Meimonews.com -Universitas Negeri Manado (Unima) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Sosialisasi Promosi Penerimaan Mahasiswa Baru SNBP/SNBT/BP2 dan Workshop Penulisan Karya Ilmiah Bidang Akademik.
Hadir dalam kegiatan ini, Wakil Rektor 1 Mister Gideon Maru, Wakil Rektor 3 Lenny Leorina Evinita, pimpinan Senat Unima, para Dekan, Direktur Pascasarjana, Ketua Lembaga, Ketua UPA, Ketua dan Sekretaris Panitia PMB Unima (Hendro Sumual/Dekan Fatek dan Vivi Winny Saroinsong/Karo PKHM Unima) serta para puluhan kepala SMA/SMK/Sederajat negeri dan swasta se-Sulut.
Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Rapat Kantor Pusat Unima, Tondano, Kamis (19/2/2026) yang dibuka pelaksanaannya oleh Wakil Rektor 2 Unima Donal Matheos Ratu mewakili Rektor Unima Joseph Philip Kambey ini menampilkan dua pembicara penting.
Pembicara pertama adalah Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Dikda Sulut Bravo Turang dan pembicara kedua adalah Dekan Fakultas Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam dan Kebumian (FIPAK) Jeremia Mokosuli.

Sebelum penyampaian materi, Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Unima Hendro Sumual menyampaikan beberapa hal terkait penerimaan Mahasiswa Baru Unima Tahun Akademik 2026/2027.
Wakil Rektor 1 Mister Gideon Maru juga berkesempatan menyampaikan beberapa hal penting.
Dijelaskan, momen sosialisasi dan penerimaan mahasiswa baru yang ditandai dengan kehadiran para Kepala Sekolah dari SMA/SMK terkemuka di Sulut merupakan momen kebeŕsamaan dan kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah untuk memperoleh calon mahasiswa yang berkualitas sekaligus memperkuat lulusan.
Selain itu, merancang kerjasama untuk meningkatkan kompetensi guru dan melahirkan program-program yang berdampak pada naiknya angka keberhasilan dalam TKA tiap sekolah.
“Di sisi lain ini, adalah moment of memory, nostalgia para kepsek yang sebagian besar alumni untuk meniti kembali jalan kenangan selama menimba ilmu di Unima atau IKIP, sekaligus kerinduan berkontribusi bagi almamater tercinta,” ujar Warek Bidang Akadenik ini.

Turang dalam pemaparan materinya yang dimoderatori Christin Pajow dan pemandu Marcia Imelda Watulingas menjelaskan soal Diagnosa TKA dan Penguatan Praktik Pembelajaran : Langkah Nyata Meningkatkan IPM Sulawesi Utara.
Di akhir pemaparan materinya, Turang memaparkan tiga poin kesimpulannya. Pertama, dalam konteks peningkatan kualitas SDM, hasil tes kemampuan akademik (TKA) menjadi instrumen penting untuk memotret kualitas yang sebenarnya.
Berdasarkan hasil TKA yang kjta lihat, pencapaian akademik yang baik pada tingkat sekolah menengah merupakan fondasi yang menentukan sejauh mana siswa survive di pendidikan lebih tinggi.
Kedua, dalam konteks IPM Sulut, khususnya dimensi pendidikan, peningkatan tidak hanya ditentukan oleh lama sekolah tetapi oleh kualitas kompetensi yang diperoleh selama bersekolah.
HLS 12,98 menunjukkan peluang yang beaar. Namun, peluang itu hanya akan berdampak jika diikuti dengan mutu pembelajaran yang konsisten dan terukur.
Ketiga, kepala sekolah tidak boleh lagi hanya fokus pada target administratif agar siswa sekadar lulus dan menerima ijasah. Lebih dari itu, ada tanggung jawab untuk memastikan bahwa lulusan kita benar-benar memiliki kompetensi yang layak dan motivasi kuat untuk melanjutkan pendidikan ke oerguruan tinggi.
Mokosuli memaparkan materi Analisis bibliometrik potensi pengembangan guru SMA, penulisan karya ilmiah guru dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran dan penjenjangan karier.
Di akhir pemaparannya, Mokosuli membagikan pemdapatnya tentang langkah guru. Ada lima tahap yakni tahap pertama, pemilihan topik; tahap kedua, persiapan metodologis; tahap ketiga, pelaksanaan; tahap keempat, analisis dan penulisan; serta tahap kelima, publikasi.
Di sesi tanya-jawab, Ketua Senat Unima Herry Sumual dan Kepala SMA Negeri 9 Manado Hendra Massie memanfaatkan sesi tersebut dengan memberikan masukkan dan pertanyaan. (FA)





























