Meimonews,com – Guna memperkuat kolaborasi/sinergi dan berbagi praktik baik percepatan penurunan stunting (PPS), Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Provinsi Gorontalo Diano Tino Tandaju melakukan audiensi dengan Walikota Tomohon Carrol Joram Azarias Senduk, di ruang kerja walikota, Selasa (24/2/2026).

Audiensi ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya pembelajaran lintas daerah, mengingat Kota Tomohon merupakan salah satu daerah dengan angka stunting terendah di Provinsi Sulawesi Utara. Keberhasilan tersebut dinilai tidak terlepas dari konsistensi intervensi berbasis data serta penguatan kolaborasi lintas sektor.

Dalam pertemuan tersebut turut dibahas data keluarga berisiko stunting (KRS) di Kota Tomohon yang menjadi dasar intervensi terarah.

Berdasarkan pendataan, jumlah KRS di Tomohon tercatat sebanyak 2.951 keluarga, yang tersebar di Tomohon Utara sebanyak 1.061 keluarga, Tomohon Tengah 530 keluarga, Tomohon Timur 402 keluarga, Tomohon Selatan 550 keluarga, dan Tomohon Barat 408 keluarga.

Data ini menjadi pijakan dalam menentukan prioritas sasaran serta strategi pendampingan yang lebih efektif dan tepat sasaran.

Kaper menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk mengetahui secara langsung pendekatan yang dilakukan Pemerintah Kota Tomohon dalam mengelola data dan memastikan intervensi berjalan optimal.

“Kami melihat Tomohon sebagai daerah yang berhasil menjaga angka stunting tetap rendah. Tentu ada strategi, konsistensi, dan komitmen kuat di balik capaian ini. Kami ingin belajar secara langsung agar praktik baik ini bisa direplikasi di Gorontalo,” ujarnya.

Ditambahkan, keberhasilan penurunan stunting tidak hanya ditentukan oleh program, tetapi juga oleh akurasi data dan pengawalan intervensi di lapangan.

“Ketika data keluarga berisiko stunting dipetakan dengan baik, maka intervensi gizi, edukasi, dan pendampingan dapat dilakukan lebih terukur. Inilah yang ingin kami dalami dari Kota Tomohon,” ujarnya..

Walikota Tomohon menyambut baik audiensi tersebut sebagai bentuk penguatan jejaring dan kolaborasi antar daerah.

“Penanganan stunting di Tomohon kami lakukan secara terpadu dan berbasis data. Seluruh perangkat daerah bergerak bersama, mulai dari sektor kesehatan, pendidikan, hingga pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Ditegaskan, komitmen dan konsistensi menjadi kunci utama dalam menjaga tren penurunan stunting. (lex)

Meimonews.com – Guna mengidentifikasi akar masalah stunting, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut, dalam hal ini, Dinas Dukcapil Sulut menggelar Rembuk Stunting untuk menyepakati rencana aksi dan intervensi  dalam upaya pencegahan dan penanggulangan stunting (PPS) dan penandatangan kesepakatan bersama antara Pemprov dan Kepala-kepala daerah se-Sulut.

Kegiatan ini dihadiri semua Kepala dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten/Kota se-Provinsi Sulut, stakeholder terkait dan SKPD Kabupaten/Kota.

Kegiatan yang dilaksanakan di Arya Duta Hotel Manado, Rabu (16/720265) ini dibuka pelaksanaannya oleh Wakil Gubernur Sulut Johanes Victor Mailangkay di dampingi Kadis Dukcapil Sulut Christodharma SM Sondakh dan Kepala Perwakilan (Kaper) Kemendukbangga (Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulut Jeanny Yola Winokan.

Dalam sambutannya, Wagub Sulut mewakili Gubernur Sulut Mayjen Purn. Yulius Selvanus menekankan pentingnya sinergi dan keterpaduan antar-provinsi, kabupaten/kota, dan instansi vertikal, karena jika berjalan terpisah, efektivitas akan terhambat.

Wagub memberikan apresiasi kepada Kabupaten/Kota yang mencapai prevalensi stunting yakni Kota Tomohon dengan capaian 10.8 %, Kabupaten Kepulauan Talaud (11.6 %), Kota Manado capaian (18.5 %), Kabupaten Minahasa Utara (18.09 %), Kabupatejn Bolmong (19.3 %) dan Kabupaten Minahasa (19.4 %).

Di kegiatan tersebut, diadakan pula penandatanganan  Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Provinsi dengan Kepala Daerah tentang Pelaksanaan Percepatan Penurunan Stunting (PPS) serta penyerahan bantuan nutrisi kepada 20 anak beresiko stunting sebagai Aksi Mapalus.

Rembuk Stunting dipandu/dimoderatori oleh Kaper Kemendukbangga/BKKBN Sulut sekaligus memfasilitasi diskusi dan koordinasi antara berbagai pemangku kepentingan yang hadir.

