Meimonews,com – Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Dr. RD Kandou Manado Dr. dr. Ivonne Elisabeth Rotty, M.Kes menegaskan, proses pemeriksaan kesehatan (rikes) bagi pasangan calon Kepala Daerah baik tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota di Sulut untuk Pilkada 2024 yang telah memasuki hari kelima telah berjalan dengan maksimal, baik, lancar dan sesuai standar.

Penegasan tersebut disampaikan dokter Ivonne (sapaan Dirut rumah sakit pemerintah yang akrab disebut RS Kandou ini) di dampingi antara lain Direktur Pelayanan Medik Keperawatan dan Penunjang dr Jehezkiel Panjaitan, SH. MARS dalam keterangan persnya, Minggu (1/9/2024).

“Kami memastikan seluruh pelayanan yang diberikan kepada para calon kepala daerah dilakukan dengan maksimal, sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh KPU,” ujarnya.

Pihak rumah sakit, sebutnya, telah mempersiapkan segala kebutuhan yang diperlukan untuk menunjang kelancaran proses pemeriksaan kesehatan ini. Pihak rumah sakit berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik demi mendukung kelancaran tahapan Pemilihan Kepala Daerah, dengan tidak mengganggu pelayanan terhadap masyarakat.

RS Kandou Manado ditunjuk oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulut sebagai rumah sakit rujukan untuk pelaksanaan pemeriksaan kesehatan bagi bakal pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, walikota dan wakil walikota, serta bupati dan wakil bupati yang akan berlaga di Pemilihan Kepala Daerah 2024.

KPU Sulut memilih RS Kandou Manado karena fasilitas kesehatan yang lengkap serta tenaga medis yang profesional dan berpengalaman.

Proses pemeriksaan kesehatan ini merupakan bagian dari tahapan penting dalam pemilihan kepala daerah, yang bertujuan untuk memastikan bahwa para calon dalam kondisi kesehatan yang memadai untuk menjalankan tugas sebagai kepala daerah.

Pelaksanaan pemeriksaan kesehatan menggunakan peralatan medis terkini. “Kami menggunakan pendekatan menyeluruh untuk menilai kondisi kesehatan calon, termasuk pemeriksaan fisik, psikologis, serta pemeriksaan laboratorium dan radiologi,” tegas dokter Ivonne

Hingga saat ini, seluruh proses pemeriksaan berjalan sesuai jadwal tanpa kendala berarti. “Sampai hari ini sudah 46 paslon yang sudah melakukan pemeriksaan, semuanya berjalan dengan baik,” ujarnya seraya berharap melalui pelaksanaan pemeriksaan kesehatan ini, RS Kandou dapat turut serta memastikan terselenggaranya Pemilihan Kepala Daerah yang demokratis dan berkualitas di Sulawesi Utara. (Fer)

Meimonews.com – Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD Kandou Manado (akrab disebut RS Kandou) bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Bolaang Mongondouw menggelar pelatihan Pencegahan dan Pengendalian bagi Pengelola Program Kusta dan Frambusia Tingkat Puskesmas di Hotel Quality Manado, Senin (12/8/2024).

Pelatihan yqng diketuai Veronica Magdalena Pinontoan, ST Keb iini berlangsung 5 hari (12-16 Agustus) dan diikuti 20 tenaga medis dari Bolmong.

Pelatihan dibuka Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bolmong Drs Ketut Kolak,M.Kes. “Terima kasih buat jajaran RS Kandou, yang sudah memfasilitasi kegiatan ini serta membuka tangan untuk bekerjasama dengan pemerintah kabupaten Bolmong,” ujar Ketut Kolak.

Diungkapkan, sengan keterbatasan sumber daya manusia (SDM) Dinas Kesehatan Bolmong belum bisa melaksanakan kegiatan diklat seperti ini dengan mandiri.

“Karena kegiatan ini merupakan progran yang strategis dan serius, untuk itu persiapan dari pelaksanaan diklatnya juga harus serius, maka outputnya pasti bagus,” jelasnya,

Kadis berpesan kepada peserta agar dapat mengikuti kegiatan ini dengan saksama, sehingga apa yang menjadi harapan dari semua penyelenggara kesehatan dapat terwujut.

