Meimonews.com – Memperingati Dies Natalis ke-63,  Fakultas Pertanian (Faperta) Unsrat menggelar seminar internasional perkelapaan yakni  Harnessing Coconut Potential for Offsetting Carbon Emission : Integrating Science and Economy for a Sustainable Future (Memanfaatkan potensi kelapa untuk mengganti emisi karbon : integrasi ilmu pengetahuan dan ekonomi untuk masa depan yang berkelanjutan)

Seminar tiga hari (12-14 Oktober 2023) ini, jelas Ketua Panitia Seminar John Tasirin di dampingi Dr. Ir. Reiny A. Tumbol, M.APP.SC (Director Office of International Affairs Sam Ratulangi University, Indonesia) kepada Meimonews.com di sela kegiatan, menghadirkan pakar dan dosen dari lima negara (USA, India, Prancis, Filipina dan Indonesia sebagai pembicara.

Peserta yang hadir secara langsung berasal dari USA, Prancis, India, Filipina dan Indonesia dari beberapa daerah yakni  Jawa,  Goronralo, Samarinda dan Sulut. Sementara yang mengikuti secara tidak langsung (virtual) berasal dari 23 negara. Junlah total 125 orang.

Jumlah peserta dan pembicara kegiatan yang dilaksanakan di Arya Duta Hotel Manado ini merupakan upaya kolaboratif antara ICC (Internasional Coconut Community) dan Fakultas Pertanian Unsrat sebagai berupaya untuk menggarisbawahi peran sentral industri kelapa dalam mitigasi perubahan iklim.

Dengan menggabungkan penelitian ilmiah dan strategi ekonomi, seminar ini bertujuan untuk menyelidiki kapasitas budidaya kelapa dalam menangkap (menyerap) karbon, yang tidak hanya menargetkan masa depan yang berkelanjutan bagi planet ini tetapi juga memperkuat langkah-langkah keberlanjutan global.

Upaya-upaya tersebut dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap keuntungan ekonomi negara-negara penghasil kelapa. “Sebagai bentuk apresiasi tambahan, acara ini juga akan menandai Dies Natalis ke-63 Fakultas Pertanian Unsrat,” ujarnya.

Ditambahkan, tujuan dilaksanakan seminar ini adalah menyoroti potensi tanaman kelapa sebagai sumber daya berharga untuk penyerapan karbon dan kaitannya dengan perubahan iklim, mempromosikan dan mendorong penelitian ilmiah lebih lanjut dan inisiatif praktis yang berfokus pada penggunaan tanaman kelapa sebagai alternatif efektif untuk penyerapan karbon.

Selain itu, mengeksplorasi mekanisme kredit karbon, termasuk potensi manfaatnya bagi negara anggota, dan membangun jaringan dan kolaborasi organisasi, universitas, pembuat kebijakan, dan pakar yang bertujuan untuk mempromosikan penggunaan tanaman kelapa untuk penyerapan karbon.

Tunbol menambahkan, tema seminar adalah Ilmu sekuestrasi ekosistem kelapa dan ketahanan iklim kebijakan dan insentif praktik berkelanjutan dan keterlibatan masyarakat inovasi dan arah kredit karbon di masa depan.

Disebutkan, sebagai penyelenggara yang didirikan pada tahun 1969, ICC merupakan organisasi antar pemerintah independen yang beranggotakan 20 negara dan menyumbang 85-90 persen produksi kelapa dunia.

Negara-negara anggota ICC adalah negara Federasi Mikronesia, Fiji, Guyana, India, Kenya, Kiribati, Malaysia, Kepulauan Marshall, Papua Nugini, Filipina, Samoa, Kepulauan Salomon, Jamaika, Sri Lanka, Thailand, Tonga, Timor leste, vanuatu dan Vietnam.

