Meimonews.com – Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) Unsrat Manado tahun 2025 terus berlangsung dan akan berakhir Jumat (2/5/2025).
UTBK ini dibuka pelaksanaannya oleh Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie di gedung Unit Pelaksana Teknik TIK, Rabu (23/4/2025).
Waktu/jadual pelaksanaan UTBK tahun ini bertambah mengingat jumlah calon mahasiswa baru (Maba) Unsrat yang mendaftar bertambah jumlahnya, lebih banyak bila dibandingkan dari tahun sebelumnya.
Menurut Humas Unsrat Manado Max Rembang, dalam percakapan dengan Meimonews.com di sela kegiatan, Senin (28/4/2025), jumlah peserta tahun ini berjumlah 4889 orang sementara tahun sebelumnya (2024) hanya berjunlah 4200-an orang.
“Ada peningkatan jumlah pendaftar sekitar 700 peserta. Makanya, waktu pelaksanaannya bertambah,” ujarnya di dampingi Kabag Akademik Merry Wowor.
Diketahui, UTBK Unsrat Manado Tahun 2025 adalah ujian tulis berbasis komputer yang digunakan untuk seleksi Maba melalui jalur SNBT. UTBK diselenggarakan oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) dan digunakan sebagai dasar penilaian untuk mendaftar di Unsrat
Untuk mengukur akademis peserta melalui berbagai mata ujian yang mencakup Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Kemampuan Akademik (TPA). Hasil UTBK digunakan untuk mendaftar di Unsrat Tahun 2025. (FA)
Meimonews.com – Food Court Unima yang merupakan bagian dari Pusat Wirausaha Universitas Negeri Manado (Unima), yang terletak di samping Auditorium Maria Walanda Maramis Unima (sekitar 200 meter dari Kantor Pusat Unima, Tondano dilaunching.
Launching dilakukan Rektor Unima Deitje Adolfien Katuuk, usai memimpin upacara memperingati Hari Pahlawan di halaman Kantor Pusat Unima, Senin (11/11/2024).
Hadir pada acara ini, antara lain para pimpinan universitas, pimpinan senat Unima, pimpinan lembaga dan staf, para dekan, pimpinan program studi, dan sejumlah mahasiswa.
Sebelum dilaunching, Rektor dan tim melihat langsung produk-produk yang ada di lokasi food court serta makan dan minum produk dari beberapa cafe yang ada di lokasi, yang dapat melihat langsung pemandangan danau Tondano ini,
Dalam sambutannya, Rektor mengatakan, food court dan pusat bisnis Unima yang dipimpin Wakil Rektor 3 (Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama) Donald Ratu sebagai Ketua Tim BLU Unima ini merupakan upaya dari Unima meningkatkan revenew generating dari BLU menuju PTBH.
Berbagai upaya dan kerja keras dari pimpinan Unima, pimpinan lembaga, Senat, para Dekan, unit-unit dan staf terus-menerus dilakukan dengan kerja keras dan semangat luar biasa.
“Kita punya target untuk revenew generating Unima dari Badan Layanan Umum (BLU) menuju Perguruan Tinggi Badan Hukum (PT BH). Saat ini, kita sudah merasakan bahwa kalau dulu rasa Satker, sekarang rasa BLU, nantinya rasa PT BH,” ujarnya.
Wakil Rektor 3 Unima/Ketua Tim BLU Unima Donal Ratu saat memberikan laporan
Rektor mengungkapkan, berbagai upaya telah dilakukan dan telah ada perkembangan di mana strategi-strategi bisnis terus dilakukan dalam rangka peningkatan revenew generating Unima.
Diungkapkan pula bahwa saat rapat dengan Dewan Pengawas (Dewas) Unima, mereka mempush kita untuk terus menerapkan strategi-strategi bisnis kita agar revenew generating meningkat.
Rektor Unima Deitje Adolfien Katuuk saat memberikan sambutan sebelum melaunching Food Court Unima
“Semua strategi-strategi seperti yang dilaporkan Direktur BLU Unima (Wakil Rektor 3) sudah dan sedang diupayakan,” ujar Rektor.
