Meimonews.com.- Memperingati 50 Tahun Imamat Mgr. Petrus Canisius Mandagi MSC (Uskup Agung Merauke) digagas untuk menerbitkan buku terkait perjalanan imamat religiusnya.

Kendatipun hanya berselang singkat lewat komunikasi via WhastApp tanggal 6 November 2025 dan tatapnuka sejenak pada 8 November 2025 antara Mgr. Canis dengan Dr. Frits Herman Pangemanan, M.Sc, penulis yang sudah melahirkan 20-an buku terjadi kesepakatan untuk penerbitan buku baru lagi, karena sebelumnya telah diterbitkan pula beberapa buku tentang Mgr. Canis yang ditulis Frits.

Selang Desember dibuat pemetaan tentang buku yang akan diterbitkan dan momen pengedaran/launchingnya, yang disepakati waktunya adalah pada Peringatan 50 Tahun Imamat Mgr. Canis yang akan dilaksanakan bersama dengan tiga rekan imam yang merayakan pesta tersebut di Desa Kamangta Kecamatan Tombulu Kabupaten Minahasa yang merupakan tempat tinggal keluarga besar Mandagi-Dolang.

Uskup Agung Merauke Mgr. Petrus Canisius Mandagi MSC saat menyerahkan buku kepada Ketua DPRD Papua Selatan Herry Silubun (dan berikutnya kepada Wakil Gubernur Papua Selatan Paskalis Imadawa) saat acara launching

Dan, itu terjadi. Pada Perayaan Pesta Emas Imamat Mgr. Canis dan tiga rekan imamnya yakni Pastor Aloisius Wenselaus ‘Wens’ Maweikere Pr, Pastor Christianus ‘Christ’ Santie MSC dan Pastor Albert Hendricus ‘Andre’ Santie MSC yang diadakan Stasi Santa Perawan Maria Ratu Paroki Kristus Raja Kembes, Kabupaten Minahasa saat syukuran setelah misa yang bersamaan dengan Pesta Keluarga Kudus, buku tersebut dilaunching.

Buku dengan judul Amor Omnia Vincit (Kasih Mengalahkan Segalanya) yang diterbitkan Percetakan Pohon Cahaya ini berjunlah sekitar 300, dengan halaman utamanya 239 halaman termasuk Kepustakaan dan Tentang Penulis.

Dr. Frits Herman Pangemanan (penulis buku) menyerahkan buku kepada Uskup Manado Mgr. Benedictus Estepahus Rolly Untu MSC

Selain itu, ada Sekapur Sirih oleh Penulis, Sambutan Khusus oleh Pemimpin Provinsial MSC Indonesia Pastor Samuel Waranresy MSC.

Ada juga Ungkapan Kasih dari Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC, Uskup Amboina Mgr. Inno Ngutra Pr, Sekretaris Keuskupan Agung Merauke Pastor John Kandam Pr serta Kata Pengantar dari Margaritha Moningka, S.Pd dan Franki Maikel Paat, SE, MM, Ak, CA ( Tokoh Umat Stasi Kamangta).

Dr. Frits Herman Pangemanan, M.Sc, penulis buku Amor Omnia Vincit (Kasih Mengalahkan Segalanya)

Buku ini berisi 5 (lima) bagian.Bagian pertama : Persiapan jalan untuk Tuhan. Bagian pertama meletakkan skema etika hidup dari keluarga beaar Mandagi-Dolanh yang ditampilkan oleh ayah dari keluarga.

Kerangka keluarga ini membentuk semacam etika kehidupan yang dijalankan oleh seluruu keluarha dimotori oleh ayah yang seoranh tukang bangunan.

Skema Umat Allah ditampilkan sebagai kerangka teologis dengan menggunakam paradigma St. Ambrosius, yang diletakkan sebagai langkah memahami etika kehidupan dari keluarga yang menjadi pokok refleksi di seluruh buku ini.

Bagian kedua : Luruskan jalan bagi Allah. Bagian/bab ini tampil sebagai sebuah refleksi bersama yang diangkat dari dialog Napak Tilas Rohani yang disharingkan oleh anggota-anggota keluarga.

Kelima anggota keluarga dari satu generasi keluarga Mandagi-Dolang mengangkat pengalaman hidup bersama dengan orangtua di masa lalu, sekaligus memberi sharing imam akan ketokohan salah seorang saudara mereka yakni Mgr. Canis dalam rangka Perayaan 50 Tahun Imamatnya.

Bagian ketiga : Kemuliaan Tuhan akan Dinyatakan. Bagian/bab ini melengkapi sharing keluarga dalam dialog Napak Tilas Rohani dengan mengangkat kesaksian ketiga rekan imam yang juga merayakan 50 Tahun Imamat pada waktu bersama.

