Meimonews.com – Dalam upaya mewujudkan masyarakat yang melek finansial dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersinergi dengan lembaga jasa keuangan yakni BSG dan BNI menggelar Program Literasi Keuangan bertajuk Gencarkan (Gerakan Nasional Cerdas Keuangan) di Plaza Ratahan, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra).

Kegiatan yang mengusung tema Cerdas Kelola Keuangan dan Bangun Kepercayaan Diri Menuju Indonesia Emas 2045 ini dilaksanakan pada Rabu (15/4/2026).

Para pelaku UMKM (usaha menengah, kecil dan mikro) di wilayah Mitra hadir sebagai peserta untuk mendapatkan edukasi mengenai pengelolaan keuangan yang efektif serta pemanfaatan produk jasa keuangan.

Kegiatan yang merupakan tindak lanjut dari koordinasi strategis antara OJK dan perbankan untuk memastikan program literasi menyentuh seluruh lapisan masyarakat hingga ke daerah
ini dihadiri oleh jajaran pimpinan instansi terkait.

Pejabat tersebut adalah Pimpinan OJK SulutGo Robert Sianipar, Wakil Bupati Mitra Fredy Tuda, Sekda Mitra David Lalondos, Regional CEO BNI Kantor Wilayah 11 Didi Suprijanto, dan Esther Rempengan yang mewakili Manajemen PT Bank Pembangunan Daerah Sulut Gorontalo (Bank SulutGo/BSG).

Dalam sesi materi, para pelaku UMKM dibekali pengetahuan oleh para ahli dari OJK serta praktisi perbankan dari BNI dan Bank SulutGo mengenai cara membangun kepercayaan diri dalam berbisnis melalui pengelolaan kredit yang sehat.

Melalui sinergi ini diharapkan para pelaku UMKM di Mitra dapat lebih berdaya saing, memiliki akses yang lebih luas terhadap permodalan, serta terhindar dari praktik keuangan ilegal yang dapat merugikan keberlangsungan usaha mereka.

Gencarkan yang diinisiasi secara masif di seluruh Indonesia sepanjang tahun 2026 adalah untuk meningkatkan indeks literasi dan inklusi keuangan nasional. (elka)

Meimonews.com – Dalam upaya meningkatkan pemahaman keuangan sejak dini, Bank SulutGo (BSG), Bank Central Asia (BCA) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersinergi menggelar program GENCARKAN (Gerakan Nasional Cerdas Keuangan) di Pondok Pesantren PKPPS Tahfidz Alquran Markaz Tidzkar, Kota Kotamobagu, Kamis (5/3/2026).

Acara yang dimulai setelah bakda shalat Dzuhur ini menyasar para santri dan tenaga pendidik guna memberikan edukasi mengenai pentingnya pengelolaan keuangan serta pengenalan produk perbankan yang aman dan diawasi oleh negara.

Mewakili Pemerintah Kota Kotamobagu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kusnadi Pobela dalam sambutannya menekankan bahwa literasi keuangan adalah kecakapan hidup yang krusial di era digital.

“Kami sangat mengapresiasi langkah BSG, BCA, dan OJK yang masuk ke lingkungan pesantren. Ilmu mengelola keuangan sama pentingnya dengan ilmu akademik lainnya agar para santri tidak terjebak dalam praktik keuangan ilegal di masa depan,” ujarnya pada acara yang turut dihadiri Deputi Branch Manager BSG Kotamobagu Fernel Kasenda dan Humas BSG Zhahir Pulukadang.

Puncak acara diisi dengan penyampaian materi oleh Megawati (perwakilan OJK SulutGo) yang antara lain menjelaskan peran OJK dalam melindungi konsumen serta memberikan tips praktis bagi para santri dalam menyisihkan uang saku untuk ditabung.

Megawati mengingatkan untuk waspada terhadap investasi bodong dengan mengenali ciri-ciri penipuan yang marak di media sosial.

Dijelaskan pula tentang Budaya Menabung, dengan memperkenalkan produk tabungan simpel bagi pelajar/santri, serta pengelolaan keuangan digital, yang merupskan cara aman bertransaksi menggunakan layanan perbankan.

