr), serta S3 Kimia (Dr).

FISH (Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum) 11 prodi yakni S1 Pendidikan Geografi (S.Pd), S1 Geografi (S.Geo), S1 Ilmu Administrasi Negara (SAP), S1 Pendidikan Sosiologi (S Pd), S1 Ilmu Hukum (SH), S1 Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (S.Pd), S1 Pendidikan Sejarah (S.Pd), S1 Pendidikan Pamcasila dan Kewarganegaraan (S.Pd), S2 Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (M.Pd), S2 Administrasi Negara (MAP), serta S3 Administrasi Negara (Dr).

Pascasarjana 11 prodi yakni S2 Manajemen Pendidikan (M.Pd), S2 Pendidikan Olahraga (M.Pd), S2 Pendidikan Bahasa Inggris (M.Pd), S2 Pendidikan Bahasa Indonesia (M.Pd), S2 Pendidilan Ekonomi (M.Pd) S2 Pendidikan Teknolpgi dan Kejuruan (M.Pd), S2 Hukum (MH), S2 Pendidikan Matematika (M.Pd), S2 Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (M.Pd), S2 Biokewirausahaan (M.Bio K) serta S3 Manajemen Kependidikan (Dr).

Baik Hendro maupun Karo Vivi berharap, para siswa SMA/SMK/sederajat memanfaatkan kesempatan untuk menjadi mahasiswa Unima yang kini berakreditasi Unggul lewat jalur penerimaan mahasiswa baru yang ada. (FA)

Meimonews.com -Universitas Negeri Manado (Unima) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Sosialisasi Promosi Penerimaan Mahasiswa Baru SNBP/SNBT/BP2 dan Workshop Penulisan Karya Ilmiah Bidang Akademik.

Hadir dalam kegiatan ini, Wakil Rektor 1 Mister Gideon Maru, Wakil Rektor 3 Lenny Leorina Evinita, pimpinan Senat Unima, para Dekan, Direktur Pascasarjana, Ketua Lembaga, Ketua UPA, Ketua dan Sekretaris Panitia PMB Unima (Hendro Sumual/Dekan Fatek dan Vivi Winny Saroinsong/Karo PKHM Unima) serta para puluhan kepala SMA/SMK/Sederajat negeri dan swasta se-Sulut.

Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Rapat Kantor Pusat Unima, Tondano, Kamis (19/2/2026) yang dibuka pelaksanaannya oleh Wakil Rektor 2 Unima Donal Matheos Ratu mewakili Rektor Unima Joseph Philip Kambey ini menampilkan dua pembicara penting.

Pembicara pertama adalah Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Dikda Sulut Bravo Turang dan pembicara kedua adalah Dekan Fakultas Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam dan Kebumian (FIPAK) Jeremia Mokosuli.

Sebelum penyampaian materi, Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Unima Hendro Sumual menyampaikan beberapa hal terkait penerimaan Mahasiswa Baru Unima Tahun Akademik 2026/2027.

Wakil Rektor 1 Mister Gideon Maru juga berkesempatan menyampaikan beberapa hal penting.

Dijelaskan, momen sosialisasi dan penerimaan mahasiswa baru yang ditandai dengan kehadiran para Kepala Sekolah dari SMA/SMK terkemuka di Sulut merupakan momen kebeŕsamaan dan kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah untuk memperoleh calon mahasiswa yang berkualitas sekaligus memperkuat lulusan.

Selain itu, merancang kerjasama untuk meningkatkan kompetensi guru dan melahirkan program-program yang berdampak pada naiknya angka keberhasilan dalam TKA tiap sekolah.

“Di sisi lain ini, adalah moment of memory, nostalgia para kepsek yang sebagian besar alumni untuk meniti kembali jalan kenangan selama menimba ilmu di Unima atau IKIP, sekaligus kerinduan berkontribusi bagi almamater tercinta,” ujar Warek Bidang Akadenik ini.