Direktur Utama RS Kandou Dr..dr. Ivonne Elisabeth Rotty, M.Kes, yang diwakili Manajer Diklat dr. Juddy Flora Sengkey, M.Kes dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kerjasama yang sudah disepakati antara Dinas Kesehatan Bolmong dan RS Kandou terkait dengan penyelenggaraan pelatihan dibidang kesehatan.

“Kami memberikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan Bolmong yang sudah mempercayakan RS Kandou untuk dapat menyelenggarakan diklat ini,” ujar Juddy.

Juddy berharap, pelatihan seperti ini akan berlanjut karena ini merupakan pelajaran penting bagi peserta dalam belajar untuk pencegahan dan pengendalian penyakit kusta dan frambusia yang sudah lama ada dan sampai saat ini menjadi masalah kesehatan.

“Dapat dikatakan penyakit kusta dan frambusia ini penyakit tropis yang terabaikan,” sebutnya.

Untuk itu, tambahhnya, pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan tetap memberikan program pelatihan kepada pengelola program di tingkat puskesmas agar dapat meningkatkan kompetensi sehingga bersama sama dapat mengeliminasi penyakit kusta ataupun juga mengeradikasi penyakit frambusia.

Dengan demikian Juddy berharap bagi peserta mendapat manfaat dari pelaksanaan diklat ini sehingga dapat di implementsikan pada wilayah kerja masing masing.

Turut hadir Asisten Manager Pendidikan dr Silvana Lumeno, Asisten Manajer Pelatihan dr. Reamur Moody Rawung, M.Kes, M.Th dan Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bolmong, Yusuf Detu, S.Kep.Ns. (Fer)

Meimonews com – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-29 Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD Kandou (akrab disebut RSUP Kandou), panitia pelaksana yang diketuai dr. Wega Sukanto, SpB TKV (Direktur Layanan Operasional) akan menggelar lomba Fun for Run.

Lomba bertemakan Transformasi Layanan Kesehatan ini dijadualkan diadakan pada Sabtu (24/2/2024)

Lomba ini akan dimulai pukul 05.30 Wita dengan titik start dan finish di Manado Town Square (Mantos). Para peserta akan menempuh jarak sejauh 7 kilometer, menjadikan acara ini sebagai ajang yang menggabungkan olahraga dan keceriaan.

Dirut RSUP Kandou dr. Ivonne Elisabeth Rotty, M.Kes menjelaskan, RSUP Kandou memilih tema kegiatan yakni Transformasi Layanan Kesehatan dimaksudkan untuk menekankan pentingnya kesehatan dan kebugaran dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui lomba ini, kami berharap masyarakat dapat lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh,” ujarnya.

Selain itu, tambahnya, acara ini juga diharapkan dapat menjadi ajang silaturahmi dan hiburan bagi masyarakat Manado.

Manager Hukmas RSUP Kandou Ruslianto Urendeng menjelaskan, panitia menyiapkan total hadiah senilai Rp. 30 juta yang akan dibagikan kepada para pemenang.

Oleh karena itu, pihaknya mengundang seluruh masyarakat untuk berpartisipasi dalam lomba Fun for Run’ ini.

Untuk informasi lebih lanjut tentang lomba Fun for Run, masyarakat dapat menghubungi panitia di RSUP Kandou, melalui contak person 085341774999 dan 085396280725. (Fer)

Meimonews.com – Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Dr. dr. RD Kandou (acap disebut RSUP Prof Kandou) yang dipimpin Dr. dr. Jimmy Panelewen, Sp.B-KBD siap menggelar operasi transplantasi ginjal, Sabtu (18/3/2023). Operasi ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan di Indonesia Timur.

Hal ini tentunya menjadi kabar gembira khususnya bagi masyarakat Sulut karena ini bakal menjadi pertama kalinya operasi transplantasi ginjal di RSUP Kandou.

