Meimonews.com – PT Bank SulutGo (BSG) kembali menegaskan komitmen berkelanjutannya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) perikanan.

Komitmen strategis ini diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait Pola Kemitraan Pembinaan Pelaku UMKM Perikanan di Kota Bitung, yang diadakan di Aula Lantai 4 Kantor Walikota Bitung, Jumat (26/6/2026).

Acara ini merupakan tindak lanjut dari inisiatif Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) yang digagas oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Program ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi ekonomi daerah melalui sinergi nyata antara sektor riil dan sektor jasa keuangan, dengan fokus pada optimalisasi komoditas unggulan daerah seperti perikanan air tangkap di wilayah Indonesia Timur, khususnya Kota Bitung.

Melalui sinergi ini, BSG hadir mempermudah akses pembiayaan yang bersasaran bagi para nelayan lokal lewat produk unggulan KUR Bohusami Ba Soma, KUR Kecil Investasi, hingga Pinjaman Rekening Koran.

Tercatat, total penyaluran kredit khusus sektor perikanan air tangkap (nelayan) oleh BSG Cabang Bitung hingga tahun ini telah mencapai Rp 4.360.000.000,- (empat miliar tiga ratus enam puluh juta rupiah).

Acara penting ini dihadiri Walikota Bitung Hengky Honandar, Kepala OJK Sulutgo Robert HP Sianipar serta Direktur Operasional BSG Louisa J. Parengkuan.

Turut hadir mendampingi, Pemimpin Divisi Kredit Komersial BSG Jerry Tuuk, Branch Manager BSG Cabang Bitung James J. Lumintang, Sekretaris TPAKD Kota Bitung Karlintje L. Monareh, serta jajaran pejabat Pemkot Bitung dan OJK.

Dalam sambutannya, Direktur Operasional BSG menjelaskan, kerjasama ini merupakan perwujudan misi BSG sebagai engine of growth atau penggerak perekonomian daerah.

Melalui kolaborasi erat bersama OJK dan Pemerintah Kota Bitung, pembiayaan yang disalurkan diharapkan mampu memberikan dampak instan dalam meningkatkan produktivitas nelayan, memperkuat ekosistem usaha perikanan, serta mempercepat perputaran ekonomi di Kota Bitung.

Sebagai agenda inti, dilakukan penyerahan secara simbolis mockup plafon kredit kepada perwakilan debitur perikanan BSG Cabang Bitung yang diserahkan bersama-sama oleh Walikota Bitung, Kepala OJK, dan Direktur Operasional BSG:

Engel R Lumakeki menerima plafond kredit sebesar Rp 20.000.000,- melalui skema KUR Bohusami Ba Soma untuk usaha penangkapan ikan di Kelurahan Tandu Rusa.

Meydan Temp menerima plafond kredit sebesar Rp 25.000.000,- melalui skema KUR Bohusami Ba Soma untuk usaha penangkapan ikan di Kelurahan Girian. Susana Tindage menerima plafond kredit sebesar Rp 50.000.000,- melalui skema KUR Bohusami Ba Soma untuk usaha penangkapan ikan di Kelurahan Batu Putih Atas.

Raman Mamato menerima plafond kredit sebesar Rp 500.000.000,- melalui skema KUR Kecil Investasi. PT Anugrah Sejati Bersama (diwakili oleh Direktur Utama Christy Duakaju) menerima plafond kredit sebesar Rp 2.000.000.000,- melalui skema pinjaman rekening koran selaku mitra offtaker.

Selain penyerahan kepada debitur dan offtaker, PKS ini juga melibatkan pihak mitra penggerak lainnya, termasuk Owner PT Ramantha Kawanua Indonesia Margaretha Kakante serta perwakilan dari 5 kelompok nelayan tangkap di Kota Bitung.

Dalam sambutannya, Walikota Bitung memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada OJK dan Bank SulutGo atas kepedulian dan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat pesisir di Kota Bitung.

Sinergi TPAKD ini diharapkan terus berkelanjutan demi menciptakan kemandirian ekonomi pelaku usaha daerah yang berdaya saing tinggi. (elka)

Meimonews.com – PT BPD Sulawesi Utara Gorontalo (Bank SulutGo/BSG) berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sukses menyelenggarakan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) Tahun 2026 yang dipusatkan di Lapangan Daagon Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Kamis (25/6/2026).