Turang dalam pemaparan materinya yang dimoderatori Christin Pajow dan pemandu Marcia Imelda Watulingas menjelaskan soal Diagnosa TKA dan Penguatan Praktik Pembelajaran : Langkah Nyata Meningkatkan IPM Sulawesi Utara.

Di akhir pemaparan materinya, Turang memaparkan tiga poin kesimpulannya. Pertama, dalam konteks peningkatan kualitas SDM, hasil tes kemampuan akademik (TKA) menjadi instrumen penting untuk memotret kualitas yang sebenarnya.

Berdasarkan hasil TKA yang kjta lihat, pencapaian akademik yang baik pada tingkat sekolah menengah merupakan fondasi yang menentukan sejauh mana siswa survive di pendidikan lebih tinggi.

Kedua, dalam konteks IPM Sulut, khususnya dimensi pendidikan, peningkatan tidak hanya ditentukan oleh lama sekolah tetapi oleh kualitas kompetensi yang diperoleh selama bersekolah.

HLS 12,98 menunjukkan peluang yang beaar. Namun, peluang itu hanya akan berdampak jika diikuti dengan mutu pembelajaran yang konsisten dan terukur.

Ketiga, kepala sekolah tidak boleh lagi hanya fokus pada target administratif agar siswa sekadar lulus dan menerima ijasah. Lebih dari itu, ada tanggung jawab untuk memastikan bahwa lulusan kita benar-benar memiliki kompetensi yang layak dan motivasi kuat untuk melanjutkan pendidikan ke oerguruan tinggi.

Mokosuli memaparkan materi Analisis bibliometrik potensi pengembangan guru SMA, penulisan karya ilmiah guru dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran dan penjenjangan karier.

Di akhir pemaparannya, Mokosuli membagikan pemdapatnya tentang langkah guru. Ada lima tahap yakni tahap pertama, pemilihan topik; tahap kedua, persiapan metodologis; tahap ketiga, pelaksanaan; tahap keempat, analisis dan penulisan; serta tahap kelima, publikasi.

Di sesi tanya-jawab, Ketua Senat Unima Herry Sumual dan Kepala SMA Negeri 9 Manado Hendra Massie memanfaatkan sesi tersebut dengan memberikan masukkan dan pertanyaan. (FA)

Meimonews.com – Universitas Negeri Manado (Unima) piminan Joeeph Philip Kambey (Rektor) berhasil meraih Predikat A (memuaskan) dengan nilai 84,85 pada penilaian SAKIP Tahun 2025.

Capaian ini merupakan hasil kolaborasi, dedikasi, serta komitmen seluruh civitas akademika dalam meningkatkan akuntabilitas dan kinerja institusi.

Diketahui, SAKIP (Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) merupakan rangkaian sistematis dari berbagai aktivitas, alat, dan prosedur yang dirancang untuk merencanakan, mengukur, melaporkan, dan mengevaluasi kinerja instansi pemerintah guna memastikan penggunaan anggaran yang efisien dan berorientasi pada hasil (akuntabel).

Komponen utama dalam SAKIP terdiri dari perencanaan kinerja, rencana strategi (renstra), rencana kinerja tahunan (RKT) dan perjanjian kinerja.

Pengukuran kinerja adalah ndikator Kinerja Utama (IKU). Pelaporan kinerja adalah Laporan Kinerja Instansi Pemerintah atau LAKIP. Evaluasi kinerja adalah penilaian internal dan eksternal.

Tujuan utamanya adalah menciptakan birokrasi yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada hasil. (FA)

Meimonews.com – Universitas Negeri Manado (Unima) telah membuka pendaftaran mahasiswa baru (Maba) tahun akademik 2026/2027.

Ada empat jalur yang disediakan Unima yang kini dipimpin Joseph Philip Kambey sebagai Rektor untuk penerimaan tahun akademik ini.

