Meimonews.com – Pelaksanaan Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) Universitas Negeri Manado (Unima) telah memasuki hari kedua, Kamis (24/4/2025).

Ada sebanyak 1309 peserta yang ikut UTBK yang dibuka pelaksanaannya oleh Wakil Rektor 1 (Bidang Akademik) Mister Gideon Maru, mewakili Rektor Unima Joseph Philip Kambey, Rabu (23/4/2025).

Karena ingin berjalan dengan baik, lancar dan sukses, Rektor Unima terus memantau pelaksanaan kegiatan mulai dari hari pertama tersebut, yang akan berakhir Minggu (27/4/2025).

Di dampingi para Wakil Rektor, Kepala LP3M Unima Patricia Silangen, Kepala Biro Perencanaan, Kerja Sama dan Humas Vivi W. Saroinsong, Kepala Biro Akademik Irwany Herko Maki dan panitia, Rektor tak ingin pelaksanaan kegiatan yang diadakan di gedung Pusat Komputer (Puskom) Unima ini tak ada kendala atau berjalan tidak sesuai aturan yang berlaku.

“Pak Rektor berharap agar kekurangan tahun-tahun sebelumnya tidak terjadi lagi pada pelaksanaan tahun ini dan tahun-tahun ke depan,” ujar Sekretaris Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru Unima Tahun 2025 Vivi W. Saroinsong kepada Meimonews.com di kompleks Gedung Puskom Unima Tondano, Kamis (24/4/2025).

Dikemukakan, sebagai pelaksana UTBK, kegiatan ini harus berjalan aman, tertib, lancar dan sesuai aturan yang ada. Tak kalah penting adalah clean (bersih) dan berintegritas akademik

Peraturan seperti peserta tidak boleh terlambat tetap menjadi perhatian dan tidak boleh terjadi. Ada peserta yang terlambat maka dikeluarkan. Pada prinsipnya, ikut aturan pusat.

“Kami bangga Rektor sangat perhatian dan berkomitmen untuk kemajuan Unima ke depan. Semoga ini berjalan dengan baik,” ujar Karo Vivi (sapaan akrabnya), yang di dampingi Kepala TIK Quido Kainde.

Ditambahkan, dibutuhkan pula dukungan dari sejumlah pihak baik di internal Unima maupun dari luar, dalam hal ini PLN karena ujian ini berbasis tes yang sangat membutuhkan prasarana seperti listrik. Bila listrik mati maka pelaksanaan tes ini akan mengalami gangguan.

Menurut Karo Vivi, pantauan yang terlihat, semua berjalan dengan baik dan lancar. Aturan-aturan yang ada tetap dipegang dan menjadi acuan. Tidak boleh ada yang dilanggar.

Yang terlambat tidak bisa masuk. Sesuai kepatutan. Tidak boleh ada uang membawa hp dan jam. Semua peserta tidak boleh membawa alat-alat yang dilarang. Semuanya harus tertib dan sesuai protap.

“Bangga karena monev berjalan dengan.baik. Hasil-hasil yang kurang baik tahun lalu diperbaiki tahun ini,” tandasnya seraya menambahkan, kondisi saat ini luar biasa. Sangat kondusif. Kondisi ini akan terus dipertahankan hingga pelaksanaan berakhir dan untuk seterusnya di tahun-tahun mendatang, sebagaimana diharapkan Rektor.

Pantauan Meimonews.com di lokasi kegiatan, terlihat sebagaimana disampaikan Karo Vivi. Tersedia pula fasilitas kesehatan. Petugas berserta prasaraa pendukung termasuk ambulans stand by di lokasi. (FA)

Meimonews.com – Pemerintah terus memantau perkembangan dan mengantisipasi peningkatan kasus Covid-19 pascalibur Lebaran tahun 2022. Selama pemantauan yang dilakukan pemerintah pada hari libur nasional sebelumnya, terjadi kecenderungan lonjakan kasus pada hari ke-27 sampai ke-34 pascalibur.

Hal tersebut disampaikan Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan pers usai mengikuti rapat yang dipimpin  Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (9/5/2022) siang.

“Nah, sekarang kita sudah tujuh hari sesudah hari raya. Jadi, kami mengusulkan kepada Bapak Presiden kalau kita tunggu dulu sekitar 20-25 hari ke depan untuk melihat apakah ada pola kenaikan yang sama, seperti liburan Lebaran dan liburan Natal dan Tahun Baru sebelumnya,” ujarnya.

Baca juga : Masyarakat Sulut Diajak Manfaatkan Momen Keringanan PKB

Menkes menegaskan, pemerintah juga tetap waspada dan berhati-hati dalam menghadapi pandemi serta terus memantau perkembangan varian baru virus corona.

“Kami sekarang ada di fase monitoring dengan waspada, dengan hati-hati.  Satu hal yang kami lakukan monitoring adalah varian baru yang ada di dunia, karena kami mengamati bahwa lonjakan kasus itu terjadi kalau ada varian baru,” ujarnya, seperti dikutip Humas Kemenkes.

Baca juga : 6 Imam Baru Ditahbiskan Mgr. Rolly

Pemerintah juga terus meningkatkan laju vaksinasi nasional. Cakupan vaksinasi di tanah air saat ini mencapai 406 juta dosis dan diterima oleh sekitar 199,3 juta masyarakat.

“Jadi kalau dulu pertama kali di awal vaksinasi 13 Januari tahun lalu disampaikan oleh satu majalah terkemuka internasional, Indonesia butuh 10 tahun, sekarang dalam waktu 16 bulan kita sudah berhasil menyuntikkan 406 juta dosis vaksin ke seluruh masyarakat Indonesia,” sebut Menkes.

Baca juga : Unsrat Siap Laksanakan UTBK SBMPTN Tahun 2022

Berdasarkan data Kemenkes, hingga 9 Mei pukul 18.00 WIB cakupan vaksinasi dosis pertama mencapai 199,34 juta dosis atau 95,72 persen dari target, dosis kedua 165,66 juta dosis atau 79,54 persen, dan dosis ketiga atau booster 41,03 juta dosis atau 19,70 persen. (lk)