“Ini merupakan momen bersejarah bagi Sulawesi Utara, bahkan seluruh wilayah Indonesia Timur karena ini menjadi operasi transplantasi ginjal yang pertama,” ujar Direktur Pelayanan Medik Keperawatan dan Penunjang, dr. Yeheskiel Panjaitan, SH, MARS, Jumat (17/3/2023).

Menurutnya, untuk persiapan pelaksanaan operasi ini dari jauh hari sudah disiapkan, bahkan hingga kemarin terus dikontrol kondisi dari donor dan pasien.

“Sampai hari ini kondisi donor dan receiver (penerima-Red) keduanya dalam keadaan stabil. Mudah-mudahan jika tidak ada kendala besok sudah pelaksanaan. Sebab termasuk alat, bahan obat, dan lainnya semua sudah kita siapkan,” pungkas dokter Yeheskiel Panjaitan.

Adapun berkaitan dengan donor ginjal, disebut bahwa untuk saat ini fokus kepada donor transplantasi ginjal dari anggota keluarga sendiri.

Direktur Pelayanan Medik Keperawatan dan Penunjang, dr. Yeheskiel Panjaitan

Menurutnya, tindakan ini untuk mengurangi risiko penolakan yang mungkin timbul, serta terkait persoalan waktu yang lebih panjang jika mencari donor lain yang bukan keluarga karena harus mencocokkan lagi genetiknya.

“Dengan demikian, kalau dari keluarga kecocokan untuk identifikasi gennya lebih dekat dan penolakan lebih kurang sehingga diharapkan bisa berjalan dengan lancar,” jelasnya.

Adapun untuk proses operasi transplantasi ginjal yang pertama ini RSUP Kandou bakal didampingi pihak RSCM (Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo) sebagai rumah sakit pengampuh.

“Semua tenaga ahli pelaksana berasal dari RSUP Kandou Manado. Tapi dalam rangka pengampuhan rumah sakit, menteri kesehatan
sudah menggagas di mana rumah sakit pengampuhnya adalah RSCM. Jadi nanti akan ada pendampingan dari teman-teman RSCM,” ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Utama RSUP Kandou Dr. dr. Jimmy Panelewen, SpB-KBD berharap agar pelaksanaan operasi pertama ini bisa sukses sehingga untuk operasi kedua dan seterusnya RSUP Kandou sudah bisa mandiri.

Dokter Jimmy (sapaan akrab Dirut) uga menyebut bahwa pelaksanaan transplantasi ginjal adalah yang pertama di Sulawesi Utara dan di Indonesia Timur sehingga dirinya berharap dukungan masyarakat untuk mendoakan agar pelaksanaan operasi transplantasi ginjal berjalan baik dan lancar.

“Kita berharap ke depannya ini menjadi sesuatu yang sifatnya reguler karena dalam penanganan pasien gagal ginjal maka transplantasi ginjal adalah yang paling paripurna adalah,” jelasnya, seraya menambahkan, lebih penting lagi bukanlah sukses institusi saja, tetapi sukses bagi pasien yang mendapat perawatan.

Sebab dalam proses operasi transplantasi ginjal ini, pasien mendapatkan donor dari keluarganya, dalam hal ini orang tua pasien.(Fer)

Meimonews.com – Ketua Dewan Pengawas (Dewas) BPJS Kesehatan Prof Dr Abdul Kadir, Ph.D, Sp. THT-KL(K), MARS, melakukan kunjungan di RSUP Prof. Dr. RD Kandou (acapkali disebut RSUP Kandou) Manado, Kamis (2/3/2023).

Agenda mantan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI di RSUP yang dipimpin Dr. dr. Jimmy Panelewen, Sp-KBD (Direktur Utama) ini adalah untuk berdiskusi bersama Direksi dan jajaran RSUP Kandou, serta membahas sistim pelayanan BPJS di RS ini.

