Meimonews.com – Gerak cepat dan bentuk kepedulian Pemerintah Kota Manado, dalam hal ini Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Manado terhadap korban kebakaran Kamar Motor (KM) Barcelona 5 terlihat nyata.

Korban kebakaran yang hilang dokumen kependudukannya (KTP-el)nya langsung ditangani. Dinas Dukcapil Manado langsung mengurus KTP-el pengganti.

Langkah cepat yang dilakukan tersebut karena dokumen kependudukan/KTP-el tersebut merupakan dokumen penting, yang diperlukan untuk keperluan administrasi para korban.

“Kehilangan KTP-el dalam musibah tersebut tentu menjadi kendala besar untuk mengakses layanan perbankan, kesehatan, jaminan sosial, dan keperluan mendesak lainnya. Kebutuhan ini dirasakan langsung oleh sejumlah korban,” jelas Kepala Dinas Dukcapil Erwin Kontu, Kamis (24/7/2025).

Menurutnya, kepedulian tersebut dilakukan sebagai panggilan tugas dan wujud kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang tertimpa musibah.

Sesuai arahan pimpinan dan panggilan kemanusiaan, pihaknya tidak boleh membiarkan para korban berlarut dalam kesulitan. Terlebih bagi mereka yang harus mengurus hak-hak penting seperti klaim asuransi maupun Taspen, di mana negara harus hadir memberikan kemudahan.

Berdasarkan data yang ada, sampai Kamis (24/7/2025) sore, setidaknya sudah 18 KTP-el yang dicetak dan telah diserahkan kepada para korban yang mengurusnya.

Proses penerbitan KTP-el tersebut dilakukan hanya dengan cara para korban atau keluarga melaporkan diri ke kantor Disdukcapil dengan menyebutkan bahwa mereka adalah korban dari kecelakaan KM Barcelona 5, dan petugas akan segera melakukan verifikasi data untuk proses pencetakan.

Para korban mengungkapkan rasa syukurnya karena Pemerintah Kota Manado, khususnya Dinas Dukcapil Manado bisa membantu penerbitan pengganti KTP-el mereka yang hilang.

“Terima kasih banyak kepada Dinas Dukcapil Manado yang sangat cepat membantu kami. Ini sangat berarti,” ujar salah satu korban kebakaran KM Barcelona 5 yang KTP-elnya hilang dan langsung mendapat penggantinya.

Gerak cepat yang dilakukan Dinas Dukcapil Manado ini, menurut Kontu, merupakan komitmen institusi yang dipimpinnya dalam memberikan pelayanan yang tidak hanya cepat, tetapi juga humanis dan memahami kebutuhan mendesak masyarakat. (elka)

Meimonews.com – Pelbagai langkah dan upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Manado di bawah kepemimpinan Andrei Angouw dan Richard Sualang (Walikota dan Wakil Walikota) dalam kerangka meningkatkan mutu pelayanan kependudukan dan catatan sipil lewat Dinas Dukcapil Manado kepada.masyarakat membuahkan hasil yang meyakinkan/membanggakan.

Untuk capaian target kinerja pelayanan dokumen kependudukan, Dinas Dukcapil (Kependudukan dan Catatan Sipili) Manado pimpinan Erwin Kontu mencatat prestasi membanggakan yaitu pertama, Terbaik 1 (nilai 9,29 persen) Kategori Capaian Kinerja Aktivasi Identitas Kependudukan Digital Kabupaten/Kota se-Sulawesi Utara tahun 2024.

Kedua, Terbaik 3 (nilai 95,96) Kepatuhan Pelayanan Publik di bidang Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten/Kota se-Sulawesi Utara dari Ombusman Republik Indonesia tahun 2024.

Prestasi membanggakan tersebut terungkap pada kegiatan Evaluasi Kinerja yang dilakukan Dinas Dukcapil dan KB Sulut di ruang rapat Dinas Dukcapil dan KB Sulut, Kamis (30/1/2025).

Pada kegiatan yang dihadiri perwakilan Dukcapil dari seluruh kabuoaten/kota di Sulawesi Utara, piagam penghargaan tersebut diserahkan,

Evaluasi tersebut dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan di daerah masing-masing. (Afer)

Meimonews.com – Guna memudahkan urusan kependudukan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Manado membuka pelayanan di Mall Pelayanan Publik (MPP) Manado.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Dukcapil Kota Manado Erwin Kountu dalam percakapan dengan Meimonews.com di ruang kerjanya, Selasa (30/1/2024).

