Meimonews.com – Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) secara virtual Sabtu (19/2/2022), yang rencananya dilaksanakan pada akhir tahun 2021.

Rakernas dipimpin Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) KKK Irjen Pol. (Purn) Dr. Ronny Frangky Sompie, SH, MH di dampingi Ayub Yunus (Sekjen), Audy Wyuisang (Wakil Ketua III) dan Teddy Matheos (Ketua Bidang Organisasi Kaderisasi Keanggotaan).

Rakernas mengusung tema Maesa-esaan dan Matombo-tombolan. Tema ini diejawantahkan dalam salah satu hasil krusial rakernas, yaitu rekonsiliasi atau penyatuan yang ditekankan oleh Sompie dalam sambutan di Rakernas V DPP KKK 2022.

Peserta Rakernas memberikan apresiasi atas kepemimpinan Ronny Sompie selama memimpin KKK khususnya satu tahun belakangan ini yang senantiasa mengupayakan rekonsiliasi dalam setiap program-program DPP KKK.

Dewan Kehormatan, Dewan Penasehat, Dewan Pembina, Dewan Pakar, dan Dewan Pakasaan KKK banyak hadir dan memberikan masukan. Mereka antara lain Evert Ernest Mangindaan, Theo Sambuaga, H. Ali Demak, Desie Mamahit, Max Boseke, Jeffry Rawis, Bernie Tamara, Harry Sorongan, Welly Rawung, dan Pdt. Lisye Sumampouw.

Laporan kinerja DPP KKK masa bakti 2017-2022 yang juga meliputi kegiatan sepanjang tahun 2021 dipaparkan Sompie pada Rakernas ini.

Saat ini, KKK telah memiliki 16 DPD dengan 6 Koordinator Wilayah yang dirangkap oleh 6 Ketua DPD KKK sebagai Koordinator Wilayah dalam menjembatani informasi dan koordinasi dari DPP KKK kepada jajaran DPD dan DPC di seluruh Tanah Air.

Untuk DPC (Dewan Pimpinan Cabang) telah berjumlah 36 DPC dan 4 calon DPC KKK di bawah DPD KKK Kalimantan Tengah yang sedang menunggu untuk dilantik dan dikukuhkan oleh DPP KKK.

Salah satu keputusan dalam sidang komisi yang dipimpin Ketua Komisi Organisasi Teddy Matheos dan Sekretaris Steven Palit yang berhubungan dengan rekonsiliasi adalah pertama, meneruskan mandat kepada Ketum DPP KKK untuk melanjutkan proses Rekonsiliasi; kedua, mengupayakan terjadinya Deklarasi bersama menuju proses MPA; ketiga, Ketum DPP KKK dibantu secara teknis oleh tim khusus yang diketuai Ketua Departemen OKK. (lk)

Meimonews.com – Acara Konser Virtual Tou Minahasa yang digelar DPP KKK  di Gran Melia Hotel Jakarta dan disiarkan lewat YouTube Channel, Sabtu (27/11/2021) malam memberikan kontribusi sangat nyata bagi penghormatan terhadap musik kolintang, karena konser tersebut telah menjadikan musik kolintang sebagai musik utama sepanjan acara.

Kolaborasi musik kolintang dengan musik modern untuk mengiringi para artis asal Minahasa dalam menyanyikan lagu-lagu khas Minahasa dan lagu pop nasional menunjukkan bahwa musik kolintang bisa membawakan lagu apa saja.

“Sudah saatnya menjadikan musik kolintang sebagai musik utama untuk kegiatan apa saja di Tanah Minahasa,” ujar Ketua Umum Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) Indonesia Ronny F. Sompie kepada Meimonews.com lewat telefon, Minggu (28/11/2021).

Demikian juga, sambungnya, penggunaan musik kolintang bersama musik khas Indonesia lainnya di seluruh Tanah Air Indonesia, bisa mendorong musik Kolintang untuk diterima oleh Unesco sebagai musik khas Indonesia sebagaimana musik gamelan, musik angklung dan musik khas Indonesia lainnya.

Ketua Panitia Konser Nova Rumondor dalam sambutannya pembukaan konser memberikan gambaran yang lengkap kepada para Tou Minahasa dan semua penonton yang bauni (nonton) di Youtube Channel dan hadir di acara Konser Virtual Tou Minahasa.

Pendeta Audy Wuisang yang ikut berbicara pada acara tersebut telah memberikan penjelasan tentang bagaimana Konser Virtual tersebut digagas dan diselenggarakan. “Sangat melengkapi wawasan para penonton,” ujar Sompie menanggapi penjelasan Wuisang.

Apalagi, yambahnya, Walikota Bitung Maurits Mantiri dan Bupati Minut Joune Ganda yang ikut manyanyi berduet san memberikan sambutan penguatan terhadap musik, lagu, tarian dan budaya khas Minahasa berkaitan dengan KEK Likupang sebagai salah satu Destinasi Super Prioritas Nasional di Sulut.

Yang jelas, Konser Virtual Tou Kawanua tadi malam yang merupakan koser kedua di masa Pandemi Covid-19 dilakukan untuk memberikan perhatian kepada para artis dan musisi asal Minahasa yang berada di Jakarta, juga untuk mendukung penguatan dan pembangunan perekonomian rakyat Minahasa melalui pariwisata.

Bagi Sompie seluruh panitia telah bekerja dengan sangat baik dan menjadi trade mark bersama tentang kontribusi nyata DPP KKK bagi pelestarian budaya khas Minahasa melalui sebuah kkonser yang sangat menarik.

Sebuah kegiatan konser kedua yang dapat menjadikan penyelenggaraan pada konser ketiga dengan lebih hebat lagi di tahun depannya.

“Sekali lagi, makase banya deng (terima kasih banyak dan – red) apresiasi buat kawan-kawan samua yang sudah berlelah menyelenggarakan konser virtual Tou Minahasa tadi malam,” ujar mantan Dirjen Imigrasi tersebut. (lk)