Meimonews.com – 6 (enam) bulan dipercayakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI sebagai Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD. Kandou (akrab disebut RSUP Kandou atau RS Kandou) Manado, Starry H. Rampengan telah menorehkan berbagai capaian positif dan perubahan signifikan di hampir seluruh aspek layanan dan tata kelola rumah sakit.

Menurut idata yang ada di RSuP Kandou, sejak dipercaya memimpin rumah sakit rujukan terbesar di Sulawesi Utara ini, Starry langsung mendorong berbagai inovasi strategis, baik di bidang pelayanan kesehatan, manajemen, hingga infrastruktur.

Beragam terobosan tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan mutu layanan, tetapi juga mengantarkan RSUP Kandou meraih sejumlah penghargaan, termasuk penghargaan nasional di bidang kesehatan serta pengelolaan keuangan.

Tak hanya fokus pada internal, Direktur Utama juga aktif membangun koordinasi dan sinergi lintas lembaga, guna mendukung peningkatan mutu layanan kesehatan serta tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel.

Di sisi lain, Starry menunjukkan komitmen kuat dalam menyerap dan menindaklanjuti keluhan masyarakat, khususnya yang berkaitan langsung dengan kenyamanan pengunjung dan pasien.

Salah satu langkah konkret yang mendapat apresiasi luas adalah penambahan lahan parkir rumah sakit. Menyikapi keluhan masyarakat terkait tarif parkir yang dinilai terlalu mahal, dengan berbagai pertimbangan sosial dan pelayanan, Dirut mengambil kebijakan menurunkan biaya parkir demi meringankan beban pengunjung rumah sakit.

Di bidang pelayanan medis, RSUP Kandou terus melakukan pengembangan layanan unggulan. Pelayanan Poliklinik Kedokteran Nuklir kini telah berjalan dan melayani pasien, sekaligus memperkuat peran RSUP Kandou sebagai pusat layanan rujukan berbasis teknologi medis. Selain itu, Dirit juga menambah sejumlah poliklinik baru untuk menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat.

Sebagai upaya meningkatkan kenyamanan dan efisiensi pelayanan, RSUP Kandou juga menambah loket pelayanan farmasi guna mengurangi waktu tunggu pengambilan obat, sehingga pelayanan farmasi menjadi lebih cepat, tertib, dan ramah bagi pasien.

Dari aspek tata kelola dan struktur organisasi, RSUP Kandou turut mengalami pembenahan yang signifikan. Di bawah kepemimpinan Starry bersama jajaran direksi, sistem kerja dan koordinasi internal terus diperkuat agar lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada pelayanan prima.

Komitmen kerja nyata Direksi juga terlihat dalam pengawalan pembangunan Gedung Kanker RSUP Kandou hingga puncak penyelesaian konstruksi bangunan, dan fiadiri Wakil Menteri Kesehatan, RI Benyamin Paulus Oktavianus, dalam acara Topping Off.

Proyek strategis tersebut dikawal secara intensif sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan onkologi bagi masyarakat Sulawesi Utara dan kawasan Indonesia Timur.

Berbagai perubahan positif yang terjadi dalam enam bulan terakhir menjadi bukti nyata kepemimpinan Dirut dan jajaran direksi RSUP Kandou.

Berbagai perubahan positif yang terjadi dalam enam bulan terakhir menjadi bukti nyata kepemimpinan Dirut bersama jajaran Direksi RSUP Kandou. Transformasi yang dilakukan tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga budaya kerja, mutu pelayanan, tata kelola keuangan, serta peningkatan kepercayaan publik terhadap rumah sakit.

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kepemimpinan kolektif yang solid. Dirut ditunjang oleh empat Direksi, yakni Direktur Medik dan Keperawatan, Wega Sukanto, Direktur SDM Pendidikan dan Diklit Yune Laukati, Direktur Layanan Operasional Erwin Sondang Siagian, Direktur Perencanaan dan Keuangan, Ekwanto.