Beberapa usaha, sebut mantan Rektor 1 Unima ini, telah ada pemasukkan. Aset-aset yang ada ini terus diupayakan agar ada pemasukkan.
Ditegaskan, semua pemasukkan diusahakan secara satu pintu. Tidak diterima oleh pengelola dan tidak dikelola secara tersendiri oleh unit-unit.
Dalam laporannya, Ratu mengungkapkan, di food court ini terdapat 8 cafe yang sudah siap dan telah ditunjukkan di acara launching, selain ada beberapa tempat lagi nantinya digunakan.
Dilaporkan pula, dalam upaya kewirausahaan ini telah ada usaha yang siap seperti travel (Mapalus Travel), rumah panggung dan gazebo dan bisnis-bisnis lain yang siap dilaunching.
“Ini merupakan bukti nyata kerja keras dan luar biasa ibu Rektor yang telah menunjuk kami untuk langsung action,” ujar Ratu. (FA)
Meimonews.com – Kasus gangguan ginjal akut yang terjadi pada anak-anak merebak bahkan kasus gagal ginjal tersebut meningkat pada dua bulan terakhir.
Berdasarkan data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), terdapat 35 kasus pada Agustus 2022. Kemudian, melonjak menjadi 71 kasus di bulan September 2022.
“Penyebab pasti kasus gangguan ginjal akut ini belum diketahui. Namun dugaan awal, kasus ini dipicu oleh konsumsi obat sirup yang mengandung Dietilen Glikol (DG) dan Etilen Glikol (EG),” ujar Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Stefanus Satake Bayu Setianto, SIK, M.Si kepada Meimonews.com, Junat (21/10/2022).
Menurutnya, etilen glikol adalah senyawa organik tak berwarna maupun berbau, dan berkonsistensi kental seperti sirup pada suhu kamar. Senyawa ini memiliki rasa yang manis dan kerap digunakan untuk tambahan serat pada polyester, minyak rem, kosmetik, dan pelumas.
“Sampai dengan tanggal 18 Oktober 2022, Kementerian Kesehatan RI telah mencatat sebanyak 206 anak di 20 provinsi mengalami gagal ginjal akut dan sebanyak 99 anak meninggal dunia yang diduga akibat menggunakan obat sirup,” sebutnya.
Selain itu, BPOM juga telah menarik 5 (lima) merk paracetamol sirup dari peredaran yaitu, Termorex Sirup (demam), Flurin DMP Sirup (batuk dan flu), Unibebi Cough Sirup (batuk dan flu), Unibebi Demam Sirup (demam), Unibebi Demam Drops (demam).
Menindaklanjuti kejadian tersebut, dalam mengantisipasi kejadian serupa Polri dalam hal ini Polda Bali, pihaknya mengintruksikan kepada seluruh Kasi Humas jajaran wilayah hukum Polda Bali untuk memberikan imbauan dan informasi yang mudah dipahami oleh masyarakat terkait penggunaan obat sirup yang mengandung zat berbahaya untuk anak-anak, Jumat (21/10/2022).
Disebutkan, dalam memberikan informasi dan imbauan tersebut Bhabinkamtibmas pada masing-masing desa juga terlibat, karena anggota Bhabinkamtibmas yang langsung terjun dan berinteraksi dengan masyarakat.
Selain itu, memberi imbauan kepada seluruh apotek, klinik, rumah sakit dan praktik mandiri nakes untuk tidak menjual maupun menggunakan obat yang dimaksud.
Diimbau kepada masyarakat Bali untuk tidak membeli atau mengkonsumsi obat yang tidak direkomendasikan oleh IDAI. Selain itu, sebagai upaya preventif, Polda Bali juga akan terus mengawasi penjualan obat yang ada di apotik maupun toko obat dan rumah sakit anak di Bali.
“Saya imbau kepada seluruh masyarakat Bali yang memiliki anak-anak agar tidak mengkonsumsi obat yang tidak direkomendasikan oleh IDAI. Selain itu, kami jajaran Polda Bali akan mengawasi dan memantau penjualan obat pada apotik maupun toko obat di Bali,” ujarnya. (Fer)