BSG Siap Gelar BSG Fest 2026, 53 Unit Kendaraan Disiapkan dalam Penarikan Undian Tabungan ASN dan Pensiunan

Meimonews.com – Bank SulutGo (BSG) siap menggelar BSG Fest 2026 di Atrium Manado Town Square 3, Jumat – Sabtu (25-26/9/2026).

Ada sejumlah kegiatan akan digelar pada momen membahagiakan bagi para nasabah BSG dan masyarakat di Bumi Nyiur Melambai ini.

Sejumlah kegiatan tersebut adalah Line Dance Competition, ASN Group Singing Competition, ASN Fashion Show Kreasi Wastra Sulut-Go, serta booth UMKM.

Selain itu, program sosial BSG Peduli melalui kegiatan donor darah dan penampilan khusus penyanyi Fresly Nikijuluw.

Menariknya, sebagai bentuk apresiasi bagi nasabah melalui BSG Fest 2026, disediakan 53 unit kendaraan pada penarikan undian Tabungan ASN dan Pensiunan.

Hadiah yang disiapkan untuk periode undian 31 Januari – 31 Agustus 2026 tersebut terdiri dari dua unit mobil Toyota Agya dan 51 unit sepeda motor Honda Revo Fit.

Direktur Utama BSG Revino Maydi Pepah menjelaskan, BSG Fest 2026 menjadi momentum bagi perseroan untuk memberikan apresiasi sekaligus mempererat hubungan dengan nasabah dan masyarakat.

“BSG Fest ini merupakan bentuk apresiasi kami kepada nasabah, khususnya nasabah ASN dan pensiunan yang telah mempercayakan kebutuhan perbankannya kepada BSG,” ujarnya.

Ditambahkan, BSG tidak hanya menghadirkan penarikan undian, tetapi juga dengan berbagai kegiatan yang dapat melibatkan ASN, komunitas, pelaku UMKM hingga masyarakat umum.

Keterlibatan UMKM dan komunitas dalam BSG Fest, menurut Pepah, menjadi bagian penting untuk menunjukkan bahwa BSG tidak hanya hadir sebagai lembaga perbankan, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem ekonomi daerah.

BSG Fest bukan hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kebersamaan, mengembangkan potensi masyarakat dan memperkenalkan berbagai layanan serta program BSG.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. BSG akan terus hadir dan bertumbuh bersama masyarakat Sulawesi Utara,” ujar pejabat karier perbankan ini.

Meimonews.com – Banyak potensi sumber daya alam yang dimiliki daerah Sulawesi Utara yang bila dikelola secara profesional bisa menembus pasar nasional bahkan internasional.

Waya soap traditional and handmade adalah produk sabun mandi yang mengoptimalkan potensi lokal daerah Bumi Nyiur Melambai ini.

Berbahan dasar VCO dan ‘Baramakusu‘  (lemongrass), waya soap yang diolah oleh tenaga kerja lokal telah mendapat pengakuan dari HAKI.

Merry Karouwan owner Wale Klabat yang memproduksi Waya soap (traditional and handmade) menjelaskan,  saat ini izin dari BPOM sementara berproses. Workshop Wale Klabat Bukit Moria Winangun Manado adalah binaan Dekranasda Sulut yang diketuai Ir. Rita Dondokambey Tamuntuan.

“Waya soap yang menggunakan bahan dasar produk lokal dibuat oleh ibu-ibu rumah tangga. VCO dari rumah produksi di Sulut, sedangkan serei atau ‘baramakusu’ dari hasil petani lokal,” ujarnya, Minggu (19/2/2023).

Pihaknya berupaya mengangkat potensi lokal untuk masuk dalam kompetisi global. Tentunya ini semua akan bermuara pada peningkatan ekonomi masyarakat.

Lahirnya ide memproduksi sabun berbahan dasar VCO dan baramakusu, ungkap Merry, berasal dari diskusi dengan beberapa teman yang saat ini berkiprah di luar daerah namun sangat peduli dengan perkembangan serta pembangunan SDM Sulut seperti Dr. Ir. W. Donald R. Pokatong, M.Sc., yang saat ini tercatat sebagai dosen di UPH dan termasuk pakar pangan nasional.

Ditambahkan, waya soap juga menggunakan tenaga apoteker asal Sulut jebolan Universitas Surabaya Fakultas Farmasi. Waya soap dengan bentuk dan kemasan yang menarik, telah dijadikan sebagai salah satu souvenir pada waktu hari ulang tahun Provinsi Sulut tahun 2022.

Saat ini, sebut mantan Ketua Asita Sulut ini, pihaknya sementara mempersiapkan untuk masuk dalam pasar internasional. Masuk dalam persaingan global.

“Kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Sulut yang dipimpin Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw, yang telah membuka penerbangan Manado-Jepang. Ini sangat bermanfaat bagi pelaku usaha tradisional dalam mempromosikan produknya ke luar negeri,” ujar Merry. (Fer)