Jalur tersebut adalah Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berbasis Test (SNBT), Seleksi Nasional Baku Beking Pande (B2P) dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

“Ya, kami (Unima) membuka kesempatan kepada lulusan SMA/SMK/sederajat untuk mendaftar sebagai calon mahasiswa Unima tahun akademik ini (2026/2027), lewat jalur SNBP, SNBT, B2P dan RPL” ujar Ketua Panitia Penerimaan Maba Unima Hendro Sumual kepada Meimonews.com di ruang kerjanya, Senin (9/2/2026).

Dekan Fakultas Teknik (Fatek) Unima ini menjelaskan, informasi pendaftaran SNBP dimulai 12 Januari hingga 18 Februari 2026, SNBT 12 Januari hingga 7 April 2026, B2P 26 Mei hingga 6 Juli 2026, dan RPL Juli hingga Agustus 2026.

Sekretaris Panitia Vivi Winny Saroinsong menambahkan, ada 68 prodi yang tersedia untuk penerimaan Maba Unima yang ada di tujuh fakultas, dan 1 pascasarjana.

Kepala Biro Perencanaan, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat (PKSHM) Unima ini lantas merincikannya. FIPP (Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi) 7 prodi yakni S1 Pendidilan Guru Sekolah Dasar (S,Pd), S1 Pendidikan Psikologi (S.Psi), S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (S.Pd).

Selan itu, S1 Pendidikan Luar Sekolah (S.Pd), S1 Pendidikan Khusus (S,Pd), S1 Bimbingan Komseling, dan S2 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (M,Pd)

FIKKM (Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Masyarakat) 7 prodi yakni S1 Ilmu Keolahragaan (S.Or), S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga (S.Pd) S1 Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (S.Pd), serta S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat (SKM)

FEB (Fakultas Ekonomi dan Bisnis) 4 prodi yakni S1 Manajemen (SE) S1 Ilmu Ekonomi (SE), S1 Pendidikan Ekonomi (S,Pd), S1 Akuntansi (S.Ak), dan D3 Manajemen Pemasaran (A.Md).

FBS (Fakultas Bahasa dan Seni) 8 prodi yakni S1 Bahasa dan Sastra Inggris (SS), S1 Pendidikan Bahasa Inggris (S.Pd), S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S.Pd), S1 Pendidikan Bahasa Jepang (S.Pd), S1 Pendidikan Bahasa Prancis (S.Pd) S1 Pendidikan Bahasa Jerman (S.Pd), S1 Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (S.Pd), serta S1 Pendidikan Seni Rupa (S.Pd).

Fatek (Fakultas Teknik) 9 prodi yakni S1 Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (S.Pd), S1 Pendidikan Teknik Elektro (S.Pd), S1 Pendidikan Teknik Mesin (S.Pd), S1 Teknik Bangunan (S.Pd).

Selain itu, S1 Pendidikan Teknologi, Informatika dan Komunikasi (S.Pd), Teknik Sipil (ST), S1 Teknik Mesin (ST), S1 Teknik Informatika (S.Kom), serta S1 Teknik Arsitektur (ST).

FMIPAK (Fakultas Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam dan Kebumian) 14 prodi yakni S1 Pendidikan Kimia (S.Pd), S1 Kimia (S.Si), S1 Pendidikan Biologi (S.Pd), S1 Biologi (S.Si), S1 Pendidikan Fisika (S.Pd), S1 Fisika (S.Si).

Selain itu, S1 Pendidikan Matematika (S.Pd), S1 Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (S.Pd), S1 Ilmu Lingkungan (S.L), S1 Geofisika (S.Gf), S2 Ilmu Kimia (M.Si), S2 Biologi (M.Si), S3 Biologi (Dr), serta S3 Kimia (Dr).

FISH (Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum) 11 prodi yakni S1 Pendidikan Geografi (S.Pd), S1 Geografi (S.Geo), S1 Ilmu Administrasi Negara (SAP), S1 Pendidikan Sosiologi (S Pd), S1 Ilmu Hukum (SH), S1 Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (S.Pd).

Selain itu, S1 Pendidikan Sejarah (S.Pd), S1 Pendidikan Pamcasila dan Kewarganegaraan (S.Pd), S2 Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (M.Pd), S2 Administrasi Negara (MAP), serta S3 Administrasi Negara (Dr).

