Meimonews.com – RSUP Prof. Dr. RD Kandou Manado (akrab disebut RSUP Kandou) menjadi lokasi pelaksanaan praktik lapangan bagi mahasiswa Akademi Teknik Radiodiagnosis dan Radioterapi (ATRO) Bali dengan peminatan kedokteran nuklir.

Kegiatan ini berlangsung selama hampir satu bulan (5 -31/1/2026, dan diikuti oleh lima mahasiswa ATRO Bali yang merupakan angkatan pertama pada jalur peminatan kedokteran nuklir.

Pelaksanaan praktik lapangan tersebut terlaksana berkat dukungan penuh Direktur Utama Starry Homenta Rampengan beserta Dewan Direksi RSUP Kandou Manado, yang secara konsisten mendukung pengembangan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan.

Sebagai rumah sakit rujukan nasional, RSUP Kandou menyatakan komitmennya dalam pengembangan sumber daya manusia kesehatan melalui penerimaan dan fasilitasi mahasiswa praktik, dengan tetap mengacu pada tata tertib serta ketentuan yang berlaku di lingkungan rumah sakit.

 

Dokter Arlene Angelina selaku dokter spesialis Kedokteran Nuklir yang bertugas di Unit Kedokteran Nuklir RSUP Kandou Manado, menyambut baik kehadiran para mahasiswa ATRO Bali.

Ditegaskan, pelayanan kedokteran nuklir memerlukan dukungan sumber daya manusia yang lengkap dan kompeten, tidak hanya dari sisi dokter spesialis, tetapi juga tenaga radiografer yang memiliki keahlian khusus di bidang tersebut.

Kehadiran mahasiswa ATRO Bali dengan peminatan Kedokteran Nuklir, sebutnya, menjadi indikator positif bahwa bidang kedokteran nuklir semakin dikenal dan diminati oleh generasi muda tenaga kesehatan.

Hal ini diharapkan dapat mendukung pengembangan layanan kedokteran nuklir di masa mendatang, khususnya di wilayah Indonesia Timur.

Selama menjalani praktik lapangan, para mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mengenal secara langsung pelayanan kedokteran nuklir di rumah sakit, memahami alur kerja unit, serta mempelajari pemanfaatan teknologi kedokteran nuklir dalam menunjang proses diagnosis dan penanganan pasien.

Interaksi dengan tenaga kesehatan serta pengalaman langsung di lingkungan klinis menjadi bekal penting dalam membangun pemahaman praktis, profesionalisme, dan kesiapan mereka sebagai calon tenaga kesehatan di bidang kedokteran nuklir. (Fer)

Meimonews.com – Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD Kandou (akrab disebut RSUP Kandou) Manado menggelar bimbingan teknis (bimtek) peningkatan kompetensi dan pemahaman sistem grouping baru Indonesia Diagnosis Related Groups (iDRG), Kamis (17/7/2025).

Kegiatan yang diadakan di aula lantai 2 kantor administrasi rumah sakit ini dibuka pelakssnaannya oleh Dirut RSUP Kandou Manado Starry Rampengan.

Dalam sambutannya, Dirut menekankan pentingnya penguasaan sistem iDRG bagi seluruh tim terkait di RSUP Kandou.

Sistem ini, yang merupakan bagian penting reformasi pembiayaan kesehatan, harus memerlukan pemahaman yang komprehensif dari aspek klinis hingga administrasi, termasuk coding medis dan klaim pembayaran. “Kegagalan menguasai sistem ini akan merugikan rumah sakit,” ujarnya.

Sistem iDRG membutuhkan perpaduan yang solid antara dokter, dokter spesialis, residen, dan tim administrasi. “Kerjasama tim yang kuat sangat krusial untuk memastikan implementasi yang tepat agar kita dapat memperoleh hak-hak yang seharusnya diterima,” sebut Dirut.

Sebagai rumah sakit rujukan utama Indonesia Timur, Dirut berharap bimtek ini tidak hanya meningkatkan mutu pelayanan dan sumber daya manusia (SDM), tetapi juga akuntabilitas pendapatan rumah sakit.