Seminar dibagi beberapa sesi. Sesi pertama membahas Policy and regulation of energy transition and lathway to net zero dengan moderator Dr. Ir. Reiny A. Tumbol, M.APP.SC (Director Office of International
Affairs Sam Ratulangi University, Indonesia).

Pembicara sesi ini adalah Dr. Riza Suarga (Chairman, Indonesia Carbon Trade Association, Indonesia), Bernie F. Cruz (Administrator Philippine Coconut Authority/Pica Philippines), Deputy Director of Financial Derivatives and Carbon Exchange  Supervision, The
Financial Services Authority (OJK), Indonesia.

Indonesia’s Bioenergy Development Policy for Energy Transition
Ministry of Energy and Mineral Resources, Government of Indonesia
Directorate of Bioenergy – Directorate General of New, Renewable Energy, and Energy.

Open Ceremony and Networking Lunch
Speech Dekan Faperta Unsrat Ir.
Dedie Tooy, M.Si, Remarks Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng IPU.

Sesi kedua membahas Carbon sequestration and varbon sink in agriculture including coconut and its implications net zero

Moderator sesi ini adalah Gregory Bardies (Executive Director Sustainable Coconut Partnership France) dengan pembicara Dr. Hebbar KB (Director Central Plantation Crops Research Institute/CPCRI India), Dr. Ganapathy Arumugam (Managing Director and GroupSciebce Director Enhanced Biogiels and Technologies India Private Limited and Compass Carbon LLC USA

Sesi ketiga membahas Empowering communites for climate action and sustaining high coconut productivity : The role of education and reseaech and development dengan moderator Ir. Martina Langi, M.Sc, PhD (Unsrat).

Pembicaranya Hengky Novarianto (Nasional Resesrch and Innovation Agency/BRIN Indonesia), Wildlife Conservation Society – Indonesia Program

Sesi keempat membahas Incentivizing carbon culture and making ans offsetting carbon credits : Economic instrumenys and implementation strategies dengan moderator Prof. Ir. Robert Molenaar, PH.d (Unsrat)

Pembicaranya Asep J. Mulyana (CEO PT TOM Cococha Indonesia tentang Great Hidden Potential of Carbon Trading on Coconut Charcoal Briquette Industry, Dessi Yuliana (Director CarbonX Indonesia), Saibal K. DE (Chief Executive Officer Deejay Coconut Farm Private Limited India)

Di penghujung acara, Wakil Dekan 1 Faperta Gene Kapantouw memberikan pernyataan, yang pada intinya berterima kasih atas kehadiran para pakar dan dosen yang telah ikut dalam kegiatan ini.

Acara seminar berakhir Jumat sore (dipercepat) tapi peserta dari luar akan berlanjut kegiatan pada Sabtu (14/10/2023) untuk wisata ke Pulau Bunaken. (FA)

Meimonews.com – Tiga harapan disampaikan Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng Asean IPU ketika membuka seminar internasional perkelapaan yakni Harnessing Coconut Potential for Offsetting Carbon Emission : Integrating Science and Economy for a Sustainable Future (Memanfaatkan potensi kelapa untuk mengganti emisi karbon : integrasi ilmu pengetahuan dan ekonomi untuk masa depan yang berkelanjutan), Kamis (12/10/2023).

Seminar yang diselenggarakan Fakultas Pertanian (Faperta) Unsrat dalam rangka Dies Natalis ke-63 fakultas yang diketuai John Tasirin ini diadakan di Arya Duta Hotel Manado hingga Sabtu (14/10/2023).

Seminar ini  dilaksanakan untuk menjawab tantangan perubahan iklim global dan menjalankan agenda pembangunan berkelanjutan.

Para ilmuwan berkumpul dalam seminar internasional ini  berfokus pada pemanfaatan potensi kelapa untuk mengurangi emisi karbon.

Para pakar mempresentasikan beragam penelitian terkini yang mengungkapkan potensi besar kelapa dalam mendukung upaya mitigasi perubahan iklim.

