Meimonews.com – Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Unsrat menggelar Focus Group Discussion (FGD) Meningjatkan Akreditasi Program Studi di Universitas Sam Ratulangi, Melalui Sertifikasi Kompetensi Bintek Materi Uji Kompetensi (MUK).

Kegiatan yang dibuka pelaksanaannya oleh Wakil Rektor 1 (Bidang Akademik) Unsrat Manado Arthur Gehart Pinaria, mewakili Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie diadakan di Roger Hotel Manado, Jumat – Minggu (14-16/2025).

Kegiatan ini, jelas Kepala LPMPP Unsrat Max RJ Runtuwene kepada Meimonews.com di sela kegiatan, diikuti 63 peserta yakni pimpinan dan staf Unsrat serta utusan fakultas-fakultas di lingkungan Unsrat.

Untuk narasumber, tambahnya di dampingi Reynal Pakasi (Bendahara LPMPP Unsrat), berasal dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) seperti Soliatun (Master Asesor) dan dari LPMPP Unsrat di antaranya Kepala Pusat Pelatihan Kompetensi/Penanggung Jawab Kegiatan Reni Lucia Kreckhoff.

Pelaksanaan kegiatan ini, menurut Pinaria, merupakan bagian dari komitmen Unsrat untuk terus meningjatkan mutu pendidikan dan akreditasi program studi di lingkungan Unsrat.

“Akreditasi yang baik adalah cermin dari kualitas pendidikan yang kita tawarkan kepada masyarakat, dan ini tentu saja menjadi bagian penting dari upaya kita untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap menghadapi tantangan di dunia kerja,” ujarnya.

Sebagai lembaga pendidikan tinggi, sebut Pinaria, Unsrat senantiasa berkomitmen untuk meningkatkan kompetensi seluruh sivitas akademika, baik dosen maupun mahasiswa.

Dengan mengikuti Bimtek MUK sertifikasi kompetensi, menurutnya, peserta tidak hanya memperkaya pengetahuan dan keterampilan, memperkuat fondasi dalam menghadapi tuntutan dunia pendidikan yang semakin kompetitif, juga sudah dapat menyelesaikan sebagian dari tahapan Unsrat menjadi penyelenggara sertifikasi kompetensi.

Pinaria mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan sesi FGD dengan sebaik-baiknya. “Mari berdiskusi, berbagi pengetahuan dan mencari solusi terbaik untuk mencapai tujuan peningkatan akreditasi yang lebih tinggi. Saya percaya bahwa melalui kerjasama yang solid, kita dapat mencapainya denga hasil yang optimal,” ajaknya.

Kepala LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) Unsrat Ockstan Kalesaran menjelaslsn bahwa Unsrat sedang melewati pelatihan asesor dan kita menjadi asesor-asesor, walaupun sertifikatnyaa akan dikeluarkan oleh BNSP.

Langkah berikutnya, kita akan dan sudah membuat jadual MUK, sebelum kita diluluskan nanti. Pada hari ini, kita dengan narasumber akan membuat dan melihat MUK berdasarkan panduan dari BNSP dari skema yang ada.

“Kiranya dari FGD ini kita bisa menghasilkan dokumen-dokumen MUK agar supaya nantinya dalam waktu secepatnya, mudah-mudahan dalam dua minggu ke depan kita sudah mendapat dari BNSP seluruh asesmen,’ ujarnya seraya berharap, setelah itu, kita semua sudah memahami dan sudah memiliki MUK dan lulus uji kompetensi.

Ockstan juga berharap, dengan adanya MUK dan lisensi dari BNSP, para dosen memiliki sertifikat kompetensi sehingga lulusan kita bisa mendapat selain ijasah juga mendapat kompetensi sesuai skema yang ada.

Kepala Pusat Pelatihan Kompetensi Reni Lucia Kreckhoff saat memberikan materi

Kreckhoff dalam pemaparan materinya menegaskan pentingnya sertifikasi kompetensi berstandar yang, antara lain adalah tantangan kualitas SDM di era industri 4.0 dan merupakan tuntutan akreditasi terhadap outcame-based education (OBE).

Mengenai konsep dasar sertifikasi kompetensi, Kreckhoff menjelaskan, proses pemberisn sertifikat kompetensi kepada seseorang yang telah dinyatakan kompeten melalui asesmen yang dilakukan asesor kompetensi berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), standar internasional atau standar khusus.

Kreckhoff lantas menjelaskan tentang perbedaan antara kompetensi, sertifikasi dan lisensi.

Kompetensi adalah kemampuan nyata seseorang. Belum ada bukti resmi. Baru kemampuan yang dimiliki. Sertifikasi adalah bukti resmi bahwa seseorang terbukti kompeten. Sudah diuji asesor. Lisensi adalah izin menjalankan profesi tertentu. Lisensi hanya diberikan jika sudah kompeten dan tersertifikasi.

Kreckhoff lantas menguraikan antara lain produk tenaga kerja kompeten, peran LSP P1 dalam perguruan tinggi, penguatan rekognisi eksternal program studi (prodi), dan penguatan rekognisi eksternal prodi. (FA)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw menegaskan, tidak ada cara lain untuk sejahtera selain memperbaiki kualitas pendidikan.

