Meimonews.com – Setelah beberapa kali tertunda, akhirnya satu amanat yang menjadi tanggung jawab dari KSM Anestesiologi dan Terapi Intensif RSUP Prof. Dr. RD Kandou Manado dapat dituntaskan.

Hal itu terbukti saat operasi cangkok ginjal pertama berhasil dilakukan tim operasi yang dipimpin dr. Wim Damopolii, Sp.B, SpU, MM, Kes di dampingi Tim Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), yang dilakukan di Ruang Operasi Pusat Jantung Pembuluh Darah dan Otak Terpadu CVBC (Cardiovascular and Brain Center) lantai 2 gedung RSUP Prof Kandou, Sabtu (18/3/2023).

Dengan keberhasilan operasi ini maka RSUP Prof. Dr. DR Kandou (acapkali disebut RSUP Prof. Kandou) tercatat sebagai rumah sakit pertama yang melakukan operasi cangkok ginjal di Indonesia Timur (di luar pulau Jawa, Bali dan Sumatera.

Direktur Utama RSUP Prof. Kandou Manado Dr. dr. Jimmy Panelewen, Sp.B-KBD mengungkapkan rasa syukur karena operasi perdana cangkok ginjal dapat berlangsung baik dan lancar.

Disebutkan, pemberi/pendonor ginjal adalah seorang ibu berusia 50 tahun sedang penerima donor usianya  22 tahun yang merupakan putri pendonor.

Pihak rumah sakit, menurut dokter Jimmy (sebutan akrab Dirut) bersyukur bahwa kegiatan perdana bisa terlaksana secara sukses. “Operasi yang dilaksanakan berjalan sangat lancar di mata saya dan diakui tim. Intinya kami telah melakukan persiapan sesuai regulasi yang ada,” ujarnya.

Kedokteran transplantasi (Transplantation Medicine) adalah salah satu pencapaian tertinggi dalam dunia kedokteran  bukan hanya karena memberikan kesempatan kedua bagi pasiennya tetapi juga memberikan suatu penanda kuat bahwa dalam institusi layanan kesehatan itu telah memiliki tim lintas disiplin ilmu yang solid, terus berkomunikasi dan berkomitmen.

Pencapaian yang membuahkan keharuman dan mencatat sejarah penting ini bukanlah milik satu orang atau satu kelompok tertentu tetapi menjadi persembahan dari seluruh insan rumah sakit bagi masyarakat.

Itu semua bisa terjadi karena adanya kolaborasi/sinergitas antara lain jajaran direksi dan manajemen lainnya, rekan sejawat nefrologi, urologi, radiologi, patologi klinik, keperawatan, farmasi.

Selain itu, adanya dukungan dari tim pengampu dari RSCM terutama Dr. dr. Dita Aditianingsih, SpAn-TI, Subsp.TI (K) dan Dr. Alfan Mahdi, SpAn-TI, Subsp.AO(K) yang sudah menjadi mentor tim.

Semoga semakin banyak lagi pasien-pasien di wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya bisa mendapatkan manfaat dari pelayanan seperti ini dan semakin banyak pula terobosan lain yang dihasilkan rumah sakit untuk kebanggaan Bumi Nyiur Melambai ini. (Lexie Kalesaran)

Meimonews.com – Sejumlah keberhasilan penting terus ditorehkan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Dr. dr. RD Kandou yang kini dipimpin Dr. dr. Jimmy Panelewen, Sp.B-KBD sebagai Direktur Utama.

Terbaru, RSUP Prof. Kandou (sebutan akrab rumah sakit pemerintah ini) berhasil mengadakan operasi cangkok ginjal dari seorang ibu kepada anaknya. Operasi cangkok ini merupakan yang pertama kalinya di Indonesia.

Operasi berlangsung dilakukan di Ruang Operasi Pusat Jantung Pembuluh Darah dan Otak Terpadu CVBC (Cardiovascular and Brain Center) lantai 2 gedung RSUP Prof Kandou, Sabtu (18/3/2023).

