Meimonews.com – Direktur Utama RSUP Prof. Dr. RD Kandou Manado Dr. dr.Jimmy Panelewen, SpB-KBD bersama Dewan Direksi dan Pejabat terkait mendampingi Tim Konsultan Islamic Development Bank (IsDB) meninjau lokasi yang akan dibangun Gedung Kanker Terpadu, Kamis (8/6/2023) siang.

“Lahan seluas 2.200 meter dibutuhkan oleh IsDB untuk pembangunan Gedung Kanker Terpadu tersebut,. Lahan tersebut disiapkan di area parkiran depan Instalasi Rawat Jalan,” ujar Dirut.

Saat peninjauan, Tim Arsitektur RSUP Prof. Kandou dan Tim Konsultan IsDB langsung melakukan pengukuran area dimaksud.

Dokter Jimmy (sapaan Dirut) menjelaskan, ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Kesehatan RI melalui RSUP Prof. Kandou untuk mewujudkan pelayanan kesehatan secara maksimal di wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya.

Tak tanggung-tanggung, proyek pembangunan gedung setinggi 12 lantai tersebut bakal ditopang penuh oleh IsDB.

“Sejauh ini, pembahasan proyek berjalan dengan baik dibuktikan dengan peninjauan lahan yang mendapat respon baik dari tim konsultan IsDB,” ungkap dokter Jimmy.

Saat peninjauan, dokter Jimmy didampingi Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang dr Jehezkiel Panjaitan, SH, MARS, Direktur Layanan Operasional dr. Wega Sukanto SpBTKV, Direktur Perencanaan, Keuangan dan BMN Dr. Erwin Siagian, SSTP MSi, serta Tim KSO RSUP Kandou. (Fer)

Meimonews.com – Setelah beberapa kali tertunda, akhirnya satu amanat yang menjadi tanggung jawab dari KSM Anestesiologi dan Terapi Intensif RSUP Prof. Dr. RD Kandou Manado dapat dituntaskan.

Hal itu terbukti saat operasi cangkok ginjal pertama berhasil dilakukan tim operasi yang dipimpin dr. Wim Damopolii, Sp.B, SpU, MM, Kes di dampingi Tim Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), yang dilakukan di Ruang Operasi Pusat Jantung Pembuluh Darah dan Otak Terpadu CVBC (Cardiovascular and Brain Center) lantai 2 gedung RSUP Prof Kandou, Sabtu (18/3/2023).

Dengan keberhasilan operasi ini maka RSUP Prof. Dr. DR Kandou (acapkali disebut RSUP Prof. Kandou) tercatat sebagai rumah sakit pertama yang melakukan operasi cangkok ginjal di Indonesia Timur (di luar pulau Jawa, Bali dan Sumatera.

Direktur Utama RSUP Prof. Kandou Manado Dr. dr. Jimmy Panelewen, Sp.B-KBD mengungkapkan rasa syukur karena operasi perdana cangkok ginjal dapat berlangsung baik dan lancar.

Disebutkan, pemberi/pendonor ginjal adalah seorang ibu berusia 50 tahun sedang penerima donor usianya  22 tahun yang merupakan putri pendonor.

Pihak rumah sakit, menurut dokter Jimmy (sebutan akrab Dirut) bersyukur bahwa kegiatan perdana bisa terlaksana secara sukses. “Operasi yang dilaksanakan berjalan sangat lancar di mata saya dan diakui tim. Intinya kami telah melakukan persiapan sesuai regulasi yang ada,” ujarnya.

Kedokteran transplantasi (Transplantation Medicine) adalah salah satu pencapaian tertinggi dalam dunia kedokteran  bukan hanya karena memberikan kesempatan kedua bagi pasiennya tetapi juga memberikan suatu penanda kuat bahwa dalam institusi layanan kesehatan itu telah memiliki tim lintas disiplin ilmu yang solid, terus berkomunikasi dan berkomitmen.

Pencapaian yang membuahkan keharuman dan mencatat sejarah penting ini bukanlah milik satu orang atau satu kelompok tertentu tetapi menjadi persembahan dari seluruh insan rumah sakit bagi masyarakat.

Itu semua bisa terjadi karena adanya kolaborasi/sinergitas antara lain jajaran direksi dan manajemen lainnya, rekan sejawat nefrologi, urologi, radiologi, patologi klinik, keperawatan, farmasi.