Plh. Direktur Utama RS Kandou Dr. dr. Ivonne E. Rotty, M.Kes di dampingi Direktur Pelayanan Medik Keperawatan dan Penunjang dr. Yeheskiel Panjaitan, SH, MARS mengatakan, pertemuan dengan Ketua Dewas BPJS memang sudah diagendakan, dikarenakan ada sesuatu dan lain hal, sehingga pertemuan baru bisa berlangsung hari ini.

Dokter Ivonne juga selaku Direktur SDM Pendidikan dan Umum mengungkapkan, RSUP Kandou sebagai mitra kerja sangat membutuhkan pencerahan dan arahan dari Dewas BPJS terkait dengan sistim pelayanan BPJS.

“Saya berharap dengan pertemuan ini kita bisa menyampaikan langsung kepada pihak BPJS terkait kendala apa yang sering terjadi saat melakukan pelayanan, sehingga pelayanan BPJS di Rumah Sakit Kandou boleh berjalan dengan optimal,” ujar dokter Ivonne.

Ketua Dewas BPJS Prof. Abdul Kadir menjelaskan, BPJS Kesehatan merupakan salah satu lembaga publik yang struktur organisasinya di bawah Presiden.

Adapun fungsi dari Dewas BPJS Kesehatan sesuai Undang Undang (UU) no. 24 Tahun 2004 bahwa Dewas BPJS Kesehatan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan jaminan sosial nasional di lapangan.

“Kedatangan saya di sini (RSUP Kandou – red) untuk melihat langsung bagaimana sistem pelayanan BPJS sekaligus meminta masukan dari teman-teman tenaga kesehatan, kalau masih kurang kita segera perbaiki,” ujarnya.

Saat ini, ungkapnya, peserta BPJS Kesehatan sudah berjumlah 249 juta atau sekitar 90,3 persen penduduk Indonesia. Di RSUP Kandou sendiri 90 persen pasiennya menggunakan jaminan BPJS Kesehatan, sehingga penghasilan terbesar RSUP Kandou berasal dari BPJS.

Untuk itu, menurutnya, tidak ada lagi diskriminasi antara pasien umum dan BPJS. “Kalau pasien umum maka didahulukan kalau pasien BPJS menunggu antrian di belakang, sementara pasien BPJS sebelum masuk Rumah Sakit sudah membayar terlebih dulu.” tegasnya.

Diimbau, sedapat mungkin RSUP Kandou dapat mengikuti aturan aturan BPJS Kesehatan. “Jangan sama terjadi kecurangan (Fraud),” pesannya.

Turut hadir, Asisten Deputi Jaminan Pelayanan BPJS Kesehatan Wilayah Sulut dr. Meryta Rondonuwu. Kepala Cabang BPJS Manado drg. Betsi Ruru. Asisten Deputi SDM Umum dan Komunikasi BPJS Kesehatan Wilayah Sulut, Yuliarso Budiman. (Fer)

Meimonews.com – RSUP Prof. Dr. RD Kandou  Manado berjalan sebagaimana mestinya dengan harapan dan programnya tercapai. Salah satunya berkat kontribusi dari Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Bedah Unsrat Manado, atau istilah di RSUP Kandou, Staf Medik Pendidikan.

“Bagian ini betul-betul menyatu dengan Rumah Sakit Kandou dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ujar Dirut RS Kandou Dr. dr. Jimmy Panelewen, SpB-KBD saat memberikan sambutan pada  acara Re-Akreditasi Program Studi Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran Unsrat Manado.

Kegiatan dilaksanakan Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM PT-Kes) di Aula RS Kandou (sebutan akrab RSUP Prof. Dr. dr. RD Kandou), Senin (30/1/2023).

Namun, tambahnya, dikarenakan masih pendidikan, maka setiap pelayanan itu ada di dalam supervisi.

Di dampingi Direktur SDM Pendidikan dan Umum, Dr. dr Ivonne E.  Rotty, M.Kes, dokter Jimmy (sapaan akrab Dirut) menyampaikan selamat datang kepada tim Assesor LAM PT-Kes, Dr. dr Muhammad Arifin Parenrengi, Sp.Bedah Saraf (K) bersama Dr. dr. Yefta Moenadjat, Sp.Bedah Plastik-Rekonstruksi dan Estetis (K)

“Terima kasih kepada tim Assesor yang berkenan untuk memotret Program Studi Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran Unsrat selama 3 hari,”ujar dokter Jimmy.