Tim operasi dipimpin dr. Wim Damopolii, Sp.B, SpU, MM, Kes yang di dampingi Tim dari RS Cipto Mangunkusumo yang adalah RS pengampu transplantasi ginjal nasional. (Fer)

Meimonews.com – Direksi dan staf termasuk semua pejabat Koordinator dan Sub Koordinator dari semua Direktorat serta Kepala SPI, Ketua Komite Medik dan Pimpinan Unit Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Dr. RD Kandou (acap disebut RSUP Prof. Kandou atau RS Kandou) menggelar rapat koordinasi (rakor) awal tahun 2023 di ruang rapat rumah sakit, baru-baru.

Rapat dipimpin Direktur Utama Dr. dr. Jimmy Panelewen, SpB-KBD di dampingi Direktur SDM Pendidikan dan Umum (SPU) Dr, dr Ivonne, E. Rotty, M.Kes, Direktur Pelayanan Medik Keperawatan dan Penunjang (PMKP) dr Yeheskiel Panjaitan, SH, MARS, Direktur Perencanaan Keuangan dan Barang Milik Negara (PKB) Frets Melope, SE, MSi.

Dalam rakor ini dibahas hal-hal terkait Rencana Strategis (Renstra) dan program yang akan dilakukan RSUP Kandou pada tahun 2023.

Dokter Jimmy (sapaan akrab (Dirut) menjelaskan, kegiatan seperti ini sangatlah penting dalam satu organisasi seperti RSUP Kandou. “Proses dari semua kegiatan dan program harus terukur agar supaya nantinya bisa terbaca dalam rencana strategi rumah sakit,” ujarnya.

Dari perjalanan 5 tahun Renstra RSUP Kandou, ungkapnya, di tengah perjalanan terjadi beberapa perubahan dikarenakan ada kegiatan yang sifatnya strategis yang dicanangkan oleh Kemenkes, melalui tranformasi di bidang kesehatan.

RS Kandou sebagai salah satu layanan rujukan, menjadi poin penting, dalam proses tranformasi tersebut. Bukan hanya dalam konteks layanan rujukan, tetapi juga di dalamnya ada reformasi SDM serta teknologi yang akan menjadi tugas dari RSUP Kandou ke depan.

Melihat dari pencapaian yang diraih RSUP Kandou di tahun sebelumnya, ada banyak apresiasi dari pimpinan dalam hal ini Kementerian Kesehatan.

Walaupun letak rumah sakit berada jauh dari ibukota, akan tetapi RSUP Kandou tidak pernah tertinggal dalam menyikapi dan merespon program-program nasional. “Itu artinya, rumah sakit kita tidak diam,” tandasnya.

Dokter Jimmy berharap, agar ke depan bisa lebih baik lagi, dan harus mampu menerjemahkan apa yang menjadi keinginan dari pimpinan.

“Awal tahun buat target masing-masing dan tuangkan dalam pakta integritas yang nantinya akan mengusung rencana dan target kerja secara berjenjang dari Direktur Utama sampai ke staf,” ujarnya.

Dokter Jimmy  berpesan kepada seluruh civitas hospitalia RSUP Kandou agar selalu menunjang program dari Pimpinan dan Pemerintah Pusat. (Fer)

Meimonews com – Berbagai langkah dan upaya yang dilakukan pimpinan RSUP Prof. Dr. RD Kandou (sering disebut RSUP Prof. Kandou) sangat terasa  bagi stakeholder (pemangku kepentingan) termasuk pasien dan keluarganya.

Berdasarkan hasil survey yang dilakukan Tim Survei dari Pasca Sarjana Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Unsrat, untuk semester II Juli-Desember 2022, terlihat adanya peningkatan yang signifikan. Ada kepuasaan signifikan pemangku kepentingan dan budaya keselamatan pasien RSUP Prof. Kandou.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama RSUP Prof. Kandou Manado Dr. dr. Jimmy Panelewen, SpB-KBD di acara Pemaparan Hasil Survey Kepuasan Pemangku Kepentingan (Stakeholder) dan Budaya Keselamatan Pasien RSUP Prof. Kandou Manado, baru-baru. “Dari 5 area survey, hanya 1 yang mengalami penurunan,” ujarnya.

Dokter Jimmy, sapaan akrab Dirut, mengatakan, survey ini merupakan upaya untuk mendapatkan gambaran untuk managemen agar supaya ada langkah-langkah yang diambil dalam kebijakan serta regulasi yang akan dibuat, yang nantinya berdampak kepada pelayanan yang lebih baik.

“Ini merupakan surveyor yang obyektif karena dikerjakan oleh teman-teman di luar RSUP Prof. Kandou,” tandas dokter Jimmy.