Peran moderator sangat penting untuk memastikan jalannya rembuk stunting berlangsung efektif, partisipatif dan menghasilkan  rekomendasi yang konkrit guna menurunkan stunting secara signifikan.

Dengan pengalaman dan kompetensi yang dimiliki Kaper Kemendukbangga/BKKBN Sulut, mampu mengarahkan diskusi hingga fokus pada solusi strategis dan kolaboratif.

Pelaksanaan Rembuk Stunting untuk meningkatkan koordinasi dan kolaborasi, identifikasi hambatan, serta percepatan penanganan stunting lewat pendekatan multisektoral, dan merupakan bagian dari komitmen bersama dalam masalah gizi kronis pada anak-anak, demi  mewujudkan generasi bangsa yang sehat dan produktif di masa depan. (Afer)

Meimonews.com – Guna membahas program Pembanggunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) terutama Quick Win, Percepatan Penurunan Stunting (PPS) dan Makan Bergizi Gratis (MBG), Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembanggunan Keluarga)/Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulut beraudiensi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Manado, Rabu (16/4/2025).

Audiensi dilakukan secara terpisah. Dengan Walikota Manado Andrei Angouw dilaksanakan di ruang kerja Walikota, sementara dengan Wawali Richard Sualang di ruang kerja Wawali.

Mendampingi Walikota dan Wawali adalah Kepala Dinas Dalduk KB Manado dan Kabid, sementara dari Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sulut,  yang mendampingi Kepala Perwakilan adalah Sekban dan Ketua-ketua Tim Kerja.

Diketahui, program Bangga Kencana adalah program pemerintah yang bertujuan untuk mewujudkan keluarga berkualitas dan hidup sehat.

Tujuan program Bangga Kencana adalah mewujudkan keluarga berkualitas, mengatasi masalah stunting, memperkuat sistem informasi keluarga, mengembangkan smart technology, dan meningkatkan advokasi. (elka)

Meimonews.com – Kepala BKKBN Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg menghadiri dan menjadi narasumber Rembuk Percepatan Penurunan Stunting (PPS) Kota Tomohon yang diselenggarakan Bapelitbang Kota Tomohon pimpinan Inggrit Palit.
.
Kegiatan yang dihadiri sejumlah pemangku kepentingan termasuk Walikota Tomohon Caroll JA Senduk, SH, Ketua TP PPK Tomohon Jeand’arc Senduk Karundeng selaku Wakil Ketua TPPS Tomohon, Wakil Ketua DPRD Tomohon Erens Keren dan undangan lainnya ini diadakan di gedung AAB Guest House Tomohon, Senin (18/3/024).

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mengimplementasikan intervensi percepatan penurunan stunting dengan cara yang tepat dan efektif, serta merumuskan agenda perangkat daerah yang dapat mendukung pencapaian target yang telah ditetapkan dalam RPJMB melalui mekanisme RKPD.

Tandaju memberikan materi yang berkaitan langsung dengan strategi dan inovasi untuk percepatan penurunan stunting di Kota Tomohon.

Tandaju memberikan wawasan serta solusi yang dapat diimplementasikan secara praktis guna mencapai hasil yang diinginkan dalam percepatan penurunan Stunting .

Walikota Tomohon Caroll J.A  Senduk, SH dalam sambutannya menegaskan kembali komitmen pemerintah dalam menjalankan upaya PPS dengan mematuhi 8 Aksi Konvergensi yang telah ditetapkan.

Langkah-langkah konkrit tersebut di antaranya intervensi gizi spesifik dan sensitif serta memperkuat kerjasama antar stakeholder menjadi fokus utama dalam menjaga momentum penurunan angka stunting di Kota Tomohon.

“Dalam rangka penurunan percepatan stunting di Kota Tomohon, pemerintah melakukan perencanaan yang berkualitas dan terintegrasi agar kegiatan tersebut dapat terlaksanakan sesuai tujuan pemerintah,” ujar Walikota.

Disebutkan, penanganan stunting secara garis besar dilakukan melalui intervensi spesifik dan intervensi sensitif yang difokuskan pada seribu hari pertama kehidupan.

“Intervensi gizi spesifik adalah peningkatan gizi dan kesehatan, sedangkan intervensi gizi sensitif adalah intervensi penyedia seperti air bersih, sanitasi, dan sebagainya. Intervensi gizi sensitif memiliki kontribusi yang besar dalam percepatan penurunan angka stunting,” ujarnya. (Fer)

Meimonews.com – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulut menggelar Optimalisasi Peran Bunda Pendamping dalam rangka Percepatan Penurunan Stunting (PPS) di Sulut dengan tema Menuju  Keluarga Bebas Stunting  untuk  Indonesia Maju.

Kegiatan yang dilaksanakan di Peninsula Hotel Manado, Jumat (19/1/2024) dan diikuti 100-an peserta baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota se-Sulut termasuk mitra kerja dan Tim  Kerja BKKBN Perwakilan Sulut ini dibuka pelaksanaannya oleh Kepala BKKBN RI Dr. (Hc) dr. Hasto Wardoyo, Sp. OG (K) melalui daring.