Selain menjadi salah satu sumber pangan utama di berbagai negara, kelapa juga memiliki manfaat ekologis dan ekonomis yang tak terhingga.

Seminar internasional ini memberikan landasan kuat bagi upaya bersama dalam memanfaatkan potensi kelapa untuk mengimbangi emisi karbon, menjalankan pembangunan berkelanjutan, dan menciptakan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Tiga harapan Rektor itu adalah pertama, kolaborasi dalam bidang: penelitian, pengembangan industri kelapa di Sulawesi Utara sebagai daerah penghasil kelapa terbesar kedua di Indonesia.

Kedua, inovasi produk kelapa dan turunannya yang beradaptasi dengan pertumbuhan ekonomi lokal. Ketiga, mampu mengkuantifikasi sekuistrasi karbon dari perkebunan kelapa di daerah Sulut, yang pada akhirnya berkontribusi pada perjuangan bersama dunia melawan krisis akibat perubahan iklim.

Harapan tersebut terkait dengan kelapa adalah komoditas tanaman perkebunan terbesar di Sulut. “Jadi, sebagai komoditas unggul, saya berharap besar melalui seminar ini akan muncul terobosan baru untuk perkembangan komoditas ini dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani kelapa di Sulut dan di Indonesia.

Diharapkan pula, seminar ini menjadi tempat berbagi dan bertukar pengetahuan dan bermanfaat, serta berharap yang tinggal di Sulut menyenangkan.

Seminar ini menghadirkan pakar dan dosen dari 5 negara sebagai pembicara yakni dari USA, Prancis, India, Filipina dan Indonesia sebagai pembicara.

Untuk peserta yang mengikuti langsung berasal dari lima negara yakni USA, Prancis, India, Filipina dan Indonesia (Jawa, Samarinda, Gorontalo dan Sulut) sementara yang mengikuti secara virtual berasal dari 23 negara. Total jumlah.peserta 125 orang.

Kata pengantar pembukaan kegiatan disampaikan Dekan Faperta Unsrat Ir. Dedie Tooy, M.Si, PhD.

Tooy berterima kasih dengan kehadiran para pakar dan dosen dari beberapa negara serta dari beberapa daerah di Indonesia pada kegiatan seminar ini. (FA)

Meimonews.com – Pelepasan burung merpati dan balon-balon ke udara oleh Pimpinan Unsrat dan Pimpinan Fakultas Peternakan (Faperta) Unsrat menandai Pembukaan Dies Natalis ke-60 Faperta Unsrat, Kamis (16/3/2023).

Kegiatan yang dipusatkan di Kompleks Faperta Unsrat ini menghadirkan Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng, IPU, Wakil-wakil Rektor Unsrat, beberapa Dekan se-Unsrat, Pimpinan dan Civitas Faperta Unsrat serta siswa SMA dan SMK.

Diundangnya sejumlah siswa SMA dan SMK dimaksudkan sebagai upaya promosi program studi peternakan untuk menaikkan jumlah mahasiswa.

Rektor Unsrat dalam sambutannya mengungkapkan, banyak prestasi yang telah ditorehkan Fakultas Peternakan sampai saat ini, khususnya bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, namun satu hal yang menjadi pergumulan civitas Fakultas Peternakan adalah jumlah mahasiswa.

Keadaan ini, menurut Rektor, harus dijadikan bahan introspeksi utama bagi Pimpinan Fakultas, tenaga pendidik dan kependidikan yang ada di Fakultas Peternakan.

Terkait dengan tema yang diangkat dalam dies kali ini, Rektor berharap, seluruh civitas harus mampu bekerjasama, bersinergi, saling menopang serta berdoa, agar kemajuan yang signifikan boleh terjadi khususnya jumlah mahasiswa yang diterima di Fakultas Peternakan.