Selain itu, adanya dukungan dari tim pengampu dari RSCM terutama Dr. dr. Dita Aditianingsih, SpAn-TI, Subsp.TI (K) dan Dr. Alfan Mahdi, SpAn-TI, Subsp.AO(K) yang sudah menjadi mentor tim.

Semoga semakin banyak lagi pasien-pasien di wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya bisa mendapatkan manfaat dari pelayanan seperti ini dan semakin banyak pula terobosan lain yang dihasilkan rumah sakit untuk kebanggaan Bumi Nyiur Melambai ini. (Lexie Kalesaran)

Meimonews.com – Sejumlah keberhasilan penting terus ditorehkan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Dr. dr. RD Kandou yang kini dipimpin Dr. dr. Jimmy Panelewen, Sp.B-KBD sebagai Direktur Utama.

Terbaru, RSUP Prof. Kandou (sebutan akrab rumah sakit pemerintah ini) berhasil mengadakan operasi cangkok ginjal dari seorang ibu kepada anaknya. Operasi cangkok ini merupakan yang pertama kalinya di Indonesia.

Operasi berlangsung dilakukan di Ruang Operasi Pusat Jantung Pembuluh Darah dan Otak Terpadu CVBC (Cardiovascular and Brain Center) lantai 2 gedung RSUP Prof Kandou, Sabtu (18/3/2023).

Tim operasi dipimpin dr. Wim Damopolii, Sp.B, SpU, MM, Kes yang di dampingi Tim dari RS Cipto Mangunkusumo yang adalah RS pengampu transplantasi ginjal nasional. (Fer)

Meimonews.com – Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Dr. dr. RD Kandou (acap disebut RSUP Prof Kandou) yang dipimpin Dr. dr. Jimmy Panelewen, Sp.B-KBD siap menggelar operasi transplantasi ginjal, Sabtu (18/3/2023). Operasi ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan di Indonesia Timur.

Hal ini tentunya menjadi kabar gembira khususnya bagi masyarakat Sulut karena ini bakal menjadi pertama kalinya operasi transplantasi ginjal di RSUP Kandou.

“Ini merupakan momen bersejarah bagi Sulawesi Utara, bahkan seluruh wilayah Indonesia Timur karena ini menjadi operasi transplantasi ginjal yang pertama,” ujar Direktur Pelayanan Medik Keperawatan dan Penunjang, dr. Yeheskiel Panjaitan, SH, MARS, Jumat (17/3/2023).

Menurutnya, untuk persiapan pelaksanaan operasi ini dari jauh hari sudah disiapkan, bahkan hingga kemarin terus dikontrol kondisi dari donor dan pasien.

“Sampai hari ini kondisi donor dan receiver (penerima-Red) keduanya dalam keadaan stabil. Mudah-mudahan jika tidak ada kendala besok sudah pelaksanaan. Sebab termasuk alat, bahan obat, dan lainnya semua sudah kita siapkan,” pungkas dokter Yeheskiel Panjaitan.

Adapun berkaitan dengan donor ginjal, disebut bahwa untuk saat ini fokus kepada donor transplantasi ginjal dari anggota keluarga sendiri.

Direktur Pelayanan Medik Keperawatan dan Penunjang, dr. Yeheskiel Panjaitan

Menurutnya, tindakan ini untuk mengurangi risiko penolakan yang mungkin timbul, serta terkait persoalan waktu yang lebih panjang jika mencari donor lain yang bukan keluarga karena harus mencocokkan lagi genetiknya.

“Dengan demikian, kalau dari keluarga kecocokan untuk identifikasi gennya lebih dekat dan penolakan lebih kurang sehingga diharapkan bisa berjalan dengan lancar,” jelasnya.

Adapun untuk proses operasi transplantasi ginjal yang pertama ini RSUP Kandou bakal didampingi pihak RSCM (Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo) sebagai rumah sakit pengampuh.

“Semua tenaga ahli pelaksana berasal dari RSUP Kandou Manado. Tapi dalam rangka pengampuhan rumah sakit, menteri kesehatan
sudah menggagas di mana rumah sakit pengampuhnya adalah RSCM. Jadi nanti akan ada pendampingan dari teman-teman RSCM,” ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Utama RSUP Kandou Dr. dr. Jimmy Panelewen, SpB-KBD berharap agar pelaksanaan operasi pertama ini bisa sukses sehingga untuk operasi kedua dan seterusnya RSUP Kandou sudah bisa mandiri.

