Meimonews com–  Selama 11 bulan di tahun 2022, Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Dr  DR Kandou yang akrab disebut RS Prof Kandou pimpinan Dr. dr. Jimmy Panelewen, Sp-B, KBD (Direktur Utama) lewat Unit Transfusi Darah (UTD) berhasil mengumpulkan sebanyak 20.381 kantong darah biasa.

“Jumlah tersebut belum termasuk trombosit sebanyak 282 kantong dan resus negatif sebanyak 11 kantong yang diterima langsung dari pendonor di UTD Prof Kandou,” ujar Kepala UTD RS Prof. Kandou dr. Stephen Lapian kepada Meimonews.com, baru-baru.

Sebanyak 20.381 kantong tersebut, lanjut dokter Stephen, sapaan akrabnya, berasal dari pendonor baik yang datang langsung ke rumah sakit maupun lewat kegiatan donor dari di sejumlah tempat, yang merupakan hasil kerjasama dengan sejumlah pihak serta penerimaan dari PMI.

Dari UTD sendiri, rinci dokter Stephen di dampingi Sendy Sumakud (salah satu staf UTD), selang Januari hingga November telah terkumpul sebanyak 16.215 kantong.

Dari UTD Keliling (kerjasama dengan sejumlah pihak) telah terkumpul sebanyak 3.054 kantong selama sebelas bulan sedang dari PMI terkumpul sebanyak 1.112 kantong untuk jangka waktu yang sama (11 bulan).

“Darah-darah yang terkumpul dari para pendonor adalah darah biasa yakni golongan darah A, B, O, dan AB,” ujarnya.

Dokter Stephen mengakui banyaknya warga yang bersedia mendonorkan darahnya karena mereka melihat darah yang disumbangkan sangat bermanfaat bagi pasien-pasien yang ada di RS Prof. Kandou.

Selain itu, menindaklanjuti arahan pimpinan (Direksi) untuk memantapkan kerjasama dengan sejumlah pihak yang berkenan menggelar kegiatan kerjasama donor darah lewat UTD Keliling.

Atas nama pimpinan Rumah Sakit Prof. Kandou, dokter Stephen berterima kasih kepada sejumlah pihak yang telah berkenan bekerjasama melaksanakan kegiatan donor darah.

“Semoga di tahun-tahun mendatang, semakin banyak pihak yang berkenan bekerjasama dan semakin banyak darah yang terkumpul untuk kegiatan kemanusiaan ini,” ujarnya. (Fer)

Meimonews.com   –   Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dudung Abdurachman memberikan penghargaan khusus kepada manajemen RSUP Prof. dr. R.D. Kandou Manado.

Penghargaan diserahkan Pangdam XIII Merdeka Mayor Jenderal TNI Alfret Denny Djoike Tuejeh di gedung serbaguna Lantsi Dua  Makodam XIII/Mdk, Rabu (7/12/2022.

Adapun penghargaan Kasad kepada RSUP Prof Kandou itu sebagai apresiasi atas dukungan dan kerja keras jajaran RSUP Prof Kandou atas keberhasilannya melakukan tindakan medis pada tanggal 21 April 2022 silam berupa operasi pemisahan bayi kembar siam Joanna dan Jovelyn Lumoa anak dari Serda Fredik Lumoa Babinsa Koramil 1302-01 Dim 1302/Min Rem 131/Stg Dam XIII/Mdk.

Dalam kesempatan yang sama, Pangdam XIII/Merdeka juga menyerahkan penghargaan kepada para prajurit Kodam XIII/Merdeka yang berprestasi.

Penghargaan tersebut diterima langsung Direktur Utama RSUP Kandou Dr. dr. Jimmy Panelewen, SpB-KBD, di dampingi Direktur Pelayanan Medik Keperawatan dan Penunjang (PMKP) dr. Yeheskiel Panjaitan, SH, MARS.

Saat memberikan sambutan, Dirut Panelewen menyampaikan terima kasih kepada Kasad atas penghargaan buat RSUP Kandou Manado.

“Mewakili tim operasi pemisahan kembar siam, bahkan seluruh jajaran sivitas hospitalia RSUP Kandou, kami merasa bangga dan terhormat atas penghargaan ini, karena operasi pemisahan kembar siam yang dilakukan, merupakan yang pertama kali di RSUP Kandou dan berhasil,” ujarr Dirut Panelewen.