Hadir pada acara pembukaan secara virtual adalah Inspektur Wilayah 1 BKKBN RI Cinggih Widanarto, SE, M.Si, Wakil Gubernur Sulut  Drs. Steven O. Kandou, Asisten 1 Setdaprov Sulut Dr. Denny Mangala, M.Si, Ketua TP PKK Sulut Ir. Rita Maya Dondokambey Tamuntuan dan sejumlah undangan lainnya.

Kepala BKKBN RI Dr. (Hc) dr. Hasto Wardoyo, Sp. OG (K) saat memberikan sambutan lewat daring

Dalam pelaksanaan kegiatan ini diberikan penghargaan bagi Kabupaten/Kota atas capaian penyerapan  anggaran  BOKB Tahun 2023 yakni terbaik I Kabupaten Bolmong Selatan  yang capaiannya 97,93 persen, terbaik II Kota Bitung (95,08 persen) dan terbaik III Kota Tomohon (94,37 persen) serta penyerahan bantuan Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS) bagi 12 keluarga beresiko stunting  di Kota Manado.

Pada kegiatan ini, Bunda-bunda Pendamping Keluarga Kabupaten/Kota Se-Sulut tampil menjadi panelis seorang demi seorang. Masing-masing panel menampilkan lima pembicara dari 5 Kabupaten/Kota se-Sulut.

Wakil Gubernur Sulut Drs. Steven O. Kandou saat memberikan sambutan mewakili Gubernur Sulut Prof. (Hc), Dr. (Hc) Olly Dondokambey, SE

Kepala BKKBN Perwakilan Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg dalam laporannya mengungkapkan, kegiatan ini diawali dengan rapat Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penurunan Stunting (PPS)  bersama mitra kerja sekaligus sosialisasi DAK BOKB tahun 2024 pada Kamis (18/2/2024).

Tandaju berterima kepada Gubernur Sulut, Wakil Gubernur Sulut, Ketua TP PKK Sulut Bunda Pendamping Keluarga Sulut, Bupati dan Walikota se-Sulut, Ketua TP PKK se-Sulut selaku Bunda Pendamping Keluarga Kabupaten/Kota se-Sulut dan kepada seluruh mitra kerja terkait Program Bangga Kencana  serta Program PPS.

Tandaju mengajak semua pihak yang hadir pada kegiatan ini untuk menyegarkan kembali komitmen bersama dalam Program Bangga Kencana dan PPS di Sulut.

Ketua TP PKK Sulut sekaligus Bunda Pendamping Keluarga Sulut Ir. Rita Maya Dondokambey Tamuntuan saat memberikan sambutan

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Sulut Ir. Rita Maya Dondokambey Tamuntuan dalam sambutannya mengapresiasi BKKBN Sulut yang telah menginisiasi dan memprakarsai kegiatan ini serta kepada Bunda Pendamping Keluarga Kabupaten/Kota yang hadir dalam kegiatan ini.

Apresiasi kepada Bunda Pendamping Keluarga Kabupaten/Kota karena tekad dan komitmen yang masih terjaga, untuk terus menjalankan peran dengan baik, terus bersinergi dan memberikan dukungan terhadap upaya penurunan stunting di daerah ini melalui optimalisasi pencegahan di tingkat hulu dan pendamping terhadap keluarga yang berisiko stunting.

Kepala BKKBN Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg saat memberikan laporan

Ditegaskan, keluarga memegang peran penting dalan upaya pencegahan stunting pada setiap fase kehidupan. Mulai dari janin dalan kandungan, bayi, balita, remaja, menikah, hamil dan seterusnya.

“Sehingga setiap keluarga harus memiliki pengetahuan dan pemahaman yang baik,” ujar Rita yang adalah juga Bunda Pendamping Keluarga Sulut ini seraya merincikan pengtahuan yang dimaksud.

Pengetahuan yang dimaksud terkait dengan bagaimana mendapatkan dan memberikan nutrisi pada anak; bagaimana pemenuhan gizi; bagaimana upaya-upaya mitigasi dini untuk melindungi anak dari jangka panjang dampak stunting.

Selain itu, bagaimana mempersiapkan anak agar tumbuh optimal; dan bagaimana mempersiapkan remaja (sebagai calon keluarga baru, sebagai calon orangtua) mempunyai perencanaan sebelum kehidupan berkeluarga sehingga tercipta keluarga yang berkualitas, yang dapat memberi sumbangsih dalam pencegahan dan penurunan stunting .

Dalam sambutannya, Kepala BKKBN RI memberikan apresiasi kepada  Kaper BKKBN Sulut yang sudah  menyelenggarakan kegiatan  ini, juga kepada Bunda Pendamping Keluarga Provinsi Sulut Ir. Rita Maya Dondokambey Tamuntuan serta Bunda Pendamping Keluarga Kab/Kota yang sudah bekerja keras dalan penanganan dan percepatan penurunan stunting di Sulut. (Fer)