Kompisisi ini dinilai sangat berkompeten di bidangnya masing-masing, sehingga mampu bekerja secara sinergis dalam membawa RSUP Kandou ke arah yang lebih baik, profesional, dan berdaya saing.

Tak hanya fokus pada pembenahan sistem dan layanan, kepemimpinan Starry juga menonjolkan sisi humanis. Dalam momen-momen hari raya keagamaan, Dirut turun langsung menyambangi pasien yang sedang dirawat di berbagai ruangan, memberikan motivasi, doa, serta menyerahkan bingkisan sebagai bentuk perhatian dan empati manajemen rumah sakit kepada pasien dan keluarga.

Langkah ini dinilai sebagai sebuah sejarah di RSUP Kandou, karena untuk pertama kalinya seorang Dirur hadir langsung di ruang-ruang perawatan pada hari besar keagamaan, memperkuat ikatan emosional antara manajemen rumah sakit, tenaga kesehatan, dan pasien. (Fer)

Meimonews.com – Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD Kandou (akrab disebut RSUP Kandou) Manado memasuki babak baru kepemimpinannya, yang ditandai serahterima jabatan (sertijab) Dirut dari Drg. Yuli Astuti Saripawan, M.Kes, kepada Prof. Dr.dr Starry Rampengan, Sp.JP (K), FIHA,MARS,

Acara sertijab yang disaksikan Dewan Pengawas, pimpinan lain dan staf RSUP Kandou tersebut dilaksanakan di aula lantai dua kantor administrasi rumah sakit, Senin (30/6/2025).

Dalam sambutannya, Starry mengungkapkan bahwa ia menyadari tantangan besar yang menanti di era kepemimpinannya sebagai Dirut di rumah sakit ini.

“Rumah sakit ini memiliki sejarah panjang dan kompleksitas yang tinggi. Kepercayaan masyarakat yang besar menjadi tanggung jawab moral dan profesional yang harus kita emban bersama,” ujarnya.

Untuk itu, Starry memaparkan lima strategi utama yang akan menjadi fokus kepemimpinannya. Pertama, peningkatan mutu dan keselamatan pasien : Implementasi standar pelayanan yang lebih tinggi dan berkelanjutan, dengan prioritas utama pada keselamatan pasien.

Kedua, transformasi digital yang komprehensif : pemanfaatan teknologi informasi untuk meningkatkan efisiensi operasional, aksesibilitas layanan, dan kualitas data. Ketiga, penguatan riset dan pendidikan klinis : Peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan serta dukungan penuh terhadap riset klinis yang berdampak nasional.

Keempat pelayanan humanis berbasis hospitality : Pengembangan budaya pelayanan yang ramah, empati, dan berorientasi pada kepuasan pasien. Kelima, peningkatan efisiensi, akuntabilitas, dan transparansi: Pengelolaan rumah sakit yang lebih efisien, akuntabel, dan transparan untuk memastikan penggunaan sumber daya yang optimal.

Visi kepemimpinan Starry dipadukan dengan semangat “Satu Hati, Satu Rumah Sakit, Satu Tujuan,” menunjukkan komitmennya untuk memimpin RSUP Kandou menuju masa depan yang lebih gemilang.

Starry mengajak seluruh staf, dari manajemen hingga tenaga medis dan administratif, untuk bersatu dalam mencapai tujuan tersebut.

Kepada pejabat lama (Saripawan), Starry
menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Saripawan atas dedikasi dan kepemimpinan yang telah ditunjukkan selama sembilan bulan menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama.

“Ibu Drg. Saripawan telah meletakkan fondasi yang kokoh bagi RSUP Kandou untuk terus berkembang sebagai rumah sakit rujukan nasional yang unggul dalam pelayanan, pendidikan, dan penelitian,” ujar Starry.