Keberhasilan operasi pemisahan kembar siam, lanjut Dirut, bukan sertamerta karena tim medisnya RSUP Kandou, akan tetapi juga merupakan atensi dari seluruh jajaran TNI-AD yang selalu mengsuport serta memberi dukungan penuh.

“Dokter hanya manusia biasa, yang menentukan adalah Yang Maha Kuasa. Dalam proses operasi banyak dinamika yang terjadi, ada banyak harapan dan doa agar proses berjalan dengan lancar, seperti kata kata bijak dari seorang ahli bedah mengatakan dokter itu hanya membalut, yang menyembuhkan adalah Tuhan yang maha kuasa,” tandasnya.

Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Denny Tuejeh dalam sambutannya menjelaskan, hari ini kita memberikan penghargaan secara resmi dari Kasad kepada RSUP Prof dr. R.D. Kandou Manado atas keberhasilannya dalam melaksanakan operasi pemisahan bayi kembar siam Joanna dan Jovelyn Lumoa anak dari Serda Fredik Lumoa Babinsa Koramil 1302-01 Dim 1302/Min Rem 131/Stg Dam XIII/Mdk.

Ditambahkan, melalui momentum ini tidak menutup kemungkinan akan terjalin satu kemitraan dan kerjasama antara Kodam XIII/Merdeka dan RSUP Prof. dr. R.D Kandou Manado dalam berbagai hal.

”Penghargaan ini merupakan apresiasi tertinggi dari Kasad kepada pihak RSUP Kandou Manado khususnya. Atas nama keluarga besar Fredrik saya menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan dan bantuan operasi yang telah berjalan lancar dan sukses. Kami berdoa agar RSUP Prof Kandou akan semakin maju dan menjadi saluran berkat kesehatan bagi masyarakat luas,” sebutnya.

Jenderal bintang dua asal tanah Minahasa berharap, kiranya bentuk penghargaan ini dapat diterima dengan baik, meskipun nilainya tidak sebanding dengan bantuan dan dukungan yang telah diberikan oleh pihak RSUP Prof Kandou Manado.

Kegiatan ini dihadiri Kasdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Luthfie Beta, Irdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Denny Masengi, Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Mukhlis, para Asisten Kasdam dan Kabalak, para Kasi serta petinggi jajaran Kodam XIII/Merdeka lainnya.

Sementara dari RSUP Kandou hadir juga Koordinator Administrasi dan Umum Robert Jhon Tuwaidan, ST, MSi, Sub Koordinator Hukormas Novita,SH, serta tim Medis operasi kembar siam Joanna dan Jovelyn Lumowa. (Fer)

Meimonews.com – Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Dr.  D.R. Kandou (sering disebut RSUP Kandou – red) dan Kologium Jantung dan Pembuluh Darah Indonesia (JPDI) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU), Senin (21/11/2022).

Penandatangan MoU penyelenggaraan fellowship dan visitasi ini disaksikan dan dibuka pelaksanaannya oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin.

Dalam sambutannya, Menkes mengungkapkan target tahun 2024, sebanyak 514 Kabupaten/Kota di Indonesia harus bisa melakukan tindakan pasang ring, dan 34 Provinsi sudah boleh melakukan kateterisasi jantung terbuka.

Menkes menyebutkan, angka kasus penyakit jantung dan pembuluh darah cenderung meningkat dari tahun ke tahun. “Kematian yang disebabkan penyakit jantung cukup banyak memakan korban, tercatat 200 ribu pertahunnya,” ujarnya.


Menkes berharap, rumah-rumah sakit yang ada di Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia bisa melakukan pelayanan kesehatan jantung yang maksimal. “Saya akan memberikan sertifikat khusus bagi rumah sakit Provinsi yang melakukan tindakan bedah jantung terbuka, dan Kabupaten Kota yang bisa lakukan tindakan pasang ring. Tapi syaratnya yang pertama kali,” tandasnya.

Dalam sambutannya, Direktur Utama RSUP Kandou Manado Dr. dr. Jimmy Panelewen, SpB-KBD menyampaikan syukur RSUP Kandou boleh dipercayakan bisa melaksanakan pendidikan fellowship bagi teman-teman spesialis jantung. Kegiatan ini tentu saja untuk menuntaskan program tranformasi dari kementerian kesehatan.

“Dengan SDM yang cukup, kita butuh tindakan yang cepat dan tetap, sehingga dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, masalah yang terjadi berkaitan dengan pelayanan ini akan teratasi,” ujarnya.

Ditambahkan, RSUP Kandou juga nantinya akan melakukan penandatanganan dengan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia untuk pendidikan dokter spesialis urologi.