Ketiga imam ini (Pastir Wens, Pastor Andre dan Pastor Christ) adalah teman sekelas sejak awal pendidikan mereka di Seminari Menengah St. Fransiskus Xaverius Kakaskasen (Tomohon/Sulut). Dari ketiganya diangkat kesaksian berupa kisah-kisah masa lalu dari Mgr. Canis.

Bagian keempat : Semua Umat Manusia Melihatnya Bersama-sama. Bagian/bab ini menampilkan refleksi langsung dari Mgr. Canis tentang penghayatan imamnya sebagai imam dan uskup di dua keuskupan yakni Keuskupan Amboina dan Keuskupan Agung Merauke.

Bagian kelima :Sungguh Tuhan Sendiri Telah MengatakanNya. Bagian ini merupakan pokok-pokok penting yang digarisbawahi dari dialog-dialog Napak Tilas dan sharing-sharing kesaksian lainnya.

“Buku ini merupakan refreksi dan retrospeksi tentang panggilan imamat religius MSC Mgr. Canis,” ujar Frits dalam percakapan dengan Meimonews.com di Manado, pekan lalu.

Narasi refleksi menurut Mgr. Canis, jelas pria kelahiran Manado, 19 Oktober 1956 ini, lebih sebuah proses evaluasi verbatim dan peninjauan kembali pengalaman penggilan sedari awal yang penuh jatuh-bangun. Tujuannya untuk memperoleh kekuatan baru dalam hidup imamat yang tak mengenal turning point (titik balik).

Pembaharuan melahirkan strategi rohani terus-menerus dalam keterbukaan hati untuk memcapai tujuan akhir panggilan sebagai pengantin Kristus.

Narasi retrospeksi menghadirian lagi putusan-putusan menentukan hidup religius dan panggilan imamat masa lalu dalan “kedalaman” dan keluasan hati.

Hakikat retrospeksi menciptabarukan motivasi rohani yang dulu ada untuk menjadi perspektif baru yan kontektual ‘membumi” sesuai zaman.

“Refleksi dan restrospeksi dalam perjalanan imamat yang diwarnai semangat Hati Kudus Yesus Mgr. Canis merupakan hal-hal yang diangkat dalam buku ini,” ujar tokoh awam yang banyak mendapat rekomendasi untuk menjadi Dubes Filipina ini. (Lexie Kalesaran)

Meimonews.com – Misa syukur mengawali Pesta Emas Hidup Membiara tiga konfrater MSC (Misionarii Sacratissimi Cordi Jesu / Misionaris Hati Kudus Yesus) yang dipusatkan di Paroki Hati Kudus Yesus (HKY) Karombasan, Selasa (11/1/2022)

Ketiga konfrater tersebut adalah Mgr. Petrus Canisius Mandagi (yang akrab disapa Mgr. Canis) serta dua kakak-beradik keluarga Santie yakni Pastor Christian Santie dan Pastor Andre Santie.

Misa Pesta Emas Hidup Membiara tersebut dipersembahkan Mgr. Canis sebagai selebran utama di dampingi Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC, Uskup Emeritus Yos Suwatan MSC, Asisten General MSC Pastor Laurens Poltje Pitoy, Wakil Provinsial MSC Indonesia Pastor Hubertus Pareira, Supda MSC Sulkaltim Pastor Herry Purasa.

Turut mendampingi pula, Sekretaris Keuskupan Agung (KA) Merauke Pastor Hengky Kariwot MSC, Vikjen KA Merauke Pastor John Kandam Pr, Wakil Uskup (wilayah Makuku Utara) Keuskupan Amboina Pastor Titus Rahael MSC, Ketua UNIO Keuskupan Manado Pastor Revi Rafael Tanos Pr serta Frater Diakon Antonius Obe MSC dan Frater Diakon Firovani Adikila Pr.

Ratusan imam baik tarekat MSC, tarekat religius lain, frater, bruder, suster, perwakilan keluarga, sejumlah undangan dan umat paroki setempat hadir pada misa yang tetap menerapkan protokol kesehatan pandemi Covid-19.

Saat memberikan kesaksian (penggantI kotbah) di gereja, tiga konfrater diberi kesempatan untuk berbagi pengalaman kehidupan membiara mereka, walau dengan durasi waktu terbatas.

Para yubilaris, satu persatu mengungkapkan kisah perjalanan hidup membiara mereka selama 50 tahun termasuk bagaimana awal – awal menjadi calon imam hingga ketika mereka menjadi imam dan ditempatkan di wilayah-wilayah pelayanan baik di Keuskupan Manado maupun di luar Keuskupan Manado atau tempat tugas / pelayanan lainnya.