Dalam pesan perpisahannya, Saripawan menyampaikan rasa syukur atas kesempatan memimpin RSUP Kandou. Disebutkan, penugasannya sebagai Plt. Direktur Utama oleh Kementerian Kesehatan merupakan sebuah kehormatan.

Saripawan optimistis RSUP Kandou akan semakin berkembang pesat di bawah kepemimpinan Starry. (Fer)

Meimonews.com – Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD Kandou (akrab disebut RSUP Kandou) menggelar acara serah terima dan pisah sambut Direktur Utama RSUP Kandou dari Dr. dr. Jimmy Panelewen, SpB-KBD.kepada Dr. dr. Ivonne Elisabeth Rotty,  M.Kes, Jumat (22/9/2023).

Acara ini dilaksanakan menyusul dilantiknya dokter Jimmy (panggilan akrab Dirut lama) oleh Menkes RI Budi Gunadi Sadikin sebagai Dirut RSUP Hasan Sadikin Bandung dan pengangkatan dokter Ivonne (panggilan akrab Dr. dr. Ivonne Rotty, M.Kes) sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Dirut RSUP Kandou).

Dr. dr. Jimmy Panelewen

Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 2 Kantor Administrasi RSUP Kandou ini diawali dengan penandatanganan berita acara oleh dokter Jimmy dan dokter Ivonne, yang turut disaksikan Dewan Pengawas serta Dewan Direksi RSUP Kandou.

Dalam sambutannya, dokter Ivonne menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan kepercayaan kepadanya.

Ia mengajak seluruh tim RSUP Kandou untuk bersatu dan berkomitmen menjadikan rumah sakit ini sebagai yang terbaik.

“Terima kasih kepada semuanya kepada pimpinan bapak Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang telah mempercayakan dan memberikan amanah kepada saya sebagai Plt RSUP Kandou yang didukung oleh Dr. dr. Jimmy Panelewen yang sebelumnya Direktur Utama RSUP Kandou, ujar dokter Ivonne.

Sembari meminta kepada seluruh Civitas RSUP Kandou untuk bersama sama bergandengan tangan serta bekerja dengan tulus.

“Saya minta untuk semua yang ada di RSUP Kandou, mari bergandengan tangan, kita wujudkan impian yang telah dibuat oleh dokter Jimmy dengan kita bersatu berkomitmen menjadikan RSUP Kandou sebagai rumah sakit excelent dan the best,” ujar dr Ivonne.

Tentunya, sambung dokter Ivonne, ia akan melanjutkan apa yang telah dilakukan oleh dokter Jimmy untuk segala motivasi inovasi dan terobosannya. “Mari kita wujudkan impian yang telah dibuat oleh dokter Jimmy Panelewen,” ujarnya.

Dokter Jimmy dalam.sanbutannya menyampaikan rasa terima kasihnya dan mengapresiasi kepada tim RSUP Kandou atas kerjasama yang luar biasa selama dirinya menjabat sebagai Direktur Utama.

Dokter Jimmy juga berbagi pengalaman selama masa jabatannya dan mengakhiri dengan optimisme tentang perjalanan RSUP Kandou ke depan.

“Keberhasilan RSUP Kandou adalah keberhasilan kita semua. Terima kasih kepada semua yang ada di RSUP Kandou yang telah mendukung saya dengan tulus. Saya sangat bangga pernah menjadi bagian dari RSUP Kandou,” ujarnya.

Dokter Jimmy juga membagikan pengalaman selama masa jabatannya, mengingat perjuangan dan tantangan yang telah dihadapinya. “Jatuh – bangun RSUP Kandou adalah bagian dari perjalanan saya. Saya yakin Tuhan tidak akan meninggalkan saya,”  ujarnya. (Fer)

Meimonews.com -Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) ODSK Manado berhasil melakukan operasi perdana bedah digestif di Instalasi Bedah rumah sakit, Senin (6/6/2022).