“Saya berharap ke depan, untuk menambah SDM yang berkompeten dan berlegitimasi. Itu bisa diraih dalam waktu yang sesuai dengan regulasinya. Dan, semoga implementasi dari kegiatan ini bisa berlangsung lancar baik,” ujarnya.

Ketua Kolegium Jantung dan Pembuluh Darah Indonesia, dr. Renan Sukmawan, SpJP(K), PhD, MARS mengatakan, dengan adanya percepatan dan perluasan pendidikan fellowship ini, Kolegium JPDI bergerak dengan cepat untuk membuka tempat tempat telusif, dan salah satunya adalah RSUP Kandou Manado, yang mempunyai sarana prasarana pada bidang sub spesialisasi jantung dan pembuluh darah.

“RSUP Kandou sesuai ketersediaan SDMnya, ada 3 bidang yang akan dibuka yaitu kardiologi Intervensi, kardiologi perawatan intensif dan kardiologi kegawatan kardiovaskuler,” jelasnya.

Disebutkan, sesuai arahan Menteri Kesehatan, tahun 2024, nantinya 258 Kabupaten/Kota sudah dapat melakukan intervensi non bedah. “Ini merupakan bagian dari proses percepatan untuk mencapai target operasi bedah jantung terbuka di 34 Provinsi,” ujarnya. (Fer)

Meimonews.com – Tim surveior dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) akhirnya menuntaskan tugas mereka terkait penilaian Standar Akreditasi Kesehatan selama 5 hari di RSUP Kandou Manado.

Ketua tim Surveior KARS dr. Tumpal Simatupang, SpOG(K), MH, MARS, FISQua di dampingi dr. Yanuar Jak, SpOG, MARS, PhD, FISQua, dr Islami Rusdianawati, MARS dan  Ns. Syafril Rahim, SKep, MKes mengatakan, sejak 31 Oktober sampai 04 November 2022, tim penilaian akreditasi KARS telah memotret RSUP Kandou Manado, secara daring dan luring.

“Hasil pada umumnya sudah baik, dan perlu kami sampaikan peluang peningkatannya masih ada. Hari ini surveior yang meneliti, esok hari, masyarakat yang menguji,” ujar Simatupang seraya menyebutkan, akreditasi merupakan suatu pembelajaran yang tiada henti.

Simatupang menyampaikan terima kasih sudah menerima dengan hangat, mengesankan, bersahabat, penuh kekeluargaan, dan kerjasamanya dengan tim surveior. “Mohon maaf apabila ada khilaf selama bertugas di RSUP Kandou,” pintanya.

Direktur Utama RSUP Kandou Dr. dr. Jimmy Panelewen, SpB-KBD menyampaikan apresiasi kepada tim akreditasi, bahkan semua sivitas hospitalis RSUP Kandou yang telah bekerja keras memberikan yang terbaik untuk RS Kandou yang tercinta.

“Terima kasih saya sampaikan terutama surveior KARS yang telah membangunkan semangat tim RSUP Kandou, tentunya dengan gambaran ini, RSUP Kandou akan melakukan perbaikan jika ingin memenangkan akreditasi JCI tahun 2023 nanti,” ujarnya.

Disebutkan, begitu ada pencapaian pada tahap tertentu, maka ada ekspektasi lebih di atas, yang menjadi ruang tunggu bagi RSUP Kandou. “Ini merupakan potret atau refleksi diri bahwa kita harus cepat bangun,” tegqsnya.

Diungkapkan, surveior KARS yang bertugas di Rumah Sakit Kandou benar-benar menunjukan profesionalitas dalam melaksanakan tugas. “Saya mengamati bahwa mereka betul-betul menjaga kode etik sebagai surveior, selama menilai komponen-komponen yang ada di RS Kandou,” tandasnya (Fer)

Meimonews.con  – Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS), Senin (31/10) di aula lantai 2 kantor administrasi RSUP Kandou, yang juga digelar secara daring.

Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) mulai Senin (31/10)2022) melakukan survey dan penilaian di RSUP Prof. dr. RD Kandou (acap disebut RSUP Prof. Kandou). Survei dan penilaian dilakukan di aula lantai 2 Kantor Administrasi rumah sakit dan juga secara daring.

Kegiatan yang berlangsung hingga Jumat (4/11/2022) tersebut dibuka Ketua Tim Surverior Akreditasi dari KARS dr. Tumpal Simatupang, SpOG (K), MH, MARS, FISQua.