Kehadiran BSG dan BCA dalam satu panggung menunjukkan komitmen sektor perbankan untuk mendukung inklusi keuangan secara inklusif.

Melalui program GENCARKAN, diharapkan para santri Markaz Tidzkar tidak hanya menjadi penghafal Al-Qur’an yang mumpuni, tetapi juga menjadi generasi yang cerdas secara finansial.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya-jawab interaktif dan pemberian apresiasi bagi santri yang mampu menjawab kuis seputar dunia perbankan dengan tepat. (elka)

Meimonews.com – Guna memperkuat pemahaman masyarakat terkait dengan pengelolaan keuangan dan akses layanan perbankan, Bank SulutGo (BSG) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar Sosialisasi Literasi Keuangan bagi Masyarakat Pesisir.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula SH Sarundajang Kantor Walikota Bitung, Jumat (27/2/2026) ini diikuti ratusan pelaku usaha perikanan serta warga pesisir kota Bitung.

Kegiatan ini Wakil Walikota Bitung Randito Maringka. Dalam sambutannya, Maringka menekankan pentingnya pemahaman finansial bagi masyarakat pesisir agar mampu mengelola hasil laut menjadi kesejahteraan yang berkelanjutan.

“Masyarakat pesisir adalah pilar ekonomi Bitung. Dengan literasi yang baik, kami berharap warga tidak lagi terjebak pada skema pinjaman ilegal dan lebih cerdas dalam menabung serta berinvestasi,” ujarnya

Kepala OJK SulutGoMalut Robert Sianipar memberikan edukasi mengenai waspada investasi bodong.

Dijelaskan, kehadiran regulator dan perbankan di tengah masyarakat bertujuan untuk menciptakan ekosistem keuangan yang inklusif dan aman.

Direktur Umum Bank SulutGo Joubert Dondokambey menegaskan, BSG berkomitmen untuk terus menjadi mitra setia masyarakat Sulawesi Utara, khususnya dalam menyediakan produk yang sesuai dengan karakteristik profesi nelayan dan pedagang ikan.

Kepala Operasional Cabang BCA KCU Manado Liantje Wawah, menyampaikan bahwa keterlibatan BCA dalam sosialisasi ini merupakan bentuk nyata dukungan terhadap program nasional dalam meningkatkan indeks literasi keuangan di wilayah Indonesia Timur.

Poin utama literasi untuk OJK, adalah manajemen keuangan : Cara mengatur arus kas bagi keluarga dengan penghasilan yang bergantung pada musim (sektor perikanan).

BCA adalah Pengenalan Produk Perbankan : Edukasi mengenai tabungan, kredit usaha mikro, dan layanan digital banking.

BSG adalah Keamanan Transaksi : Tips menghindari phishing dan penipuan berbasis digital yang marak terjadi.

Kegiatan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif dan penyerahan simbolis bantuan serta pembukaan rekening bagi perwakilan masyarakat pesisir yang hadir.(elka)

Meimonews.com – Berbagai upaya dalam mendorong inklusi keuangan terus dilakukan Bank SulutGo (BSG) termasuk bersinergi dengan beberapa pihak seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Terbaru, BSG bersinergi dengan OJK SulutGo dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) menggelar Literasi Keuangan Masyarakat Pesisiir Desa Darunu terkait dengan literasi keuangan dan pelestarian lingkungan.

Kegiatan yang dipusatkan di objek wisata Darunu Mangrove Park ini juga dirangkaikan dengan aksi nyata Gerakan Indonesia ASRI.

Acara ini dihadiri pemangku kepentingan lintas sektor, mulai dari jajaran eksekutif perbankan, otoritas keuangan, hingga perwakilan legislatif dan pemerintah daerah.

Dalam sambutannya, Kepala OJK SulutGo Robert Sianipar menekankan pentingnya pemahaman manajemen keuangan bagi masyarakat pesisir agar terhindar dari jeratan pinjaman ilegal dan mampu memanfaatkan produk perbankan untuk pengembangan usaha mikro.