Diharapkan pula, seluruh peserta mampu memahami dan mengimplementasikan sistem iDRG dalam pekerjaan sehari-hari. Komunikasi yang baik antar tim dan manajemen menjadi kunci keberhasilan implementasi ini.

Dirut mengpresiasi untuk terselenggaranya bimtek ini. “Ini merupakan langkah konkrit RSUP Kandou untuk meningkatkan kualitas SDM dan memastikan setiap pelayanan terdokumentasi dengan baik. Semoga seluruh peserta dapat mengikuti bimtek ini dengan sungguh-sungguh.” ujarnya. (Fer)

Meimonews.com – Suatu prestasi yang membanggakan dibuat Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Dr. RD Kandou Manado di bawah pimpinan Dr. dr. Jemmy Panelewen, SpB-KBD (Direktur Utama).

Operasi pemisahan kembar siam yang biasanya dilakukan di rumah sakit besar di Jakarta, kini bisa dilakukan di Manado, di RSUP Prof Kandou Manado. Dan, operasi ini adalah yang pertama kalinya.

Ini terlihat saat RSUP Prof. Kandou Manado melaksanakan operasi pemisahan bayi kembar siam pada Kamis (21/4/2022). Bayi kembar siam yang berhasil dipisahkan adalah anak dari seorang anggota TNI AD yang bertugas di Kodim Minahasa. Operasi berlangsung selama 9 jam, lebih cepat dengan estimasi waktu jadual oleh tim operasi yaitu 12 jam.

Operasi  ini disaksikan Panglima Kodam 13 Merdeka Mayor Jenderal TNI Alfret Denny Tuejeh,  Komandan Korem 131/Santiago Brigjen TNI Mukhlis SAP MM, Direktur Utama RSUP Kandou Manado Dr. dr. Jimmy Panelewen, SpB-KBD, Direktur SDM Pendidikan dan Umum Dr. dr. Ivonne E. Rotty, M.Kes, Direktur Pelayanan Medik Keperawatan dan Penunjang, dr Jeheskiel Panjaitan, SH., MARS, dan pejabat terkait RSUP Kandou melalui layar monitor di ruang jantung CVBC RSUP Kandou.

Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUP Prof Kandou Manado dr Jeheskiel Panjaitan sekaligus sebagai penanggung jawab Tim Terpadu Operasi Pemisahan Bayi Kembar Siam, saat konfrrensi pers, usai operasi mengungkapkan, pemisahan bayi kembar siam dijadualkan pada Kamis karena kedua bayi tersebut berjenis kelamin perempuan.

“Setelah berkoordinasi dengan tim maka dijadualkan operasi pada tanggal 21 April, karena kedua bayi kembar siam tersebut adalah perempuan sekaligus untuk memperingati Hari Lahir RA Kartini. Puji Tuhan semua boleh berjalan dengan baik dan lancar. Terima kasih atas kerjasama dari semua pihak,” ujarnya seraya menyebut ada 67 tenaga medis yang terlibat dalam operasi ini.

Ketua Tim Terpadu Operasi Pemisahan Kembar Siam RSUP Kandou Dr. dr. Harsali F, Lampus, MHSM, SpBA menambahkan, rencananya operasi ini akan berlangsung selama 12 jam 15 menit. Jam 6 pagi kita sudah mulai persiapan. Tim anestesi sudah mempersiapkan pasien dua jam. Pada jam 08.45 tim dokter sudah siap untuk melakukan operasi dengan kondisi pasien sudah terbius.

“Pada saat jalannya operasi, puji Tuhan kami tidak mendapatkan banyak masalah karena sebelumnya kami sudah melakukan pemeriksaan dan simulasi dengan waktu yang cukup lama,” ujar Lampus seraya menyampaikan terima kasih kepada manajemen RSUP Kandou yang memberikan kepercayaan dan selalu mengsuport bagi tim terpadu.

“Terima kasih kepada pak Dirut yang sudah menyiapkan fasilitas, sarana prasarana, peralatan yang terbaik yang tak kalah saing baik nasional  maupun internasional,” ujarnya pada konferensi pers yang turut dihadiri semua tim dokter yang melakukan operasi, Dandim Minahasa Letnan Kolonel ( Letkol ) Inf Ircham Effendy, serta pejabat terkait lingkup RSUP Kandou.