Kegiatan yang merupakan wujud nyata komitmen BSG dalam memperluas pemerataan literasi finansial kali ini secara khusus menyasar kelompok perempuan, Ibu Rumah Tangga (IRT), serta pelaku usaha mikro perempuan sebagai pilar utama penggerak ekonomi keluarga.

Agenda di ruang terbuka ini dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bolmong Abdullah Mokoginta, Group Head Operasional Bank SulutGo Nolvy Kilanta, Assistant Manager Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis (PEPK dan LMS) OJK Shinta Korah, Wakil Pemimpin BSG Cabang Lolak Aditya Paputungan serta Pemimpin Kantor Cabang Pembantu (Capem) BNI Lolak Franky Audy Kolibu.

Dalam sambutannya ketika membuka kegiatan, Sekda Kabupaten Bolmong menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada OJK dan Bank SulutGo atas inisiasi strategis ini.

Pemkab Bolmong berharap lewat edukasi keuangan ini, kaum perempuan dan IRT di Bolmong dapat semakin cerdas mengelola anggaran rumah tangga, mandiri secara ekonomi, serta memiliki benteng yang kuat dari ancaman penipuan digital, judi online, dan jeratan pinjaman online (pinjol) ilegal.

Sebagai Campaign Manager gerakan nasional ini di tingkat regional, BSG memandang pentingnya menyentuh segmen perempuan.

Group Head Operasional Bank SulutGo dalam sambutannya menekankan bahwa peran ibu rumah tangga sangat krusial sebagai ‘Menteri Keuangan’ di keluarga. Oleh karena itu, BSG hadir tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga mendekatkan akses layanan inklusi perbankan nyata seperti optimalisasi jaringan Agen Laku Pandai (Agen BSG) di desa-desa serta penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro BSG untuk membantu permodalan usaha rumahan.

Sesi edukasi inti dibawakan secara interaktif oleh Assistant Manager Divisi PEPK dan LMS OJK. Ia membedah strategi perencanaan keuangan yang sehat serta pentingnya aspek pelindungan konsumen di era digitalisasi keuangan saat ini.

Melalui sinergi kokoh antara Pemkab Bolmong, OJK, Bank SulutGo, dan jaringan perbankan nasional diharapkan tingkat literasi keuangan kaum perempuan di Bumi Totabuan makin meningkat demi mewujudkan keluarga yang mandiri, sejahtera, dan tangguh finansial. (elka)

Meimonews.com – PT BPD Sulawesi Utara Gorontalo (Bank SulutGo/BSG) melanjutkan konsistensinya dalam memperluas jangkauan literasi dan inklusi keuangan serta dorong kesejahteraan nelayan di pelosok daerah.

Hal tersebut terlihat ketika BSG bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Negara Indonesis (BNI) menyelenggarakan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) Tahun 2026 di Lantai 3 Aula Kantor Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Boroko, Rabu (24/6/2026).

Rangkaian kegiatan khusus menyasar kelompok nelayan, pelaku usaha pesisir, dan masyarakat perikanan sebagai target prioritas nasional.

Agenda strategis ini dihadiri Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Bolmut Abdul Mutoh Daeng Mulia (mewakili Bupati Bolmut), Group Head Operasional BSG Nolvy Kilanta, Shinta Korah beserta Tim OJK Sulutgo, Pemimpin Kantor Cabang Pembantu (KCP) BNI Boroko Yuyun Mokoginta; serta Pjs. Pemimpin BSG Kantor Cabang Boroko Ekasari Gugule.

Dalam sambutannya ketika membuka kegiatan, Asisten II Pemkab Bolmut menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada OJK, Bank SulutGo, dan seluruh industri perbankan yang terlibat.

Pemkab Bolmut berharap, lewat edukasi keuangan ini, para nelayan di Bolmut dapat lebih cerdas mengelola hasil lautnya, membangun budaya menabung untuk menghadapi musim paceklik, serta membentengi diri dan keluarga dari jeratan investasi bodong maupun pinjaman online (pinjol) ilegal.

Sebagai Campaign Manager gerakan nasional ini di tingkat regional, BSG berkomitmen memberikan dampak inklusi yang riil bagi masyarakat pesisir.

Group Head Operasional BSG menegaskan, kehadiran BSG di tengah masyarakat nelayan bukan sekadar memberikan materi teori, melainkan membawa solusi finansial yang praktis.