Pascasarjana 11 prodi yakni S2 Manajemen Pendidikan (M.Pd), S2 Pendidikan Olahraga (M.Pd), S2 Pendidikan Bahasa Inggris (M.Pd), S2 Pendidikan Bahasa Indonesia (M.Pd), S2 Pendidilan Ekonomi (M.Pd).

Selain itu, S2 Pendidikan Teknolpgi dan Kejuruan (M.Pd), S2 Hukum (MH), S2 Pendidikan Matematika (M.Pd), S2 Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (M.Pd), S2 Biokewirausahaan (M.Bio K) serta S3 Manajemen Kependidikan (Dr). (FA)

 

Meimonews,com – Universitas Negeri Manado (Unima) mengadakan Sosialisasi Perjanjian Kerja dan Penyerahan Pagu Anggaran 2026 sebagai Instrumen Pencapaian Indeks Kenerja Utama (IKU), Senin (9/2/2026).

Kegiatan yang diadakan di Ruang Rapat Kantor Pusat Unima, Tondano ini diikuti Wakil Rektor 1 Mister Gideon Maru, Wakil Rektor 3 Lenny Leorina Evinita , Ketua dan Sekretaris Senat universitas, Ketua Lembaga, Direktur Pascasarjana, para Dekan, Kepala Unit Penunjang Akademik, dan para Kepala Biro.

Sejumlah hal terkait dengan maksud diadakannya kegiatan ini dipaparkan pada kegiatan yang dipimpin Wakil Rektor 2 (Bidang Perencanaan, Keuangan dan Umum) Donal Matheos Ratu (mewakili Rektor Joseph Philip Kambey) di dampingi Kepala Biro Perencanaan, Kerjasama dan Hubungan Masyarakat (PKSHM) Vivi Winny Saroinsong.

Usai sosialsasi, Wakil Rektor 2 menyerahkan dokumen pagu anggaran tahun berjalan ini (2026), yang diterima pimpinan satuan/unit kerja di lingkungan perguruan tinggi negeri yang memiliki visi Unima Unggul, Mandiri, Kompetitif dan Entrepreneurial ini.

Dalam percakapan dengan Meimonews,com di ruang kerjanya, usai kegiatan Wakil Rektor 2 Unima menjelaskan, penyerahan pagu ini untuk setiap kegiatan yang ada di target-target seperti fakultas dan urusan program studi (prodi) sudah bisa dimulai. “Memulai kegiatan yang didanai,” ujarnya.

Ditambahkan, target kinerja sudah ditandatangani dan diserahkan.

Di momen tersebut, Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (Maba) Unima yang diketuai Hendro Sumual (Dekan Fakultas Teknik) dengan Sekretaris Vivi Winny Saroinsong (Karo PKSHM) menyosialisasikan/memaparkan rencana kegiatan penerimaan Maba Unima tahun akademik 2026/2027. (FA)

Meimonews.com – Unima (Universitas Negeri Manado) mengadakan pengukuhan dan pengambilan sumpah guru profesional program guru tertentu Piloting Tahun 2024 dan Tahap 1 Tahun 2025 di The Sentra Hotel Manado, Maumbi (Minahasa Utara), Selasa (27/1/2026).

Pengukuhan dan pengambilan sumpah dilakukan Rektor Unima Joseph Philip Kambey di dampingi antara lain Wakil Rektor 1 (Bidang Akademik) Mister Gideon Maru.

Ada sebanyak 6.225 peserta dinyatakan lulus dan resmi menyandang predikat guru profesional.

Dari jumlah yang lulus tersebut, hanya 4.193 guru yang mengikuti prosesi pengukuhan, dengan rincian 769 peserta mengikuti secara luring (tatap muka) dan 3.424 peserta mengikuti secara daring.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara terintegrasi untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada para peserta dari berbagai daerah agar tetap dapat mengikuti prosesi penting dan membahagiakan tersebut. (*/(FA)