Direktur Umum Bank SulutGo Joubert Dondokambey di dampingi Pemimpin Cabang Airmadidi Maykel Rantung menyatakan komitmen BSG untuk terus hadir di tengah masyarakat hingga ke pelosok daerah.

“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat di Desa Darunu dan sekitarnya memiliki akses dan pemahaman yang cukup terhadap layanan perbankan demi meningkatkan taraf hidup mereka,” ujar Joubert.

Kepala DPMPTSP Kabupaten Minut Richard JH Dondokambey mewakili Bupati Minut Joune Ganda menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Minahasa Utara sebagai lokasi kegiatan.

Turut hadir Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Minut Jack Paruntu, yang menyoroti potensi besar ekonomi kelautan yang perlu dikelola secara profesional.

Momen penting terjadi saat Anggota Komisi XI DPR-RI Rio Dondokambey hadir secara langsung untuk berdialog dengan warga. Selain memberikan edukasi mengenai kebijakan keuangan nasional, ia juga enyalurkan bantuan langsung untuk pengembangan Desa Darunu.

Di momen itu, Rio juga menyerap aspirasi dari masyarakat pesisir dan kepulauan di Minahasa Utara terkait kebutuhan perbaikan sarana dan prasarana (sarpras) penunjang aktivitas ekonomi dan pendidikan.

Selain fokus pada edukasi finansial, kegiatan ini juga mengedepankan aspek keberlanjutan lingkungan melalui Gerakan Indonesia ASRI.

Acara yang diagendakan yakni penanaman mangrove dan pembersihan area pantai menjadi simbol komitmen sektor jasa keuangan dalam menjaga ekosistem pesisir tetap hijau dan asri sebagai aset wisata masa depan.

Melalui sinergi antara Pemerintah, Perbankan dan OJK, diharapkan masyarakat Desa Darunu tidak hanya cerdas secara finansial, tetapi juga berdaya dalam menjaga kelestarian alam yang menjadi sumber mata pencaharian mereka. (elka)

Meimonews.com – Direktur Utama Bank SulutGo Revino M. Pepah bersama Komisaris Utama Ramoy M. Luntungan menghadiri Rapat Sinergi Kelompok Usaha Bank (KUB) Bank Pembangunan Daerah (BPD) se-Indonesia tahun 2026, Selasa (3/2/2026).

Acara yang diadakan di Gedung AA Maramis, Kawasan Kementerian Keuangan, Jakarta ini dihadiri oleh perwakilan seluruh BPD serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Rapat ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan langkah dan memperkuat kolaborasi antar-BPD dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah dan nasional.

Kehadiran langsung otoritas dalam hal ini OJK menegaskan pentingnya peran BPD dalam stabilitas dan inklusi sistem keuangan Indonesia.

Rapat membahas berbagai agenda penting, termasuk strategi penyaluran kredit untuk sektor prioritas, penguatan modal, manajemen risiko, serta inovasi produk dan layanan digital yang dapat diimplementasikan secara kolektif oleh BPD.

OJK juga memberikan arahan terkait kebijakan terbaru dan harapan terhadap peran BPD dalam mendukung program-program pemerintah.

Keikutsertaan pimpinan Bank SulutGo dalam forum nasional ini menunjukkan posisi aktif bank dalam ekosistem perbankan daerah Indonesia.

Langkah ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi penguatan kinerja Bank SulutGo dan kontribusinya yang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi wilayah serta nation.

Pada kesempatan tersebut, Pepah menyampaikan komitmen Bank SulutGo (BSG) untuk aktif berkontribusi dalam sinergi KUB BPD.

“Pertemuan ini sangat krusial untuk memperkuat fondasi kerja sama kita. Bank SulutGo siap bersinergi dengan seluruh BPD dan menjalankan mandat sebagai penggerak pembangunan di Sulawesi Utara, sejalan dengan arahan dan regulasi OJK,” ujarnya.

