Meimonews.com – Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI dan Inspektorat Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI mengadakan kunjungan ke Unsrat Manado. Kunjungan tersebut dalam kaitannya dengan Monitoring dan Evaluasi (Monev).

Tim KPK Bidang Monev dan Tim Inspektorat  fokus melakukan monev terhadap proses penerimaan mahasiswa baru tahun ajaran 2022/2023.

Kunjungan kedua tim tersebut diterima Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng di ruang kerjanya, Senin (13/3/2023).

Mendampingi Rektor pada pertemuan tersebut adalah Wakil Rektor 1 Prof. Dr. Ir. Grevo Soleman Gerung, Wakil Rektor 2 Dr. Ronny Maramis, SH, MH, Kepala-Kepala Biro, Dekan Fakultas Kedokteran Dr. dr. Bily J. Keppel, M.Med.Sc, Sp.KKLP, Dekan Fakultas Teknik Prof. Dr. Ir. Fabian J. Manoppo, M.Agr, Dekan Fakultas Ekononi dan Bisnis Dr. Ivonne Stanley Saerang, SE, MM, UPT TIK dan Humas Dr. Drs. Max Rembang.

Sementara dari Tim KPK Syahdu Winda (Koordinator) dan dari Inspektorat Kemendibudristek Ridwan.

Dalam kata pengantarnya, Rektor menyampaikan terima kasih atas kunjungan di Unsrat dan sangat support  tugas monev tersebut.

Rektor melaporkan kepada kedua Tim tersebut proses dan penetapan penerimaan mahasiswa beberapa tahun lalu.

Diakui, sekitar tahun 2017 dan 2018 ada 4 orang pegawai Unsrat  dipecat karena kedapatan jadi ‘calo’ penerimaan mahasiswa baru. Pemecatan tersebut bukti  komitmen Unsrat agar penerimaan mahasiswa secara obyektif dan transparan.

Rektor juga berharap, masyarakat jangan pernah percaya isu bantuan masuk Unsrat oleh oknum tertentu dan meminta pihak eksternal memaksakan diri masuk mahasiswa Unsrat. Unsrat juga bersyukur atas monev oleh KPK dan Inspektorat Kemendikbudristek.

Koordinator Tim Monev KPK menjelaskan, pihaknya fokus selama sepekan di Unsrat di samping monev penerimaan mahasiswa baru tahun sebelumnya juga meminta masukan perbaikan regulasi penerimaan mahasiswa baru ke depan secara obyektif dan transparan .

Tim Inspektorat pada pertemuan ini  mengharapkan agar tidak ada lagi ‘oknum orang dalam’ yang coba-coba menjadi ‘calo’. (FA)

Meimonews.com – Jalan Sehat yang mengitari kompleks Unsrat Manado mengawali Peringatan Dies Natalis ke-64 Fakultas Kedokteran Universitas San Ratulangi (Faked Unsrat) Manado, Sabtu (11/3/2023).

Rektor Unsrat Manado Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng melepas jalan sehat yang dihadiri Ketua DPRD Sulut/Ketua Umum Panitia Dies dr. Fransiskus Andi Silangen, Sp.B-KBD, Direktur SDM, Pendidikan dan Umum RSUP Prof. Dr. dr. RD Kandou Dr. dr. Ivonne Elisabeth Rotty, M.Kes, Wakil Rektor 2 Dr. Ronny Maramis, SH, MH, Wakil Rektor 4 Prof. Dr. Ir. Sangkertadi, DEA,  sejumlah Dekan dan undangan lainnya.

Sekitar 1.000 mahasiswa dan dosen dari Faked Unsrat mengikuti jalan sehat dan dilanjutkan dengan beberapa kegiatan/lomba yang diadakan setelah jalan sehat seperti lomba lari dan lomba yel-yel.

Dekan Faked Unsrat Manado Dr. dr. Bily J. Keppel, M.Med.Sc, Sp.KKLP dalam sambutannya berterima kasih atas perhatian Rektor dan jajarannya, para Dekan, Direksi RSUP Prof. Dr. dr. RD Kandou, mitra kerja  serta civitas akademika  Faked Unsrat yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini termasuk panitia dengan Ketua Umum dr. Andi Silangen, Sp.B-KBD dan Ketua Pelaksana Dies Dr. dr. Diana Lalenoh, Sp.An-KNA, KAO.

Dikemukakan, 64 tahun adalah waktu yang panjang. Tidak mudah untuk masuk dalam usai yang ke-64. Banyak tantangan dan pergumulan yang dialami dan dihadapi tetapi kita (Faked) tetap eksis menghadapi tantangan dan pergumulan tersebut sehingga fakultas ini bisa seperti sekarang ini.