Dalam sambutannya, Simatupang menyampaikan apresiasi kepada RSUP Kandou karena saat itu boleh dilakukan survei akreditasi KARS. “Kami berempat ditugaskan oleh KARS untuk memotret dan menilai RSUP Kandou sesuai standar akreditasi, mulai 31 Oktober sampai 4 November 2022 ” ujarnya.

Direktur Utama RSUP Prof. Kandou Dr dr Jimmy Panelewen, SpB-KBD di dampingi dewan direksi (Direktur SPU Dr. dr. Ivonne E. Rotty, M.Kes, Direktur PMKP dr. Jehezkiel Panjaitan, SH. MARS, Direktur PKB Frets Melope, SE. MSi) mengatakan, RSUP Kandou berupaya keras untuk dilakukan Re-Akreditasi, setelah 2 tahun dilanda Pandemi Covid-19, ada yang tertinggal dalam upaya untuk meningkatkan standar akreditasi rumah sakit.

“Tapi, saya yakin dan percaya teman-teman telah berupaya keras dalam waktu yang singkat untuk meningkatkan kembali pelaksanaan kepatuhan terhadap standar akreditasi,” ujar dokter Jimmy, sapaan akrab Dirut).

Disebutkan, bukan sekedar akreditasi yang dimaksud (yang pernah diraih sebelumnya – Red), tapi luaran (output) dan hasil (outcome) dari akreditasi itu sendiri yang menjadi konsep, untuk pelayanan kepada masyarakat yang bermutu.

“Peningkatan pelayanan RSUP Prof. Kandou dengan mengedepankan peningkatan mutu dan keselamatan pasien yang diutamakan,” ujarnya.

Dokter Jimmy menyanpaikan terima kasih dan selamat bertugas bagi tim surveior di RSUP Kandou. “Saya yakin apa yang kita kerjakan pasti mendapatkan hasil yang terbaik,” ujarnya.

Selain dr. Tumpal Simatupang, SpOG(K), MH, MARS, FISQua, turut hadir tim surveior KARS lainnya yakni  dr. Yanuar Jak, SpOG, MARS, Ph.D, FISQua, dr Islami Rusdianawati, MARS, Ns. Syafril Rahim, SKep, MKes.

Hadir pula, Ketua Dewan Pengawas RSUP Kandou drg Kartini Rustandi, MKes, bersama anggota, Kepala Dinas Kesehatan Sulut dr. Debby Kalalo, MScPH, Dekan Fakultas Kedokteran Unsrat Manado Dr. dr. Billy Johnson Kepel, M.Med,Sc, para Ketua Komite, Ketua KSM, dan Ketua Bagian, para Koordinator dan Sub Koordinator, Kepala Instalasi dan Penanggung Jawab Ruangan.(Fer)

Meimonews.com  —  Dalam rangka persiapan survei standar akreditasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI tahun 2022 oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dan  untuk mendapatkan gambaran sejauhmana standar capaian yang sudah diraih, RSUP Prof. Dr.  RD  Kandou Manado menggelar survey akreditasi internal rumah sakit di aula lantai 2 kantor administrasi, Selasa (25/10/2022)

Direktur Utama RSUP Prof Kandou Manado Dr.dr Jimmy Panelewen, Sp-B.KBD, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua yang terlibat, serta berupaya keras dalam proses tahapan kegiatan akreditasi.

“Kita (RSUP Prof. Kandou)  berniat untuk dilakukan reakreditasi paripurna yang nantinya akan dilaksanakan pada 31 Oktober – 4 November. Dan dalam tahapan ini, terkait dengan persiapan dan metode yang harus dijalani oleh RSUP Kandou dalam pelaksanaan reakreditasi tersebut,” ujar dokter Jimmy, sapaan akrab Dirut.

Survey internal, menurutnya, sama halnya dengan real survey akreditasi November mendatang. “Survey simulasi ini memberikan gambaran bagi kita, apakah semua kelengkapan akreditasi sudah memenuhi standar atau tidak,” ujarnya.

Disebutkan, tim survey internal secara objektif menilai selayaknya surveior Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) akan datang di akhir bulan Oktober. “Walau sifatnya internal tapi harus diseriusi,” tandasnya.

RSUP Prof. RD Kandou sebelumnya meraih paripurna di tahun 2015, dan Joint Commission Internasional(JCI) 2018, serta pernah melewati KARS Internasional pada tahun 2019. “Saya yakin dan percaya kita pasti bisa meraih akreditasi paripurna bahkan lebih dari paripurna,” ujar dokter Jimmy.

