Meimonews.com – Beberapa hari terakhir ini, Tim Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polresta Manado berhasil membekuk dua orang pengedar obat keras jenis Trihexyphenidyl tanpa izin di kesempatan terpisah.

Penangkapan pertama terjadi pada Selasa (28/2/2022) sekitar pukul 22.15 Wita di mana
Tim Satres Narkoba menangkap satu orang laki-laki berinisial APM (29), warga Banjer Kota Manado.

Tim Satres Narkoba mengamankan pelaku tepatnya di depan Saint Coffee & Eatery dengan barang bukti sebanyak 75 pil obat keras jenis Trihexyphenidyl yang disembunyikan dalam tempat bedak bentuk kepala kelinci dan disimpan di tas selempang warna hitam, uang senilai Rp. 100.000 hasil dari penjual obat keras tersebut,

“Tersangka dan barang bukti diamankan dan langsung digiring ke Mako Polresta Manado untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” ujar Kasatres Narkoba Kompol May Diana Sitepu mewakili Kapolresta Manado Kombes Pol. Julianto Parlindungan Sirait.

Penangkapan kedua, terjadi pada Rabu (1/3/2023) di mana Tim Satres Narkoba Polresta Manado berhasil membekuk seorang laki-laki berinisial FD (32), warga Kecamatan Tuminting yang mengedarkan obat keras jenis Thrihexyphenidyl.

Penangkapan ini berdasarkan informasi dari masyarakat terkait adanya peredaran obat keras jenis Trihexyphenidyl di Kecamatan Tuminting dan Singkil Kota Manado.

Menindaklanjuti informasi tersebut, tTm Satres Narkoba langsung bergerak cepat dengan mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan pelaku berinisial FD bersama pria berinisial IK dengan barang bukti sebanyak 300 pil obat keras jenis Trihexyphenidyl, uang hasil transaksi sebanyak Rp. 300.000 dan 1 buah handphone merk realme c15 warna biru.

“Tersangka dan barang bukti diamankan di Polresta Manado untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Sitepu. (AF)

Meimonews.com – Seorang laki-laki pengedar obat keras jenis Thryhexpenidyl tanpa izin di Bailang Kota Manado berhasil diringkus Tim Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polresta Manado, Kamis (5/1/2023) malam.

Kapolresta Manado Kombes Pol Julianto Parlindungan Sirait melalui Kasat Narkoba Kompol May Diana Sitepu membenarkan penangkapan tersebut.

“Tim Satuan Reserse Narkoba menangkap satu orang laki-laki berinisial BL alias Deden (40), warga Kecamatan Paal Dua, ” ujar Kompol May Diana Sitepu.

Penangkapan ini berdasarkan informasi dari masyarakat terkait adanya peredaran obat keras jenis Trihexyphenidyl di wilayah Bailang Kecamatan Bunaken Kota Mando.

Menindaklanjuti informasi tersebut, tim Sat Res Narkoba langsung bergerak cepat dengan mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan pelaku.

“Alhasil, dari tangan tersangka, tim Sat Res Narkoba menyita barang bukti sebanyak 100 (seratus) butir Trihexyphenidyl yang disimpan dalam tas plastik bening yang diisi pada saku celana kanan dari tersangka,” jelasnya.

Selanjutnya, tersangka dan barang bukti langsung digiring ke Mako Polresta Manado untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. (AF)

Meimonews.com – Seorang lelaki berinisial SAT (26 tahun) yang adalah warga Singkil, Manado berhasil ditangkap Tim Satreskrim Narkoba Polresta Manado pimpinan Kompol Sugeng Wahyudi Santoso (Kasat), Sabtu (6/8/2022) sekitar pukul 17.00 Wita.

Keberhasilan pengungkapan peredaran narkoba obat keras jenis Thryhexypenidyl di wilayah hukum Polresta Manado ini berkat laporan warga.

Kapolresta Manado Kombes Pol Julianto P. Sirait, SH, SIK membenarkan penangkapan tersebut. “Tersangka diamankan di rumahnya setelah berhasil mendapat keterangan dari seorang saksi,” jelasnya.

Penangkapan terhadap tersangka, sebut Kapolresta, berkat laporan dari warga yang mengetahui adanya peredaran narkoba obat keras jenis Thryhexypenidyl di wilayah Singkil.

“Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti obat keras jenis Thryhexypenidyl sebanyak 1.000 (seribu) butir,”  jelas Kombes Pol. Sirait

Selanjutnya, tersangka dan barang bukti langsung diamankan ke Mako Sat. Narkoba Polresta Manado guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Kombes Pol. Sirait menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang sudah memberikan informasi terkait keberadaan narkoba yang dapat merusak generasi muda.

“Kami imbau kepada masyarakat agar terus dapat membantu kami aparat dalam mencegah peredaran gelap narkoba,. Jangan takut. Silahkan lapor ke aparat kepolisian terdekat apabila mengetahui tentang keberadaan narkoba,”  ujarnya. (elka)