Ke depan, sambungnya, akan ada survey lagi untuk menjadi template basic yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Dokter Jimmy berharap, apapun yang menjadi hasil dari survey tersebut, itu merupakan upaya dan kontribusi semua.

Di dampingi Direktur SDM Pendidikan dan Umum Dr. dr. Ivonne E. Rotty, M.Kes, dokter Jimmy menyampaikan terima kasih kepada Dr. dr. Alda Manampiring,  M.Kes, bersama tim yang sudah memaparkan hasil survey untuk RSUP Prof. Kandou.

Tujuan dari survey tersebut adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan rumah sakit, untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan dokter PPDS, untuk mengetahui tingkat kepuasan karyawan terhadap managemen rumah sakit.

Selain itu, untuk mengetahui tingkat kepuasan karyawan terhadap pelayanan dokter PPDS, dan untuk mengetahui tingkat kualitas penerapan budaya keselamatan pasien di RSUP Prof. Kandou. (Fer)

Meimonews.com   –   Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dudung Abdurachman memberikan penghargaan khusus kepada manajemen RSUP Prof. dr. R.D. Kandou Manado.

Penghargaan diserahkan Pangdam XIII Merdeka Mayor Jenderal TNI Alfret Denny Djoike Tuejeh di gedung serbaguna Lantsi Dua  Makodam XIII/Mdk, Rabu (7/12/2022.

Adapun penghargaan Kasad kepada RSUP Prof Kandou itu sebagai apresiasi atas dukungan dan kerja keras jajaran RSUP Prof Kandou atas keberhasilannya melakukan tindakan medis pada tanggal 21 April 2022 silam berupa operasi pemisahan bayi kembar siam Joanna dan Jovelyn Lumoa anak dari Serda Fredik Lumoa Babinsa Koramil 1302-01 Dim 1302/Min Rem 131/Stg Dam XIII/Mdk.

Dalam kesempatan yang sama, Pangdam XIII/Merdeka juga menyerahkan penghargaan kepada para prajurit Kodam XIII/Merdeka yang berprestasi.

Penghargaan tersebut diterima langsung Direktur Utama RSUP Kandou Dr. dr. Jimmy Panelewen, SpB-KBD, di dampingi Direktur Pelayanan Medik Keperawatan dan Penunjang (PMKP) dr. Yeheskiel Panjaitan, SH, MARS.

Saat memberikan sambutan, Dirut Panelewen menyampaikan terima kasih kepada Kasad atas penghargaan buat RSUP Kandou Manado.

“Mewakili tim operasi pemisahan kembar siam, bahkan seluruh jajaran sivitas hospitalia RSUP Kandou, kami merasa bangga dan terhormat atas penghargaan ini, karena operasi pemisahan kembar siam yang dilakukan, merupakan yang pertama kali di RSUP Kandou dan berhasil,” ujarr Dirut Panelewen.

Keberhasilan operasi pemisahan kembar siam, lanjut Dirut, bukan sertamerta karena tim medisnya RSUP Kandou, akan tetapi juga merupakan atensi dari seluruh jajaran TNI-AD yang selalu mengsuport serta memberi dukungan penuh.

“Dokter hanya manusia biasa, yang menentukan adalah Yang Maha Kuasa. Dalam proses operasi banyak dinamika yang terjadi, ada banyak harapan dan doa agar proses berjalan dengan lancar, seperti kata kata bijak dari seorang ahli bedah mengatakan dokter itu hanya membalut, yang menyembuhkan adalah Tuhan yang maha kuasa,” tandasnya.

Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Denny Tuejeh dalam sambutannya menjelaskan, hari ini kita memberikan penghargaan secara resmi dari Kasad kepada RSUP Prof dr. R.D. Kandou Manado atas keberhasilannya dalam melaksanakan operasi pemisahan bayi kembar siam Joanna dan Jovelyn Lumoa anak dari Serda Fredik Lumoa Babinsa Koramil 1302-01 Dim 1302/Min Rem 131/Stg Dam XIII/Mdk.

Ditambahkan, melalui momentum ini tidak menutup kemungkinan akan terjalin satu kemitraan dan kerjasama antara Kodam XIII/Merdeka dan RSUP Prof. dr. R.D Kandou Manado dalam berbagai hal.