Dirut patut berbangga di mana dari sekian prodi yang ada di fakultas kedokteran sudah melakukan Re-Akreditasi yang unggul. “Usaha keras itu tidak akan mendustai hasil,” tandasnya.

Menurutnya, ilmu bedah bisa memberikan kontribusi yang besar dalam upaya pelayanan kesehatan maupun program untuk RSUP Kandou, karena pendidikan bedahnya baik.

“Salah satu brand dari RSUP Kandou yang nantinya dimintakan untuk rumah sakit vertikal adalah pelayanan bedah,” ujarnya.

Diakui, teman teman bagian bedah mempunyai visi yang ingin maju. Mereka ingin memposisikan diri untuk memberi kontribusi yang maksimal terhadap pelayanan di RSUP Kandou.

Disebutkan, akreditasi ini mempunyai nilai positif dan bermanfaat, terutama bisa merubah pola pikir mana yang baik dan tidak. Pemahaman baik itu harus dikerjakan terus, sehingga menjadi kebiasaan yang harus dipelihara dan semuanya itu akan menjadi budaya.

“Menuju ke arah situ tidak semudah membalikan telapak tangan, tapi saya yakin teman-teman staf pengajar bagian B?bedah akan mengejar mutu budaya itu, sehingga pelayanan kesehatan di RSUP Kandou akan semakin baik,”tandasnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua DPRD Sulut dr. Fransiskus Andy Silangen, SpB-KBD, Direktur RS Dr.J.H Awaloei dr Abraham Talumewo, MHSM, Dekan Fakultas Kedokteran Unsrat Manado Dr. dr. Billy Johnson Kepel, M.MedSc, para Ketua Bagian dan Ketua KSM, para Koordinator Prodi PPDS-1 FK Unsrat. (Fer)

Meimonews.com – Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Dr. dr. RD Kandou yang sering disingkat RSUP Kandou pimpinan Dr. dr. Jimmy Panelewen, SpB-KBD (Dirut) mengadakan ibadah rutin di Gereja Lukas Oikumene, kompleks rumah sakit, Rabu (18/2/2023).

Di momen tersebut, diadakan pula pengutusan kepada Tim Transplantasi Ginjal RSUP Kandou dan pegawai baru P3K.

Yang bertugas dalam ibadah tersebut adalah Doa Khadim Buka Pdt. Christian Keintjem, STh. Doa Buka dan Tahbisan :Pdt. Jelita Manopo, STh, Pembawa Firman Pdt. Dr. Adolf Wenas, M.Th, Doa Khadim Tutup Pdt. Deisy Arungpadang, STh.

Adapun yang mengisi puji pujian, yakni Direktorat SDM Pendidikan dan Umum, Tim Transplantasi Ginjal dan Pegawai P3K yang baru.

“Hari ini ada pengutusan Tim Transplantasi Ginjal, dimana sesuai rencana tanggal 28 Januari 2023, RSUP Kandou akan melaksanakan operasi transplantasi ginjal yang pertama di Indonesia Timur dan di Rumah Sakit Kandou,” kata Plh Dirut RSUP Kandou Dr. dr  Ivonne E. Rotty, M.Kes, usai ibadah.

Dokter Ivonne meyakini, semua persiapan transplantasi ginjal, rencana dan usaha sangat perlu topangan doa agar semua berjalan dengan lancar. “Usaha kami tidak akan sia-sia karena ada Tuhan selalu beserta dengan kita,” tandas dokter yang sehariannya ada Direktur SDM, Pendidikan dan Umum RSUP Kandou

Meimonews.com – Setelah dilakukan visitasi dari Komisi Transplantasi Nasional(KTN) terkait RSUP Prof. Dr. RD Kandou (akrab disebut RSUP Kandou atau RSUP Prof  Kandou) Manado, akan menjadi penyelenggara Transplantasi Ginjal. Saat ini, pihak RSUP Kandou tinggal menunggu penetapan dari Menteri Kesehatan (Menkes).