Luntungan menekankan pentingnya tata kelola yang baik dan pengawasan komisaris dalam mendukung sinergi tersebut. “Dengan pengawasan yang efektif dan prinsip tata kelola perusahaan yang kuat, sinergi BPD tidak hanya akan berjalan optimal tetapi juga berkelanjutan dan penuh dengan akuntabilitas,” jelasnya. (elka)

Meimonews.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo (BSG) sukses menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan literasi keuangan yang bertajuk Extraordinary Class Literasi Keuangan di Bumi Perkemahan Bongohulawa, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, dalam rangkaian acara Perkemahan Antar Satuan Karya Pramuka (Peran Saka) Tingkat Nasional 2025.

Kegiatan ini berlangsung Rabu – Jumat (5-7/1/2025) dengan target total peserta mencapai 800 orang dari kalangan Pramuka Penegak dan Pandega se-Indonesia.

Partisipasi ini merupakan tindak lanjut dari undangan OJK kepada Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) dalam rangka meningkatkan literasi keuangan masyarakat, khususnya generasi muda.

Di stand OJK, para peserta Peran Saka Nasional 2025 mendapatkan materi yang komprehensif.

Perwakilan OJK yang memberikan materi adalah Bambang S. Antariksawan (Asisten Direktur Madya Divisi Perencanaan, Pengembangan, Evaluasi Literasi dan Edukasi Keuangan) dan. Berlin Situmorang (Manajer Divisi PEPK dan LMS OJK SulutGo).

Dari pihak BSG, sosialisasi pengenalan produk perbankan disampaikan oleh Lani Usman, Zhahir Pulukadang dan Febrian Dotulong.

BSG sebagai salah satu bank daerah yang diundang berpartisipasi, mengisi sesi materi selama 30 menit di setiap sesi, mengenalkan produk dan layanan perbankan yang relevan dengan kebutuhan generasi muda.

Materi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman awal mengenai produk-produk jasa keuangan, sekaligus mendorong semangat menabung dan berinvestasi di kalangan Pramuka.

Peran Saka Tingkat Nasional diselenggarakan oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka (Kwarnas) di Gorontalo tanggal 2 – 9 November 2025.

Kegiatan Extraordinary Class Literasi Keuangan OJK dan BSG menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan kegiatan Saka.

Kepala Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen, Keuangan Daerah, dan Layanan Manajemen Strategis OJK Budiman P.. Siahaan menyampaikan terima kasih atas partisipasi dan kerjasama dari seluruh pihak yang terlibat demi kesuksesan peningkatan literasi keuangan. (Afer)

Meimonews.com – Menyemarakkan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama PT Bank Panin Tbk dan PT Bank SulutGo (BSG) menggelar kegiatan sosialisasi/edukasi keuangan bertajuk Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) yang secara khusus menargetkan kelompok penyandang disabilitas di Sulawesi Utara, Rabu (1/10/2025).

Acara yang berlangsung meriah dan penuh semangat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di kalangan disabilitas, memastikan mereka memiliki akses dan pemahaman yang setara terhadap produk dan layanan jasa keuangan.

Direktur Operasional BSG Louisa Parengkuan dalam sambutannya menyampaikan komitmen Bank SulutGo dalam mendukung program inklusi keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk para disabilitas.

“Bank SulutGo siap menjadi bank yang ‘ramah’ bagi disabilitas, memberikan layanan yang mudah diakses dan produk yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujarnya.

Kepala Seksi Disabilitas Dinas Sosial Sulut/Analisis Kebijakan Muda Rehabilitasi Sosial Muh. Subhan Langga menekankan pentingnya kolaborasi ini. “Kami mengapresiasi langkah OJK dan perbankan yang memberikan perhatian serius terhadap peningkatan kapasitas dan kemandirian ekonomi penyandang disabilitas melalui pengetahuan keuangan,” ujar Langga ketika memberikan sambutan.

Deputi Direktur Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, Perlindungan Konsumen dan LMS OJK SulutGoMalut Budiman P. Siahaan, dalam sambutannya menegaskan, GENCARKAN merupakan inisiatif nasional OJK untuk menciptakan masyarakat yang cerdas dalam keuangan.

“Bulan Inklusi Keuangan adalah momentum bagi kita untuk memastikan bahwa hak setiap warga negara, termasuk saudara-saudara kita penyandang disabilitas, terpenuhi dalam mengakses layanan keuangan. Literasi yang baik adalah kunci agar tidak mudah terjerat investasi bodong atau pinjaman ilegal,” tegas Budiman.