Dekan Fakultas Peternakan Dr. Ir. Florencia Nerry Sompie,  MP. IPU dalam sambutannya mengatakan, Dies Natalis Fakultas Peternakan  ke-60 ini mengambil tema Exist, Excellent, Advance, Accountable.

Tema itu, jelas Dekan, merupakan harapan Fakultas Peternakan bahwa fakultas ini akan tetap dan terus ada, serta unggul, maju dan dapat dipercaya. (FA)

Meimonews.com – Unsrat sudah membuktikan dan sangat peduli dalam.mempersiapkan mahasiswa-mahasiswa calon pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) yang ada di depan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsrat.

Hal tersebut ditegaskan Rektor Unsrat Manado Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng, IPU pada acara Forum Kajian Pembangunan Road Show, Rabu (1/3/2023).

Itu terlihat dimana mahasiswa dilatih dalam sebuah incubator untuk dipersiapkan selama 6 bulan dan diharapkan siap terjun dalam dunia usaha.

Dikemukakan, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu pendukung roda perekonomian Indonesia yang menjadi penyumbang Produk Domestik Bruto.

Rektor berharap kegiatan ini untuk kemajuan UMKM di mana Universitas sangatlah penting untuk bekerjasama dengan berbagai pihak demi kemajuan UMKM dan menopang pertumbuhan ekonomi nasional dalam hal ini pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara. (Fa)

Meimonews.com – Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kanasugi Kenji melakukan kunjungan ke Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Selasa (28/2/2023).

Kunjungan Dubes ini merupakan bagian dari kunjungannya ke Bitung untuk menyambut kedatangan Kapal Perang Jepang JS Shimakaze yang merapat di Pelabuhan Bitung.

Kedatangannya di Unsrat disambut Rektor Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng. IPU, didampingi Wakil Rektor 1 Prof. Dr. Ir. Grevo S. Gerung , Wakil Rektor 2 Dr. Ronny Maramis, SH.MH, Wakil Rektor 4 Prof. Dr. Ir. Sangkertadi, DEA, dan Dr. Ir. Renny Umboh selaku pengelola kelas Internasional Unsrat.

Dalam pertemuan yang penuh keakraban itu, Prof. Sompie yang pernah mengenyam pendidikan di Jepang memberikan informasi berbagai kegiatan dan proses pendidikan di Unsrat.

Rektor sangat berterima kasih atas kunjungan Dubes Jepang. Ia mengharapkan jalinan kerja sama di bidang pendidikan akan terus dilakukan dan dikembangkan.

Seusai melakukan pembicaraan, Rektor mengajak Dubes Jepang untuk melihat-lihat kondisi Unsrat.

Sebelum kedatangan Dubes Jepang, pada 2 Februari 2023 lalu Atase Pendidikan Kedubes Jepang, Mrs. Yuriko Kawakubo melakukan kunjungan ke Unsrat dalam rangka persiapan kunjungan Dubes Jepang untuk Indonesia di akhir Februari.

Atase Pendidikan Kedubes Jepang ingin melihat secara langsung perkembangan pendidikan di lingkungan Kampus Unsrat. Kedubes Jepang ingin mensosialisasikan dan memfasilitasi pertukaran mahasiswa dan dosen serta yang ingin studi lanjut ke Jepang.

Sebagai informasi, jalinan kerjasama dengan Jepang juga segera dibuka penerbangan langsung Manado-Jepang-Manado yang akan dimulai pada 2 Maret 2023. Ini menjadi bukti eratnya kerjasama bilateral Sulut dan Jepang. (Fa)

Meimonews.com – Guna meningkatkan kinerja dan penyegaran di lingkungan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Octovian Berty Alexander Sompie, M.Eng, IPU melantik lima Anggota/Pimpinan Senat dan seorang pejabat di lingkungan Unsrat.

