Meimonews.com – Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) dan Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Bank SulutGo (BSG) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) SulutGomalut kembali menggelar kegiatan edukasi dan fasilitasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Kegiatan di Kabupaten Bolmong Utara, Rabu (14/8/224) dan di Kantor Pemkab Bolaang Mongondow, Kamis (15/8/2024) ini merupakan hari kedua dari rangkaian program kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).

Pada kedua hari kegiatan ini BSG telah memfasilitasi penyaluran KUR BOHUSAMI kepada 5 (lima) pelaku UMKM di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dan KUR BOHUSAMI Bakobong kepada 5 (lima) pelaku UMKM dan/atau petani di Kabupaten Bolaang Mongondow.

Penyaluran KUR ini diharapkan dapat memberikan suntikan modal bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengembangkan usahanya.

Kegiatan ini dihadiri sejumlah pejabat penting, antara lain Direktur Operasional BSG Louisa J. Parengkuan (mewakili Dirut BSG Revino M. Pepah), Kepala OJK SulutGomalut Robert Sianpiar, Penjabat Bupati Bolaang Mongondow yang diwakili oleh Asisten 1 Pemerintah Daerah Kabipaten Bolaang Mongondow Deker Rompas, SE, MM, serta perwakilan dari PNM.

Dalam sambutannya, Asisten 1 Pemkab Bolmong menyampaikan apresiasi atas inisiatif BSG dan OJK dalam menyelenggarakan kegiatan ini. “Kami menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan ini karena sangat penting sebagai wahana pembelajaran manajemen keuangan bagi semua kalangan di Bolaang Mongondow, termasuk petani dan pelaku UMKM,” ujarnya.

Rompas menekankan pentingnya literasi keuangan bagi masyarakat. “Literasi keuangan ini sangat esensi karena pada akhirnya pengelolaan keuangan yang baik menjadi faktor penentu bagi kesejahteraan masyarakat,” sebutnya.

Kegiatan edukasi yang berlangsung dalam acara ini mencakup berbagai materi terkait pengelolaan keuangan, perencanaan bisnis, serta tata cara pengajuan KUR. Para narasumber yang berasal dari OJK, BSG, dan PNM memberikan pemahaman yang komprehensif kepada para peserta. (Afer)

Meimonews.com – Pemerintah Kota Kotamobagu bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank SulutGo (BSG) menggelar kegiatan edukasi keuangan bertajuk OJK Goes to School di Balai Kota Kotamobagu, Kamis (25/7/2024). Kegiatan ini dihadiri sekitar 200 siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD hingga SMK.

Dalam sambutannya, Penjabat Walikota Kotamobagu Dr. Hj. Asripan Nani mengapresiasi inisiatif OJK dan BSG dalam menanamkan kesadaran akan pentingnya literasi keuangan sejak dini. “Dengan memberikan pemahaman tentang pengelolaan keuangan yang baik, kita berharap generasi muda Kotamobagu dapat tumbuh menjadi pribadi yang cerdas dan mandiri secara finansial,” ujarnya.

Deputi OJK SulutGoMalut Yan Iswara Rosya, menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan rasio literasi dan inklusi keuangan di Indonesia. “Kami ingin anak-anak sejak dini sudah mengenal produk dan jasa keuangan, serta mengetahui cara mengelola uang dengan bijak,” ujarnya.

Selain mendapatkan materi edukasi dari narasumber OJK dan BSG, para siswa juga diberikan kesempatan untuk membuka rekening tabungan di BSG. Hal ini diharapkan dapat mendorong kebiasaan menabung sejak usia dini. (Afer)

Meimonews.com – Bupati Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Iskandar Kamaru memberikan apresiasi yang tinggi atas pelaksanaan kegiatan Bank SulutGo (BSG) OJK Goes to School di SDN 1 Molibagu yang diikuti sekitar 200 siswa, Jumat (26/7/2024).

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini. Dengan memberikan edukasi keuangan sejak dini, kita telah menanamkan fondasi yang kuat bagi masa depan anak-anak kita,” ujar Bupati.