Dirut RSUP Kandou Manado Dr. dr. Jimmy Panelewen, SpB, KBD menjelaskan, operasi kembar siam ini baru pertama kalinya dilakukan RSUP Kandou Manado, yang sebelumnya setiap kasus kembar siam selalu dikirim ke Jakarta.

Diungkapkan, terlaksananya operasi pemisahan kembar siam tersebut merupakan atensi dari seluruh jajaran TNI-AD, dan dari sisi RSUP Kandou sendiri mampu untuk melaksanakannya. “Saya mendapat kunjungan dari Danrem 131/Santiago pak Mukhlis untuk silahturahmi, tetapi poin utamanya untuk membahas kedua pasien ini, untuk dilakukan operasi pemisahan,” sebut Panelewen.

Panglima Kodam XIII / Merdeka Mayor Jenderal TNI Alfret Denny Tuejeh menyampaikan terima kasih kepada pimpinan RSUP Kandou dan tim dokter yang sudah berjuang untuk kedua anak tersebut.

“Saya selaku Pangdam terharu melihat perjuangan, semangat dari tim dokter yang melaksanakan operasi besar ini, dan semuanya berkat dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Apresiasi buat RSUP Kandou sudah membantu anak buah saya, yang mempunyai anak kembar siam ini,” ujar Pangdam seraya berharap ada pemantauan terhadap kedua anak kembar siam ini pasca operasi dan berharap kepada Tuhan agar semuanya lancar. (af)

Meimonews.com – RSUP Kandou Manado pimpinan Dr dr Jimmy Panelewen,SpB-KBD (Direktur Utama) menggelar pendidikan dan pelatihan (Diklat) terkait Bantuan Hidup Dasar (BHD), Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP), Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) dan Covid-19 di aula lantai 2 kantor pusat RSUP Kandou, Rabu – Jumat (29-31/3/2022).

Diklat ini wajib dilaksanakan sesuai dengan regulasi RSUP Kandou sebagai Rumah Sakit Pendidikan Nasional dan sudah terakreditasi.

Semua proses pelayanan maupun administrasi sudah terstandarisasi. Setiap peserta yang baru bergabung dengan RSUP Kandou, baik Calon Aparatur Sipil Negara (CASN), pegawai baru dalam bentuk BLU, Pegawai kontrak dan peserta diklat harus mengikuti workshop dan orientasi.

Hal tersebut disampaikan Direktur SDM Pendidikan dan Umum RSUP Kandou Manado, Dr. dr. Ivonne Rotty, M.Kes, saat membuka kegiatan tersebut, Rabu (29/3/2022).

Dokter Ivonne yang di dampingi Koordinator SDM Ns. Suwandi Luneto, S.Kep, M.Kes, dan Subkoor Pendidikan dan Penelitian, Jemmy Sambul, SE, menyebutkan, pelatihan ini merupakan orientasi umum yang tergabung dalam 2 Institusi besar. Seluruh proses kegiatan diklat mengacu pada regulasi Covid-19 tentang protokol kesehatan, juga mengikuti pada program pemerintah.

“Dalam diklat ini jika mengikuti regulasi awal tidak ada materi Covid-9 regulasi berubah setelah adanya pandemi Covid-19. Ini merupakan ilmu yang baru dan sama-sama kita belajar karena pemahaman Covid-19 ini semua harus tau”, ujar Sekretaris PERSI Daerah Sulawasi Utara ini.

Dokter yang pernah menjadi Kepala Puskesmas Dodaga, Kecamatan Wasile Kabupaten Halmahera Tengah Provinsi Maluku tahun 1991 – 1992 ini menambahkan, banyak orang-orang pintar dil uar sana, tetapi soft skillnya masih kurang. Yang berhubungan dengan pelayanan publik harus diutamakan soft skill, cara dan perilaku, serta komunikasi yang baik.

“Saat adik-adik menimbah ilmu selama 5 hari ked epan, saya minta untuk mengikutinya dengan baik agar apa yang didapatkan bisa terimplementasikan sesuai dengan SOP yang ada.” ujar dokter Ivonne. (lk)