Dokter Jimmy (sapaan akrab Dirut) uga menyebut bahwa pelaksanaan transplantasi ginjal adalah yang pertama di Sulawesi Utara dan di Indonesia Timur sehingga dirinya berharap dukungan masyarakat untuk mendoakan agar pelaksanaan operasi transplantasi ginjal berjalan baik dan lancar.

“Kita berharap ke depannya ini menjadi sesuatu yang sifatnya reguler karena dalam penanganan pasien gagal ginjal maka transplantasi ginjal adalah yang paling paripurna adalah,” jelasnya, seraya menambahkan, lebih penting lagi bukanlah sukses institusi saja, tetapi sukses bagi pasien yang mendapat perawatan.

Sebab dalam proses operasi transplantasi ginjal ini, pasien mendapatkan donor dari keluarganya, dalam hal ini orang tua pasien.(Fer)

Meimonews.com – Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Dr. RD Kandou acap disebut RSUP Kandou Dr. dr. Jimmy Panelewen, SpB-KBD melantik sejumlah Kepala Instalasi, Ketua Kelompok Staf Medik (KSM) dan Pejabat Fungsional RSUP Prof. Kandou di Aula rumah sakit, Selasa (14/3/2023).

Dalam sambutannya, dokter Jimmy (sapaan akrab Dirut) menegaskan,  pengangkatan ini harus diikuti dengan tanggung jawab terhadap tugas yang dibebankan kepada mereka yang dilantik.

Menurutnya, semakin lama ketaataturan semakin terlihat dan teratur di antaranya RSUP Kandou. Semuanya berdasarkan keseimbangan antara hak dan kewajiban.

“Saudara saudara semenjak mendapatkan hak-hak yang harus didapatkan, tentu saja harus dibagi dengan kewajiban yang anda berikan untuk negara ini melalui institusi RSUP Prof. Dr. R.D Kandou Manado,” ujar dr. Jimmy.

Dirinya meyakini bahwa mereka yang baru saja dilantik memiliki kemampuan yang sudah teruji untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab sesuai jabatan masing-masing.

Kedepan, sambungnya, apa yang menjadi program kegiatan rumah sakit Kandou dalam renstra, akan lebih terarah dan bisa diukur melalui indikator indikator kinerja yang akan dibebankan kepada pejabat yang baru saja dilantik.

“Banyak selamat bagi saudara-saudara yang baru saja dilantik. Ini merupakan momen yang sangat bersejarah bagi kalian semua dan Tuhan pasti menolong kita semua,” ujar dokter Jimmy.

Nama-nama yang dilantik adalah dr. Rizal Tumewah, Sp.S(K) sebagai Ketua KSM Neurologi, dr. Nico Alexander Lumintang, SpB (K) KL sebagai Kepala Instalasi Bedah Sentral? dr. Sherly Tandiling, SpB(K) KL sebagai Kepala Instalasi IGD, dr Reamur Moody Rawung, M.Kes, sebagai Kepala Instalasi Pendidikan dan Pelatihan.

Selain itu, Try Putranto H. Gobel, S.Tr,Sos, sebagai Pekerja Sosial Ahki Pertama, Meiny Erfina Wongkar, S.Farm,APT sebagai Apoteker Ahli Pertama, Nonanda Gumolang,A.md Kes, sebagai Terapis Wicara Terampil, dan Primordhea Rahma Jati, A.md, TW, sebagai Terapis Wicara Terampil.

Turut hadir Direktur SPU Dr. dr. Ivonne E. Rotty, M.Kes, Direktur PMKP dr. Yeheskiel Panjaitan, SH, MARS, Kepala SPI dr. BJ Waleleng, SpPD-KGEH. (Fer)

Meimonews.com – Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Dr. dr. RD Kandou yang sering disingkat RSUP Kandou pimpinan Dr. dr. Jimmy Panelewen, SpB-KBD (Dirut) mengadakan ibadah rutin di Gereja Lukas Oikumene, kompleks rumah sakit, Rabu (18/2/2023).

Di momen tersebut, diadakan pula pengutusan kepada Tim Transplantasi Ginjal RSUP Kandou dan pegawai baru P3K.