Operasi dipimpin dr. Fransiskus Andi Silangen, SpB, KBD yang adalah Ketua DPRD Sulut bersama dr. Toar Mambu, SpB, KBD dan turut didampingi Tim Bedah Digestif RSUP Prof. Kandouw yang dipimpin Dr. dr. Jimmy Panelewen, SpB, KBD.

Kepada wartawan, dokter Andi (sapaan akrab Fransiskus Andi Silangen) menjelaskan, operasi yang dipimpinnya adalah operasi laparascopic cholecystectomy untuk mengeluarkan batu empedu dengan menggunakan alat semacam teropong berkamera yang dimasukkan ke dalam rongga perut pasien dengan sayatan rekatif kecil/minimal.

“Dengan teknik ini, jika tanpa komplikasi, pasien bisa pulang dalam 1-2 hari setelah operasi,” ujar  dokter ahli bedah digestif ini.

Direktur RSUD ODSK dr. Enriko H. Rawung, MARS yang ikut mengawal jalannya operasi di Instalasi Bedah Sentral (IBS) RSUD ODSK menyambut gembira kesuksesan operasi ini.

Dokter Enriko menjelaskan, pasien yang dioperasi adalah seorang wanita berusia 70 tahun. Operasi dilaksanakan sejak jam 18:36-20:15 Wita, dan berjalan sukses.

“Ini membuktikan sistem internal RSUD ODSK telah handal dan sanggup melaksanakan operasi yang terbilang canggih ini,” ujarnya seraya menyebutkan, persiapan operasi cukup rumit, namun pihaknya gembira bisa operasi ini bisa berjala dengan baik.

Dari hasil laporan yang diterima, kondisi pasien pasca operasi baik dan stabil. :Jika tidak ada komplikasi besok atau lusa pasien bisa pulang,” ujar doktet Enrico.

Jenis operasi ini  adalah operasi canggih dengan menggunakan alat laparoscopi yang masih jarang dilakukakan di Sulawesi Utara.

Masalah penyakit batu empedu adalah masalah yang bisa mengganggu fungsi tubuh lain jika tidak ditangani dengan cepat.

Dikerahui, kalau meradang, si batu bisa menyebabkan fungsi liver terganggu, dan kolesterol jahat bisa tidak terkontrol.

Jika upaya mengeluarkan si batu dengan operasi bedah terbuka konvensional, maka pasien bisa dirawat berminggu-minggu di rumah sakit untuk menunggu luka operasi sembuh dengan resiko komplikasi infeksi pasca operasi.

Dengan teknik laparoskopi, hari ini operasi, besok pasien bisa pulang, karena luka sayatan operasi sangat kecil. (lk)

Meimonews.com – Suatu prestasi yang membanggakan dibuat Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Dr. RD Kandou Manado di bawah pimpinan Dr. dr. Jemmy Panelewen, SpB-KBD (Direktur Utama).

Operasi pemisahan kembar siam yang biasanya dilakukan di rumah sakit besar di Jakarta, kini bisa dilakukan di Manado, di RSUP Prof Kandou Manado. Dan, operasi ini adalah yang pertama kalinya.

Ini terlihat saat RSUP Prof. Kandou Manado melaksanakan operasi pemisahan bayi kembar siam pada Kamis (21/4/2022). Bayi kembar siam yang berhasil dipisahkan adalah anak dari seorang anggota TNI AD yang bertugas di Kodim Minahasa. Operasi berlangsung selama 9 jam, lebih cepat dengan estimasi waktu jadual oleh tim operasi yaitu 12 jam.

Operasi  ini disaksikan Panglima Kodam 13 Merdeka Mayor Jenderal TNI Alfret Denny Tuejeh,  Komandan Korem 131/Santiago Brigjen TNI Mukhlis SAP MM, Direktur Utama RSUP Kandou Manado Dr. dr. Jimmy Panelewen, SpB-KBD, Direktur SDM Pendidikan dan Umum Dr. dr. Ivonne E. Rotty, M.Kes, Direktur Pelayanan Medik Keperawatan dan Penunjang, dr Jeheskiel Panjaitan, SH., MARS, dan pejabat terkait RSUP Kandou melalui layar monitor di ruang jantung CVBC RSUP Kandou.

Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUP Prof Kandou Manado dr Jeheskiel Panjaitan sekaligus sebagai penanggung jawab Tim Terpadu Operasi Pemisahan Bayi Kembar Siam, saat konfrrensi pers, usai operasi mengungkapkan, pemisahan bayi kembar siam dijadualkan pada Kamis karena kedua bayi tersebut berjenis kelamin perempuan.

“Setelah berkoordinasi dengan tim maka dijadualkan operasi pada tanggal 21 April, karena kedua bayi kembar siam tersebut adalah perempuan sekaligus untuk memperingati Hari Lahir RA Kartini. Puji Tuhan semua boleh berjalan dengan baik dan lancar. Terima kasih atas kerjasama dari semua pihak,” ujarnya seraya menyebut ada 67 tenaga medis yang terlibat dalam operasi ini.

Ketua Tim Terpadu Operasi Pemisahan Kembar Siam RSUP Kandou Dr. dr. Harsali F, Lampus, MHSM, SpBA menambahkan, rencananya operasi ini akan berlangsung selama 12 jam 15 menit. Jam 6 pagi kita sudah mulai persiapan. Tim anestesi sudah mempersiapkan pasien dua jam. Pada jam 08.45 tim dokter sudah siap untuk melakukan operasi dengan kondisi pasien sudah terbius.

“Pada saat jalannya operasi, puji Tuhan kami tidak mendapatkan banyak masalah karena sebelumnya kami sudah melakukan pemeriksaan dan simulasi dengan waktu yang cukup lama,” ujar Lampus seraya menyampaikan terima kasih kepada manajemen RSUP Kandou yang memberikan kepercayaan dan selalu mengsuport bagi tim terpadu.

“Terima kasih kepada pak Dirut yang sudah menyiapkan fasilitas, sarana prasarana, peralatan yang terbaik yang tak kalah saing baik nasional  maupun internasional,” ujarnya pada konferensi pers yang turut dihadiri semua tim dokter yang melakukan operasi, Dandim Minahasa Letnan Kolonel ( Letkol ) Inf Ircham Effendy, serta pejabat terkait lingkup RSUP Kandou.

Dirut RSUP Kandou Manado Dr. dr. Jimmy Panelewen, SpB, KBD menjelaskan, operasi kembar siam ini baru pertama kalinya dilakukan RSUP Kandou Manado, yang sebelumnya setiap kasus kembar siam selalu dikirim ke Jakarta.

Diungkapkan, terlaksananya operasi pemisahan kembar siam tersebut merupakan atensi dari seluruh jajaran TNI-AD, dan dari sisi RSUP Kandou sendiri mampu untuk melaksanakannya. “Saya mendapat kunjungan dari Danrem 131/Santiago pak Mukhlis untuk silahturahmi, tetapi poin utamanya untuk membahas kedua pasien ini, untuk dilakukan operasi pemisahan,” sebut Panelewen.

Panglima Kodam XIII / Merdeka Mayor Jenderal TNI Alfret Denny Tuejeh menyampaikan terima kasih kepada pimpinan RSUP Kandou dan tim dokter yang sudah berjuang untuk kedua anak tersebut.

“Saya selaku Pangdam terharu melihat perjuangan, semangat dari tim dokter yang melaksanakan operasi besar ini, dan semuanya berkat dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Apresiasi buat RSUP Kandou sudah membantu anak buah saya, yang mempunyai anak kembar siam ini,” ujar Pangdam seraya berharap ada pemantauan terhadap kedua anak kembar siam ini pasca operasi dan berharap kepada Tuhan agar semuanya lancar. (af)