Salah satunya melalui pemanfaatan jaringan Agen Laku Pandai (Agen BSG) di desa-desa pesisir serta akses permodalan berbunga murah melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro BSG untuk modernisasi alat tangkap nelayan.

Shinta Korah bersama Tim OJK dalam sesi edukasi inti membedah strategi perlindungan konsumen dan pengelolaan keuangan digital yang aman.

OJK terus mendorong agar indeks literasi keuangan di wilayah kepulauan dan pesisir dapat tumbuh merata seiring dengan masifnya digitalisasi perbankan saat ini.

Sinergi ini juga diperkuat dengan kehadiran BNI KCP Boroko melalui Yuyun Mokoginta yang turut mendukung penguatan ekosistem keuangan terintegrasi di wilayah Bolmut.

Di lokasi kegiatan, jajaran BSG Kantor Cabang Boroko membuka meja layanan langsung (on-the-spot). Para nelayan dan pelaku usaha mikro yang hadir langsung difasilitasi untuk melakukan pembukaan rekening tabungan massal, aktivasi aplikasi BSGtouch, serta edukasi transaksi nontunai demi mendorong modernisasi ekonomi masyarakat Boroko.

Melalui sinergi kuat antara Pemerintah Kabupaten Bolmut, OJK, BSG, dan perbankan jejaring, diharapkan kesejahteraan finansial masyarakat nelayan dapat meningkat signifikan demi menopang akselerasi pertumbuhan ekonomi daerah yang tangguh dan mandiri. (elka)

Meimonews.com – PT BPD Sulawesi Utara Gorontalo (Bank SulutGo/BSG) kembali membuktikan peran strategisnya sebagai Campaign Manager Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) di tingkat regional.

Itu terlihat ketika Bank SulutGo berkolaborasi aktif dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, PT Permodalan Nasional Madani (PNM), dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menggelar edukasi keuangan masif bagi masyarakat Kabupaten Bone Bolango, Kamis (22/6/2026).

Kegiatan ysbg dipusatjan dipusatkan di Grand Palace Convention Center (GCC)nKota Gorontalo ini mengangkat tema Satu langkah literasi, sejuta peluang mandiri: cerdas mengelola keuangan dan menggerakkan ekonomi lokal.

Agenda ini berhasil mempertemukan sedikitnya 250 nasabah PNM yang merupakan para pelaku UMKM perempuan serta industri rumah tangga di wilayah Bone Bolango untuk didorong naik kelas.

Acara akbar ini dihadiri antara lain Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Utara dan Gorontalo Robert HP Sianipar, Pemimpin Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo Bambang Setya Permana, Pemimpin Cabang PNM Manado Zulfikar Arsyad.

Selain itu, Direktur Operasional Bank SulutGo Louisa J. Parengkuan, Komisaris Independen Bank SulutGo Rania Riris Ismail, Area Head Gorontalo Bank BRI Dhinar Adi Nugroho; serta Pimpinan Cabang Pegadaian Utara Irmanto H. Aswin.

Rangkaian acara dimulai sejak pagi hari dengan dibukanya Coaching Clinic khusus bagi Nasabah PNM, yang terbagi dalam Kelas Karawo (kerajinan khas lokal), Kelas Memasak, dan Kelas Konsultasi Usaha mandiri.

Kehadiran tamu VVIP disambut hangat lewat tarian tradisional Saronde, yang dilanjutkan dengan sesi Fashion Show Produk unggulan hasil karya para pelaku usaha binaan.

Memasuki sesi seremonial, Pemimpin Cabang PNM Manado, Kepala OJK SulutGo serta Wakil Gubernur Provinsi Gorontalo secara bergiliran memberikan sambutan pembuka.

Dalam sambutannya, Wagub Gorontalo menyampaikan bahwa akselerasi literasi adalah kunci utama agar pelaku ekonomi lokal di Bone Bolango tidak sekadar bertahan, namun mampu mandiri menangkap peluang pasar baru yang aman dan terbebas dari jerat kejahatan siber keuangan.

Puncak acara ditandai dengan Opening Ceremony berupa penyerahan plakat dan foto bersama yang dilakukan secara simbolis oleh 7 unsur pimpinan instansi utama, diikuti dengan penyerahan bantuan dan fasilitas inklusi perbankan secara simbolis dari PNM, Bank SulutGo, dan BRI kepada perwakilan nasabah.

Guna memberikan pembekalan yang komprehensif, sesi edukasi inti diisi oleh panel pemateri ahli yang memberikan pembekalan secara maraton.