Penegasan tersebut disampaikan Walikota ketika memberikan arahan pada upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Aula Serbaguna Kantor Walikota Manado, Kamis (2/5/2024).

“Tidak cara lain untuk sejahtera selain dengan pendidikan. Jadi, negara tidak akan sejahtera jika kualitas pendidikan rendah. Esensi ini yang harus dikembalikan,” ujar Walikota.

Itu sebabnya, Walikota mengingatkan agar program Merdeka Belajar yang harus semakin digiatkan. “Kita harus fokus meningkatkan kualitas pendidikan agar dapat memastikan daya saing bangsa kita,” tandas orang nomor satu di Ibukota Provinsi Sulut ini.

Sebelum arahan tersebut, Walikota membacakan pidato Mendikbudristek RI Nadiem Anwar Makarim.

Pada upacara peringatan Hardiknas tersebut turut dilaksanakan penyerahan penghargaan dan tanda jasa serta Surat Keputusan Pensiun, serta Pencanangan Bulan Merdeka Belajar yang ditandai dengan pemukulan tetengkoren.

Hadir pada kegiatan ini, Ketua TP PKK Kota Manado yang juga Bunda PAUD Kota Manado Ny. Irene Angouw-Pinontoan, Kepala-kepala SKPD, Anggota DPRD Kota Manado, Forkopimda Kota Manado, para Camat, perwakilan guru dan siswa serta undangan lainnya. (lk)

Meimonews.com Walikota Manado Andrei Angouw berharap, lewat program guru penggerak akan menjadi buster, pendorong untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Manado.

Harapan tersebut disampaikan Walikota ketika memberikan sambutan pada acara pembukaan Lokakarya 7 Festival Hasil Belajar Calon Guru Penggerak Angkatan 3 Kota Manado yang diadakan di Hotel Arya Duta Manado, Jumat (13/5/2022).

“Kalau kita mau berubah maka cara kita juga harus berubah. Lewat program guru penggerak ini diharapkan akan ada perubahan yang cukup cepat. Siapa yang menjadi guru penggerak hendaknya bisa menggerakkan perubahan dimaksud,” ujar Angouw.

Baca juga : Menkes Beberkan Cara Cegah Hepatitis Akut

Guru penggerak, menurut Angouw, hendaknya menjadi agen perubahan baik bagi siswa, teman-teman guru maupun lingkungannya. “Guru penggerak harus menjadi pendorong baik bagi siswa-siswa, bagi temam guru maupun lingkungannya,” ujarnya.

Di awal sambutannya tanpa teks, Walikota menyampaikan terima kasih dan  mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini serta berharap agar semakin banyak mencetak guru-guru penggerak.

Mantan Ketua DPRD Sulut ini menyebutkan, pendidikan sangat penting untuk masa depan dan kepentingan bersama kita, untuk kesinambungan bangsa ini. “Kita tidak bisa membangun bangsa ini kalau putus pendidikan kita.,” tandasnya.

Baca juga : Masyarakat Sulut Diajak Manfaatkan Momen Keringanan PKB

Sebelum meninggalkan lokasi kegiatan, Walikota  mengambil kesempatan untuk  melihat hasil karya guru penggerak yang ada di lokasi pameran, di kompleks kegiatan.

Usai pembukaan, acara dilanjutkan dengan kelas berbagi di mana beberapa CGP berbagi pengalamannya sebagai CGP di sekolahnya, yang dipandu Syuaib Suleman (Guru SMA Negeri 9 Manado), dan Pameran.

Baca juga : Unsrat Siap Laksanakan UTBK SBMPTN Tahun 2022

Kegiatan ini diselenggarakan Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan  Pendidikan Jasmani dan Bimbingan Konseling (P4TK Penjas BK) Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek selama dua hari yakni Kamis-Jumat (12-13/5/2022).

Hendra Massie selaku panitia melaporkan, kegiatan program Guru Penggerak ini diikuti 36 peserta yang adalah calon guru penggerak (CGP) Angkatan 3 sedang pengajar praktek berjumlah 8 orang.

Tujuan kegiatan ini adalah untuk menampilkan hasil karya CGP di bawah bimbingan pengajar praktek dan fasilitator. Adapun yang ditampilkan apa yang dipelajari selama mengikuti Pendidikan Guru Penggerak sekitar 7 bulan dengan harapan guru-guru dapat menjadi agen perubahan, membawa transformasi pada dunia pendidikan.

Selain itu, untuk mewujudkan Merdeka Belajar serta mencetak generasi yang memiliki profil Pelajar Pancasila yang adalah pilar dan masa depan bangsa.

Acara pembukaan dihadiri Kepala Balai Guru Penggerak Sulut Mohamad Hartono, perwakilan Dinas Pendidikan Sulut, Sekretaris Dikbud Manado Steven Tumiwa, Kasikur Bidang SMP Dikbud Manado Youla Paimin, Pengawas, beberapa Kepala Sekolah di antaranya Mediatrix Ngantung (Kepsek Penggerak SMA Negeri 8 Manado) dan Jemmy Jermias (SMA Negeri 1 Manado) serta sejumlah undangan lainnya termasuk praktisi pendidikan. (lk)