Pelayanan di gedung yang terletak di samping Mantos 3 Manado ini, jelas Kountu, berlangsung sesuai jam pelayanan perkantoran dan hanya untuk waktu Senin hingga Jumat.

Di kompleks yang nyaman, warga yang akan mengurus kartu tanda penduduk (KTP) hanya membawa kartu keluarga (KK). KK sekarang sudah ada barcord. “Kalau belum ada barcord, petugas akan langsung beking akang (membuatkan),” ujarnya.

Begitu juga dengan KTPnya, yang sekaramg sudah identitas kependudukan digital. Staf Dinas Dukcapil akan langsung membantu membuatnya.

Mantan Kepala Dinas Kominfo Kota Manado ini menambahkan, untuk perekaman E-KTP tidak membutuhkan waktu lama dan bisa langsung ditunggu karena langsung dicetak.

Disebutkan, selain pengurusan KTP dan KK, di MPP ini disediakan pula pengurusan keterangan pindah, pindah dan datang serta pencatatan kelahiran.

Kepengurusan di sini (MPP) Manado, menurutnya, selain tempatnya yang nyaman tapi juga pelayanannya cepat. Ada petugas yang ramah yang akan melayani mulai dari kedatangan hingga mengantarkan ke loket pelayanan.

“Silahkan warga yang ada urusan dengan dukcapil untuk mendatangi MPP Manado atau ke kantor Dinas Dukcapil Manado di kompleks Kantor Walikota,” ajak Kountu. (elka)

Meimonews.com – Sejak dipercayakan Pemerintah Kota Manado di bawah kepemimpinan Walikota Andrei Angouw dan Wakil Walikota Richard Sualang sebagai Pelaksana Tugas (Plt) dan menjadi pejabat definitif Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Manado, sejumlah terobosan dilakukan Erwin Kountu.

“Setelah saya dilantik sebagai Plt Kepala Dinas Dukcapil Kota Manado pada Mei 2023, ada pekerjaan yang harus dibenahi. Dan itu, lebih dimantapkan setelah dipercayakan menjadi definitif Kepala Dinas pada Juli 2023,” ujar Erwin Kountu ketika berbincang singkat dengan Meimonews.com via telefon, Jumat (22/9/2023).

Terobosan yang dibuat adalah dalam kerangka memudahkan dan memberikan kenyamanan dalam pengurusan kependudukan dan catatan sipil di Dinas Dukcapil Manado.

Salah satunya, sebut mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kota Manado ini, adalah dengan memperbanyak loket pelayanan dari yang sebelumnya hanya lima loket menjadi sembilan loket.

Selain itu, loket khusus untuk konfirmasi, yang sebelumnya hanya satu, ditambah sehingga menjadi tujuh loket.

Artinya, hampir semua loket pelayanan, diberikan kesempatan untuk warga melakukan konfirmasi terkait dengan, misalnya masalah sah atau tidaknya dokumen-dokumen dukcapil.

Khusus untuk warga difabel dan lanjut usia (lansia) disediakan pula loket untuk mereka sehingga mereka tidak mengantri terlalu lama karena bisa saja banyak warga juga yang mengantri.

“Loket pelayanan sudah kami tambah menjadi sembilan dan loket pengaduan sudah juga ditambah menjadi tujuh loket. Ada pula loket khusus untuk difabel dan lansia,” ujar Kountu.

Ditegaskan pula, pengurusan Dukcapil menggunakan sistem antrian sehingga tidak ada lagi yang baru datang lantas langsung dapat pelayanan. Dan pengantrian tidak membutuhkan waktu lama karena loket-loket pelayanan sudah banyak.

Dengan sistem antrian seperti ini, sambungnya maka akan menghilangkan peluang cali-calo untuk terlibat dalam urusan ini. “Dengan adanya sistem antrian maka so ndak ada lagi calo-calo,” tandasnya.

Pembenahan yang dilakukan atas arahan Walikota ini, menurutnya, bertujuan untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan Pemerintah Kota Manado khususnya di Dinas Dukcapil Manado. (elka)