Sambil menunggu penetapan tersebut, RSUP Kandou yang dipimpin Dr. dr. Jimmy Panelewen, SpB-KBD (Dirut)  sudah mengagendakan rancana untuk melakukan operasi transplantasi ginjal.

Hal itu disampaikan Plh Dirut RSUP Prof. Dr. RD Kandou Manado Dr. dr Ivonne E. Rotty, M.Kes, saat memimpin rapat rutin Direksi bersama Koordinator dan Sub Koordinator serta pejabat pengadaan di aula lantai 2 kantor pusat administrasi RSUP Kandou, Senin (16/2/2023)

“Saat ini kita dalam persiapan, tinggal menunggu SK penetapan dari Menkes,” ujar  Direktur SDM Pendidikan dan Umum itu RSUP Kandou itu.

Dokter Ivonne menyampaikan kesiapan RSUP Kandou terkait prosedural, teknis kesiapan rumah sakit, mulai dari ruangan, peralatan, obat obatan, tetapi juga SDM yang akan turun dalam rencana tindakan penyelenggaraan transplantasi ginjal.

“Rencananya tanggal 28 Januari, RSUP Kandou akan melaksanakan operasi transplantasi ginjal yang pertama di Indonesia Timur. Dan untuk pelaksanaannya, tindakan pertama kita masih didampingi oleh RSCM. Selanjutnya, RSUP Kandou sudah bisa melakukan secara mandiri,” tambah Direktur Pelayanan Medik Keperawatan dan Penunjang, dr.  Yeheskiel Panjaitan, SH,MARS.

Ketika ditanya terkait dengan pembiayaan transplantasi ginjal oleh Direktur Perencanaan Keuangan dan BMN, Frets Melope, SE, MSi, Panjaitan mengatakan sudah berkoordinasi dengan BPJS, dan sudah mendapat persetujuan.

“Sudah disetujui oleh BPJS, dengan catatan kita harus memenuhi persyaratan dalam Permenkes tersebut, dan itu sementara berproses,” jelasnya. (Fer)

Meimonews com–  Selama 11 bulan di tahun 2022, Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Dr  DR Kandou yang akrab disebut RS Prof Kandou pimpinan Dr. dr. Jimmy Panelewen, Sp-B, KBD (Direktur Utama) lewat Unit Transfusi Darah (UTD) berhasil mengumpulkan sebanyak 20.381 kantong darah biasa.

“Jumlah tersebut belum termasuk trombosit sebanyak 282 kantong dan resus negatif sebanyak 11 kantong yang diterima langsung dari pendonor di UTD Prof Kandou,” ujar Kepala UTD RS Prof. Kandou dr. Stephen Lapian kepada Meimonews.com, baru-baru.

Sebanyak 20.381 kantong tersebut, lanjut dokter Stephen, sapaan akrabnya, berasal dari pendonor baik yang datang langsung ke rumah sakit maupun lewat kegiatan donor dari di sejumlah tempat, yang merupakan hasil kerjasama dengan sejumlah pihak serta penerimaan dari PMI.

Dari UTD sendiri, rinci dokter Stephen di dampingi Sendy Sumakud (salah satu staf UTD), selang Januari hingga November telah terkumpul sebanyak 16.215 kantong.

Dari UTD Keliling (kerjasama dengan sejumlah pihak) telah terkumpul sebanyak 3.054 kantong selama sebelas bulan sedang dari PMI terkumpul sebanyak 1.112 kantong untuk jangka waktu yang sama (11 bulan).

“Darah-darah yang terkumpul dari para pendonor adalah darah biasa yakni golongan darah A, B, O, dan AB,” ujarnya.

Dokter Stephen mengakui banyaknya warga yang bersedia mendonorkan darahnya karena mereka melihat darah yang disumbangkan sangat bermanfaat bagi pasien-pasien yang ada di RS Prof. Kandou.