OJK SulutGo membuka materi pertama dengan membedah strategi nasional Gencarkan, diikuti oleh pemaparan materi penguatan Produk dan Jaringan Digital oleh Bank SulutGo (BSG).

Bank Indonesia kemudian melanjutkan edukasi terkait stabilitas moneter dan digitalisasi sistem pembayaran.

Tak kalah penting, pemaparan pelindungan aset usaha dan investasi mikro turut disampaikan oleh perwakilan dari BRINS Gorontalo, BRILife Gorontalo, serta PT Pegadaian Gorontalo.

Direktur Operasional Bank SulutGo, di sela-sela peninjauan booth pameran menyatakan bahwa keterlibatan aktif BSG dalam perhelatan ini adalah wujud tanggung jawab moral bank daerah untuk memastikan inklusi keuangan menyentuh pelaku usaha akar rumput.

Dengan integrasi ekosistem digital BSG, para nasabah PNM diharapkan mampu melakukan pencatatan transaksi yang lebih akuntabel dan efisien.

Acara yang berlangsung semarak ini ditutup dengan penarikan undian doorprize menarik bagi para peserta sebelum diakhiri secara resmi pada pukul 14.00 Wita.

Melalui kolaborasi kuat multipihak ini, Bank SulutGo optimistis perekonomian daerah di Kabupaten Bone Bolango akan bergerak lebih dinamis dan kokoh menuju tatanan masa depan yang lebih sejahtera. (elka)

Meimonews.com – PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo (Bank SulutGo/BSG) terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendorong percepatan literasi dan inklusi keuangan di tengah masyarakat.

Hal itu terjadi lihat ketika BSG bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyelenggarakan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) Tahun 2026 di Aula Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Gorontalo. Rabu (10/6/2026).

Agenda yang berlangsung edukatif ini dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo Sugondo Makmur Kepala OJK Sulawesi Utara dan Gorontalo (SulutGo) Robert H.P. Sianipar; Direktur Operasional Bank SulutGo Louisa J.Parengkuan; serta Komisaris Bank SulutGo Rania Riris Ismail.

Kegiatan ini secara khusus menyasar 100 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal sebagai segmen prioritas.

Kegiatan diawali sambutan Kepala OJK SulutGo yang menjelaskan bahwa program Gencarkan merupakan fondasi penting untuk membekali para pelaku usaha agar lebih waspada terhadap berbagai risiko kejahatan keuangan digital, seperti investasi bodong dan pinjaman online (pinjol) ilegal.

OJK berharap melalui gerakan masif ini, indeks literasi keuangan masyarakat daerah terus merangkak naik secara berkelanjutan.

Sekda Kabupaten Gorontalo ketika membuka kegiatan, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada OJK dan Bank SulutGo atas inisiasi pemberdayaan finansial bagi pelaku UMKM di Kabupaten Gorontalo.

Menurutnya, manajemen keuangan yang cerdas dan adopsi layanan perbankan digital merupakan kunci utama agar UMKM lokal dapat berkembang, berdaya saing, dan naik kelas.

Sebagai Campaign Manager program Gencarkan di tingkat Provinsi, Bank SulutGo memanfaatkan momentum ini tidak hanya untuk memberikan edukasi secara teori, melainkan juga memfasilitasi akses keuangan secara riil.

Kehadiran Direktur Operasional dan Komisaris BSG menegaskan dukungan penuh manajemen puncak terhadap penguatan pilar inklusi keuangan daerah.

Dalam rangkaian acara ini, Bank SulutGo melalui Duta Literasi digital yang ditugaskan berkolaborasi bersama jajaran Kantor Cabang Limboto membuka meja layanan inklusi langsung di lokasi.

Para pelaku UMKM yang hadir diberikan pendampingan praktis untuk melakukan pembukaan rekening tabungan massal, pemanfaatan aplikasi BSGtouch, aktivasi QRIS Merchant untuk digitalisasi transaksi usaha, hingga pengenalan skema permodalan murah melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro BSG.

Melalui sinergi kokoh antara Pemerintah Kabupaten Gorontalo, OJK, dan Bank SulutGo, diharapkan para pelaku UMKM di Bumi Panua ini dapat mengelola finansial usahanya dengan lebih sehat, efisien, dan modern demi menopang akselerasi ekonomi daerah menuju Indonesia Emas 2045. (elka)

Meimonews.com – Berkomitmen kuat dalam memperluas jangkauan inklusi dan memperdalam pemahaman literasi keuangan bagi pelaku usaha daerah, Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) sukses digelar di Tondano, Kabupaten Minahasa, Selasa (26/5/2026).