Mgr. Canis mengungkapkan rasa terima kalinya kepada Tarekat MSC karena telah mendukung untuk hidup melaksanalan penyerahan diri secara total sebagai misionaris MSC. “Ada banyak hambatan, ada banyak halangan dalam perjalanan hidup membiara,” ujarnya.

Gembala kelahiran 27 April 1945 ini lantas menyebut beberapa contoh seperti saat ditunjuk menjadi Uskup Amboina dan merangkap tugas sebagai Uskup Keuskupan Agung Merauke (walau hanya administrator) dan kemudian ditetapkan sebagai Uskup Keuskupan Agung Merauke.

Bagi Mgr. Canis, menjadi Uskup di Ambon dan Merauke (Papua), tidak gampang. Apalagi harus bolak-balik Ambon-Merauke dan Merauke-Ambon. Cape. Lelah. Tapi, cinta mengatasi segalanya. Cinta mengatasi kelelahan. Cinta mengatasi kekurangan-kekurangan.

Dikemukakan, Allah adalah kasih. Inti hidup membiara adalah penyerahan diri kepada Tuhan secara total melalui kaul. Itulah sebabnya ia menyampaikan terima kasih kepada komunitas Tarekat MSC yang telah mendukung perjalanan penyerahan diri secara total.

Pastor Andre yang mendapat kesempatan pertama mengungkapkan kebahagiaannya karena Pemimpin MSC di Roma selalu mendukung dan mendoakannya supaya tetap setia sebagai MSC. Diceritakan pula masa-masa indahnya saat berada dalam pembinaan di novisiat.

Pastor Christian Santie yang adalah kakak Pastor Andre mengungkapkan kebahagiaannya yang luar biasa karena perayaan 50 tahun hidup membiara di dampingi oleh tiga uskup yakni Mgr. Canis, Mgr. Rolly dan Mgr. Yos.

Saat memberikan sambutan di acara syukuran di aula paroki, usai misa, Mgr. Rolly menyampaikan terima kasih kepada konfrater MSC yang merayakan Pesta Emas Hidup Membiara atas pemberian diri mereka karena kasih yang berasal dari Tuhan, yang telah tertanam dan mengalir dalam seluruh perjalanan hidup mereka.

Bersama dengan para imam, frater, bruder, suster dan umat, Mgr. Rolly menyampaikan selamat kepada yubilaris yang merayakan 50 tahun hidup membiara. “Selamat berbahagia,” ujar Mgr. Rolly.

Tentu, sambung mantan Provinsial MSC Indonesia itu, kasih itu menjadi konkrit / nyata mulai dari keluarga. Kehadiran keluarga yakni adik-adik, keponakan di sini (perayaan 50 tahun hidup membiara) mengingatkan kita sekalian khususnya para yubilaris bahwa apa yang terjadi saat ini punya kisah atau cerita yang sangat panjang mulai dari keluarga masing-masing hingga menjadi seperti sekarang.

Dijelaskan, tadi (di gereja – Red), kita sudah mendengarkan sukacita ketiga yubilaris serta sumber kekuatan dari ketiganya seperti disampaikan Mgr. Canis bahwa semua itu bisa terjadi atau bersumber dari kasih.

Dan kasih itu, menurut gembala kelahiran 5 Januari 1957 ini, bersumber dari Allah, seperti disebutkan dalam bacaan Injil (Yoh. 15 : 9-17 – Red). Allah adalah kasih sebagai pemrakarsa kehidupan ketiga yubilaris.

“Karena kekuatan kasih itu, kita boleh menyaksikan, bukan hanya mendengarkan sebagian dari sharing ketiga yubilaris pada saat misa, yang terlalu singkat (karena diibatasi – Red) tapi kita semua tahu ketiga yubilaris ini, yang memberikan diri karena kasih, dan bisa hadir di mana-mana, melayani di mana-mana dengan buah-buah yang luar biasa terutama buah kasih, buah iman, dan buah harapan,” ujar Mgr. Rolly.

Mengutip bacaan misa, Mgr. Rolly. menjelaskan, tiada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan diri dan nyawa untuk sahabat-sahabatnya. “Mgr Canis, Pastor Christian, dan Pastor Andre, terima kasih atas pemberian diri,” ujarnya.

Sekretaris Daerah Provinsi Sulut Asiano Gemmy Kawatu (yang hadir mewakili Gubernur Sulut Olly Dondokambey saat syukuran) dan Wakil Walikota Wenny Lumentut ketika memberikan sambutan pada acara syukuran menyampaikan selamat atas 50 tahun hidup membiara konfrater MSC tersebut. (lk)