Yang bertugas dalam ibadah tersebut adalah Doa Khadim Buka Pdt. Christian Keintjem, STh. Doa Buka dan Tahbisan :Pdt. Jelita Manopo, STh, Pembawa Firman Pdt. Dr. Adolf Wenas, M.Th, Doa Khadim Tutup Pdt. Deisy Arungpadang, STh.

Adapun yang mengisi puji pujian, yakni Direktorat SDM Pendidikan dan Umum, Tim Transplantasi Ginjal dan Pegawai P3K yang baru.

“Hari ini ada pengutusan Tim Transplantasi Ginjal, dimana sesuai rencana tanggal 28 Januari 2023, RSUP Kandou akan melaksanakan operasi transplantasi ginjal yang pertama di Indonesia Timur dan di Rumah Sakit Kandou,” kata Plh Dirut RSUP Kandou Dr. dr  Ivonne E. Rotty, M.Kes, usai ibadah.

Dokter Ivonne meyakini, semua persiapan transplantasi ginjal, rencana dan usaha sangat perlu topangan doa agar semua berjalan dengan lancar. “Usaha kami tidak akan sia-sia karena ada Tuhan selalu beserta dengan kita,” tandas dokter yang sehariannya ada Direktur SDM, Pendidikan dan Umum RSUP Kandou

Meimonews.com – Keseriusan manajemen RSUP Prof. Dr R.D Kandou Manado pimpinan Dr. dr Jimmy Panelewen, SpB-KBD (Direktur Utama) untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat tidak main-main.

Buktinya, setelah sukses melakukan tindakan perdana yaitu operasi pemisahan Kembar Siam pada 21 April 2022 silam, saat ini, RSUP Kandou (sebutan akrabnya) merencanakan akan membuka pelayanan Transplantasi Ginjal.

Terkait hal itu, Komite Transplantasi Nasional (KTN) yang diketuai Prof. dr. Budi Sampurna, SH, Sp.F(K) Sp,Kp.DFM bersama tim dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan visitasi di RSUP Prof Dr RD Kandou Manado dalam rangka penetapan sebagai Rumah Sakit Penyelenggara Transplantasi Ginjal di Aula Lantai 2 Kantor Pusat Administrasi rumah sakit, baru-baru.

Ketua KTN Prof. dr. Budi Sampurna, SH, Sp.F(K) Sp,Kp. DFM.bersama tim memberikan apresiasi kepada RSUP Kandou yang begitu bersemangat untuk menjadi rumah sakit penyelenggara transplantasi ginjal.

“Menjadi keinginan kita bersama untuk melakukan dan meningkatkan akses pelayanan kesehatan yang berteknologi tinggi, sehingga saat ini boleh terbentuk tim untuk menjadi pengampuh bagi daerah agar bisa melaksanakan pelayanan yang berteknologi dan bisa tersebar di wilayah Indonesia, sehingga banyak hal yang bisa dilakukan salah satunya transplantasi ginjal, dan tentunya harus memperhatikan keselamatan pasien,” ujar Budi.

Budi memastikan SDM yang nantinya terlibat dalam kegiatan tersebut benar-benar sesuai dengan kompetensinya, agar tatacara dan mutu tetap dikedepankan, sehingga boleh mendapatkan ijin menjadi rumah sakit penyelenggara transplantasi ginjal.

“KTN akan melihat sarana prasarananya, SDMnya, tata kelolanya. Alasan KTN melakukan visitasi kemudian penetapan, karena salah satu tugas dari KTN adalah pengawasan, monitoring dan evaluasi,’ sebut dokter forensik itu.

Direktur Utama RSUP Prof. Dr. RD Kandou Manado Dr. dr Jimmy Panelewen, SpB-KBD, sangat bersyukur dan berterima kasih karena upaya dan rencana baik untuk pelayanan transplantasi ginjal di RSUP Prof. Kandou akan segera terlaksana.

“Ini merupakan kejutan bagi kita semua, karena tahapannya cepat, sehingga saat ini Tim KTN, maupun dari Ditjen Yankes Kemenkes, bisa bersama-sama dengan kita untuk melakukan visitasi terhadap kesiapan RSUP Prof. Kandou melaksanakan transplantasi ginjal,” ujar dokter Jimmy, sapaan akrab Dirut.