Agenda masif ini secara khusus menyasar ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) se-Kabupaten Minahasa sebagai pilar utama penggerak ekonomi kerakyatan.

Kegiatan strategis ini dihadiri Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang; Deputi Direktur Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, Pelindungan Konsumen dan LMS OJK SulutGoMalut Budiman P. Siahaan, Direktur Operasional Bank SulutGo (BSG) Louisa J. Parengkuan, Pejabat Sementara (Pjs) Pemimpin Bank SulutGo Kantor Cabang Tondano serta Pemimpin Cabang Bank Mandiri Tondano.

Dalam sambutannya, Deputi Direktur OJK SulutGoMalut menekankan bahwa program Gencarkan 2026 didesain secara terarah agar para pelaku usaha mikro memiliki tameng yang kuat terhadap ancaman kejahatan finansial digital, sekaligus mampu memanfaatkan layanan keuangan formal secara optimal demi perluasan pasar usaha.

Ketika membuka kegiatan, Wakil Bupati Minahasa, atas nama Pemerintah Kabupaten Minahasa, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kolaborasi aktif antara OJK dan sektor perbankan di Tanah Minahasa.

Ditegaskan, UMKM Minahasa harus naik kelas, bukan hanya dari sisi kuantitas produksi, tetapi juga dari kemandirian dan kecerdasan dalam pengelolaan manajemen keuangan usaha.

Sesi edukasi dan literasi keuangan dipaparkan secara mendalam dan interaktif oleh para narasumber ahli.

Perwakilan OJK SulutGoMalut Shinta Korah mengupas tuntas terkait regulasi pelindungan konsumen serta pentingnya mengenal legalitas Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK).

Melanjutkan pilar literasi dan inklusi praktis perbankan, sosialisasi dibawakan secara sinergis oleh Miranda Wakari yang mewakili manajemen Bank SulutGo (BSG), bersama dengan perwakilan dari Kantor Cabang Bank Mandiri Tondano.

Dalam pemaparannya, tim perbankan memberikan panduan nyata mengenai manajemen pemisahan kas usaha, efisiensi transaksi harian melalui integrasi pembayaran QRIS, perluasan jaringan Agen Laku Pandai, hingga kemudahan akses permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro yang aman bagi ekosistem UMKM.

Melalui sinergi tanpa sekat antara OJK, Pemerintah Kabupaten Minahasa, Bank SulutGo selaku Campaign Manager Provinsi, dan Bank Mandiri ini, diharapkan para pelaku UMKM di Minahasa dapat tumbuh menjadi pengusaha yang cerdas finansial, tangguh, dan akuntabel demi menopang akselerasi ekonomi daerah menuju Indonesia Emas 2045. (elka)

Meimonews.com – Melanjutkan komitmen akselerasi literasi dan inklusi keuangan di wilayah Bolaang Mongondow Raya, Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) sukses diselenggarakan di Aula Kantor Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Jumatn(22/5/2026).

Kegiatan yang diinisiasi oleh PT BPD Sulawesi Utara Gorontalo (Bank SulutGo/BSG) dengen mengandeng OJK (Otoritas Jasa Keuangan), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolasng Mongondouw Timur (Boltim), Badan Pusat Statistik (BPS), dan Perbankan ini difokuskan secara khusus untuk mengedukasi kelompok nelayan, petani, dan masyarakat pesisir di wilayah Boltim.

Kegiatan strategis ini dihadiri Bupati Boltim Oskar Manoppo, Direktur Operasional BSG Louisa J. ParengkuanParengkuan, Perwakilan OJK SulutGo Gracia Marentek, Kepala BPS Boltim Indira Lolowang, Kepala Unit BRI Kotabunan Melky Lantang; serta Pemimpin Bank SulutGo Kantor Cabang Tutuyan Faisal Ambarak.

Acara diawali dengan sambutan dari Bupati Boltim sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Dalam arahannya, Bupati menyampaikan apresiasi atas inisiatif cepat Bank SulutGo dalam menghadirkan program Gencarkan di Boltim.

BupatiI menekankan bahwa pemahaman finansial yang kuat sangat mendasar bagi masyarakat pesisir agar dapat mengelola pendapatan hasil laut dan tani dengan bijak, serta terhindar dari maraknya kejahatan keuangan digital.