Dr.dr Ivonne Rotty, M.Kes selaku Ketua Tim Surveior Internal RSUP Kandou menyampaikan terima kasih kepada Direktur Utama RSUP Kandou yang sudah mempercayakan tim surveior untuk melakukan proses penilaian akreditasi secara internal.

Tim survey akan memotret rumah sakit Kandou dalam semua proses pelayanan, baik medis maupun non medis dengan menelaah dokumen baik dokumen regulasi maupun implementasi.

Tim juga akan melakukan wawancara mulai dari pimpinan tertinggi, Dewan Pengawas, Direktur Utama, Dewan Direksi sampai pimpinan unit,serta melakukan observasi dan simulasi.

“Kami mohon kerjasama dari semua pihak,sehingga nantinya proses kegiatan ini boleh berjalan baik,” ujar Ivonne.

Adapun tim surveior akreditasi internal yang tersertifikasi KARS berasal dari RSUP Prof. RD Kandou, sebagaimana dirilis Hukornas rumah sakit tersebut terdiri dari  Dr.dr. Ivonne Rotty, MKes (Ketua Tim) dengan anggota.Dr. dr. Erling David Kaunang, SpA(K), Dr. dr. Erwin Kristanto, SH, SpFM(K), dr. Heny Liwe, M.Kes, Ns. Lucy Kambey, S.Kep, M.Kes, dr. R E C, Tumbel, Sp,THT, dr. Eka Lantang,Sp.An(K), .Ns. Fretna Robot, S.Kep, MKep dan Dr. dr Theresia Isye Mogi, SH, SpKFR, MKes. (Fer)

Meimonews.com –  Masalah tenaga kesehatan (nakes) yang ada di Indonesia adalah pada masih relatif sedikit jumlah tenaga kesehatan, masih kurang merata distribusi tenaga kesehatan dan masih belum memadai pencapaian standar kualitas tenaga kesehatan.

Demikian diungkapkan Dirjen Nakes Kemenkes RI drg. Arianti Anaya, MKM saat memberikan arahan kepada pimpinan dan staf RSUP Prof. dr. RD Kandou, usai penyerahan sertifikat pelatihan institusi akreditasi A kepada RSUP Kandou yang diterima Dirut Dr. dr. Jimmy Panelewen, SpB-KBD di lantai dua Kantor Pusat RSUP Kandou, Senin (27/20/2022).

‘Salah satu upaya pemecahan adalah memeratakan penyebaran institusi training tenaga kesehatan sehingga makin menjangkau peningkatan kapasitas tenaga kesehatan,” ujarnya.

Diungkapkan, RSUP Kandou termasuk yang cepat memasukkan permintaan untuk akreditasi sebagai institusi training, dan secara cepat pula dilayani surveinya dan secara cepat pula dipenuhi syarat dan ketentuannya oleh RSUP Kandou.

“Di Ditjen Nakes sendiri rapat penilaian akreditasi dipercepat. Tadinya dari beberapa hari menjadi tiap hari. Tidak ada yang serba gerak lambat lagi di Kementerian Kesehatan,” urainya.

RSUP Kandou pimpinan Dr. dr. Jimmy Panelewen, SpB-KBD sebagai institusi training tenaga kesehatan masuk dalam sistem training nasional Kementerian Kesehatan sehingga sertifikat training yang diperoleh teregistrasi nasional.

Diminta Dirjen agar RSUP Kandou menjadi pengampu bagi training semua tenaga kesehatan di Kawasan Timur Indonesia. “Makassar telah berusaha memperoleh sertifikasi yang sama, tetapi Manado yang lebih dahulu mendapatkannya,” tandasnya.

Dirjen juga telah mengisyaratkan, sertifikat terakreditasi A Institusi Pelatihan bagi RSUP Kandou menjadi peluang pendapatan RSUP.

Dirjen telah mendengarkan langsung bahwa Dirut akan mempercepat mulainya pembangunan gedung  Institusi Pelatihan  RSUP Kandou yang baru dipercepat rencana mulai bulan November, menjadi mulai membangun bulan Oktober ini.

Dana pembangunan diperoleh dari tanggungjawab sosial perusahaan Corporate Social Responsibility (CSR) BUMN Rajawali Nusindo yang adalah salah satu perusahaan kerjasama operasional (KSO) dengan RSUP Kandou Manado. (Fer)

Meimonews.com – Dirut Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Kandou Dr. dr. Jimmy Panelewen, SpB, KBD mengingatkan tentang pentingnya penguasaan teknologi kesehatan sebagai bagian dari enam pilar transformasi.