Sesi utama sosialisasi diisi dengan penyampaian materi yang mudah dipahami oleh beberapa narasumber.

Gratia Marentek dari OJK menyampaikan edukasi mengenai pentingnya mengelola keuangan pribadi, mengenali produk-produk jasa keuangan resmi, dan tips menghindari penipuan.

Glenn Palar dari Bank SulutGo memberikan paparan praktis mengenai produk perbankan Bohusami Young yang dirancang inklusif dan cara mudah membuka rekening tabungan.

Puncak acara ditandai dengan pemberian Tabungan Bohusami Young dan Santunan secara simbolis kepada perwakilan peserta disabilitas.

Pemberian ini dilakukan oleh Komisaris BSG Jaclyn Koloay, sebagai bentuk kepedulian dan dukungan nyata sektor jasa keuangan terhadap peningkatan kesejahteraan kelompok disabilitas.

Diharapkan, melalui kegiatan GENCARKAN ini, tingkat literasi dan inklusi keuangan para penyandang disabilitas di Sulawesi Utara dapat meningkat secara signifikan, yang pada akhirnya akan mendorong kemandirian ekonomi dan kesejahteraan mereka. (Afer)

Meimonews.com – Bank SulutGo (BSG), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersinergi menggelar kegiatan sosialisasi dan edukasi literasi keuangan bagi masyarakat di Kecamatan Modoinding, Kabupaten Minahasa Selatan, Selasa (8/7/2025).

Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang produk dan layanan jasa keuangan, serta mendorong pengelolaan keuangan yang lebih baik.

Kegiatan yang berlangsung antusias ini dihadiri oleh Staf Ahli bidang Ekonomi dan Keuangan Kabupaten Minahasa Selatan Joins Langkun (mewakili Bupati Minahasa Selatan Franky D. Wongkar).

Selain itu, Asisten Direktur Kantor OJK Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Maluku Utara (SulutGoMalut), Rizky Betadi Putra (mewakili Kepala OJK SulutGoMalut Rizky) dan Direktur Operasional Bank SulutGo Louisa J. Parengkuan (mewakili Dirut Revino M. Pepah).

Dalam sambutannya, Langkun mengapresiasi kolaborasi antarlembaga ini dan menekankan pentingnya literasi keuangan bagi kemajuan ekonomi masyarakat. “Peningkatan literasi keuangan adalah kunci agar masyarakat dapat membuat keputusan finansial yang tepat, terhindar dari investasi bodong, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan,” ujarnya.

Rizky menyampaikan bahwa OJK berkomitmen penuh dalam melindungi konsumen jasa keuangan dan terus berupaya meningkatkan inklusi keuangan di seluruh lapisan masyarakat.

“Kegiatan seperti ini sangat vital untuk memastikan masyarakat Modoinding mendapatkan akses informasi yang akurat dan komprehensif mengenai berbagai produk keuangan yang aman dan sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Louisa memberikan pemahaman mengenai produk-produk perbankan yang ditawarkan oleh Bank SulutGo, khususnya yang relevan dengan kebutuhan masyarakat pedesaan dan pelaku UMKM.

“Kami berharap masyarakat Modoinding dapat memanfaatkan berbagai fasilitas perbankan yang kami sediakan untuk mendukung kegiatan ekonomi mereka, baik itu untuk tabungan, kredit usaha, maupun transaksi digital,” tutur Ibu Louisa.

Kepala Cabang BRI Kantor Cabang Pembantu (KCP) Amurang Aloysius Yadhi Kustanto menjelaskan berbagai produk dan layanan BRI yang dirancang untuk mendukung sektor pertanian dan UMKM, yang merupakan tulang punggung ekonomi di Modoinding.

“BRI selalu siap menjadi mitra bagi para petani dan pelaku usaha kecil di Modoinding. Kami memiliki berbagai program pembiayaan dan layanan keuangan yang dapat membantu mengembangkan usaha mereka,” ujar Aloysius.