Selain itu, menindaklanjuti arahan pimpinan (Direksi) untuk memantapkan kerjasama dengan sejumlah pihak yang berkenan menggelar kegiatan kerjasama donor darah lewat UTD Keliling.

Atas nama pimpinan Rumah Sakit Prof. Kandou, dokter Stephen berterima kasih kepada sejumlah pihak yang telah berkenan bekerjasama melaksanakan kegiatan donor darah.

“Semoga di tahun-tahun mendatang, semakin banyak pihak yang berkenan bekerjasama dan semakin banyak darah yang terkumpul untuk kegiatan kemanusiaan ini,” ujarnya. (Fer)

Meimonews.com – Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Dr.  D.R. Kandou (sering disebut RSUP Kandou – red) dan Kologium Jantung dan Pembuluh Darah Indonesia (JPDI) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU), Senin (21/11/2022).

Penandatangan MoU penyelenggaraan fellowship dan visitasi ini disaksikan dan dibuka pelaksanaannya oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin.

Dalam sambutannya, Menkes mengungkapkan target tahun 2024, sebanyak 514 Kabupaten/Kota di Indonesia harus bisa melakukan tindakan pasang ring, dan 34 Provinsi sudah boleh melakukan kateterisasi jantung terbuka.

Menkes menyebutkan, angka kasus penyakit jantung dan pembuluh darah cenderung meningkat dari tahun ke tahun. “Kematian yang disebabkan penyakit jantung cukup banyak memakan korban, tercatat 200 ribu pertahunnya,” ujarnya.


Menkes berharap, rumah-rumah sakit yang ada di Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia bisa melakukan pelayanan kesehatan jantung yang maksimal. “Saya akan memberikan sertifikat khusus bagi rumah sakit Provinsi yang melakukan tindakan bedah jantung terbuka, dan Kabupaten Kota yang bisa lakukan tindakan pasang ring. Tapi syaratnya yang pertama kali,” tandasnya.

Dalam sambutannya, Direktur Utama RSUP Kandou Manado Dr. dr. Jimmy Panelewen, SpB-KBD menyampaikan syukur RSUP Kandou boleh dipercayakan bisa melaksanakan pendidikan fellowship bagi teman-teman spesialis jantung. Kegiatan ini tentu saja untuk menuntaskan program tranformasi dari kementerian kesehatan.

“Dengan SDM yang cukup, kita butuh tindakan yang cepat dan tetap, sehingga dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, masalah yang terjadi berkaitan dengan pelayanan ini akan teratasi,” ujarnya.

Ditambahkan, RSUP Kandou juga nantinya akan melakukan penandatanganan dengan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia untuk pendidikan dokter spesialis urologi.

“Saya berharap ke depan, untuk menambah SDM yang berkompeten dan berlegitimasi. Itu bisa diraih dalam waktu yang sesuai dengan regulasinya. Dan, semoga implementasi dari kegiatan ini bisa berlangsung lancar baik,” ujarnya.

Ketua Kolegium Jantung dan Pembuluh Darah Indonesia, dr. Renan Sukmawan, SpJP(K), PhD, MARS mengatakan, dengan adanya percepatan dan perluasan pendidikan fellowship ini, Kolegium JPDI bergerak dengan cepat untuk membuka tempat tempat telusif, dan salah satunya adalah RSUP Kandou Manado, yang mempunyai sarana prasarana pada bidang sub spesialisasi jantung dan pembuluh darah.

“RSUP Kandou sesuai ketersediaan SDMnya, ada 3 bidang yang akan dibuka yaitu kardiologi Intervensi, kardiologi perawatan intensif dan kardiologi kegawatan kardiovaskuler,” jelasnya.

Disebutkan, sesuai arahan Menteri Kesehatan, tahun 2024, nantinya 258 Kabupaten/Kota sudah dapat melakukan intervensi non bedah. “Ini merupakan bagian dari proses percepatan untuk mencapai target operasi bedah jantung terbuka di 34 Provinsi,” ujarnya. (Fer)