Pelantikan dilakukan Rektor di dampingi Wakil Rektor 1 Prof. Dr. Ir. Grevo Soleman Gerung, M.Sc, Wakil Rektor 2  Dr. Ronny Maramis, SH, MH dan Wakil Rektor 4 Prof. Dr.Ir. Sangkertadi, DEA bertempat di Lantai IV Gedung Rektorat, Selasa (28/2/2023).

Rektor berharap, para Anggota/Pimpinan Senat dan Pejabat di Lingkungan Unsrat yang dilantik tersebut dapat melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan dapat melakukan inovasi untuk kemajuan Unsrat.

Mereka yang dilantik adalah Anggota Senat Fakultas Pertanian Periode Tahun 2023-2027 Ir. Dedie Tooy, MSi, PhD, Anggota Senat Fakultas Kedokteran Periode Tahun 2023-2027 Prof. Dr. dr. Nova Hellen Kapantouw, DAN, MSc, SpGK, Anggota Senat ex officio, Wakil Dekan Bidang Mahasiswa dan Alumni dr. Frans EN Wantania, SpPD.

Selain itu, Ketua merangkap Anggota Senat Fakultas Hukum Periode Tahun 2023-2027 Prof. Dr. Jacobus Ronald Mawuntu, SH, M.Hum, Sekretaris merangkap Anggota Senat Fakultas Hukum Periode Tahun 2023-2027 Dr. Josepus Jullie Pinori, SH, MH, serta Koordinator Pusat Pengembangan Kewirausahaan pada LPPM Periode Tahun 2023-2027 Dr. Olivia S. Nelwan, SE, MSi.

Turut hadir.pada acara pelantikan ini, antara lain Ketua merangkap Anggota Senat Unsrat Prof. Dr. Paulus Kindangen, SU, MA, Sekretaris merangkap Anggota Senat Unsrat Prof. dr. Jimmy Posangi, MSc. Ph.D, So.FK dan Humas Unsrat Dr. Drs. Max Rembang, MS. (FA)

Meimonews.com – Berbagai capaian prestasi telah ditorehkan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unsrat Manado. Capaian prestasi itu ditorehkan atas kerjasama para dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa serta para alumni.

Hal tersebut disampaikan Rektor Unsrat Manado Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng. IPU ketika memberikan sambutan pada acara pembukaan Dies Natalis ke-25 FMIPA Unsrat di kompleks fakultas, Senin (27/2/2023).

Disebutkan, dengan tema FMIPA Moves Forward to Accelerate Excellence, FMIPA menuju fakultas yang terus bergerak secara cepat dalam menciptakan SDM yang unggul, kreatif dan inovatif serta berkelanjutan melalui penyelenggaraan Tri Dharma perguruan tinggi yang berkualitas secara cepat hingga terus menjaga keunggulan yang ada.

Oleh karena itu, Prof. Sompie berharap, FMIPA.dapat terus mengambil peran yang signifikan dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia khususnya dalam pengembangan pendidikan di Sulawesi Utara.

Dekan FMIPA Unsrat  Dr. Gerald Hendrik Tamuntuan S.Si, M.Si dalam sambutannya mengatakan, Dies Natalis ke-25 FMIPA, harus bergerak maju lebih cepat dengan semangat yang baru untuk meraih dan mempertahankan Unggul agar Universitas Sam Ratulangi semakin jaya. (FA)

Meimonews.com – Sejumlah upaya dilakukan Unsrat Manado terkait dengan peningkatan mutu pendidikan dan tata kelola melalui pendekatan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Salah satunya adalah dengan melakukan kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi baik negeri (PTN) maupun swasta (PTS) ternama di Indonesia.

Penandatangan memorandum of understanding (MoU) bersama PTN dan PTS tersebut  turut disaksikan petinggi Dirjen Dikti Kemendikburistek-RI.

Penandatanganan pertama dilakukan Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng dengan pimpinan Universitas Kristen Petra di Kantor Rektorat UK Petra, Selasa (21/2/2023).