”Penghargaan ini merupakan apresiasi tertinggi dari Kasad kepada pihak RSUP Kandou Manado khususnya. Atas nama keluarga besar Fredrik saya menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan dan bantuan operasi yang telah berjalan lancar dan sukses. Kami berdoa agar RSUP Prof Kandou akan semakin maju dan menjadi saluran berkat kesehatan bagi masyarakat luas,” sebutnya.

Jenderal bintang dua asal tanah Minahasa berharap, kiranya bentuk penghargaan ini dapat diterima dengan baik, meskipun nilainya tidak sebanding dengan bantuan dan dukungan yang telah diberikan oleh pihak RSUP Prof Kandou Manado.

Kegiatan ini dihadiri Kasdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Luthfie Beta, Irdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Denny Masengi, Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Mukhlis, para Asisten Kasdam dan Kabalak, para Kasi serta petinggi jajaran Kodam XIII/Merdeka lainnya.

Sementara dari RSUP Kandou hadir juga Koordinator Administrasi dan Umum Robert Jhon Tuwaidan, ST, MSi, Sub Koordinator Hukormas Novita,SH, serta tim Medis operasi kembar siam Joanna dan Jovelyn Lumowa. (Fer)

Meimonews.com – Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Dr.  D.R. Kandou (sering disebut RSUP Kandou – red) dan Kologium Jantung dan Pembuluh Darah Indonesia (JPDI) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU), Senin (21/11/2022).

Penandatangan MoU penyelenggaraan fellowship dan visitasi ini disaksikan dan dibuka pelaksanaannya oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin.

Dalam sambutannya, Menkes mengungkapkan target tahun 2024, sebanyak 514 Kabupaten/Kota di Indonesia harus bisa melakukan tindakan pasang ring, dan 34 Provinsi sudah boleh melakukan kateterisasi jantung terbuka.

Menkes menyebutkan, angka kasus penyakit jantung dan pembuluh darah cenderung meningkat dari tahun ke tahun. “Kematian yang disebabkan penyakit jantung cukup banyak memakan korban, tercatat 200 ribu pertahunnya,” ujarnya.


Menkes berharap, rumah-rumah sakit yang ada di Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia bisa melakukan pelayanan kesehatan jantung yang maksimal. “Saya akan memberikan sertifikat khusus bagi rumah sakit Provinsi yang melakukan tindakan bedah jantung terbuka, dan Kabupaten Kota yang bisa lakukan tindakan pasang ring. Tapi syaratnya yang pertama kali,” tandasnya.

Dalam sambutannya, Direktur Utama RSUP Kandou Manado Dr. dr. Jimmy Panelewen, SpB-KBD menyampaikan syukur RSUP Kandou boleh dipercayakan bisa melaksanakan pendidikan fellowship bagi teman-teman spesialis jantung. Kegiatan ini tentu saja untuk menuntaskan program tranformasi dari kementerian kesehatan.

“Dengan SDM yang cukup, kita butuh tindakan yang cepat dan tetap, sehingga dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, masalah yang terjadi berkaitan dengan pelayanan ini akan teratasi,” ujarnya.

Ditambahkan, RSUP Kandou juga nantinya akan melakukan penandatanganan dengan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia untuk pendidikan dokter spesialis urologi.

“Saya berharap ke depan, untuk menambah SDM yang berkompeten dan berlegitimasi. Itu bisa diraih dalam waktu yang sesuai dengan regulasinya. Dan, semoga implementasi dari kegiatan ini bisa berlangsung lancar baik,” ujarnya.

Ketua Kolegium Jantung dan Pembuluh Darah Indonesia, dr. Renan Sukmawan, SpJP(K), PhD, MARS mengatakan, dengan adanya percepatan dan perluasan pendidikan fellowship ini, Kolegium JPDI bergerak dengan cepat untuk membuka tempat tempat telusif, dan salah satunya adalah RSUP Kandou Manado, yang mempunyai sarana prasarana pada bidang sub spesialisasi jantung dan pembuluh darah.

“RSUP Kandou sesuai ketersediaan SDMnya, ada 3 bidang yang akan dibuka yaitu kardiologi Intervensi, kardiologi perawatan intensif dan kardiologi kegawatan kardiovaskuler,” jelasnya.