“Digitalisasi layanan kesehatan sangat pesat perkembangannya saat ini. Dan itu, sangat berkaitan erat dengan pengelolaan keuangan rumah sakit,” ujar pada acara Capacity Building.

Kegiatan yang diselenggarakan Direktorat Perencanaan, Keuangan, dan BMN (Barang Milik Negara) RSUP Prof Kandou Manado di NDC Resort, Kamis – Sabtu (22-24/9/2022) tersebut mengangkat tema Care, Grow, Responsible.

Terlepas dari pesatnya perkembangan tekonologi kesehatan, sebut dokter Jimmy (sapaan akrabnya), namun teknologi itu bisa dikuasai. Karena itu, capacity building seperti ini, diyakini, menjadi penting menciptakan the man behind the gun khususnya di jajaran Direktorat Perencanaan, Keuangan, dan BMN.

Dokter Jimmy berharap, lewat kegiatan ini dapat mengembangkan karakter semua komponen secara maksimal di Direktorat Perencanaan, Keuangan, dan Barang Milik Negara (PK dan BMN) RSUP Prof Kandou.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia saat ini, ungkapnya,  terus melakukan upaya percepatan pembangunan yang utuh, mandiri dan berkeadilan.

“Kiranya dengan pembangunan karakter ini akan meningkatkan kerjasama tim Direktorat Perencanaan, Keuangan, dan Barang Milik Negara yang telah dibekali softskill mumpuni di masing-masing personil,” pinta Dirut.

Direktur PK dan BMN RSUP Prof. Kandou  Frets Melope, SE, MSi menjelaskan, kegiatan Capacity Building ini diikuti puluhan pegawai.

“Terima kasih atas dukungan Pak Direktur Utama RSUP Prof Kandou Dr. dr Jimmy Panelewen, dan telah membuka acara ini secara resmi,” ujar Frets.

Turut hadir pada pembukaan acara di antaranya, Koordinator Anggaran Ahnec Sepang, SE, Koordinator BMN Rini Novita Hamdani, SE, Ak, dan Koordinator Perencanaan dan Evaluasi Mercel Lahiang, SE.

Kegiatan Capacity Building menghadirkan narasumber di antaranya, Kabid Pengelolaan Kekayaan Negara Kanwil DJKN Suluttenggomalut Devi Lesilolo, Kabid Piutang Negara Kanwil DJKN Suluttenggomalut Jerry Max Nelson Piri, dan Praktisi Kesehatan dr. Zainuddin Wumu, SpB FINACS. (Fer)

Meimonews.com – Gebrakan Direksi RSUP (Rumah Sakit Umum Pusat) Prof. Kandou yang telah mempersiapkan diri untuk mengembangkan SDM (sumber daya manusia) kesehatan secara internal sangat diapresiasi.

Apresiasi itu diungkapkan Direktur Peningkatan Mutu Tenaga Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Ir. Doddy Izwardy kepada wartawan usai pembukaan Survei Akreditasi Institusi Pelatihan di lantai dua Kantor RSUP Prof. Kandow, Jumat  2/9/2022).

“RSUP Prof Kandou juga telah menjalankan amanah Undang-Undang Dasar Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan, yang di dalamnya mengamanatkan institusi pelatihan harus terakreditasi,” ujar Doddy.

Poses pelatihan bagi SDM Kesehatan, menurut Doddy, sangat kompleks. Karena ada 30-an jenis tenaga kesehatan dengan disiplin ilmu dan keterampilan masing-masing. “Terakreditasi-nya institusi pelatihan pasti akan menjamin kompetensi setiap tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan,” tegasnya.

RSUP Prof. Kandou di bawah pimpinan Direktur Utama Dr. dr. Jimmy Panelewen, SpB-KBD mengawali survey akreditasi institusi pelatihan dengan membentuk kelompok kerja (Pokja).

Dengan arahan Direktur SDM, Pendidikan dan Umum D.r dr. Ivonne Elisabeth Rotty, MKes, Tim Akreditasi diketuai oleh dr. Hanry Takasenseran.

Sejumlah pegawai turut memperkuat Tim Akreditasi yang terbagi atas Tim Penjamin Mutu dan Tim Audit Mutu Internal.

Tim Asesor pada kesempatan ini melakukan telusur mencakup tiga komponen. (lk)