Lingkup perjanjian kerjasama antara lain terkait dengan pengembangan pendidikan kedokteran antara Unsrat dan UK Petra, selain kegiatan tri dharma PT yang lain.

Keesokan hari (Rabu, 23/2/2023), penandatangan MoU dengan 3 Universitas secara bersama sama, yaitu dengan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur, Universitas Hang Tuah (UHT) Surabaya, dan dengan Universitas Borneo Tarakan (UBT). Penandatanganan tersebut berlangsung di kampus UPNV Jawa Timur di Surabaya.

Menyaksikan penandatangan MoU ini Setditjen Dikti Prof. Dr. Tjijik Sri Tjahjandarie.  Dalam sambutannya, Prof. Tjitjik menyambut baik kolaborasi yang sangat baik ini untuk mendukung program nasional pendidikan yaitu Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar.

Sesdirjen Dikti menekankan, segera setelah tanda tangan MoU harus diimplementasikan dengan suatu perjanjian teknis kerjasama dan dalam wujud kegiatan yang nyata. Misalnya, pertukaran mahasiswa, pertukaran dosen, dan lain sebagainya.

Rektor Unsrat dalam sambutannya mengungkapkan, Unsrat yang telah terakreditasi Unggul oleh BAN PT, perlu terus meningkatkan mutu pendidikan dan tata kelola melalui kolaborasi yang saling menguntungkan dengan berbagai pihak.

Bahkan, segera setelah tanda tangan MoU antar Universitas, maka dilanjutkan dengan tanda tangan kerjasama teknis antara Dekan Fisipol Unsrat dengan Dekan Fisipol UPNV.

Turut serta mendampingi Rektor Unsrat adalah Wakil Rektor 4  Prof. Dr. Ir. Sangkertadi, dan Dekan Fisipol Dr. Novie Pijoh, MS.

Setelah prosesi tanda tangan MoU, Dirjen Pendidikan Tinggi Prof. Dr. Nizam, hadir di UPNV. Kesempatan tersebut tidak disia-siakan Rektor Unsrat Manado. Prof. Sompie menyapanya dan melaporkan program Unsrat ke depan.

Antara lain Prof. Sompie melaporkan bahwa program Dikti mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di perguruan tinggi oleh Unsrat telah disosialisasikan ke semua unit kerja, dan telah dipahami oleh sebagian besar pimpinan, dosen dan mahasiswa.

Dirjen mengapresiasi langkah-langkah taktis Rektor Unsrat dalam mendukung program Dikti, termasuk perlunya pengembangan fasilitas bimbingan dan konseling guna mencegah berkembangnya perudungan dan gangguan pada mahasiswa.

Pada akhir kunjungan kerja di kampus UPNV, dalam rangka kerjasama teknis lebih lanjut, Dekan Fisipol bersama Wakil Rektor 4 mengunjungi laboratorium komunikasi UPNV yang sudah sangat maju diantar oleh Dekan Fispol UPNV beserta jajaran

Di kampus tersebut antara lain sudah tersedia laboratorium Cyber Public Relation, Lab Broadcast, Studio TV Streaming, Lab Sinematografi, dan Lab Komunikasi Visual dan Periklanan, serta studio radio.

“Ternyata kecenderungan lingkup ilmu sosial saat ini sudah semakin maju dan diperkaya dengan teknologi informasi, dan bahkan sudah menggunakan big data dalam proses analisis perilaku di lingkungan sosial,” ujat Dekan Fisipol Unsrat Dr. Novie Pijoh, MS.

Unsrat, tambah Sangkertadi,  akan juga mengembangkan model pendidikan ilmu komunikasi seperti di UPNV, namun dilaksanakan secara bertahap dengan menggandeng para pakar dan unit kerja lain di bidang IT yang ada di lingkungan Unsrat, dimana nantinya akan sangat bermanfaat baik bagi kemajuan akademik maupun untuk income gererating BLU Unsrat. (FA)

Meimonews.com – Trainning of Trainers (TOT) Mitigasi Akademisi tahap IV Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) digelar di Aula Rektorat Unsrat Manado, Rabu- Kamis (22-23/2/2023).

Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie M.Eng diwakili Dekan Fakultas Pertanian Ir. Dedie Tooy M.Si, Phd membuka kegiatan ini.

Rektor Sompie dalam sambutannya yang dibacakan Dekan Tooy menyebutkan, TOT  Akademisi Untuk Peningkatan Kapasitas Akademisi Mewujudkan Pembangunan Rendah Emisi Dan Tangguh Terhadap Dampak Perubahan Iklim Sektor Pertanian, Kehutanan Dan Penggunaan Lahan Lainnya (AFOLU) Tahap IV ini adalah kegiatan strategis yang dilaksanakan Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk mematuhi Transparency Perjanjian Paris (Paris Agreement).


“Kita tahu bersama bahwa Indonesia termasuk 194 negara yang telah menandatangani Persetujuan Paris 22 April 2016. Perjanjian Paris merupakan kesepakatan global yang monumental untuk menghadapi perubahan iklim. Komitmen negara-negara dinyatakan melalui Nationally Determined Contribution (NDC) untuk periode 2020-2030, ditambah aksi pra-2020,” sebutnya.

Indonesia, menurutnya, menyadari bahwa kehutanan dan pemanfaatan lahan adalah sektor yang paling signifikan dalam pengendalian perubahan iklim, terutama karena kawasan hutan yang luasnya mencapai 65 persen dari luas wilayah negara Indonesia 187 juta km2 yang juga merupakan tempat yang kaya akan keanekaragaman hayati.

Provinsi Sulut terletak di Garis Wallacea, merupakan zona transisi antara daerah biogeografis Indo-Malaya Raya and Australasia. Jutaan tahun berada dalam relatif isolasi menghasilkan fauna endemik yang luar biasa untuk berkembang di wilayah ini, termasuk di Sulut.

Diungkapkan, perubahan iklim disebabkan oleh kegiatan manusia yang menhasilkan emisi gas rumah kaca. Upaya untuk mengurangi atau menghentikan aktivitas manusia yang menghasilkan emisi gas rumah kaca membutuhkan kerjasama pemerintah, dunia usaha, masyarakat, akademisi, khususnya para generasi millenial sebagai penerus kepemimpinan bangsa.

“Universitas Sam Ratulangi sebagai pilar pendidikan di Provinsi Sulawesi Utara memiliki tanggung jawab moral untuk ikut serta dalam upaya mewujudkan pembangunan  rendah emisi dan tangguh terhadap dampak perubahan iklim,” tandasnya.

Sebagai Rektor, Prof. Sompie mengharapkan TOT akan meningkatkan kapasitas akademisi baik yang berasal dari Unsrat maupun dari universitas lainnya terutama terkait penurunan emisi gas rumah kaca dalam menunjang program transparency framework dan meningkatkan kontribusi akademisi untuk membangun sistem yang kuat dan berkelanjutan untuk implementasi NDC (National Determined Contribution) Indonesia.

Selain itu, turut berkontribusi dalam memantau kemajuan daerah dalam inventarisasi Inventarisasi GRK dan Monitoring, Pelaporan, Verifikasi (MPV) di sektor mitigasi.

Kegiatan TOT ini mencakup sektor pertanian, kehutanan dan penggunaan lahan lainnya (Afolu) dilaksanakan secara luring dan daring.

Sejumlah pembicara hadir langsung di Unsrat. Mereka antara lain Direktur Gas Rumah Kaca Monitoring Pelaporan dan Verifikasi (GRK-MPV) Kementerian KLHK Dr. Ir. Syaiful Anwar, pakar dari IPB Dr Ir Rozaldi Boer dan Dr. Ir. Ardiyansyah.