Direktur Operasional BSG Louisa J Parengkuan, mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen BSG dalam mendukung program pemerintah di bidang literasi keuangan. “Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Bolsel,” ujar Louisa,

Dalam kegiatan ini, para siswa diajak untuk memahami pentingnya menabung, mengenal berbagai jenis produk keuangan, serta menghindari penipuan di dunia digital. Selain itu, mereka juga diberikan kesempatan untuk membuka rekening tabungan di BSG. (Afer)

Meimonews.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank SulutGo (BSG) menggelar edukasi tentang pentingnya menabung kepada ratusan siswa Sekolah Dasar (SD) di Manado. Kegiatan bertajuk OJK Goes to School ini dilaksanakan di SD Negeri 11 Manado, Rabu (24/7/2024).

Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian menyambut Hari Menabung Indonesia (HMI) tanggal 20 Agustus 2024 ini diikuti lebih dari 300 siswa dari SDN 11, SDN 06, dan SDN 124.

Kepala OJK Sulutenggo Malut Robert Sianipar menjelaslan, edukasi menabung sejak dini sangat penting untuk membangun generasi muda yang melek keuangan dan bijak dalam mengelola keuangan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kebiasaan menabung kepada anak-anak sejak dini. Harapannya, mereka dapat terhindar dari jeratan utang dan mampu merencanakan keuangan mereka dengan baik di masa depan,” ujar Robert.

Direktur Operasional Bank SulutGo Louisa Parengkuan (mewakili Dirut Revino M. pepah), menjelaskan, Bank SulutGo berkomitmen untuk mendukung program edukasi keuangan kepada anak-anak.

“Kami menyediakan berbagai produk dan layanan perbankan yang ramah anak, seperti Simpel (Simpanan Pelajar) dan Tabungan Pelajar. Kami juga aktif menggelar kegiatan edukasi keuangan di sekolah-sekolah,” ujar Louisa.

Dalam kegiatan ini, para siswa mendapatkan materi tentang pentingnya menabung, cara menabung yang efektif, dan manfaat menabung. Mereka juga diajak untuk bermain game edukasi.

Antusiasme para siswa terlihat jelas dari keaktifan mereka dalam mengikuti materi dan bermain game. Mereka juga terlihat antusias saat membuka rekening Simpel dan menabung di Bank SulutGo.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Manado Steven Tumiwa sangat bangga kegiatan itu digelar di Manado. “Ini memberi dampak positif bagi pendidikan di Kota Manado. Anak-anak memang perlu diberi pemahaman sejak dini manfaat menabung,” ujarTumiwa. (Afer)

Meimonews.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara dan Gorontalo (BSG) bekerjasama untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) melalui program bertajuk Desaku Cakap Keuangan, Selasa (2/7/2024).

Kegiatan yang dihadiri para kepala desa se-Kabupaten Boltim ini bertujuan untuk membekali para pemimpin desa dengan pengetahuan dan pemahaman terkait pengelolaan keuangan di era digital, serta tips agar terhindar dari kejahatan siber.

Dalam sambutannya ketika membuka kegiatan Sekretaris Daerah Kabupaten Boltim Sonny Warokka, Ph.D menyampaikan apresiasi atas kolaborasi OJK dan BSG dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur sangat mendukung program ini, karena kami yakin bahwa literasi keuangan yang baik akan berdampak positif pada kesejahteraan masyarakat,” ujar Warokka.

Kepala OJK Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Maluku Utara (SulutGoMalut), Robert Sianipar dalam sambutannya menjelaskan, program Desaku Cakap Keuangan merupakan salah satu strategi OJK untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di daerah pedesaan.

“Masih banyak masyarakat di pedesaan yang belum memahami produk dan layanan jasa keuangan, serta belum mengetahui cara mengelola keuangan dengan baik. Oleh karena itu, program ini diharapkan dapat membantu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mereka,” ujar Sianipar.

Direktur Operasional BSG Louisa J. Parengkuan menambahkan, BSG berkomitmen untuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan.

“BSG siap memberikan edukasi dan literasi keuangan kepada masyarakat, serta menyediakan produk dan layanan keuangan yang mudah diakses dan terjangkau,” ujar Louisa .

Selain edukasi keuangan, kegiatan Desaku Cakap Keuangan ini juga dirangkaikan dengan pembukaan rekening bagi para pelajar dan merchant QRIS. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan akses keuangan masyarakat dan mendorong penggunaan transaksi non-tunai.

Dengan edukasi dan inklusi keuangan yang semakin meningkat, diharapkan masyarakat di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur dapat lebih bijak dalam mengelola keuangan dan terhindar dari risiko penipuan keuangan. (Afer)