Di dampingi Direktur SDM Pendidikan dan Umum, Dr,dr Ivonne, E Rotty,M.Kes, dokter Jimmy menjelaskan, RSUP Prof. Kandou sebagai rumah sakit vertikal diberikan tanggung jawab untuk mengampuh rumah sakit yang ada di Sulawesi Utara dan provinsi tetangga.

“Terima bagi teman-teman semua yang sudah bekerja keras, untuk bisa memposisikan rumah sakit Kandou dalam mengsuport dan memberikan kontribusi terhadap program dari Kemenkes, sekaligus menjawab kebutuhan dan ekspektasi dari masyarakat,” ujarnya.

Dokter Jimmy berharap, masyarakat turut mendoakan agar RSUP Prof. Kandou dalam waktu dekat ini sudah bisa melaksanakan transplantasi ginjal.

“Data nasional, Sulut ranking 3 gagal ginjal. Dasar itulah, managemen RSUP Prof. Kandou mengejar untuk bisa melakukan transplantasi ginjal secara mandiri,” tandasnya. (Fer)

Meimonews.com – Guna mendukung ketersediaan darah untuk pasien RSUP Prof. Dr. DR Kandou yang membutuhkan darah, berbagai upaya dilakukan Unit Transfusi Darah (UTD) rumah sakit tersebut selang Desember 2022.

Pengumpulan darah tersebut baik yang dikumpulkan/diterima langsung di UTD RSUP Prof. Kandou (sebutan akrab RSUP Prof. Dr. DR Kandou) maupun dari UTD keliling (bekerja sama dengan lembaga/organisasi tertentu) dan PMI.

“Darah yang terkumpul adalah golongan darah A, B, O dan AB, baik darah biasa maupun trombosit aferesis,” ujar Kepala UTD Prof. Kandou dr. Stephen Lapian kepada Meimonews.com, Rabu (12/1/2022).

Dari UTD Keliling, sebutnya, sebanyak 292 kantong berhasil dikumpulkan yang terdiri dari golongan darah A 70, B 74, O 136 fan AB 12. Dari PMI, sebanyak 90 kantor yang terdiri dari  A 7, B 18, O 53 dan AB 12. Dari UTD RSUP Kandou, sebanyak 1.528 kantong berhasil dikumpulkan, yang terdiri dari golongan darah A 270, B 276, O 938 dan AB 44.

“Khusus di UTD RSUP Prof. Kandou, bukan hanya darah biasa tapi juga trombosit aferesis yakni golongan darah A 2, B 7, O 9 dan AB 7,” ujar dokter Stephen.

Dengan jumlah yang diperoleh selang Desember 2022 tersebut, maka selama tahun 2022, RSUP Prof. Kandou yang dipimpin Dr. dr. Jimmy Panelewen, Sp-B, KBD (Dirut) telah berhasil mengumpulkan/memperoleh 22.191 kantong darah.

“Atas nama Pimpinan RSUP Prof. Kandou (Pak Dirut dan Direksi lainnya), kami menyampaikan terima kasih kepada para pimpinan organisasi/lembaga termasuk dari PMI dan penggiat kegiatan donor darah yang telah bekerjasama dalam pengumpulan darah serta warga yang telah mendonorkan darahnya,” ujar dokter Stephen. (Fer)

Meimonews.com – Direksi dan staf termasuk semua pejabat Koordinator dan Sub Koordinator dari semua Direktorat serta Kepala SPI, Ketua Komite Medik dan Pimpinan Unit Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Dr. RD Kandou (acap disebut RSUP Prof. Kandou atau RS Kandou) menggelar rapat koordinasi (rakor) awal tahun 2023 di ruang rapat rumah sakit, baru-baru.

Rapat dipimpin Direktur Utama Dr. dr. Jimmy Panelewen, SpB-KBD di dampingi Direktur SDM Pendidikan dan Umum (SPU) Dr, dr Ivonne, E. Rotty, M.Kes, Direktur Pelayanan Medik Keperawatan dan Penunjang (PMKP) dr Yeheskiel Panjaitan, SH, MARS, Direktur Perencanaan Keuangan dan Barang Milik Negara (PKB) Frets Melope, SE, MSi.

Dalam rakor ini dibahas hal-hal terkait Rencana Strategis (Renstra) dan program yang akan dilakukan RSUP Kandou pada tahun 2023.