Direktur Operasional BSG dalam sambutannya menegaskan posisi Bank SulutGo sebagai Campaign Manager Gencarkan tingkat Provinsi. “Inisiatif pelaksanaan kegiatan hari ini merupakan bentuk tanggung jawab nyata kami untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat di Sulawesi Utara, termasuk di Kabupaten Boltim, mendapatkan hak edukasi dan akses keuangan formal yang aman, inklusif, dan merata,” ujar Louisa.

Perwakilan OJK SulutGo membawakan materi utama mengenai strategi cerdas keuangan serta kewaspadaan nasional terhadap investasi bodong dan pinjaman online (pinjol) ilegal.

Sementara itu, Kepala BPS Boltim memaparkan sosialisasi pentingnya data statistik dalam membaca peluang pertumbuhan ekonomi mikro di tingkat desa.

Sebagai bentuk nyata dari pilar inklusi, sesi kemudian dilanjutkan dengan Sosialisasi Literasi dan Inklusi Keuangan praktis yang dibawakan oleh jajaran staf terpadu dari Bank SulutGo dan Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Sinergi perbankan ini memberikan edukasi mengenai pemanfaatan produk tabungan resmi, pengenalan kredit usaha rakyat (KUR) mikro untuk tambahan modal usaha nelayan, hingga digitalisasi transaksi melalui Agen Laku Pandai (Agen BSG) dan layanan unit BRI terdekat.

Melalui sinergi kokoh antara Pemkab Boltim, OJK, BPS, serta kolaborasi perbankan BSG dan BRI ini, diharapkan masyarakat pesisir Boltim dapat semakin cerdas mengelola keuangan guna mendorong kemandirian ekonomi daerah menuju Indonesia Emas 2045. (elka)

Meimonrws.com – Sekitar 100 petani, nelayan dan pelaku UMKM diedukasi tentang Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) terkait dengan upaya meningkatkan indeks literasi dan inklusi keuangan nasional.

Kegiatan kolaborasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank SulurGo (BSG), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongpndouw Selatan (Bolsel) dan Pegadaian ini diadakan di aula kantor Kecamatan Molibagu, Bolaang Mongondouw Selatan (Bolsel), Kamis (21/5/2026)

Hadir dalam agenda strategis ini Kepala OJK Sulutgo Robert Sianipar; Bupati Bolsel Iskandar Kamaru, Direktur Operasional BSG) Louisa J. Parengkuan; Sekretaris Daerah (Sekda) Bolsel Marzansius Arfan Ohy serta perwakilan dari PT Pegadaian Jackson Akay.

Dalam sambutannya ketika membuka acara, Bupati Bolsel menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dipilihnya wilayah Bolsel, khususnya Molibagu, sebagai tempat pelaksanaan Gencarkan bulan Mei ini.

Ditekankan pentingnya bagi para petani dan nelayan untuk memahami manajemen keuangan modern agar hasil produktivitas sektor pangan daerah dapat dikelola secara produktif dan aman dari berbagai modus penipuan berbasis digital.

Usai pembukan acara, diadakan pemaparan materi literasi keuangan oleh Kepala OJK SulutGo.

Dalam arahannya, Robert mengupas tuntas mengenai strategi cerdas keuangan, pengenalan produk keuangan legal, serta kewaspadaan mutlak terhadap ancaman investasi bodong, judi online, dan pinjaman online (pinjol) ilegal yang kerap menyasar masyarakat di daerah operasional pesisir dan pertanian.

Setelah itu, pemaparan materi Cerdas Keuangan oleh Eunike Gratia Marentek dari OJK, dan Sosialisasi Literasi dan Inklusi oleh Bank SulutGo dan Pegadaian

Melalui sinergi tanpa sekat antara OJK, Pemkab Bolsel, BSG, dan Pegadaian ini, diharapkan masyarakat Molibagu dapat menjadi pelopor masyarakat cerdas keuangan yang mandiri secara finansial demi menopang akselerasi ekonomi daerah menuju Indonesia Emas 2045. (elka)

Meimonews.com – Dalam upaya mewujudkan masyarakat yang melek finansial dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersinergi dengan lembaga jasa keuangan yakni BSG dan BNI menggelar Program Literasi Keuangan bertajuk Gencarkan (Gerakan Nasional Cerdas Keuangan) di Plaza Ratahan, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra).