Disebutkan, sesuai arahan Menteri Kesehatan, tahun 2024, nantinya 258 Kabupaten/Kota sudah dapat melakukan intervensi non bedah. “Ini merupakan bagian dari proses percepatan untuk mencapai target operasi bedah jantung terbuka di 34 Provinsi,” ujarnya. (Fer)

Meimonews.com – Sejumlah prestasi terus diraih RSUP Prof. Kandou di bawah kepemimpinan Dr. dr. Jimmy Panelewen, SpB-KBD. Di momen kepemimpinannya yang keempat tahun (16 Oktober), prestasi penting diukirnya.

Prestasi itu adalah diterimanya kualifikasi institusi pelatihan akreditasi A. Dan prestasi ini merupakan satu-satunya di Indonesia bagian Timur (Intim).

Sertifikat akredutasi bernomor : 205/H/A.I/7171R00059/IX/2022 tersebut diserahkan Direktur Jenderal Tenaga Kesehatan Kementerian Kesehatan RI drg. Arianti Anaya MKM kepada Direktur Utama RSUP Prof. Kandou Dr. dr. Jimmy Panelewen, SpB-KBD.

Penyerahan sertifikat tersebut dilaksanakan dalam sebuah acara di Aula Lantai 2 Kantor Pusat RSUP Pusat Kandou Manado, Senin (17/10/2022) pagi.

Dokter Jimmy (sapaan akrab Dirut RSUP Prof Kandou) bersyukur atas capaian spesial di tahun 2022 ini. “Ini telah menjadi harapan kami selama ini agar institusi pelatihan RSUP Prof. Kandou dapat terakreditasi supaya pelatihan yang kami sajikan benar-benar terstandarisasi sesuai kebijakan Kementerian Kesehatan RI,” ujarnya.

Dokter Jimmy berterima kasih kepada Tim Akreditasi Diklat RSUP Prof Kandou juga semua pihak yang telah menunjang proses akreditasi hingga tiba pada tahap yang kita tunggu-tunggu ini. “Saya cukup kaget karena kita ternyata mampu menggapai kualifikasi Akreditasi A,” sebutnya.

Penyerahan sertifikat dihadiri Direktur Peningkatan Mutu Tenaga Kesehatan Ditjen Tenaga Kesehatan Kemenkes Ir. Doddy Izwardi MA, Kepala Dinas Kesehatan Sulut dr. Debie Kalalo, MPH, Anggota Dewan Pengawas RSUP Prof Kandou Dr. Sjafrudin Mosii, SE, MM, CSFA dan Ratih Hapsari Kusumawardani SSi MA MT, serta sejumlah pimpinan instansi vertikal dan perwakilan organisasi profesi kesehatan Sulut.

Dari internal RSUP Prof Kandou dihadiri Direktur SDM, Pelatihan dan Umum Dr. dr. Ivonne Elisabeth Rotty, MKes, Direktur Medik, Keperawatan dan Penunjang dr m. Jehezkiel Panjaitan, SH, MARS, Direktur Perencanaan, Keuangan, dan BMN Frets Melope, SE, MSi, staf dan Tim Akreditasi Diklat. (Fer)

Meimonews.com – Gebrakan Direksi RSUP (Rumah Sakit Umum Pusat) Prof. Kandou yang telah mempersiapkan diri untuk mengembangkan SDM (sumber daya manusia) kesehatan secara internal sangat diapresiasi.

Apresiasi itu diungkapkan Direktur Peningkatan Mutu Tenaga Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Ir. Doddy Izwardy kepada wartawan usai pembukaan Survei Akreditasi Institusi Pelatihan di lantai dua Kantor RSUP Prof. Kandow, Jumat  2/9/2022).

“RSUP Prof Kandou juga telah menjalankan amanah Undang-Undang Dasar Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan, yang di dalamnya mengamanatkan institusi pelatihan harus terakreditasi,” ujar Doddy.

Poses pelatihan bagi SDM Kesehatan, menurut Doddy, sangat kompleks. Karena ada 30-an jenis tenaga kesehatan dengan disiplin ilmu dan keterampilan masing-masing. “Terakreditasi-nya institusi pelatihan pasti akan menjamin kompetensi setiap tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan,” tegasnya.

RSUP Prof. Kandou di bawah pimpinan Direktur Utama Dr. dr. Jimmy Panelewen, SpB-KBD mengawali survey akreditasi institusi pelatihan dengan membentuk kelompok kerja (Pokja).