Dokter Jimmy (sapaan akrab (Dirut) menjelaskan, kegiatan seperti ini sangatlah penting dalam satu organisasi seperti RSUP Kandou. “Proses dari semua kegiatan dan program harus terukur agar supaya nantinya bisa terbaca dalam rencana strategi rumah sakit,” ujarnya.

Dari perjalanan 5 tahun Renstra RSUP Kandou, ungkapnya, di tengah perjalanan terjadi beberapa perubahan dikarenakan ada kegiatan yang sifatnya strategis yang dicanangkan oleh Kemenkes, melalui tranformasi di bidang kesehatan.

RS Kandou sebagai salah satu layanan rujukan, menjadi poin penting, dalam proses tranformasi tersebut. Bukan hanya dalam konteks layanan rujukan, tetapi juga di dalamnya ada reformasi SDM serta teknologi yang akan menjadi tugas dari RSUP Kandou ke depan.

Melihat dari pencapaian yang diraih RSUP Kandou di tahun sebelumnya, ada banyak apresiasi dari pimpinan dalam hal ini Kementerian Kesehatan.

Walaupun letak rumah sakit berada jauh dari ibukota, akan tetapi RSUP Kandou tidak pernah tertinggal dalam menyikapi dan merespon program-program nasional. “Itu artinya, rumah sakit kita tidak diam,” tandasnya.

Dokter Jimmy berharap, agar ke depan bisa lebih baik lagi, dan harus mampu menerjemahkan apa yang menjadi keinginan dari pimpinan.

“Awal tahun buat target masing-masing dan tuangkan dalam pakta integritas yang nantinya akan mengusung rencana dan target kerja secara berjenjang dari Direktur Utama sampai ke staf,” ujarnya.

Dokter Jimmy  berpesan kepada seluruh civitas hospitalia RSUP Kandou agar selalu menunjang program dari Pimpinan dan Pemerintah Pusat. (Fer)

Meimonews com – Berbagai langkah dan upaya yang dilakukan pimpinan RSUP Prof. Dr. RD Kandou (sering disebut RSUP Prof. Kandou) sangat terasa  bagi stakeholder (pemangku kepentingan) termasuk pasien dan keluarganya.

Berdasarkan hasil survey yang dilakukan Tim Survei dari Pasca Sarjana Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Unsrat, untuk semester II Juli-Desember 2022, terlihat adanya peningkatan yang signifikan. Ada kepuasaan signifikan pemangku kepentingan dan budaya keselamatan pasien RSUP Prof. Kandou.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama RSUP Prof. Kandou Manado Dr. dr. Jimmy Panelewen, SpB-KBD di acara Pemaparan Hasil Survey Kepuasan Pemangku Kepentingan (Stakeholder) dan Budaya Keselamatan Pasien RSUP Prof. Kandou Manado, baru-baru. “Dari 5 area survey, hanya 1 yang mengalami penurunan,” ujarnya.

Dokter Jimmy, sapaan akrab Dirut, mengatakan, survey ini merupakan upaya untuk mendapatkan gambaran untuk managemen agar supaya ada langkah-langkah yang diambil dalam kebijakan serta regulasi yang akan dibuat, yang nantinya berdampak kepada pelayanan yang lebih baik.

“Ini merupakan surveyor yang obyektif karena dikerjakan oleh teman-teman di luar RSUP Prof. Kandou,” tandas dokter Jimmy.

Ke depan, sambungnya, akan ada survey lagi untuk menjadi template basic yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Dokter Jimmy berharap, apapun yang menjadi hasil dari survey tersebut, itu merupakan upaya dan kontribusi semua.

Di dampingi Direktur SDM Pendidikan dan Umum Dr. dr. Ivonne E. Rotty, M.Kes, dokter Jimmy menyampaikan terima kasih kepada Dr. dr. Alda Manampiring,  M.Kes, bersama tim yang sudah memaparkan hasil survey untuk RSUP Prof. Kandou.

Tujuan dari survey tersebut adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan rumah sakit, untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan dokter PPDS, untuk mengetahui tingkat kepuasan karyawan terhadap managemen rumah sakit.

Selain itu, untuk mengetahui tingkat kepuasan karyawan terhadap pelayanan dokter PPDS, dan untuk mengetahui tingkat kualitas penerapan budaya keselamatan pasien di RSUP Prof. Kandou. (Fer)