Meimonews.com – Pusat Kanker Anak Estella RSUP Prof. Dr. RD Kandou Manado merayakan Hari Kanker Anak Internasional (15 Februari), dan dihadiri oleh Plh. Direktur Utama RSUP Kandou dr. Yeheskiel Panjaitan, SH MARS, Rabu (15/2/2023).

Acara diawali dengan pemberian bingkisan kepada pasien penderita kanker di ruangan anak Estella, selanjutnya pelepasan balon.

Panjaitan yang sehari-harinya Direktur Pelayanan Medik Keperawatan dan Penunjang (PMKP) mengatakan, pihak RS Kandou (sebutan akrab RSUP Prof. Dr. RD Kandou) selalu berupaya terus untuk memenuhi kebutuhan dalam proses penyembuhan kepada anak anak penderita kanker.

Bahkan, RSUP Kandou saat ini sedang dalam upaya untuk mempersiapkan gedung Cancer Center yang dalam waktu dekat ini akan segera dimulai pengerjaannya.

“Mohon doanya warga masyarakat Sulawesi Utara agar semuanya berjalan dengan lancar, RS Kandou akan segera memiliki gedung Cancer Center lengkap dengan peralatan dan fasilitasnya,” ujar Panjaitan.

Panjaitan berharap, dengan berdirinya Gedung Pusat Kanker di RS Kandou, nantinya pelayanan kanker di Indonesia Timur, barometernya ada di Sulut.

“Saya berharap pelayanan kanker terus ditingkatkan, bukan cuma pelayanannya, namun sarana dan prasarana juga harus memadai agar pasien merasa nyaman sehingga bisa membantu proses pemulihan,” sebutnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Sulut dr. Kartika Devi Tanos mengungkapkan rasa terharunya ketika melihat semangat dari anak anak penderita kanker dan semangat orang tua yang ingin mendapatkan kesembuhan total bagi anak mereka.

Istri dari Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw itupun berpesan kepada penyelenggara pelayanan kesehatan, dalam situasi apapun anak anak berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang yang prima.

“Kami selalu mengsuport agar anak-anak terus mendapatkan pelayanan total,” ujar Devi, sapaan akrab Kadis P3A ini. (Fer)

Meimonews com – Berbagai langkah dan upaya yang dilakukan pimpinan RSUP Prof. Dr. RD Kandou (sering disebut RSUP Prof. Kandou) sangat terasa  bagi stakeholder (pemangku kepentingan) termasuk pasien dan keluarganya.

Berdasarkan hasil survey yang dilakukan Tim Survei dari Pasca Sarjana Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Unsrat, untuk semester II Juli-Desember 2022, terlihat adanya peningkatan yang signifikan. Ada kepuasaan signifikan pemangku kepentingan dan budaya keselamatan pasien RSUP Prof. Kandou.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama RSUP Prof. Kandou Manado Dr. dr. Jimmy Panelewen, SpB-KBD di acara Pemaparan Hasil Survey Kepuasan Pemangku Kepentingan (Stakeholder) dan Budaya Keselamatan Pasien RSUP Prof. Kandou Manado, baru-baru. “Dari 5 area survey, hanya 1 yang mengalami penurunan,” ujarnya.

Dokter Jimmy, sapaan akrab Dirut, mengatakan, survey ini merupakan upaya untuk mendapatkan gambaran untuk managemen agar supaya ada langkah-langkah yang diambil dalam kebijakan serta regulasi yang akan dibuat, yang nantinya berdampak kepada pelayanan yang lebih baik.

“Ini merupakan surveyor yang obyektif karena dikerjakan oleh teman-teman di luar RSUP Prof. Kandou,” tandas dokter Jimmy.

Ke depan, sambungnya, akan ada survey lagi untuk menjadi template basic yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Dokter Jimmy berharap, apapun yang menjadi hasil dari survey tersebut, itu merupakan upaya dan kontribusi semua.

Di dampingi Direktur SDM Pendidikan dan Umum Dr. dr. Ivonne E. Rotty, M.Kes, dokter Jimmy menyampaikan terima kasih kepada Dr. dr. Alda Manampiring,  M.Kes, bersama tim yang sudah memaparkan hasil survey untuk RSUP Prof. Kandou.

Tujuan dari survey tersebut adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan rumah sakit, untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan dokter PPDS, untuk mengetahui tingkat kepuasan karyawan terhadap managemen rumah sakit.

Selain itu, untuk mengetahui tingkat kepuasan karyawan terhadap pelayanan dokter PPDS, dan untuk mengetahui tingkat kualitas penerapan budaya keselamatan pasien di RSUP Prof. Kandou. (Fer)

Meimonews.com  —  Dalam rangka persiapan survei standar akreditasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI tahun 2022 oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dan  untuk mendapatkan gambaran sejauhmana standar capaian yang sudah diraih, RSUP Prof. Dr.  RD  Kandou Manado menggelar survey akreditasi internal rumah sakit di aula lantai 2 kantor administrasi, Selasa (25/10/2022)

Direktur Utama RSUP Prof Kandou Manado Dr.dr Jimmy Panelewen, Sp-B.KBD, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua yang terlibat, serta berupaya keras dalam proses tahapan kegiatan akreditasi.