Dengan arahan Direktur SDM, Pendidikan dan Umum D.r dr. Ivonne Elisabeth Rotty, MKes, Tim Akreditasi diketuai oleh dr. Hanry Takasenseran.

Sejumlah pegawai turut memperkuat Tim Akreditasi yang terbagi atas Tim Penjamin Mutu dan Tim Audit Mutu Internal.

Tim Asesor pada kesempatan ini melakukan telusur mencakup tiga komponen. (lk)

Meimonews.com – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI Tahun 2022, Unit Transfusi Darah (UTD) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Kandou menggelar kegiatan donor darah di beberapa lokasi.

“Kegiatan kemanusiaan berupa donor darah ini digelar di beberapa lokasi di Kota Manado dan sekitarnya dalam rangka HUT ke-77 Kemerdekaan RI, yang dimulai pada Jumat (5/8/2022) di KSP Mapan Pineleng,” ujar Kepala UTD RSUP Kandou dr. Stephen Lapian kepada Meimonews.com di Manado, Minggu (7/8/2022).

Setelah itu, kegiatan donor darah dilakukan jalan Balai Kota Manado pada Sabtu (6/8/2022) dan Minggu (7/8/2022) dilaksanakan di RS Tuminting.

Selanjutnya, di tempat praktik dr. Maria Sambuaga di Kelurahan Koka Lingkungan 2 Kecamatan Mapanget Barat (Selasa, 9/8/2022),  Kantor Asuransi Bumi Putra Tikala (Rabu, 10/8/2022), Dealer Sepeda Motor DAW Maumbi (Kamis, 11/8/2022), Bethany City Walk Kompleks Transmart (Sabtu, 14/8/2022).

Di Paroki Hati Kudus Yesus Karombasan (Minggu, 14/8/2022), Dealer Hasrat Boulevard (Jumat, 19/8/2022),  Balai Kota Manado (Sabtu, 20/8/2022), Aula Paroki St. Ignatius Manado (Minggu, 21/8/2022), Gereja Petra (Sabtu, 27/8/2022) dan terakhir di Paroki St. Mikhael Perkamil (Minggu, 28/8/2022).

Bila ada warga yang ingin menyumbangkan darahnya untuk kegiatan kemanusiaan ini, dokter yang gesit dan ramah ini mempersilahkan menghubunginya di nomor 081340781386 dan Paul Hendrata (seorang penggiat donor darah) di nomor 08124422014.

“Semoga banyak warga yang tergerak hatinya dan ikut mendonorkan darahnya. Setiap tetes darah, menolong sesama manusia,” ujar mantan pegawai tidak tetap di Gorontalo dan calon PNS di Kalimantan Barat sebelum menjadi PNS di RSUP Prof. Kandou pimpinan Dr. dr Jimmy Panelewen, SpB-KBD. (elka)

Meimonews.com – Direktur Utama RSUP Prof. Kandou Dr. dr. Jimmy Panelewen, SpB-KBD melalui Direktur Medik Penunjang dan Keperawatan dr.Jehezkiel Panjaitan, SH, MARS memastikan tindakan transplantasi ginjal segera dilakukan di RSUP Prof. Kandou.

“Tindakan perdana itu rencananya pada bulan September mendatang,” sebut dr. Jehezkiel Panjaitan kepada wartawan di kompleks rumah sakit, Kamis (4/8/2022).

Penanggung Jawab Tim Transplantasi Ginjal RSUP Prof Kandou ini menjelaskan, tim medis untuk pelayanan transplantasi ginjal tersebut sudah siap. Nantinya ada pendampingan dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta dan lainnya.

Terobosan baru ini untuk perkembangan RS agar pelayanan makin prima buat masyarakat. “Kebetulan kasus di Sulut, Gorontalo, Sulteng, Maluku bahkan Maluku Utara khan banyak, sehingga kami berupaya menjamin keberlangsungan hidup penduduk melalui tindakan transplantasi ginjal ini,” ujar dokter Jehezkiel.

Ditambahkan, proses tindakan ini tidak mudah. Selain penerima ginjal harus disiapkan juga pendonor. “Jadi, kami harus berhati-hati dalam melakukan ini baik itu regulasi atau status hukum bahkan sistem pelayanannya,” tegasnya (elka)