Bertindak sebagai fasilitator dan panitia antara lain Ketua Program Studi (Kaprodi) Agronomi Pasca Sarjana Unsrat Prof. Dr. Rino Rogi, M.S, dan Kaprodi Agtoteknologi Faperta Dr. Ir. Sofia Wantasen, M.Si.

Syarat pelaksanaan TOT tersebut berlaku bagi perguruan tinggi yang memiliki Fakultas Pertanian, Peternakan dan Kehutanan.

Program Kementerian KLHK ini memiliki masa waktu pelaksanaan 4 tahun dari tahun 2022 hingga 2025 dan TOT itu sendiri sudah dilaksanakan juga di Universitas Udayana Bali, Unpatti Ambon, Univ. Andalas Padang.

Syaiful Anwar sendiri menguraikan tujuan pelaksanaan ini Kementerian KLHK menerima bantuan dana dari GBF untuk CBIT yang terkait perjanjian Paris pasal 13 dengan memperkuat kapasitas teknis dan kelembagaan dalam mengimplementasikan komitmen tercapainya National Determinated Contribution (NDC) dan pembangunan rendah karbon dan ketahanan iklim.

Kegiatan di Unsrat tersebut akan berlangsung 7 sesi dan pada sesi 1 materi Institutional Aranggement GRK narasumber dari Kementerian KLHK kemudian Cross Cutting Issues atau pembahasan lintas sektoral yang dibawakan Kepala Balai PPI Sulawesi setelah itu terkait peran Unsrat dalam Mengarusutamakan Perubahan Iklim melalui Sinergitas Tri Dharma Perguruan Tinggi. (FA)

Meimonews.com – Suatu prestasi penting berhasil diraih Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Unsrat Manado berbentuk akreditasi nasional.

Badan Layanan Umum (BLU) untuk layanan kesehatan dan pendidikan ini terakreditasi nasional dengan ganjaran maksimum yaitu klasifikasi paripurna (bintang lima)

Penyerahan plakat hasil akreditasi RSGM diserahkan Ketua Lembaga Akreditasi Fasilitas Kesehatan Indonesia (LAFKI) dr. F. Rumintjap, SpOG, di dampingi Pembina dr. Daniel Tm SpN kepada Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Berty Oktovian Sompie, M.Eng di kantor LAFKI, Jakarta, Senin (20/2/2023).

RSGM Unsrat yang berlokasi di Jalan Soetomo Manado adalah fasilitas pendidikan bagi program studi dokter gigi, serta juga melayani kesehatan bagi masyarakat pada umumnya.

Gedung bertingkat 3 tersebut dilengkapi dengan berbagai peralatan praktek dokter gigi yang modern, disertai tata kelola yang sangat baik sehingga memperoleh nilai maksimum akreditasi.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Sompie menyatakan, Unsrat sebagai BLU Universitas yang telah terakreditasi unggul harus terus meningkatkan kualitasnya secara merata bagi semua unit unit layanan pendidikan.

“Harapannya agar setelah terakreditasi RSGM dengan klasifikasi paripurna, maka akan mendorong peningkatan nilai akreditasi program studi dokter gigi,” ujar Prof. Sompie

“Semua RS di indonesia wajib di akreditasi, karena berhubungan dengan standar nasional layanan kesehatan bagi masyarakat,” tambah Direktur RSGM Unsrat drg. Anindhita

Ditambahkan Wakil Rektor 4 Prof. Dr.Ir. Sangkertadi, DEA (Wakil Rektor 4) bahwa setelah proses akreditasi ini, maka akan lanjut menuju upaya penetapan RSGM Unsrat sebagai jenis RS Pendidikan, yang nantinya tidak hanya melayani pendidikan bagi mahasiswa Unsrat namun bisa juga melayani mahasiswa perguruan tinggi lainnya yang menyelenggarakan pendidikan kesehatan atau kedokteran, melalui suatu mekanisme kerjasama antar institusi. (FA)