“Kita (RSUP Prof. Kandou)  berniat untuk dilakukan reakreditasi paripurna yang nantinya akan dilaksanakan pada 31 Oktober – 4 November. Dan dalam tahapan ini, terkait dengan persiapan dan metode yang harus dijalani oleh RSUP Kandou dalam pelaksanaan reakreditasi tersebut,” ujar dokter Jimmy, sapaan akrab Dirut.

Survey internal, menurutnya, sama halnya dengan real survey akreditasi November mendatang. “Survey simulasi ini memberikan gambaran bagi kita, apakah semua kelengkapan akreditasi sudah memenuhi standar atau tidak,” ujarnya.

Disebutkan, tim survey internal secara objektif menilai selayaknya surveior Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) akan datang di akhir bulan Oktober. “Walau sifatnya internal tapi harus diseriusi,” tandasnya.

RSUP Prof. RD Kandou sebelumnya meraih paripurna di tahun 2015, dan Joint Commission Internasional(JCI) 2018, serta pernah melewati KARS Internasional pada tahun 2019. “Saya yakin dan percaya kita pasti bisa meraih akreditasi paripurna bahkan lebih dari paripurna,” ujar dokter Jimmy.

Dr.dr Ivonne Rotty, M.Kes selaku Ketua Tim Surveior Internal RSUP Kandou menyampaikan terima kasih kepada Direktur Utama RSUP Kandou yang sudah mempercayakan tim surveior untuk melakukan proses penilaian akreditasi secara internal.

Tim survey akan memotret rumah sakit Kandou dalam semua proses pelayanan, baik medis maupun non medis dengan menelaah dokumen baik dokumen regulasi maupun implementasi.

Tim juga akan melakukan wawancara mulai dari pimpinan tertinggi, Dewan Pengawas, Direktur Utama, Dewan Direksi sampai pimpinan unit,serta melakukan observasi dan simulasi.

“Kami mohon kerjasama dari semua pihak,sehingga nantinya proses kegiatan ini boleh berjalan baik,” ujar Ivonne.

Adapun tim surveior akreditasi internal yang tersertifikasi KARS berasal dari RSUP Prof. RD Kandou, sebagaimana dirilis Hukornas rumah sakit tersebut terdiri dari  Dr.dr. Ivonne Rotty, MKes (Ketua Tim) dengan anggota.Dr. dr. Erling David Kaunang, SpA(K), Dr. dr. Erwin Kristanto, SH, SpFM(K), dr. Heny Liwe, M.Kes, Ns. Lucy Kambey, S.Kep, M.Kes, dr. R E C, Tumbel, Sp,THT, dr. Eka Lantang,Sp.An(K), .Ns. Fretna Robot, S.Kep, MKep dan Dr. dr Theresia Isye Mogi, SH, SpKFR, MKes. (Fer)

Meimonews.com –  Masalah tenaga kesehatan (nakes) yang ada di Indonesia adalah pada masih relatif sedikit jumlah tenaga kesehatan, masih kurang merata distribusi tenaga kesehatan dan masih belum memadai pencapaian standar kualitas tenaga kesehatan.

Demikian diungkapkan Dirjen Nakes Kemenkes RI drg. Arianti Anaya, MKM saat memberikan arahan kepada pimpinan dan staf RSUP Prof. dr. RD Kandou, usai penyerahan sertifikat pelatihan institusi akreditasi A kepada RSUP Kandou yang diterima Dirut Dr. dr. Jimmy Panelewen, SpB-KBD di lantai dua Kantor Pusat RSUP Kandou, Senin (27/20/2022).

‘Salah satu upaya pemecahan adalah memeratakan penyebaran institusi training tenaga kesehatan sehingga makin menjangkau peningkatan kapasitas tenaga kesehatan,” ujarnya.

Diungkapkan, RSUP Kandou termasuk yang cepat memasukkan permintaan untuk akreditasi sebagai institusi training, dan secara cepat pula dilayani surveinya dan secara cepat pula dipenuhi syarat dan ketentuannya oleh RSUP Kandou.

“Di Ditjen Nakes sendiri rapat penilaian akreditasi dipercepat. Tadinya dari beberapa hari menjadi tiap hari. Tidak ada yang serba gerak lambat lagi di Kementerian Kesehatan,” urainya.

RSUP Kandou pimpinan Dr. dr. Jimmy Panelewen, SpB-KBD sebagai institusi training tenaga kesehatan masuk dalam sistem training nasional Kementerian Kesehatan sehingga sertifikat training yang diperoleh teregistrasi nasional.

Diminta Dirjen agar RSUP Kandou menjadi pengampu bagi training semua tenaga kesehatan di Kawasan Timur Indonesia. “Makassar telah berusaha memperoleh sertifikasi yang sama, tetapi Manado yang lebih dahulu mendapatkannya,” tandasnya.

Dirjen juga telah mengisyaratkan, sertifikat terakreditasi A Institusi Pelatihan bagi RSUP Kandou menjadi peluang pendapatan RSUP.

Dirjen telah mendengarkan langsung bahwa Dirut akan mempercepat mulainya pembangunan gedung  Institusi Pelatihan  RSUP Kandou yang baru dipercepat rencana mulai bulan November, menjadi mulai membangun bulan Oktober ini.

Dana pembangunan diperoleh dari tanggungjawab sosial perusahaan Corporate Social Responsibility (CSR) BUMN Rajawali Nusindo yang adalah salah satu perusahaan kerjasama operasional (KSO) dengan RSUP Kandou Manado. (Fer)