Tahun ini, tema yang diangkat adalah Kesehatan pariwisata dalam bingkai akreditasi unggul untuk kemajuan bersama. Tema tersebut, menurut Keppel, bukanlah hanya slogan tapi akan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, dalan kehidupan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam lingkungan Unsrat.

Rektor Unsrat dalam sambutannya menyebutkan bahwa tidak mudah sampai berusia 64 tahun. Dan, Fakultas ini telah menghasilan banyak dokter-dokter dan dokter spesialis, dokter gigi dan ners yang terampil dan berkualitas. Itu semua dimulai dari para pendahulunya.

Diakui,  Fakultas Kedokteran dalam Diesnya kali ini telah menghasilkan berbagai prestasi. Berbagai predikat akreditasi telah diraih. ” Dan, itu semua harus ditingkatkan dan bersinergi dengan pemerintah daerah,” pinta Rektor.

Prof. Sompie menyentil pula soal pembangunan gedung RSGM Faked Unsrat, yang akan berproses lanjut pada April in. RS ini, ungkap Rektor telah mendapat akreditasi paripurna (bintang 5) baru-baru ini.

“Unsrat University Hospital ini yang ada di depan kita ini (berada di muka lokasi kegiatan-red) akan segera kita bangun,” tandas Prof. Sompie. (FA)

Meimonews.com – Selain masuk kategori Unggul Nasional, Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado yang kini dipimpin Rektor Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng ditetapkan sebagai salah satu dari 40 perguruan tinggi yang berklaster Mandiri.

Perolehan prestasi Klaster Mandiri tersebut berdasarkan keputusan Direktur Riset, Teknologi dan Pengabdian Kepada Masyarakat Direktorat  Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Dirjen Diktiristek Kemendikbudristek) Republik Indonesia nomor 0241/E5/DT.06.01/2023 tanggal 28 Februari tentang Penetapan Klasterisasi Perguruan Tinggi berdasarkan Kinerja Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat .

Pengumuman penetapan tersebut, kata
Wakil Rektor 2 Unsrat Dr. Ronny Maramis, dikeluarkan lewat surat bernomor 0813/E5.5/AL.04/2023 hal Pengumuman Klasterisasi Perguruan Tinggi (PT) yang ditandatangani  Direktur Riset, Teknologi dan Pengabdian Kepada Masyarakat  M. Faiz Syuaib.

” Unsrat memiliki Klaster Mandiri bersama 39 perguruan tinggi lainnya di Indonesia berdasarkan pengumuman Dirjen Diktiristek Kemendikbutristek tanggal 8 Maret 2023, ” ujar Maramis kepada Meimonews.com di Manado, Kamis (9/3/2023).

Hal yang sama disampaikan Ketua Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) Prof. Jefry Kindangen, DEA, yang dihubungi terpisah. ” “Ini sungguh membanggakan baik bagi Unsrat maupun civitas akademikanya,” ujarnya.

Dalam surat  pengumuman tersebut, tambah Maramis, dirincikan klasterisasi perguruan tinggi baik yang menyelenggarakan pendidikan akademik (880 PT di mana 40 PT Mandiri, yang lain Utama, Madya, Pratama) maupun penyelenggaraan pendidikan vokasi (162 PT di mana 4 PT Mandiri, yang lain Utama, Madya, Pratama).

Dari 880 (Perguruan Tinggi Penyelenggara Pendidikan Akademik (PT PPA) hanya ada 40 perguruan tinggi yang masuk klaster Mandiri. Dalam pengumuman tersebut tidak disebutkan rangking dari keempat puluh perguruan tinggi klaster Mandiri.

Menurut surat pengumuman itu, klasterisasi perguruan tinggi tahun 2023 didasarkan pada hasil olahan data kinerja perguruan tinggi berbasis SINTA dalam periode tahun 2019 hingga 2021. Data kinerja yang diperhitungkan merupakan data yang telah diverifikasi dan divaliditasi oleh verifikasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPM) perguruan tinggi.

Data kinerja tersebut meliputi penulis (author), afiliasi (affiliation), jurnal (journal), penelitian (research), pengabdian kepada masyarakat (community service), kekayaan intelektual (intellectual property rights) dan buku book).

Klasteriasasi ini bukanlah pemeringkatan, namun merupakan pengelompokkan perguruan tinggi sesuai dengan kualifikasi kinerja perguruan tinggi sebagai dasar penyusunan peta  jalan riset dan rencana strategis serta landasan penentuan kewenangan pengelolaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di perguruan tinggi. (FA)