Melalui kegiatan yang diisi dengan sesi interaktif, tanya jawab, dan pembagian materi edukasi ini diharapkan masyarakat Modoinding semakin melek finansial dan dapat memanfaatkan layanan perbankan secara optimal untuk meningkatkan taraf hidup mereka.(Afer)

Meimonews.com – Bank SulutGo (BSG) mendukung penuh program Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam upaya untuk meningkatkan literasi keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat.

BSG berkomitmen untuk terus mendukung program Gencarkan dan menciptakan masyarakat yang lebih cerdas keuangan.

Hal itu sudah terlihat lewat kegiatan sosialisasi hasil kolaborasi OJK dan BSG dan didukung sejumlah pihak termasuk pemerintah daerah.

Belum lama ini, BSG berkolaborasi bersama OJK dan BNI melakukan kegiatan literasi Keuangan di Pelabuhan Labuan Uki, Kabupaten Bolaang Mongondow dan Boroko, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.

Materi Gerakan Non-Tunai yang diberikan bertujuan mengajak masyarakat dan komunitas setempat untuk gemar menabung dan bertransaksi secara digital.

Pada kegiatan yang dihadiri Kepala OJK SulutGoMalut Robert Sianipar, Pimpinan BSG dan BNI ini beragam materi dibawakan Rizky Betadi Putra dan Eunike Marentek (OJK), Lead Trainer Literasi Keuangan BSG Nicky Laoh, serta Pemimpin Cabang BNI Kotamobagu Gracia Karamoy. (Afer)

Meimonews.com – Bank SulutGo (BSG) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berkolaborasi dan menunjukkan sinergitasnya dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kali ini, BSG dan OJK menggelar sosialisasi keuangan dengan tema Bersinergi Membangun Ekosistem Keuangan Inklusif di Pedesaan di Desa Darunu, Kabupaten Minahasa Utara, Jumat (13/9/2024).

Kegiatan yang berlangsung sederhana ini dihadiri Sekretaris Kabupaten Minahasa Utara Ir. Nolvy Wowiling, perwakilan OJK SulutGoMalut, GH Operasional BSG Linda Moniaga, Pemimpin Corporate Secretary Heince Rumende, Pemimpin BSG Cabang Airmadidi Laurensia Sumeysey, para pelajar dan masyarakat Desa Darunu.

Kehadiran tokoh-tokoh masyarakat ini semakin menegaskan pentingnya literasi keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Dalam sosialisasi tersebut, para narasumber dari OJK dan BSG menyajikan materi yang sangat bermanfaat. Mulai dari penjelasan tentang produk dan layanan perbankan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa, hingga tips mengelola keuangan secara bijak. Materi mengenai pentingnya menabung, berinvestasi, dan menghindari pinjaman online ilegal juga menjadi sorotan.

“Dengan memahami konsep dasar keuangan, masyarakat diharapkan dapat membuat keputusan finansial yang lebih cerdas,” ujar Moren Monigir, perwakilan OJK.

Sebagai bentuk implementasi langsung dari sosialisasi ini, BSG juga menggelar acara simbolis pembukaan tabungan pelajar dan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat, terutama para pelaku UMKM yang selama ini kesulitan mengakses permodalan.

Pemilihan Desa Darunu sebagai lokasi sosialisasi bukan tanpa alasan. Momentum HUT Desa yang dikenal dengan potensi wisatanya ini telah ditetapkan sebagai desa binaan BSG. Melalui program ini, BSG tidak hanya membantu dalam pengembangan sektor pariwisata, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui akses terhadap layanan keuangan.

“Kami berharap Desa Darunu dapat menjadi model desa inklusif di Sulawesi Utara. Dengan akses keuangan yang lebih baik, masyarakat dapat meningkatkan taraf hidup mereka dan berkontribusi pada pembangunan daerah,” ujar Deputi OJK SulutGoMalut Budiman Siahaan.

Kegiatan sosialisasi keuangan di Desa Darunu ini diharapkan dapat menjadi titik awal bagi terciptanya ekosistem keuangan inklusif di seluruh wilayah Sulawesi Utara. BSG dan OJK berkomitmen untuk terus bersinergi dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan layanan keuangan secara optimal dan mencapai kesejahteraan yang lebih baik. (Afer)