Kegiatan yang mengusung tema Cerdas Kelola Keuangan dan Bangun Kepercayaan Diri Menuju Indonesia Emas 2045 ini dilaksanakan pada Rabu (15/4/2026).

Para pelaku UMKM (usaha menengah, kecil dan mikro) di wilayah Mitra hadir sebagai peserta untuk mendapatkan edukasi mengenai pengelolaan keuangan yang efektif serta pemanfaatan produk jasa keuangan.

Kegiatan yang merupakan tindak lanjut dari koordinasi strategis antara OJK dan perbankan untuk memastikan program literasi menyentuh seluruh lapisan masyarakat hingga ke daerah
ini dihadiri oleh jajaran pimpinan instansi terkait.

Pejabat tersebut adalah Pimpinan OJK SulutGo Robert Sianipar, Wakil Bupati Mitra Fredy Tuda, Sekda Mitra David Lalondos, Regional CEO BNI Kantor Wilayah 11 Didi Suprijanto, dan Esther Rempengan yang mewakili Manajemen PT Bank Pembangunan Daerah Sulut Gorontalo (Bank SulutGo/BSG).

Dalam sesi materi, para pelaku UMKM dibekali pengetahuan oleh para ahli dari OJK serta praktisi perbankan dari BNI dan Bank SulutGo mengenai cara membangun kepercayaan diri dalam berbisnis melalui pengelolaan kredit yang sehat.

Melalui sinergi ini diharapkan para pelaku UMKM di Mitra dapat lebih berdaya saing, memiliki akses yang lebih luas terhadap permodalan, serta terhindar dari praktik keuangan ilegal yang dapat merugikan keberlangsungan usaha mereka.

Gencarkan yang diinisiasi secara masif di seluruh Indonesia sepanjang tahun 2026 adalah untuk meningkatkan indeks literasi dan inklusi keuangan nasional. (elka)

Meimonews.com – Dalam upaya meningkatkan pemahaman keuangan sejak dini, Bank SulutGo (BSG), Bank Central Asia (BCA) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersinergi menggelar program GENCARKAN (Gerakan Nasional Cerdas Keuangan) di Pondok Pesantren PKPPS Tahfidz Alquran Markaz Tidzkar, Kota Kotamobagu, Kamis (5/3/2026).

Acara yang dimulai setelah bakda shalat Dzuhur ini menyasar para santri dan tenaga pendidik guna memberikan edukasi mengenai pentingnya pengelolaan keuangan serta pengenalan produk perbankan yang aman dan diawasi oleh negara.

Mewakili Pemerintah Kota Kotamobagu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kusnadi Pobela dalam sambutannya menekankan bahwa literasi keuangan adalah kecakapan hidup yang krusial di era digital.

“Kami sangat mengapresiasi langkah BSG, BCA, dan OJK yang masuk ke lingkungan pesantren. Ilmu mengelola keuangan sama pentingnya dengan ilmu akademik lainnya agar para santri tidak terjebak dalam praktik keuangan ilegal di masa depan,” ujarnya pada acara yang turut dihadiri Deputi Branch Manager BSG Kotamobagu Fernel Kasenda dan Humas BSG Zhahir Pulukadang.

Puncak acara diisi dengan penyampaian materi oleh Megawati (perwakilan OJK SulutGo) yang antara lain menjelaskan peran OJK dalam melindungi konsumen serta memberikan tips praktis bagi para santri dalam menyisihkan uang saku untuk ditabung.

Megawati mengingatkan untuk waspada terhadap investasi bodong dengan mengenali ciri-ciri penipuan yang marak di media sosial.

Dijelaskan pula tentang Budaya Menabung, dengan memperkenalkan produk tabungan simpel bagi pelajar/santri, serta pengelolaan keuangan digital, yang merupskan cara aman bertransaksi menggunakan layanan perbankan.

Kehadiran BSG dan BCA dalam satu panggung menunjukkan komitmen sektor perbankan untuk mendukung inklusi keuangan secara inklusif.

Melalui program GENCARKAN, diharapkan para santri Markaz Tidzkar tidak hanya menjadi penghafal Al-Qur’an yang mumpuni, tetapi juga menjadi generasi yang cerdas secara finansial.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya-jawab interaktif dan pemberian apresiasi bagi santri yang mampu menjawab kuis seputar dunia perbankan dengan tepat. (elka)